Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR

KEBUDAYAAN MASA LALU, PERTENGAHAN DAN


MODERN
DISUSUN
O
L
E
H
KELOMPOK 5
TARMIDZI 112105484
ARIS MUNANDAR 112105453
INNA FITRIYAH 112105464
NUR AZIZAH 112105467
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah ILMU ALAMIAH DASAR
yang di Bimbing oleh Syarifah Rahmah, M.Ag
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
2012-2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Kebudayaan yang akan dibahas diantaranya yaitu, kebudayaan masa lalu,
pertengahan, dan kebudayaan modern. Pengkajian yang akan dipaparkan meliputi
peninggalan kebudayaan, perpaduan kebudayaan dan lain sebagainya yang saling
berhubungan. Pemaparan tersebut didasarkan dari unsur-unsur kebudayaan itu
sendiri yaitu: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi), sistem mata
pencaharian, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, bahasa, kesenian, sistem
kepercayaan dan sistem ilmu dan pengetahuan
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
1. Apa pengertian Budaya dan Kebudayaan !
2. Bagaimanakah kebudayaan masa lau, pertengahan, dan modern!
3. Bagaimanakah perbedaan kebudayaan masa lalu, pertengahan, dan modern!
4. Apa saja peninggalan kebudayaan masa lalu, pertengahan, dan modern!
5. Adakah perpaduan kebudayaan masa lalu dengan kebudayaan pertengahan,
maupun dengan kebudayaan modern !
6. Bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi agar kebudayaan modern tak
melampaui batas dan tidak melanggar norma agama !
1.3 Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat dari makalah ini yaitu:
1. Mengetahui dan memahami pengertian Budaya dan Kebudayaan
2. Dapat menjelaskan kebudayaan masa lalu, pertengahan, dan modern
3. Mengetahui perbedaan kebudayaan masa lalu, pertengahan, dan modern
4. Mengetahui peninggalan kebudayaan masa lalu, pertengahan, dan modern
5. Memahami perpaduan kebudayaan masa lalu dengan kebudayaan
pertengahan, maupun dengan kebudayaan modern
6. Mengetahui cara yang tepat dan efektif untuk mengatasi agar kebudayaan
modern tak melampaui batas dan tidak melanggar norma agama
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-
`budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
1
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan
oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda
yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain.
2.2 Unsur-Unsur Kebudayaan
Adapun unsur-unsur kebudayaan diantaranya adalah :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
2. Sistem mata pencaharian
3. Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem Kepercayaan
7. Sistem ilmu dan pengetahuan
1
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi
dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. 2006. Bandung:Remaja Rosdakarya.hal.25
2.3 Kebudayaan Masa Lalu
1. Kebudayaan Zaman Palaeolithikum
Zaman ini ditandai dengan penggunaan perkakas yang bentuknya sangat
sederhana dan primitif. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini yaitu hidup
berkelompok (tinggal disekitar aliran sungai,gua atau di atas pohon) dan
mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan (food gathering)
serta berburu. Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah
Pacitan (Jawa Timur) dan Ngandong (Jawa Timur). Untuk itu para arkeolog
sepakat untuk membedakan temuan benda-benda prasejarah di kedua tempat
tersebut yaitu sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
Kebudayaan Palaeolithikum diantaranya yaitu kapak genggam (chopper)
yang ditemukan pertama kali oleh Von Koenigswald tahun 1935 di Pacitan alat ini
dipergunakan oleh manusia jenis Homo Erectus. Kemudian alat-alat dari tulang
yang termasuk kebudayaan Ngandong, dan juga ditemukan alat-alat lain berupa
alat-alat kecil terbuat dari batu yang disebut dengan flakes atau alat serpih. Flakes
selain terbuat dari batu biasa juga ada yang dibuat dari batu-batu indah berwarna
seperti calsedon. fungsi sebagai alat untuk menguliti hewan buruannya, mengiris
daging atau memotong umbi-umbian.
2. Kebudayaan Zaman Mesolithikum
Tradisi Mesolithikum berkembang pada tingkat kehidupan berburu dan
mengumpulkan makanan tingkat lanjut yang disebut tradisi batu madya
(pertengahan).
2
Pada masa Mesolithikum manusia yang hidup pada zaman tersebut
sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat
menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan
kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.
Kjokkenmoddinger adalah dapur kulit kerang dan siput yang mencapai
ketinggian 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. dan ditemukan di
2
Marwati Djoened Poesponegoro Nugroho Notosusanto.Sejarah Nasional
Indonesia.1993.Jakarta:Balai Pustaka. hal.321
sepanjang pantai timur Sumatra.Peralatan yang ditemukan di tempat itu adalah
kapak genggam Sumatra, Pabble culture, pipisan (batu-batu penggiling beserta
landasannya) dan alat berburu dari tulang hewan.
