Anda di halaman 1dari 70

MAKALAH BAHAN

GALIAN
LOGAM EMAS
2011
KELOMPOK II
SUDIRMAN
(G1C008008)
EMSAL YANUAR
(G1C008009)
BAIQ DEWI AYU
(G1C008001)
NUR LAELA

EMAS
SIFAT EMAS
Emas merupakan logam transisi ( trivalen dan univalen ) yang bersifat lunak dan
mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 3 ( skala Mohs ). Emas dapat dibentuk
adi lembaran sedemikian tipis hingga tembus pandang. !ebanyak "2#.### lembar emas
dapat ditempa menadi satu lapisan yang sedemikian tipisnya sehingga tebalnya tidak lebih
dari " $m. %ari " gram emas dapat diulur menadi ka&at sepanang 2,5 km.
Emas mempunyai karakteristik se$tile ( lunak, elastis, mudah dibentuk ), memiliki
&arna yang menarik ( kuning, mengkilap, tidak mudah memudar ), berat, tahan lama, tahan
pada panas tinggi dan daya konduksi listrik uga sebagai perla&anan terhadap oksidasi
( tahan korosi ) sehingga emas memiliki banyak kegunaan. 'amun karena emas sebagai salah
satu logam $oinage yang keberadaannya di alam sangat langka, menadikannya sebagai
logam yang sangat berharga.
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATARAM
2011
Emas memberikan sumbangan yang amat besar bagi kehidupan manusia seperti,
untuk perhiasan, peralatan elektronik, kedokteran gigi, uang, medali, dll. !ekitar (5 persen
dari emas diolah digunakan dalam industri seni, terutama untuk membuat perhiasan. !elain
perhiasan, emas uga digunakan di peralatan listrik, elektronik, dan industri keramik. )ndustri
aplikasi ini telah berkembang dalam beberapa tahun dan kini menempati sekitar 25 persen
dari pasar emas.
%alam perdagangan emas, ukuran berat biasanya dipakai troy ouns, kemurnianemas
murni dalam karat ditunukan angka 2* atau dalam kehalusan ditunukkan angka ".###.
+arena emas merupakan logam yang relatif lunak ( se$tile ) menadi satu halangan untuk
digunakan dalam industri. ,ntuk mengatasi kelemahan ini, emas biasanya dipadukan dengan
logam lain ( alloy ) seperti perak, tembaga, platinum, atau nikel. Emas putih adalah alloy
emas dengan platinum, iridium, nikel, atau -ink. .lloy emas dengan tembaga ber&arna
merah atau kuning. .lloy emas dengan besi ber&arna hiau, dan alloy emas dengan
aluminum ber&arna ungu. /agian emas yang terdapat dalam $ampuran diukur dalam karat
atau persen. +arat adalah unit sama dengan " 0 2* bagian dari emas murni dalam alloy.
%engan demikian, emas 24 Karat( 2*+ ) adalah emas murni, sedangkan emas "1 +arat
adalah "1 bagian emas murni dan ( bagian logam lainnya, adi emas "1 karat 2 "102* berarti
emas 35 4.
Reaksi Kimia Unsur
5ingginya nilai potensial reduksi emas mengakibatkan logam ini selalu terdapat di
alam dalam keadaan bebas. ,ntuk keperluan ektraksi dari biihnya, proses dengan
melibatkan senyawa sianida dapat diterapkan seperti halnya pada ekstraksi logam perak.
Emas membentuk berbagai senya&a kompleks, tetapi hanya sedikit senya&a
anorganik sederhana. Emas ()) oksida, .u26, adalah salah satu senya&a yang stabil dengan
tingkat oksidasi 7", seperti halnya tembaga, tingkat oksidasi 7" ini hanya stabil dalam
senya&a padatan, karena semua larutan garam emas ()) mengalami disproporsionasi menadi
logam emas dan ion emas ()))) menurut persamaan reaksi 8
3.u7(a9) 2 2.u(s) 7 .u37(a9)
!e$ara kimia&i emas tergolong inert sehingga disebut logam mulia. Emas tidak
bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara di ba&ah kondisi normal. 'amun emas
terurai dalam larutan sianida dalam tekanan udara. Emas uga tidak bereaksi dengan asam
atau basa apapun. .kan tetapi emas bereaksi dengan halogen dan a9ua regia.
:eaksi emas dengan halogen
;ogam emas bereaksi dengan klorin, <l2, atau bromin, /r2, untuk membentuk trihalida emas
()))) klorida, .u<l3, atau emas ()))) bromida, .u/r3.
2.u(s) 7 3<l2(g) 2 2.u<l3(s)
2.u(s) 7 3/r2(g) 2 2.u/r3(s)
.u<l3 dapat larut dalam asam hidroksida pekat menghasilkan ion tetrakloroaurat
()))), =.u<l*>?, suatu ion yang merupakan salah satu komponen dalam @emas $airA, yaitu
suatu $ampuran spesies emas dalam larutan yang akan mengendapkan suatu film logam emas
ika dipanaskan.%i lain pihak, logam emas bereaksi dengan iodin, )2, untuk membentuk
monohalida, emas ()) iodida, .u).
2.u(s) 7 )2(g) 2 2.u)(s)
Emas dapat larut pada a9ua regia, yaitu $ampuran tiga bagian volum asam klorida pekat dan
atau bagian volum asam nitrat pekat ( Babir ibn?Cayyan, $a. 3(#?1"5 ) 8
.u(s) 7 *C<; (a9) 7 C'6
3
(a9) 2 C.u<l*(a9) 7 '6 (g) 7 2C
2
6(l)
Searah Emas
Emas ( !anskrit val, Dunani EFGHIJ K $hrysos, ;atin aurum, berarti faar yang $erah,
.nglo?!aLon gold, <hina =Mn>, Bepang =kin> ) telah diketahui sebagai sangat berharga
seak -aman prasearah.
Emas, merupakan salah satu logam tertua yang digunakan oleh manusia. Emas
dikenal antara lain di Mesopotamia dan Mesir. :eferensi ke a&al mula penemuan emas
didasari legendaris atau mitos. 6leh karena itu, beberapa penulis menyebutkan bah&a
penemu emas pertama kali adalah <admus, bangsa Nhoeni$ia. !edangkan yang lainnya
mengatakan bah&a 5hoas, raa 5aurian, yang pertama kali menemukan logam berharga
dalam legenda Nangaeus Mountains di 5hra$e. ;egenda dan mitos serupa tentang a&al
penemuan emas uga terdapat dalam sastra kuno dari Cindu ( the Oedas ) serta <ina dan
bangsa lainnya.
Emas dari estetika properti fisik dikombinasikan dengan properti sudah lama menadi
logam yang berharga. !epanang searah, emas telah sering menadi penyebab konflik 8
misalnya ada a&al tahun "5##?an :aa Perdinand dari !panyol menetapkan prioritas kepada
para $on9uistador penakluk ? hambanya yang akan berangkat men$ari %unia /aru, Q/a&a
pulanglah emas,Q perintahnya kepada mereka, Qkalau bisa, dapatkan semanusia&i mungkin,
tapi apapun risikonya, ba&alah emas.Q 5itah sang raa tersebut menadi a&al pemusnahan
peradaban .-te$ dan )n$a. +onflik karena perebutan emas uga teradi pada a&al ketika
.merika !er!uru emas ke Reorgia, <alifornia, dan .laska.
Nada abad pertengahan, begitu kuat orang mendambakan emas, sehingga lahir ilmu
alkimia, dengan tuuan membuat emas. Manusia modern berhasil men$apai $ita?$ita itu
dengan mengekstrak emas dari air laut dan mengubah timbel atau merkurium menadi emas
dalam memper$epat partikel. 'amun emas yang murah tetaplah emas alamiah yang harus
ditambang.
/ii emas dikategorikan dalam * ( empat ) kategori 8
". /ii tipis dimana kandungannya sebesar #.5 g0"### kg atau #.5 g0ton atau #.5 ppm
( part per million, per satu uta bagian )
2. /ii rata?rata ( typi$al ) dengan mudah digali, nilai bii emas khas dalam galian
tero&ongan terbuka yakni kandungan "?5 g0"### kg (" ?5 ppm )
3. /ii ba&ah tanah0harrdro$k dengan kandungan 3 g0"### kg ( 3 ppm )
*. /ii nampak mata ( visible ) dengan kandungan minimal 3# g0"### kg ( 3# ppm )
Emas di dunia mulai ditambang seak tahun 2.### sebelum masehi oleh bangsa?bangsa di
dataran Mesir ( bangsa Mesir, !udan dan .rab !audi ). Nada sekitar abad ke?"S, pen$arian
emas mun$ul kapanpun ketika ditemukan adanya deposit emas, termasuk di <alifornia,
<olorado, 6tago, .ustralia, /la$k Cills, dan +londike.
!edangkan deposit emas terbesar ditemukan di Nre$ambrian Tit&atersrand, .frika
!elatan, dengan luasan ratusan mil dan dengan kedalaman di lebih dari dua mil. !eak tahun
"11#?an, .frika !elatan telah menadi sumber untuk sebagian besar sediaan emas dunia. Nada
tahun "S3#, produksinya men$apai hingga 3# 4 dari persediaan dunia, yaitu memproduksi
sekitar "### ton, namun produksi di tahun 2##* hanya 3*2 ton. Nenurunan ini berhubungan
dengan bertambahnya kesulitan dalam ektraksi dan faktor ekonomi yang memperngaruhi
industri .frika !elatan. Nrodusen utama lainnya adalah +anada, .ustralia, bekas ,ni !oviet,
dan .merika !erikat ( .ri-ona, <olorado, <alifornia, Montana, 'evada, !outh %akota, dan
Tashington ).
!ebelum Nerang %unia )), )ndonesia adalah penghasil emas terbesar di .sia 5enggara.
!atu?satunya pengelola tambang emas di )ndonesia pada a&al tahun "S1#?an adalah N5
.neka 5ambang, sebuah /,M' di ba&ah %epartemen Nertambangan dan Energi.
5iga penambang emas besar di )ndonesia menurut data tahun "S13 adalah8
N5 Preeport )ndonesia )n$. yang berlokasi di 5embagapura, Napua dengan umlah
produksi 2,2 ton0tahun ( "S1( ).
N5 ;usang Mining yang berlokasi di /engkulu dengan umlah produksi 3## kg0tahun
( "S1( ).
N5 .neka 5ambang ( Nersero ) berlokasi di <ikotok, Ba&a /arat dengan umlah
produksi 2*# kg0tahun ( "S1( ).
"old #rospe$ting
Merupakan suatu kegitan eksplorasi ,ntuk mendeteksi keberadaan vein ( urat ) emas
dapat dengan $ara mengamati keberadaan batuan yang mengindikasikan adanya Oein, antara
lain 8
%atuan &at 'yaitu batuan yang tersusun berbaris. /atuan ini sebelumnya tertanam
dalam tanah, akibat erosi yang mengikis tanah membuat batuannya terekspose.
Se!aran kerikil kuarsa8sama halnya batuan nat, bebatuan ini sebelumnya tertanam
dalam tanah, batuannya terekpose di permukaan akibat erosi yang mengikis tanah.
%atuan Storing8bagian batuan vein yang nampak dipermukaan. /atuan ini umumnya
memiliki $iri?$iri seperti terdapat kuarsa, pyrite, $al$opyrite, terlihat urat 0 alur, $lay,
dll.
!elanutnya, untuk memastikan potensi kelayakannya untuk ditambang dapat
dilakukan langkah?langkah sebagai berikut 8
". /orring
2. Menggunakan Rold %ete$tor.
3. 5renshing, yaitu membuat paritan ( menggunakan be$hoe ) untuk melihat keberadaan
dan arah sebaran vein.
*. .ssaying.

