Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tebu merupakan jenis tanaman perdu, yang termasuk dalam golongan
rumput-rumputan dengan nama lain Saccharum officinarum. Tanah yang paling
cocok untuk jenis tanaman perdu adalah daerah dataran yang tingginya kurang
dari 500 meter di atas permukaan laut. Serta, mempunyai curah hujan tidak
kurang dari 2000 mm per tahunnya. Lebih baik lagi kalau dipadu dengan keadaan
iklim yang bergantian antara kemarau dan penghujan. adi tanah yang cocok
untuk budidaya tanam tebu adalah tanah yang memiliki sifat kering-kering basah.
Tanaman tebu merupakan tanaman yang sangat peka terhadap perubahan unsur-
unsur iklim. !leh karena itu, "aktu tanam dan panen harus diperhatikan agar tebu
dapat membentuk gula secara optimal. Tanaman tebu banyak membutuhkan air
selama masa pertumbuhan #egetatifnya dan membutuhkan sedikit air pada masa
pertumbuhan generatifnya $%ubyarto dan &amayanti, '(('). Terdapat dua cara
penanaman tebu, yaitu di lahan sa"ah dengan sistem reynoso $cara pengolahan
tanah sa"ah untuk tanaman tebu) dan di lahan tegalan dengan sistem tebu lahan
kering.Tebu lahan sa"ah memiliki beberapa kategori, tergantung dari pola
penanaman. Tebu tanam atau tebu Tebu *akyat Sa"ah + $T*+S +) adalah pola
penanaman tebu dengan menggunakan bibit. Sedangkan tebu keras atau T*+S ++
dan selanjutnya adalah penanaman tebu dari kepras atau tunas yang berasal dari
sisa panen. ,erbedaan kategori tersebut berpengaruh terhadap produksi dan
produkti#itas tebu.
1.2 Rumusan Masalah
'. -agaimana asal muasal komoditas tebu.
2. Seberapa penting komoditas tebu di +ndonesia.
/. -agaimana siklus ekspor dan impor gula pasir yang tidak lain berbahan
baku tebu yang terjadi di +ndonesia.
0. -agaimana potensi komoditas tebu di +ndonesia.
5. ,ermasalahan 1 permasalahan apa saja yang terjadi pada pertanaman tebu
di +ndonesia.
2. 3pa sajakah program pemerintah untuk melindungi komoditas tebu.
4. -agaimana budidaya komoditas tebu di +ndonesia.
5. -agaimana proses pengolahan komoditas tebu hingga menjadi gula pasir.
1.3 Tujuan Penulsan
'. %engetahui asal muasal komoditas tebu
2. %engetahui seberapa pentingnya komoditas tebu
/. %engetahui siklus ekspor dan impor gula pasir yang tidak lain berbahan
baku tebu yang terjadi di +ndonesia
0. %engetahui potensi komoditas tebu di +ndonesia
5. %engetahui permasalahan 1 permasalahan yang terjadi pada pertanaman
tebu di +ndonesia
2. %engetahui program 1 program pemerintah untuk melindungi komoditas
tebu
4. %engetahui cara budidaya komoditas tebu di +ndonesia
5. %engetahui proses pengolahan komoditas tebu hingga menjadi gula pasir
1.! Man"aat Penulsan
%akalah ini memberikan pengetahuan mengenai komoditas tebu mulai
dari teknik budidaya hingga prospek pengembangannya di +ndonesia
1.# Met$%e Penulsan
%etode penulisan yang digunakan dalam pembuatan makalah ini ialah
studi pustaka. &imana penulis mencari dan mengumpulkan berbagai sumber yang
sesuai dengan judul makala.
BAB II
PEMBAHA&AN
2.1 Asal Muasal k$m$%tas Te'u
naman tebu (Saccharum officinarum L) adalah satu anggota familia
rumput-rumputan $6raminae) yang merupakan tanaman asli tropika basah, namun
masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika, pada berbagai
jenis tanah dari daratan rendah hingga ketinggian '.000 m diatas permukaan laut
$dpl).