Abris Sous Roche adalah goa-goa yang yang dijadikan tempat tinggal
manusia purba pada zaman Mesolithikum dan berfungsi sebagai tempat
perlindungan dari cuaca dan binatang buas. Penyelidikan pertama pada Abris Sous
Roche dilakukan oleh Dr. Van Stein Callenfels tahun 1928-1931 di goa Lawa
dekat Sampung Ponorogo Jawa Timur.
Alat-alat yang ditemukan pada Abris Sous Roche tersebut antara lain alat-
alat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan, kapak yang sudah diasah
yang berasal dari zaman Mesolithikum, serta alat-alat dari tulang dan tanduk rusa.
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa zaman Mesolithikum
sesungguhnya memiliki 3 corak kebudayaan yang terdiri dari:
a. Kebudayaan pebble/pebble culture di Sumatera Timur.
b. Kebudayaan tulang/bone culture di Sampung Ponorogo.
c. Kebudayaan flakes/flakes culture di Toala, Timor dan Rote.
3. Kebudayaan Zaman Neolithikum.
Zaman neolitikum berarti zaman batu muda. Di indonesia, zaman
Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Cara hidup untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya mengalami perubahan pesat dari cara food gathering menjadi food
producting yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak. Pada masa
itu manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahaya
binatang buas. Hasil kebudayaan yang terkenal pada zaman Neolithikum ini
adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong.
Pada jaman Neolithikum selain berkembang kapak persegi dan kapak
lonjong juga terdapat barang-barang yang lain seperti perhiasan, gerabah dan
pakaian. Perhiasan yang banyak ditemukan umumnya terbuat dari batu, baik batu
biasa maupun batu berwarna/batu permata atau juga terbuat dari kulit kerang.
Selain perhiasan, gerabah juga baru dikenal pada zaman Neolithikum, dan
teknik pembuatannya masih sangat sederhana, karena hanya menggunakan tangan
tanpa bantuan roda pemutar seperti sekarang. Sedangkan pakaian yang dikenal
oleh masyarakat pada zaman Neolithikum yaitu pakaian berasal dari kulit kayu.
Dan kesimpulan tersebut diperkuat dengan adanya pakaian suku dayak dan suku
Toraja, yang terbuat dari kulit kayu.
4. Kebudayaan Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum adalah zaman batu besar karena pada zaman ini
ditemukan peralatan yang terbuat dari batu-batu besar. Pada zaman ini, manusia
sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme merupakan
kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang mendiami benda-benda seperti
pohon, batu, sungai gunung dan senjata tajam. Sedangkan dinamisme adalah
bentuk kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki kekuatan atau tenaga gaib
yang daoat mempengaruhi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam kehidupan
manusia.
Diperkirakan manusia pada zaman megalitikum ini mengenal kepercayaan
rohaniah, yaitu dengan cara memperlakukan orang yang meninggal dengan
diperlakukan secara baik sebagai bentuk penghormatan. Adanya kepercayaan
manusia terhadap kekuatan alam dan bentuk mahkluk halus dapat dilihat dari
penemuan bangunan kepercayaan primitif. Peninggalan yang bersifat rohaniah ini
ditemukan di Nias, Sumba, Flores, Sumatra selatan, Sulawesi Tenggara dan
Kalimantan dalam bentuk menhir, dolmen, sarkofagus, kuburan batu, punden
berundak-undak serta arca. Menhir adalah tugu batu sebagai tempat pemujaan,
dolmen adalah meja untuk menaruh sesaji, sarkofagus adalah bangunan berbentuk
lesung yang serupa peti mati, kuburan batu adalah lempeng batu yang disusun
untuk mengubur mayat, Punden berundak adalah bangunan bertingkat sebagai
tempat pemujaan sedangkan arca adalah perwujudan dari subjek pemujaan yang
menyerupai manusia atau hewan
5. Kebudayaan Zaman Perunggu
Dimulainya zaman perunggu, bukan berarti zaman batu juga telah
berakhir. Zaman perunggu hanyalah untuk menyatakan jika manusia lebih banyak
menggunakan alat-alat dari perunggu. Kebudayaaan zaman perunggu merupakan
hasil asimilasi dari antara masyarakat asli Indonesia (proto melayu) dengan
bangsa mongoloid sehingga membentuk ras deutro melayu (melayu muda).
