Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran
melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang
sebagiannya (turunan) dari yang lain. dan Allah Maha mendengar lagi Maha
mengetahui

Allah telah memilih Adam yang merupakan bapak seluruh manusia sebagai manusia
pilihan untuk mengemban misi kenabiaan. Nuh sesepuh para Rasul (syaikh al-Mursalin)
Keluarga Ibrahim, keluarga dan kerabat terdekatnya. Mereka adalah Ismail, Ishaq dan para
nabi keturunan keduanya, termasuk nabi Muhammad yang merupakan penutup para nabi.
Dan Keluarga Imran, diantara mereka adalah Isa bin Maryam yang merupakan Nabi terakhir
dari bani Israil.
Satu-satunya surat dalam al Quran yang diberi nama dengan sebuah keluarga adalah
surat ali Imran (keluarga Imran) tentu bukan sebuah kebetulan nama keluarga ini di pilih
menjadi salah satu nama surat dalam al Quran. Di samping untuk menekankan pentingnya
pembinaan keluarga, pemilihan nama ini juga mengandung banyak pelajaran yang dapat di
petik dari potret keluarga Imran.
Satu hal yang unik adalah profil Imran sendiri yang namanya diabadikan menjadi nama
surat ini tidak pernah disinggung sama sekali, yang banyak dibicarakan justru adalah istri
Imran dan putrinya Maryam.
Perjalanan keluarga Imran terekam dalam Al Quran pada saat Imran dan istrinya sudah
berusia lanjut, akan tetapi belum dikaruniakan seorang anak. Maka istri Imran bernazar,
seandainya ia dikaruniai Allah seorang anak maka ia akan serahkan anaknya menjadi pelayan
rumah Allah (baitul Maqdis). Harapan ibu ingin mendapatkan seorang anak laki-laki tetapi
Allah memberikan anak perempuan yang kemudian diberi nama Maryam.
Maryam adalah wanita perawan yang suci, dibesarkan ibunya di dalam mihrab ketika
dalam kandungan, semua orang tidak mengenalnya kecuali seorang wanita yang menjaga
kesuciannya, sampai-sampai ada yang mengaitkannya dengan Harun dari keturunan israel
yang mensucikan dirinya, yang tidak seorang pun mengenal dirinya dan keluarganya
melainkan kebijakannya dan kebaikannya.
Itulah sosok seorang wanita yang suka berkhalwat untuk suatu kebaikan, darinya
terlahir seorang nabi bagi kaumnya Isa as yang terlahir tanpa seorang ayah, membuktikan
kepada seluruh manusia bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.
2

Di dalam Al Quran kisah Maryam terekam pada surat Ali Imran dan Surat Maryam.
Dalam surat ali Imran di gambarkan kisah keluarganya dan bagaimana ia di asuh dan
dibesarkan oleh zakaria, dalam surat maryam dilanjutkan kisah bagaimana ia mensucikan
darinya dan bagaimana Allah menunjukkan kebesaran Nya dengen memeberikan
keistimewaan kepadanya melahirkan anak tanpa seorang ayah.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana kisah Maryam dan pendidikan apa yang dapat diambil dari kisah perjalanan
kehidupan Maryam.
C. Tujuan
Mengetahui kisah Maryam dan pendidikan apa yang dapat diambil dari kisah perjalanan
kehidupan Maryam






















3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Kisah Maryam dalam Al Quran

Ep) -.- -O>C;- 4E1-47
~wO+^4 4-474 =1g-4O) 4-474
4p4O;gN O>4N 4-gUE^- ^@@
O+CjOO OgO^u4 }g` *u4
+.-4 77OgE- v1)U4 ^@j ^O)
ge~ 4O^`- 4p4O;gN p4O
O)E+) OEO4^ C 4` O) /j_;C4
-4OOEN` *l4- /j_g` W ElE^)
=e^ 71OO- O1)UE^- ^@)
OU OguE=4 ;e~ p4O
O)E+) .Og+u=4 _/6^q +.-4
OUu E) ;eE=4 "^14
NOE-~.- _/6^1~E W O)E+)4
Og+^OOEc =4CO4` EO)E+)4
E-7O1gNq C) E_4-+CjOO4 =}g`
^}C^OO=- 1_O- ^@g
E_U*:4 E_4O O+l)
}=OEO E_44l^4 >4:4^
4L=OEO E_UOE4 +C@OEEe W
E^U7 E=E1 E_^1U4N +C@OEEe
=-4Og^- EE}4 E-ELgN
+~^ejO W 4~ N4OOE4C _O^+ l
-EOE- W ;e~ 4O- ;}g` gLgN *.-
W Ep) -.- 7-NeO4C }4` +7.4=EC
)OO4) =OgO ^@_
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran
melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang
sebagiannya (turunan) dari yang lain. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui..
(ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada
Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul
Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha
mendengar lagi Maha Mengetahui".. Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun
berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah
lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak
perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan
untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan
yang terkutuk.". Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang
baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya
pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati
makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh
(makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah
memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. ( Qs. Ali Imran : 33-37)

4

Pembasan per-ayat

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran
melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (3:33)

Tafsir :
Allah menyatakan dalam ayat ini bahwa dia telah memilih Adam dan keluarga Ibrahim, serta
keluarga Imran, dan menjadikan mereka manusia pilihan di masanya masing-masing, lagi
pula diberikan kepada mereka nubuwwah dan risalah.
Adam as, adalah Rasul pertama sebagai bapak dari segala manusia yang telah dipilih Allah
sebagai Nabi.

Firman Allah:



Artinya:
Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima tobatnya dan memberi petunjuk.(Q.S
Taha: 122)

Dari keturunan Adam as, lahirlah para nabi dan rasul. Rasul kedua adalah Nuh as, sebagai
bapak manusia yang kedua. Di masanya telah terjadi topan yang besar yang membinasakan
sebagian besar umat manusia. Dan Allah telah menyelamatkan dia dan keluarganya dari
bencana yang dahsyat itu dalam satu bahtera. Keturunannya banyak yang menjadi nabi dan
rasul. Kemudian keturunan beliau ini tersebar ke beberapa negeri dan timbul di kalangan
mereka penyembahan berhala.
Kemudian datanglah Ibrahim sebagai nabi dan rasul. Sesudah Ibrahim datanglah berturut-
turut beberapa orang nabi dan rasul yang berasal dari keturunannya, seperti Ismail, Ishak,
Yakub dan Asbat, (anak cucu Bani Israel). Di antara keturunan Nabi Ibrahim yang terkemuka
adalah: Keluarga Ismail, Imran yaitu `Isa dan Ibunya Maryam binti `Imran keturunan Yakub.
Kemudian kenabian itu ditutup dengan seorang putra dari keturunan Nabi Ismail as yaitu
Muhammad saw.