#E&AM%A&"A& EMAS
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.
/eberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal,
sedangkan pengkonsentrasian se$ara mekanis menghasilkan endapan letakan ( pla$er ).
Endapan emas dikatagorikan menadi dua yaitu 8
Endapan primer 0 <ebakan NrimerU dan
Endapan plaser 0 <ebakan !ekunder
Metode penam!angan emas sangat dipengaruhi oleh karakteristik $ebakan emas primer
atau sekunder yang dapat mempengaruhi $ara pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan
untuk meminimalisir dampak kegiatan penambangan tersebut. <ebakan emas primer dapat
ditambang se$ara tam!ang ter!uka ( open pit ) maupun tam!ang !awah
tanah ( underground minning ). !ementara $ebakan emas sekunder umumnya ditambang
se$ara tambang terbuka.
+omponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak akibat penambangan tergantung
pada lokasi dilakukannya penambangan. +erusakan lahan teradi akibat dari
tergerus0hilangnya lahan yang semula produktif menadi tidak produktif. Nenurunan kualitas
tanah dapat teradi karena tanah subur dipermukaan hilang atau tertutup oleh sedimen yang
tidak subur. !edangkan penurunan kualitas air diakibatkan tingginya kandungan sedimen
tersuspensi sebagai akibat pembuangan tailing langsung ke badan air yang uga akan
mempengaruhi kehidupan biota air.
(e!akan #rimer
<ebakan primer merupakan $ebakan yang terbentuk bersamaan dengan proses
pembentukan batuan. !alah satu tipe $ebakan primer yang biasa dilakukan pada
penambangan skala ke$il adalah biih tipe )ein ( urat ), yang umumnya dilakukan dengan
teknik penambangan ba&ah tanah terutama metode gophering 0 $oyoting ( di )ndonesia
disebut lubang tikus ). 5erhadap batuan yang ditemukan, dilakukan proses peremukan batuan
atau penggerusan, selanutnya dilakukan sianidasi atau amalgamasi, sedangkan untuk tipe
penambangan sekunder umumnya dapat langsung dilakukan sianidasi atau amalgamasi
karena sudah dalam bentuk butiran halus.
/eberapa karakteristik dari biih tipe vein ( urat ) yang mempengaruhi teknik
penambangan antara lain 8
". +omponen mineral atau logam tidak tersebar merata pada badan urat.
2. Mineral biih dapat berupa kristal?kristal yang kasar.
3. +ebanyakan urat mempunyai lebar yang sempit sehingga rentan dengan pengotoran
( dilution ).
*. +ebanyakan urat berasosiasi dengan sesar, pengisi rekahan, dan -ona geser
(regangan), sehingga pada kondisi ini memungkinkan teradinya efek dilution pada
batuan samping.
5. Nerbedaan assay ( kadar ) antara urat dan batuan samping pada umumnya taam,
berhubungan dengan kontak dengan batuan samping, impregnasi pada batuan
samping, serta pola urat yang menari ( ber$abang ).
(. Pluktuasi ketebalan urat sulit diprediksi, dan mempunyai rentang yang terbatas, serta
mempunyai kadar yang sangat errati$ ( a$ak 0 tidak beraturan ) dan sulit diprediksi.
3. +ebanyakan urat relatif keras dan bersifat brittle.
%engan memperhatikan karakteristik tersebut, metode penambangan yang umum
diterapkan adalah tambang ba&ah tanah ( underground ) dengan metode Rophering, yaitu
suatu $ara penambangan yang tidak sistematis, tidak perlu mengadakan persiapan?persiapan
penambangan ( development &orks ) dan arah penggalian hanya mengikuti arah larinya
$ebakan biih. 6leh karena itu ukuran lubang ( stope ) uga tidak tentu, tergantung dari
ukuran $ebakan biih di tempat itu dan umumnya tanpa penyanggaan yang baik.
<ara penambangan ini umumnya tanpa penyangga yang memadai dan penggalian
umumnya dilakukan tanpa alat?alat mekanis. Metode tam!ang emas seperti ini umum
diterapkan di berbagai daerah operasi tam!ang rakyat di )ndonesia, seperti di Nongkor?
/ogor, Rn.Neti,<isolok?!ukabumi, <ikidang?<ikotok, Rn.!ubang,5anggeung?<ianur,
<ikaang?Rarut, <ineam?5asikmalaya, +okap?+ulonprogo, !elogiri?Tonogiri, Nunung?
Na$itan dan lain?lain. Nenambangan dilakukan se$ara sederhana, tanpa development &orks,
dan langsung menggali $ebakan biih menuruti arah dan bentuk alamiahnya. /ila $ebakan
biih tersebut tidak homogen, kadang?kadang terpaksa ditinggalkan pillar yang tak teratur dari
bagian?bagian yang miskin.
#roses yang dilakukan dalam penam!angan metode Underground '
". #em!angunan lu!ang masuk ke tam!ang*
;ubang masuk dibuat sangat sederhana dengan diameter umumnya hanya dapat untuk
akses " orang saa.
a* #em!angunan akses menuu !adan !iih*
.kses menuu badan biih dibuat sesuai lokasi badan biih yang menadi target.
5erdapat 2 $ara untuk menuu badan biih berdasarkan lokasi dari $ebakan, yaitu8
Menggunakan drift ( lubang masuk hori-ontal, nembak ), ika lokasi badan
biih relatif seaar dengan alan masuk utama.
Menggunakan shaft ( lubang masuk vertikal, nyumur ), ika lokasi badan biih
relatif di ba&ah alan masuk utama.
!eperti halnya lubang masuk ke tambang, akses menuu badan biih dibuat se$ara
sederhana, dengan lokasi kera yang hanya $ukup untuk dipakai satu orang saa
dengan diameter sekitar " ",5 meter. ;ubang masuk tersebut dibuat tanpa
penyangga atau hanya dengan penyangga sederhana untuk daerah yang diperkirakan
ra&an runtuh.
". #enggalian !iih emas
Nenggalian biih emas dilakukan dengan mengikuti arah kemenerusan biih.
.lat yang dipakai untuk keperluan pemberaian batuan berupa alat gali manual, seperti
belin$ong.
2. #engangkutan !iih emas
%ari dalam tambang menuu ke luar tambang dilakukan se$ara manual. Balur
pengangkutan menggunakan alan masuk utama. +husus untuk akses menggunakan
shaft, pengangkutan dibantu dengan sistem katrol.
#enam!angan metode gophering yang !aik dilakukan dengan ketentuan'
". Balan masuk menuu urat biih emas harus dibuat lebih dari satu buah, dan dapat
dibuat datar0hori-ontal, miring0in$lined maupun tegak lurus0vertikal sesuai dengan
kebutuhan.
2. ,kuran alan masuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan, disarankan diameter V "##
$m.
3. ;okasi alan masuk berada pada daerah yang stabil ( kemiringan W 3#
o
) dan
diusahakan tidak membuat alan masuk pada lereng yang $uram.
*. ;ubang bukaan harus diaga dalam kondisi stabil0tidak runtuh, bila diperlukan dapat
dipasang suatu sistem penyanggaan yang harus dapat menamin kestabilan lubang
bukaan ( untuk lubang masuk dengan kemiringan V (#
o
disarankan untuk selalu
memasang penyangga ).
5. +ayu penyangga yang digunakan disarankan kayu kelas " ( kayu ati, kihiang,
rasamala, dll ). ,kuran diameter0garistengah kayu penyangga yang digunakan
disarankan tidak kurang dari 3 $m. Barak antar penyangga disarankan tidak lebih dari
#.35 L diameter bukaan ( tergantung kelas kayu penyangga yang digunakan dan
kekuatan batuan yang disangga ).
". !irkulasi udara harus teramin sehingga dapat menamin kebutuhan minimal 2
m
3
0menit, bila perlu dapat menggunakan blo&er 0 kompresor untuk men?supply
kebutuhan oksigen ke dalam lubang
2. %isekitar lubang masuk dibuat paritan untuk men$egah air masuk, dan paritan
diarahkan menuu ke kolam pengendap dengan pengendapan dilakukan bertahap, bila
perlu dapat menggunakan pompa air submersible untuk membuang genangan air dari
dalam lubang.
Mineral+mineral #em!awa Emas
Emas urai merupakan mineral emas yang amat biasa editemukan di alam. Mineral
emas yang menempati urutan kedua dalam keberadaannya di alam adalah ele$trum. Minerl?
mineral pemba&a emas lainnya sangat arang dan langka. Mineral?mineral emas dapat dilihat
pada table diba&ah ini.
Ta!le 2. minerl?mineral pemba&a emas
Mineral Rumus Kimia Mineral Rumus Kimia
Emas urai .u Emas bismutan .u, /i)
Elektrum (.u,.g) .mlgam .u2Cg3
+uproaurid .u,<u) Maldonit (.u2/i)
Norpesit .u, Nd) .urikuprit .u<u3
:odit (.u, :h) :oskovit (<u, Nd)3.u2
Emas iridium (.u, )r) +alaveit .u5e2
Nlatinum (.u, Nd) +renerit (.u, .g)5e2
Monbrayit (.u, !b)25e3 'agyagit Nb5.u(5e,!b)*!5?1
Netsit .g3.u5e2 5elurat emas X
Mutamanit (.g, .u)5e ,yterbogardtit .g3.u!b2
!ilvanit (.u, .g)5e* .urostibnit .u!b2
+ostovit .u<u5e* Pis$eserit .g3.u!e3
Gambar .(a).elektrum dan (b) maldonit
Emas urai pada dasarnya adalah logam emas &alaupun biasanya mengandung perak
yang bervariasi sampai sebesar "14 dan kadang?kadang mengandung sedikit tembaga atau
besi. 6leh karena itu &arna emas urai bervariasi dari kuning emas, kuning muda sampai
keperak?perakan sampai ber&arna merah orange. /erat enis emas urai bervariasi dari "S,3
(emas murni) sampai "5,( bergantung pada kandungan peraknya. /ila berat enisnya "3,(
maka kandungan peraknya sebesr S4 dan bila beat enisnya "(,S kandungan peraknya "3,2
4.
!ementara itu, elektrum adalah variasi emas yang mengandung perak diatas "14.
%engan kandungan perak yang lebih tinggi lagi maka &arna elektrum bevariasi dari kuning
pu$at sampai &arna perak kekuningan. !elanutnya berat enis elektrum bervariasi sekitar
"5,5?"2,5. /ila kandungan emas dan perak berbanding "8" berarti kandungan peraknya
sebesar 3(4, dan bila perbandingannya 2"028" berarti kandungan peraknya "14.
Mineral Induk
Emas berasosiasi dengan kebanyakan mineral yang biasa membentuk batuan. /ila ada
sulfida, yaitu mineral yang mengandung sulfur0belerang (!), emas biasanya berasosiasi
denagn sulfida. Nirit merupakan mineral induk yang paling biasa untuk em,as. Emas
ditemukan dalam pirit sebagai emas urai dan elektrum dalam berbagai bentuk dan ukuran
yang bergantung pada kadar emas dalam biih dan karakteristik lainnya. !elain itu emas uga
ditemukan dalam arsenopirit dan kalkopirit. Mineral sulfida lainnya (lihat tabel 3) berpotensi
uga menadi mineral induk bagi emas. /ila mineral sulfida tidak terdapat dalm batuan, maka
emas berasosiasi dengan oksida besi (magnetit dan oksida besi sekunder), silikat dan
karbonat, material berkarbon serta pasir dan krikil (endapan plaser)
Ta!le ,* Mineral induk berupa sulfida
mineral rumus kimia warna !erat enis
pirit Pe!
2
kuning?kuningan
pu$at *,S5?5,"#
arsenopirit Pe.s!
putih?perak sampai
abu baa 5,S?(,2
kalkopirit <uPe!
2
kuning?kuningan ,
sering kusam
ataulembayung *,"?*,3
kalkosit <u
2
! abu?timbal kehitaman 5,5?5,1
kovelit <u! biru indigo *,(
pirhoit Pe!
2
kuning?perunggu dan
merah?tembaga *,51?*,(*
Rlen Nb! abu?timbal kehitaman 3,*?3,5
!falerit Yn! kuning?$oklat?hitam 3,S?*,"
armonit !b
2
!
3
abu?timbal kehitaman *,52?*,(2
Ukuran %utiran Mineral Emas
,kuran butiran mineral?mineral pemba&a emas (misalnya emas urai atau elektrum)
berkisar dari butiran yang dapat dilihat tanpa lensa (bebnerapa nm) sampai partikel?partikel
berukuran fraksi (bagian) dari satu mikron (" mikronK #,##" mmK #,######" $m). ukuran
butiran biasanya sebanding dengan kadar biih, kadar emas yang rendah dalam batuan (biih)
menunukkan butran yang halus.
Asosiasi Mineral
%ari sudut pandang pengolahan0metalurgi ada tiga variasi distribusi emas dalam biih.
Nertama, emas didiostribusikan dalam retakan?retakan atau diberi batas antara butiran?butiran
mineral yang sama (misalnya retyakan dalam butiran mineral pirit atau dibatasi antara dua
butiran mineral (pirit). +edua, emas didistribusikan sepanang batas diantara butiran?butiran
dua mineral yang berbeda ( misalnya dibatas butiran pirit dan arsenopirit atau dibatas antara
butiran mineral kalkopirit dan butiran mineral silikat). %an yang ketiga emas terselubung
dalam mineral induk (misal, emas terbungkus ketat dalam mineral pirit).
(e!akan Sekunder
<ebakan emas sekunder atau yang lebih dikenal sebagai endapan emas alu)ial merupakan
emas yang diendapkan bersama dengan material sedimen yang terba&a oleh arus sungai atau
gelombang laut adalah karakteristik yang umum ditambang oleh rakyat, karena kemudahan
penambangannya.
!e$ara umum penambangan emas aluvial dilakukan berdasarkan atas prinsip 8
". /utir emas sudah terlepas sehingga biih hasil galian langsung mengalami proses
pengolahan.
2. /erdasarkan lokasi keterdapatan, pada umumnya kegiatan penambangan dilakukan
pada lingkungan kera berair seperti sungai?sungai dan ra&a?ra&a, sehingga dengan
sendirinya akan memanfaatkan air yang ada di tempat sekitarnya.
+arakteristik dari endapan emas aluvial akan menentukan sistem dan peralatan dalam
melakukan kegiatan penambangan. /erdasarkan karakteristik endapan emas tersebut, metode
penam!angan ter!uka yang umum diterapkan dengan menggunakan peralatan berupa 8
". #endulangan ( panning )
Nenambangan dengan $ara pendulangan banyak dilakukan oleh pertam!angan rakyat di
sungai atau dekat sungai. <ara ini banyak dilakukan oleh penambang perorangan dengan
menggunakan nampan pendulangan untuk memisahkan konsentrat atau butir emas dari
mineral pengotornya.
". 5ambang semprot ( hydrauli$king )
Nada tambang semprot digunakan alat semprot ( monitor ) dan pompa untuk
memberaikan batuan dan selanutnya lumpur hasil semprotan dialirkan atau dipompa ke
instalasi konsentrasi ( slui$eboL 0 kasbok ). <ara ini banyak dilakukan pada pertambangan
skala ke$il termasuk tambang rakyat dimana tersedia sumber air yang $ukup, umumnya
berlokasi di atau dekat sungai.
/eberapa syarat yang menadikan endapan emas aluvial dapat ditambang menggunakan
metode tambang semprot antara lain 8
". +ondisi0enis material memungkinkan terberaikan oleh semprotan air
2. +etersediaan air yang $ukup
3. +etersediaan ruang untuk penempatan hasil $u$ian atau pemisahan biih
Metode penambangan ini umum diterapkan diberbagai daerah operasi pertambangan
rakyat di )ndonesia, seperti di !ungai +ahayan,/ukitra&i,Nalangkaraya?+alimantan 5engahU
5anoyan,/olaang Mongondo&?!ula&esi ,taraU /ombana?!ula&esi 5enggaraU
5obohon,+otabunan?!ula&esi ,tara, Tay +anan?;ampung, dll.