3sal mula tanaman tebu sampai saat ini belum didapatkan kepastiaanya,
dari mana asal muasal tanaman tebu. 7amun sebagian besar para ahli yang
memang berkompeten dalam hal ini, berasumsi bah"a tanaman tebu ini berasal
dari ,apua 7e" 6uinea. ,ada 5000 S%, tanaman ini menyebar ke 8ep. Solomon
dan 8aledonia -aru. 9kspansi tanaman ini ke arah timur ,apua 7e" 6uinea
berlangsung pada 2000 S%, dimana tebu mulai menyebar ke +ndonesia, :ilipina
dan +ndia.
&ari +ndia, tebu kemudian diba"a ke ;hina pada tahun 500 S%, dan mulai
dimanfaatkan sebagai pemanis oleh bangsa ;hina pada tahun 045 S%. ,ada tahun
5'0 Sebelum %asehi, ketika menguasai +ndia, *aja &arius dari ,ersia
menemukan <batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah<. Seperti
halnya pada berbagai penemuan manusia lainnya, keberadaan tebu sangat
dirahasiakan dan dijaga ketat, sedangkan produk olahannya diekspor dan untuk
menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
*ahasia tanaman tebu akhirnya terbongkar setelah terjadi ekspansi besar-
besaran oleh orang-orang 3rab pada abad ketujuh sebelum sesudah masehi.
8etika mereka menguasai ,ersia pada tahun 202, mereka menemukan keberadaan
tebu yang kemudian dipelajari dan mulai diolah menjadi gula kristal. 8etika
menguasai %esir pada 4'0 %, tebu ditanam secara besar-besaran di tanah %esir
yang subur. ,ada masa inilah, ditemukan teknologi kristalisasi, klarifikasi, dan
pemurnian. &ari %esir, gula menyebar ke %aroko dan menyeberangi Laut
%editerania ke benua 9ropa, tepatnya di Spanyol $455 %) dan Sisilia $(50 %).
2.2 &(arat Tum'uh
Syarat tumbuh tanaman tebu
1. +klim
') =ujan yang merata diperlukan setelah tanaman berumur 5 bulan dan
kebutuhan ini berkurang sampai menjelang panen
2) Tanaman tumbuh baik pada daerah beriklim panas dan lembab.
/) 8elembaban yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini > 40?Suhu
udara berkisar antara 25-/0 derajat ;.
2. %edia Tanam
') Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak
tergenang.
2) ika ditanam di tanah sa"ah dengan irigasi pengairan mudah di atur
tetapi jika ditanam di ladang@tanah kering yang tadah hujan penanaman
harus dilakukan di musim hujan.
/. 8etinggian Tempat 8etinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu
adalah 5-500 m dpl. ++.
2.3 Teknk Bu%%a(a
2.3.1 Pem''tan
-ibit yang akan ditanam berupa bibit pucuk,bibit batang muda, bibit
rayungan dan bibit si"ilan
'. -ibit pucuk -ibit diambil dari bagian pucuk tebu yang akan digiling
berumur '2 bulan. umlah mata $bakal tunas baru) yang diambil 2-/
sepanjang 20 cm. &aun kering yang membungkus batang tidak dibuang
agar melindungi mata tebu. -iaya bibit lebih murah karena tidak
memerlukan pembibitan, bibit mudah diangkut karena tidak mudah rusak,
pertumbuhan bibit pucuk tidak memerlukan banyak air. ,enggunaan bibit
pucuk hanya dapat dilakukan jika kebun telah berporduksi.
2. -ibit batang muda &ikenal pula dengan nama bibit mentah @ bibit
krecekan. -erasal dari tanaman berumur 5-4 bulan. Seluruh batang tebu
dapat diambil dan dijadikan / stek. Setiap stek terdiri atas 2-/ mata tunas.
Antuk mendapatkan bibit, tanaman dipotong, daun pembungkus batang
tidak dibuang.' hektar tanaman kebun bibit bagal dapat menghasilkan
bibit untuk keperluan '0 hektar.
/. -ibit rayungan $' atau 2 tunas) -ibit diambil dari tanaman tebu khusus
untuk pembibitan berupa stek yang tumbuh tunasnya tetapi akar belum
keluar. -ibit ini dibuat dengan caraB
') %elepas daun-daun agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat
2) -atang tanaman tebu dipangkas ' bulan sebelum bibit rayungan
dipakai.