(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan
kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat
(di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (3:35)

Tafsir :
Pada ayat yang lalu Allah menerangkan bahwa antara dua keluarga besar itu yakni keluarga
Ibrahim dan keluarga Imran yang satu sama lain jalin menjalin, maka pada ayat ini Allah
menerangkan kisah salah seorang keturunan mereka yang terkemuka yakni istri Imran yakni
Hannah binti Faqud yang sedang hamil. Ia menazarkan anak yang masih dalam
kandungannya itu untuk dijadikan abdi yang selalu berkhidmat untuk beribadah di
Baitulmaqdis. Dia tidak akan membebani lagi suatupun pada anaknya itu nanti, karena anak
itu semata-mata telah diikhlaskan untuk berbakti di sana
.
Pada akhir ayat 34 telah dijelaskan bahwa Allah Maha Mendengar apa yang diucapkan oleh
istri `Imran itu, Maha Mengetahui niatnya yang suci, dan mendengar pujiannya kepada Allah
5

ketika ia bermunajat. Hal-hal inilah yang menyebabkan doanya terkabul, dan harapannya
terpenuhi sebagai karunia dan kebaikan dari Allah

Di dalam beberapa ayat ini dua kali disebut nama Imran. Yang pertama adalah ayat 33 yaitu
Imran ayah Nabi Musa as; sedang yang kedua adalah pada ayat 35, yaitu Imran ayah
Maryam. Jarak antara kedua orang itu kurang lebih 1800 tahun.

Ayat ini menunjukkan bahwa ibu boleh menazarkan anaknya, dan boleh mengambil manfaat
dengan anaknya itu untuk dirinya sendiri. Dan pada ayat ini terdapat pula pelajaran, yaitu
hendaknya kita berdoa kepada Allah agar anak kita menjadi seorang yang rajin beribadah dan
berguna bagi agamanya, seperti doa Zakaria yang dikisahkan oleh Allah dalam Alquran.

Setelah istri Imran melahirkan, dan ternyata yang lahir itu perempuan padahal yang
diharapkan anak laki-laki, nampaklah diwajahnya kesedihan dan putuslah harapannya untuk
melaksanakan nazarnya, Dia berkata: "Ya Tuhanku, Aku melahirkan anak perempuan".
Seolah-olah dia memohon ampun kepada Tuhan, bahwa anak perempuan itu tidak patut
memenuhi nazarnya yaitu berkhidmat di Baitulmakdis. Tetapi Allah SWT lebih mengetahui
martabat bayi perempuan yang dilahirkan itu, bahkan dia jauh lebih baik dari bayi laki-laki
yang dimohonkannya (Depag)



Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: Ya Tuhanku, sesunguhnya
aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang
dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku
telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk. (3:36)

Ayat ini menegaskan tentang kemuliaan putri yang dilahirkan itu, dan menolak persangkaan
bahwa bayi yang dilahirkan itu lebih rendah martabatnya dari pada bayi laki-laki seperti yang
diharapkan oleh istri Imran itu.
Setelah istri `Imran menyadari bahwa demikianlah kenyataan anaknya, dan meyakini adanya
hikmah dan rahasia di balik kenyataan itu, maka dia menyatakan bahwa bayi itu akan diberi
nama Maryam. Din tidak akan menarik kembali apa yang telah dinazarkan untuk
menyerahkan anak itu berknidmat di Baitulmaqdis, walaupun bayi itu wanita, yang menurut
anggapannya tidak pantas untuk menjaga Baitulmaqdis, namun dia akan menjadi seorang
abdi Tuhan yang khusyuk. Dan istri Imran memohon supaya Allah SWT menjaga dan
melindungi bayi itu dari godaan setan yang mungkin menjauhkannya dari kebajikan.
Mengenai hal itu, Rasulullah Saw pernah bersabda sebagai berikut:


"Tiap-tiap anak cucu Adam yang dilahirkan dijamah oleh setan pada waktu kelahirannya
kecuali Maryam dan putranya".(HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Ibnu Abbas berkata : sesunggunya ia mengucapkan ini karena apa yang di nazarkan tidak
diterima, ini mengingat dia bernazar jika mendapat seorang bayi laki-laki lalu Allah memberi
Maryam.
6

Dalam bahasa Ibrani, Maryam berarti seorang ahli ibadah yang berkhitmat pada Tuhan.
1

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan
mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya
pemeliharanya. (3:37)

Allah menerima Maryam sebagai nazar disebabkan permohonan ibunya. Allah meridainya
untuk menjadi orang yang semata-mata beribadat dan berkhidmat pada Baitulmaqdis
walaupun Maryam itu masih kecil dan seorang perempuan. Padahal orang yang dikhususkan
untuk berkhidmat dalam Baitulmakdis itu biasanya hanyalah laki-laki yang akil balig dan
sanggup melaksanakan pengkhidmatan.
Allah juga memelihara dun mendidik-Nya serta membesarkannya dengan sebaik-baiknya.
Pendidikan yang diberikan Allah kepada diri Maryam ini meliputi pendidikan rohaniah dan
jasmaniah. Maka dia menjadi seorang yang berbadan sehat dan kuat serta berbudi baik, dan
bersih rohani dan jasmaninya. Allah SWT telah pula menjadikan Nabi Zakaria sebagai
pengasuh dan pelindungnya.

Diriwayatkan bahwa ibunya menjemput dan membawanya ke mesjid, lalu meletakkannya di
depan pendeta-pendeta yang ada di sana. Dia berkata: "Ambillah olehmu anak yang
kunazarkan ini". Maka mereka saling memperebutkan bayi itu, karena dia adalah putri dari
pemimpin mereka. Masing-masing mereka ingin menjadi pengasuhnya. Nabi Zakaria
kemudian berkata: "Aku lebih berhak mengasuhnya, karena bibinya itu adalah isteriku".
Akan tetapi para hadirin ada yang menolak kecuali jika ditentukan dengan undian. Maka
pergilah mereka semua ke sungai Yordan, melepaskan anak panah mereka masing-masing ke
sungai itu, dengan maksud barang siapa yang anak panahnya dapat bertahan terhadap arus air
sungai itu, dapat cepat naik. maka dialah yang berhak mengasuh anak bayi Maryam itu.
Ternyata kemudian anak panah Nabi Zakarialah yang dapat bertahan dan timbul meluncur di
permukaan air, sedang anak panah yang lainnya hanyut tenggelam di bawa arus. Maka dalam
undian itu Zakaria lab yang menang dan Maryam segera diserahkan kepadanya untuk
dipelihara dan dididik di bawah asuhan bibinya sendiri.

