Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
Kista ovarium adalah sebuah kantong yang berisi cairan atau semi cairan
yang timbul dalam ovarium.
Setiap bulannya, secara normal ovarium yang berfungsi menghasilkan
kista kecil yang disebut dengan folikel de graff, pada pertengahan siklus, suatu
folikel dominan muncul dengan diameter mencapai 2.8mm yang akan melepaskan
oosit yang matang.

Folikel yang pecah ini kemudian menjadi korpus luteum, yang
jika matang berukuran 1.!2cm dengan bangunan kistik di tengahnya. "anpa
terjadinya fertilisasi pada oosit, oosit akan menjadi fibrotik dan menciut. #ika
fertilisasi terjadi maka korpus luteum akan membesar pada a$alnya dan
selanjutnya menurun ukurannya saat kehamilan.
1

Kista ovarium yang timbul dari proses normal dari ovarium disebut dengan
kista fungsional dan selalu bersifat jinak. Kista ini mungkin merupakan kista
folikuler atau kista luteal dan kadang!kadang disebut dengan kista teka!lutein.
Kista ini dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FS% dan %&'.
1
Kista neoplastik timbul sebagai akibat dari pertumbuhan berlebihan dari
sel dalam ovarium dan dapat bersifat jinak atau ganas. (eoplasma ganas dapat
timbul dari semua tipe sel dari ovarium ataupun jaringan dari ovarium. )ang
paling sering terjadi adalah yang berasal dari epitel permukaan *mesotelium+, dan
kebanyakan dari tumor ini sebagian adalah lesi kistik.
1
'ejala klinis kista ovarium umumnya asimptomatik, pasien mungkin
mengeluh nyeri atau rasa tidak nyaman di abdomen bagian ba$ah. (yeri yang
hebat dapat terjadi pada torsi kista atau ruptur kista. ,asien mungkin mengalami
rasa tidak nyaman saat berhubungan badan, gangguan -.- dan -.K akibat
tekanan dari kista. /ungkin juga dapat terjadi gangguan siklus menstruasi dan
perdarahan pervaginam yang abnormal. ,ada anak!anak dapat menimbulkan
pubertas preko0 dan menarke yang timbul a$al.

1
,ada pemeriksaan fisik dapat ditemukan gejala penyakit yang sudah dalam
taraf lanjut yaitu kakesia dan kehilangan berat badan, limfadenopati di leher, sesak
nafas dan tanda dari efusi pleura. Suatu kista yang besar mungkin dapat dipalpasi
pada pemeriksaan abdomen.
,emeriksaan 1S' berguna untuk mengetahui asal dari tumor, ukuran dari
massa dan konsistensinya.
1
1ntuk membedakan kista ovarium dari keganasan ovarium memerlukan
pemeriksaan klinis, 1S' dan pemeriksaan konsentrasi serum &a12.
"atalaksana dari suatu kista ovarium tergantung dari ukuran dan gejala
klinis yang ditimbulkannya. ,ada ibu hamil yang ditemukan kista maka jika
ditemukan berukuran 12 cm atau lebih pada trimester 3 maka tindakan kita adalah
mengobservasi perkembangan dan komplikasinya, jika ditemukan berukuran 12
cm atau lebih pada trimester 33 maka dilakukan laparatomi dan pengangkatan. #ika
tumor besarnya !12cm, dilakukan observasi, dan mungkin diperlukan laparatomi
jika kista membesar atau menetap, jika kista ditemukan kurang dari cm, maka
biasanya tumor akan mengecil dan tidak memerlukan terapi.
4
Komplikasi kista yang paling serius pada seorang ibu hamil adalah torsio,
torsio paling sering terjadi pada trimester pertama, dan dapat menyebabkan ruptur
kista ke dalam rongga peritoneum. 5uptur kista juga dapat terjadi saat persalinan
atau pada saat pelahiran secara bedah.
6
2
BAB II
PEMBAHASAN
3. Kistoma 7varii Simpleks
2
Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai,
seringkali bilateral, dan dapat menjadi besar. 8inding kista tipis dan cairan dalam
kista jernih, serous, dan ber$arna kuning. ,ada dinding kista tampak lapisan epitel
kubik. 8apat terjadi putaran tangkai dengan gejala!gejala akut abdomen yang
mendadak. 8iduga bah$a kista ini suatu jenis kistadenoma serosum yang
kehilangan epitel kelenjarnya berhubung dengan tekanan cairan dalam kista.
