Anda di halaman 1dari 16

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehidupan memberikan kesempurnaan dalam menjalankan pertumbuhan
dan perkembangan yang ada. Di dalam pertumbhan, faktor-faktor penghambat
pertumbuhan hampir dipastikan terdapat pada semua makhluk hidup, termasuk
manusia, hewan terutama tumbuhan. Di dalam proses pertumbuhan tentunya tidak
selalu tumbuh langsung menjadi besar, dan pastinya ada tahap-tahap
pertumbuhannya.
Pada perumbuhan tanaman, proses perkecambhan merupakan awal
terbentuknya struktur bibit yang nantinya akan mengalami proses pertumbuhan
dan perkembangan secara berkelanjutan. Selama masa pertumbuhan dan
perkembangan tersebut, tentunya akan terjadi hambatan-hambatan yang
menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tersebut kurang sempurna.
Pertumbuhan benih akan terhambat dengan adanya lingkungan genetik
yang tidak mendukung maupun lingkungan eksternalnya. Pengaruh masaknha
embrio berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit, kemudian kekuatan embrio
dalam menghancurkan kulit benih juga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan
benih. Oleh karena itu di dalam prosesnya, embrio akan dibantu oleh faktor luar,
misalnya air yang dalam hal ini akan melunakkan kulit benih sehingga benih bisa
tumbuh dan berkecambah.
Kekuatan kulit benih juga berpengaruh dalam hal menghalangi embrio
untuk tumbuh, kulit benih juga menyebabkan dormansi pada beberapa tanaman
dengan jenis tanaman yang tertentu pula. ntuk perlakuannya, biasanya benih
yang terlapisi oleh kulit benih dikupas kullitnya sehingga tidak menghalangi
embrio untuk tumbuh dan berkecambah. Dalam hal ini juga kulit benih tidak
menghalangi masuknya oksigen dan air untuk diserap oleh embrio. !etapi kulit
benih juga mempunyai dampak positif dimana kemampuan kulit benih dapat
menyerap cahaya yang berdampak negatif terhadap pengaruh yang negatif
terhadap pertumbuhan benih untuk perkecambahan. Dalam kondisi yang tidak
baik terhadap keberadaan cahaya, sebaiknya benih diletakkan pada kondisi yang
sesuai, misalnya kelembapan yang terjaga dan kondisi gelap dimana keberadaan
cahaya tidak ditemukan.
"enih pepaya memiliki perbedaan dengan benih lain, yaitu sewaktu masih
berada dalam buah, kulit benihnya dilapisi oleh #at berwarna keputihan lunak dan
agak bening yang disebut dengan aril. $ril ini mengandung protein kasar dan abu
yang ternyata berpengaruh negatif terhadap perkecambahan benih. %ndotesta
merupakan kulit benih benih biji&benih pepaya.
"agian benih pepaya berupa selubung yang menutupi biji kemungkinan
bersifat impermiable atau kedap terhadap air dan udara yang dibutuhkan untuk
perkecambahan. Oleh karena itu praktikum ini akan menganalisa tentang apakah
perkecambahan benih pepaya dipengaruhi oleh kulit biji atau kemungkinan akibat
keterkaitan terhadap kebutuhan cahaya.
1.2 Tujuan
'. (ahasiswa mempelajari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
perkecambahan benih.
). (ahasiswa dapat mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
perkecambahan benih pepaya.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
"enih yang bermutu tinggi berasal dari berbagai *arietas atau klon
merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya produksi
tanaman. "ila benih tak berkecambah maka faktor-faktor produksi lainnya tidak
akan berguna, karena tanaman tidak dapat memanfaatkan lingkungan +$$K,
',-./.
Pepaya merupakan salah satu buah tropika unggulan yang sangat potensial
untuk dikembangkan di 0ndonesia. 1ingga saat benih tetap merupakan bahan
utama dalam perbanyakan pepaya. Pengembangan pepaya memerlukan
ketersediaan benih secara berkesinambungan, sebab peremajaan tanaman selalu
diperlukan untuk mendapaykan produksi yang baik. Selain itu kepentingan
komersial, penanganan benih pepaya juga sangat penting untuk pengelolaan
plasma nutfah yang sampai selama ini lebih banyak dikelola secara in situ, karena
daya simpan benih pepaya yang relatif singkat. paya memperpanjang daya
simpan benih pepaya merupakan salah satu permasalahan yang perlu dipecahkan
+Sari, )223/.