Lanjutan ayat 37 di atas:

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.
Zakariya berkata: Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini? Maryam
menjawab: Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa
yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)

Tafsir :
Manakala Maryam sudah mulai dewasa, diapun telah mulai beribadat di mihrab.
Tiap kali Nabi Zakaria masuk ke dalam mihrab, ia dapati di sana makanan dan bermacam
buah-buahan yang tidak ada pada waktu itu karena belum datang musimnya. Zakaria pada
suatu waktu menanyakan kepada Maryam tentang buah-buahan itu dari mana dia
memperolehnya padahal saat itu musim kemarau. Maka Maryam menjawab : "Makanan itu

1
Shafwatut Tafasir Jilid 1 hal 432
7

dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki
Nya tanpa batas.
Menurut Mujahid, Zakaria mendapati di sisi maryam buah-buahan yang muncul di musim
dingin pada musim panas dan buah-buahan yang muncul di musim panas pada musim
dingin.
2

Ibnu Katsir berpendapat bahwa ayat ini menunjukkan Karamah (kemuliaan) orang-orang
yang dekat dengan Allah.
Allah menerangkan kisah tersebut untuk meneguhkan kenabian Muhammad saw, dan
mengalihkan pikiran ahli kitab yang membatasi karunia kenabian itu pada orang Israel saja.
Juga untuk menyalahkan pikiran orang musyrikin `Arab yang menolak kenabian Muhammad
saw, karena menganggap dia hanya manusia seperti mereka saja.
Allah menjelaskan bahwa Dia telah menjadikan Adam sebagai orang pilihan dan khalifah di
atas bumi, serta menjadikan Nuh sebagai orang pilihan dan bapak yang kedua dari umat
manusia dan kemudian memilih Ibrahim serta keluarganya untuk menjadi manusia pilihan
dan pembimbing manusia. Orang Arab dan para ahli Kitab mengetahui hal itu. Tetapi orang
musyrik Arab menyombongkan diri sebagai keturunan Ismail dan pemeluk agama Ibrahim
dan ahil Kitab menyombongkan diri atas terpilihnya keluarga 'lmran dari keturunan Bani
Israel cucu Nabi Ibrahim. Baik orang Arab maupun ahli Kitab mengetahui bahwa Allah telah
memilih mereka itu semata-mata hanyalah atas kehendak-Nya sebagai karunia dan
kemurahan-Nya. Maka apakah yang menghalangi Allah untuk menjadikan Muhammad saw
seorang pilihan di atas bumi ini. sebagaimana Allah memilih mereka juga? Allah memilih
siapapun yang Dia kehendaki di antara makhluknya. Allah telah memilih Muhammad saw.
serta menjadikan sebagai pimpinan bagi umat manusia dan mengeluarkan dari kegelapan
syirik dan kebodohan. kepada cahaya kebenaran dan keyakinan. Tidak seorangpun dari
keluarga Ibrahim dan Imran yang lebih besar pengaruhnya daripada Muhammad saw.


Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah
memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang
semasa dengan kamu). (3:42)

Tafsir :
Dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw, tentang peristiwa yang dialami
oleh Maryam ketika dia didatangi oleh Malikat Jibril as .
Pembicaraan Jibril dan Maryam di sini bukanlah seperti pembicaraan Jibril dengan nabi-nabi,
yang merupakan penyampaian wahyu Allah kepada mereka melainkan sebagai pemibicaraan
malaikat dengan wali-wali Allah, yang berupa ilham.
Kesyukuran Maryam kepada Allah dengan 'ibadah dan ketaatannya yang tidak putus-
putusnya, menambankan terpeliharanya kemuliaan dan kesempurnaan diri pribadinya, serta
menambah jauhnya dari segala sifat yang tidak baik. Karena itu wajarlah bila Maryam
memperolehlangsung ilham dari Jibril as sebagai penghormatan atas dirinya.
Jibril as menandaskan bahwa Allah telah memilih Maryam untuk berkhidmat di Baitul
Makdis, din membersihkan dia dari keaiban lahir dan batin, serta menentukannya untuk

2
Lihat Shafwatut Tafasir Jilid 1 hal 433
8

melahirkan seorang nabi meskipun dia tidak dijamah oleh seorang lelaki. Dan Allah
melebihkannya atas segala wanita di masanya.
Sabda Rasul Saw:

:
Artinya:
Sebaik-baiknya wanita di dunia ini adalah empat orang : Maryam. Asiyah istri Firaun.
Khadijah dan Fatimah (Ibnu 'Asakir dari Ibnu 'Abbas)
Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang
ruku. (3:43)

Tafsir :
Pada ayat ini Allah mewajibkan kepada Maryam untuk taat kepada. Nya sebagai tanda
syukur atas nikmat yang dianugerahkan Nya kepadanya, dengan firman-Nya yang artinya:
"Taatilah Tuhanmu hai, Maryam bersujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang
rukuk". Yang dimaksud dengan "sujud" di sini adalah sujud seperti sujud dalam salat dan
dimaksudkan dengan "rukuk" ialah salat itu sendiri. Ayat ini memerintahkan kepada Maryam
supaya melakukan salat berjemaah bersama-sama orang lain.
Salat menurut pengertian orang Yahudi waktu itu ialah doa atau bersujud. Sujud dengan
meletakkan dahi ke bumi itu salat mereka, semua 'ibadah yang dilakukan Maryam bertempat
di Mihrab.

yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan
kepada kamu (ya Muhammad); Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka
melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan
memelihara Maryam. dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.(3:44)

Pada ayat ini kisah Istri Imran dan putrinya Maryam, dan Kisah Zakaria dan Yahya
yang telah kami ceritakan kepada kalian, semuanya ini kabar-kabar bersifat ghaib dan penting
yang telah kami wahyukan kepadamu, wahai Muhammad yang tidak engkau ketahui
sebelumnya.
Diriwayatkan bahwa ketika Hannah melahirkan Maryam, dia meletakkan Maryam
dalam sobekan kain yang dilipat-lipat dan membawanya ke Masjid lalu bayi itu di simpan
disisi rahib-rahib Bani Israil yang sedang berada di Baitul Maqdis. Hannah kemudian Berkata
kepada mereka, siapa yang akan memelihara anak ini? Lalu mereka berlomba untuk
memelihara Maryam, karena dia putri pemimpin mereka, lantas mereka mengundinya, maka
keluarlah hasilnya bahwa yang berhak memelihara Maryam adalah Zakaria, sehingga zakaria
pun memeliharanya.
3

Ibnu Katsir berkata hanya kuasa Ilahi yang menjadikan Zakaria sebagai pemelihara
Maryam, sehingga dia membahagiakan Maryam dan memperoleh ilmu yang berlimpah dan
amal yang shalih.


3
Tafsir Ath-Thabari (6/351) lihat Shafwatut Tafasir jili 1 hal 441
9

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, seungguhnya Allah
menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat
(yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)

Di dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw, terhadap ceritera Maryam
di kala Jibril datang kepadanya, yang membawa kabar gembira kepadanya bahwa dia akan
melahirkan seorang putra yang saleh. Ketika Jibril menyampaikan kabar gembira itu Allah
telah memilihnya, menyucikannya untuk tetap beribadah kepada Allah dan selalu bersyukur
kepada-Nya. Yang dimaksud dengan malaikat di sini ialah Jibril, sebagaimana di dalam
firman Allah:



Artinya:
"Lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam
bentuk) manusia yang sebenarnya". (Q.S Maryam: 17)

Isa as disebut dengan "kalimat Allah", sebagai pemberitahuan tentang proses penciptaannya
yang berlainan dengan kejadian manusia biasa.