/) Tanaman tebu dipupuk sebanyak 50 kg@ha -ibit ini memerlukan
banyak air dan pertumbuhannya lebih cepat daripada bibit bagal. '
hektar tanaman kebun bibit rayungan dapat menghasilkan bibit
untuk '0 hektar areal tebu.
8elemahan bibit rayungan adalah tunas sering rusak pada "aktu
pengangkutan dan tidak dapat disimpan lama seperti halnya bibit
bagal. d) -ibit si"ilan -ibit ini diambil dari tunas-tunas baru dari
tanaman yang pucuknya sudah mati. ,era"atan bibit si"ilan sama
dengan bibit rayungan.
2.3.2 Pem'ukaan Lahan
,embukaan lahan dilakukan dengan cara sebagai berikut B
'. ,ada lahan sa"ah dibuat petakan berukuran '.000 m2. ,arit membujur,
melintang dibuat dengan lebar 50 cm dan dalam 50 cm. Selanjutnya dibuat
parit keliling yang berjarak ',/ m dari tepi lahan.
2. Lubang tanam dibuat berupa parit dengan kedalaman /5 cm dengan jarak
antar lubang tanam $parit) sejauh ' m. Tanah galian ditumpuk di atas
larikan diantara lubang tanam membentuk guludan. Setelah tanam, tanah
guludan ini dipindahkan lagi ke tempat semula.
2.3.3 Teknk Penanaman
,enentuan ,ola Tanam Amumnya tebu ditanam pada pola monokultur
pada bulan uni-3gustus $di tanah berpengairan) atau pada akhir musim hujan $di
tanah tegalan@sa"ah tadah hujan). Terdapat dua cara bertanam tebu yaitu dalam
aluran dan pada lubang tanam.
,ada cara pertama bibit diletakkan sepanjang aluran, ditutup tanah setebal
2-/ cm dan disiram. ;ara ini banyak dilakukan dikebun *eynoso. ;ara kedua
bibit diletakan melintang sepanjang solokan penanaman dengan jarak /0-00 cm.
,ada kedua cara di atas bibit tebu diletakkan dengan cara direbahkan. -ibit yang
diperlukan dalam ' ha adalah 20.000 bibit.;ara ,enanaman Sebelum tanam, tanah
disiram agar bibit bisa melekat ke tanah.
'. -ibit stek $potongan tebu) ditanam berimpitan secara memanjang agar
jumlah anakan yang dihasilkan banyak. &ibutuhkan 40.000 bibit stek@ha.
2. Antuk bibit bagal@generasi, tanah digaris dengan kedalaman 5-'0 cm, bibit
dimasukkan ke dalamnya dengan mata menghadap ke samping lalu bibit
ditimbun dengan tanah. Antuk bibit rayungan bermata satu, bibit
dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kemiringan 05
derajat, sedangkan untuk rayungan bermata dua bibit dipendam dan
tunasnya dihadapkan ke samping dengan kedalaman ' cm. Satu hari
setelah tanam lakukan penyiraman jika tidak turun hujan. ,enyiraman ini
tidak boleh terlambat tetapi juga tidak boleh terlalu banyak.
2.3.! Pemelharaan Tanaman
'. ,enjarangan dan ,enyulaman
a. Sulaman pertama untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan
bermata satu dilakukan 5-4 hari setelah tanam. -ibit rayungan sulaman
disiapkan di dekat tanaman yang diragukan pertumbuhannya. Setelah
itu tanaman disiram. ,enyulaman kedua dilakukan /-0 minggu setelah
penyulaman pertama.
b. Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata dua
dilakukan tiga minggu setelah tanam $tanaman berdaun /-0 helai).
Sulaman diambil dari persediaan bibit dengan cara membongkar
tanaman beserta akar dan tanah padat di sekitarnya. -ibit yang mati
dicabut, lubang diisi tanah gembur kering yang diambil dari guludan,
tanah disirami dan bibit ditanam dan akhirnya ditimbun tanah. Tanah
disiram lagi dan dipadatkan.
c. Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit pucuk. ,enyulaman
pertama dilakukan pada minggu ke /. ,enyulaman kedua dilakukan
bersamaan dengan pemupukan dan penyiraman ke dua yaitu ',5 bulan
setelah tanam.8edua penyulaman ini dilakukan dengan cara yang sama
dengan point $b) di atas.
d. ,enyulaman ekstra dilakukan jika perlu beberapa hari sebelum
pembumbunan ke 2. 3danya penyulaman ekstra menunjukkan cara
penanaman yang kurang baik.
e. ,enyulaman bongkaran. =anya boleh dilakukan jika ada bencana alam
atau serangan penyakit yang menyebabkan 50? tanaman mati.