$da beberapa faktor internal yang mempengaruhi perkecambahan benih
antara lain4 tingkat kematangan benih, ukuran benih, berat benih, kondisi
persediaan makanan dalam benih, ketidak mampuan embrio, daya tembus air dan
oksigen terhadap kulit biji. Disamping faktor internal, faktor eksternal seperti
suhu, air, oksigen dan cahaya juga mempengaruhi perkecambahan benih.
Perkecambahan benih tidak dapat terjadi jika benih tidak dapat menyerap air dari
lingkungan +$rdian,)22-/.
Senyawa-senyawa fenolik yang terdapat pada pelapis benih +testa/
berperan sebagai penghambat difusi air dan oksigen sehingga tidak tersedia untuk
metabolisme embrio. Proses difusi yang terhambat menyebabkan metabolisme
embrio menjadi terganggu dalam pertumbuhan radikel dan hipokotil. Pelapis biji
yang meliputi testa menyebabkan resistensi mekanik terhadap pertumbuhan
radikal dan hipokotil. Dengan terhambatnya proses difusi maka akti*itas en#im-
en#im juga akan tehambat dalam proses metabolisme didalam benih, sehingga
penguraian bahan-bahan yang digunakn tumbuh benih yang berasal dari
endosperma menjadi kurang tersedia dan kurang aktif sehingga pembesaran sel
dan perpanjangan sel menjadi terhambat +$rdian,)22-/.
$dapun faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih terdiri dari )
faktor yaitu faktor lingkungan dan faktor faktor benih. 5aktor benih meliputi
keadaan endosperm harus cukup untuk persediaan cadangan makanan selama
proses perkecambahan hingga kecambah dapat mencari makanan sendiri dari
dalam tanah. Keadaan embrio harus dalam kehidupan dan sehat. Sedangkan faktor
lingkungan yakni air, udara yang mengandung O
)
, sinar matahari yang
menentukan suhu yang pantas untuk berkecamba. $pabila faktor benih dan
lingkungan telah memenuhi syarat perkecambahan sesuai dengan yang diingini
selama proses perkecambahan maka akan menghasilkan kecambah yang lebih
baik dan berkualitas. (enjaga kelangsungan pertumbuhan kecambah setelah
redikel tumbuh menembus kulit benih diperlukan mobilasi bahan makan yang
tersimpan didalam kotiledon menuju titik tumbuh. !anaman muda dalam
pertumbuhannya tergantung pada cadangan makanan dalam benih +$rdian,)22-/.
ntuk berkecambah, benih pepaya memer'ukan cahaya. Kebutuhan
cahaya ini dapat diberikan sebe'um benih ditanam, me'a'ui penjemuran.
pengeringan benih dengan o*en 6278 tidak mendorong perkecambahan benih
da'am kondisi ge'ap. Penyerapan air pada kondisi ge'ap sama dengan pada
kondisi terang. 0ni menunjukkan bahwa tidak berkecambahnya benih pada kondisi
ge'ap bukan disebabkan impermeabi'itas kulit benih +Suwarno,)226/.
Perkecambahan benih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari
benih itu sendiri maupun faktor 'ingkungan. $ri' benih pepaya yang
mengandung protein kasar, serat kasar dan abu ternyata berpengaruh negatif
terhadap perkecambahan benih tersebut. Pembuangan aril dapat menghasilkan
perkecambahan yang lebih cepat dan lebih serempak. Oleh karena itu dianjurkan
agar benih pepaya yang akan ditanam dibuang arilnya, dicuci dan dikeringkan.
$ri' benih pepaya ternyata tidak hanya menghambat perkecambahan benih
pepaya saja, tetapi juga menghambat perkecambahan benih 'ainnya, di antaranya
yaitu slada, lobak, tomat dan worte' +Suwarno,)226/.
(enurut 9awo +)22-/, untuk mencapai daya kecambah :2; dibutuhkan
waktu perkecambahan lebih dari ,2 hari, dan untuk daya kecambah -:-,2;
diperlukan waktu lebih dari ':2 hari lebih setelah disemai. Kecepatan
perkecambahan berkaitan erat dengan komposisi kimia yang ada dalam biji. biji
yang lamban berkecambah +dormansi/ dan cepat berkecambah, juga berkaitan
dengan kadar kandungan inhibitor dan promotor yang ada dalam biji tersebut.
mumnya diketahui bahwa asam absisik dan fenol berperan sebagai penghambat
perkecambahan sedangkan asam giberelin merangsang atau mendorong
perkecambahan.