Disebut zaman perunggu karena pada masa ini manusianya telah memiliki
kepandaian dalam melebur perunggu. Di kawasan asia tenggara penggunaan
logam dimulai tahun 3000-2000 SM. Masa menggunakan logam di kehidupan
manusia purba Indonesia disebut masa perundagian. Alat besi yang banyak
ditemukan di Indonesia berupa alat keperluan sehari-hari seperti pisau, sabit, mata
kapak, pedang, dan mata tombak. Pembuatan alat besi memerlukan tehnik khusus
yang mungkin hanya dimiliki oleh sebagian anggota masyarakat. Yakni golongan
undagi. Di luar Indonesia, berdasar dari bukti arkeologis, sebelum manusia
menggunakan logam besi, mereka telah mengenal logam tembaga dan perunggu
terlebih dahulu. Mengolah bijih menjadi logam lebih mudah untuk temgbaga dari
pada besi. Tehnik peleburan besi ini berasal dari budaya Dongson di Tonkin
(vietnam). Kapak-kapak perunggu yang dibuat di Indonesia terdiri dari berbagai
bentuk dan ukuran. Salah satu bentuk yang menarik adalah kapak candrasa yang
ditemukan di Jawa dan Kapak-kapak upacara lain yang ditemukan di bali dan
Roti. Candrasa dari pulau roti dibuat dari perunggu berukuran 78 x 41,5 cm. Pada
mata kapak ini terdapat hiasan kepala manusia atau topeng dengan kedua telapak
tangan terbuka disamping pipinya,dipadu dengan hiasan pola garis-garis. Alat
yang terkenal pada zaman ini adalah nekara yang digunakan sebagai genderang
perang dan keperluan upacara keagamaan.
2.4 Kebudayaan Pada Masa Pertengahan
1. Peradaban Renaisan di Italia
Istilah renaisan yang itujukan terhadap titik awal babak kesejarah baru
dikenal juga dengan istilah renascor (Latin) atau rinascimento (Italia). Tetapi kata
renaisan sendiri sebenarnya berasal dari bahsa Perancis renaitre, yang secara
etimologi berarti kelahiran kembali (rebirth) atau kebangakitan kembali
(revival).
3
Disebut demikian, karena pada abad 14 ini, kembali muncul hasrat
yang besar untuk mempelajari warisan Latin dan Romawi klasik dengan studi
yang bersifat lebih kritis. Akan tetapi yang dimaksud renaisan di sini adalah titik
kulminasi dari babakan kebangkitan yang dimulai sejak awal abad 14 sampai
pertengahan abad 16.
Faktor yang menjadi pendukung bagi lahirnya renaisan. Faktor-faktor ini
telah merangsang kalangan intelektual dan seniman untuk bangkit kembali dari
masa-masa kegelapan abad 12 dan 13. Faktor-faktor tersebut adalah: pengaruh
kebudayaan Saracenic dan Byzantium; perkembangan perdagangan yang baik;
pertumbuhan kota-kota; kebangkitan kembali hasrat mempelajari warisan-warisan
klasik; pertumbuhan sikap kritis kaum filosof; dan adanya jalan keluar yang
bertahap dari dunia kerahiban kepada dunia nyata.
Renaisan terjadi pertama kali di Itali salah satu alasannya, karena Itali
memiliki tradisi klasik yang lebih kuat dibandingkan beberapa negara di Eropa
barat. Pada Abad Pertengahan, orang-orang Itali telah berusaha mengelola cara-
cara melestarikan warisan kebudayaan Romawi Kuno bagi anak keturunan
mereka.
4
Mereka memeliharanya dengan penuh rasa bangga dan menganggap
bahwa infiltrasi Lombard, Byzantium dan Saracenic, telah menurunkan mereka ke
tingkat kebudayaan yang rendah dari masa ke masa.
3
Henry S. Lucas, The Renaissance And The Reformatin (New York: Harper & Row, Publisher,
1960), hal. 207.
4
Edward McNall Burn dkk., World Civilization..., h. 565.
Perkembangan kebudayaan masa renaisan di Itali telah menghasilkan
corak kebudayaan di berbagai bidang kehidupan, diantaranya yaitu:
a. Perkembangan di Bidang Sastera dan Seni.
Dalam bidang sastera dan seni, masa renaisan antara lain telah melahirkan
nama Franceso Petrarch (1304-1374 M.) yang kelahiran Florentine14. Ia dikenal
sebagai Bapak Kesusasteraan Renaisan Italia dan mendapat julukan sebagai
manusia modern pertama (the first modern man). Tulisannya yang paling terkenal
adalah Soneta yang diperuntukkan bagi Laura, seorang perempuan yang sangat
dicintainya. Karyanya ini berselera tinggi dan merupakan sastera cinta yang agung
di abad 14.