33. Kistadenoma 7varii /usinosum
.sal tumor ini belum diketahui dengan pasti. /enurut /eyer berasal dari
suatu teratoma di mana dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen!
elemen yang lain. .da penulis yang berpendapat bah$a tumor berasal dari epitel
germinativum, sedang penuis lain menduga tumor ini mempunyai asal yang sama
dengan tumor -renner.
2
"umor ini mungkin muncul sebagai tumor unilateral kista teratoma
benigna atau sebagai metaplasia musinosum dari mesothelium.
A. Angka kejadian
2
Kista ini sering ditemukan pada usia antara 22!2 tahun, jarang pada masa
prapubertas. "umor merupakan kista yang terbanyak ditemukan bersama!sama
dengan kistadenoma ovarii serosum. Kedua tumor ini merupakan 92: dari
seluruh tumor ovarium, sedang kistadenoma ovarii musinosum merupakan 42:
dari seluruh kelompok neoplasma ovarium.
2
B. Gejala klinis.
6
"umor musinosum adalah yang tumor yang paling besar terjadi dalam
tubuh manusia. Semakin besar ; masif suatu tumor maka makin besar
kemungkinan ia adalah suatu tumor musinosum. 1mumnya tumor ini
asimptomatis, biasanya pasien datang dengan keluhan ditemukan karena massa
abdomen atau keluhan abdominal yang nonspesifik.
C. Pemeriksaan makroskopis
2

"umor ini la<imnya berbentuk multilokuler, oleh karena itu permukaan
berbagala *lobulated+, kira!kira 12: dapat mencapai ukuran yang amat besar,
lebih!lebih pada penderita yang datang dari pedesaan. ,ada tumor yang besar
tidak lagi dapat lagi ditemukan jaringan ovarium yang normal. "umor biasanya
unilateral, akan tetapi dapat juga dijumpai yang bilateral * 8!12 :+.
*2,6,4,+
Kista menerima darahnya melalui suatu tangkai, kadang!kadang dapat
terjadi torsi yang mengakibatkan gangguan sirkulasi. 'angguan ini dapat
menyebabkan perdarahan ke dalam kista dan perubahan degeneratif, yang
memudahkan timbulnya perlekatan kista dengan omentum, usus!usus dan
peritoneum parietale.
8inding kista agak tebal dan ber$arna putih keabuan terutama apabila
terjadi perdarahan atau perubahan degenatif di dalam kista. ,ada pembukaan kista
terdapat cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat, dan ber$arna
kuning sampai coklat tergantung dari percampurannya dengan darah.
D. Pemeriksaan mikroskopik=
2
"ampak dinding kista dilapisi oleh epitel torak tinggi dengan inti pada
dasar sel, terdapat diantaranya sel!sel yang membundar karena terisi lendir
*'oblet cells+.
Sel!sel epitel yang terdapat dalam satu lapisan bersifat edematus dan
mempunyai potensi untuk tumbuh seperti struktur kelenjar, kelenjar!kelenjar
menjadi kista!kista baru, yang menyebabkan kista menjadi multilokuler. #ika
terjadi suatu sobekan pada dinding kista *spontan ataupun pada saat operasi+ ,
4
maka sel!sel epitel dapat tersebar pada permukaan peritoneum rongga perut, dan
sekresinya menyebabkan pseudomiksoma peritonei.
.kibat pseudomiksoma peritonei, timbul penyakit menahun dengan musin
terus bertambah dan menyebabkan banyak perlengketan. .khirnya penderita
meninggal karena ileus.
,ada kista kadang!kadang ditemukan daerah padat dan pertumbuhan
papiler. "empat!tempat tersebut harus diteliti karena kemungkinan adanya tanda!
tanda ganas *kira!kira !12: dari kistadenoma musinoum+.
*2,6,4+
E. Penanganan :
,enanganan terdiri atas pengangkatan tumor. #ika pada operasi tumor
sudah cukup besar sehingga tidak tampak banyak sisa ovarium yang normal,
biasanya dilakukan pengangkatan ovarium beserta tuba *salpingo!ooforektomi+.
2
%isterektomi total dengan salpingo!oophorektomi bilateral serta dengan
hati!hati memeriksa omentum, hemidiafragma kanan, usus lateral, pelvis dan
nodus periaortik untuk kemungkinan keganasan.
