Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Mata kuliah : Praktikum Elektronika Dasar



JUDUL PERCOBAAN
APLIKASI DIODA SEBAGAI PENYEARAH

OLEH :

NAMA : SUCI HARDIANTI
NIM : 4121121028
Jurusan : FISIKA
Program : PENDIDIKAN (S-1)
Kelompok : VI (ENAM)
Tgl. Pelaksanaan : 7 OKTOBER 2013


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


I . JUDUL PERCOBAAN : APLIKASI DIODA SEBAGAI PENYEARAH
II. TUJUAN PERCOBAAN :
1. Membuat rangkaian yang dapat digunakan sebagai penyearah setengah gelombang
2. Membuat rangkaian yang dapat digunakan sebagai penyearah gelombang penuh
3. Membuat rangkaian percobaan dengan menggunakan empat buah dioda dalam
susunan jembatan ( bridge ) dapat menghasilkan gelombang penuh yang
disearahkan.
4. Dapat mengukur besaran tegangan hasil penyearahan dan bentuk gelombang pada
osiloskop.
5. Mengetahui perbedaan dari gelombang penuh dan setengah gelombang.

III. TINJAUAN TEORITIS
A. Penyearah Seri Setengah Gelombang
Salah satu penggunaan umum dida adalah untuk aplikasi penyearah. Rangkaian
penyearah seri setengah gelombang (half-wife) merupakan rangkaian penyearah yang paling
sederhana . Kita asumsikan bahwa sumber tegangannya atau resistansi dalamnya sangat
rendah bila dibandingkan terhadap RL. (Dayat.2005)
Penyearah setengah gelombang adalah rangkaian yang mengubah tegangan AC menjadi
tegangan DC berdenyut. Sumber tegangan AC yang biasa digunakan adalah transformator
penurun tegangan (step down). Pada siklus positif dari tegangan masukan, dioda akan dibias
maju (forward bias) dan pada siklus negatif dari tegangan masukan, dioda akan dibias
mundur (reverse bias).

Gambar 1.1. Rangkaian penyearah setengah gelombang

Tegangan yang muncul di R1 merupakan tegangan DC berdenyut yang memiliki nilai
efektif V
rms
=
2
M
V
untuk V
M
= tegangan maksimum. ( Edwin.1995)
B. Penyearah Seri Gelombang Penuh
Dalam banyak aplikasi catu daya , digunakan suatu transformator daya dengan dua
dioda atau dioda ganda dalam rangkaian penyearah gelombang penuh seperti ditunjukkan
gambar di bawah ini .
Gambar 1.2 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh. Pada siklus positif
tegangan masukan, D2 dan D3 dibias maju dan selama siklus negatif, dioda D1 dan D4 dibias
maju. Arus yang mengalir melalui tahanan beban memiliki arah yang sama kedua setengah
siklus tersebut.(SW, Thomas.2002)






Gambar 1.2. Rangkaian penyearah gelombang penuh.

C. Penyearah Jembatan Dioda
Rangkaian filter digunakan untuk mengubah sinyal keluaran penyearah setengah
gelombang dan gelombang penuh menjadi tegangan DC yang memiliki ripple kecil. Hal ini
dapat diterapkan pada rangkaian sebelumnya dengan menambahkan komponen berupa
kapasitor yang dapat menyimpan muatan ketika potensial naik dan melepaskan muatan pada
saat potensial turun. ( Zainal,M.2010)

Gambar 1.3. Rangkaian penyearah dengan filter C
Penyearah jembatan adalah penyearah gelombang penuh yang menggunakan empat
buah dioda . Pada penyearah yang disusun pada setiap setengah gelombang keluaran yang
berbeda akan bekerja masing-masing dua buah dioda secara deret.
Keuntungan penyearah jembatan ini tidak memerlukan titik tengah pada gulungan
kawat sekundernya. Dua buah dioda yang dipasang deret akan menahan tegangan terbalik
maksimum pada masing-masing dioda. (Zulkarnain.2011)

IV. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT

NO. NAMA ALAT JUMLAH
1. OSILOSKOP 1 BUAH

B. BAHAN

NO. NAMA BAHAN JUMLAH
1 TRANSFORMATOR 12V 1 BUAH
2 DIODA IN 4001 4 BUAH
3 RESISTOR 10 K / 0,5 W 1 BUAH
4 BREAD BOARD 1 BUAH
5 CAPIT BUAYA SECUKUPNYA