-IA"RAM A.IR TE/&0.0"I #R0SES #E&"0.A/A& %I1I/ EMAS
#ertam!angan emas pertama kali dilakukan di daerah alluvial, dengan metoda
pengolahan $ara gravitasi atau $ara amalgamasi dengan air raksa. !eak tahun "1(# kegiatan
pertambangan ba&ah tanah dilakukan untuk endapan primer dengan metoda pengolahan
emas $ara sianidasi. Nerkembangan selanutnya teknologi pengolahan emas dengan
$ara flotasi dilakukan pada tahun "S3#. %an tahun "S(# metoda pengolahan heap lea$hing
yang dasarnya seperti pengolahan sianidasi diterapkan untuk pengolahan !iih emas kadar
rendah.
#emilihan Teknologi
5eknologi pengolahan emas bervariasi dari yang sederhana dengan modal ke$il
sampai yang $anggih dengan modal besar. Nemilihan teknologi pengolahan emas yang akan
dipakai ditentukan oleh lima fa$tor utama, yaitu 8
". komposisi dan kondisi mineralogy dari biih emas
2. pengaruh setiap komponen mineral terhadap berbagai teknologi pengolahan
emas yang tersedia.
3. umlah biih yang dapat disiapkan.
*. biaya investasi ( peralatan, bangunan, dll.)
5. biaya produksi ( bahan kimia, listrik, tenaga kera, dll).

Tehnologi proses pengolahan emas skala komersial yang umum digunakan terdiri dari
tahap 8
1 (omminution 2 Kominusi
+ominusi adalah proses reduksi ukuran dari ore agar mineral berharga yang
mengandung emas dengan tuuan untuk membebaskan ( meliberasi ) mineral emas
dari mineral?mineral lain yang terkandung dalam batuan induk.
:efra$tory ore pro$essing
<rushing
Milling

2 (on$entration 2 separation
!etelah ukuran biih diperke$il, proses selanutnya dilakukan proses konsentrasi
dengan memisahkan mineral emas dari mineral pengotornya. Nada endapan emas
alu)ial, biih hasil penggalian langsung memasuki tahap ini tanpa tahap kominusi
terlebih dahulu.
Rravity separation
Proth Plotation
! E3tra$tion
;i9uation
.malgamasi
!ianidasi
" Re4inning 2 Nemurnian
:efining, yaitu melakukan pengolahan logam kotor melalui proses kimia agar
diperoleh tingkat kemurnian tinggi.
!melting
!i-e :edu$tion
Narting
.9ua :egia


(omminution 2 Kominusi
Kominusi adalah proses reduksi ukuran dari ore agar mineral berharga yang
mengandung emas dengan tuuan untuk membebaskan ( meliberasi ) mineral emas dari
mineral?mineral lain yang terkandung dalam batuan induk.
5uuan liberasi biih ini antara lain agar 8
Mengurangi kehilangan emas yang masih terperangkap dalam batuan induk
+egiatan konsentrasi dilakukan tanpa kehilangan emas berlebihan
Meningkatkan kemampuan ekstraksi emas
Nroses kominusi ini terutama diperlukan pada pengolahan biih emas primer, sedangkan
pada biih emas sekunder biih emas merupakan emas yang terbebaskan dari batuan induk
yang kemudian terendapkan. -eraat li!erasi yang diperlukan dari masing?masing biih
untuk mendapatkan perolehan emas yang tinggi pada proses ekstraksinya berbeda?beda
bergantung pada ukuran mineral emas dan kondisi keterikatannya pada !atuan induk.
#roses kominusi ini dilakukan bertahap bergantung pada ukuran biih yang akan diolah,
dengan menggunakan 8
Re4ra$tory ore pro$essing, biih dipanaskan pada suhu "## ? ""#
#
<, biasanya
sekitar "# am sesuai dengan moisture. Nroses ini sekaligus mereduksi sulfur pada
batuan oksidis.
(rushing merupakan suatu proses peremukan ore ( biih ) dari hasil penambangan
melalui perlakuan mekanis, dari ukuran batuan tambang W*# $m menadi W"2,5 mm,
misalnya dengan menggunakan :oll <rusher, Ba& <rusher, <one <rusher, !tamp
Mill, dll.

Milling merupakan proses penggerusan lanutan dari $rushing,hingga men$apai
ukuran slurry dari hasil milling yang diharapkan yaitu minimal 1#4 adalah ?2##Z,
misalnya dengan menggunakan Cammer Mill, /all Mill, :od Mill, %is$ Mill , dll.


(on$entration 2 Konsentrasi
!etelah ukuran biih diperke$il, proses selanutnya dilakukan proses konsentrasi 0
pemekatan dengan memisahkan mineral emas dari mineral pengotornya, sehingga diperoleh
kadar biih tinggi. Nada endapan emas aluvial, biih hasil penggalian langsung memasuki
tahap ini tanpa tahap kominusi terlebih dahulu.
Nemekatan dapat dilakukan melalui dua teknik pemisahan, yaitu pemisahan se$ara fisis
dan pemisahan se$ara kimia 8
1 Rravity !eparation 0 Nemisahan gaya berat.
Nemisahan gaya berat ( gravity separation ), adalah proses pemisahan mineral yang
didasarkan atas perbedaan massa enis antara partikel biih dan partikel pengotor.
2 Proth Plotation 0 Nemisahan pengapungan.
Nengapungan buih ( froth flotation ) adalah proses pemisahan mineral menadi
biihdari pengotor dengan $ara mengapungkan biih ke permukaan melalui pengikatan
dengan buih.
1 "ra)ity separation 2 #emisahan gaya !erat
+onsentrasi 0 separasi dengan metode gravitasi memanfaatkan perbedaan
massa enis emas ( "S.3 ton0m3 ) dengan massa enis mineral lain dalam
batuan ( yang umumnya berkisar 2.1 ton0m3 ). Mineral pemba&a emas
biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral
ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan seumlah
ke$il mineral non logam. Mineral pemba&a emas uga berasosiasi dengan
endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pemba&a emas terdiri dari
emas nativ, elektrum, emas telurida, seumlah paduan dan senya&a emas
dengan unsur?unsur belerang, antimon, dan selenium. Emas asli mengandungi
antara 14 dan "#4 perak, tetapi biasanya kandungan tersebut lebih tinggi.
Elektrum sebenarnya enis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di
dalamnya V2#4. .pabila umlah perak bertambah, &arnanya menadi lebih
putih.
Metode gravitasi akan efektif bila dilakukan pada material dengan
diameter yang sama0seragam, karena pada perbedaan diameter yang besar
perilaku material ringan (massa enis ke$il) akan sama dengan material berat
( massa enis besar ) dengan diameter ke$il. 6leh karena itu dibutuhkan
proses S$reening and (lassi4ying 8
Rri--lies, non moved s$reens
Oibrating s$reens
!piral $lassifier
Nada proses ini menadi sangat penting untuk dilakukan dengan baik,
sebab dengan memilah ukuran biih hasil kominusi akan menyeragamkan
besaran umpan ( feeding ) ke proses konsentrasi. !edangkan biih yang masih
belum seragam ( lebih besar ) hasil pemilahan dikembalikan ke proses
sebelumnya yaitu kominusi.
Neralatan konsentrasi yang menggunakan prinsip gravitasi yang umum
digunakan pada pertambangan emas skala ke$il antara lain adalah 8
-ulang ( panning ), adalah alat konsentrat emas yang
menggunakan prinisp gravitasi paling sederhana.
Nalong ( Slui$e %o3 ) lebih banyak digunakan karena
mempunyai effisiensi yang sama dengan peralatan konsentrasi
yang lain namun mempunyai konstruksi yang lebih sedarhana
dari pada spiral konsentrator, mea goyangdan ig, serta
dapat memproses lebih banyak biih per hari daripada dulang.
Spiral <on$entrator mampu memisahkan logam berat pada
kisaran ukuran 3 mm hingga 35 mi$ron ( ( ? 2## mesh ).
Mea goyang 5 shaking ta!le 6 efektif memisahkan emas dari
batuan oLydis pada 2## mi$ron, batuan sulfidis *## mi$ron,
dan silika ".### mi$ron.
1igs, merupakan alternatif konsentrator yang mudah
dioperasionalkan, !e$ara umum dapat beralan efektif pada
ukuran terbesar 2 $m dan yang terke$il "# mesh.
Casil dari proses ini berupa konsentrat yang mengandung biih emas
dengan kandungan yang besar, dan lumpur pen$u$ian yang terdiri atas
mineral?mineral pengotor pada biih emas. +onsentrat emas selanutnya diolah
dengan proses ekstraksi.
2* Froth Flotation 2 #emisahan pengapungan
Froth Flotation 0 Nengapungan buih yaitu pemisahan biih emas dari pengotor
dengan $ara mengapungkan biih ke permukaan melalui pengikatan dengan buih dengan
menggunakan bahan kimia tertentu dan udara. !elain pemisahan biih emas, prosess ini
banyak dipakai untuk beberapa biih seperti <u, Nb, Yn, .g, dan 'i.
5eknik pengeraannya dilakukan dengan $ara menghembuskan udara ke dalam
butiran mineral halus ( telah mengalami proses $rushing ) yang di$ampur dengan air dan -at
pembuih. /utiran mineral halus akan terba&a gelembung udara ke permukaan, sehingga
terpisahkan dengan materi pengotor ( gangue ) yang tinggal dalam air ( tertinggal pada bagian
ba&ah tank penampung ). Nengikatan butiran biih akan semakin efektif apabila ditambahkan
suatu 7at $olle$tor.
Nrinsip dasar pengikatan butiran biih oleh gelembung udara berbuih melalui molekul
$olle$tor adalah 8
/utiran -at yang mempunyai permukaan hidrofilik akan terikat air sehingga akan
tinggal pada dasar tank penampung.
/utiran -at yang mempunyai permukaan non?polar atau hidrofob akan ditolak air, ika
ukuran butirannya tidak besar, maka akan naik ke permukaan dan terikat gelembung
udara.
+ebanyakan mineral terdiri dari ion yang mempunyai permukaan hidrofil, sehinga
partikel tersebut dapat diikat air. %engan penambahan -at $olle$tor, permukaan mineral yang
terikat molekul air akan terlepas dan akan berubah menadi hidrofob. %engan demikian uung
molekul hidrofob dari $olle$tor akan terikat molekul hidrofob dari gelembung, sehingga
mineral ( biih ) dapat diapungkan. Molekul $olle$tor mempunyai struktur yang mirip dengan
detergen.
Metoda ini digunakan di beberapa industri pertambangan dengan menggunakan
reagen utama 8anthate sebagai (olle$tor ( misalnya 8 potassium amyl Lanthate,
<
5
C
""
6<!
2
+ ), #ine 0il sebagai Frother dan $ampuran bahan kimia organik lainnya
sebagai p/ Modi4iers. :eagents yang digunakan untuk pengapungan pada umumnya tidak
bera$un, yang berarti bah&a biaya pembuangan limbah 0 tailing menadi rendah.
+euntungan lain dari proses pengapungan adalah pada umumnya $ukup efektif pada
biih dengan ukuran yang $ukup kasar ( 21 mesh ) yang berarti bah&a biaya penggilingan
biih dapat diminimalkan. Proth Plotation sering digunakan mengkonsentrasi emas bersama?
sama dengan logam lain seperti tembaga, timah, atau seng. Nartikel emas dari batuan oLydis
biasanya tidak merespon dengan baik namun efektif terutama bila dikaitkan dengan emas
sulfida seperti pyrite.