Penelitian mengenai kulit benih pepaya yang banyak di'akukan se'ama
ini, hanya ditujukan terhadap arilnya +sarco testa/, dan be'um ada yang mencoba
mempe'ajari pengaruh kulit benih bagian da'am yang disebut endotesta.
Perkecambahan benih pepaya ternyata juga dipengaruhi cahaya dan suhu.
+Suwarno,)226/ mengatakan bahwa benih pepaya memerlukan cahaya untuk
berkecambah.
Pengaruh sterilitas media terhadap daya berkecambah benih tidak nyata.
(eskipun demikian, terlihat bahwa benih yang dikupas kulitnya, baik sebagian
maupun seluruhnya menunjukkan daya berkecambah yang cenderung lebih tinggi
pada media steril bila dibandingkan dengan pada media yang tidak steril. 0ni dapat
disebabkan oleh microorganisme yang menyerang langsung bagian dalam benih
yang telah terbuka akibat pengupasan kulit benihnya +Suwarno,)226/.
$da beberapa faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih pepaya
diantaranya ialah cahaya, suhu, ketersediaan air dan angin. 8ahaya matahari bagi
pepaya merupakan suatu energi kehidupan. Dengan adanya cahaya matahari akan
berlangsung proses fotosintesis yang menghasilkan karbohirat sebagai energi
kehidupan. !anaman buah-buahan, termasuk pepaya yang mendapat sinar
matahari dalam jumlah banyak akan lebih cepat tumbuhnya. 5aktor lainnya yaitu
suhu. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman pepaya berkisar anara ))7-)<78,
suhu minimum ':78 dan suhu maksimum 6.78. Perkecambahan biji pepaya akan
berlangsung cepat bila suhu siang hari .:78 dan malam hari )<78. "iji akan
berkecambah dan tumbuh setelah ')-'6 hari +Sadjad,)22'/.
Suhu berpengaruh terhadap perkecambahan serbuk sari, pembentukan
benih dan pemasakan benih. Pajang hari menentukan apakah pembungaan akan
terjadi atau tidak. Kelembapan berpengaruh terhadap perkecambahan dan serbuk
sari, angin berpengaruh terhadap tingkat kerebahan tanaman. =adiasi matahari
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi benih +Setiawan, ',,'/.
BAB 3. METODOLOI
3.1 !aktu "an Te#$at
Praktikum Pembiakan !anaman 0 dengan judul acara 5aktor-5aktor yang
"erpengaruh !erhadap Perkecambahan "enih Pepaya dilaksanakan pada hari
Kamis tanggal '6 (aret )2'. pukul 2-..2 90" bertempat di >aborotarium
!eknologi "enih 5akuktas Pertanian, ni*ersitas ?ember.
3.2 Alat "an Ba%an
3.2.1 Alat
'. $lat pengecambah
). Pinset
.. 8awan petri
3.2.2 Ba%an
'. "uah pepaya yang telah masak
). $bu dapur
.. Subrat kertas merang
6. Kapas
:. Kertas karbon hitam
3.3 &ara Kerja
'. (empersiapkan benih pepaya yang diambil dari bagian tengan buah pepaya
+lebih kurang @ bagian/.
). (embuang aril dari benih pepaya dengan abu dapur, kemudian mencuci
bersih dan meniiriskan.
.. (embuat Perlakuan benih pepaya sebagai berikut 4
a. !idak mengupas kulit&endotesta benih.
b. (engupas sebagian kulit benih.
c. (engupas kulit benih seluruhnya.
Setelah itu, mengering-anginkan sampai kering atau dikeringkan dengan sinar
matahari selama ' hari, kemudian mengecambahkan pada kondisi terang dan
gelap.
6. (embuat media perkecambahan dengan substrat kertas merang yang dilapisi
kapas dalam cawan petri sebanyak enam kombinasi perlakuan dalam dua
ulangan.
:. (enanam benih pepaya yang telah diperlakukan dalam substrat yang terlebih
dahulu dibasahi dengan air, masing-masing sebanyak ): butir.
<. (elakukan perkecambahan benih dengan kondisi gelap dan terang. ntuk
kondisi gelap cawan petri ditutup kertas karbon hitam, sedangkan kondisi
terang pertridis tanpa tutup, kemudian masing-masing perlakuan letakkan
pada alat pengecambahan.
3. (enjaga kelembapan substrat perkecambahan dengan memberikan air
secukupnya.