V. PROSEDUR PERCOBAAN
NO. PROSEDUR PERCOBAAN GAMBAR
A.Percobaan Rangkaian Penyearah
Setengah Gelombang

1 Menyusun rangkaian seperti gambar di
samping sebelum dihubungkan ke jaringan
PLN.
2 Menghubungkan jaringan PLN dengan
rangkaian.
3 Menempatkan osiloskop membentangi RL ,
mengamati bentuk gelombang output
rangkaian dan memperhatikan polaritasnya.
4 Merekam amplitudo dari tegangan ( besar
tegangan dan bentuknya ) yang tampak di
layar osiloskop pada lembar data pengamatan
dan mencatat frekuensinya.
5 Memutuskan hubungan rangkaian dengan
jaringan PLN .
6 Membalik arah dioda dalam rangkaian
dengan jaringan PLN.
7 Menghubungkan rangkaian dengan jaringan
PLN.
8 Mengamati amplitudo dari tegangan yang
tampak di layar osiloskop kemudian
memutuskan jaringan PLN.
B.Percobaan Rangkaian Penyearah
Gelombang Penuh

1 Menyusun rangkaian seperti gambar di
samping, sebelum dihubungkan ke jaringan
PLN.
2 Menghubungkan rangkaian ke jaringan PLN.
3 Menempatkan osiloskop membentangi RL,
mengamati bentuk gelombang output
rangkaian dan perhatikan polaritasnya.
4 Merekam amplitudo dari tegangan (besar
tegangan ) dan bentuknya yang tampak di
layar osiloskop pada lembar data pengamatan
dan frekuensinya.
5 Memutuskan hubungan rangkaian dengan
jaringan PLN.
6 Membalik arah kedua dioda dalam rangkaian
.
7 Menghubungkan rangkaian dengan jaringan
PLN.
8 Mengamati amplitudo dari tegangan yang
tampak di layar osiloskop dan juga
frekuensinya.
9 Memutuskan hubungan rangkaian dengan
jaringan PLN.
C. Percobaan Rangkaian Penyearah
Gelombang Penuh dengan Rangkaian
Jembatan

1 Menyusun rangkaian seperti gambar di
samping, sebelum dihubungkan ke jaringan
PLN.
2 Menghubungkan rangkaian ke jaringan PLN.
3 Menempatkan osiloskop membentangi RL,
mengamati bentuk gelombang output
rangkaian dan perhatikan polaritasnya.
4 Merekam amplitudo dari tegangan (besar
tegangan ) dan bentuknya yang tampak di
layar osiloskop pada lembar data pengamatan
dan frekuensinya.
5 Memutuskan hubungan rangkaian dengan
jaringan PLN .
6 Membalik arah kedua dioda dalam rangkaian
.
7 Menghubungkan rangkaian dengan jaringan
PLN.
8 Mengamati amplitudo dari tegangan yang
tampak di layar osiloskop dan juga
frekuensinya.
9 Memutuskan hubungan rangkaian dengan
jaringan PLN.

VI. HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN :
1. Data Percobaan Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang
Hasil Percobaan x y Time/div Volt/div Probe
Input 4 7 5 ms 5 V 1
Output 4 3,8 5 ms 5 V 1

PEMBAHASAN :
Input
Vpp = Y . V/div . Probe
= 7 . 5 V . 1
= 35 Volt

Vdc =


= 12,4 Volt

% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 3,3 %

Output
V in = V out
Tegangan masukan sama dengan tegangan keluaran karena gelombang masukan pada
rangkaian setengah gelombang berupa sinusoidal dan gelombang keluaran akan
menjadi setengah gelombang.
Vpp = Y . V/div . Probe
= 3,8 . 5 V . 1
= 19 V

Vdc =

= 6,05 V
% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 4,9 %
F in = F out
Frekuensi Input = Frakuensi Output disebabkan karena jarak dari puncak ke puncak
sama.
T = X . Time /div
= 4 . 5 ms
= 20 ms = 0,02 s

f =


= 50 Hz ( Praktek )

f teori (PLN ) = 50 Hz
% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 0 %
2. Data Percobaan Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh
Hasil Percobaan x y Time/div Volt/div Probe
Input 4 7 5 ms 5 V 1
Output 2 1,8 5 ms 5 V 1
Input
Vpp = Y . V/div . Probe
= 7 . 5 V . 1
= 35 Volt

Vdc =


= 12,4 Volt

% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 3,3 %
Output
V in = V out
Tegangan masukan sama dengan tegangan keluaran karena gelombang masukan pada
rangkaian setengah gelombang berupa sinusoidal dan gelombang keluaran akan
menjadi setengah gelombang.
Vpp = Y . V/div . Probe
= 1,8 . 5 V . 1
= 9 V

