Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEMAM BERDARAH DENGUE


Pokok Bahasan : Ilmu Dasar Keperawatan I
Sub Pokok Bahasan : Demam Berdarah Dengue/ Dengue Haemoraggik Fever
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien di ruang Poli Anak RSUP Sanglah Denpasar
Hari/Tanggal : Sabtu, 12 November 2009
Pukul : 10.00-10.30 WITA
Waktu : 30 Menit
Tempat : Ruang Poli Anak, RSUP Sanglah Denpasar
I. Latar Belakang
Demam berdarah dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis. Asia
menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam berdarah dengue tiap tahun. Hal
ini disebabkan oleh karena curah hujan di Asia yang sangat tinggi terutama di Asia timur
dan selatan ditambah dengan sanitasi lingkungan yang tidak bagus.
Puncak kasus Demam Berdarah Dengue terjadi pada musim hujan yaitu bulan
Desember sampai dengan Maret. WHO memperkirakan lebih dari 500.000 dari 50 juta kasus
demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit. Lebih dari 40% penduduk dunia
hidup di daerah endemis demam berdarah dengue.
II. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, pasien dan keluarga pasien dapat memahami mengenai
demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever..
III. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, pasien dan keluarga pasien diharapkan
mampu:
1. Menjelaskan pengertian dari demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever.
2. Menjelaskan penyebab demam berdarah dengue/ dengue haemoragik fever.
3. Mengenal tanda dan gejala demam berdara dengue/ dengue haemoragik fever.
4. Memahami tindakan penanganan dan penatalaksanaan demam berdarah dengue/ dengue
haemoragik fever.
5. Mengenal pencegahan demam berdarah dengue/ dengue haemoragik fever.
IV. Metode
Ceramah dan tanya jawab.
V. Media
Leaflet , flipchart
VI. Isi Materi
1. Pengertian demam berdarah dengue/dengue haemoragic fever
2. Penyebab. demam berdarah dengue/dengue haemoragic fever
3. Tanda dan gejala demam berdarah dengue/dengue haemoragic fever
4. Penanganan dan penatalaksanaan demam berdarah dengue/dengue haemoragic fever
5. Pencegahan . demam berdarah dengue/dengue haemoragic fever
VII. Proses Pelaksanaan
NO WAKTU KEGIATAN SASARAN
PENYAJI PASIEN &
KELUARGA
PASIEN
1.
2.
3.
5 Menit
20 Menit
5 Menit
Pembukaan
a. Salam pembukaan
b. Perkenalan
c. Menyampaikan tujuan
a.Menyampaikan
dengan bahasa
yang sopan
a.Menyampaikan
materi dengan jelas
dan tepat
a. Menjawab salam
b. Memperhatikan
a. Menyimak dan
memperhatikan
penyuluhan
d. Kontrak waktu
e. Melakukan apersepsi
Kegiatan inti
a. Penyampaian materi
1. Pengertian DHF
2. Penyebab DHF
3. Tanda dan gejala
DHF
4. Penanganan &
penatalaksanaan
DHF
5. Pencegahan
DHF
b. Membagikan leflet
c. Memberikan
kesempatan kepada
mahasiswa untuk
bertanya
Penutup
a. Menyimpulkan materi
yang didiskusikan
b. Melakukan evaluasi
c. Mengakhiri kegiatan
dengan salam
b.Interaktif dengan
pasien dan
keluarga pasien
a. Menyampaikan
kesimpulan dengan
jelas
b. Menyampaikan
salam dengan
sopan
b. Menanyakan hal-
hal yang belum
jelas
a. Bersama penyaji
menyimpulkan
materi
b.Menjawab
pertanyaan
materi yg
dibahas
c. Menjawab salam
VIII. Setting Tempat
1. Penyaji
2. Moderator
3. Sekretaris
4. Observer
5. Fasilitator






IX. Evaluasi
a) Evaluasi struktur:
1. SAP sudah siap 1 hari sebelum kegiatan.
2. Alat dan tempat siap.
3. Sudah dibuat struktur.
4. Penyaji dan peserta siap.
b) Evaluasi proses:
1. Alat dan tempat sesuai rencana.
2. Peserta mampu menyimak dan merespon.
c) Evaluasi hasil:
Peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian dari demam berdarah dengue/ dengue haemoragic
fever.
2. Menjelaskan penyebab demam berdarah dengue/ dengue haemoragik fever.
3. Mengenal tanda dan gejala demam berdara dengue/ dengue haemoragik fever.
4. Memahami tindakan penanganan dan penatalaksanaan demam berdarah
dengue/ dengue haemoragik fever.
5. Mengenal pencegahan demam berdarah dengue/ dengue haemoragik fever.