E3tra$tion 2 Ekstraksi
ELtraksi emas dalam skala industri yang paling umum dilakukan yaitu 8
;i9uation !eparation
.malgamasi
!ianidasi
I* .i9uation Separation 2 pen$airan
Nemisahan pen$airan ( li9uation separation ), adalah proses pemisahan yang
dilakukan dengan $ara memanaskan mineral di atas titik leleh logam, sehingga $airan logam
akan terpisahkan dari pengotor. Dang menadi dasar untuk proses pemisahan metode ini,
yaitu 8
%ensity ( berat enis )
Melting point ( titik $air )
<ontoh 8 memisahkan emas dan perak
5itik $air emas pada suhu "#(*."1
o
<, sedangkan titik $air perak pada suhu S(".31
o
<.
)ni artinya perak akan men$air lebih dulu dari pada emas. 'amun untuk benar?benar terpisah,
maka perak harus menunggu emas men$air "##4.
+emudian bila dilihat dari berat enisnya, maka !erat enis emas $air sebesar "3.3"
gram per $m
3
sedangkan berat enis perak sebesar S.32 gram per $m
3
. Cal ini berarti berat
enis emas lebih besar dari pada berat enis perak.
%ari hukum alam fisika, maka bila ada dua enis -at $air yang berbeda dan memiliki
berat enis yang berbeda pula, maka -at $air yang memiliki berat enis lebih ke$il dari -at
satunya, ia akan mengapung. %engan demikian, $airan perak akan terapung diatas lapisan
$airan emas, seperti halnya $airan minyak mengambang diatas lapisan air. %ari sana, perak
dipisahkan dari emas, sampai tidak ada lagi perak yang terapung. %engan metode akan
dihasilkan .u bullion dan .g bullion.
II* Amalgamasi
.malgamasi merupakan proses ekstraksi emas dengan $ara men$ampur biih emas
dengan merkuri ( Cg ). Nroduk yang terbentuk adalah ikatan antara emas?perak dan merkuri
yang dikenal sebagai amalgam ( .u Cg ). Merkuri akan membentuk amalgam dengan
semua logam ke$uali besi dan platina.
Nenggunaan raksa alloy atau amalgam pertama kali pada "121, meskipun
penggunaan se$ara luas teknik baru ini di$egah karena sifat air raksa yang bera$un. !ekitar
"1S5 eksperimen yang dilakukan oleh RO /la$k menunukkan bah&a amalgam aman
digunakan, meskipun "## tahun kemudian ilmu&an masih diperdebatkannya.
Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dan
murah, namun demikian amalgamasi akan efektif pada emas yang terliberasi sepenuhnya
maupun sebagian pada ukuran partikel yang lebih besar dari 2## mesh ( #.#3* mm ) dan
dalam membentuk emas murni yang bebas ( free native gold ). 5iga bentuk utama dari
amalgam adalah .uCg2, .u2Cg and .u3Cg.
Nroses amalgamasi merupakan proses kimia fisika, apabila amalgamnya dipanaskan,
maka akan terurai menadi elemen?elemen yaitu air raksa dan !ullion emas. .malgam dapat
terurai dengan pemanasan di dalam sebuah retort, air raksanya akan menguap dan dapat
diperoleh kembali dari kondensasi uap air raksa tersebut. !ementara .u?.g tetap tertinggal di
dalam retort sebagai logam.
5ahapan amalgamasi se$ara sederhana sebagai berikut 8
". !ebelum dilakukan amalgamasi hendaknya dilakukan proses kominusi dan
konsentrasi gra)itasi, agar men$apai deraat li!erasi yang baik sehingga
permukaan emas tersingkap.
!aat penggerusan, kondisi yang perlu diperhatikan adalah umlah (volume)
media penggerus, ke$epatan putar barel (gelundung), persentase padatan dalam pulp,
dan lamanya penggerusan. Oolume media penggerus dapat diatur sehingga media
penggers mengisi barel0gelundung sedikit diats setengah isi barel0gelundung.
+e$eptan putar yang sedemikian rupa menyebabkan media penggerus tidak bergerak
di bagian ba&ah gelundung saa tetappi uga pada suatu posisi se&aktu berputar
media penggerus diberikan kesempatan untuk atuh. +arena ukuran gelundung dapat
dihitung dengan rumus8
'K #"$2S%&
%imana 'K ke$epatan putar kritis (putaran permenit), !K diameter gelundung,
dan sK diameter media penggerus (! dan sdinyatakan dalam satuan kaki, " kakiK "2
in$iK 3#,*1 m). adi apabila diameter geluindung adalah "2 in$i dan diameter media
penggerus adalah 2 in$i, maka ke$epatan putar kritisnya adalah 5S putaran permenit.
%alam penggerusan, pulp sebaiknya terdiri atas (#?3#4 padatan dan sisanya air.
;amanya penggerusan bergntung pada kekerasan batuan atau biih. Nenggerusanyang
telalu lama tidak efisien.
.lat untuk penggerusn dikenal dengan nama ball mill dan rod mill. .lat ini
seharusnya memakai liner, pelapisan barel di bagaian dalam yang bergelombang.
Nermukaan bergelombang ydimaksudkan untuk membantu mengangkat media
penggerus se&aktu barel berputar dan untuk men$egah selip diantara media
penggerus. ;ineer biasanya terbuat dari paduan ba, dan se&aktu?&aktu dapat dilepas
untuk diganti apabila telah aus. Media penggerus bias berbentuk bola atu batangan.
%iameter bola atu batnag penggerus berkisar antara "?( in$i. /ergantung pada ukuran
barel atau gelundung, yang bervariasi antara "1 in$i L 2* in$i sampai sebesar * kakiL
( kaki (dikaitkan dengan ukuran gelundung yang biasa digunakan dalam tahap
amalgasi).
2. Nada hasil konsentrat akhir yang diperoleh ditambah merkuri ( amalgamasi )
dilakukan selama 7 " am
3. Casil dari proses ini berupa amalgam basah ( pasta ) dan tailing. .malgam basah
kemudian ditampung di dalam suatu tempat yang selanutnya didulang untuk
pemisahan merkuri dengan amalgam
*. 5erhadap amalgam yang diperoleh dari kegiatan pendulangan kemudian dilakukan
kegiatan pemerasan ( s9uee7ing ) dengan menggunakan kain parasut untuk
memisahkan merkuri dari amalgam ( 4iltrasi ). Merkuri yang diperoleh dapat dipakai
untuk proses amalgamasi selanutnya. Bumlah merkuri yang tersisa dalam amalgan
tergantung pada seberapa kuat pemerasan yang dilakukan. .malgam dengan
pemerasan manual akan mengandung (# 3# 4 emas, dan amalgam yang disaring
dengan alat sentrifugal dapat mengandung emas sampai lebih dari 1# 4.
". Retorting yaitu pembakaran amalgam untuk menguapkan merkuri, sehingga yang
tertinggal berupa alloy emas.
Ekstraksi Amalgamasi yang !aik '
". ;okasi ekstraksi biih harus terpisah dari lokasi kegiatan penambangan.
2. %ilakukan pada lokasi khusus baik untuk amalgamasi untuk meminimalkan penyebab
pen$emar bahan berbahaya akibat peresapan kedalam tanah, terba&a aliran air
permukaan maupun gas yang terba&a oleh angin.
3. %ilengkapi dengan kolam pengendap yang berfungsi baik untuk mengolah seluruh
tailing hasil pengolahan sebelum dialirkan ke perairan bebas.
*. ;okasi pengolahan biih dan kolam pengendap diusahakan tidak berada pada daerah
banir.
5. Cindari pengolahan dan pembuangan tailing langsung ke sungai.

III* Sianidasi
.ea$hing Sianida adalah proses pelarutan selektif oleh sianida dimana hanya logam?
logam tertentu yang dapat larut, misalnya .u, .g, <u, Yn, <d, <o dan lain?lain.
Ekstraksi emas dengan menggunakan lea$hing sianida ditemukan pertama kali oleh
B. !. Ma$ .rthur di Rlasgo&, !$otland tahun "113, dan sekarang telah dipakai sebagian besar
produksi emas dunia. Talau sesungguhnya banyak li3i)iants ( lea$hing agen ) lainnya yang
dapat digunakan, antara lain 8
/romides ( .$id and .lkaline )
<hlorides
5hiourrea 0 5hio$arbamide ( <C
*
'
2
! )
5hiosulphate ( 'a
2
!
2
6
3
)
)odium?)odida
Nroses !ianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan 0 pelindian
( lea$hing ) dan proses pemisahan emas ( re$overy ) dari larutan kaya. Nelarut yang biasa
digunakan dalam proses $yanidasi adalah Sodium (yanide ( &a(& ),#otassium
(yanide ( K(& ) , (al$ium (yanide = (a5(&6
2
>, atau Ammonium (yanide ( &/
4
(& ).
Nelarut yang paling sering digunakan adalah 'a<', karena mampu melarutkan emas lebih
baik dari pelarut lainnya.
.da banyak teori tentang pelarutan emas mulai dari 5eori 6ksigen Elsner, 5eori
Cidrogen Banin, 5eori Cidrogen Neroksida /odlanders, 5eori korosi /oonstra, sampai 5eori
Nembuktian +inetika dari Cabashi. 5eori yang paling banyak dipakai adalah 5eori 6ksigen
Elsner dan Nembuktian +inetika Cabashi.
5eori 6ksigen Elsner, reaksi pelarutan .u dan .g dengan sianida adalah sebagai berikut 8
*.u 7 1<'
?
7 6
2
7 2 C
2
6 2 *.u(<')
2
?
7 *'a6C
?
*.g 7 1<'
?
7 6
2
7 2 C
2
6 2 *.g(<')
2
?
7 *'a6C
?
5eori Nembuktian +inetika ( Cabashi. "S3# ), reaksi pelarutan .u dan .g adalah sebagai
berikut 8
2.u 7 *<'
?
7 6
2
7 2 C
2
6 2 2.u(<')
2
?
7 26C
?
7 C
2
6
2
2.g 7 *<'
?
7 6
2
7 2 C
2
6 2 2.g(<')
2
?
7 26C
?
7 C
2
6
2
Mekanisme reaksi ini adalah mekanisme elektrokimia.
Talaupun penggunaan metode ini sama halnya dengan metode ekstraksi yang lain
yang masih memiliki potensi dampak berupa efek bera$unnya bagi pekera dan lingkungan,
ekstraksi emas dengan menggunakan metode lea$hing sianida saat ini telah menadi proses
utama ekstraksi emas dalam skala industri, karena metode ini mena&arkan tehnologi yang
lebih efektif dan efisien, antara lain adalah 8
/eap lea$hing ( pelindian tumpukan ) 8 pelindian emas dengan $ara menyiramkan
larutan sianida pada tumpukan biih emas ( diameter biih W "# $m ) yang sudah
di$ampur dengan batu kapur. .ir lindian yang mengalir di dasar tumpukkan yang
kedap kemudian di kumpulkan untuk kemudian dilakukan proses berikutnya.
Efektifitas ekstraksi emas berkisar 35 (5 4
:AT lea$hing ( pelindian rendaman ) 8 pelindian emas yang dilakukan dengan $ara
merendam biih emas ( diameter biih W 5 $m ) yang sudah di$ampur dengan batu
kapur dengan larutan sianida pada bak kedap. .ir lindianyang dihasilkan kemudian
dikumpulkan untuk dilakukan proses berikutnya. Nroses pelindian berlangsung antara
3 3 hari dan setelah itu tangki dikosongkan untuk pengolahan biih yang baru.
Efektifitas ekstraksi emas berkisar *# 3# 4
.gitated tank lea$hing ( pelindian adukan ) 8 pelindian emas yang dilakukan dengan
$ara mengaduk biih emas yang sudah di$ampur dengan batu kapur dengan larutan
sianida pada suatu tangki dan diaerasi dengan gelembung udara. ;amanya
pengadukan biasanya selama 2* am untuk menghasilkan pelindian yang optimal. .ir
lindian yang dihasilkan kemudian dikumpulkan untuk kemudian dilakukan proses
berikutnya. Efektifitas ekstraksi emas dapat men$apai lebih dari S# 4.
5ank lea$hing ( tong pengolahan emas ) dapat menggunakan beberapa model,
selain model tangki silinder dilengkapi propeler sebagai agitator ( pengaduk ), dapat
pula menggunakan tong keru$ut dengan menggunakan tenaga angin dari kompresor
sebagai aerator sekaligus agitator.
5ong pengolahan emas model keru$ut dapat terbuat dari plat besi dengan rangka besi
sebagai penyangga sehingga posisi tong menulang tinggi.
.tau membuat sumur yang dengan konstruksi bata daan semen atau dilapisi terpal
plastik agar kedap air.
"0.- RE(0:ER;
Daitu proses pemisahan emas ( gold re$o)ery ) dari larutan kaya 0 N;! ( Nregnant
;i9uid !olution ).
#emisahan logam emas dari larutannya< dilakukan dengan $ara '
=* >in$ pre$ipitation re$o)ery
Metode pengendapan dengan menggunakan serbuk Yn ( >in$ pre$ipitation ) pertama
kali dikenalkan oleh !ulman and 5eed ( "1S5 ). %asar penggunaan metode ini adalahafinitas
elektron logam -in$ auh lebih tinggi dari pada logam emas dan perak, maka logam emas dan
perak akan mengendap dan digantikan oleh -in$ yang larut.
:eaksi yang teradi adalah sebagai berikut 8
2 Yn 7 2 'a.u(<')
2
7 * 'a<' 72 C
2
6 2 2 .u 7 2 'a6C 7 2 'a
2
Yn(<')* 7 C
2
2 Yn 7 2 'a.g(<')
2
7 * 'a<' 72 C
2
6 2 2 .g 7 2 'a6C 7 2 'a
2
Yn(<')* 7 C
2
Nenggunaan serbuk seng ( >in$ dust ) merupakan salah satu $ara yang efektif untuk
larutan yang mengandung konsentrasi emas yang sangat halus mulai dari beberapa mi$ron
hingga 5# mi$ron. !erbuk seng ?2## mesh yang ditambahkan ke dalam 7in$ !o3 berisi
larutan kaya, akan mengendapkan logam emas dan perak dalam bentuk ikatan seng emas
yang ber&arna hitam. !elain ser!uk seng ( -in$ dust ), varian 0 bentuk seng lainnya yang
dapat digunakan yaitu 7in$ noodle atau 7in$ 4oil.
Nrinsip pengendapan ini mendasarkan deret (lenel, yang disusun berdasarkan
perbedaan urutan aktivitas elektro kimia dari logam?logam dalam larutan $yanide, yaitu 8 ;i,
+, /a, <a, 'a, Mg, .l, Yn, <r, Pe, <d, <o, 'i, !n, Nb, !b, /i, <u, Cg, .g, Nt, .u
!etiap logam yang berada disebelah kiri dari ikatan kompleks sianidanya dapat
mengendapkan logam yang digantikannya. Badi sebenarnya tidak hanya Yn yang dapat
mendesak .u dan .g, tetapi <u maupun .l dapat uga dipakai, tetapi karena harganya lebih
mahal maka lebih baik menggunakan Yn.
Nroses pengambilan emas?perak dari larutan kaya dengan menggunakan serbuk Yn ini
disebut @#roses Merill (roweA.
Nroses selanutnya dilakukan penambahan asam sulfat ( C
2
!6
*
) pada endapan
tersebut yang akan melarutkan !eng dan meninggalkan emas sebagai residunya. ,ntuk
meningkatkan perolehan emas dari proses merill $ro&e dilakukan dengan $ara melebur emas
yang di$ampur dengan boraL dan sili$eous fluLing agent pada temperatur ".2##
o
<.
2* (ar!on adsorption re$o)ery
Daitu proses adsorpsi emas?perak dengan menggunakan karbon aktif.
%alam sianidasi dengan karbon, biih emas dilumat menadi bubur dan emasnya dilarutkan
dalam larutan sianida. +emudian ditambahkan kar!on akti4 untuk mengadsorpsi ion?ion
kompleks emas. :eaksinya 8
2.u (<')
2
?
7 <a
27
7 2< 2 <a=<?.u(<')
2
>
2
2.g (<')
2
?
7 <a
27
7 2< 2 <a=<?.g(<')
2
>
2

