Anda di halaman 1dari 5

ISU ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI

Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika Bisnis


Disusun Oleh:
Galuh Rizqi Nugraha (115020307111008)
Irene Nathasia Devi (115020307111013)
Areta Widya Kusumadewi (115020307111022)
Stella Rahmawati (115020309111001)

Kelas CB




JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2014
ISU ETIKA DALAM PRAKTIK AKUNTANSI

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Etika secara garis besar dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral.
Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapat dijadikan undang-undang atau peraturan yang
berlaku akibat dari sifat nilai-nilai etika itu yang sangat tergantung pada pertimbangan
seseorang.
Akuntan Keuangan dan Tanggungjawabnya
Akuntan keuangan harus mempunyai kompetensi di bidang akuntansi keuangan, dimana
bidang ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Bidang pengetahuan praktik
2. Bidang pengetahuan teoretis (perekayasaan)
Etika Dalam Akuntansi
Persoalan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan earnings
management, yaitu tindakan untuk meningkatkan atau menurunkan pendapatan perusahaan
tanpa adanya kenaikan dan penurunan yang sebenarnya dari operasi perusahaan.
Resolusi Atas Konflik Etika
Dalam menerapkan standar etika, praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan
mungkin mengalami masalah dalam mengidentifikasi perilaku tidak etis atau dalam
menyelesaikan konflik etis. Ketika dihadapkan dengan isu-isu etis yang signifikan praktisi
manajemen akuntansi dan manajemen keuangan harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan
dari bantalan organisasi pada resolusi konflik tersebut. Jika kebijakan tidak menyelesaikan
konflik etika yang dihadapi, praktisi dimaksud harus mempertimbangkan untuk mengambil
tindakan-tindakan berikut :
1. Membahas masalah dengan atasan langsung kecuali jika atasan tersebut juga terlibat,
di mana dalam kasus ini masalah harus di bawah kepda tingkat manajer yang lebih
tinggi.
2. Klarifikasi isu etika yang relevan dalam diskusi tertutup dengan penasehat yang
objektif (seperti layanan konseling IMA) untuk mendapatkan pemahanan yang lebih
baik atas tindakan yang dapat diambil.
3. Konsultasikan dengan pengacara, hak dan kewajiban hukum yang terkait dengan
konflik etika tersebut.
4. Jika konflik etika tetap terjadi setelah melakukan tinjauan internal yang mendalam,
mungkin tidak terdapat pilihan yang lebih baik daripada mengundurkan diri dari
organisasi dan mengirimkan memorandum informatif kepada perwakilan organisasi
yang tepat
Etika yang Harus Dimiki Oleh Akuntan
Etika yang harus dimiliki oleh Akuntan Publik :
1. Confidentiality (Kerahasiaan).
Aspek penting dari kerahasiaan adalah pengidentifikasian atau otentikasi
terhadap user.Identifikasi positif dari setiap user sangat penting untuk memastikan
efektivitas dari kebijakan yang menentukan siapa saja yang berhak untuk mengakses
data tertentu. Contohnya: Access Control Models sangat berfungsi dalam
menentukan jenis kontrol akses yang diperlukan dalam mendukung kebijakan
keamanan. Model akses kontrol ini menyediakan view konseptual dari kebijakan
keamanan. Hal ini akan mengijinkan kita untuk melakukan pemetaan antara tujuan
dan petunjuk dari kebijakan keamanan anda terhadap event yang spesifik. Proses dari
pemetaan ini memungkinkan terbentuknya definisi formal dan spesifikasi yang
diperlukan dalam melakukan kontrol terhadap keamanan. Singkatnya, access control
model memungkinkan untuk memilah kebijakan keamanan yang kompleks menjadi
langkahlangkah keamanan yang lebih sederhana dan terkontrol. Beberapa model
yang berbeda sudah dibangun sampai dengan tahun ini. Kita akan membahas
beberapa model yang dianggap unik pada bagian-bagian selanjutnya. Kebanyakan
penerapan kebijakan keamanan melakukan kombinasi dari beberapa access control
models.
