Anda di halaman 1dari 4

100 | MISTERI | Edisi 582 2014

CAHAYASUFI
LOGIKA
PIKIRAN KABAH
Pikiran yang menyimpang dari ketauhidan adakalanya menjadi pilihan
dalam upaya lepas dari problematika kehidupan. Padahal ini lebih sering
menambah problematika menjadi semakin rumit.
Oleh: Agus Siswanto
Harus diakui, wilayah mistik masih
menjadi pilihan menarik dalam upaya keluar
dari permasalahan yang dihadapi. Saya
tegaskan adanya perbedaan antara wilayah
mistik dan wilayah spiritual. Meski keduanya
saling bersinggungan, tetapi hakekatnya
berbeda.
Saya hendak memberi contoh
sederhana. Misalkan, Anda mengalami
suatu masalah, lalu seseorang memberi
Anda amalan atau zikiran tertentu untuk
dibaca. Di sini, saya menganggap Anda
masuk dalam wilayah spiritual dalam
upaya menyelesaikan problem. Namun,
jika seseorang yang memberi Anda
amalan atau zikiran itu disertai aturan
tertentu, seperti menyiapkan ubo rampe,
atau mengamalkannya di gua atau di tepi
pantai, atau apapun tata cara yang tidak
disyariatkan agama, maka saya menilainya
Anda sudah masuk wilayah mistik.
Meskipun demikian, saya tidak ingin
membuat polemik dengan menilai mana
diantara keduanya yang jauh lebih baik
dalam menyelesaikan suatu problematika
kehidupan. Di sisi lain, seseorang yang
sedang dilanda problematika pun lebih
sering tidak peduli apakah dirinya memasuki
wilayah mistik atau wilayah spiritual.
Sebab yang menjadi tujuannya adalah
terselesaikannya problematika.
Misalkan, karena sedang dilanda
problematika , lalu Anda memutuskan untuk
melakukan tirakat di sebuah gua. Alasannya
sederhana saja, yaitu Rasulullah SAW pun
pernah tirakat di Gua Hira (pada masa
sebelum kerasulannya). Dalih Anda sepintas
lalu benar, yaitu sama-sama tirakat di dalam
gua. Padahal hakekatnya berbeda.
Dalam hal Rasulullah SAW tirakat atau
lebih tepatnya menyepi (uzlah) di Gua Hira
itu tidak didasarkan oleh problematika
kehidupan, melainkan bagian dari ketentuan
Tuhan yang membawanya pada peneguhan
kerasulannya.
Setelah menjadi utusan Tuhan,
Rasulullah SAW tidak pernah lagi
melakukan tirakat di Gua Hira. Adapun yang
dilakukannya adalah tirakat di dalam masjid.
Dengan kata lain, ketika Anda mengalami
suatu problematika, maka hendaknya
tempat yang dipilih untuk melakukan tirakat
itu di masjid dan bukan di gua.
Pesona Dunia Mistik
Saya hendak mengutarakan kepada
Pembaca bahwa beberapa contoh kasus
yang sering saya tuliskan merupakan
kisah nyata yang saya maksudkan menjadi
alternatif pemikiran dalam upaya memilih
jalan-jalan penyelesaian atas sebuah
problematika.
Saya mengumpulkan beragam cerita
nyata yang lalu disajikan di majalah ini
sebagai upaya menambah wawasan
Pembaca. Tetapi saya tidak hendak
mengatakan bahwa tulisan saya berkategori
motivasi. Melainkan sekadar contoh untuk
diambil hikmahnya.
Saya pernah menulis tentang kerabat
yang dililit hutang hingga ratusan juta rupiah.
Lalu hutangnya itu dapat terlunasi setelah
dia melakukan umroh. Ini merupakan
kisah nyata yang saya dapatkan. Tetapi
umroh bukan satu-satunya cara dalam
menyelesaikan hutang. Tentu saja ada
banyak jalan untuk terlunasinya hutang.