Vdc =

= 3,19 V



% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 7,3 %
F in = F out
Frekuensi sinyal keluaran gelombang penuh adalah dua kali frekuensi masukan . Hal
ini dikarenakan sebuah keluaran gelombang penuh mempunyai dua kali periode
masukan gelombang sinus.
T = X . Time /div
= 2 . 5 ms
= 10 ms = 0,01 s

f =


= 100 Hz ( Praktek )

f teori (PLN ) = 50 Hz = f in
maka
f out = 2 x f in
= 2x 50 Hz
= 100 Hz
% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 0 %







3. Data Percobaan Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh dengan
Rangkaian Jembatan
Hasil Percobaan x y Time/div Volt/div Probe
Input 4 7 5 ms 5 V 1
Output 2 3,4 5 ms 5 V 1
Input
Vpp = Y . V/div . Probe
= 7 . 5 V . 1
= 35 Volt

Vdc =


= 11,1 Volt

% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 7,1 %
Output
V in = V out
Tegangan masukan sama dengan tegangan keluaran karena gelombang masukan pada
rangkaian setengah gelombang berupa sinusoidal dan gelombang keluaran akan
menjadi setengah gelombang.
Vpp = Y . V/div . Probe
= 3,4 . 5 V . 1
= 17 V

Vdc =

= 5,4 V


% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 5,5 %
F in = F out
Frekuensi sinyal keluaran gelombang penuh adalah dua kali frekuensi masukan . Hal
ini dikarenakan sebuah keluaran gelombang penuh mempunyai dua kali periode
masukan gelombang sinus.
T = X . Time /div
= 2 . 5 ms
= 10 ms = 0,01 s

f =


= 100 Hz ( Praktek )

f teori (PLN ) = 50 Hz = f in
maka
f out = 2 x f in
= 2x 50 Hz
= 100 Hz
% kesalahan =

x 100%
=

x 100%
= 0 %







Hasil Pengamatan pada Osiloskop





Gbr. Penyearah Setengah Gelombang

Grafik Gelombang Penuh dengan 2 Dioda






Gbr. Gelombang Penuh dengan Jembatan


0
1.8
0
-1.8
0
1.8
0
-1.8
0
-2
-1.5
-1
-0.5
0
0.5
1
1.5
2
0 1 2 3 4 5 6 7 8
VII. KESIMPULAN :
1. Aplikasi dioda sebagai penyearah untuk mengubah arus AC ke DC.
2. Rangkaian penyearah berguna untuk mengubah AC menjadi DC sehingga dalam
rangkaian hanya mengalir satu arus saja.
3. Osiloskop berguna untuk mengukur arus atau tegangan rata-rata serta besar
frekuensi gelombang yang dihasilkan oleh sumbernya.
4. Kapasitor dalam penyearah arus berfungsi menyimpan tenaga listrik dalam waktu
tertentu ( sementara) tanpa disertai reaksi kimianya.
5. Tegangan dengan menggunakan perata lebih kecil daripada tidak mengenakan
perata karena arus yang mengalir ditahan atau disimpan, dimana perata atau
kapasitor dalam penyearah berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik dalam waktu
tertentu (sementara) tanpa disertai reaksi kimianya , sedangkan jika penyearah
arus tanpa perata atau kapasitor arus mengalir langsung.
6. Penyearah setengah gelombang dapat menghasilkan pulsa DC positif atau negatif,
penyearah gelombang penuh dapat menghasilkan DC positif atau negatif.
7. Pada gelombang penuh dengan jembatan digunakan jembatan (bridge) untuk
menentukan tegangan dan arusnya.
VIII. DAFTAR PUSTAKA :
CL, Edwin . 1995 . Rangkaian Elektronika Edisi S1 . jakarta : Erlangga
Dayat . 2005 . Pengetahuan Teknik Elektronika . Jakarta : Bumi Aksara
SW , Thomas . 2002 . Elektronika Dasar . Jakarta : Salemba
Zainal , M . 2010 . Teknik Dasar Listrik . Bandung : ITB
Zulkarnain . 2011 . Aplikasi Listrik Untuk Teknik . Jakarta : UNJ
Medan, 9 Desember 2013
DOSEN / ASISTEN PRAKTIKAN

IRPAN AFANDI SUCI HARDIANTI
NIP/NIM : 411640002 NIM : 4121121028