Isa as dinamakan Al Masih sedang Al Masih itu adalah gelar raja, karena kata Al Masih
dalam Taurat dan Injil berarti "yang disapu atau yang diminyaki". Menyapu dan meminyaki
itu adalah suatu ketentuan dalam adat istiadat mereka bahwa siapa yang telah disapu dengan
minyak suci oleh kepala agama, maka dia sudan menjadi suci pula, cakap untuk memegang
kerajaan, memiliki ilmu pengetahuan dan kekuasaan, lagi mendapat berkah. Di sini Allah
SWT menunjukkan bahwa Isa as senantiasa mendapat berkah walaupun belum pernah disapu
dengan minyak suci itu.

Ada pula yang mengatakan hahwa nama Isa itu adalah berasal dari kata Yunani "yasu",
artinya "yang diselamatkan yang terpilih".

Para nabi dahulu telah menerangkan bahwa akan datang seorang Al Masih, dia seorang raja
yang akan mengembalikan kekuasaan Bani Israel yang telah hilang.

Maka ketika Isa lahir dan dinamai Al Masih, segolongan mereka beriman kepadanya Orang-
orang Yahudi yang mengingkarinya berpendapat, bahwa yang dijanjikan itu belum lagi
datang.
Dan dia dinamakan lbnu Maryam (putra Maryam) untuk memberi pengertian bahwa Isa akan
lahir tanpa ayah karena itulah ia dibangsakan kepada ibunya.
Isa as mempunyai kedudukan yang terkemuka di dunia, karena dia mendapat tempat di hati
orang-orang mukmin serta dihormati. Perbaikan-perbaikan yang ditinggalkan Isa as tetap
membekas dikemudian hari. Dan kebesarannya itu jauh lebih nyata daripada kebesaran para
penguasa atau raja-raja sebab orang-orang menghormat kepada para penguasa dan raja itu
10

adalah untuk menghindarkan diri dari penyiksaan mereka, atau karena takut terhadap
kelaliman mereka, atau untuk mengambil muka supaya diberi kedudukan duniawi. Kebesaran
yang demikian ini adalah kemegahan semu belaka, tanpa ada bekasnya sedikit juapun di
dalam jiwa, bahkan mungkin menimbulkan kebencian.
Selain dari itu, Isa as mempunyai kebesaran di akhirat, yaitu kedudukan dan kemuliaan yang
tinggi, karena beliau adalah senantiasa dekat kepada Tuhan.




Dan Dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan Dia adalah
Termasuk orang-orang yang saleh."(3: 46)

Tafsir
Dalam ayat ini Allah menerangkan, Isa as telah berbicara dengan manusia ketika masih
kecil dalam ayunan, untuk mejelaskan kebersihan ibunya dari tuduhan yang dilemparkan
kepadanya, dan untuk menjadi bukti atas kenabiannya. Isa as juga berbicara dengan manusia
ketika dia sudah dewasa yakni sesudah Allah mengangkatnya menjadi rasul dan menurunkan
kepadanya wahyu Nya untuk menyampaikann perintah dan larangan-laranganNya kepada
Manusia. Beliau termasuk orang yang saleh yang telah diberi hikmat oleh Allah yakni para
Nabi, Siddiqin dan Syuhada.

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, Padahal aku belum
pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril):
"Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. apabila Allah berkehendak
menetapkan sesuatu, Maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah
Dia. ( 3 ; 47)
Tafsir
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Maryam menghadapkan kata-katanya kepada
Allah swt yang telah mengutus Jibril yaitu bagaimana aku akan memperoleh seorang putra,
padahal aku tidak tidak bersuami. Apakah kejadian yang demikian itu dengan perkawinan
dahulu ataukah dengan kodrat Allah semata-mata, mungkin Maksud kata-kata Maryam itu
untuk menyatakan kekagumannya pada kekuasaan Allah dan memandang hal itu sebagai
kekuasaan Allah dan memandang hal itu suatu mukjizat yang besar. Allah menjelaskan
bahwa kelahiran demikian akan terjadi bilamana Allah menghendakinya, Allah menciptakan
apa yang dikehendaki-Nya jika Allah berkehendak menetapkan sesuatu maka hanya cukup
berkata : jadilah engkau lalu jadilah dia.
Allah menciptakan apa saja yang dikehendaki Nya termasuk menciptakan hal-hal yang
ajaib, yang menyimpang dari kebiasaan, seperti menciptakan anak tanpa ayah, bahkan nabi
Adam as telah diciptakan Nya tanpa ayah dan ibu. Demikianlah penggambaran bagi
kesempurnaan kodrat Allah serta kepastian kehendak-Nya. Gambaran tentang kecepatan
terwujudnya apa yang dikehendaki oleh Allah tanpa batas waktu dan tanpa ada faktor
penyebab, diterangkan Tuhan sendiri dalam firmannya ;
.4`4 .4^NO^` ) EEgO4
OE;UE )O=^4l^) ^)
dan perintah Kami hanyalah satu Perkataan seperti kejapan mata.(al Qomar ; 50)
11


Apa yang diperintah itu pasti segera terjadi, perintah seperti itu dinamai perintah
takwin orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, tidak membenarkan Isa dilahirkan
dengan tidak berayah, karena fikiran mereka hanya terbatas kepada kejadian-kejadian yang
biasa saja. Mereka tidak menyadari bagaimana terjadinya alam semesta ini. yang
memustahilkan kejadian seorang anak tanpa ayah.



Surat Maryam ayat 16-22


O7^O-4 O) U4-^- =4CO4`
gO) ;EO4lE^- ;}g` E_)Uu-
L^~4` 1g~uO= ^g ;EOC+`
}g` )_g^1 6O_E .E4UEcO
E_^1) E4EO+O EVE4 E_
-LO=E COEc ^_ ;e~ EO)E+)
OONN ^}4uOO) ElLg` p)
=eL7 =O> ^g 4~ .E^^)
4^ NOc4O l)4O =UE- l
VU7^ =OEe ^_ ;e~ _O^+
NpO74C Oj EU7N 4 /j_O=O;4C
O=E 4 =O4 ^g 4~
lgEOE 4~ l4O 4O- O>4N
))-E- W N-E;4Lg4 LO4C-47
+EELUg LO4uO4O4 E4g)` _ ]~E4
-6O^` =O_^E` ^g +Ou-UEE
^VEO4lE^ gO) L^~4` =O~
^gg
dan Ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari
keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,(19;16)