2
,ada $aktu mengangkat kista, diusahakan in toto tanpa mengadakan
pungsi dahulu untuk mencegah pseudomiksoma peritonei karena tercecernya isi
kista. #ika berhubung dengan besarnya kista, dilakukan pungsi untuk mengecilkan
tumor dan lubang pungsi ditutup dengan rapi sebelum mengeluarkan tumor dari
rongga perut.
2
Setelah kista diangkat, harus dillakukan pemeriksaan histologik di tempat!
tempat yang mencurigakan terhadap kemungkinan keganasan. >aktu operasi,
ovarium yang lain perlu diperiksa pula.
2
Kemoterapi disarankan pada tumor yang telah meluas jauh dari pelvis.
F. Prognosis :
!12: dari kista ini bersifat ganas.
1
,rognosis tergantung dari aktivitas
biologi tumor dan resistensi penderita. #ika tumor unilateral atau bilateral,
berdiferensiasi baik dengan kurang dari 4 mitosis per high power field , maka

prognosis adalah baik. .pabila terdapat lebih dari 4 mitosis di daerah yang paling
malignant, survival rate menurun $alaupun penyakit pada stadium pertama.
2
333. Kistadenoma 7varii Serosum
,ada umumnya para penulis berpendapat bah$a kista ini berasal dari epitel
permukaan ovarium *germinal epithelium+
A. Angka kejadian
Kista ini ditemukan dalam frek$ensi yang hampir sama dengan
kistadenoma musinosum dan dijumpai pada golongan umur yang sama. Kista ini
lebih sering ditemukan bilateral.
2
B. Gejala klnis:
"idak ada gejala klasik yang menyertai tumor serosa proliferatif.
Kebanyakan ditemukan pada pemeriksaan rutin dari pelvis. Kadang!kadang
pasien mengeluh rasa tidak nyaman di daerah pelvis dan pada pemeriksaan
ditemukan massa abdomen ataupun ascites. Kelainan ekstra abdomen jarang
ditemukan pada ? keganasaan ovarium@ kecuali pada stadium terminal.
&. ,emeriksaan /akroskopis
,ada umumnya kista jenis ini tak mencapai ukuran yang amat besar
dibandingkan dengan kistadenoma musinosum. ,ermukaan tumor biasanya licin,
akan tetapi dapat pula berbagala karena kista serosum pun dapat berbentuk
multilokuler, meskipun la<imnya berongga satu. >arna kista putih keabu!abuan.
2
"umor serosa dapat membesar sehingga memenuhi ruang abdomen, tetapi
lebih kecil dibanding dengan ukuran kistadenoma musinosum.
&iri khas dari kista ini adalah potensi pertumbuhan papiler ke dalam
rongga kista sebesar 2: dan keluar pada permukaan kista sebesar :. 3si kista
cair, kuning, dan kadang!kadang coklat karena bercampur darah. "idak jarang,
9
kistanya sendiri kecil, tetapi permukaannya penuh dengan pertumbuhan papiler
*solid papilloma+.
2
8. ,emeriksaan /ikroskopis
8idapatkan dinding kista yang dilapisi epitel kubik atau torak yang rendah,
dengan sitoplasma eosinofil dan inti sel yang besar dan gelap $arnanya. Karena
tumor ini berasal dari epitel permukaan ovarium *germinal epithelium+, maka
bentuk epitel pada papil dapat beraneka ragam, tetapi sebagian besar terdiri atas
epitel bulu getar seperti epitel tuba
2
.
,ada jaringan papiler dapat ditemukan pengendapan kalsium dalam
stromanya yang dinamakan psamoma. .danya psamoma menunjukkan bah$a
kista adalah kistadenoma ovarii serossum papiliferum, tetapi tidak bah$a tumor
itu ganas.
*2,4+
E. Penatalaksanaan
,engangkatan tumor. Karena berhubungan dengan besarnya kemungkinan
keganasan, perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti terhadap tumor yang
dikeluarkan. -ahkan kadang!kadang perlu diperiksa sediaan yang dibekukan
*fro<en section+ pada saat operasi, untuk menentukan tindakan selanjutnya pada
$aktu operasi.
F. Prognosis
Peruahan ganas. .pabila ditemukan pertumbuhan papiler, proliferasi
dan stratifikasi epitel, serta anaplasia dan mitosis pada sel!sel, kistadenoma
serosum secara mikroskopik digolongkan ke dalam kelompok tumor ganas.
