Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH TANAMAN PANGAN

GANDUM





OLEH :
HERMAWAN
IZZA AMAR 201010220311022
UMMI NUR HANIF 2011102203110
ANGGI LARASATI 201110220311037
AMIN SETIA NASTITI 201110220311038
APRIYANI SAFITRI 201110220311045

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014


BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Bagi bangsa Indonesia, tepung terigu merupakan bahan makanan pokok penting kedua
setelah beras, dimana kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Makanan populer
Indonesia yang berbahan baku tepung terigu seperti mie, bakso, roti, martabak, bermacam jenis
kue dan sebagainya hampir dapat dijumpai di semua lapisan masyarakat. Pada umumnya
masyarakat Indonesia sudah mengenal dengan baik tepung terigu namun hanya sedikit orang
yang mengetahui tanaman gandum, yaitu tanaman yang menghasilkan biji gandum untuk bahan
baku pembuatan tepung terigu.
Atas dasar kenyataan tersebut di atas, bangsa Indonesia perlu kiranya segera memulai
penggalian potensi tanaman gandum yang dapat tumbuh dan berkembang di alam tropis seperti
Indonesia. Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian
lainnya sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum
berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria,
Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM.
Gandum (Triticum sp.) termasuk dalam golongan serealia yang merupakan bahan
makanan sumber karbohidrat. Selain sebagai bahan makanan, serealia dapat pula diolah sebagai
bahan-bahan industri yang penting, baik bentuk karbohidrat utamanya atau komponen lainnya
(Makfoeld, 1982). Gandum merupakan bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat.
Oleh karena itu, sebagian besar penduduk dunia mengonsumsi gandum sebagai makanan pokok
selain beras. Gandum dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie, pasta,
tepung gandum sebagai bahan baku pembuatan roti.

Tanaman gandum jarang ditemukan di Indonesia karena kondisi lingkungan fisik di
Indonesia tidak cocok untuk tanaman gandum yang merupakan tanaman subtropis. Akan tetapi
masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai produk olahan gandum seperti mie instan
bahkan lebih besar dari jagung dan ubi kayu.






























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Gandum
Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang
kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan
ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol
Masyarakat prasejarah sudah mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya
sebagai sumber makanan. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari
daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran.
Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM.

Spesies

T. timopheevii
T. turanicum
T. turgidum
T. urartu
T. vavilovii
T. zhukovskyi
Referensi:
ITIS 42236 2002-09-22

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Triticum
L.



Klasifikasi Gandum
Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang
mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku
[2]
. Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan
tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. Berdasarkan tekstur
kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. Sementara itu berdasarkan warna
bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). Untuk musim tanam,
gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum
gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.
1. T. aestivum(hard wheat)
T. aestivum adalah spesies gandum yang paling banyak ditanam di dunia dan banyak digunakan
sebagai bahan baku pembuatan roti karena mempunyai kadar protein yang tinggi. Gandum ini
mempunyai ciri-ciri kulit luar berwarna coklat, bijinya keras, dan berdaya serap air tinggi. Setiap
bulir terdiri dari dua sampai lima butir gabah.
2. T. compactum(soft wheat)
T. compactum merupakan spesies yang berbeda dan hanya sedikit ditanam. Setiap bulirnya
terdiri dari tiga sampai lima buah, berwarna putih sampai merah, bijinya lunak, berdaya serap air
rendah dan berkadar protein rendah. Jenis gandum ini biasanya digunakan untuk membuat
biskuit dan kadang-kadang membuat roti.
3. T. durum(durum wheat)
T. durum merupakan jenis gandum yang khusus. Ciri dari gandum ini ialah bagian dalam
(endosperma) yang berwarna kuning, bukan putih, seperti jenis gandum pada umumnya dan
memiliki biji yang lebih keras, serta memiliki kulit yang berwarna coklat. Gandum jenis ini
digunakan untuk membuat produk-produk pasta, seperti makaroni, spageti, dan produk pasta
lainnya.

Morfologi biji
Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan diameter 23 mm.
Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga
bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit
dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji
gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.
Bran
Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan
gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%),
testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta
memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar.
Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila
terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada
penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji
gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang
terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).
Endosperma
Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak
mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil
sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu.
Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti
dan akan semakin besar jika mendekati kulit.
Lembaga
Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan
makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan
setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa,
mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji
gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah
satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif
hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.