BAB '. HASIL DAN PEMBAHASAN
'.1 Ha()l
'.1.1 Ta*el
Perlakuan

>
Perkecambahan +;/
Kulit
benih
pepaya
Kondisi
perkeca
mbahan
1ari ke-- 1ari ke-'6
Aormal
"elum
normal
Aormal abnormal (ati
"enih
dikupas
Kulitnya
!erang
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
-
-
-
-
-
-
'22;
'22;
'22;
Belap
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
-
-
-
-
-
-
'22;
'22;
'22;
"enih
kulitnya
dikupas
sebagian
!erang
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
-
'2;
-
-
-
-
'22;
,2;
'22;
Belap
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
.2;
-
-
-
-
-
32;
'22;
'22;
"enih
tanpa
kulitnya
dikupas
seluruhn
ya
Belap
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
-
-
-
-
-
-
'22;
'22;
'22;
!erang
'
)
.
-
-
-
'22;
'22;
'22;
-
-
-
-
-
-
'22;
'22;
'22;
'.1.2 ra+)k
perlakuan
perkecambahan normal pada kulit benih dikupas seluruhnya
+;/
hari ke-6 hari ke-3
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
gelap 2 2 2 2 2 2
terang 2 2 2 2 2 2
perlakuan
perkecambahan normal pada kulit benih yang dikupas
sebagian +;/
hari ke-6 hari ke-3
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
gelap 2 2 2 2 .2 2
terang 2 2 2 '2 2 2
perlakuan
perkecambahan normal pada kulit benih tanpa dikupas +;/
hari ke-6 hari ke-3
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
ulangan
'
ulangan
)
ulangan
.
gelap 2 2 2 2 2 2
terang 2 2 2 2 2 2
'.2 Pe#*a%a(an
Dalam praktikum mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
perkecambahan benih pepaya ini dilakukan beberapa perlakuan diantaranya ada
perlakuan penutupan dengan plastik hitam. Perlakuan penutupan tersebut
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa jauh pengaruh cayaha terhadap
perkecambahan benih pepaya. Selain itu, penutupan karbon juga memiliki fungsi
lain yaitu untuk menjaga kelembapan benih sehingga benih tidak mudah
mengering dan membuat kerja benih semakin aktif.
"erdasarkan data hasil pengamatan menunjukkan hasil yang kurang
maksimal. Pada hari yang ke-- semua benih pepaya pada semua perlakuan tidak
menunjukkan tanda perkecambahan, baik dalam keadaan terang maupun keadaan
gelap tertutup oleh karbon.
Pada pengamatan hari yang ke-'6, perkecambahan benih hanya terjadi pada
perlakun benih yang dikupas kulitnya sebagian pada keadaan terang maupun
gelap. Pada perlakuan tersebut terdapat dua benih pepaya yang dapat
berkecambah dengan normal dan '< benih yang lain mati. (elalui data
pengamatan dapat diketahui parameter perlakuan benih, yaitu mengenai kecepatan
berkecambah dan daya berkecambah benih pepaya dari pengamatan hari ke--
sampai hari ke-'6. Kecepatan berkecambah diperoleh dengan membagi jumlah
kecambah normal pada hari ke-- dengan jumlah total benih yang dikecambahkan
kemudian dihitung dengan hasil presentase. Pada praktikum ini sampai hari ke--
semua kondisi benih pepaya tidak menunjukkan adanya perubahan apapun. !idak
ada tanda bahwa benih-benih tersebut berkecambah, sehingga pada hari tersebut
tidak diperoleh data tentang kecepatan berkecambah. Sedangkan daya
berkecambah benih diperoleh setelah pengamatan sampai hari ke-'6. Daya
berkecambah dihitung dengan membagi jumlah kecambah normal dibagi dengan
jumlah total benih yang dikecambahkan kemudian dihitung dengan hasil
presentase.
"erdasarkan hasil perhitungan daya berkecambah benih, daya
perkecambahan pada perlakuan benih sebagian kulitnya dikupas menghasilkan
'2; pada kondisi terang dan .2; pada kondisi gelap, sedangkan pada perlakuan
lainnya tidak diperoleh data daya berkecambah karena seluruh benih mati. 1al ini
membuktikan bahwa kondisi minim cahaya membuat perkecambahan benih
pepaya berlangsung dengan baik daripada ada cahaya.