2

Kistadenoma serosum umumnya adalah bersifat jinak, !12:nya
mempunyai potensi keganasan yang sedang dan 22!2: mempunyai potensi
keganasan yang tinggi.
1

,rogosis kurang baik jika terdapat implantasi pada peritoneum disertai
dengan ascites. /eskipun diagnosis histopatologis pertumbuhan tumor tersebut
A
mungkin jinak *histopathologically benign+, tetapi secara klinis harus dianggap
sebagai neoplasma ovarium ganas *clinically malignant+.
2
3B. Kista Cndometriosis
Cndometriosis adalah satu keadaan dimana jaringan endometrium yang
masih berfungsi terdapat di luar kavum uteri. #aringan ini yang terdiri atas
kelenjar!kelenjar dan stroma, terdapat di dalam miometrium ataupun di luar
uterus. -ila jaringan endometrium terdapat di dalam miometrium disebut
adenomiosis atau endometriosis interna, dan bila di luar uterus disebut
endometriosis sejati atau endometriosis eksterna
'ejala yang sering dijumpai adalah nyeri haid siklik *dismenorea+, yang
terjadi 1!6 hari sebelum haid yang keluar keluhan dismenorea pun akan mereda.
Cndometriosis pada ovarium akan menyebabkan terjadinya kista
endometriosis dan apabila kista tersebut sudah lebih besar dari cm, sering
menimbulkan gejala!gejala penekanan.
.dapun gejala!gejala lain yang dapat mengarah kepada adanya
endometriosis adalah = infertilitas, nyeri pelvis, nyeri senggama, nyeri perut
merata atau nyeri pinggang, nyeri suprapubik, disuria, hematuria, benjolan pada
perut bagian ba$ah, gangguan miksi dan defekasi.
'ejala!gejala yang timbul sudah dapat diduga adanya endometriosis. ,ada
pemeriksaan dalam kadang didapatkan benjolan!benjolan didalam kavum
8ouglas, daerah ligamentum sakrouterina yang sangat nyeri pada penekanan.
1terus biasanya sulit digerakkan.
Secara pemeriksaan, 1S' tidak membantu menentukan adanya
endometriosis, kecuali bila ditemukan massa kistik di daerah parametrium, maka
pada pemeriksaan 1S', didapatkan gambaran sonolusen dengan echo dasar kuat
tanpa gambaran yang spesifik untuk endometriosis.
!erapi : Konservatif dan operasi.
8
B. Kista 8ermoid
Kista ini merupakan teratoma kistik yang jinak di mana struktur!struktur
ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut, gigi dan
produk glandula sebasea ber$arna kuning menyerupai lemak, tampak lebih
menonjol daripada elemen!elemen entoderm dan mesoderm.
A. Angka kejadian
"umor ini merupakan 12: dari seluruh neoplasma ovarium yang kistik,
dan paling sering ditemukan pada $anita yang masih muda. 2: dari semua kista
dermoid bilateral.
2
Kista dermoid 82: dijumpai pada masa reproduksi
1,2
. "umor ini dapat mencapai
ukuran sangat besar, sehingga beratnya mencapai beberapa kilogram.
B. "akroskopis:
Kista ini tidak mempunyai ciri yang khas. 8inding kista kelihatan putih
keabuan, dan agak tipis. Konsitensi tumor sebagian kistik kenyal, di bagian lain
padat. 8apat ditemukan kulit, rambut, kelenjar sebasea, gigi *ektodermal+, tulang
ra$an, serat otot jaringan ikat *mesodermal+, dan mukosa traktus
gastrointestinalis, epitel saluran nafas, dan jaringan tiroid *entodermal+. 8i dalam
rongga kista terdapat produk kelenjar sebasea berupa massa lembek seperti lemak,
bercampur dengan rambut.
,ada kista dermoid dapat terjadi torsio tangkai dengan gejala nyeri
mendadak di perut bagian ba$ah. .da kemungkinan terjadinya sobekan dinding
kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum. ,erubahan
keganasan dari kista sangat jarang, hanya 1,: dari semua kista dermoid, dan
biasanya pada $anita le$at menopause. )ang tersering adalah karsinoma
epidermoid yang tumbuh dari elemen ektodermal. .da kemungkinan salah satu
elemen tumbuh lebih cepat dan menjadi tumor yang khas. "ermasuk disini, struma
D
ovarium, kistadenoma ovarii musinosum, kistadenoma serosum dan
koriokarsinoma *jarang+.