Tafsir

Dan ceritakanlah hai Muhammad dalam kitab Alquran yang diturunkan kepadamu
kisah Maryam binti Imran ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat yang
berada di sebelah Timur Baitulmakdis untuk mendapatkan ketenangan dalam beribadat
kepada Tuhannya. Ibnu Abbas berkata, "Aku paling mengetahui di-antara semua makhluk
Allah tentang apa sebabnya kaum Nasrani menjadikan kiblatnya ke arah Timur, yaitu karena
memperhatikan firman Allah Azza Wajalla yang menerangkan bahwa Maryam menjauhkan
12

diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah Timur, lalu mereka menjadikan tempat
kelahiran Nabi Isa a.s. itu kiblat.
4

Ketika Allah swt telah menceritakan kisah Zakaria as. Bahwa di saat kondisi masa
tuanya dan kemandulan istrinya, dia diberi oleh Allah seorang anak yang pandai, suci dan
berkah, Allah mennyambung firman-Nya dengan kisah Maryam yang di berikan seorang
putra yaitu Isa as tanpa ayah. Karena kedua kisah tersebut memiliki kesesuaian dan
kesamaan. untuk menunjukkan kepada Hamba-hamba Nya tentang kekusaan dan keagungan
kerajaan Nya serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
5

Dalam Tafsir Al Misbah di katakan ayat-ayat di atas memerintahkan kepada Nabi
Muhammad saw bahwa ceritakan kisah dalam Al quran yaitu tentang Maryam putri Imran,
yakni ketika ia bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari keluarganya bahkan dari seluruh
manusia kesuatu tempat di sebelah timur dari tempat tinggalnya atau sebelah timur dari baitul
maqdis. Berbeda dengan banyak ayat yang hanya memeritahkan Nabi Muhammad untuk
mengingat atau menceritakan dengan menggunakan kata Idz atau udzkur , berbeda dengan itu
ayat di atas menambahkan kata al-Kitab yakni al Quran sehingga dengan kata itu ayat ini
memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk membacakan tentang kisah dan keutamaan
beliau yang Nabi ketahui. Thahir ibn Asyur menduga bahwa surat ini adalah surat pertama
yang menggunakan secara tegas kata Udzkur

dalam konteks uraian tentang kisah-kisah para
nabi. Kata Makanan Syarqiyan mengesankan bahwa tempat itu sengaja dipilih, sebagai
isyarat terbitnya cahaya ilahi, Ibnu Abbas bahwa itu adalah isyarat tentang kiblatnya orang-
orang Nasrani karena mereka menjadikan arah timur sebagai arah kiblat ketika shalat.
6


Maka ia Mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus
roh Kami, Maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
(19;17)

Tafsir
Maka Maryam mengadakan tabir (dinding) yang melindunginya dari pandangan keluarganya
dan manusia. Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril kepadanya dalam bentuk seorang
laki-laki yang rupawan untuk memberitahukan kepada Maryam bahwa beliau akan
melahirkan seorang putra tanpa ayah. Adapun hikmah kedatangan Jibril dalam bentuk
manusia itu agar supaya tidak menimbulkan ketakutan.
7

Mujahid dan adh Dhahhak, Qatadah, ibnu Juraij, wahb bin Munabbih dan as-Suddi
berkata tentang firman Allah lalu kami mengutus ruh Kami kepadanya, yaitu Jibril as inilah
pendapat yang mereka katakan dan ini pula zahir maknanya dalam al Quran di mana Dia
berfirman dalam ayat yang lain ; Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),ke dalam
hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi
peringatan,(Qs as Syuaara : 193-194)
8



4
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
5
Lihat Tafsir ibnu katsir juz 16 318
6
Lihat Tafsir al Misbah
7
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
8
Lihat Tafsir ibnu katsir juz 16 318
13

Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang
Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa".(19:18)

Tatkala Maryam melihat ada seorang laki-laki di-tempatnya yang terasing itu, beliau
berlindung kepada Allah Taala dari kejahatan yang mungkin timbul seraya berkata,
"Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah; jangan
sekali-kali kamu mengganggu aku jika kamu bertakwa kepada Nya, sebab setiap orang yang
bertakwa itu selalu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
9

Ini merupakan cara yang disyariatkan dalam mempertahankan diri yaitu dengan cara
yang ringan yakni di ingatkan pertama kali kepada Allah swt Ibnu jarir dari Ashim berkata ;
setelah menceritakan kisah Maryam, Abu Wail berkata : ia mengerti bahwa orang yang
bertaqwa itu adalah orang yang memiliki batas.
10

Kata Ar-Rahman yang di ucapkan sayidah Maryam ini, dapat juga dijadikan alasan
untuk menguatkan pendapat yang menyatakan kata tersebut telah dikenal sebelum turunnya
al Quran kendati kaum musyrikin Mekkah tidak mengenalnya sebagai nama tuhan yang
mereka sembah. Nabi Sulaiman as dalam suratnya kepada Ratu Saba juga menggunakan
kata tersebut bahkan menggunakan Basmallah (baca Qs. An Naml ; 30)
11


ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk
memberimu seorang anak laki-laki yang suci". ( 19 ; 19)

Malaikat Jibril berkata untuk menenteramkan hati Maryam dan menghilangkan
kecurigaannya seraya berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan dari Tuhanmu
untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci dari segala macam noda dan
celaan". Malaikat Jibril menyebutkan bahwa dia sendiri yang akan memberikan anak laki-laki
itu, karena ia diperintahkan oleh Allah Taala untuk meniupkan roh ke dalam tubuh
Maryam.
12

Maka berkatalah malaikat, menjawab perkataannya dan menghilangkan kekhawatiran
terhadap dirinya : sesungguhnya aku tidak termasuk orang yang kamu sangka, dan tidak
mugkin kejahatan yang kamu kira itu akan terjadi dariku. Akan tetapi aku adalah utusan
tuhanmu yang di utus kepadamu, agar aku memberimu seorang anak laki-laki suci yang
selamat dari segala cela. Penyadaran pemberian kepada Jibril karena memang pemberian itu
datang melalui tangannya, dalam arti dia yang meniupkan ruh dalam rahimnya dengan
perintah Allah.
13


Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak
pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang
pezina!"(19;20)


9
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
10
Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 16 320
11
Lihat tafsir al Misbah hal 165
12
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
13
Tafsir al Marogi hal 70
14

Maryam merasa sangat terkejut mendengar berita itu dan dengan keheranan berkata,
"Bagaimana aku akan mendapat seorang anak laki-laki padahal belum pernah seorang
manusiapun yang menyentuhku; dan aku bukan pula seorang pezina".
14

Perkataan Maryam as. Wa lam aku bagiyan aku bukanlah seorang pezina setelah
menyatakan, wa lam yamsasni Basyarun/tidak seorangmanusia pun menyentuhkubukan
sekedar pengulaangan atau penekanan, tetapi masing-masing mengandung makna yang
berbeda, yang pada akhirnya saling menguatkan. Ucapannya menafikan sentuhan manusia,
mengandung makna bahwa ia belum pernah berhubungan seks. Ini ditegaskannya karena
ketika itu beliau telah di pinang oleh Yusuf an Najjar. Dengan demikian boleh jadi timbul
dugaan bahwa telah terjadi sesuatu antara keduanya bila ia hamil, di sisi lain bila kehamilan
terjadi pastilah tunangannya akan sangat kecewa dan marah. Adapun pernyataannya bahwa
beliau bukan seorang penzina atau wanita lajang, maka ini untuk menegaskan bahwa sejak
dahulu beliau bukanlah seorang wanita asusila dan itu akan di pertahankannya hingga masa
datang.
15


Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiku;
dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari
kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan". (19 ;21)

Jibril menjawab, "Demikianlah Engkau akan mendapat seorang anak laki-laki
walaupun tidak bersuami ataupun tidak mengadakan hubungan dengan laki-laki; karena
demikian itu adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa dan adalah yang demikian itu mudah
bagi-Nya Dan Allah menjadikan demikian itu agar dijadikan bukti bagi manusia atas
kekuasaan-Nya dan sebagai rahmat dari Allah karena kelak anak laki-laki itu akan menjadi
seorang Nabi yang menyeru kepada jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu suatu hal
yang telah diputuskan Allah dan tidak dapat dirubah lagi".
16

Dalam tafsir ibnu kasir disebutkan bahwa ini adalah petunjuk dan tanda bagi manusia
tentang kekuasaan Pembuat dan Pencipta mereka, dimana hal tersebut salah satu bentuk cara
menciptakan mereka, Allah swt telah menciptakan nenek moyang mereka yaitu Adam tanpa
ayah dan ibu, Ia ciptakan Hawa dari laki-laki tanpa wanita, dan ia ciptakan seluruh
keturunannya dari laki-laki dan wanita kecuali Isa as. Yang di ciptakan dari wanita tanpa
laki-laki dengan demikian lengkaplah empat bagian yang menunjukkan kesempurnaan
kekuasaanNya dan keagungan wewenang Nya, tidak ada illah selain Allah dan tidak ada
Rabb selain Nya.
17


Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke
tempat yang jauh. (19 ;22 )

Tafsir ;


14
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
15
Lihat Tafsir al Misbah
16
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
17
Lihat ibnu Katsir juz 16 hal 320
15

Setelah Jibril menerangkan maksud kedatangannya itu, maka Maryam menjawab, "Aku
menyerah diri kepada ketetapan Allah". Lalu Jibril meniupkan roh Nabi Isa ke dalam lengan
baju Maryam sehingga mengakibatkan beliau mengandung, lalu beliau mengasingkan diri
dengan kandungannya ke suatu tempat yang jauh untuk menghindari tuduhan dan cemoohan
dari Bani Israel.
18

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Jibril meniup kantong besi bajunya, lalu tiupan itu
masuk kedalam rahimnya, maka hamillah ia. Yang lain mengatakan bahwa Jibril meniup dari
lengan bajunya. Sedang Al quran menetapkan tiupan itu, maka kami tiupkan kepadanya dari
Ruh Kami tanpa menentukan tempat tiupan.
19
Malaikat jibril meniupkan ruh dilengan
bajunya yang kemudian ruh itu mengalir ke farji sehingga ia mengandung anak dengan izin
Allah. Ketika ia hamil, ia merasa kesulitan, tidak tahu apa yang akan di katakan kepada
orang-orang karena ia mengetahui bahwa mereka tidak akan percaya dengan ceritanya, akan
tetapi ia ingin menceritakannya kepada istri zakaria.
20

Mayoritas ulama menegaskan bahwa kelahiran nabi Isa as melalui proses biasa, yakni
kehamilan selama sembilan bulan, bukannya seperti pendapat sementara orang bahwa ia
terjadi sekejap, dengan bersandar kepada pada firman Nya yang menyatakan bahwa Adam
dan Isa as dilahirkan dengan kalimat kun fayakun . sebenarnya kalimat ini sama sekali bukan
berarti terjadinya sesuatu dengan kalimat itu atau masa pengucapan kalimat itu, bukankah
terbaca diatas, bahwa proses yang terjadi pada saat kelahirannya, proses yang memakan
waktu lebih lama dari masa pengucapan kalimat kun fayakun itu masa kelahirannya.sedang
masa kehamilannya tidak di singgung di sini.
21


Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon
kurma, Dia berkata: "Aduhai, Alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi
barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". ( 19 : 23)

Tafsir
Ketika beliau merasa sakit karena akan melahirkan anaknya, maka beliau terpaksa
bersandar pada pangkal pohon karma untuk memudahkan kelahiran dan dengan penuh
kesedihan beliau berkata, "Aduhai, alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku
menjadi barang yang tidak berarti lagi dilupakan. Beliau mengharapkan seandainya beliau ini
mati saja sebelum ini karena merasa beratnya penderitaan akibat melahirkan seorang anak
tanpa seorang ayah yang berakibat timbulnya tuduhan dan cemoohan dari kaumnya yang
tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya: atau beliau mengharapkan menjadi sesuatu
benda yang tidak berarti dalam pandangan manusia, lagi dilupakan.
22

Muhammad bin Ishaq berkata ; Ketika ia hamil, perutnya membesar dan darahnya
terhenti sebagaimana kebiasaan wanita yang hamil, dari darahya terhenti sebagaimana
kebiasaan wanita yang hamil, dari rasa sakit dan perubahan warna, sampai lidahnya pecah-
pecah.

18
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
19
Lihat tafsir Al Maragi
20
Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 16 hal 321
21
Lihat Tafsir Al Misbah
22
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
16

As-Suddi berkata : Maryam berkata sambil melihat kehamilannya karena malu kepada
orang lain ; aduha, alangkah baiknya aku mati sebelum bencana dan kesedihan yang aku
alami sekarang akibat lahirnya anakku yang tanpa ayah. Dilupakan lalu dibiarkan tanpa
dicari. Seperti pelapis haidh jika sudah dibuang dan dicampakkan, maka ia tidak lagi dicari
dan tidak lagi di ingat. Demikian pula segala sesuatu yang dilupakan. Kita telah membahas
hadits-hadits yang menunjukkan larangan mengharapkan kematian kecuali ketika dalam
keadaan fitnah para firman Allah, wafatkanlah aku dalam Keadaan Islam dan gabungkanlah
aku dengan orang-orang yang saleh.( Qs. Yusuf ayat 101)
23


Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati,
Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.(19 ;24)



Tafsir
Maka datanglah Jibril dan berseru dari Suatu tempat di bawahnya; "Janganlah kamu
bersedih hati, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mengalirkan sebuah anak sungai di
bawahmu". Ini merupakan suatu rahmat bagi Maryam karena di tempat itu pada mulanya
kering tidak ada air yang mengalir.
24

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang dimaksud dalam ayat ini.
Al Aufi dan lain-lain berkata dari ibnu Abbas yang menyeru adalah Jibril as sedangkan
Isa as tidak da[at berbicara kecuali setelah menemui kaumnya. Demikian pula pendapat said
bin Jubair, adh-Dahhak, amr bin Maimun, as-suddi dan Qatadah. Sedangkan Mujahid
berpendapat bahwa yang menyeru adalah Isa as
25