Kemudian untuk bidang seni lukis tercatat antara lain nama seperti
Leonardo da Vinci dan Michelangelo (1475-1564). Pada Abad Pertengahan
sebuah lukisan gambar-gambar orang tidak hidup dan tidak mirip kenyataan yang
sebenarnya-sulit membayangkan bahwa orang-orang itu berbicara. Bangunannya
berupa benda-benda simbolik, dan bukan tempat untuk dihuni; pemandangan
alamnya inda tetapi seakan-akan tidak mungkin berjalan melintasinya. Sang
seniman menunjukkan pepohonan dan bukit-bukit, tetapi tidak memperlihatkan
suatu bagian dunia tertentu yang masuk akal. Tetapi pada abad 15, para pelukis
menggambar orang-orang yang kelihatan hidup; memandang lukisan orang dan
dapat membayangkan apa yang sedang mereka pikirkan dan apa yang mereka
ucapkan.
b. Perkembangan Di Bidang Filsafat dan Sains
Filosof dari masa renaisan salah satunya adalah Nicollo Machiavelli lebih
terkenal sebagai filosof politik pada masa renaisan Itali. Tida seorangpun selain
dirinya yang telah memberikan tambahan pada doktrin politik yang mendasar
pada Abad Pertengahan, terutama pemikirannya tentang pembatasan
pemerintahan dan dasar-dasar etika politik. Ia dengan terus terang mengakui
pilihannya mengenai absolutisme sebagai prasyarat bagi terciptanya kekuatan
negara. Baginya negara adalah harus dipertahankan. Kewajiban utama penguasa
adalah mempertahankan kekuasaan dan keselamatan negara. Apapun cara dapat
dulakukan untuk mempertahankannya.
Italia sejak abad 15 merupakan pusat penemuan ilmiah yang sangat
penting bagi renaisan Eropa. Orang-orang dari seluruh penjuru Eropa datang
untuk belajar di universitas-universitas Itali. Penemuan-penemuan terkenal
diantaranya di bidang astronomi, matematika, fisika dan kedokteran.
Pada pertengahan abad 15 Nicholas of Causa mengatakan bahwa bumi ini
bukan merupakan pusat dari alam semesta. Segera setelah itu adalah Leonardo da
Vinci mengajarkan bahwa bumi berotasi pada porosnya. Pada tahun 1496, Pole,
Nicholas dan Copernicus (1473-1543).
5
Kesimpulannya adalah bahwa planet-
planet berputar di sekitar matahari. Karena takut bermusuhan dengan gereja, ia
tidak segera menerbitkan hasil temuannya sampai tahun 1543.
Bukti astronomis yang sangat penting tentang teori heliosentris telah
dilengkapi oleh seorang ilmuwan Itali terbesar Galileo Galilei (1564-1642 M.)
6
Dengan menggunakan teleskop yang lebih sempurna, ia menemukan planet
Yupiter, cincin Saturnus dan bintik-bintik pada matahari. Ia juga dapat
menentukan bahwa bima sakti merupakan kumpulan dari benda-benda langit
yang terbebas dari sistem solar kita. Meskipun pendapat ini banyak penentangnya,
penemuan Galileo secara perlahan diyakini kebenarannya oleh kebanyakan
ilmuwan. Kemenangan ini biasanya dikenal dengan sebutan revolusi
Copernicus
7
Tokoh paling terkemuka diantara para ahli fisika abad renaisan adalah
Leonardo da Vinci dan Galileo. beberapa prestasinya dalam bidang fisik yaitu
penelitiannya dalam bidang hidrolik dan hidrostatik, telah jauh melampauai hasil-
hasil yang pernah ada sebelumnya. Kesimpulannya bahwa setiap bobot
cenderung jatuh ke bumi dengan cara yang sangat pendek berisi atau memuat inti
5
Rene Albrecht-Carrie, Europe 1500-1848 (New Jersey: Litttlefield, Adams 7 Co, 1962), h. 30.
6
Ibid
7
Ibid, h. 33
hukum gravitasi. Prestasi lainnya berkaitan dengan kapal selam, mesin uap, mobil
lapis baja dan pemotong kaca.
Galileo memiliki konsepsi yang lebih luas tentang kekuatan universal dari
gravitasi dibanding Leonardo da Vinci. Karena ia mempunyai persepsi bahwa
kekuatan yang menahan Bulan dalam mengitari Bumi dan yang menyebabkan
Yupiter mengitari planet tersebut terutama sekali karena adanya kekuatan yang
sama yang memungkinkan Bumi menarik benda-benda ke permukaannya. Tetapi
ia tidak pernah merumuskan prinsip-prinsip ini sebagai suatu hukum sebagai
halnya yang dilakukan Isaac Newton (1642-1727) 50 tahun kemudian.
Dibidang ilmu kedokteran hasil karya ahli-ahli luar negeri yang hidup dan
mengajar di Italia. Diantaranya adalah Andreas Vesalius, ia berasal dari Brusel, yang
dipandang sebagai bapak anatomi modern. Dua ahli fisika lainnya adalah Michael dan
Sarventus dari Spanyol (1511-1553 M.) dan William Harvey (1578-1657
M.)
8
dari Inggris. Serventus menemukan sirkulasi darah yang berhubungan dengan
paru-paru. Karayanya mengenai hal ini berjudul Errors Concerning The Trinity.