5

2

1

3

4



6



Pertanyaan :
1. Apa itu demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever ?
2. Apakah penyebab demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever ?
3. Apa tanda dan gejala demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever?
4. Bagaimanakah penanganan dan penatalaksanaan demam berdarah dengue/
dengue haemoragic fever ?
5. Apa saja pencegahan demam berdarah dengue/ dengue haemoragic fever ?
Lampiran Materi
1. Pengertian
DHF adalah suatu infeksi arbovirus akut yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan
nyamuk spesies Aides aegepty. Penyakit ini sering menyerang anak, remaja, dan dewasa
yang ditandai dengan demam, nyeri otot dan sendi. Demam Berdarah Dengue sering disebut
pula Dengue Haemoragic Fever ( DHF ).
Derajat beratnya DBD berdasarkan patokan WHO 1975 :
a. Derajat I : Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positif,
trombositopeni dan hemokonsentrasi.
b. Derajat II : Manifestasi klinik pada derajat I dengan manifestasi perdarahan spontan di
bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.
c. Derajat III : Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi
kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit
yang lembab, dingin dan penderita gelisah.
d. Derajat IV : Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan
manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.
2. Penyebab
Virus dengue tergolong dalam famili/suku/grup flaviviridae dan dikenal ada 4 serotipe.
Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke-III, sedangkan
dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953 1954. Keempat serotif
tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang
paling banyak.
Vektor utama dengue di Indonesia adalah nyamuk Aedes aegypti, di samping pula Aedes
albopictus. Vektor ini mepunyai ciri-ciri:
1. Badannya kecil, badannya mendatar saat hinggap
2. Warnanya hitam dan belang-belang
3. Menggigit pada siang hari
4. Gemar hidup di tempat tempat yang gelap
5. Jarak terbang < 100
6. Bersarang di bejana-bejana berisi air jernih dan tawar seperti bak mandi, drum
penampung air, kaleng bekas atau tempat-tempat yang berisi air yang tidak
bersentuhan dengan tanah.
7. Pertumbuhan dari telur menjadi nyamuk sekitar 10 hari.
3. Tanda dan gejala
Demam tinggi yang timbul secara mendadak tanpa sebab yang jelas disertai dengan
keluhan lemah, lesu, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri pada anggota badan, punggung,
sendi, kepala dan perut. Gejala menyerupai influenza biasa. Ini berlangsung selama 2-7 hari.
Hari ke 2 dan 3, timbul demam. Uji tourniquet positif karena terjadi perdarahan di bawah
kulit (peteki, ekimosis) dan di tempat lain seperti epistaksis, perdarahan gusi, hematemisis
akibat perdarahan dalam lambung, melena dan juga hematuria masif.
Antara hari ke 3 dan ke 7 syok terjadi saat demam menurun. Terdapat tanda kegagalan
sirkulasi (renjatan), kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung jari tangan dan kaki,
nadi cepat dan lemah sampai tak teraba, takanan darah menurun, gelisah, capillary refill
lebih dari 2 detik.
Hepatomegali (pembesaran hati) pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan
penyakit, bervariasi dari yang hanya sekedar diraba sampai 2-4 cm dibawah lengkung iga
sebelah kanan. Nyeri tekan pada hepar tampak jelas pada anak besar, ini menandakan telah
terjadi perdarahan.
4. Penanganan dan Penatalaksanaan
A. Pengganti cairan (volume plasma)
1. Minum banyak 1,5 2 Liter / hari, berupa air gula, susu teh dengan gula atau air buah
dan oralit.
2. Pemberian caira intravena, bila :
a. Penderita muntah-muntah terus
b. Intake tidak terjamin
B. Tindakan Lain
1. Antipiretik dan kompres pada penderita dengan Demam. Obat yang diberikan ialah
paracetamol 10 mg / kg bb / hari /
2. Istirahat / bedrest
5. Pencegahan
Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu
nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu :
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi
tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan
desain rumah. Sebagai contoh:
a. Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.
b. Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.
c. Menutup dengan rapat tempat penampungan air. dan lain sebagainya.
d. Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah.
2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan
adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14).
3. Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan:
Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan untuk mengurangi
kemungkinan penularan sampai batasfenthion), berguna waktu tertentu. seperti,
gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.
Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air. Cara
yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan
mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan 3M Plus, yaitu
menutup, menguras, menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti
memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida, menggunakan kelambu pada
waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan
repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan
kondisi setempat.


Daftar Pustaka
.Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Demam Berdarah Dengue,
(http://indonesiannursing.com), diakses tanggal 17 Januari 2014
..Demam Berdarah Dengue, (http://asuhan-keperawatan-
patriani.blogspot.com), diakses tanggal 17 Januari 2014
.......................Demam Berdarah Dengue- DBD,
(http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com), diakses tanggal 17 Januari 2014
Mansjoer, Arif, dkk.2001.Kapita Selekta Kedokteran.Jakarta:Media Aeculapius FKUI.