.da beberapa variasi proses pada karbon adsorption termasuk 8
<arbon?)n?Nulp ( <)N )
<arbon?)n?;ea$h ( <); )
<arbon?ln?<olumn ( <)< )
+arbon aktif dapat digunakan pada larutan kaya yang sudah ernih melalui kolom
( <arbon ln <olumn?<)< ) maupun pada tangki pelindian, baik itu dengan $ara
menggantungkan karbon yang terletak pada kantong permeable ( <arbon )n ;ea$h?<); )
maupun dengan men$ampurkan karbon aktif langsung pada bubur $ampuran biih (<arbon )n
Nulp?<)N ).
%engan kemampuan ekstraksi emas berkisar 15 S1 4, pada umumnya metode <)N
dan <); digunakan untuk bii dengan grade tinggi. 'amun ada beberapa kelemahan <);
dibandingkan dengan <)N. Nroses <); $enderung kurang efisien, dalam hal pemulihan emas,
dibandingkan konvensional ke lea$h?rute <)N ( %avidson, "S11 ). +arbon akan memuat 2#
sampai 3#4 lebih sedikit dibandingkan dengan <)N, yang berarti <); yang memerlukan yang
lebih besar persediaan karbon dalam proses mengikat emas.
Nroses selanutnya dilakukan pemisahan emas dari karbon yang dapat dilakukan dengan
beberapa $ara 8
' Roasting, membakar karbon yang mengandung emas sehingga yang akan tertinggal berupa
abu dan logam emas.<ara ini paling sederhana namun bila terdapat kandungan merkuri dalam
karbon tersebut akan menghasilkan asap merkuri yang bera$un yang akan membayakan
penambang dan lingkungan.
b. Elution, merupakan proses desorpsi emas?perak dari karbon.
!etelah dilakukan pen$u$ian dengan asam ( .$id &ash ) dengan menggunakan
C<; 34 dengan temperatur kamar selama *?5 menit untuk menghilangkan kotoran
dan senya&a inorganik seperti <6
3
2?
( karbonat ) yang ikut teradsorpsi pada
permukaan karbon. :eaksi pen$u$ian dengan asam 8
<a<6
3
7 2C<l 2 <a
27
7 2<l
?
7 <6
2
7 C
2
6
2<a=<?.u(<')
2
?>
2
7 *C
7
2 2<a
27
7 2=<?.u(<')
2
?>7 *C<'
.sam lain uga bisa digunakan missal 8 C'6
3
hanya saa karena lebih
oksidatif maka harus di perhatikan benar penggunaannya agar karbon ( < ) tidak
teroksidasi menadi <6
2
.
!etelah di$u$i dengan air bersih, lalu dengan $ara merendam karbon ( $ar!on
stripping ) tersebut pada larutan yang mengandung 'a6C 34 dan 'a<' 34 dan
dipanaskan sampai mendekati temperatur didih air ( 1# S#
o
< ) pada tangki baa
( stainless steel ) selama paling tidak 2 hari untuk melepaskan .u?.g dari karbon.
:eaksi pelepasan .u?.g 8
<?.u(<')
2
? 7 'a<' 2 'a
7
7.u (<')
2
? 7<
<?6C 7 6C
?
2 <?6? 7 C
2
6
/eberapa alternatif komposisi Stripping Solution lainnya 8
;arutan hasil proses ini kemudian diolah dengan proses merill $ro&e di atas
atau dengan $ara ele$tro&inning. !edangkan karbon yang masih kasar ( diameter V "
mm ) dapat digunakan kembali untuk proses penyerapan sampai 5 kali. ;ebih dari itu
karbon perlu diaktifkan kembali ( reaktivasi karbon ) dengan $ara di$u$i dengan asam
klorat ( C<l ) panas (15
o
<) dan dilanutkan dengan pemanggangan pada temperatur
(5#
o
s0d 35#
o
<.
,* Ele$trowinning
Ele$tro&inning adalah proses elektrokimia yaitu proses pengendapan logam pada
kutub katoda menggunakan arus listrik yang mengalir dalam larutan elektrolit ( hasil dari
pelarutan ), hasil yang diperoleh pada kutub katoda adalah lumpur logam emas dan perak
yang disebut cake yang dapat langsung dilebur ( smelting ).
Ele$tro&inning adalah $ara terbaru dan paling efesien digunakan dalam ekstraksi
emas dan perak yang terdapat di air kaya 0 N;! ( #regnant .i9uid Solution )dengan prinsip
elektrolisa ( reaksi redoks ) dalam sebuah kompartemen. Nroses ini melibatkan penggunaan
larutan alkali sianida sebagai elektrolit dalam suatu sel sebagai anoda dan katoda antara lain
dapat menggunakan 8
:eaksi sel yang teradi adalah 8
.noda 8 26C
?
2 6
2
7 C
2
6 7 2e
?
+otoda 8 2.u(<')
2
?
7 2e
?
2 2.u 7 *<'
?
6verall 8 2.u(<')
2
?
7 26C
?
2 2.u 7 6
2
7 C
2
6 7 *<'
?
Nada proses ele$tro&inning akan melepaskan gas C
7
membuat pC menadi turun
sehingga berisiko mengasilkan gas C<'. Ras ini sangat berbahaya dan bersifat korosif
terhadap anoda, untuk itu larutan alkali sianida harus diaga pada pC "2,5.

REFI&I&" 2 #emurnian
Re4ining, yaitu melakukan pengolahan logam kotor melalui proses kimia agar
diperoleh tingkat kemurnian tinggi dengan tahapan sebagai berikut 8
". SME.TI&" ( pele!uran ) adalah proses reduksi biih ( abu hasil roasting atau $ake hasil
ele$tro&inning ) pada suhu tinggi ( ".2##
o
< ) hingga mendapatkan material lelehan.
%engan menambahkan Flu3 4ormula, salah satunya %ora3 + Sodium %orate ( 'a
2
/
*
6
3
.
"#C
2
6 ) sebagai bahan kimia tambahan untuk proses smelting. Pungsi boraL dalam proses
smelting yaitu mengikat kotoran penggangu selain logam ( slag 0 terak ). !ehingga ketika
men$air, matte 5 logam lelehan 6 akan berada di ba&ah sedangkan bagian atas disebut slag 0
terak yang ditangkap oleh silika berupa sema$am ka$a yang mudah untuk dipe$ahkan.
Nroduk reduksi selama proses pelelehan disebut -ore !ullion 5Au+Ag alloy6.
2. SI>E RE-U(TI0& ( Nenge$ilan ukuran ) yaitu mereduksi dore bullion (.u?.g alloy)
yang masih berukuran besar menadi butiran?butiran ke$il, sebelum diproses ke tahap parting.
)dealnya besaran butiran sekitar diameter 2?3 mm dengan kadar emas 2?@atau kurang. /ila
perlu dilakukan Auartering, yaitu menurunkan kadar emas dengan penambahan yang tepat
dari tembaga atau perak agar ter$apai kadar emas 254.
Nroses ini dilakukan berdasarkan proses perlakuan kimia untuk bahan fase padat yang
umumnya sangat dipengaruhi oleh luas permukaan dari bahan padat tersebut. !emakin luas
permukaannya, maka perlakuan kimia akan semakin baik. %imana luas permukaan dari suatu
bahan padat berhubungan erat dengan ukuran dari bahan tersebut, artinya semakin ke$il
ukuran dari bahan padat, maka permukaannya akan semakin luas.
3. #ARTI&", yaitu proses untuk memisahkan emas dengan perak dan logam dasar dari dore
bullion ( .u?.g alloy ) dengan larutan asam nitrat ( C'6
3
). %ipasaran kita dapat temukan
asam nitrat kadar (14.
Casil setelah perebusan terakhir, endapan yang ada sudah halus dan ber&arna $oklat
seperti bubuk kopi. Endapan ini merupakan !ullion emas ( Cigh .u /ullion ) dengankadar
emas men$apai S14, untuk hasil lebih baik dapat diproses dengan .9ua :egiaagar dapat
diperoleh kadar hingga SS.(4.
!edangkan air hasil bilasan yang ditampung diember dilanutkan pada proses
hydrometalurgi untuk diambil peraknya.
*. ME.TI&"* ,ntuk mendapatkan logam emas, endapan bullion emas ( Cigh .u /ullion )
selanutnya dilebur dengan penambahan boraL ( 'a
2
/
*
6
3
["#C
2
6 ). 5uuan pemakaian boraL
di sini adalah selain untuk mengikat kotoran yang masih ada, uga untuk menahan bullion
agar tidak beterbangan saat terkena hembusan dari blander nantinya.
!etelah bullion dilebur akan tampak menggumpal seperti gumpalan di dasar ko&i.
/iarkan dingin dahulu beberapa detik hingga membeku sebelum di$ongkel.
/ila menginginkan emas ber&arna kuning mengkilat, $aranya 8 dimasak dalam pan$i
yang dipanaskan hingga dua kali proses pemasakan dengan larutan yang terdiri dari 8
!alpeter 0 senda&a, dapat menggunakan kalium nitrat ( +'6
3
) atau kalsium nitrat
( <a('6
3
)2 ) sebanyak 2 4
5a&as sebanyak " 4,
'a<l sebanyak " 4,
.ir
Assaying dengan A9ua Regia
!ebelum dilakukan proses pengolahan emas dalam sekala ekonomi tentu diperlukan
langkah praproduksi melalui kaian yang mendalam dari berbagai aspek. !alah satu kaian
yang perlu dilakukan yaitu mengui kandungan mineral dari biih 0 batuan yang akan diolah.
Ekstraksi emas se$ara ekonomi dapat diperoleh dari nilai bii emas seke$il #,5
gr0".### kg ( #,5 ppm ) rata?rata dengan mudah digali, nilai bii emas khas dalam galian
tero&ongan terbuka yakni ",5 gr0".### kg ( " 5 ppm ), nilai bii emas dalam tanah atau
galian batu paling tidak 3 gr0".### kg ( 3 ppm ). 'amun untuk dapat melihat emas dengan
mata telanang biasanya dibutuhkan nilai bii emas 3# gr0".### kg ( 3# ppm ), oleh karenanya
emas tidak akan terlihat dalam kebanyakan galian emas.
!aat ini, tersedia banyak pilihan yang $anggih untuk menganalisa sampel batuan dan
mineral. 5ergantung pada hasil yang diperlukan, teknik seperti polari-ed $ahaya dan elektron
mikroskopiU difraksi L?ray, dan analisis kimia menggunakan berbagai metode spe$trometri$.
Nolari-ing mikroskopi adalah metode terbaik untuk mengidentifikasi dan memeriksa
mineral. %engan metode ini dapat diketahui informasi mengenai tekstur, struktur dan
mineralogi dari sampel. )ni adalah informasi yang digunakan selama pertambangan dan
pen$arian. !elain itu dapat pula menggunakan metode assaying, yaitu analisis kimia untuk
mengetahui kandungan emas atau mineral dari sampel batuan. ,ntuk mendapatkan analisa
yang detail perlu menggunakan teknik analisis terbaru seperti Pire .ssay, .tomi$ .bsorption
!pe$trometry (..!) , )ndu$ed <oupled Nlasma ()< ), dan massa spe$trometry.
%i ba&ah ini dielaskan metode assaying yang sederhana dan murah, namun memiliki
sensifitas yang $ukup memadai, yaitu menggunakan .9ua :egia.
,ntuk mengui kandungan emas dalam bii 0 batuan sbb. 8
". /atuan sample dihaluskan hingga Z2## mesh, dibutuhkan sample dari pit untuk grade
$ontrol sebanyak 5# gr sedangkan sample dari pro$ess plant yang berupa konsentrat
sebanyak 2# gr.
2. %engan menggunakan gelas ukur, buat .9ua :egia yaitu $ampuran 3 bagian C<;
( atau * bagian Muriati$ .$id ) ditambah " bagian C'6
3
, sebanyak * s0d 5 kali
volume batuan sample. ( * s0d 5 ml .9ua :egia per gram material ).
3. !iapkan a9uadest dalam labu erlenmeyer.
*. 5uang dengan hati?hati .gua :egia ke dalam labu erlenmeyer yang berisi a9uadest .
+omposisi a9uadest dengan .9ua :egia adalah " 8 ", tuuannya agar .9ua :egia
tidak terlalu bau namun masih $ukup reaktif.
5. Nanaskan .9ua :egia dengan suhu antara 15 s0d S#
#
<.
". Masukkan sedikit demi sedikit batuan yang telah dihaluskan tadi ke dalam .9ua
:egia sambil amati reaksi yang mun$ul dan biarkan minimal 3# menit. :eaksi
pelarutan emas dengan a9ua regia 8
.u 7 3C'6
3
7 *C<l K C.u<l
*
7 3'6
2
7 3C
2
6
2. !etelah didinginkan, saring untuk memisahkan larutan .9ua :egia dengan endapan.
3. ,ntuk mengui ada tidaknya kandungan emas, diteteskan NremiLed
B
( dapat dibuat
sendiri dengan menggunakan 54 !tannous <hloride 0 5in <hloride ( !n<l
2
) yang
dilarutkan dengan S54 C<; ) pada endapan hasil penyaringan, bila ber&arna
ungu ( disebut Purple of Cassius ) berarti ada emasnya.!tannous <hloride ( !n<l
2
)
merupakan reagen untuk mengetes emas yang sangat sensitif, dan mampu mendeteksi
hingga "# ppb.
". ,ntuk menetralkan residu C'6, tambahkan ,rea = <6('C
2
)
2
> ke dalam .9ua :egia
yang telah disaring, reaksinya 8
( C'6
3
7 5<6('C
2
)
2
K 1'
2
7 5<6
2
7 "3C
2
6
<aranya masukkan ,rea sedikit demi sedikit sampai reaksi gelembung putihnya
habis. %ari reaksi ini akan membuat asam nitrat menadi netral dan kondisi pC
berubah dari #," menadi pC ",#.
2. Masukkan 'atrium /isulphite dan amati reaksinya. !e$ara teori, setiap satu gram
emas membutuhkan ",1S gram 'atrium /isulphite. 'amun, harus ditambahkan lebih
banyak, sekitar ",5 kali lagi.
2C.u<l
*
7 2'aC!6
3
K 2.u 7 *C<l 7 'a
2
!6
*
7 !6
2

5unggu sekitar 3# menit, bila ada Nresipitat ( endapan lumpur ) &arna hitam
ke$oklatan, buang larutannya hingga tersisa Nresipitat saa dengan $ara disaring lalu
dibilas dengan destilled &ater. :eagen alternatif untuk mengganti 'atrium /isulphite
adalah !odium Metabisulfide ( !M/ ), 6Lali$ .$id, belerang, dan !ulphur %ioLide
atau <opperas ( Perrous !ulphate ).
3. !elanutnya tuang larutan amonia ( 3# ml .9ua .monia dilarutkan dalam "## ml air )
perlahan?lahan ke Nresipitat sampai pC 1. .nda akan mendapatkan endapan yang
disebut Rold Pulminating. Cati?hati dengan fulminan, angan sampai kering karena
Cighly ELplosive, /ahaya\
*. <u$i Nresipitat untuk menghilangkan kelebihan amonia. <u$i beberapa kali sampai
pC men$apai dekat 3.
5. Nresipitat hasil bilasan tinggal dilebur untuk membentuk bullion emas.
(AR%0& I& #U.# 5 (*I*#* 6