Kista dermoid adalah satu teratoma yang kistik. 1mumnya teratoma solid
ialah suatu tumor ganas, akan tetapi biarpun jarang, dapat ditemukan teratoma
solidum yang jinak.
8. "erapi
"erdiri dari pengangkatan, biasanya dengan seluruh ovarium.
12
BAB III
IKHTISAR KASUS
I. IDENTITAS
(ama = (n. /
#enis Kelamin = ,erempuan
1mur = 26 tahun
,endidikan = S/.
,ekerjaan = pramusaji
.gama = 3slam
Suku;bangsa = #a$a ; indonesia
.lamat = #l %aji taing rt221;r$229 ,etak Selatan
#akarta Selatan
Status = belum menikah
"gl. /asuk 5SF = 22!2!222A
(o. 5/ = A4621
II. ANAMNESIS
A. Keluhan Utama
,asien mengeluh teraba benjolan di perut kiri ba$ah sejak 4 bulan yang
lalu.
B. Riwayat Penyakit Sekarang
,asien merupakan kiriman dari poliklinik dengan diagnosa (eoplasma
7varium Kistik dengan rencana operasi besok. ,ada a$alnya pasien mengeluh
nyeri pada perut kiri ba$ah saat haid sekitar bulan yang lalu, siklus haid teratur
selama hari dengan ganti pembalut 20 perhari, demam *!+, gangguan -.- dan
-.K *!+. Kemudian pasien mengeluh teraba benjolan di perut kiri ba$ah yang
semakin lama semakin membesar sejak 4 bulan yang lalu. -enjolan tersebut tidak
nyeri jika di pegang, kembung *!+, sesak nafas *!+, nafsu makan tidak menurun,
11
penurunan berat badan disangkal, ri$ayat perdarahan pervaginam disangkal, tidak
ada keluhan mengenai fungsi -.K dan -.-, ri$ayat coitus disangkal.
. Riwayat Penyakit Dahulu
,asien menyangkal menderita darah tinggi, jantung dan kencing manis.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
"idak ada keluarga yang menderita penyakit seperti ini
E. Riwayat Men!trua!i
/enarche = usia tahun
Siklus = teratur, 2hari
Eamanya = hari
-anyaknya = 2 pembalut per hari
8ismenore = ada
hari pertama haid terakhir = 11!2!222A
". Pernikahan
Status pernikahan = belum menikah
#. Riwayat kehamilan $
"idak ada
H. Riwayat Keluarga Beren%ana
,asien tidak pernah menggunakan K-
I. Riwayat &'era!i
,asien tidak pernah dioperasi sebelumnya
(. Riwayat Ke)ia!aan P!ik*!ek!ual
12
,asien tidak merokok dan tidak minum alkohol
III. PEMERIKSAAN "ISIK
A. Statu! #enerali!
Keadaan umum = "ampak sakit sedang
Kesadaran = &ompos mentis
"anda Bital = "8=162;82 mm%g
55=220;m
(=82 0;menit
S=69,
2
&
Kepala = normocephali, rambut hitam, tidak mudah
dicabut.
/ata = ,upil bulat isokor, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik.
"%" = 8alam batas normal
Eeher = kelenjar tiroid tidak teraba membesar
Kelenjar getah bening tidak teraba membesar
"horaks =
&or = S
1
!S
2
normal reguler, murmur *!+, gallop *!+
,ulmo = Suara nafas vesikuler, ronchi !;!, $hee<ing !;!.
/amae = Simetris, besar normal, retraksi putting *!
areola mammae tidak hiperpigmentasi.
.bdomen = lihat status 'inekologikus
.nogenital = lihat status 'inekologikus
Ckstremitas = .kral hangat, oedema tungkai !;!, refle0
fisiologis F;F, deformitas *!+
B. Statu! #inek*l*giku!
16
A)+*men
3nspeksi = Simetris, tidak membuncit
,alpasi = teraba massa di abdomen kiri ba$ah sampai
dengan pusat ukuran G 1 0 1cm, mobile, kistik,
nyeri tekan *!+, shifting dullness *!+, uterus tidak
teraba membesar
,erkusi = pekak di daerah kuadran kiri ba$ah, nyeri ketok *!+
.uskultasi = -ising usus *F+ normal
An*genital
3nspeksi = vulva uretra tampak tenang, tidak tampak
perdarahan pervaginam
3nspekulo = tidak dilakukan
B" = tidak dilakukan
5" = teraba massa pada adneksa kiri, kistik, nyeri tekan
*!+, diameter G 12cm.