Dalam tafsir al Maragi ayat ini menjelaskan bahwa Isa as menyerunya. Demikian kata
Hasan basri dan Said bin Jubair ( Allah telah membuat Isa as mampu berbicara ketika dia
melahirkannya, untuk menyenangkan hati dan mengusir kesepiannya sehingga ketika itu ia
dapat menyaksikan untuk pertama kali keluhuran derajat anak yang dikabarkan oleh Jibril as.
Isa berseru wahai ibunda, janganlah engkau bersedih hati. Sesungguhnya Tuhanmu yang
telah berbuat baik kepadamu telah menjadikan dibawahmu seorang anak lelaki yang
mempunyai derajat luhur dan pemurah.
26


dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan
buah kurma yang masak kepadamu, (19 ;25)

Tafsir :
Dan condongkanlah pohon kurma itu kepadamu dan goyangkanlah dia dan nanti
pohon itu akan menjatuhkan beberapa buah kurma yang telah masak kepadamu. Dan ini
adalah rahmat yang lain untuk Maryam karena pada mulanya pohon kurma itu telah kering,

23
Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 16 hal 323
24
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
25
Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 16 hal 324
26
Lihat Tafsir al Maragi hal 76
17

dengan kehendak Allah menjadi hijau dan subur kembali serta berbuah sebagai rezeki untuk
Maryam.
27

Pada ayat diatas terlihat bagaimana Maryam yang dalam keadaan lemah itu masih
diperintahkan untuk melakukan kegiatan dalam bentuk menggerakkan pohon guna
memperoleh rizki-walaupun boleh jadi pohon itu tidak dapat bergerak karena lemahnya fisik
Maryam setelah melahirkan.
28


Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia,
Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha
pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".(19 ;
26)



Tafsir :
Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu karena mendapat rezeki itu dan
hilangkanlah kesedihan hatimu karena Allah berkuasa untuk membersihkanmu dari segala
tuduhan yang tidak pantas, sehingga kamu tetap dianggap sebagai wanita yang suci tidak
pernah ternoda. Dan jika kamu melihat seorang manusia yang bertanya tentang persoalanmu
dan persoalan anakmu, maka isyaratkanlah kepadanya "Sesungguhnya aku telah bernazar atas
diriku untuk berpuasa semata-mata untuk Tuhan Yang Maha Pemurah dan aku tidak akan
berbicara langsung dengan seorang manusiapun pada hari ini, karena ucapanku itu mungkin
ditolak dan tidak dipercayai, akan tetapi akan kusuruh bayi yang baru dilahirkan ini untuk
berbicara atas namaku dan menerangkan kejadian yang sebenarnya"
29

Anas bin Malik berkata bahwa sauman berarti diam, demikian perkataan ibnu Abbas
dan ad Dhahhak dalam riwayat lain dari Anas. puasa dan diam, demikian perkataan
Qatadah dan lain-lain. Maksudnya adalah bahwa ketika mereka berpuasa dalam syariat
mereka berarti diharamkan makan dan berbicara.
30

Bernazar untuk tidak berbicara merupakan salah satu cara ibadah yang dikenal pada
masa lalu, termasuk oleh masyrakat jahiliyah. Sisa dari ibadah tersebut masih nampak hingga
kini dalam bentuk mengheningkan cipta. Rasulullah melarang melakukan puasa diam. Allah
mengilhamkan Maryam as agar jangan berbicara bermaksud membungkan semua yang
meragukan kesucian beliau melalui ucapan bayi yang dilahirkannya itu. Ini juga
mengesankan bahwa tidaklah terpuji berdiskusi dengan orang-orang yang bermaksud mencari
kesalahan atau yang tidak jernih pemikiran dan hatinya.
31


Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya.
kaumnya berkata: "Hai Maryam, Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang Amat
mungkar.(19 ; 27)

27
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
28
Lihat Tafsir Al Misbah
29
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
30
Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 16 hal 325
31
Lihat Tafsir al Misbah
18


Tafsir ;
Setelah Maryam diperintahkan untuk berpuasa pada hari melahirkan putranya dan tidak
berbicara dengan seorangpun dan setelah ada jaminan dari Allah bahwa kehormatannya tetap
terpelihara, maka beliau menyerahkan seluruh nasibnya pada ketetapan Allah, beliau
membawa anaknya kepada kaumnya dan menggendongnya hal mana menyebabkan kaumnya
ingkar dan mencela perbuatannya seraya berkata, "Hai Maryam! Sesungguhnya kamu telah
melakukan sesuatu perbuatan yang amat mungkar".
32


Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan
ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", (19 : 28)

Tafsir :
Kemudian mereka menambah celaan dan cemoohan serta tuduhan kepada Maryam
seraya berkata, "Hai saudara perempuan Harun! Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang
jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang wanita tuna susila. Bagaimana kamu sampai
mendapatkan anak ini. Kepada beliau dipanggil dengan sebutan "Saudara perempuan Harun",
oleh karena telah menjadi kebiasaan Bani Israel untuk menyebutkan nama-nama para Nabi
dan orang-orang saleh sebelumnya.
33

Istilah uktiy Harun menjadi bahan perbincangan para ulama, sementara cendikiawan
non muslim menjadikan istilah tersebut sebagai bukti kesalahan al Quran, karena menurut
mereka antara Harun yang merupakan saudara Musa as dan Maryam terdapat jarak ratusan
tahun. Sementara ulama menyatakan bahwa sebenarnya keberatan ini bukanlah hal baru,
tetapi telah di kenal sejak masa nabi saw Diriwayatkan oleh Al Mugirah bin Syu'bah bahwa
beliau diutus oleh Rasulullah saw, ke Najran di negeri Yaman, dimana terdapat banyak
orang-orang Nasrani dan mereka bertanya kepadanya, "Mengapa kamu membaca Alquran,
hai saudara perempuan Harun, padahal Harun dan Musa itu hidupnya lama sekali sebelum
lahirnya Isa putra Maryam?". Mugirah tidak sempat memberikan jawaban dan ketika beliau
pulang ke Madinah dan menghadap Rasulullah, beliau mengemukakan pertanyaan itu. Oleh
Rasulullah. saw dijawab, "Mengapa olehmu tidak diberitahukan bahwa kebiasaan Bani Israel
itu suka menyebut-nyebut nama para Nabinya dan orang-orang yang saleh sebelumnya"?
yakni orang-orang saleh .masyarakat yang hidup pada masa Maryam as, dinamai dengan
nama-nama para nabi seperti menamai Maryam dengan saudara dari nabi yang shaleh yaitu
Nabi Harun as. Bukan dalam arti bahwa Maryam adalah saudara Nabi Harun.
34


Badawi menyimpulkan pendapat-pendapat yang di kemukakan pakar-pakar tafsir dengan
merujuk kepada tafsir ath-thabari. Ada yang berpendapat bahwa dia disebut sebagai saudara
perempuan Harun untuk memberikan atrbut kesalihan dan, karena nama Harun biasa
disebutkan kepada orang yang shaleh dari kalangan masyarakat waktu itu, sehingga siapa saja
yang mempunyai sifat seperti itu maka ia disebut Harun. Dengan demikian nama Harun

