Anda di halaman 1dari 3

Oleh: Muhammad Choirul Rosiqin

Human Security
Konsep ini muncul seiring dengan berakhirnya Perang Dingin, dengan berkembangnya isu dan
ancaman baru dalam studi keamanan internasional membuat konsep ini semakin berkembang.
Hal ini tidak lepas dari adanya sekuritisasi terhadap isu-isu baru dalam hubungan internasional,
tidak hanya itu adanya perubahan pola konflik di dunia erat kaitannya dengan perkembangan
pendekatan ini dengan tampilnya konflik internal sebagai fitur utama.
Human Security meliputi lima prinsip
1
, yaitu:
1. Human security is people-centered, focusing on the safety and protection of individuals,
communities, and their global environment. Pendekatan Human Security memberdayakan
masyarakat setempat untuk menilai kerentanan dan ancaman dan kemudian
mengidentifikasi dan mengambil bagian dalam strategi untuk membangun keamanan
daripada memaksakan definisi luar. Strategi untuk mencapai Human Security berhasil
dalam sebanyak yang mereka melindungi kuantitas dan kualitas hidup.
2. Human security is comprehensive. Dalam prakteknya, strategi keamanan manusia
berkisar dari operasional freedom from fear untuk pendekatan struktural lebih
menyeluruh termasuk freedom from want dan freedom to live in dignity.
3. Human security is multi-sectoral, addressing a range of interdependent global and local
threats, insecurities and vulnerabilities in security, development and human rights.
4. Human security is context-specific. Dimensi lokal dari ancaman global yang unik dan
memerlukan pengkajian dan konteks-perencanaan tertentu.
5. Human security is prevention-oriented. Strategi pencegahan konflik dan pembangunan
perdamaian bertujuan untuk solusi berkelanjutan dalam mengatasi faktor-faktor langsung
dan struktural yang menyebabkan rasa takut, ingin dan penghinaan.
Hans Van Ginkel (Rector, United Nations University) and Edward Newman: dari segi kebijakan
human security merupakan sebuah integrasi, kesinambungan dan keamanan yang menyeluruh
dari rasa taku, konflik, kebodohan, kemiskinan, perampasan sosial dan budaya dan kelaparan
yang berpijak pada kebebasan positif dan negatif.
In policy terms, human security is an integrated, sustainable, comprehensivesecurity from
fear, conflict, ignorance, poverty, social and cultural deprivation, and hunger, resting upon
positive and negative freedoms.
2

Pada dasarnya Human Security ditujukan untuk mengembalikan permasalahan keamanan tidak
lagi menjadi sebuah konsep yang dibentuk, disusun dan ditetapkan oleh negara sebagai sebuah

1
3P Human Security, Human Security, dalam http://3phumansecurity.org/site/component/content/article/34-
projects/94-what-is-human-security
2
Lihat, http://www.scribd.com/doc/51882487/Human-Security, hal.3. Dalam, Hans Van Ginkel and Edward
Newman, In Quest of Human Security, diakses dari
http://www.un.org/News/Press/docs/1999/19991012.dsgsm70.doc.html
Oleh: Muhammad Choirul Rosiqin
institusi, melainkan dikembalikan kepada hakekat manusia sebagai manusia sebenarnya yang
membutuhkan rasa aman dari segala ancaman apapun baik dari institusi maupun alam. Orientasi
dari konsep Human Security ini lebih kepada perlindungan dan jaminan terhadap individu.
Menurut Shinoda, Human Security mempunyai 2 aspek utama:
1. Human security berkaitan dengan kebebasan atau keamanan terhadap ancaman kronik
seperti kelaparan, penyakit dan penindasan.
2. Human security berkaitan dengan perlindungan terhadap penderitaan yang muncul dalam
kehidupan sehari-hari.
Human security can be said to have two main aspects. It means, first, safety from such
chronic threats as hunger, disease and repression. And second, it means protection from
sudden and hurtful disruptions in the patterns of daily lifewhether in homes, in jobs or in
communities
3
. United Nations, Human Development Report 1994.
Tujuh kategori Human Security
There are essentially seven issues associated human security. These are economic security,
food security, health security environmental security, personal security, community security,
and political security
4
. Human Development Report 1994, "New Dimensions of Human
Security".
Keamanan ekonomi mengacu pada kenikmatan individu atas pendapatan dasar/basic
income, baik melalui pekerjaan yang menguntungkan atau dari jaring pengaman sosial.
Keamanan pangan mengacu pada akses individu terhadap makanan melalui aset,
pekerjaan, atau penghasilan yang dimilikinya.
Keamanan Kesehatan mengacu pada kebebasan individu dari berbagai penyakit dan
melemahkan penyakit dan aksesnya kepada perawatan kesehatan.
Keamanan lingkungan mengacu pada integritas tanah, udara, dan air, yang membuat
manusia betah untuk tinggal/habitable.
Keamanan pribadi mengacu pada kebebasan individu dari kejahatan dan kekerasan,
khususnya perempuan dan anak-anak.
Keamanan komunitas mengacu pada martabat budaya dan perdamaian antar-komunitas di
mana individu hidup dantumbuh.

3
Women's Security in South Sudan, http://www.smallarmssurveysudan.org/facts-figures/south-sudan/womens-
security.html. Lihat juga, Patrick F. White, Normative Considerations Bearing on The Responsibility to Protect
Prospects and Implications in a Fracturing International System, http://www.journal.forces.gc.ca/vo9/no2/04-white-
eng.asp. Lihat juga, United Nations Development Programme (UNDP), Human Development Report 1994, Oxford
Oxford University Press, 1994, New York, p.23. diakses dalam
http://hdr.undp.org/sites/default/files/reports/255/hdr_1994_en_complete_nostats.pdf
4
Human Security: Seven Categories, http://www.gdrc.org/sustdev/husec/z-categories.html
Oleh: Muhammad Choirul Rosiqin
Keamanan politik mengacu pada perlindungan terhadap pelanggaran hak asasi manusia.
5

Penjelasan tentang Human Security semakin dipertegas oleh UNDP yang menyebutkan bahwa:
The concept of security must thus change urgently in two basic ways:
6

From an exclusive stress on territorial security to amuch greaterstress on people's
security.
From security through armaments to security through sustainable human development.
Konsep keamanan yang bukan digagas dan dibentuk oleh sebuah negara melainkan bersumber
dari manusia itu sendiri adalah Human Security. Fokus dari konsep Human Security yaitu pada
bagaimana individu atau kelompok masyarakat mampu melindungi diri mereka.
Tulisan ini adalah hasil editan review dari perkuliahan mata kuliah Studi Keamanan
Internasional (SKI) setelah Ujian Tengah Semester (UTS). Terima kasih kepada dosen
pengampu mata kuliah ini yakni Hafid Adim Pradana yang telah memberikan pencerahan (ilmu)
tentang konsep Human Security dalam studi ini.

5
Lihat, http://www.scribd.com/doc/114988976/Pengantar-Human-Security
6
Op. Cit., United Nations Development Programme (UNDP), Human Development Report 1994, p. 24.