Kandungan Gizi Gandum

Menurut Penelitian Lembaga yang menjadi bagian terbesar dari gandum antara 80-85%
mengandung karbohidrat, protein, thiamin (vitamin B1), dan vitamin E. Nah, bagian yang
terbuang yakni germ (embrio) berisi nutrisi untuk biji, bran (dedak) sebagai kulit pelindung luar,
dan aleurone (lapisan sel adjacent pada lembaga). Padahal banyak zat gizi penting dalam bagian
tersebut.

Menurut Nilani, germ yang hanya 3% dari biji banyak mengandung vitamin B, vitamin E,
mineral dan elemen trace, berbagai enzim, dan flavonoid. Bran mengandung serat, vitamin B,
mineral dan elemen trace, dan fitokimia. Aleurone memiliki protein, enzim, serat, dan fitokimia.
Khasiat Gandum Untuk Kesehatan

1. Melancarkan Pencernaan
Biji gandum memiliki serat yang tinggi sehingga berkhasiat menghaluskan feces manusia. Itulah
yang menyebabkan biji gandum ini sangat bersahabat dengan pencernaan. Hasiat mengkonsumsi
biji gandum ini atau dalam bentuk olahannya adalah proses pencernaan makanan akan lancar
karena Anda tidak akan sulit untuk buang air besar.

2. Diet
Kandungan serat tinggi yang dimiliki biji gandum juga membuat Anda merasakan sensasi
kenyang lebih lama jika sudah mengonsumsinya. Jika ingin berdiet dengan pola makan yang
sehat, mengonsumsi biji gandum atau olahannya adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan
untuk menyukseskannya. Cara diet alami.

3. Baik untuk Jantung
Kandungan serat yang dimiliki oleh biji gandum ini sangat baik untuk kesehatan jantung Anda.
Mengkonsumsi roti yang terbuat dari biji gandum secara rutin dapat menjaga jantung terkena
penyakit jantung.

Jika sudah terserang penyakit jantung, terutama jantung koroner, Anda dapat mengkonsumsi oat
meal secara rutin untuk mengobatinya. Di dalam oat meal yang terbuat dari biji gandum ini
terdapat kandungan Folic Acid yang berguna untuk mengurangi atau bahkan dapat
menyembuhkan penyakit jantung koroner.

4. Mengobati Penyakit Kolesterol
Serat yang terkandung di dalam biji gandum ini juga memiliki khasiat untuk mengikat kolesterol,
lemak, dan juga asam empedu. Dengan begitu, kolesterol dalam darah dapat dikurangi dengan
mengkonsumsi makanan olahan dari biji gandum secara rutin dan dilakukan terus menerus.
Kolesterol akan selalu terkontrol dengan adanya serat tersebut sehingga dapat digunakan pula
untuk pencegahan timbulnya penyakit kolesterol.

5. Mengobati Penyakit Diabetes
Biji gandum yang diolah menjadi roti memiliki kandungan gula yang rendah. Sangat jauh
kandungan gulanya jika dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya. Dengan begitu, Anda
tidak akan kelebihan zat gula dalam darah yang menimbulkan penyakit diabetes.

Pengkonsumsian roti yang terbuat dari biji gandum sebagai karbohidrat ini sangat dianjurkan jika
Anda memiliki penyakit diabetes. Ini diperlukan untuk tetap memenuhi kebutuhan tubuh akan
karbohidrat tanpa harus menambah kadar gula dalam darah. Mengganti makanan pokok Anda
dengan biji gandum adalah pilihan yang tepat yang dapat dilakukan.