I,. PEMERIKSAAN PENUN(AN#
. Eaboratorium
%b = 11. gr;dl 1rine
%t = 66: $arna kuning jernih
Eeukosit = 8222 berat jenis 1,212
"rombosit = 288222 epitel !
1reum = 16 mg;dl protein !
Kreatinin = 2. glukosa !
.lbumin = gr;dl eritrosit !
S'7" = 16 u;l leukosit !
S'," = u;l
'8, = A mg;dl
14
'8,, = 121 mg;dl
-" = 1.62
&" = 4
(a = 169
K = 6.9
&l = 121
-. 1S'
1terus .ntefleksi, panjang 4.9cm, tekstur homogen, adne0a kiri tampak massa
tumor kistik dengan gambaran hiperekoik halus, papil *!+, septum *!+, sebesar
kepala bayi.
,enilaian = (7K suspek kista coklat
&. "hora0 = dalam batas normal
,I. RESUME
(n./, 26 tahun, dikirim dari poliklinik dengan diagnosa (eoplasma
7varium Kistik. ,ada a$alnya pasien mengeluh nyeri pada perut kiri ba$ah saat
haid sekitar A bulan yang lalu, siklus haid teratur selama hari dengan ganti
pembalut 20 perhari, demam *!+, gangguan -.- dan -.K *!+. Kemudian pasien
mengeluh teraba benjolan di perut kiri ba$ah yang semakin lama semakin
membesar sejak 4 bulan yang lalu. -enjolan tersebut tidak nyeri jika di pegang,
kembung *!+, sesak nafas *!+, nafsu makan tidak menurun, penurunan berat badan
disangkal, ri$ayat perdarahan pervaginam disangkal, tidak ada keluhan mengenai
fungsi -.K dan -.-, ri$ayat coitus disangkal. 5i$ayat penyakit dahulu tidak
ada, ri$ayat penyakit keluarga tidak ada, siklus haid teratur, dismenore *F+, status
belum menikah, ri$ayat operasi *!+, ri$ayat psikoseksual baik.
,ada pemeriksaan fisik, status generalis dalam batas normal, kecuali pada
pemeriksaan abdomen didapatkan massa di sebelah kiri ba$ah sampai sepusat
ukuran G 1cm 0 1cm, mobile, kistik, tidak nyeri tekan, perkusi pekak, shifting
1
dullness *!+, uterus tidak teraba membesar. ,ada pemeriksaan 5ectal toucher
teraba massa pada adneksa kiri, kistik, nyeri tekan *!+, diameter G 1cm,
,emeriksaan laboratorium dalam batas normal, hasil 1S' kesan (7K
suspek kista coklat, 5ontgen thora0 dalam batas normal.
,II. DIA#N&SIS
(7K suspek kista coklat
,III. DIA#N&SIS BANDIN#
"idak ada
I-. SIKAP
Eaparaskopi
-. PR&#N&SIS
.d Bitam = 8ubia
.d Fungsionam= 8ubia
.d Sanationam = 8ubia
-I. PENATALAKSANAAN
A. .././.001 're*'era!i 2i!ite
S = benjolan di perut sejak 4 bulan yang lalu, nyeri perut *!+, perdarahan *!+
7 = Keadaan umum = baik
Kesadaran = compos mentis
"8 = 162;82 mm%g ( = 82 0;menit
S = 69,
2
& 55= 22 0;menit
Status generalis = dalam batas normal
Status ginekologikus =
1. .bdomen
3nspeksi = simetris, tidak membuncit
19
,alpasi = teraba massa kistik sampai dengan pusat, nyeri tekan
*!+, ukuran G 1cm 0 1cm.