Tanaman sehat yang sudah besar dibongkar dengan hati-hati dan
dipakai menyulan tanaman mati. 8urangi daun-daun tanaman sulaman
agar penguapan tidak terlalu banyak dan beri pupuk '00-200 8g@ha.
2. ,enyiangan
,enyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan saat pembubunan tanah
dan dilakukan beberapa kali tergantung dari pertumbuhan gulma.
,emberantasan gulma dengan herbisida di kebun dilaksanakan pada bulan
3gustus sampai 7o#ember dengan campuran 2-0 8g 6esapas 50 dan /-0
8g =edanol po"er.
/. ,embubunan
Sebelum pembubunan tanah harus disirami sampai jenuh agar struktur
tanah tidak rusak.
a. ,embumbunan pertama dilakukan pada "aktu umur /-0 minggu. Tebal
bumbunan tidak boleh lebih dari 5-5 cm secara merata. *uas bibit harus
tertimbun tanah agar tidak cepat mengering
b. ,embumbun ke dua dilakukan pada "aktu umur 2 bulan.
c. ,embumbuna ke tiga dilakukan pada "aktu umur / bulan.
d. ,erempalan &aun-daun kering harus dilepaskan sehingga ruas-ruas tebu
bersih dari daun tebu kering dan menghindari kebakaran.
-ersamaan dengan pelepasan daun kering, anakan tebu yang tidak tumbuh
baik dibuang. ,erempalan pertama dilakukan pada saat 0 bulan setelah
tanam dan yang kedua ketika tebu berumur 2-4 bulan.
2.3.# Pemu)ukan
,emupukan dilakukan dua kali yaitu saat tanam atau sampai 4 hari setelah
tanam dengan dosis 4 gram urea, 5 gram TS, dan /5 gram 8;l per tanaman $'20
kg urea, '20 kg TS, dan /00 kg 8;l@ha).dan $2) pada /0 hari setelah pemupukan
ke satu dengan '0 gram urea per tanaman atau 200 kg urea per hektar. ,upuk
diletakkan di lubang pupuk $dibuat dengan tugal) sejauh 4-'0 cm dari bibit dan
ditimbun tanah. Setelah pemupukan semua petak segera disiram supaya pupuk
tidak keluar dari daerah perakaran tebu. ,emupukan dan penyiraman harus selesai
dalam satu hari. 3gar rendeman tebu tinggi, digunakan Cat pengatur tumbuh
seperti ;ytoCyme $' liter@ha) yang diberikan dua kali pada 05 dan 45 =ari.
2.3.* Pengaran %an Pen(raman
,engairan dilakukan dengan berbagai caraB
'. 3ir dari bendungan dialirkan melalui saluran penanaman.
2. ,enyiraman lubang tanam ketika tebu masih muda. Daktu tanaman
berumur / bulan, dilakukan pengairan lagi melalui saluran-saluran kebun.
/. 3ir siraman diambil dari saluran pengairan dan disiramkan ke tanaman. d)
%embendung got-got sehingga air mengalir ke lubang tanam.
,engairan dilakukan pada saatB
'. Daktu tanam
2. Tanaman berada pada fase pertumbuhan #egetatif
/. ,ematangan.
2.3.+ Panen
;iri dan Amur ,anen Amur panen tergantung dari jenis tebuB
'. Earitas genjah masak optimal pada F '2 bulan
2. Earitas sedang masak optimal pada '2-'0 bulan,
/. Earitas dalam masak optimal pada > '0 bulan. ,anen dilakukan pada
bulan 3gustus pada saat rendeman $persentase gula tebu) maksimal
dicapai.
;ara ,anen
'. %encangkul tanah di sekitar rumpun tebu sedalam 20 cm.
2. ,angkal tebu dipotong dengan arit jika tanaman akan ditumbuhkan
kembali. -atang dipotong dengan menyisakan / buku dari pangkal batang.