32
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
33
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
34
Lihat Tafsir Al Misbah
19

disini, menurut pendapat ini, bukan Harun saudara nabi Musa as, ada juga yang berpendapat
Bahwa Harun disini dijadikan atribut kebejatan. Maryam diperbandingkan dengan ia,
mengingat masyarakat waktu itu mencurigai kesuciannya. Pendapat yang ketiga menyatakan
bahwa memang Maryam mempunyai saudara laki-laki yang bernama Harun yang dikenal
sebagai seorang yang shaleh di kalangan bani Israil. Abdurrhman Badawi mengatakan bahwa
penafsiran ungkapan ya Ukhti Harun sangat mudah, karena maksudnya sederhana, yaitu
saudara dari keturunan Harun, penafsiran etimologis seperti ini sudah di anggap biasa
dikalangan orang arab yang memahami bahasa Arab secara baik dan mendalaminya secara
leksikografis.
35


Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. mereka berkata: "Bagaimana Kami akan
berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"(19:29)



Tafsir
Maka Maryam menunjuk kepada putranya supaya berbicara dan menjelaskan tentang
hal keadaannya, karena beliau sudah bernazar untuk tidak berbicara dengan siapapun dan
sudah merasa yakin bahwa anaknya mengerti isyarat itu. Orang-orang Yahudi bertanya
dengan keheran-heranan, "Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang bayi yang masih
di dalam ayunan?". Mereka menduga bahwa Maryam memperolok-olok mereka.
36

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengingkari bahwa Isa as dapat berbicara dengan
manusia ketika masih dalam buaian. Orang-orang Nasrani mengemukakan hujjah bahwa hal
ini termasuk peristiwa yang jika memang benar terjadi, nisacaya banyak faktor yang
menukilnya secara mutawattir, karena hal itu termasuk sifat-sifat yang mulia dan keutamaan
yang mempunyai keistimewaan teragung di tengah-tengah manusia. Karena hal itu tidak kami
ketahui, padahal kami senantiasa mengikuti segala keutamaannya, dan selalu meneliti
ihwalnya baik yang mulia maupun yang hina, lalu kami mengetahui bahwa hal itu tidak ada.
37



B. Pendidikan yang dapat di Ambil dari kisah Maryam

1. Kisah ibu maryam Hannah binti Faqud bernazar agar anak yang berada dalam kandungan
mengajarkan kepada setiap keluarga muslim agar menyematkan harapan mulia bagi
janin.
2. Fase kehamilan, fase yang sangat penting, mengabaikannya berarti kehilangan sebuah
fase penting.
3. Memberikan nama yang baik merupakan suatu hal yang di sunnahkan sebagaimana Istri
Imran memberi nama Maryam yang bernakna seorang ahli ibadah yang berkhitmad
kepada Allah.

35
Ibid
36
Lihat Tafsir Al Quran Departemen Agama
37
Lihat tafsir Al Maragi
20

4. Memohon dan berdoa untuk janin dan keluarga dari setan yang terkutuk sebagaimana
Istri Imran berdoa untuk Maryam dan keluarganya.
5. Membesarkan anak dalam suasana iman, keyakinan dan kebesaran Allah sehingga ia
yakin semua datanya dari Allah.
6. Istri Imran mengajarkan bahwa Pemberian yang Allah berikan kepada manuasia lebih
baik dari apa yang diinginkan, sebagaimana ia meminta seorang anak laki-laki namun
Allah mengkaruniakan Maryam seorang yang mulia.
7. Mengusahakan anak diberi pelaran agama yang baik sebagaimana maryam di asuh oleh
zakaria yang shaleh
8. Allah swt telah menciptakan nenek moyang mereka yaitu Adam tanpa ayah dan ibu, Ia
ciptakan Hawa dari laki-laki tanpa wanita, dan ia ciptakan seluruh keturunannya dari
laki-laki dan wanita kecuali Isa as. Yang di ciptakan dari wanita tanpa laki-laki dengan
demikian lengkaplah empat bagian yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaanNya dan
keagungan wewenang Nya, tidak ada Illah selain Allah dan tidak ada Rabb selain Nya
9. Maryam mengajarkan kepada seluruh wanita agar menjaga kesucian dan kehormatannya
10. Hendaknya setiap mukmin Memohon perlindungan kepada Allah ketika menolak
kekejian sebagaimana Maryam memohon perlindungan kepada Allah.
11. Hendaknya seorang ibu bersabar dalam keadaan mengandung janin dalam perutnya
12. Tidaklah terpuji berdiskusi dengan orang-orang yang bermaksud mencari kesalahan atau
yang tidak jernih pemikiran dan hatinya sebagaimana Maryam berpuasa untuk berbicara
mengahadapi kaumnya
13. Buah kurma merupakan makanan yang sangat baik bagi wanita yang sedang dalam masa
nifas/selesai melahirkan karena ia mudah di cerna, lezat lagi mengandung kalori yang
tinggi.
14. Bagi ibu hamil selain harus memperhatikan asupan makan dan minum juga perlu
memperhatikan suasana hati.








21













BAB III
PENUTUP

Keluarga Imran merupakan satu-satunya keluarga yang menjadi nama surat dalam Al-
Quran. Keluarga yang melahirkan Maryam yang namanya juga menjadi nama surat dalam al
Quran. Ketaatan dalam beribadah kepada Allah memberikan kemulian kepada mereka.
Maryam mendapatkan proses pendidikan yang baik dari ibunya di dalam
kandungannya kemudian setelah dilahirkan mendapatkan pendidikan yang baik oleh zakaria
dan istrinya seorang yang shaleh lagi taat beribadah. Sehingga Maryam mewarisi ketaat dan
keshalehannya.
Maryam yang taat beribdah dan berkhitmad kepada Allah diberikan kemulian dengan
melahirkan seorang anak laki-laki tanpa seorang ayah. Sebagaimana Allah swt telah
menciptakan nenek moyang mereka yaitu Adam tanpa ayah dan ibu, Ia ciptakan Hawa dari
laki-laki tanpa wanita, dan ia ciptakan seluruh keturunannya dari laki-laki dan wanita kecuali
Isa as. Yang di ciptakan dari wanita tanpa laki-laki yang menunjukkan kesempurnaan
kekuasaanNya dan keagungan wewenang Nya, tidak ada Illah selain Allah dan tidak ada
Rabb selain Nya.




REFERENSI
22

1. Tafsir Ibnu Katsir Juz 16
2. Tafsir Al Misbah
3. Tafsir Al Maraghi
4. Syaik Muhammad Ali Ash Shabuni, shafwatut tafasir jilid 1, Jakarta : Pustaka Al
Kautsar. 2001
5. Terjemah dan Tafsir Departemen Agama Republik Indonesia