Sepanjang upaya penyelesaian masalah
itu tidak melanggar koridor syariat agama,
maka pasti akan saya tuliskan. Sedangkan
yang melanggar syariat agama akan saya
tuliskan dengan menyertakan juga dampak
atau efek buruk yang terjadi. Mengapa
demikian?
Karena hingga kini saya masih
meyakini bahwa jalan penyelesaian yang
melanggar koridor syariat agama pasti
akan menimbulkan dampak buruk. Contoh
sederhananya adalah pesugihan yang
selalu meminta tumbal. Termasuk juga
piranti mistik yang berpeluang terjadinya
pertukaran jiwa dengan makhluk gaib.
Berkaitan dunia mistik, harus saya akui daya
pesonanya cukup tinggi. Apalagi jika kita
sedang punya masalah. Di sisi lain, kisah-
kisah mistik yang berkaitan dengan upaya
penyelesaian masalah memang menarik.
Misalkan seputar uang balik.
Pada 23 April 2014 lalu, saya bertemu
Fahruddin, sepupu yang tinggal di Cilacap.
Pria yang saat ini bekerja di Bintulu,
Malaysia sebagai welder ini berkisah seputar
pengalamannya menggunakan uang balik.
Fahruddin mengatakan bahwa uang balik
itu ada karena dirinya memang pernah
melakukannya. Tetapi dia melakukan itu
karena rasa ingin tahu saja dan bukan
bermaksud mencari keuntungan. Itulah
sebabnya, setelah dirinya benar-benar
membuktikan bahwa uang balik itu ada, dia
langsung menghentikannya dan tidak ingin
melanjutkannya.
Contoh uang balik adalah, semisal Anda
memiliki uang 100 ribu rupiah. Lalu Anda
membeli sebungkus rokok seharga 10 ribu
rupiah. Tentu Anda akan mendapatkan uang
kembalian sebesar 90 ribu rupiah.
Apabila uang 100 ribu rupiah untuk belanja
tersebut sudah dirituali, maka uang tersebut
akan kembali kepada diri Anda. Itu artinya,
total uang Anda menjadi 190 ribu rupiah
ditambah sebungkus rokok.
Fahruddin mengungkapkan bahwa
meskipun dirinya mendapatkan keuntungan,
tetapi dia tidak bermaksud meneruskannya.
Mengapa demikian? Karena apa yang
dilakukannya termasuk kategori mencuri,
meski dengan bantuan makhluk gaib.
Fahruddin tidak ingin melakukannya lagi
karena bertentangan dengan nuraninya,
merugikan orang lain dan tentu saja
menambah dosa.
Pesona dunia mistik juga pernah
diutarakan oleh Samsudin. Pria ini teman
kerja sepupu saya (Abdul Malik) di Cirebon,
Jawa Barat. Samsudin mengisahkan
pengalamannya berjualan sate gagak untuk
mendapatkan uang kontan secara gaib.
Kisah ini pernah dituliskan di majalah
ini beberapa tahun. Saya hendak
menuliskannya kembali karena menganggap
ada sisi menarik dari kisah itu.
Samsudin tergolong taat beribadah, tetapi
dia benar-benar terpikat dengan uang gaib
(Bag 6)
MISTERI | Edisi 582 2014 | 101
kanan dan uang seratus ribu di tangan kiri.
Samsudin berharap makhluk gaib itu datang
mendekatinya dan membeli sate gagak.
Tetapi Samsudin heran melihat sosok
gaib setengah badan itu tidak juga mau
mendekat. Padahal ekspresi wajah gaib itu
terlihat berminat membeli sate gagak.
Samsudin terus berteriak-teriak
menawarkan dagangannya. Agaknya
pancingan ini berhasil, sosok gaib itu
bergerak melayang mendekatinya. Tiba-tiba
saja sosok gaib itu mengeluarkan suara
lengkingan keras disertai kobaran api. Sosok
gaib itu terbakar dan kemudian lenyap
begitu saja.