William Harvey kemudian menyempurnakan penemuan Serventus. Hal ini ia lakukan
setelah kembali ke Inggris pada tahun 1610. Karyanya yang berjudul Dissertation
Upon the Movement of the Heart, ia menggambarkan bagaimana suatu pembuluh nadi
yang dibalut oleh suatu pengikat yang berisi darah, yang tempatnya dekat jantung;
sementara bagian-bagian yang jauh dari jantung adalah kosong. Ia berkesimpulan
bahwa darah senantiasa dalam proses sirkulasi yang konstan dari jantung ke semua
bagian tubuh dan kembali lagi ke jantung.
8
Ibid., h. 31.
2.5 Kebudayaan Pada Masa Modern
Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun
mengalami perubahan. Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia
tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang
dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai
kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama
tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah
kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat
pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam
kehidupan manusia modern.
Salah satu bentuk perubahan yang dimaksud diatas adalah perubahan
sosial atau social change. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan
budaya, namun perubahannya hanya mencakup kesenian, ilmu pengetahuan,
teknologi, filsafat, kecuali organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial
tersebut bardampak pada munculnya semangat-semangat untuk menciptakan
produk baru yang bermutu tinggi dan hal inilah yang menjadi dasar terjadinya
revolusi industri, serta kemunculan semangat asketisme intelektual. Menurut Prof
Sartono, asketisme dan expertise ini merupakan kunci kebudayaan akademis
untuk menuju budaya yang bermutu.
Pada kehidupan masyarakat modern, kerja merupakan bentuk eksploitasi
kepada diri, sehingga mempengaruhi pola ibadah, makan, dan pola hubungan
pribadi dengan keluarga. Sehingga dalam kebudayaan industri dan birokrasi
modern pada umumnya, dipersonalisasi menjadi pemandangan sehari-hari.
Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang
berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja. Yang terjadi kemudian
adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu oleh semangat
kerja yang tinggi untuk menumpuk modal. Berger menyebutnya sebagai lonely
crowd karena pribadi menemukan dirinya amat kuat dalam kehidupan
bermasyarakat. Dalam kebudayaan industrialisasi, terus terjadi krisis. Pertama,
kosmos yang nyaman berubah makna karena otonomisasi dan sekularisasi
sehingga rasa aman lenyap. Kedua masyarakat yang nyaman dirobek-robek
karena individu mendesakkan diri kepada pusat semesta, ketiga nilai kebersamaan
goyah, keempat birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu
mitologi.
Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah,
sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern
diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor
seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat
rendah.
Menurut para ahli kebudayaan modern dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
1. Kebudayaan Teknologi Modern
Pertama kita harus membedakan antara Kebudayan Barat Modern dan
Kebudayaan Teknologis Modern. Kebudayaan Teknologis Modern merupakan
anak Kebudayaan Barat. Akan tetapi, meskipun Kebudayaan Teknologis Modern
jelas sekali ikut menentukan wujud Kebudayaan Barat, anak itu sudah menjadi
dewasa dan sekarang memperoleh semakin banyak masukan non-Barat, misalnya
dari Jepang.
Kebudayaan Tekonologis Modern merupakan sesuatu yang kompleks.
Penyataan-penyataan simplistik, begitu pula penilaian-penilaian hitam putih hanya
akan menunjukkan kekurangcanggihan pikiran. Kebudayaan itu kelihatan bukan
hanya dalam sains dan teknologi, melainkan dalam kedudukan dominan yang
diambil oleh hasil-hasil sains dan teknologi dalam hidup masyarakat: media
komunikasi, sarana mobilitas fisik dan angkutan, segala macam peralatan rumah
tangga serta persenjataan modern. Hampir semua produk kebutuhan hidup sehari-
hari sudah melibatkan teknologi modern dalam pembuatannya.
Kebudayaan Teknologis Modern itu kontradiktif. Dalam arti tertentu dia
bebas nilai, netral. Bisa dipakai atau tidak. Pemakaiannya tidak mempunyai
implikasi ideologis atau keagamaan. Seorang Sekularis dan Ateis, Kristen Liberal,
Budhis, Islam Modernis atau Islam Fundamentalis, bahkan segala macam aliran
New Age dan para normal dapat dan mau memakainya, tanpa mengkompromikan
keyakinan atau kepercayaan mereka masing-masing. Kebudayaan Teknologis
Modern secara mencolok bersifat instumental.
2. Kebudayaan Modern Tiruan
Dari kebudayaan Teknologis Modern perlu dibedakan sesuatu yang mau
saya sebut sebagai Kebudayaan Modern Tiruan. Kebudayaan Modern Tiruan itu
terwujud dalam lingkungan yang tampaknya mencerminkan kegemerlapan
teknologi tinggi dan kemodernan, tetapi sebenarnya hanya mencakup pemilikan
simbol-simbol lahiriah saja, misalnya kebudayaan lapangan terbang internasional,
kebudayaan supermarket (mall), dan kebudayaan Kentucky Fried Chicken (KFC).