/. %encabut batang tebu sampai ke akarnya jika kebun akan
dibongkar.,otong akar batang dan / buku dari permukaan pangkal batang.
0. ,ucuk dibuang.
5. -atang tebu diikat menjadi satu $/0-50 batang@ikatan) untuk diba"a ke
pabrik untuk segera digiling ,anen dilakukan satu kali di akhir musim
tanam.
,erkiraan ,roduksi =asil Tebu *akyat +ntensifikasi + di tanah sa"ah adalah
'20 ton@ha dengan rendemen gula '0? sedangkan hasil T*+ ++ di tanah sa"ah
adalah '00 ton dengan rendemen (?. &i tanah tegalan produksi tebu lebih rendah
lagi yaitu pada T*+ + tegalan adalah (0 ton@ha dan pada T*+ ++ tegalan sebesar 50
tom@ha.
2.3., Pas-a)anen
'. ,engumpulan =asil tanam dari lahan panen dikumpulkan dengan cara
diikat untuk diba"a ke pengolahan.
2. ,enyortiran dan ,enggolongan Syarat batang tebu siap giling supaya
rendeman baikB
') Tidak mengandung pucuk tebu
2) -ersih dari daduk-daduk $pelepah daun yang mengering)
/) -erumur maksimum /2 jam setelah tebang.
2.! Peng$lahan k$m$%tas Te'u untuk In%ustr
Tebu dipanen setelah cukup masak, dalam arti kadar gula $sakarosa)
maksimal dan kadar gula pecahan $monosakarida) minimal. Antuk itu dilakukan
analisa pendahuluan untuk mengetahui faktor pemasakan, koefisien daya tahan,
dll. +ni dilakukan kira-kira ',5 bulan sebelum penggilingan.
Setelah tebu dipanen dan diangkat ke pabrik selanjutnya dilakukan
pengolahan gula putih. ,engolahan tebu menjadi gula putih dilakukan di pabrik
dengan menggunakan peralatan yang sebagain besar bekerja secara otomatis.
,roses pengolahan tebu adalah memeras nira dari batang tebu dan
memprosesnya menjadi gula kristal dengan tingkat kehilangan gula $pol) sekecil
mungkin. Tingkat kehilangan tersebut dapat terjadi pada ampas, blotong dan tetes.
*ata-rata mutu tebu yang berada di pabrik gula di a"a memiliki mutu
yang rendah dengan nilai pol berkisar antara 5./ 1 ''.2, nilai nira perasan pertama
(.( - '2.0 dan kadar kotoran tebu antara 2 - 20 persen. *endahnya mutu tebu
diperparah dengan kondisi beberapa pabrik gula yang sudah tua. Sekitar 25 persen
dari jumlah pabrik gula yang ada telah berumur lebih dari 45 tahun dan kurang
mendapat pera"atan yang memadai. =al ini menyebabkan efisiensi yang rendah
dan meningkatkan biaya produksi per unit $&irektorat enderal -ina ,roduksi
,erkebunan, 2000).
%eskipun demikian, pabrik gula di a"a masih berpotensi untuk
ditingkatkan produkti#itasnya melalui optimalisasi kapasitas giling serta
penggalangan dengan petani. ,ada tahun 2002 hasil giling pabrik gula yang
berada di a"a mengalami kenaikan produksi sebesar '0 persen $Sa"it et a.l,
2000). 3danya program akselerasi +ndustri 6ula 7asional telah memberikan
insentif bagi petani tebu untuk kembali menanam tebu sehingga terjadi perluasan
areal tanaman tebu.
2.# P$h$n In%ustr
-agian yang dapat diolah dari tebu ialah pucuk dan daun, nira dan ampas.
,ucuk dan daun tanaman tebu dapat dijadikan makanan ternak. Selain itu, dapat
diolah menjadi gula, molase dan blotong. %olase dapat diolah menjadi gula cair,
gula padat, L-lysin, asam glutamat, asam-asam organik, bahan kimia, makanan
ternak dan prorein sel tunggal yang dapat diolah lebih lanjut menjadi makanan
ternak dan ragi roti. -lotong dapat diolah lebih lanjut menjadi semen, mansory
cement, bahan cat dan pupuk.