Astaghrullah, teriak Samsudin dalam
batin. Dia heran mengapa makhluk gaib itu
terbakar. Tetapi Samsudin tetap bertahan.
Keinginannya mendapatkan uang kontan
secara gaib sudah bulat.
Sekitar pukul 2 pagi, Samsudin melihat
pemandangan yang aneh. Dua buah perahu
kecil terbuat dari kayu (sampan) melaju
pelan dari arah muara sungai. Semakin lama
perahu itu mendekati posisi duduknya yang
hanya berjarak 1 meter dari tepi laut.
Samsudin mengamati kedua perahu itu.
Aneh, tidak ada seorang pun di dalam
perahu itu. Tetapi Samsudin dengan sangat
jelas melihat beberapa tumpukan karung di
dalam perahu tersebut.
Apa isi karung-karung itu? Pikir
Samsudin. Setelah Samsudin menghitung,
ternyata jumlah karung itu ada 15 karung.
Kedua perahu itu berjalan di muara sungai
dan terus menuju laut lepas. Deburan ombak
seketika melenyapkan perahu itu.
Penyebab Kegagalan
Dalam perjalanan pulang, Sang tokoh
bertanya kepada Samsudin seputar
pengalaman yang dialami. Samsudin pun
mengisahkan pengalamannya kepada
Sang tokoh dan juga teman-temannya.
Sang tokoh tersenyum mendengarnya.
Dia lalu berkata, Tentu saja sate gagak
itu tidak laku. Sepanjang berjualan kamu
terus melantunkan zikir di dalam hati.
Makhluk gaib merasa takut dan tidak berani
mendekat.
Saat itu Samsudin berkata kepada
saya,Ini pelajaran buat saya bahwa
mendatangkan uang gaib itu perbuatan batil.
Buktinya makhluk gaib itu takut dengan
bacaan zikrullah. Apa yang dikisahkan
Samsudin tersebut mengukuhkan keyakinan
saya bahwa meskipun penarikan uang
kontan yang dilakukan secara gaib itu bisa
saja terjadi, tetapi sepanjang kita memiliki
kekuatan pikiran tauhid, maka Allah SWT
tidak akan mengijinkan terjadi pada diri kita.
(bersambung). facebook: Em Agus Siswanto,
email: maniakgaib@gmail.com, whatsapp:
+628176645205, pin BB: 22F5A9EC.
CAHAYASUFI
dan karenanya ingin membuktikannya.
Dia terpikat mendapatkan uang kontan
secara gaib itu lantaran temannya yang
mengabarkan adanya Sang tokoh yang
mampu mendatangkan uang kontan secara
gaib. Adapun Sang tokoh tersebut sudah
meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Samsudin bersama beberapa temannya
mendatangi kediaman Sang tokoh. Mereka
mengutarakan niatnya mendapatkan uang
kontan secara gaib. Ketika itu Sang tokoh
menyuruhnya menyiapkan burung gagak.
Pada hari yang telah ditentukan, mereka
berkumpul di rumah rekan Samsudin untuk
membahas rencana mendatangkan uang
kontan secara gaib bersama Sang tokoh.
Sang tokoh menanyakan berapa jumlah
uang yang diinginkan. Lalu rekan Samsudin
menyebut angka 15 milyar rupiah. Angka
yang cukup fantastis.
Sang tokoh berkata lagi, Sembelih
burung gagak dan siapkan 15 tusuk sate.
Buatlah sate dengan daging burung itu.
Sate Gagak
Pada suatu malam yang telah ditentukan,
mereka menggunakan mobil menuju tempat
yang akan dipilih berjualan sate gagak.
Lokasinya di muara sungai, persis di tepi
laut. Selanjutnya Samsudin berjalan ke arah
lokasi tersebut sambil membawa 15 tusuk
sate gagak dan peralatan membakar sate.