Bentuk Pengolahan Gandum
Tepung terigu
Tepung terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum, dan
digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia
diserap dari bahasa Portugis, trigo, yang berarti "gandum".
Tepung terigu mengandung banyak zat pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam
air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam
menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu. Tepung terigu juga berasal dari
gandum, bedanya terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan, sedangkan tepung gandum
utuh (whole wheat flour) berasal dari gandum beserta kulit arinya yang ditumbuk.
Pembuatan tepung terigu
Tepung terigu diperoleh dari hasil penggilingan biji gandum yang mengalami beberapa
tahap pengolahan (Paul & Helen 1972). Beberapa tahap proses pengolahan tersebut adalah tahap
persiapan dan tahap penggilingan. Tahap persiapan meliputi proses cleaning (pembersihan),
dampening (pelembapan), dan conditioning (pengondisian). Pada tahap cleaning, gandum
dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti debu, biji-biji lain selain gandum (seperti biji jagung,
kedelai), kulit gandum, batang gandum, batu-batuan, kerikil, logam, dan lain-lain
[6]
.
Kontaminan-kontaminan tersebut harus dipisahkan dari gandum sebelum proses penggilingan.
Penggunaan ayakan kasar dan magnet dapat memisahkan benda-benda asing dan substansi
logam yang terdapat pada gandum. Kontaminan kecil memerlukan perlakuan khusus untuk
memisahkannya dari gandum.
Gandum yang telah dibersihkan mengalami proses selanjutnya yaitu proses dampening dan
conditioning. Proses dampening adalah proses penambahan air agar campuran gandum memiliki
kadar air yang diinginkan
[6]
. Proses dampening tergantung pada kandungan air dari gandum,
kepadatan, dan kekerasan biji gandum. Jumlah air yang ditambahkan dapat dihitung secara
matematis dengan menggunakan persamaan:
W = (M2 M1) / (100 M2) / times Q
Keterangan:
W = jumlah air yang ditambahkan (kg)
M2 = adalah kadar air yang diinginkan (%),
M1 = adalah kadar air gandum awal (%)
Q = adalah berat gandum (kg).

Setelah melalui proses dampening selanjutnya gandum mengalami conditioning dengan
menambahkan air pada gandum dan didiamkan selama waktu tertentu agar air benar-benar
meresap. Tahap ini bertujuan untuk membuat kulit gandum menjadi liat sehingga tidak hancur
pada saat digiling dan dapat mencapai kadar air tepung terigu yang diinginkan serta
memudahkan endosperma terlepas dari kulit dan melunakkan endosperma.
Tahap selanjutnya adalah tahap penggilingan yang meliputi proses breaking, reduction,
sizing, dan tailing. Prinsip proses penggilingan adalah memisahkan endosperma dari lapisan sel
aleuron atau lapisan kulit. Diawali dengan proses breaking, endosperma dihancurkan menjadi
partikel-partikel dalam ukuran yang seragam dalam bentuk bubuk seukuran tepung. Tahap
penggilingan selanjutnya adalah proses reduction, yaitu endosperma yang sudah dihancurkan
diperkecil lagi menjadi tepung terigu, untuk selanjutnya diayak untuk dipisahkan dari bran dan
pollard. Selama proses penggilingan dihasilkan produk-produk samping seperti dedak, pollard,
pellet, dan tepung industri. Tujuan dari tahap penggilingan ini untuk memperoleh hasil ekstraksi
yang tinggi dengan kualitas tepung yang baik. Proses tepung yang baik umumnya menghasilkan
74-84% tepung terigu sedangkan bran dan pollard kira-kira 20-26%. Tepung hasil produksi
dianalisis di laboratorium kendali mutu untuk dianalisis kandungan-kandungan dalam tepung
terigu yang meliputi penetapan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar gluten, uji warna,
uji farinograph, ekstensograph, alveograph, amylograph, serta analisis mikrobiologi.
Jenis tepung terigu
Tepung berprotein tinggi (bread flour): tepung terigu yang mengandung kadar protein
tinggi, antara 11%-13%, digunakan sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, dan donat.
Tepung berprotein sedang/serbaguna (all purpose flour): tepung terigu yang mengandung
kadar protein sedang, sekitar 8%-10%, digunakan sebagai bahan pembuat kue cake.
Tepung berprotein rendah (pastry flour): mengandung protein sekitar 6%-8%, umumnya
digunakan untuk membuat kue yang renyah, seperti biskuit atau kulit gorengan ataupun
keripik.