$da beberapa faktor internal yang mempengaruhi perkecambahan benih
antara lain4 tingkat kematangan benih, ukuran benih, berat benih, kondisi
persediaan makanan dalam benih, ketidak mampuan embrio, daya tembus air dan
oksigen terhadap kulit biji. Disamping faktor internal, faktor eksternal seperti
suhu, air, oksigen dan cahaya juga mempengaruhi perkecambahan benih.
Perkecambahan benih tidak dapat terjadi jika benih tidak dapat menyerap air dari
lingkungan +$rdian,)22-/.
Kemungkinan benih pepaya merupakan benih yang kurang membutuhkan
cahaya dalam perkecambahannya. 1al tersebut terbukti dalam praktikum kali ini,
dimana kondisi gelap pada perlakuan kulit benih dikupas sebagian memberikan
daya perkecambahan lebih tinggi +.2;/ dibandingkan pada kondisi terang +'2;/.
8ahaya yang minim akan menghasilkan perkecambahan yang baik karena
pertumbuhan auksin tergantung pada tidak adanya cahaya, terbukti benih pepaya
pada kondisi gelap menunjukkan hasil yang lebih tinggi daripada kondisi terang
pada perkecambahannya. Sesuai dengan hasil pengamatan praktikum dapat
dijelaskan bahwa tidak selamanya cahaya berpengaruh pada perkecambahan suatu
benih. (elainkan ada pengaruh-pengaruh lain yang justru menjadikan cahaya
sebagai faktor penghambat bagi perkecambahan benih misalnya saja pada benih
pepaya.
Perkecambahan benih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari
benih itu sendiri maupun faktor 'ingkungan. $ri' benih pepaya yang
mengandung protein kasar, serat kasar dan abu ternyata berpengaruh negatif
terhadap perkecambahan benih tersebut. Pembuangan aril dapat menghasilkan
perkecambahan yang lebih cepat dan lebih serempak. Oleh karena itu dianjurkan
agar benih pepaya yang akan ditanam dibuang arilnya, dicuci dan dikeringkan.
Sadjad +)22'/ menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perkecambahan benih pepaya diantaranya ialah cahaya, suhu,
ketersediaan air dan angin. Dengan adanya cahaya matahari akan berlangsung
proses fotosintesis yang menghasilkan karbohirat sebagai energi kehidupan. Suhu
optimal untuk pertumbuhan tanaman pepaya berkisar anara ))7-)<78, suhu
minimum ':78 dan suhu maksimum 6.78. Perkecambahan biji pepaya akan
berlangsung cepat bila suhu siang hari .:78 dan malam hari )<78. "iji akan
berkecambah dan tumbuh setelah ')-'6 hari.
Pengaruh kulit benih atau yang biasa disebut dengan endotesta terhadap
perkecambahan lebih kepada faktor penghambat. 1al ini terbukti dengan tidak
adanya benih pepaya yang tumbuh pada pada perlakuan benih tidak dikupas. Sifat
endotesta yang kasar dan mengandung protein kasar mengakibatkan pertumbuhan
embrio didalamnya terhambat oleh keberadaan kulit benih. Sehingga dapat
dikatakan bahwa keberadaan kulit benih pada pepaya mempunyai pengaruh
negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan benih untuk berkecambah.
Suwarno +)226/ menambahkan bahwa penelitian mengenai kulit benih
pepaya yang banyak di'akukan se'ama ini, hanya ditujukan terhadap arilnya
+sarco testa/, dan be'um ada yang mencoba mempe'ajari pengaruh kulit benih
bagian da'am yang disebut endotesta. Penyerapan air pada kondisi ge'ap sama
dengan pada kondisi terang. 0ni menunjukkan bahwa tidak berkecambahnya benih
pada kondisi ge'ap bukan disebabkan impermeabi'itas kulit benih
Perlakuan yang paling baik dalam praktikum kali ini adalah kulit benih
yang dikupas sebagian. 1al tersebut dibuktikan dengan data pengamatan bahwa
pada hari ke-- hanya benih yang kulitnya dikupas sebagian yang dapat tumbuh
berkecambah dari perlakuan yang lain. 1al ini kemungkinan dikarenakan kulit
benih pada pepaya berperan sebagai filter cahaya dan impermeable terhadap air
dan udara +O
)
/, apabila benih pepaya masih terselubung oleh kulit maka oksigen
tidak bisa masuk dan perkecambahan tidak akan terjadi serta embrio tidak mampu
tumbuh akibat terhalangi oleh kulit benih. Sebaliknya, apabila kulit benih tidak
tersedia, maka proses filter cahaya tidak akan terjadi. Suwarno +)226/ dan Sadjad
+)22'/ mengatakan bahwa perkecambahan benih pepaya memerlukan cahaya.