Lokasi tersebut dipenuhi pepohonan lebat
dan alang-alang. Sekitar 1 meter dari tepi
laut, Samsudin mulai membersihkan tempat
yang akan digunakan berjualan. Setelah itu
dia mulai membakar satu persatu sate yang
dipersiapkan
Sementara itu, posisi Sang tokoh dan
teman-temannya berada di dekat mobil yang
berjarak sekitar 500 meter dari tepi laut.
Sang tokoh sendiri melakukan ritual dekat
mobil tersebut.
Sekitar pukul 10 malam, 15 tusuk sate
yang dibakar sudah matang dan siap dijual.
Aroma daging terbakar menyeruak ke segala
arah. Samsudin pun
berteriak-teriak
seolah memanggil
pembeli.
Sate gagak.
sate gagak.
sate gagak. Siapa
mau beli? teriak
Samsudin sambil
mengacung-
acungkan satenya.
Tampaknya belum
ada satupun yang
datang membeli.
Samsudin mulai
didera rasa takut.
Suasana malam
terasa mencekam.
Debur ombak dan desiran angin terasa
mendirikan bulu roma. Pada saat itu,
Samsudin pun membaca doa-doa.
Beberapa waktu kemudian, Samsudin
tersentak kaget sesaat mendengar suara
petir yang sangat keras. Kilatan petir itu
bahkan berjarak hanya beberapa meter dari
tempatnya duduk. Astaghrullah, teriak
Samsudin dalam batin.
Belum hilang rasa kaget mendengar
suara petir, tiba-tiba seekor burung hantu
terbang berputar-putar di atas kepalanya.
Samsudin yang tangan kanannya masih
memegang sate gagak langsung saja
mengacung-acungkan tangannya sambil
berteriak. Sementara tangan kirinya
memegang selembar uang seratus ribu
rupiah.
Burung hantu itu hinggap di sebatang
pohon sekitar 10 meter dari Samsudin.
Matanya menatap tajam sambil mendesis.
Samsudin balas menatapnya sambil terus
berteriak-teriak menawarkan sate gagak.
Burung hantu itu lalu turun di tanah dan
mulai berjalan mendekat. Tetapi tiba-tiba
saja burung itu terlempar menjauh sambil
mengeluarkan suara keras.
Samsudin terkejut melihat kejadian itu.
Tapi dia tidak mengerti apa yang terjadi.
Sambil membakar sate gagak agar aroma
daging tetap menyebar, Samsudin terus saja
berteriak-teriak memanggil pembeli.
Entah darimana datangnya, Samsudin
tersentak melihat sosok gaib berujud
manusia setengah badan muncul dari
semak-semak belukar. Sosok gaib itu hanya
terlihat dari dada ke atas. Sementara bagian
perut dan kakinya tidak ada. Sosok gaib itu
berambut gondrong, berwajah seram dan
mata merah menyala. Seperti melayang,
sosok itu mendekati Samsudin.
Anehnya, sosok gaib itu berhenti sekitar
10 meter di depan Samsudin. Makhluk dari
bangsa jin itu menatap tajam dengan mulut
seolah sedang berbicara. Samsudin berteriak
sambil mengacungkan sate gagak di tangan
102 | MISTERI | Edisi 582 2014
CAHAYASUFI
KEUTAMAAN BASMALAH
Basmalah adalah bentuk isim mashdar dari kata kerja Basmala Yubasmilu yang
artinya membaca lafadz Bismillahir rahmanir rahim, seperti halnya Hasbala
Yuhasbilu berarti membaca lafadz Hasbiyallah. Jadi Basmalah adalah bacaan
Bismillahir rahmanir rahim yang artinya adalah Dengan nama Allah yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.
Oleh: Fadil
Kita masih sering mendengar untaian
kalimat Basmalah keluar dari bibir seorang
muslim, saat hendak melakukan suatu
aktitas atau pekerjaan. Walaupun banyak
juga yang telah melupakan Basmalah dalam
mengawali aktitas mereka sehari-hari.