,erkusi = pekak di abdomen kiri ba$ah
.uskultasi = bising usus normal
2. .nogenital
3nspeksi = B;1 tenang
3nspekulo = tidak dilakukan
B" = tidak dilakukan
5" = teraba massa pada adneksa kiri, kistik, nyeri tekan *!+,
8iameter G 1cm, kistik
. = neoplasma ovarium kistik suspek kista cokat
, = laparatomi H B&
B. .././.001 P*!t &'erati3 ,i!it
S = nyeri di luka bekas operasi *!+, flatus *!+, -.- *!+
7 = Keadaan umum = baik
Kesadaran = compos mentis
"8 = D2;92 mm%g ( = 82 0;menit
S = 69,
2
& 55= 22 0;menit
Status generalis = dalam batas normal
.= post operasi laparatomi hari ke 1 ai (7K
, = observasi "(,8
&ek 8,E post op bila I8gram ditransfusi
/obilisasi bertahap
,uasa s;d -1 *F+
&eftria0on 201.gram ,7
.linamin F 601amp
.sam mefenamat 6022mg ,7
5anitidin 201amp
&airan 222cc;24jam
1A
%emobion 201
.ff dc infus setelah -1 *F+
..4/4/.001
S = (yeri S= keluhan *!+, -.-*!+, -.K lancar
7 = Keadaan umum = baik
Kesadaran = compos mentis
"8 = 162;82 mm%g ( = 82 0;menit
S = 69,
2
& 55= 22 0;menit
Status generalis
.bdomen = luka tertutup perban, bising usus *F normal+
Status 'inekologikus
.bdomen = tanda akut abdomen *!+ -1 *F+ tampak bekas operasi tertutup
verban
.nogenital = B;1 tenang tak tampak perdarahan pervaginam.
.= post laparatomi hari ke 2 ai (7K
,= .mo0 6022mg
.sam mefenamat 6022mg
%emobion 201
D. Tanggal .5/5/.006
S = (yeri daerah operasi dan sakit jika ingin kentut
7 = Keadaan umum = baik
Kesadaran = compos mentis
"8 = 162;82 mm%g ( = 82 0;menit
S = 69,
2
& 55= 22 0;menit
Status generalis
.bdomen = luka tertutup perban, bising usus *F normal+
Status 'inekologikus
.bdomen = luka tertutup perban
.nogenital = B;1 tenang tak tampak perdarahan pervaginam.
.= post laparatomi hari keempat ai (7K suspek kista coklat
18
,= .mo0 6022mg
.sam mefenamat 6022mg
%emobion 201
-oleh pulang kontrol poli 1mgg
E. Tanggal .6 /./.001
S = (yeri daerah operasi dan sakit jika ingin kentut
7 = Keadaan umum = baik
Kesadaran = compos mentis
"8 = 162;82 mm%g ( = 82 0;menit
S = 69,
2
& 55= 22 0;menit
Status generalis
.bdomen = luka tertutup perban, bising usus *F normal+
Status 'inekologikus
.bdomen = luka tertutup perban
.nogenital = B;1 tenang tak tampak perdarahan pervaginam.
.= post laparotomi % ai (7K
,= .mo0 6022mg
.sam mefenamat 6022mg
1D
-II. LAP&RAN &PERASI
7perator = dr. .s$in Sp.7', dr.Shirley.
8iagnosa pre op = (7K suspek kista coklat
8iagnosa post op = Kista dermoid kiri, suspek kista serosa kiri dengan
perlekatan
/acam operasi = 7varektomi dan adhesiolisis
Eaporan 7perasi =
1+ ,asien telentang di meja operasi dalam anestesi umum
2+ . dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya, insisi mediana,
6+ Setelah peritoneum dibuka tampak perlekatan massa kista dengan
peritoneum kiri dilakukan adhesiolisis.
4+ "ampak massa kista ukuran 101012cm, dilakukan pungsi kista, keluar
cairan jernih kesan serous, tampak massa kista ukuran diameter 120120.4
cm.
+ 8ilakukan adhesiolisis antara kista dengan peritoneum
9+ 8iputuskan dilakukan eksisi kista ,.
A+ "uba kiri tidak jelas terlihat
8+ "uba kanan normal, ovarium kanan normal.
D+ 7varium kiri membesar ukuran 0406. dilakukan eksisi ,.
12+ 1terus normal
11+ ,erdarahan dira$at
22
BAB I,
ANALISA KASUS
,ada kasus ini (n/, 26 tahun, dengan diagnosis (7K suspek kista coklat
yang merupakan diagnosis pre!operatif ditegakkan berdasarkan anamnesa,
pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang *1S'+.