Di lapangan terbang internasional orang dikelilingi oleh hasil teknologi
tinggi, ia bergerak dalam dunia buatan: tangga berjalan, duty free shop dengan
tawaran hal-hal yang kelihatan mentereng dan modern, meskipun sebenarnya
tidak dibutuhkan, suasana non-real kabin pesawat terbang; semuanya artifisial,
semuanya di seluruh dunia sama, tak ada hubungan batin.
Kebudayaan Modern Tiruan hidup dari ilusi, bahwa asal orang
bersentuhan dengan hasil-hasil teknologi modern, ia menjadi manusia modern.
Padahal dunia artifisial itu tidak menyumbangkan sesuatu apapun terhadap
identitas kita. Identitas kita malahan semakin kosong karena kita semakin
membiarkan diri dikemudikan. Selera kita, kelakuan kita, pilihan pakaian, rasa
kagum dan penilaian kita semakin dimanipulasi, semakin kita tidak memiliki diri
sendiri. Itulah sebabnya kebudayaan ini tidak nyata, melainkan tiruan, blasteran.
Anak Kebudayaan Modern Tiruan ini adalah Konsumerisme: orang
ketagihan membeli, bukan karena ia membutuhkan, atau ingin menikmati apa
yang dibeli, melainkan demi membelinya sendiri. Kebudayaan Modern Blateran
ini, bahkan membuat kita kehilangan kemampuan untuk menikmati sesuatu
dengan sungguh-sungguh. Konsumerisme berarti kita ingin memiliki sesuatu,
akan tetapi kita semakin tidak mampu lagi menikmatinya. Orang makan di KFC
bukan karena ayam di situ lebih enak rasanya, melainkan karena fast food
dianggap gayanya manusia yang trendy, dan trendy adalah modern.
3. Kebudayaan-Kebudayaan Barat
Kita keliru apabila budaya blastern kita samakan dengan Kebudayaan
Barat Modern. Kebudayaan Blastern itu memang produk Kebudayaan Barat,
tetapi bukan hatinya, bukan pusatnya dan bukan kunci vitalitasnya. Ia mengancam
Kebudayaan Barat, seperti ia mengancam identitas kebudayaan lain, akan tetapi ia
belum mencaploknya. Italia, Perancis, spayol, Jerman, bahkan barangkali juga
Amerika Serikat masih mempertahankan kebudayaan khas mereka masing-
masing. Meskipun di mana-mana orang minum Coca Cola, kebudayaan itu belum
menjadi Kebudayaan Coca Cola.
Orang yang sekadar tersenggol sedikit dengan kebudayaan Barat palsu itu,
dengan demikian belum mesti menjadi orang modern. Ia juga belum akan
mengerti bagaimana orang Barat menilai, apa cita-citanya tentang pergaulan, apa
selera estetik dan cita rasanya, apakah keyakinan-keyakinan moral dan
religiusnya, apakah paham tanggung jawabnya (Suseno; 1992).
2.6 Perkembangan Islam, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pada Abad
Modern
Masa kebangkitan Islam atau disebut dengan masa pembaharuan mulai
menggeliat pada tahun 1800 M. Pada masa tersebut kalangan kaum muslimin
banyak yang mengerahkan pemikirannya untuk kemajuan agama Islam. para
Ulama, Cendekiawan muslim di berbagai wilayah Islam banyak yang intens
terhadap study Islam sehingga keortodokannya mulai ditinggalkannya. Sehingga
pada masa pembaharuan tersebut ilmu pengetahuan, kebudayaan dan ajaran islam
berkembang di berbagai Negara seperti Negara India, Turki, Mesir.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, di Turki Usmani mengalami kemajuan
dengan usaha-usaha dari Sultan Muhammad II yang melakukan terhadap umat
Islam di negaranya untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan upaya melakukan pembaharuan dibidang pendidikan dan pengajaran,
lembaga-lembaga Islam diberikan muatan pelajaran umum dan upaya mendirikan
Mektebi Maarif guna menghasilkan tenaga ahli dalam bidang administrasi dan
Mektebi Ulumil Edebiyet gunamenghasilkan tenaga penterjemah yang handal
serta upaya mendirikan perguruan tinggi dengan berbagai jurusan seperti
kedokteran, teknologi dan militer.