Tapi dari sekian banyak orang yang
membaca Basmalah di keseharian mereka,
entah berapa gelintir orang bisa memahami
dari kalimat yang mereka ucapkan atau
yang mereka suarakan. Terkadang ucapan
tersebut sebab seringnya diucapkan,
akhirnya menjadi rutinitas bahkan layaknya
mesin otomatis yang berbunyi dengan
sendirinya, dan pengucapnya sendiri tidak
paham maknanya.
Akhirnya untaian kalimat Basmalah
itu kering dan kurang berpengaruh bagi
pengucapnya pada khususnya, dan bagi
yang mendengarkan pada umumnya. Imam
Al-Jashshash berkata, Membaca Bismillahir
rahmanir rahim adalah perintah untuk
membuka segala urusan, dengannya kita
memohon berkah pada Allah SWT.
Dengannya kita mengagungkan dan
menyebut nama Allah SWT dalam aktitas
sebagai syiar Islam dan mengusir syetan.
Juga sebagai pembeda antara kita dengan
orang-orang musyrik, yang mana mereka
memulai aktitasnya dengan menyebut
nama berhala atau makhluk lain yang
disembahnya.
Imam Ath-Thabari berkata, Bismillahir
rahmanir rahim yang dibaca di awal
aktitas bermakna, aku melakukan aktitas
ini dengan memohon pertolongan Allah.
Atau aku melakukan aktitas ini dengan
menyebut nama Allah.
Muhammad Ali Ash-Shabuni berkata,
Makna dari Bismillahir rahmanir rahim yang
kita baca saat memulai suatu aktitas ialah,
aku memulainya dengan nama Allah dan
mengingatNya sebelum melakukan segala
sesuatu. Dengan namaNya aku memohon
pertolonganNya dalam segala urusanku.
Sebab Dialah yang Maha Kuasa atas segala
sesuatu.
Muhammad Abduh berkata, Membaca
Bismillahir rahmanir rahim saat memulai
aktitas bermakna: aku beraktitas sebab
perintahNya dan hanya untukNya bukan
untukku atau lainnya. Dan saya tidaklah
beraktitas atas nama saya pribadi sebab
saya adalah si Fulan yang terlepas dariNya.
Lafadz Basmalah
Tidak banyak perbedaan di kalangan
para ulama seputar lafadz Basmalah. Hanya
saja ada sedikit perbedaan teks atau lafadz
dalam beberapa riwayat yang Penulis
dapatkan dalam hadits-hadits Rasulullah
SAW. Di antaranya adalah:
1. Bismillah
Sebagaimana yang diriwayatkan
Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW
bersabda,Barangsiapa keluar dari rumahnya
membaca: Bismillah, aku bertawakkal pada
Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali
bersama Allah, maka dikatakan padanya,
Kamu telah tercukupi dan terlindungi, dan
syetan pun akan menjauh darinya.HR. Abu
Daud dan dishahihkan Al-Albani).
2. Bismikallahumma
Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah
SAW dalam hadits. Bila Rasulullah SAW
berbaring di tempat tidurnya, beliau
membaca: Bismikallahumma ahya wa
amut. (HR. Bukhari).
MISTERI | Edisi 582 2014 | 103
seakan ada yang mendorongnya (untuk
mengambil makanan), lalu Rasulullah SAW
menahannya juga.
Maka Rasulullah SAW bersabda,
Sesungguhnya syetan ikut bersama ke
dalam makanan yang saat menyantapnya
tidak disebut nama Allah (tidak baca
Basmalah). Dan syetan itu telah datang
bersama budak perempuan ini untuk ikut
bersama makan bersamanya, maka dari itu
aku menahan tangannya. Lalu datanglah
syetan bersama orang badui ini untuk
ikut bersama makan, maka dari itu aku
pun menahannya. Sungguh, demi Dzat
yang jiwaku ada dalam genggamanNya,
sesungguhnya tangan (syetan) ada
ditanganku bersama tangan keduanya juga.
