Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera di masa
yang akan datang, akan sangat diperlukan adanya lingkungan permukiman yang sehat.
Dari aspek persampahan, maka kata sehat akan berarti sebagai kondisi yang akan
dapat dicapai bila sampah dapat dikelola secara baik sehingga bersih dari lingkungan
permukiman dimana manusia beraktifitas di dalamnya (Permen PU nomor:
21/PRT/M/2006).
Visi pengembangan sistem pengelolaan persampahan Departemen
Kimpraswil, yaitu Permukiman Sehat Yang Bersih Dari Sampah
menggambarkan keinginan terwujudnya suatu kondisi lingkungan yang baik dan
sehat. Secara umum, menurut Peraturan Menteri PU nomor: 21/PRT/M/2006, daerah
yang mendapatkan pelayanan persampahan yang baik akan dapat ditunjukkan
memiliki kondisi sebagai berikut:
a. Seluruh masyarakat memiliki akses untuk penanganan sampah yang dihasilkan dari
aktifitas sehari-hari, baik di lingkungan perumahan, perdagangan, perkantoran,
maupun tempat-tempat umum lainnya.
b. Masyarakat memiliki lingkungan permukiman yang bersih karena sampah yang
dihasilkan dapat ditangani secara benar.
c. Masyarakat mampu memelihara kesehatannya karena tidak terdapat sampah yang
berpotensi menjadi bahan penularan penyakit seperti diare, tipus, disentri, dan lain-
lain; serta gangguan lingkungan baik berupa pencemaran udara, air atau tanah.
d. Masyarakat dan dunia usaha/swasta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi
dalam pengelolaan persampahan sehingga memperoleh manfaat bagi
kesejahteraannya.
Permasalahan limbah merupakan permasalahan yang mengikuti kegiatan
masyarakat dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Bahkan disebutkan oleh Dr.
Sri Murni Soenarno, M.Si (Indonesian Wildlife Conservation Foundation,
http://www.iwf.or.id/, 2011) bahwa peningkatan limbah berbanding lurus dengan
konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan. Oleh
karena itu, permasalahan limbah tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam kehidupan
sehari-hari, setiap orang pasti bergulat dengan limbah rumah tangga, mulai dari
limbah dapur sampai limbah aktivitas anggota keluarga, mulai mencuci, mandi, buang
air besar, buang air kecil, dan sebagainya. Hampir setiap gerak aktivitas masyarakt
selalu menghasilkan limbah.
Produksi limbah rumah tangga yang tidak pernah berhenti ini seringkali tidak
kita sadari, sehingga kita membuangnya begitu saja tanpa memperhatikan
dampaknya. Limbah padat kita kumpulkan di bak sampah untuk kemudian dibuang ke
tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Sementara itu, limbah cairnya kita
biarkan mengalir melalui selokan dan akhirnya meresap ke dalam tanah, dan
mencemari tanah dan air dalam tanah. Dampak dari meresapnya air ke dalam tanah ini
adalah terjadinya penurunan kualitas air dan timbullah masalah kekurangan air yang
berkualitas, penyakit menular, dan lain-lain. Menurut Statistik WHO yang dirilis
bertepatan dengan hari air sedunia pada tangal 22 Maret 2012, setiap harinya 6.000
anak di dunia meninggal karena kekurangan air bersih (Vivanews.com).
B. TUJUAN
Dalam penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan
limbah, selain itu untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Penyehatan.
C. METODE
Metode dalam penulisan ini yaitu dengan studi pustaka.
BAB II
PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA
A. PENGERTIAN
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi,
cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan
buangan atau sesuatu yang tidak terpakai berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air
limbah terdapat bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan
kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit
disentri, tipus, kolera dan penyakit lainnya. Air limbah tersebut harus diolah agar
tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus
dikelola untuk mengurangi pencemaran.
Dalam dunia arsitektur ada metode yang bisa diterapkan dalam
merencanakan pengolahan limbah rumah tangga yaitu dengan :
Membuat saluran air kotor
Membuat bak peresapan
Membuat tempat pembuangan sampah sementara
Hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan sebagai
berikut ;
1) Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air
dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
2) Tidak mengotori permukaan tanah.
3) Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
4) Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
5) Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
6) Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan
murah.
7) Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan
pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda
yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk
menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil
dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil,
kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk
menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus.
Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang
digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di
daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.
B. JENIS JENIS LIMBAH RUMAH TANGGA
1. sampah.
2. air limbah (dihasilkan dari kegiatan mandi dan mencuci)
3. kotoran yang dihasilkan manusia.
C. KLASIFIKASI LIMBAH RUMAH TANGGA
1. Limbah Organik, segala limbah yang mengandung unsur Karbon (C). Contohnya
limbah dari mahluk hidup: air seni, kotoran manusia & hewan, dan sisa makanan
atau sayuran.
2. Limbah Anorganik, limbah yang tidak dapat atau sulit terurai atau busuk secara
alami oleh mikro organisme pengurai. tidak mengandung unsur karbon, seperti
logam (misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas dan almunium dari kaleng
bekas atau peralatan rumah tangga) dan kaca.
D. DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA
1. Dampak dari pembunagan Limbah organic yang mengandung protein akan
menghasilkan bau yang tidak sedap (lebih busuk).
2. Dampak dalam kesehatan: dapat menyebabkan dan menimbulkan penyakit,
contoh: penyakit diare, kolera, penyakit jamur, sampah beracun. penyakit ini
terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak
tepat.
3. Eutrofikasi: perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah alga
dan fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis.
4. Peningkatan emisi CO2 akibat dari banyaknya kendaraan, penggunaan listrik
berlebihan serta buangan industri akan memberikan efek peningkatan kadar
keasaman laut. Peningkatan CO2 tentu akan berakibat buruk bagi manusia terkait
dengan kesehatan pernapasan, Salah satu fungsi laut adalah sebagai penyerap dan
penetral CO2 terbesar di bumi. Saat CO2 di atmosfer meningkat maka laut juga
akan menyerap lebih banyak CO2 yang mengakibatkan meningkatnya derajat
keasaman laut. Hal ini mempengaruhi kemampuan karang dan hewan
bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang. Jika hal ini berlangsung secara
terus menerus maka hewan-hewan tersebut akan punah dalam jangka waktu yang
dekat.
5. Plastik, yang menjadi masalah terbesar dan paling berbahaya. Banyak hewan
yang hidup pada atau di laut mengkonsumsi plastik karena kesalahan, Karena
tidak jarang plastik yang terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi
hewan laut.
E. JENIS JENIS UNIT PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA
a. Septictank
Sistem septic tank sebenarnya adalah sumur rembesan atau sumur kotoran.
Septic tank merupakan sitem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak
penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan
udara.
Hal-hal yang yang harus diperhatikan saat pembangunan septic tank agar
tidak mencemari air dan tanah sekitarnya adalah :
1. jarak minimal dari sumur air bersih sekurangnya 10m.
2. untuk membuang air keluaran dari septic tank perlu dibuat daerah resapan dengan
lantai septic tank dibuat miring kearah ruang lumpur.
3. septic tank direncanakan utuk pembuangan kotoran rumah tangga dengan jumlah
air limbah antara 70-90 % dari volume penggunaan air bersih.
4. waktu tinggal air limbah didalam tangki diperkirakan minimal 24 jam.
5. besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk dapat menampung lumpur yang
dihasilkan setiap orang rata-rata 30-40 liter/orang/tahun dan waktu pengambilan
lumpur diperhitungkan 2-4 tahun.
6. pipa air masuk kedalam tangki hendaknya selalu lebih tinggi kurang lebh 2.5 cm
dari pipa air keluar.
7. septic tank harus dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan
untuk membuang gas hasil penguraian.
Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, awet dan tahan lama perlu
diperhatikan hal berikut :
1. Kemiringan Pipa
Kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan limbah. Selisih
ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran minimal 2 %, artinya
setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm.
2. Pemilihan Pipa yang tepat
Pipa saluran sebaiknya berupa PVC. Ukuran minimal adalah 4 inchi. Rumah yang
memiliki jumlah toilet yang banyak sebaiknya menggunakan pipa yang lebih besar.