NILAI GIZI GANDUM

Umumnya produk olahan gandum lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang hidup
diperkotaan. Meningkatnya konsumsi produk olahan gandum akan meningkatkan impor gandum
atau tepung gandum. Tepung gandum sendiri memunyai kandungan protein dan karbohidrat
yang lebih tinggi daripada tepung yang dibuat dari jenis lain.
BUDIDAYA GANDUM DI INDONESIA
Telah kita ketahui bersama gandum adalah bahan utama dalam pembuatan mie dan roti.
Namun sampai saat ini pemerintah masih mengimpor semua kebutuhan gandum di Indonesia.
Padahal banyak wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat untuk budidaya gandum. Sehingga
perlu di budayakan menanam gandum di Indonesia supaya Impor gandum bisa terkurangi.
Tanaman gandum akan tumbuh baik di indonesia dengan kondisi suhu udara 15-25C dengan
keasaman tanah yang netral pH 6,5-7,1. Segala jenis lahan bisa kecuali tanah yang tergenang air.
Dalam satu tahun sebaiknya gandum ditanam satu kali, yaitu mulai bulan maret-mei dan panen
juli-september.
Kebutuhan bahan :
1. 75-100 kg benih gandum
2. 45-100 kg Sp36
3. 1-5 ton kompos
Cara tanam :
1. Tanah dicangkul
2. Ratakan permukaan tanah
3. Buat alur dengan jarak 20-30 cm.
4. Kedalam alur taburkan kompos matang, Sp36 dan benih
5. Tutup alur tadi dengan tanah dari alur yang tak ditaburi benih
6. Akan terbentuk bedengan setelah penutupan alur
Pemeliharaan :
1. 7-14 Hst: Taburkan 30-35 Kg urea/ Ha dan 30-35 Kg Kcl/ Ha.
2. 35, 45, 55, 65, 75 dan 90 Hst Hst: Semprot dengan Pupuk pelengkap cair
3. Pada dasarnya hama dan penyakit gandum sangat minim sekali, hama paling dominan
adalah aphids sedangkan penyakitnya bisa dibilang tidak ada penyakit yang berarti.
Pemanenan :
1. Pada prinsipnya panen dilakukan ketika biji sudah masak morfologis maupun masak
fisiologis (biji sudah keras dan berwarna kuning coklat mengkilat dengan kadar air biji
12-14% dan spike sudah melengkung tajam)
2. Pemanenan dilakukan dengan menyabit batang setinggi 25 cm dari permukaan tanah
3. Jerami beserta malai dirontokkan dengan power thrasser padi, pedal thrasser maupun
digepyok
4. Usahakan panen saat musim kemarau sehingga memudahkan pengeringan dan
perontokan biji
5. Malai gandum yang dirontokkan menghasilkan biji gandum.
6. Biji gandum dapat diolah secara sederhana supaya menjadi beras gandum yaitu dengan
ditumbuk ringan kemudian ditampi.