Lalu Rasulullah SAW membaca Bismillah dan
memakannya. (HR. Muslim)
Umaiyah bin Makhsyi ra berkata, Saat
Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang
laki-laki sedang makan dan tidak baca
Bismillah sampai makanannya hampir habis
hanya tinggal satu suapan.
Lalu saat dia menyuapkan suapan itu
ke mulutnya, dia membaca: Bismillahi
awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah
di awal dan di akhirnya).
Lalu tertawalah Rasulullah SAW, lalu
bersabda, Syetan masih terus makan
bersamanya, tapi saat dia membaca
Basmalah, syetan pun langsung
memuntahkan apa yang ada di perutnya.
(HR. Abu Daud dan Nasai)
Aisyah ra berkata, Rasulullah SAW
memakan makanan dengan enam
sahabatnya, lalu datanglah seorang Arab
badui, lalu ia ikut makan dan mendapatkan
dua suapan saja. Lalu Rasulullah SAW
bersabda, Adapun dia, kalau membaca
Basmalah maka makanan itu akan cukup
baginya. (HR. Tirmidzi).
Abus Safar berkata, Khalid bin Walid
pernah singgah di suatu perkampungan
untuk berdakwah ke pemuka Bani
Murazabah. Penduduk setempat berpesan,
Waspadalah terhadap racun. Jangan
minum-minuman dari orang yang tidak
kamu kenal.
Khalid berkata, Coba datangkanlah
minuman beracun itu untukku. Maka
dihadirkanlah minuman tersebut untuknya.
Dia pun meminumnya seraya membaca:
Bismillah.Subhanallah wallahu akbar.
Ternyata minuman yang mengandung racun
itu tidak membahayakannya.
Cerita ini diperkuat oleh penuturan
Qais bin Abi Hazim, ia berkata, Saya telah
melihat Khalid diberi minuman beracun. Dia
bertanya, Apa ini? Mereka menjawab,
Racun. Khalid membaca Bismillah, lalu
meminumnya. Sungguh, demi Allah itu ialah
karamah dan suatu keberanian yang luar
biasa.
CAHAYASUFI




3. Bismillahil kabir
Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas ra,
Rasulullah SAW pernah mengajari mereka
(para sahabat) ruqyah untuk demam dan
penyakit-penyakit lainnya, (dengan doa):
Bismillahil kabir, audzu billahil adlim min
kulli arqin niar wa min syarri harrin nar.
(HR. Tirmidzi).
4. Bismillahil malikir rahman
Berdasarkan riwayat dari Al-Husein bin Ali
bin Abi Thalib ra, Rasulullah SAW bersabda,
Umatku akan selalu aman dari tenggelam,
bila mereka naik kapal dengan membaca:
Bismillahil malikir rahman, bismillahi majreha
wa mursaha inna rabbi ghafurur rahim. (HR.
At-Thabrani, Ibnus Sunni dan Abu Yala).
5. Bismillahir rahman
Seperti yang diceritakan oleh as-
Syabi: Biasanya orang-orang Jahiliyah
mulai menulis (surat) dengan kalimat
Bismikallahumma. Maka Rasulullah SAW
pun memulai apa yang beliau tulis dengan
Bismikallahumma. Sampai turun ayat
Bismillahi majreha wa mursaha (Q.S. Hud:
41), maka beliau pun mulai menulis dengan
Bismillah.
Lalu turun ayat Udullaha awidur
rahman (QS. Al-Isra: 110), maka beliau pun
menulis dengan Bismillahir rahman. Tapi
saat turun ayat yang berbunyi Innahu min
Sulaimana wa innahu bismillahir rahmanir
rahim. (QS. Annaml: 30), maka beliau pun
mulai menulis dengan Bismillahir rahmanir
rahim (Dari Abdur Razzaq, Ibnu Abi Syaibah,
Ibnul Mundzir dan Ibnu Hakim).
6. Bismillahir rahmanir rahim
Berdasarkan riwayat dari Abu Malik: Dahulu
Rasulullah SAW menulis diawali dengan
kalimat Bismikallahumma, saat turun ayat
Innahu min Sulaimana wa innahu bismillahir
rahmanir rahim (QS. An-Naml: 30), beliau
pun menulis dengan kalimat Bismillahir
rahmanir rahim. (HR. Abu Daud).
7. Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa
Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin
Malik ra: Rasulullah SAW bersabda, Yang
bisa menutupi aurat anak Adam (manusia)
dari pandangan mata jin, saat hendak
menanggalkan pakaiannya adalah membaca:
Bismillahil ladzi la ihala illa huwa (Dengan
nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).
(HR. Ibnus Sunni).
Dari beberapa lafadz di atas yang
paling populer dan banyak diucapkan
oleh kaum muslimin dan lebih utama
untuk dibaca adalah Bismillahir rahmanir
rahim. Sebab lafadz itulah yang dipilih oleh
Allah SWT sebagaimana yang tercantum
dalam rmanNya, Innahu min sulaimaana
wainnahu bismillahir rahmanir rahim(QS.
An-Naml: 30).
Dan juga lafadz-lafadz Basmalah yang
tertulis dalam mushhaf Al-Quran di awal
setiap surat yang berjumlah 114, kecuali
surat baraah yang memang tidak tertulis
lafadz Basmalahnya.
Di dalam kitabnya, Imam Nawawi
mengatakan: Adapun lafadz Basmalah itu
sendiri lebih utamanya adalah Bismillahir
rahmanir rahim, tapi bila ada orang yang
membaca: Bismillah saja, itu sudah cukup
baginya dan dianggap telah mengikuti
sunnah Rasulullah SAW.
Kisah Teladan Yang Berkaitan
Dengan Basmalah
Di bawah ini ada beberapa kisah teladan
yang betul-betul bisa kita jadikan teladan
dan cerminan untuk mengantarkan kita
pada suatu keyakinan yang mantap dan
kokoh akan kebenaran rman Allah, wa bil
khusus lafadz Basmalah. Rasulullah SAW
dan para sahabatnya telah membuktikan
keagungan dan kedahsyatan Basmalah
dalam kehidupan mereka.
Dan sekarang kita sebagai umat dan
sekaligus generasi penerusnya bisa
mencontoh mereka dan merasakan
keabadian mujizat al Quran yang tidak
pernah pernah habis. Simaklah peristiwa
demi peristiwa yang telah mereka lalui
berikut ini.
Tsabit radiyallahuanhu (ra) berkata bahwa
Anas ra telah bercerita, Sebagian sahabat
Rasulullah SAW mencari-cari air wudhu.
Maka Rasulullah SAW bersabda,Apakah
salah seorang dari kalian punya air wudhu?
(Saat dihadirkan air wudhu), maka Rasulullah
SAW meletakkan tangannya dalam air
seraya berkata,Wudhulah kalian dengan
membaca bismillah.
Tiba-tiba aku melihat air mengalir dari
sela-sela jari-jari beliau, yang akhirnya
mereka bisa berwudhu semuanya.
Aku bertanya pada Anas ra,Berapa
banyak kamu melihat jumlah mereka?
Anas menjawab,Sekitar 70 orang. (HR.
Tirmidzi).
Hudzaifah ra berkata, Bila kami
berkumpul dengan Rasulullah SAW
lalu datang makanan, kami tidak akan
menyentuh makanan tersebut dengan
tangan kami sebelum tangan Rasulullah
SAW menyentuhnya. Pada suatu hari (di
saat kami berkumpul dengan Rasulullah
SAW) dan datang makanan, tiba-tiba
datanglah seorang budak wanita, yang
seakan ada yang mendorongnya, ia
langsung menghampiri makanan tersebut
dan meletakkan tangannya di makanan.
Rasulullah SAW pun menahan tangannya.
Lalu datanglah seorang Arab badui, yang