3mpas dapat diolah menjadi bahan bakar, particle board yang dapat diolah lebih
lanjut menjadi furniture, makanan ternank, pulp sellulosa yang dapat dioah lebih
lanjut menjadi kertas, dan fulfural.
2.* Pentngn(a .$m$%tas Te'u
Tebu merupakan komoditas perkebunan penting di +ndonesia. ,erkebunan
tebu berkaitan erat dengan industri gula dan produk deri#at rebu $hilir). 8ondisi
hulu perkebunan tebu merupakan hal penting dalam me"ujudkan tujuan
s"asembada gula nasional. Luas areal tebu di +ndonesia pada sepuluh tahun
terakhir secara umum mengalami pertumbuhan 0,4' persen per tahun. ,roduksi
tebu juga tumbuh dengan laju sebesar /,50 persen per tahun, dengan produkti#itas
rata-rata hablur baru mencapai 5,52 ton@ha.
Tanaman tebu atau Saccharum officinarum merupakan bahan utama
penghasil gula pasir. ,engusahaan tanaman tebu pada lahan sa"ah perlu
memperhatikan kelayakan usaha, dalam arti dapat memberikan produkti#itas
lahan yang cukup tinggi, tidak terlalu jauh dari pabrik gula dengan prasarana
seperti jalan dan jembatan yang cukup, dan tidak membahayakan kelestarian
lingkungan.
8elayakan usaha ini sangat penting karena tidak saja menyangkut operasi
perusahaan tetapi juga pendapatan petani yang mengusahakan tebu . Asahatani
yang dapat menjamin pendapatan yang cukup tinggi merupakan moti#asi kuat
yang mendorong petani mencintai tanaman tebu yang diusahakannya.
-ibit merupakan modal dasar dalam budidaya tebu, sehingga dalam upaya
peningkatan produksi dan produktifitas gula, penggunaan bibit unggul tebu
mutlak dilakukan. -ibit tebu adalah bagian dari tanaman tebu yang merupakan
bahan tanaman yang dapat dikembangkan untuk pertanaman baru. -ibit unggul
tebu berkualitas memiliki potensi produksi tinggi, bebas hama penyakit,
mempunyai tingkat kemurnian lebih dari (5?, umur sekitar 2 -4 bulan. -ibit
unggul dapat diperoleh di 8ebun -ibit.
2.+ &klus Eks)$r %an Im)$r /ula Pasr D In%$nesa
,erubahan yang paling mendasar yang melandasi ekonomi gula adalah
dibebaskannya tataniaga gula dari monopoli -ulog ke mekanisme pasar pada
tahun '((5. Selain sistem tataniaga, sistem produksi juga mengalami perubahan
dengan dicabutnya +npres 7o ( Tahun '(45 tentang Tebu *akyat +ntensifikasi dan
memberikan kebebasan kepada petani untuk memilih tanaman yang
diusahakannya sesuai dengan AA 7omor ' Tahun '((2 tentang Sistem -udidaya
Tanaman $,apahan, 2000).
,erubahan tersebut memberikan keuntungan bagi industri gula nasional,
terutama petani tebu. 7amun dengan adanya Letter of Intent yang menyatakan
pembebasan bea masuk 0 persen bagi komoditi pertanian menyebabkan
membanjirnya impor gula. 8eadaan tersebut diperparah dengan masuknya impor
gula ilegal dan adanya impor gula yang langsung dijual kepada konsumen
sehingga harga gula domestik mengalami penurunan yang drastis dari *p / 000
per kg menjadi *p 2 000 per kg. ,enurunan harga yang drastis ini telah
menghilangkan insentif bagi petani tebu, sehingga petani tebu enggan untuk
menanam tebu.
8emudian muncul S8 %enperindag 7omor 2/0@%,,@8ep@'(((, yang
menetapkan tarif impor sebesar 20 persen untuk raw sugar dan 25 persen untuk
white sugar untuk mengefektifkan penerapan tarif, bea masuk impor gula diubah
menjadi tarif spesifik sebesar *p 550,- per kg untuk raw sugar dan *p 400 untuk
white sugar $Sa"it, et al, 2000).