Perancangan saluran diusahakan dibuat lurus tanpa belokan, karena belokan atau
sudut dapat membuat mampat.
3. Sesuaikan Kapasitas Septic tank
Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni empat orang, cukup dibuat septic
tank dengan ukuran (1.51.52)m. bak endapan dan sumur resapan bias dibuat
dengan ukuran (1x1x2)m. semakin banyak penghuni rumah maka semakin besar
ukuran yang dibutuhkan.
4. Bak Harus Kuat dan Kedap Air
Septic tank harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan
lama. Konstruksi septic tank harus kuat menahan gaya-gaya yang timbul akibat
tekanan air, tanah maupun beban lainnya.
PROSES AIR LIMBAH DARI WC SAMPAI KEMBALI KE DALAM TANAH.
Limbah dari WC melalui saluran, masuk ke septictank untuk diendapkan dan di saring,
kemudian dialirkan ke Drain Field sehingga dapat masuk ke dalam air tanah.
b. Sumur Resapan
Sumur Resapan Air merupakan rekayasa teknik konversi air yang berupa
bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali
dengan kedalaman tertentu yang digunakan sebagai tempat penampung air hujan
diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah.
Konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam
mengatasi banjir banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan
perumahan, karena dengan pertimbangan :
1. Pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar.
2. Tidak memerlukan biaya yang besar.
3. Bentuk konstruksi SRA sederhana
Manfaat pembangunan Sumur Resapan Air antara lain :
1. Mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air,
sehingga mengurangi terjadinya banjir dan erosi.
2. Mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air
3. mencegah menurunnya lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang
berlebihan.
F. LIMBAH RUMAH TANGGA DARI BUANGAN CLOSET (WC)
Closet (WC) adalah suatu cara pembuangan air kotoran manusia agar air
kotoran tersebut tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan. Dibuat bak penampung
kotoran (septik tank) yang terdiri dari bak pengumpul dan bak peresapan serta
dihubungkan dengan saluran pipa pralon. Air limbah closet (WC) dialirkan melalui
pralon ke bak penampung kotoran berdinding kedap air.
Berikut ini contoh membuat bak penampung kotoran dengan jumlah keluarga
6 orang dan dalam jangka waktu 5 tahun, sedangkan waktu tinggal dalam tangki
direncanakan minimal 2 hari (24 jam).
Untuk mendapatkan gambaran besarnya tangki yang harus dibuat maka
diperoleh dengan cara sebagai berikut :
a. Jumlah air limbah yang dibuang setiap hari sekitar 100 liter/orang/hari.
b. Besarnya tangki pencerna dalam 1 tahun 2 x 6 x 100 liter = 1.200 liter.
c. Banyaknya lumpur sebesar 30 liter/orang/tahun.
d. Banyaknya lumpur selama 5 tahun 6 x 30 liter x 5 = 900 liter. e. Jadi untuk
melayani keluarga tersebut di atas diperlukan tangki pencerna 1,2 m3 dengan ruang
pengumpul lumpur sebesar 0,9 m3.
1. Cara Pembuatan Closet
Ruang closet (WC) dibuat tertutup , closet (WC) dengan lubang leher angsa
dipasang, kemudian dibuat tangki kotoran dengan dinding kedap air. Untuk
mengalirkan udara dari tangki keluar dipasang pula pralon berukuran kecil yang
berbentuk huruf T. Kemudian dibuat sumur resapan yang didalamnya diisi kerikil,
ijuk dan dinding peresapan berlubang-lubang. Pembuatannya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini
Closet tersebut digunakan untuk membuang air kotoran manusia (tinja dan air
seni). Closet perlu dijaga kebersihannya, yaitu dengan menggunakan karbol
dengan takaran yang sesuai dengan aturan. Jangan masukkan benda-benda padat
seperti : kerikil, batu, kertas, kain , plastik,dsb, karena dapat menyumbat saluran
air.
Peresapan air pada Closet tergantung dari kapasitas tangki/bak dan jenis
tanahnya. Semakin kecil bak peresapan, maka akan semakin kecil resapannya.