%e&asa ini, penyerapan dengan menggunakan karbon aktif banyak digunakan dalam
proses sianidasi pada skala industri pertambangan besar maupun pertambangan rakyat di
)ndonesia, khususnya pengolahan emas dengan Metode CARBON IN PULP*#engolahan
emas dengan Metode CARBON IN PULP ( CIP ) pertama kali diperkenalkan pada tahun
"S5", namun baru populer pada tahun "S33 setelah metode ini dipakai oleh Comestake
Minning <o.]s plant di ;ead, %akota !elatan, ,!.. +emudian menyebar luas ke negara?
negara .ndino ( negara?negara yang terletak di ka&asan pegunungan .lpen ) seperti Neru,
<hili, E9uador, <olumbia, Oene-uela dan menyebrang ke beberapa negara .frika.%i .sia,
penggunaan metode ini se$ara ke$il dimulai di Pilipina a&al tahun "S1#an yang kemudian
diadopsi di )ndonesia ( !ula&esi ,tara ) sekitar akhir "SSS.
Mengolah emas dengan metode <)N didasarkan kenyataaan bah&a emas dapat
membentuk senya&a kompleks dengan sianida. Nroses tahap a&alnya, emas yang masih
berupa ore ( biih ) ditambang pada suatu lokasi penambangan. 6re tersebut selanutnya
dihan$urkan hingga halus kemudian di$ampur dengan air ( disebut pulp ). Nulp lalu
dimasukan ke dalam tangki agitator, dan ditambahkan sianida ke dalamnya. !ianida inilah
yang akan membentuk senya&a kompleks emas+sianida yang nantinya akan diserap
oleh karbon aktif.
+arbon aktif yang dipergunakan dapat berasal dari arang batok kelapa, maupun arang
kayu atau batu bara. Dang paling banyak dipakai adalah kar!on akti4 granular dari arang
batok kelapa. ,ntuk kualitas baik, setiap kg karbon aktif memiliki daya adsorbsi emas hingga
1 "( g, namun kualitas karbon aktif yang tersedia dipasaran rata?rata hanya mampu
mengadsorpsi berkisar 2 5 g emas untuk setiap kg?nya.
Faktor+4aktor yang Mempengaruhi Ke!erhasilan #roses (*I*#*
Nroses pelindian dengan sianida atau proses $arbon in pulp ( <)N ) dapat dipengaruhi oleh
beberapa hal, yaitu 8
". Sianidasi *
Nelarut yang biasa digunakan dalam proses sianidasi adalah Sodium
(yanide ( &a(& ), #otassium (yanide ( K(& ) , (al$ium (yanide =(a5(&6
2
>,
atau Ammonium (yanide ( &/
4
(& ). 'amun pelarut yang paling sering digunakan
adalah 'a<', karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut lainnya.
Konsentrasi sianida ika terlalu rendah reaksinya tidak optimum sehingga emasnya
tidak terlarut menadi emas+sianida. Bika terlalu tinggi akan bereaksi terhadap logam
lain sehingga emas tidak banyak terserap oleh karbon aktif. !elain itu gunakan enis
sianida yang baik.
!ianida dapat bereaksi dengan unsur selain emas,seperti tembaga, besi, perak, dan
merkuri. +etika sianida bereakasi dengan -at tersebut, maka akan mengurangi sianida
yang tersedia untuk melarutkan emas. !ehingga terkadang diperlukan sianida yang
lebih banyak untuk melarutkan. /iih tembaga dengan mineral seperti mala$hite dan
a-urite menyebabkan masalah besar karena mineral tersebut bereaksi dengan $epat
dengan sianida.
6leh karenanya, perlu diaga kebutuhan ideal 4ree $yanide* Pree $yanide bukanlah
$yanide $onsumtion ( umlah sianida yang dipakai ) tetapi sianida yang masih bebas
( belum terikat dengan mineral lain ) dan belum berubah menadi !odium 5hio$yanate
( 'a!<' ). ,ntuk itu perlu diketahui berapa free $yanide ( <'P ), total $yanide
5 (&T 6, dan Sodium Thio$yanate?nya ( 'a!<' ).
Metode paling umum dipakai adalah dengan menggunakan titrasi Ag&0
,
di mana
reaksi yang teradi adalah 8
2+<' 7 .g'6
3
2 .g+<'
2
7 +'6
3
2'a<' 7 .g'6
3
2 .g'a<'
2
7 'a'6
3
,ntuk penelasan lebih lanut mengenai penggunaan metode titrasi free $yanide
( <'P ), total $yanide ( <'5 ), dan !odium 5hio$yanate?nya ( 'a!<' ) silahkan
klik di sini.
=* Alkalinity 5 p/ tinggi 6
+ondisi alkalin ( p/ tinggi 2 !asa ) saat berlangsungnya proses sianidasisangat
menentukan keberhasilan proses sianidasi. Nenggunaan alkalies seperti kalsium
oksida, akan men$egah dekomposisi dalam larutan sianida untuk membentuk gas
hidrogen sianida ( C<'.) Bika pC terlalu rendah 0 asam dapat menghasilkan gas
/(& yang mudah menguap akibat proses hidrolisis, sehingga konsentrasi $yanida
berkurang.
<'
?
(a9) 7 C
7
(a9) 2 C<'(g)
Bika pC terlalu tinggi akan menyebabkan proses sianidasi berlangsung lambat, hal ini
dikarenakan sianida menadi terlalu stabil dalam pulp. !elain itu dengan terlalu rendah
atau terlalu tinggi akan menyebabkan logam?logam lain akan larut dalam sianida yang
membentuk senya&a kompleks sehingga turut terserap oleh karbon aktif.
,ntuk membuat kondisi basa dengan pC "# ? "" gunakan kapur sebagai pCModifier.
+apur aktif 0 kapur tohor ( <a6 ) lebih reaktif menaikan pC sehingga kebutuhannya
sedikit. 'amun Kapur /ydroksida 0 kapur sirih ( <a6C ) uga dapat digunakan.
+etika memasukkan kapur hendaknya dilakukan di atas saringan 5# mesh agar
kotoran atau batuan kapur yang besar tidak ikut masuk dalam tong. !elain
kapur, p/ Modi4ier lainya adalah Soda Api 0 (ousti$ Soda 0 Sodium
/ydro3ide ( 'a6C ) atau !oda .bu ( 'a
2
<6
3
).
Nastikan pC "# ? "" untuk mengantisipasi agar 'a<' tidak berubah menadi gas
C<' yang sangat berbahaya ( dosis (# mg C<' dapat membunuh manusia ). %imana
pada kondisi pC S.3, konsentrasi sianida dapat berkurang hingga 5#4 karena
menguap menadi gas C<', bahkan sianida berubah menadi SS4 C<' pada pC 3.
!elain gas ini sangat berbahaya tentu mengurangi umlah 'a<' yang larut dalam
pulp 0 slurry sehingga kemampuannya untuk melarutkan emas uga berkurang.
Nengukuran kondisi pC dapat diukur dengan beberapa $ara. !e$ara kualitatif pC dapat
diperkirakan dengan kertas ;akmus ( ;itmus ) atau kertas indikator pC. !e$ara
kuantitatif pengukuran pC dapat digunakan elektroda potensiometrik. Elektroda ini
memonitor perubahan voltase yang disebabkan oleh perubahan aktifitas ion hidrogen (
C7 ) dalam larutan. Elektroda pC yang paling modern terdiri dari kombinasi tunggal
elektroda referensi ( referen$e ele$trode ) dan elektroda sensor ( sensing ele$trode )
yang lebih mudah dan lebih murah daripada elektroda tepisah. Elektroda kombinasi
ini mempunyai fungsi yang sama dengan elektroda pasangan.
=* -issol)ed 03ygen 5 0ksigen terlarut 6
5elah terbukti bah&a tingkat pembubaran emas dalam larutan sianidaberbanding lurus
dengan umlah oksigen hadir. .ir normal memiliki oksigen terlarut 1?S ppm yang ada
di dalamnya. Bika oksigen ini digunakan oleh reaksi lainnya, mungkin diperlukan
untuk aerate solusi, merangsang oksigen ke dalamnya, untuk memper$epat reaksi.
6ksigen dari udara adalah agen pengoksidasi untuk memisahkan emas dalam suatu
larutan sianida. 6ksigen memainkan peran penting dalam proses lea$hing. Nada
umumnya semakin tinggi oksigen maka reaksi uga semakin $epat.
5etapi ternyata berdasarkan teori limiting rate didapatkan bah&a perbandingan
sianida dan oksigen dalam larutan adalah tetap yaitu ( ( enam ). !ehingga ika sianida
berlebih maka yang menentukan ke$epatan reaksi adalah kelarutan oksigen, demikian
pula sebaliknya.
Nenggunaan /idrogen peroksida ( C
2
6
2
) dalam larutan sianida telah dideteksi di
mana emas dapat terpisah se$ara $epat, dan observasi ini menunukkan bah&a
beberapa emas kemungkinan terpisah melalui sepasang reaksi yang melibatkan
pembentukan pertama hidrogen peroksida 8
2.u 7 *<'
?
7 6
2
7 C26 2 2=.u(<')2>
?
7 26C
?
7 C
2
6
2
;alu hidrogen peroksida bereaksi dengan beberapa emas dan sianida.
2.u 7 *<'
?
7 C
2
6
2
2 2=.u(<')2>
?
7 26C
?

A&A.ISIS 0KSI"E& TER.ARUT 5 -0 6
6ksigen terlarut dapat dianalisis atau ditentukan dengan 2 ma$am $ara, yaitu 8
a* Metoda titrasi dengan $ara CI&K.ER
Metoda titrasi dengan $ara T)'+;E: se$ara umum banyak digunakan untuk
menentukan kadar oksigen terlarut. Nrinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri.
%engan menggunakan botol &inkler, diperlukan air sampel sebanyak 3## ml atau (#
ml. 5idak boleh ada udara yang terperangkap dalam botol, $aranya botol sampel harus
berada di ba&ah permukaan air. .gar tidak ada gelembung udara yang terebak, isi
penuh dengan air hingga meluber saat ditutup. +emudian sampel yang akan dianalisis
terlebih dahulu ditambahkan larutan Mn<l
2
den 'a#C ? +), sehingga akan teradi
endapan Mn#
2
. %engan menambahkan C
2
!6
*
atan C<l maka endapan yang teradi
akan larut kembali dan uga akan membebaskan molekul iodium ( )
2
) yang ekivalen
dengan oksigen terlarut. )odium yang dibebaskan ini selanutnya dititrasi dengan
larutan standar 'atrium 5hiosulfat ( 'a
2
!
2
#
3
) dan menggunakan indikator larutan
amilum ( kani ). :eaksi kimia yang teradi dapat dirumuskan sebagai berikut 8
Mn<)
2
7 'a6C 2 Mn(6C)
2
7 2 'a<)
2 Mn(6C)
2
7 6
2
2 2 Mn6
2
7 2 C
2
#
Mn6
2
7 2 +) 7 2 C
2
6 2 Mn(6C)
2
7 )
2
7 2 +6C
)
2
7 2 'a
2
!
2
<
3
2 'a
2
!
*
6
(
7 2 'a)
!* Metoda elektrokimia
<ara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah $ara langsung
untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat -0 meter. Nrinsip keranya adalah
menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam
dalarn larutan elektrolit. Nada alat %6 meter, probe ini biasanya menggunakan katoda
perak ( .g ) dan anoda timbal ( Nb ). !e$ara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan
membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. :eaksi kimia yang
akan teradi adalah 8
+atoda 8 6
2
7 2 C
2
6 7 *
?
2 *C6
?
.noda 8 Nb 7 2 C6
?
2 Nb6 7 C
2
6 7 2e
?
.liran reaksi yang teradi tersebut tergantung dari aliran oksigen pada katoda. %ifusi
oksigen dari sampel ke elektroda berbanding lurus terhadap konsentrasi oksigen
terlarut. Nenentuan oksigen terlarut ( %6 ) dengan $ara titrasi berdasarkan metoda
CI&K.ER lebih analitis apabila dibandingkan dengan $ara alat %6 meter. Cal yang
perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya,
standarisasi larutan 5hiosulfate dan pembuatan larutan standar +alium /i$hromate
yang tepat. %engan mengikuti prosedur penimbangan kaliumbikromat dan
standarisasi tiosulfat se$ara analitis, akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut
yang lebih akurat. !edangkan penentuan oksigen terlarut dengan $ara %6 meter,
harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa. Neranan suhu dan
salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan $ara %6
meter. %isamping itu, sebagaimana la-imnya alat yang digital, peranan kalibrasi alat
sangat menentukan akurasinya hasil penentuan.
". Kar!on akti4.
%i ba&ah ini adalah spesifikasi yang perlu diperhatikan dalam memilih karbon aktif
untuk adsorbsi emas 8
". Cardness0attrition resistant
2. .$tivity
3. 5otal gold $apasity adsorption
*. !hape and si-e distribution
5. .sh $ontent
(. /ulk %ensity
3. Moisture
1. !urfa$e area
S. 4?<arbon 5etra$hloride ( <5< 0 <<l* )
"#. 4?&0&t /en-ene adsorption
Kar!on akti4 yang berkualitas baik sangat menentukan hasil produksi emasyang
diperoleh. +arbon aktif yang baik memiliki 8 struktur pori?pori yang alami, tingkat
ketahanan yang tinggi ( higher resisten$e ) terhadap gesekan, tingkat kekerasan yang
tinggi ( higher hardness ) dan bentuk yang seragam serta memiliki <5< yang $ukip
tinggi. !ebab ika menggunakan karbon aktif yang memiliki <5< rendah, emas yang
terabsopsi dalam karbon aktif akan mudah terlepas lagi saat proses pen$u$ian karbon 0
botoyong. <5< yang disarankan sebaiknya 5#4?(#4. ,ntuk menghasilkan karbon
<5< tinggi harus menggunakan kiln yang berputar dan datar serta kontrol temperatur
yang akurat. +arbon yang belum melalui proses kiln biasanya hanya memiliki <5<
"# ? 2# 4. Cendaknya teliti dalam memilih karbon aktif karena se$ara kasat mata kita
tidak dapat membedakan mana karbon aktif yang memiliki <5< rendah dan mana
yang <5< nya tinggi, untuk itu disarankan untuk menggunakan karbon aktif yang
diketahui elas asal usul pabriknya dan sistem aminan kualitasnya untuk menghindari
karbon aktif yang memiliki <5< rendah. /iasanya dalam metode <)N
menggunakan kar!on akti4 granular dengan ukuran (L"2 atau (L"( mesh,
sedangkan ukuran (L"( atau "2L3# mesh digunakan dalam metode <)<. +onsentrasi
penggunaan karbon dalam metode <)N adalah "#?25 gram per liter pulp ( #.5 sampai
",24 karbon dari volume ).
=* 0re 2 rep*
+onsentrasi emas dalam ore sangat menentukan hasil produksi. 6re hasil tambang
sangat bervariasi, ada yang berupa pasir, batu keras ( kuarsa ), batu lunak ( domato ),
lempung ( $lay ), dan lumpur.
!e$ara umum, agar partikel emas dapat $epat larut, slurry untuk keperluan produksi
dibutuhkan ore dari hasil milling 1# ? S#4 ?2## mesh ( ?3* mi$ron ) dengan kepadatan *# ?
5#4?solid. Nartikel emas *5 mi$ron akan larut dalam "# ? "3 am, sementara partikel
emas "5# mi$ron mungkin memakan &aktu 2# ? ** am untuk larut dalam solusi yang sama.
,ntuk mendapatkan hasil optimum, pengolahan emas pada batuan oLydis ( oLide ores )
biasanya $ukup efektif dengan penggilingan pada (5 mesh dan lea$hing dengan #,#54 'a<'
selama * ? 2* am dengan kepadatan 5#4 solids. !edangkan batuan sulfidis ( sulfida ores )
memerlukan penghalusan hingga 325 mesh dan lea$hing dengan #,"4 'a<' selama "# ? 32
am dengan kepadatan *#4 solids. ( Teiss "S15 ).
=* %entuk agitator 2 propeller*
5angki agitator dan propeller harus seimbang agar pergerakan ore dan karbon
aktif tidak terlalu $epat dan tidak terlalu lambat. +arena kalau terlalu $epat senya&a
kompleks emas?sianida tidak optimum terserap oleh karbon aktif dan bila terlalu
lambat, ore akan mengendap yang menyebabkan sianida dan karbon akan
terperangkap ke dalam ore.
5angki agitator bentuk keru$ut dapat menadi pilihan yang ideal untuk
mengatasi masalah di atas. 'amun kelemahan model ini memiliki kapasitas yang
relatif terbatas ( maksimal kapasitas yang disarankan "# ton ), karena bentuk tabung
yang tinggi dan ramping.
1 Retention Time 5 Caktu Tinggal 6
Nroses absorpsi emas ke dalam pori?pori karbon aktif bukan melalui proses kimia&i
melainkan kontak se$ara fisik. !emakin lama &aktu tinggal untuk reaksi maka
re$overy bisa meningkat namun kapasitas produksi yang menurun.
2 Temperatur*
Emas akan lebih $epat terserap ke dalam karbon aktif pada suhu yang tinggi.
5etapi pada umumnya, hal ini tidak dipersoalkan dalam proses produksi.
Menurut Oaughan ( "S11 ), proses kelarutan emas menadi senya&a kompleks emas?
sianida dapat terganggu oleh beberapa hal yang berhubungan dengan adanya mineral?mineral
pengotor ( gangue ) dan seumlah masalah yang sering mun$ul sbb 8
1 Cyanides dan oxygen consumers.
Mineral atau senya&a kimia yang dapat bereaksi sehingga mengkonsumsi sianida
sehingga dikenal dengan sebutan $yanides. !esuatu yang bereaksi dengan oLygen di
dalam larutan sianida selama proses lea$hing disebut oLygen $onsumers. +eduanya
sama?sama tidak diharapkan selama proses produksi berlangsung.
,nsur?unsur ekstra pengganggu, seperti digambarkan di atas di antaranya 8
Mineral tembaga, akan larut dalam larutan sianida dan menyebabkan
peningkatan penggunaan sianida, tembaga?sianida kompleks yang terbentuk
akan $enderung menghambat pembubaran emas dalam larutan sianida.
Yink, unsur yang digunakan untuk mengendapkan emas dari solusi, ika hadir
dalam biih, akan bereaksi dengan sianida untuk membentuk senya&a sianida
seng.
,nsur lain adalah nikel, meskipun tidak sampai mengganggu emas masuk ke
solusi, melainkan pengendapan emas dari larutan sianida.
.rsenik dan antimon lakukan adalah mempresentasikan masalah yang lebih
besar, dengan bereaksi dengan sianida dan menggunakan semua kelebihan
oksigen, hanya menyisakan sedikit atau tidak ada oksigen untuk efek
pembubaran emas.

2 Adsorbsi larutan emas
Emas dapat uga hilang selama proses sianidasi karena adanya adsorpsi ke dalam
bahan $arbona$eous ores dan bahan organik seperti kayu, batu bara, dll. .dsorpsi
adalah proses dimana molekul komples emas dalam larutan sianida berinteraksi
dengan material tersebut yang prosesnya serupa dengan proses penyerapan ke dalam
karbon aktif.
! Halangan selama roses roduksi
Mineral?mineral liat ( $lay ) karena ukurannya yang sangat ke$il terkadang menadi
penghalang ( blo$kage ) sehingga menghalangi mobilisasi emas selama proses
produksi.
(yanide 2 Sianida
!ianida ( asam sianida, asam prussiat ), memiliki kegunaan yang tak sedikit,
diantaranya di bidang pertanian, fotografi dan industri logam. 'amun, dampaknya terhadap
kesehatan sangat mengerikan. /ila terpapar -at ini, manusia dapat meninggal dalam &aktu
kurang dari setengah am.
%e&asa ini sianida menadi perhatian masyarakat karena teradinya banyak kasus
kera$unan oleh bahan kimia ini. 5ak kenal maka tak sayang, sudah sepatutnya kita mengenali
ra$un sianida ini lebih auh. /ukan untuk menyayangi ra$un tersebut tentunya, namun agar
kita lebih &aspada.
Si4at Asam Sianida
.sam sianida murni tidak ber&arna, mudah menguap sedikit di atas suhu kamar
( 2(
#
< ), sangat toksik dan berbau khas. /au ini akan ter$ium bila konsentrasi lebih besar atau
sama dengan " ppm, dan tidak berbau lagi bila tertutup bau gaslainnya atau saraf sensoris
orang telah rusak0lumpuh./erat molekulnya ringan, sukar terionisir, dan mudah berdifusi.
6leh karena itu gas sianida mudah terhisap melalui saluran pernafasan ( paru paru ), saluran
pen$ernaan, dan kulit
Sum!er sum!er Sianida
". C<' ( Cydrogen !ianida ) terdapat pada 8 Ras gas penerangan, sisa sisa pembakaran.
2. Cydro$yani$ .$id ( Nrussi$ .$id ) berbentuk $airan, dapat ter$ampur dengan air dalam
segala proporsi, dapat diuraikan dengan $epat, larutan netral atau alkali dengan menghasilkan
ammomiak.
%ua bentuk Nrussi$ .$id 8
%alam bentuk larutan dengan kadar *4 ( !$heele^s .Lid )
%alam bentuk larutan dengan kadar 24 ( .$id Cydro$yani$um dilutum ), dan bentuk
inilah yang banyak digunakan di laboratorium.
Ras gas ini uga dapat dibentuk dari proses destilasi +<' atau +alium Pero <yanida dengan
asam sulfat.
3. %i alam, .sam sianida terdapat pada tumbuh tumbuhan yang mengandung amygdalin.
Misalnya, singkong, ubi, bii buah apel, peer, aprikot. <yanida dengan air dan emulsin akan
terhidrolisir menadi hidrogen, glukosa dan ben-aldehide. /ii bii tersebut mengandung
$yagenetik gly$osid yang akan melepaskan $yanida pada &aktu di$erna.
Kegunaan
.sam sianida banyak dipakai di laboratorium laboratorium, terutama dalam bentuk
larutan dengan kadar 24. Cydro$yanida .$id ( Nrussi$ .$id ) banyak di pakai untuk
berbagai reaksi proses kimia sintesis, tetapi terbanyak diperdagangkan untuk fumigasi
membunuh binatang, kuman, kutu dan tikus tikus pada ruangan, gudang dan kapal kapal.
%alam bentuk garamnya seperti +<', 'a<', .g<', digunakan untuk keperluan
fotografi, penyempuhan logam dan pe&arnaan. Nada penyepuhan logam, .sam sianida
digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan logam logam untuk
mendapatkan emas murni dari bii bii logamnya.
.sam sianida digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan
logam logam untuk mendapatkan emas murni dari bii bii logamnya.
%erikut masing+masing kegunaan garam sianida '
+<' 8 Raram ini ( dalam perdagangan ) mengandung S#4 $hloride, $arbonate,
$yanida dari kalium. %igunakan untuk proses proses reaksi kimia, perusahaan
perusahaan listrik, dan fotografi. 5etapi sekarang banyak dipakai garam kalsium dan
garam natrium yang lebih murah harganya.
<a?sianida 8 %igunakan pada tambang tambang industri.
'a?sianida 8 %igunakan oleh perusahaan perusahaan metalurgi, listrik, pengerasan bii
bii logam, penyamakan dan perusahaan perusahaan $at.
Nerak?sianida 8 %igunakan oleh perusahaan perusahaan perak karena sifatnya yang
tidak larut dalam air, $epat diuraikan oleh asam lambung dan menghasilkan asam
hydrosianida.
-eri)at+deri)at sianida
.$rylonitrile ( <C
2
K <C<' ) 8 digunakan dalam proses pebuatan karet sintesis.
<yanamida ( C' K < K C' ) 8 digunakan untuk pupuk buatan dan sebagai sumber
hydogen $yanida.
'itro Nrusida (Pe (<')
5
(6') 8 digunakan untuk pembuatan bahan bahan kimia
sintesis.
#athophysiology
Ra$un sianida menghambat en-im $ytho$hrom oLydase pada penggunaan oksigen di
sel sel tubuh. En-im lain uga terhambat, tetapi pengaruhnya ke$il. Belasnya,sianida
mempunyai aktivitas yang kuat terhadap en-im pernafasan, yakni en-im $yth$hrom oLydase,
dimana $ynida mengikat P3 yang terdapat pada en-im tersebut.
.kibatnya, teradi gangguan peredaran dan penggunaan oksigen dalam sel sel
tubuh,sehingga kadar 6
2
dalam darah ( Cb6 ) tinggi. ManifestasinyaU pertama tama ditandai
dengan meningkatnya pernafasan tubuh akibat terpengaruhnya $hemore$eptor di $aroti$ body
dan pusat pusat pernafasan. Nada akhirnya dapat teradi paralysa dari semua sel sel tersebut
dengan akibat kelumpuhan total dari pernafasan. mengakibatkan anoLia, &alaupun kadar
6
2
dalam darah ( Cb6 ) tinggi.