Perlakuan tersebut lebih baik lagi apabila berada pada kondisi gelap, hal
ini dibuktikan dengan pengamatan bahwa perkecambahan pada perlakuan benih
kulitnya dikupas sebagian pada kondisi gelap lebih tinggi +.2;/ daripada kondisi
terang +'2;/. 1al tersebut terjadi karena hormon auksin tidak akan tumbuh pada
kondisi adanya cahaya, oleh karena itu perkecambahan dapat tumbuh dengan baik
pada kondisi minim cahaya.
!idak berkecambahnya benih pepaya perlakuan dikupas kulitnya
seluruhnya pada kondisi gelap kemungkinan karena beberapa faktor. !idak
adanya kulit menyebabkan cahaya tidak bisa difilter, Suwarno +)226/ dan Sadjad
+)22'/ mengatakan bahwa perkecambahan benih pepaya memerlukan cahaya.
!idak berkecambahnya benih pepaya dalam perlakuan ini juga bisa disebabkan
tidak sterilnya media, Suwarno +)226/ menambahkan kejadian tersebut dapat
disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang langsung bagian dalam benih
yang telah terbuka akibat pengupasan kulit benihnya.
BAB ,. KESIMPULAN DAN SA-AN
,.1 Ke()#$ulan
Perlakuan benih pepaya yang kulitny dikupir sebagian memberikan hasil
yang terbaik dari perlakuan yang lainnya. 1al ini terbukti pada pengamatan kali
ini bahwa perkecambahan hanya terjadi pada perlakuan benih pepaya dikupas
sebagian. 5aktor cahaya sangat mempengaruhi perkecambahan benih pepaya
dimana benih pepaya akan tumbuh baik pada kondisi yang minim cahaya terbukti
dengan hasil pengamatan bahwa pada kondisi gelap benih mampu berkecambah
normal .2; dibandingkan kondisi terang '2;. !etapi pada hakikatnya benih
pepaya masih memerlukan cahaya untuk perkecambahan.
Pada kulit benih pepaya terdapat aril yang berdampak negatif terhadap
perkecambaha benih. Pembuangan aril dapat menghasilkan perkecambahan yang
lebih cepat dan lebih serempak. Kulit benih pepaya juga berpengaruh terhadap
perannya sebagai filter cahaya. !etapi kulit benih juga berdampak negatif
terhadap perkecambahan karena menghalangi proses masuknya air dan udara serta
menahan embrio untuk tumbuh ke luar. $da beberapa faktor lain yang
mempengaruhi perkecambahan benih pepaya diantaranya ialah suhu, ketersediaan
air dan angin.
,.2 Saran
Diharapakan dalam praktikum kali ini mahasiswa dapat memahami faktor-
faktor perkecambahan pada benih, terutama benih pepaya. Sehingga mahasiswa
dapat mengetahui menanggapi setiap kejadian dalam kehidupan sehari-hari
terutama perkecambahan pada benih.

DA.TA- PUSTAKA
$$K. ',-.. Dasar-Dasar Bercocok Tanam. Cogyakarta4 Kanisus.
$rdian. )22-. Pengaruh Perlakuan Suhu dan 9aktu Pemanasan "enih terhadap
Perkecambahan Kopi $rabika. Akta Agrosia, Dol.''+'/4):-)..
Sadjad, S. )22'. Dari Benih Kepada Benih. Bramedia4 ?akarta.
(ugnisjah 9.E. dan Setiawan $.. ',,'. Produksi Benih. ?akarta4 "uni $ksara.
Sari, (aryati dkk. )22:. Pengaruh Sarcotesta Dan Pengeringan "enih Serta
Perlakuan Pendahuluan !erhadap Diabilitas Dan Dormansi "enih Pepaya
(Carica papaya). Agronomi, Dol... +)/4 ).-.2.
Suwarno, 5ai#a. )226. Pengaruh 8ahaya dan Perlakuan "enih !erhadap
Perkecambahan "enih Pepaya (Carica papaya >./. Agronomi, Dol.':
+./46,-<2.
9awo, $.1.. )22-. Studi Perkecambahan "iji dan Pola Pertumbuhan Semai
8endana +Santalum album >./ dari "eberapa Pohon 0nduk di Kabupaten
A!!. Biodiversitas, ,+)/4 ''3-')).