8asar diagnosis =
.namnesis = massa di abdomen kiri ba$ah sejak 4 bulan yang lalu, yang
semakin lama semakin membesar, tidak nyeri, yang mengindikasikan
pertumbuhan suatu tumor di dalam abdomen, disertai dengan keluhan dismenorea
sejak A bulan yang lalu. "umor yang terjadi kemungkinan jinak karena tidak
didapatkan keluhan keganasan seperti nafsu makan menurun, penurunan berat
badan, perdarahan pervaginam. "umor tersebut belum mengganggu alat di
sekitarnya ditandai dengan tidak adanya keluhan fungsi -.- dan -.K, rasa sesak
nafas, dan kembung.
,emeriksaan fisik = pada abdomen teraba massa di sebelah kiri ba$ah
sampai sepusat ukuran G 1cm 0 1cm, mobile, kistik, tidak nyeri tekan, perkusi
pekak, shifting dullness *!+. 8ata ini menyokong untuk diagnosis suatu kista di
adneksa kiri, shifting dullness *!+ menandakan tidak adanya ascites yang
merupakan ciri dari keganasan.
,ada pasien tidak dilakukan B" karena pasien belum menikah sehingga
dilakukan pemeriksaan 5ectal toucher dan didapatkan teraba massa pada adneksa
kiri, kistik, nyeri tekan *!+, diameter G 1cm.
Kesimpulan anamnesis dan pemeriksaan fisik = tumor jinak di abdomen kiri
ba$ah.
8ilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium dalam batas normal,
menyingkirkan kemungkinan diagnosis yang infeksi misalnya abses.
1S' memperjelas tumor di abdomen tersebut berasal dari adneksa kiri,
dengan kesan (7K suspek kista coklat.
8engan diagnosis (7K suspek kista coklat pasien direncanakan untuk
laparatomi.
21
,ada saat operasi ditemukan massa kista ukuran 101012cm dengan
perlekatan peritoneum kiri, pungsi kista keluar cairan jernih kesan serous, tampak
massa kista ukuran diameter 120120.4cm, dengan gambaran lemak pada bagian
dalamnya kesan kista dermoid. Selain itu pada ovarium kiri didapatkan
pembesaran ovarium sebesar 0406.cm kesan kista ovarii serosa dan dilakukan
eksisi dan pengangkatan ovarium kiri.
Sehingga diagnosis post operasi adalah suspek kista dermoid kiri dengan
perlekatan dan suspek kista ovarii serosa, dan dikirim untuk pemeriksaan patologi
anatomi. 8idapatkannya kista lain pada ovarium kiri yang tidak didapatkan pada
saat pemeriksaan 1S' sebelumnya kemungkinan karena kesalahan operator.
%asil patologi anatomi *8!6!222A+ adalah kista endometriosis kiri dan
korpus lutein hemoragik. ,atologi anatomi menentukan diagnosis akhir dari kista
ovarium pada pasien ini.
22
DA"TAR PUSTAKA
1. -erek #.S, -enign 8iseases of the Female 5eproduktive "rack, in (ovakJs
'ynecology, 12
th
Cdition, >illiams and >ilkins 1DD9, page =
2. #oedosepoeto /.S "umor #inak pada .lat!alat 'enital dan /ardjikoen ,
"umor 'anas .lat 'enital, dalam ,rof. Sar$ono ,. 3lmu Kandungan, Cdisi 2,
-agian 7bstetri K 'inekologi, Fakultas Kedokteran 1niversitas 3ndonesia,
#akarta, hal = 649 H691 dan 422 H 426.
6. &unningham, dalam 7bstetri >illiams edisi 21, ,enerbit buku kedokteran
C'&, #akarta, hal 126!12A
4. .bdul -ari 8alam -uku ,anduan ,raktis ,elayanan Kesehatan /aternal 8an
(eonatal, )ayasan -ina ,ustaka Sar$ono ,ra$irohardjo, #akarta,%al /DA!
/121.
. .. .ntoine Ka<<i, 7varian cyst, $$$.emedicine .com.
6. ( Salat/Bar*u78 Ph Mer2iel8 " Kuttenn8 management of ovarian cyst.
$$$.-/#.com.
26
PRESENTASI KASUS
KIST&MA &,ARII
,C/-3/-3(' =
+r. hamim8 S'.&#
,resentan =
(*k* Pran*l*
262.22.12
7ponen =
1. .ri Fatma$ati
2. Karnoman
6. Ferryanto
24
2
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI
PERIODE 5 FEBRUARI 2007 15 APRIL 2007
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA