Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH

TEMU KUNCI








Oleh:
Finda Siti Qurrota Akyun
125040200111103
Kelas M


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

A. Ciri morfologi Temu kunci
Temu kunci berperawakan herba rendah, merayap di dalam tanah. Dalam satu tahun
pertumbuhannya 0,3-0,9 cm. Batangnya merupakan batang asli di dalam tanah sebagai rimpang,
berwarna kuning coklat, aromatik, menebal, berukuran 5-30 x 0,5-2 cm. Batang di atas tanah
berupa batang semu (pelepah daun). Daun tanaman ini pada umumnya 2-7 helai, daun bawah
berupa pelepah daun berwarna merah tanpa helaian daun. Tangkai daun tanaman ini beralur,
tidak berambut, panjangnya 7-16 cm, lidah-lidah berbentuk segitiga melebar, menyerupai
selaput, panjang 1-1,5 cm, pelepah daun sering sama panjang dengan tangkai daun; helai
daunnya tegak, bentuk lanset lebar atau agak jorong, ujung daun runcing, permukaan halus tetapi
bagian bawah agak berambut terutama sepanjang pertulangan, warna helai daun hijau muda,
lebarnya 5-11 cm. (Plantus,2008) Jika dibelah, bagian luar rimpang berwarna hijau kekuningan
sementara daging rimpang sebelah dalam berwarna kuning muda. Daging rimpang menebarkan
aroma khas temu kunci. Akarnya tebal, gemuk, dan berbentuk seperti cacing (Fauziah,)
Bunga tanaman ini berupa susunan bulir tidak berbatas, di ketiak daun, dilindungi oleh 2
spatha, panjang tangkai 41 cm, umumnya tangkai tersembunyi dalam 2 helai daun terujung.
Kelopak bunganya 3 buah lepas, runcing. Mahkota bunganya 3 buah, warnanya merah muda atau
kuning-putih, berbentuk tabung 50-52 mm, bagian atas tajuk berbelah-belah, berbentuk lanset
dengan lebar 4 mm dan panjang 18 mm. Benang sarinya 1 fertil besar, kepala sarinya bentuk
garis membuka secara memanjang. Lainnya berupa bibir-bibiran (staminodia) bulat telur terbalik
tumpul, merah muda atau kuning lemon, gundul, 6 pertulangan, dan ukurannya 257 cm. Putik
bunganya berupa bakal buah 3 ruang, banyak biji dalam setiap ruang (Plantus, 2008).

Gambar bunga dan tanaman Temu kunci
Klasifikasi botani
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Divisi : Magnoliophyta
Super Divisi : Spermatophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Boesenbergia
Spesies : Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht
Nama Indonesia : Temu kunci
Nama Daerah : Temu kunci (Sunda), kunci (Jawa), temu konci (Bali), dumukunci
(Bima), temo kunce (Madura), tampute (Ternate), tamu konci (Makasar), suo
shi, ow sun zhiang (Cina), chinese key (Inggris).
B. Aspek budidaya
Tanaman ini banyak tumbuh dari daerah tropis dataran rendah. Waktu berbunganya pada
bulan Januari-Februari dan bulan April-Juni. Daerah dan habitat tanaman ini adalah tumbuh liar
pada dataran rendah, di hutan-hutan jati. Tanaman ini tumbuh baik pada iklim panas dan lembab
pada tanah yang relatif subur dengan pertukaran udara dan tata air yang baik. Pada tanah yang
kurang baik tata airnya seperti tanah yang sering tergenang air, atau becek pertumbuhan akan
terganggu dan rimpang cepat busuk (Plantus, 2008). Perbanyakannya temu kunci dapat
dilakukan dengan pemotongan rimpang menjadi beberapa bagian (tiap bagian terdapat paling
sedikit 2 mata tunas) dan penanaman dilakukan pada jarak tanam 3000 cm.
Penanaman temu kunci skala luas sebaiknya dilakukan pemupukan. Oleh tanah sedalam
20-30 cm dan berikan pupuk kandang dengan dosis 15 ton/hektar. Untuk luasan tanah yang lebih
kecil, dosis pupuk ini tinggal dikonversikan saja. Campurlah pupuk kandang secara merata
dengan tanah. Selain itu, tambahkan pula pupuk urea 150 kg/hektar, TSP 200 kg/hektar. Pupuk
urea dan KCL dibagi 2 kali pembeian. Pemberian pertama saat tanam, dan separuhnya lagi
diberikan saat tanaman berumur 30-45 hari. Pupuk TSP diberikan seluruhnya pada saat tanam.
Penanaman di musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Jika hujan tidak turun,
sebaiknya dilakukan penyiraman agar tanaman tidak mati kekeringan. selain itu, perlu dilakukan
penyiangan saat tanaman berumur 2-4 minggu, dan dilakukan penyiangan lagi selang waktu 3-6
minggu. Apabila tanaman sudah mulai periode tanam perlu dilakukan 2-3 kali pembumbunan
pertama. Dalam satu periode tanam perlu dilakukan 2-3 kali pembumbunan agar rimpang cukup
bagus.
Penanaman temu kunci memerlukan rimpang yang sudah cukup tua. paling tidak
memiliki satu mata tunas. Alternatif perbanyakan yang lain adalah dengan cara memindahkan
sebagian anakan dari rumpun tanaman dewasa. Tanamlah temu kunci pada tanah yang gembur
dan subur. Bila tanah kurang subur, maka harus dicangkul beberapa kali agar halus dan dberi
pupuk kandang.
Untuk pemanenan, temu kunci dipanen setelah berumur 1 tahun. Setelah dilakukan
pemanenan, dilakukan sortasi dan pencucian, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil/tipis dan dikeringkan di tempat yang teduh dengan aliran udara yang baik. Untuk
jumlah kecil disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kedap cahaya (Plantus, 2008). Temu
kunci sebaiknya tidak dipanen pada usia kurang dari 4 bulan karena khasiatnya akan berkurang.
Saat panen yang terbaik adalah ketika tanaman berumur 9-12 bulan, lebih dari itu tidak baik.
Panen dilakukan dengan membongkar tanaman. Rimpang dipisahkan dan bagian tanaman
lainnya dibuang dan rimpang dicuci hingga bersih. Siaplah temu kunci segar untuk dijual di
pasar. Bentuk simplisia banyak dibutuhkan oleh industri jamu dan obat tradisional. Simplisia
yang disebut Boesendbergia rhisome dibuat dengan cara mengiris-iris rimpang temu kunci yang
sudah bersih. Keringkan irisan rimpang ini di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara
langsung agar kadar minyak atsirinya tetap tinggi. Irisan rimpang dapat pula dikeringkan dalam
oven. Rimpang temu kunci mengandung minyak atsiri yang terdiri atas bahan sineol, kamfer, d-
borneol, d=pinen seskuiterpene, zingberen, kurkumin, zedoarin, serat bahan lain seperti amilum,
damar dan tanin. (Fauizah,)

Daftar pustaka
Ir.Fauziah Muhlisah, Temu-temuan & empon-empon, budidaya dan manfaatnya
Plantus, 2008, Fingerroot (Boesenbergia pandurata Roxb. Schult).
http://anekaplanta.wordpress.com/2008/01/04/temu-kunci-boesenbergia-pandurata-roxb
schlechter/ 15 Maret 2008