Pada tanggal 1 November 1923 kesultanan Turki dihapuskan dan diganti
dengan Negara Republik dengan presiden pertamanya yaitu Musttafa Kemal At
Turk, IPTEK semakin maju. dan pada waktu itu juga di India bermunculan
cendekiawan muslim modern yang melakukan usaha-usaha agar umat Islam
mampu menguasai IPTEK seperti Sayid Ahmad Khan, Syah Waliyullah , Sayyid
Amir, Muhammad Iqbal, Muhammad Ali jinnah dan abdul Kalam Azad. salah
satu dari cendekiawan tersebut yang sangat menonjol dan besar jasanya terhadap
umat Islam adalah Sayid Ahmad Khan.
Penguasa Mesir yaitu Muhammad Ali (1805-1849) dalam hal IPTEK agar
maju berupaya dengan mengirimkan para mahasiswa untuk belajar IPTEK ke
perancis setelah lulus dijadikan pengajar di berbagai perguruan tinggi seperti di
universitas Al Azhar sehingga dengan cepat IPTEK menyebar ke seluruh dunia
Islam. Selain itu terdapat Universitas Iskandariyah di kota Iskandariah yang
memiliki fakultas kedokteran, Teknik, Farmasi, Pertanian, Hukum, Perdagangan
dan Sastra. Universitas Aiunusyam di kairo, Universitas Assiut, Universitas
Hilwan, universitas Suez, dan Universitas The American University in Cairo.
Pada perkembangan Islam abad modern, umat islam timbul kesadarannya
tentang pentingnya ajaran islam yang sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh
Rasulullah SAW sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman hidup. karena umat
Islam sudah jauh dari ajaran Rasulullah SAW yaitu banyak penyimpangan-
penyimpangan dari sumber asalnya, penyakit bidah, tahayul, klenik, perdukunan,
kemusrikan dll sangat merebak dan hampir seperti kehidupan Jahiliyah. Dengan
kondisi umat Islam tersebut maka muncullah para pembaharu yaitu suatu gerakan
pemurnian terhadap ajaran agama Islam yang sesuai dengan ajaran yang
bersumber pada Quran dan Hadits. Para pembaharu tersebut antara lain:
a. Muhammad bin Abdul Wahab yaitu ulama besar yang produktif yang lahir
di Nejed Arab Saudi Salah satu kitabnya yaitu Kitab Tauhid, sebuah kitab
yang berisi tentang mengesakan Allah SWT dengan membasmi praktek-
praktek tahayul, bidah khurafat yang ada pada umat islam dan mengajak
untuk kembali ke ajaran tauhid yang sebenarnya. Gerakan pembaharuan
Abdul Wahab tersebut dikenal dengan Gerakan Wahabiyah.
b. Rifah Badawi Rafi At Tahtawi yang lahir di Tahta merupakan
pembaharu Islam yang pemikirannya yaitu menyerukan kepada umat
Islam agar menyeimbangkan antara dunia dan akhirat
c. Jamaluddin Al afgani yang lahir di Asadabad dengan pemikiran
pembaharuannya adalah supaya umat Islam kembali pada ajaran agama
Islam yang murni , kepemimpinan otokrasi supaya diubah menjadi
demokrasi, untuk mewujudkan kemajuan masyarakat Islam yang dinamis
agar kaum wanita bekerja sama dengan kaum pria dan Gerakan Pan
Islamisme yaitu penyatuan seluruh umat Islam.
d. Muhammad Abduh yaitu pembaharu Islam di Mesir penerus dari gerakan
Wahabi dan Pan Islamisme Beliau bersama muridnya yang bernama
Muhammad Rasyid Rida menerbitkan jurnal Al Urwatu Wustsqa Selain
itu Muhammad Abdul juga menyusun kitab yang berjudul Ar Risalah at
Tauhid
e. Sayid Qutub yaitu ulama dan tokoh gerakan pembaharuan yang
menyelaraskan antara urusan akhirat dengan urusan duniawi dan bersama
Yusuf Qardhawi menekankan perbedaan antara modernisasi dengan
pembaratan.
f. Sir Sayid Akhmad Khan lahir di Delhi India adalah pembaharu yang
produktif dengan berbagai karya diantaranaya Tarikhi Sarkhasi Bignaur
berisi catatan kronologi pemeberontakan di Bignaur, Asbab Baghawat
Hind, The Causes of the Indian Revolt (sebab-sebab revolusi India, Risalat
Khair Khawahan Musulman risalah tentang orang-orang yang setia, dan
Akhkam Taaam Ahl al Kitab hukum memakan makanan ahli kitab. Selain
itu Beliau juga mendirikan Sekolah Inggris di Mudarabad, sekolah Muslim
University of Aligarth, membentuk Muhammedan Educational Conference
dan mendirikan The Scientific Society lembaga penerjemah IPTEK ke
bahasa Urdu serta menerbitkan majalah bulanan Tahzib al Akhlaq dan
lain-lainnya.
g. Muhammad Iqbal yaitu seorang muslim India dengan karyanya The
Reconstruction of Religius Though in Islam (pembangunan kembali
pemikiran keagamaan dalam islam).