Keuntungan menggunakan cara ini ialah mudah dibuat, sederhana, bahan-
bahnya mudah didapatkan dan murah. Selain itu cara ini lebih baik, karena dapat
mengurangi pencemaran sumber air bersih disekitarnya.
2. Penggunaan Air Untuk Keperluan Closet
Toilet siram desain lama membutuhkan 19 liter air dan bisa memakan hingga
40% dari penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah
penggunaan 190 liter air per kepala per hari, mengganti toilet ini dengan unit baru
yang menggunakan hanya 0,7 liter per siraman bisa menghemat 25% dari
penggunaan air untuk rumah tangga tanpa mengorbankan kenyamanan dan
kesehatan. Sebaliknya, memasang unit penyiraman yang memakai 19 liter air di
sebuah rumah tanpa WC bisa meningkatkan pemakaian air hingga 70%. Jelas, hal
ini tidak diharapkan di daerah yang penyediaan airnya tidak mencukupi, dan hal
tersebut juga bisa menambah jumlah limbah yang akhirnya harus dibuang dengan
benar.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, banyak perhatian telah
diberikan pada pembuatan sistem sanitasi yang tahan lama, hemat air, bisa diterima
oleh orang-orang yang akan memakainya, dan memungkinkan penggunaan
kembali limbah yang telah diolah. Pengembangan sanitasi yang paling penting
dalam dekade ini adalah pengesahan bentuk-bentuk sanitasi yang sebelumnya
dianggap primitif. Setelah beberapa tahun penelitian terapan dan kemajuan
teknologi, kakus luar rumah telah ditransformasi menjadi instalasi sederhana tapi
canggih yang memberikan tingkat kenyamanan dan kesehatan yang tinggi. Dua
teknologi penting yang berhubungan dengan kakus ini adalah: lubang kakus yang
diperbaiki dan diberi ventilasi (Ventilated Improved Pit latrine/VIP latrine) dan
toilet siram guyur (Pour Flush Toilet/PF toilet). Dua teknologi ini biayanya jauh
lebih sedikit daripada toilet konvensional yang dihubungkan ke tanki septik atau
sistem saluran pembuangan.
G. LIMBAH RUMAH TANGGA DARI SALURAN AIR PEMBUANGAN
Selain dari buangan closet (WC) limbah bekas air buangan kamar mandi dan
bekas air cucian juga harus dikelola dengan baik. Berikut ini merupakan ketentuan
yang sedapat mungkin untuk dilakukan dalam pengelolaannya yaitu tempat cucian
dipasang tidak jauh dari dapur. Bak cucian dipasang saringan, saluran pralon ke bak
kontrol yang jaraknya maksimum 5 m. Bak ini perlu ditutup dan diberi pegangan agar
memudahkan pengambilan tutup bak. Agar binatang tidak dapat masuk perlu dibuat
besi penghalang.
Untuk pembuatannya dapat dilihat pada Gambar di bawah ini:
Dari gambar tersebut terlihat kegunaan tempat pengelolaan limbah, yaitu
untuk membuang air cucian dapur dan kamar mandi serta untuk membuang air
kotoran kamar mandi. Saluran pengolahan limbah ini perlu dibersihkan secara teratur
terutama pada saringan air. Jangan membuan benda-benda padat seperti : batu kerikil,
kertas, kain, plastik dan barang-barang lainnya, karena akan menyumbat saluran.
Limbah air bekas mandi dan cuci dialirkan ke bak kontrol dan langsung ke
sumur resapan. Air akan tersaring pada bak resapan dan air yang keluar dari bak
resapan sudah bebas dari pencemaran.Tempat mandi dan cuci dibuat dari batu bata,
campuran semen dan pasir. Bak kontrol dibuat terutama untuk saluran yang berbelok,
karena pada saluran berbelok lama-lama terjadi pengikisan ke samping sedikit demi
sedikit, dan akan terjadi suatu pengendapan kotoran. Dibuat juga sumur resapan yang
terbuat dari susunan batu bata kosong yang diberi kerikil dan lapisan ijuk. Sumur
resapan diberi kerikil dan pasir. Jarak antara sumur air bersih ke sumur resapan
minimum 10 m agar supaya jangan mencemarinya.