%entuk %entuk Kera$unan
Nrinsip manifestasi dari kera$unan adalah sebagai berikut 8 pernafasan $epat, tekanan darah
turun, $onvulsi dan $oma
.. +era$unan akut
Rolongan sianida 8 !ianogen $hlorida ( <l< K ' ), .$etonitril ( C
3
<' )
)ngesti 0 )nhalasi 8 bila konsentrasi gas minimal "# L M.;.%. Maka, segera timbul penurunan
kesadaran, $onvulusi dan akan meninggal dalam "5 menit. /ila mendekati M.;.%. akan
segera timbul geala geala 8 di--iness, pusing pusing, pernafasan $epat, rasa ngantuk, tensi
turun, pols $epat, tidak sadar dan akan mati dalam keadaan keang keang dalam &aktu " am,
ke$uali bentuk garam 'a 'itroprusid dalam &aktu "2 am
.$rylonitril, )nhalasi 8 mual mual, muntah muntah, diare, kelemahan, pusing pusing dan
aundi$e. +ontak +ulit 8 /listering ( lepuh lepuh ) pada kulit dan ini bukanmerupakan geala
umum.
<a?sianida. )ngesti 8 Plustering ( merah merah ) pada kulit dan membrana mu$osa,
pusing pusing, di--iness dan tensi turun.
/. +ronis
)nhalasi 8 di--iness, kelemahan, kongesti paru?paru, berat badan turun, mental retardation.
.a!oratorium
%itemukan adanya konsentrasi tinggi sianida pada aringan tubuh. Misalnya, darah, hati,
ginal. !edang pada air seni konsentrasinya rendah. Nada umumnya konsentrasi sianida dalam
isi lambung 0 hati lebih tinggi pada kera$unan per oral bila dibandingkan dengan per
inhalasinya. !ebenarnya pada kera$unan yang fatal tidak menunukkan $iri $iri khas, hanya
bau amandel dapat terbau pada &aktu dilakukan autopsi. Nada kera$unan 'a dan +?sianida,
dapat menimbulkan $ongesti dan korosi pada mu$osa tra$ digestifus.
#retreatment Sianidasi
+ompresor mengineksi udara sebagai Nreareation. #reareation bertuuan
mengoksidasi sulfida yang larut berubah menadi thiosulphate dan akhirnya menadi sulfat
dan men$egah pembentukan film pasif pada permukaan emas.
,ntuk memperkuat proses oksidasi dapat menggunakan o3idi7ing agents< antara lain
potassium 4eni$yanide< permanganate< sodium pero3ide 5 'a
2
6
2 )
6< and o7one ( 6
3
),
<alsium 6Lide ( <a6
2
) . 'amun oLidator yang sering digunakan adalah/ydrogen
#eroksida ( C
2
6
2
), selain pertimbangan mudah penggunaannya, bahan ini mudah didapat
dan relatif murah dibanding oLidator lainnya.
!elain itu, kehadiran sulphides reaktif seperti mar$asite, pyrrhotite, realgar atau
$hal$o$ite dalam proses sianidasi sering membentuk film pelindung pada permukaan emas
sehingga menghambat proses pelarutan emas. 'amun demikian, efek ini dapat dihilangkan
atau diminimalkan dengan $ara preareation intensi4 dan menambahkan.ead &itrat D#!
5&0
,
6
2
E sebagai promotor di dalam pulp.
)on '6
3
?
adalah anion yang sangat efektif dan kuat dalam mengoksidasi mineral
batuan. 'amun bila menggunakan .$id 'itri$ ( C'6
3
) tentulah membutuhkan penanganan
yang lebih kompleks karena dalam proses sianida membutuhkan pC yang tinggi untuk
men$egah timbulnya gas C<'. ,ntuk mendapatkan ion '6
3
?
yang netral digunakan ;ead
'itrat =Nb ('6
3
)
2
> sebagai promotor. Raram timbal ini akan terurai dalam air menadi kation
Nb
7
dan anion '6
3
?
.
.ead &itrat D#! 5&0
,
6
2
E men$egah terlarutnya sulfida ( !
?2
) dari Nb! atau Cg!
dalam prosses sianidasi, sehingga menaga permukaan emas bersih. Nenggunaan ;ead 'itrat
dapat meningkatkan ke$epatan lea$hing, mungkin melalui pengembangan sel galvanik lokal
antara emas dan timah, khususnya dalam pengolahan sebagian biih sulfidis yang
mengandung pirit dan sedikit pyrrhotite dan $hal$opyrite.
+ebutuhan ;ead 'itrat (Nb'6
3
)
2
sebagai promotor sebanyak sebanyak #,#"4 s0d
#,#34 untuk enis batuan oLydis dan #,#54 s0d #,#14 untuk enis batuan sulfidis. Nroses
penambahan =Nb ('6
3
)
2
> dapat dilakukan di a&al maupun bersamaan dengan proses
sianidasi. !elain ;ead 'itrate, promotor yang sering digunakan adalah .ead
A$etate dan Mer$ury A$etate.Nroses Nretreatment dengan mengunakan oksigen dan lead
nitrat idealnya berlangsung selama 2 am.
#E&""U&AA& %A/A& "A.IA& EMAS
Manfaat emas8
". Emas uga ternyata mempunyai manfaat fungsional sebagai alat investasi. Emas adalah
enis investasi yang nilainya saat stabil, likuid, dan aman se$ara riil serta dapat dikelola
sendiri. %engan demikian emas sangat layak menadisalah satu bagian dari portofolio
investasi. )nvestasi emas $ukup diminati karena memang nilai emas $enderung
mengalami kenaikan. )nvestasi emas memiliki karakteristik berbeda dengan investasi
pasar modal. )nvestasi di emas angan seperti investasi saham yang $enderung untuk
angka pendek. )nvestasi emas $o$ok untuk investasi angka panang, karena untuk angka
panang tren harga emas terus naik. /agi investor yang memiliki karakteristik mengear
marin angka pendek kurang $o$ok main di komoditas emas. 'amun untuk angka
panang, investasi emas sangat menarik karena harga $enderung bertahan namun trennya
terus naik.
2. Emas banyak digunakan sebagai standard keuangan di banyak negara dan uga sebagai
perhiasan , $adangan devisa. %an sampai saat ini emas merupakan alat pembayran yang
paling utama di dunia.
3. Emas0 gold artinya kuning disebut sebagai standar nilai tukar internasional, alat
pembayaran0 mata uang global ke * setelah ,!_, Euro, Den, alat penyimpan kekayaan
suatu negara0bank karena nilainya stabil digunakan lebih dari (### tahun dan barang
dagangan (mega komoditas), Xfour in oneX . memiliki kadar bervariasi antara "* ? 2*
karat (51.33 ? SS,S14). 'ama latinnya .,:,M artinya QRlo&ing da&nQ. (simbol atom
.u 3S) hal ini disebabkan karena Emas tidak akan karatan meskipun satuan kualitasnya
disebut dengan karat.
*. Emas digunakan dalam industry modern seperti pergigian dan elektronik. Emas
digunakan kerana daya ketahanan yang baik terhadap pengakisan dan konduktor elektrik
yang sangat bagus.
# Emas tulen adalah terlalu lembut untuk kegunaan biasa, oleh itu logam ini ditambahkan
kekerasannya dengan mengaloikannya bersama perak (argentum), tembaga (kuprum) dan
logam?logam lain. Emas dan pelbagai enis aloi emas biasanya digunakan dalam
pembuatan barangan kemas, duit syiling dan sebagai pertukaran perdagangan dalam
banyak negara. !elain itu, emas boleh mengalirkan elektrik dengan amat baik dan tahan
hakisan. )ni menadikan emas mun$ul sebagai logam industri penting pada akhir abad ke
2#.
+egunaan lain8
Emas memainkan beberapa peranan penting dalam pembuatan komputer, alat
komunikasi, kapal angkasa, enin pesa&at et, kapal terbang, dan hasil pengeluaran
yang lain.
%aya tahan terhadap pengoksidaan membolehkan emas digunakan se$ara berleluasa
dalam pembuatan lapisan nipis elektroplat pada permukaan penyambung elektrik
untuk memastikan penyambungan yang baik.
!eperti perak, emas boleh membentuk amalgam keras bersama raksa, dan ini kadang
kala digunakan sebagai bahan pengisi gigi.
Emas koloid (nanopartikel emas) ialah larutan ber&arna berkeamatan tinggi yang kini
sedang dikai di dalam makmal?makmal untuk kegunaan perubatan dan biologi (kai
hayat). )a uga merupakan bentuk yang sering digunakan dalam penge$atan emas pada
seramik sebelum seramik dibakar.
.sid kloraurik digunakan dalam fotografi untuk memberi ton kepada ime perak.
%inatrium aurothiomalate digunakan dalam ra&atan artritis rheumatoid (diberikan
se$ara suntikan intra?otot).
)sotop emas .u?"S1, (!eparuh hayat8 2.3 hari) digunakan dalam ra&atan barah dan
ra&atan lain?lain penyakit.
Emas digunakan sebagai bahan penyalutan untuk membolehkan bahan biologi
diperhatikan di ba&ah mikroskop elektron imbasan.
/anyak pertandingan dan penganugerahan, seperti !ukan 6limpik dan Cadiah 'obel,
pemenangnya akan meraih pingat emas (manakala perak diberikan kepada naib ohan,
dan gangsa kepada yang ketiga.)
Memandangkan emas merupakan pemantul pan$aran inframerah dan $ahaya tampak yang
baik, logam ini digunakan sebagai lapisan pelindung pada satelit buatan manusia.
REFERE&SI
". M.:!%E' B, C6,!E ). 5he $hemistry of gold eLtra$tion =M>. ;ondon, ,+8 Ellis
Cor&ood ;td, "SS28 23#`2(*.
2. C)!+ED B /. <urrent status of ,.!. gold and silver heap lea$hing operations =<>00
C)!+ED B /. .u a .g Ceap and %ump ;ea$hing Nra$ti$e. <olorado, ,!8 .)ME,
"S138 "`3.
3. R.!N.::)') <. 5he mineralogy of silver and its signifi$an$e in metal eLtra$tion =B>.
<)M /ulletin, "S1*, 33(1()8 SS`""#.
*. <:,E;;! M, :6<. ., N.5)X P, !.;)'.! E, :)OE:. ). <yanidation kineti$s of
argentian arosite in alkaline media =B>. Cydrometallurgy, 2###, 55(2)8 "53`"(5.
5. ;,'. : M, ;.N)%,! R 5. <yanidation kineti$s of silver sulfide =B>.
Cydrometallurgy, 2###, 5((2)8 "3"`"11.
(. <:,Y :, ;,'.?!X<CEY : M, ;.N)%,! R 5, R6'YXEY ), M6':6D M. .n
eLperimental strategy to determine galvani$ intera$tions affe$ting the rea$tivity of
sulfide mineral $on$entrates =B>.Cydrometallurgy, 2##5, 31(2)8 "S1`2#1.
3. ;6:6E!<C B, +'6::E C, R:)PP)5C! .. %evelopments in gold lea$hing using
hydrogen peroLide =B>. Mining Engineering, "S1S, *"(S)8 S(3`S(5.
1. %,5:)Y.< B E. 5he lea$hing of silver sulfides in ferri$ ion media =B>.
Cydrometallurgy, "SS*, 35(3)8 235`2S2.
S. ',RE'5 ., /:.<+E'/,:D +, +)''E: B. .uN;,! systems for the treatment
of gold ores using hydrogen peroLide and $al$ium peroLide =<>00 Torld Rold^S".
bueensland8 .)MMEM, "SS"8 "33`"3(.
"#. %E!<CE'E! R, :6,!!E.,/ M, 5.:%)P< B, N:,%]C6MME. N B C. Effe$t of
the $omposition of some sulphide minerals on $yanidation and use of lead nitrate and
oLygen to alleviate their impa$t =B>. Cydrometallurgy, "SS1, 5#(2)8 2#"`2#5.
"". c)E P, %:E)!)'RE: %. ;ea$hing of silver sulfide &ith ferri$yanide?$yanide
solution =B>. Cydrometallurgy, 2##3, 11("0*)8 S1`"#1.
"2. ;EO)<C O R. Nhysi$o$hemi$al hydrodynami$s =M>. Engle&ood <liffs, 'e& Bersey8
Nrenti$e Call, "S(28 (11`(1S.
"3. BEPP:ED M ), :)5<C)E ) M. 5he lea$hing and ele$tro$hemistry of gold in high
purity $yanide solutions =B>. Bournal of Ele$tro$hemi$al !o$iety, 2##", "*1(*)8
%2S`%3(.
"*. T.%!T6:5C M E. !urfa$e pro$esses in silver and gold $yanidation =B>.
)nternational Bournal of Minerals Nro$essing, 2###, 51("0*)8 35"`3(1.
"5. R,YM.' ;, !ER.::. M, <C)ME'6! B M, <./65 N ;, E!N)E;; P.
Ele$tro$hemistry of $onventional gold $yanidation =B>. Ele$tro$himi$a .$ta, "SSS,
**("()8 2(25`2(32.
"(. @<yanide in Mining8 !ome 6bservations on the <hemistry, 5oLi$ity, and .nalysis of
Mining :elated Taters.A :obert Moran, Nh.%. )nvited Naper, Nresented at the <entral
.sia E$ology? SS Meeting, ;ake )ssyk +ul, +yrgy-stan. !ponsored by !oros
Poundation. Bune "SSS. .vailable on the &eb
at http800&&&.mpi.org.au0features0esmdba$kground.html (note the unders$ore) or
$onta$t :obert Moran at remoraneaol.$om.
"3. @<yanide !pill at /aia Mare :omania.A ,nited 'ations Environment Nrogram
(,'EN) and 6ffi$e for the <oordination of Cumanitarian .ffairs (6<C.)
.ssessment Mission. Mar$h 2###.
.vailable on the &eb at http800&&&.unep.$h0roe0baiamare.htm.
"1. @<yanide ,n$ertainties8 6bservations on the <hemistry, 5oLi$ity, and .nalysis of
<yanide in Mining :elated Taters.A :obert Moran, Nh.%. Mineral Noli$y <enter
)ssue Naper 'o. ". .vailable on the &eb
athttp800&&&.mineralpoli$y.org0publi$ations0issuepapers.php3XnavK*.
"S. .hsan "S1S. Q%etoLifi$ation of <yanide in Ceap ;ea$h Niles ,sing Cydrogen
NeroLideQ, .hsan, M b, et al., )n Torld Rold, pro$eedings of the Pirst Boint
!ME0.ustralian )nstitute of Mining and Metallurgy Meeting, :. /happu and :.
)bardin (editors), "S1S.
2#. .ltringer "SS". .ltringer, N /, ;ien, : C., Rardner, + :, /iologi$al and <hemi$al
!elenium :emoval Prom Nre$ious Metals !olutions, pro$eedings of the !ymposium
on Environmental Management for the "SS#s, %enver, <olorado, Pebruary 25?21,
"SS".
2". /6M "S31. ,! %epartment of the )nterior, /ureau of Mines, Nro$essing Rold 6res
,sing Ceap ;ea$h?<arbon .dsorption Methods, )nformation <ir$ular 'o. 133#,
Tashington, %<, "S31.
22. /6M "S1*. ,! %epartment of the )nterior, /ureau of Mines, Rold and !ilver
;ea$hing Nra$ti$es in the ,nited !tates, )nformation <ir$ular 'o. 1S(S, Tashington,
%<, "S1*.
23. /6M "S1(. ,! %epartment of the )nterior, /ureau of Mines, Nre$ious Metals
:e$overy for ;o&?Rrade :esour$es, pro$eedings of the /ureau of Mines 6pen
)ndustry /riefing !ession at the 'ational Testern Mining <onferen$e, %enver,
<olorado, Pebruary "2, "S1(. )nformation <ir$ular 'o. S#5S. Tashington, %<.
2*. /6M "S31. ,! %epartment of the )nterior, /ureau of Mines,Nro$essing gold ores
using heap lea$hsarbon adsorption methods 0 by C. B. Ceinen, %. R. Neterson, and :.
E. ;indstrom. =Tashington> 8 ,.!. %ept. of the )nterior. /ureau of Mines, "S31.
25. B. !. .t,. )nst. Min. Metal0., vol. 11, no. 1. .ug. "S11. pp. 253?2(*. Nro$ess options
for the retreatment of gold? bearing material from sand dumps by N.B. O.'!5.%E't
and N... ;.cE'
2(. 5CE .!!.D)'R .'% :EP)')'R 6P R6;% . Ruide for the Rold Be&ellery
Nrodu$er by Neter :a&, Nubli$ation %ate8 .pril "SS3 :eprinted 2##" Nublished by
the Torld Rold <oun$il, )ndustrial %ivision, 5imes Nla$e, *5 Nall Mall, ;ondon
!T"D 5BR
5elephone8 7** (#)2# 3S3# 5"3". PaL8 7** (#)2# 313S (5(" Nrodu$ed by Neter :a&
Editor8 %r <hristopher T <orti 6riginated and Nrinted by8 5rait %esign
23. NE%6M.' 5E+')! NE'<ER.C.' NE'<EM.:.' %.'0.5.,
+E:,!.+.' ;)'R+,'R.' C)%,N .+)/.5 NE:5.M/.'R.' EM.!
:.+D.5, ;ampiran Neraturan Menteri 'egara ;ingkungan Cidup 'omor 8 23
5ahun 2##1 5anggal 8 3" %esember 2##1
21. +imia .norganik ? ,nsur .u, .vailable on the &eb at http800bagus?
rahmat.blogspot.$om02##10#(0kimia?anorganik?unsur?au.html