2. Integrity.
adalah perlindungan terhadap dalam sistem dari perubahan yang tidak terotorisasi,
baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Integritas mengharuskan untuk
menghindari conflicts of interest, menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan
prasangka terhadap kemampuan mereka dalam menjunjung etika. Mereka juga harus
menolak pemberian dan hadiah yang dapat mempengaruhi tindakan mereka. Mereka
juga tidak boleh menjatuhkan legitimasi perusahaan, tetapi harus mengakui
keterbatasan profesionalisme mereka, mengkomunikasikan informasi yang
menguntungkan atau merugikan, dan menjauhi diri dari prilaku yang dapat
mendiskreditkan profesi mereka.Seperti halnya kerahasiaan, integritas bisa
dikacaukan oleh hacker, masquerader, aktivitas user yang tidak terotorisasi,
download file tanpa proteksi, LAN, dan programprogram terlarang. (contohnya :
trojan horse dan virus), karena setiap ancaman tersebut memungkinkan terjadinya
perubahan yang tidak terotorisasi terhadap data atau program. Sebagai contoh, user
yang berhak mengakses sistem secara tidak sengajamaupun secara sengaja dapat
merusak data dan program, apabila aktivitas mereka didalam sistem tidak
dikendalikan secara baik. Contoh untuk melindungi dari ancaman terhadap integritas:
a. Memberikan akses dalam kerangka need-to-know basis
b. Pemisahan tugas(separation of duties)
c. Rotasi tugas
3. Objective of Management Accountant .
Akuntansi manajemen adalah profesi yang melibatkan bermitra dalam keputusan
manajemen untuk membuat, merancang perencanaan dan kinerja sistem manajemen,
dan menyediakan keahlian dalam melalui laporan keuangan dan kontrol untuk
membantu manajemen dalam perumusan dan implementasi strategi organisasi.
4. Whistle Blowing.
Merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan
untuk membocorkan kekurangan yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya
kepada pihak lain, berkaitan dengan kecurangan yang merugikan perusahaan sendiri
maupun pihak lain.
Whistle bowing dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.Whistle blowing internal.
Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan
karyawan kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya
2. Whistle blowing eksternal
Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh
perusahaan lalu membocorkannya kepada masyarakat karena kecurangan itu
akan merugikan masyarakat.
Contoh Kasus: Kasus Mulyana W Kusuma tahun 2004. Menjabat sebagai
sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan
melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Dalam
kasus ini ICW melaporkan tindakan Mulyana W Kusuma kepada Majelis
Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya
dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi
akuntan. Empat cara whistle blowing:
1. Melaporkan pelanggaran atau pelanggaran hukum kepada pihak berwenang
yang tepat. Seperti seorang supervisor, hotline atau Inspektur Jenderal
2. Menolak untuk berpartisipasi dalam kerja kesalahan
3. Bersaksi dalam persidangan hukum
4. Bukti-bukti yang bocor kesalahan untuk media
5. Creative Acoounting ( Akuntansi Kreatif).
Semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman
pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan
menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan (Amat, Blake dan Dowd,
1999). Di dalam creative accounting ada pendapat yang mengatakan creative
accounting di bagi dua jenis, yaitu yang legal dan illegal. Maksud dari legal di sini
adalah yang sesuai dengan perundang-undangan atau sesuai peraturan yang berlaku,
sedangkan yang illegal adalah yang menyalahi peraturan atau perundang-undangan
ayang berlaku. Creative Acoounting (Akuntansi Kreatif) adalah praktik akuntansi
yang mengikuti peraturan dan undang-undang yang diperlukan, tetapi menyimpang
dari standar. Akuntansi kreatif memanfaatkan celah di standar akuntansi untuk
meningkatkan citra perusahaan.