Anda di halaman 1dari 3

Uji Nyala

Kata Kunci: ion logam, uji nyala


Ditulis oleh Jim Clark pada 13-10-2007
Halaman ini menguraikan bagaimana melakuan sebuah uji nyala untuk berbagai ion logam, dan
secara ringkas menjelaskan bagaimana warna nyala bisa terbentuk.
Uji nyala digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan ion logam dalam jumlah yang relatif
kecil pada sebuah senyawa. Tidak semua ion logam menghasilkan warna nyala.
Untuk senyawa-senyawa Golongan 1, uji nyala biasanya merupakan cara yang paling mudah
untuk mengidentifikasi logam mana yang terdapat dalam senyawa. Untuk logam-logam lain,
biasanya ada metode mudah lainnya yang lebih dapat dipercaya meski demikian uji nyala bisa
memberikan petunjuk bermanfaat seperti metode mana yang akan dipakai.

Melakukan uji nyala
Rincian prosedur
Bersihkan sebuah kawat platinum atau nichrome (sebuah alloy nikel-kromium) dengan
mencelupkannya ke dalam asam hidroklorat pekat dan kemudian panaskan pada Bunsen. Ulangi
prosedur ini sampai kawat tidak menimbulkan warna pada nyala api Bunsen.
Jika kawat telah bersih, basahi kembali dengan asam dan kemudian celupkan ke dalam sedikit
bubuk padatan yang akan diuji sehingga ada beberapa bubuk padatan yang menempel pada
kawat tersebut. Setelah itu pasang kembali kawat pada nyala Bunsen.
Jika warna nyala memudar, masukkan kembali kawat ke dalam asam dan pasang kembali pada
nyala seolah-olah anda sedang membersihkannya. Dengan melakukan ini, anda akan sering
melihat kilasan warna yang sangat singkat namun intensif.
Warna
Warna-warna yang ada pada tabel berikut hanya merupakan panduan. Hampir setiap orang yang
melakukan uji nyala berbeda dalam mengamati dan menjelaskan warna yang terjadi. Sebagai
contoh, beberapa orang menggunakan kata "merah" beberapa kali untuk menunjukkan beberapa
warna yang bisa sangat berbeda satu sama lain. Disamping itu, ada juga yang menggunakan kata
seperti "merah padam" atau "merah tua" atau "merah gelap", tapi tidak semua orang mengetahui
perbedaan antara kata-kata yang dipakai untuk menunjukkan warna ini.


warna nyala
Li merah
Na orange cemerlang terus menerus
K lilac (pink)
Rb merah (lembayung kemerah-merahan)
Cs biru lembayung
Ca orange-merah
Sr merah
Ba hijau pucat
Cu biru-hijau (sering disertai percikan berwarna putih)
Pb putih keabu-abuan
Apa yang akan anda lakukan jika anda mengamati warna nyala merah untuk sebuah senyawa
yang tidak diketahui dan anda tidak tahu variasi warna merah tersebut?
Ambil sampel senyawa lithium, strontium (dll) dan ulangi uji nyala, bandingkan warna yang
dihasilkan oleh salah satu dari senyawa yang diketahui dengan senyawa yang tidak diketahui
secara bergantian sampai anda mendapatkan pasangan yang cocok.
Asal-usul warna nyala
Warna nyala dihasilkan dari pergerakan elektron dalam ion-ion logam yang terdapat dalam
senyawa.
Sebagai contoh, sebuah ion natrium dalam keadaan tidak tereksitasi memiliki struktur 1s
2
2s
2
2p
6
.
Jika dipanaskan, elektron-elektron akan mendapatkan energi dan bisa berpindah ke orbital
kosong manapun pada level yang lebih tinggi sebagai contoh, berpindah ke orbital 7s atau 6p
atau 4d atau yang lainnya, tergantung pada berapa banyak energi yang diserap oleh elektron
tertentu dari nyala.
Karena sekarang elektron-elektron berada pada level yang lebih tinggi dan lebih tidak stabil dari
segi energi, maka elektron-elektron cenderung turun kembali ke level dimana sebelumnya
mereka berada tapi tidak musti sekaligus.
Sebuah elektron yang telah tereksitasi dari level 2p ke sebuah orbital pada level 7 misalnya, bisa
turun kembali ke level 2p sekaligus. Perpindahan ini akan melepaskan sejumlah energi yang
dapat dilihat sebagai cahaya dengan warna tertentu.
Akan tetapi, elektron tersebut bisa turun sampai dua tingkat (atau lebih) dari tingkat sebelumnya.
Misalnya pada awalnya di level 5 kemudian turun sampai ke level 2.
Masing-masing perpindahan elektron ini melibatkan sejumlah energi tertentu yang dilepaskan
sebagai energi cahaya, dan masing-masing memiliki warna tertentu.
Sebagai akibat dari semua perpindahan elektron ini, sebuah spektrum garis yang berwarna akan
dihasilkan. Warna yang anda lihat adalah kombinasi dari semua warna individual.
Besarnya lompatan/perpindahan elektron dari segi energi, bervariasi dari satu ion logam ke ion
logam lainnya. Ini berarti bahwa setiap logam yang berbeda akan memiliki pola garis-garis
spektra yang berbeda, sehingga warna nyala yang berbeda pula.