Selain yang tersebut di atas, dalam hal perkembangan kebudayaan pada
masa modern juga mengalami kemajuan di berbagai Negara Islam artinya Negara
yang mayoritas berpenduduk Islam seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Iran,
Malaysia, Brunai Darussalam, Kuwait dan indonesia.
Dibidang arsitek, di Arab Saudi mengalami perkembangan yang pesat.
Pembangunan-pembagunan fisik sangat dahsyat dari pembangunan jalan raya,
jalan kereta, pelabuhan sampai Maskapai penerbangan Internasional, perhotelan,
peribadatan seperti Masjidil Haram yang ditengah masjid terdapat Kakbah dan
baitul Atiq, Hajar Aswad, Hijr Ismail, Makam Ibrahim dan sumur Zam-Zam yang
letahnya berdekatan dengan Kakbah. Bangunan Masjidil Haram sangat luas,
sangat indah dan megah. Masjid Nabawi yaitu Masjid yang indah dan megah pula
serta ber AC. Di Iran terdapat bangunan yang indah yaitu berupa bangunan
arsitektur peninggalan Dinasti Qatar yaitu Istana Niavarand, pekuburan Behesyti
Zahra.
Dalam bidang Sastra pada masa pembaharuan terdapat nama-nama
sastrawan yang Islami di berbagai Negara seperti sastrawan dan pemikir ulung
yang lahir di Pakistan tahun 1877 dan wafat tahun 1938 bernama Muhammad
Iqbal, Mustafa Lutfi Al Manfaluti tahun 1876-1926 yaitu sastrawan dan ulama al
Azhar Mesir, Muhammad Husain Haekal tahun 1888-1956 ia adalah seorang
pengarang Mesir yang menulis Hayatu Muhammad, Jamil Sidi Az Zahawi tahun
1863-1936 di Irak dan lain-lain.
Dalam bidang kaligrafi di abad modern juga berkembang yaitu biasanya
digunakan sebagai hiasan di masjid, hiasan di rumah, perabotan rumah tangga dll
dengan media seperti kertas, kayu, kain, kulit, keramik dll.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Kebudayaan masa lalu ditandai dengan adanya peninggalan-peninggalan
kebudayaan purba yang berarti pada massa itu manusia yang hidup di zaman
tersebut masih sangat primitive. Kebudayaan di masa itu diantaranya berupa alat-
alat perlengkapan hidup dari batu, tulang, besi, perunggu, tembaga dan lain-lain
namun alat-alat tersebut masih berbentuk sederhana dan proses pembuatannya
pun masih dalam konteks pengetahuan yang minim.
Kebudayaan masa pertengahan salah satunya adalah lahirnya renaisan di Italia
yang ditujukan terhadap titik awal babak kesejarah baru karena pada masa itu kembali
muncul hasrat yang besar untuk mempelajari warisan Latin dan Romawi klasik dengan
studi yang bersifat lebih kritis. Faktor-faktor yang melatarbelakangi lahirnya
renaisan adalah pengaruh kebudayaan Saracenic dan Byzantium; perkembangan
perdagangan yang baik; pertumbuhan kota-kota; kebangkitan kembali hasrat
mempelajari warisan-warisan klasik; pertumbuhan sikap kritis kaum filosof; dan
adanya jalan keluar yang bertahap dari dunia kerahiban kepada dunia nyata.
Pada masa renaisan diantaranya yang menjadi pelopor perkembangan
kebudayaan dalam bidang sastera yaitu Franceso Petrarch (1304-1374 M.).
Kemudian untuk bidang seni lukis tercatat antara lain nama seperti Leonardo da Vinci
dan Michelangelo (1475-1564). Dan pelopor pada Perkembangan di Bidang Filsafat
diantaranya Nicollo Machiavelli lebih terkenal sebagai filosof politik pada masa renaisan
Itali, Galileo Galilei (1564-1642 M.) , Leonardo da Vinci dan Isaac Newton (1642-1727)
lebih dikenal sebagai pelopor ilmu astronomi, dan Sarventus dari Spanyol (1511-1553
M.) dan William Harvey (1578-1657 M.) dari Inggris sebagai pelopor ilmu
kedoktoran.
Pada perkembangan kebudayaan masyarakat modern, kerja merupakan
bentuk eksploitasi kepada diri, sehingga mempengaruhi pola ibadah, makan, dan
pola hubungan pribadi dengan keluarga. Sehingga dalam kebudayaan industri dan
birokrasi modern pada umumnya, dipersonalisasi menjadi pemandangan sehari-
hari. Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang
berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja. Yang terjadi kemudian
adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu oleh semangat
kerja yang tinggi untuk menumpuk modal. Dan kebiasaan dari masyarakat
modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama
dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi.
Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang
menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.