Disamping cara yang tersebut diatas untuk mengelola limbah saluran kamar
mandi dan limbah bekas cucian dapat juga dilakukan dengan cara mengalirkan limbah
melalui saluran ke sebuah lubang resapan.
Pertama dibuat lubang di luar dapur dengan lebar, panjang dan tinggi 1 m
atau disesuaikan dengan tempat dan kebutuhan. Di buat saluran dari batu bata, pasir,
semen atau pakai bis. Kalau saluran terbuka bisa ditutup dengan bambu, kayu atau
seng. Bak resapan diisi dengan pasir, kerikil, batu kali. Akan lebih baik kalau bak
resapan ditutup dengan kayu/bambu/cor-coran pasir dan semen. Dan dapat diberi
saluran udara dari pralon. Cara pembuatannya dapat dilihat pada Gambar di bawah
ini.
E. LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA
Industri rumah tangga seperti industri tempe, tahu, rumah makan, dan lain-
lain perlu dikelola. Limbah dari industri rumah tangga tersebut menimbulkan bau
yang tidak enak dan mengganggu lingkungan sekitarnya.
Salah satu cara mengelola limbah rumah tangga adalah dengan membuat 3
bak. Ketiga bak tersebut digunakan sebagai tempat pengendapan limbah secara
bertahap. Dengan demikian air limbah yang keluar dari bak terakhir sudah tidak
membahayakan lagi.
Cara pembuatannya ialah buat bak sebanyak 3 buah dari batu bata dengan
campuran pasir dan semen. Kemiringan saluran harus diperhitungkan. Usahakan
jangan sampai ada benda pada air limbah, sebab apabila ada akan menempel dan
menyumbat saluran. Antara bak satu dengan lainnya dihubungkan pipa pralon, antara
satu dengan yang lain letaknya lebih rendah. Susunan dan sifat air limbah yang
berasal dari limbah industri rumah tangga tergantung pada macam dan jenisnya,
industri.
Air limbah dapat berupa limbah dari pabrik susu, rumah makan, pemotongan
hewan, pabrik tahu, pabrik tempe, dsb. Kotoran air limbah yang masuk ke bak I, akan
mengapung. Pada bagian bawah limbah melalui pipa akan terus mengalir ke bak II.
Lemak akan tertinggal dan akan menempel pad dinding. Untuk mengambil lemak
perlu diserok. Dalam Bak II limbah akan mengalami pengendapan, terus ke bak III
begitu juga. Dari pipa pralon pada bak III air limbah akan keluar dan sudah tidak
membahayakan lagi. Untuk membawa lumpur diperlukan kecepatan 0.1m/detik dan
untuk membawa pasir kasar perlu kecepatan 0,2m/detik. Cara pembuatannya dapat
dilihat Gambar di bawah ini.
Dari gambar diatas terlihat kegunaannya yaitu untuk membuang limbah
industri rumah tangg dan untuk membuang kotoran-kotoran yang bersifat cair.Bak
hendaknya sering dibersihkan agar kotorannya tidak mengganggu saluranPerlu di
kontrol saluran-salurannya untuk menghindari kemacetan.Jangan membuang limbah
berupa benda padat seperti : kain, kertas, daun-daun, plastik, kerikil, dsb.
Kerugiannya ialah apabila kurang dikontrol akan sering macet, sehingga air
akan keluar ke atas dan mengganggu lingkungan sekitarnya.
F. CARA PENANGGULANGAN PENCEMARAN LIMBAH RUMAH TANGGA
Pemisahan limbah organik dan anorganik. Organik: dibuat kompos. Limbah
anorganik: dibuat kerajinan atau sesuatu yang bermanfaat.
Reuse
Reduce
Recycle
Contoh Kegiatan Reuse Sehari-Hari
Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau
berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada
menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali.
Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang
sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali
menjadi tempat minyak goreng.
Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
Gunakan kembali kantong kresek
Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan
Contoh Kegiatan Reduce Sehari-Hari
Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam
jumlah besar.
Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa
diisi ulang kembali.
Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.
Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
Contoh Kegiatan Recycle Sehari-Hari
Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.