SYARAT TUMBUH TANAMAN GANDUM
Iklim
Ketinggian diatas lahan yang sesuai 800 m dpl
Suhu Optimum 20 25C
Curah hujan 600 825 mm/tahun
Kelembapan ratarata 80 90%
Intensitas penyinaran 9 12 jam/hari
Tanah
Jenis tanah adalah Andosol, Regosol kelabu, Latosol dan Aluvial
pH tanah berkisar 6 7
Syarat tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman gandum adalah
: a). hara yang diperlukan cukup tersedia, b).tidak ada zat toksit, c). kelembaban mendekati kapas
itas lapang, d). suhu tanah ratarata berkisar 15 28 C, e). aerasi tanah baik, f).tidak ada
lapisan padat yang menghambat penetrasi akar gandum untuk menyusuri tanah.
Cara Pengolahan Tanah
Tanah dicangkul sedalam 25-30 cm setelah tanah dicangkul, dibiarkan/diangin-
anginkan selama 7 hari
Penggemburan tanah dilakukan agar bongkahan tanah menjadi butiran yang lebh halus
Kemudian tanah dianginanginkan selama 7 hari agar terhindari dari unsur-unsur
beracun yang kemungkinan ada di dalam tanah
Pembuatan Bedengan
Setelah tanah diolah/digemburkan dibuat bedengan selebar 200 cm. Panjang bedengan menyesu
aikan kondisi lahan
Diantara bedengan dibuat selokan selebar 50 cm dan sedalam 25 cm
Tanah dari galian selokan diambil dan ditaburkan diatas bedengan sehingga
menambah tinggi bedengan
Permukaan bedengan dihaluskan dan diratakan sehingga rata benar
Pada setiap bedengan nantinya terdapat 8 barisan tanaman dengan jarak antar baris 25 cm.
Penanaman
Varietas yang ada dan pernah dikembangkan di Indonesia baru beberapa varietas
di antaranya Nias, Timor, Selayar dan Dewata namun
dari ke 4 varietas tersebut yang banyak di tanamoleh petani varietas Selayar dan Dewata.
Kebutuhan Benih
Benih yang digunakan hendaknya benih bermutu, hal ini sangat penting disamping
untuk menghasilkan produksi yang tinggi juga tahan terhadap hama dan penyakit yang
menyerang. Kebutuhan benih per hektar 100 kg atau sama dengan 1 kg/100 m
dengan sistim larikan jika ditanam dengan sistim tugal kebutuhan
benih bisa kurang dari 100 kg/ha.
Waktu Tanam
Tanam yang tepat adalah pada awal musim kemarau dan di akhir musim penghujan, pada
sebagian besar daerah di Pulau Jawa biasanya berada di antara bulan April - Mei dimana di
perkirakan curah hujan tidak terlalu tinggi. Namun demikian, ada
beberapadaerah yang waktu tanamnya tidak pada bulan-
bulan tersebut. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut mempunyai musim kemarau dan pengh
ujan yang berbeda.
Cara Bertanam
Buat alur/larikan pada bedengan dengan jarak antara 25 cm.
Benih yang akan ditanam, dicampur terlebih dahulu dengan Dithane.
Benih dimasukan dalam alur sedalam 3,5 cm dengan cara seretan.
Taburi Furadan ditempat biji dalam alur, kemudian ditutup dengan tanah
halus. Pemberian Furadan dimasukan agar benih tidak terkena hama dan penyakit.
Pengairan
Pada waktu setelah tanam yang diikuti pemupukan ke I lahan perlu diairi agar
benih berkecambah dan dapat tumbuh dengan baik.
Pada waktu tanaman berumur 30 HST (hari setelah tanam) yaitu pada waktu
setelah penyiangan dan pemupukan ke II,tanaman perlu diairi agar dapat menyerap pupuk denga
n baik.
Waktu tanaman berumur 45-65 HST yakni pada waktu fase bunting sampai
keluar malai, tanaman perlu diairi agar jumlah bunga dan biji yang dihasilkan banyak.
Pada fase pengisian biji sampai masak ( 70/90 HST) tanaman perlu diairi agar
tidak menurunkan berat biji yang dihasilkan.
Pemupukan
Waktu pemupukan dapat dilakukan sebelum tanam atau pada saat tanam sebagai pupuk d
asar.
Pupuk pertama diberikan TSP dan KCl serta sebagaian pupuk N. Dosis pupuk dapat ditentukan
oleh jumlah hara yang tersedia didalam
tanah. Biasanya pupuk organik 10 ton/ha, sedangkan pupuk anorganik 120sampai 200 kg N/ha,
P 45sampai150 kg/ha dan 30sampai70 kg K/ha.
Pemberian pupuk Urea dapat diberikan 2 sampai3 kali.
Pemberian I : Sepertiga bagian bersama dengan pupuk P dan
K dalam bentuk pupuk majemuk.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 sampai 3 kali tergantung banyaknya populasi gulma.
Penyiangan I : tanaman berumur 1 bulan
Penyiangan II : dilakukan 3 minggu dari penyiangan pertama
Penyiangan III: tergantung banyaknya dan tingginya populasi gulma.




















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Gandum dengan kualitas tinggi dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok yang
terpenting bagi sebagian besar penduduk dunia, sedangkan gandum kualitas rendah digunakan
untuk makanan ternak. Barometer pasaran gandum dunia ditentukan oleh pasaran gandum di
Chicago, Amerika Serikat, yang merupakan negara pengekspor gandum terbedar di dunia.
Perdagangan gandum dunia terus mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan dari
negara-negara yang sedang berkembang, dimana impor dari negara-negara yang sedang
berkembang tersebut mengambil bagian sebanyak 64 % dari seluruh perdagangan gandum dunia