Tahun 2002 kebijakan tersebut dikombinasikan dengan kuota impor
berdasarkan S8 %enperindag 7omor 20/@%,,@8ep@2002 tentang tataniaga +mpor
6ula. 8ebijakan tersebut menyatakan bah"a impor gula putih hanya dapat
dilakukan oleh +mportir Terdaftar 6ula $+T). +T ini merupakan perusahaan yang
memperoleh bahan baku minimal 45 persen berasal dari petani tebu dan impor
gula hanya dilakukan pada saat harga di tingkat petani mencapai *p / '00 per kg.
8ebijakan ini telah memberikan insentif bagi petani tebu untuk kembali menanam
tebu.
Seiring dengan perkembangan pergulaan nasional, tahun 2000 ,residen
menerbitkan 8eputusan ,residen *epublik +ndonesia 7omor 54 Tahun 2000
tentang penetapan gula sebagai barang dalam penga"asan dan 8eputusan
*epublik +ndonesia 7omor 55 tentang penanganan gula yang diimpor secara tidak
sah. 8emudian muncul 8eputusan %enteri ,erindustrian dan ,erdagangan 7omor
524@%,,@8ep@(@2000 tentang ketentuan impor gula. 8eputusan ini bertujuan
untuk me"ujudkan ketahanan pangan dan peningkatan pertumbuhan
perekonomian masyarakat +ndonesia serta menciptakan s"asembada gula dan
meningkatkan daya saing serta pendapatan petani tebu dan industri gula.
2., P$tens .$m$%tas Te'u D In%$nesa
+n#estasi pembangunan industri gula berbasis tebu memerlukan areal
penanaman tebu yang cukup luas. &i +ndonesia, sesuai dengan karakteristik
sumber daya lahan dan persyaratan tumbuh tebu yang spesifik, areal pertanian
yang dapat dikelola untuk perkebunan tebu pada skala cukup luas dengan
aksesibilitas yang memadai menjadi sangat terbatas. ,ulau a"a yang selama ini
dianggap sebagai habitous utama tebu, sudah sulit lagi melakukan pengembangan
areal bagi keperluan 02 pabrik gula $,6) yang ada. %eskipun demikian, selaras
dengan upaya pemerataan pembangunan daeerah, pengembangan industri gula
baru lebih disarankan untuk industri gula sekala kecil.
,eluang dalam industry gula $G',2 juta ton) sangat prospektif mengingat
kebutuhan konsumsi gula masih belum terpenuhi. 8ekurangannya sementara
untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan impor. &alam mendukung
akselerasi gula nasional melalui kegiatan perluasan tanaman tebu dan
pengembangan pabrik gula di daerah akan membantu pemenuhan kebutuhan gula
nasional sekaligus menghemat de#isa negara. ,engembangan tebu di berbagai
daerah di +ndonesia sangat dimungkinkan mengingatB
H Secara teknis cocok dan diminati petani
H Secara ekonomis cukup menguntungkan
H Secara social dapat membuka lapangan pekerjaan ' $satu) pabrik gula
dapat menyerap sekitar 25.500 orang tenaga kerja.
H 3danya potensi lahan pertanian, yang terdiri dari =6A, tanah 7egara, dan
tanah milik.
H Terciptanya 8a"asan +ndustri %asyarakat ,erkebunan $8+%-A7) tebu di
daerah-daerah.
*encana pengembangan tebu di daeerah-daerah dapat dirancang sbbB
H angka pendekB ,engembangan kebun tebu '50 ha, Anit pengelolaan tebu
merah.
H angka menengahB ,engembangan kebun tebu '.000 ha, ,embangunan
pabrik gula mini.
H angka ,anjangB ,engembanangan kebun tebu 0.000 1 5.000 ha atau
dengan '5.000 ha melalui inti plasm, ,embangunan 2-/ unit pabrik gula
mini.
8ebijakan pengembangan sector pertanian ini diambil mengingat
besarnya potensi sumberdaya yang dimiliki oleh daerah-daerah di +ndonesia.
Selain itu, sektor ini juga merupakan sector yang mampu menyerap tanaga kerja
masyarakat yang cukup besar sebagai penggerak perekonomian daerah yang
berbasis sumberdaya local. &alam program pengembangan agribisnis ini, maka
program in#estasi senantiasa diarahkan pada komoditaskomoditas unggulan
sebagai leading sectornya yang kemudian diharapkan dapat memberikan multifier
effect pada sektor ikutannya. 8omoditas unggulan yang dimaksud adalah
komoditas yang diusahakan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatif
ditopang oleh pemanfaatan teknologi yang sesuai denga agroekosistem untuk
meningkatkan nilai tambah dan mempunyai multiflier effect terhadap
berkembangnya sector lain.
,engembangan dan pemilihan komoditas unggulan yang didasarkan
pada pendekatan "ilayah $ka"asan) dan pendekatan pasar sehingga diharapkan
dapat menjamin kesinambungan produksi melalui pemanfaatan keunggulan
komperatif daerah sebagai basis pengembangan $spesifik atau keunggulan local),
dan dapat menumbuhkan pusatpusat $sentra) komoditas spesifik "ilayah yang
mendorong keterkaitan antara "ilayah secara dinamis dan membangkitkan
interaksi sector produksi dan pasar yang dinamis.
2.0 Permasalahan 1 Permasalahan (ang Terja% Pa%a .$m$%tas Te'u
,ermasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan tanaman tebu pada lahan
kering saat musim kemarau ialah kekeringan pada saat fase kritis tanaman $fase
pembentukan tunas dan pertumbuhan #egetatif).
3danya periode-periode kekurangan air dalam masa pertumbuhan dan
perkembangan tanaman mengakibatkan tanaman tebu menderita cekaman
kekeringan sehingga produkti#itas tanaman dari musim ke musim sangat
berfluktuatif, bahkan menurun tajam bila kemarau panjang terjadi. %enurut
+rrianto $200/), kehilangan hasil pada tanaman tebu akibat cekaman kekeringan
secara kuantitatif dapat mencapai 00? dari potensi produksinya apabila terjadi
pada fase kritis tanaman yaitu fase pertumbuhan tunas dan pertumbuhan #egetatif
tanaman $sampai dengan umur '25 hari setelah tanam). ,ada tahun 2005, ribuan
hektar tanaman tebu milik petani di a"a -arat mati karena kekeringan menyusul
terjadinya kemarau panjang. 3kibat kemarau panjang sedikitnya /0? tanaman
tebu di "ilayah a"a -arat mati kekeringan $7unung, 2002).
8ekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis,
sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. &efisiensi air yang terus
menerus akan menyebabkan perubahan irre#ersibel $tidak dapat balik) dan pada
gilirannya tanaman akan mati $=aryati, 2005). *espon tanaman terhadap stres air
sangat ditentukan oleh tingkat stres yang dialami dan fase pertumbuhan tanaman
saat mengalami cekaman. *espon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan
mencakup perubahan ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada
pertumbuhan tanaman, #olume sel menjadi lebih kecil, penurunan luas daun, daun
menjadi tebal, adanya rambut pada daun, peningakatan ratio akar-tajuk,
sensiti#itas stomata, penurunan laju fotosintesis, perubahan metabolisme karbon
dan nitrogen, perubahan produksi akti#itas enCim dan hormon, serta perubahan
ekspresi $Sinaga, 2005).
Tumbuhan merespon kekurangan air dengan mengurangi laju transpirasi
untuk penghematan air. Terjadinya kekurangan air pada daun akan menyebabkan
sel-sel penjaga kehilangan turgornya. Suatu mekanisme kontrol tunggal yang
memperlambat transpirasi dengan cara menutup stomata. 8ekurangan air juga
merangsang peningkatan sintesis dan pembebasan asam absisat dari sel-sel
mesofil daun. =ormon ini membantu mempertahankan stomata tetap tertutup
dengan cara bekerja pada membran sel penjaga. &aun juga berespon terhadap
kekurangan air dengan cara lain. 8arena pembesaran sel adalah suatu proses yang
tergantung pada turgor, maka kekurangan air akan menghambat pertumbuhan
daun muda. *espon ini meminimumkan kehilangan air melalui transpirasi dengan
cara memperlambat peningkatan luas permukaan daun. 8etika daun dari
kebanyakan rumput dan kebanyakan tumbuhan lain layu akibat kekurangan air,
mereka akan menggulung menjadi suatu bentuk yang dapat mengurangi
transpirasi dengan cara memaparkan sedikit saja permukaan daun ke matahari
$;ampbell, 200/).
8edalaman perakaran sangat berpengaruh terhadap jumlah air yang
diserap. ,ada umumnya tanaman dengan pengairan yang baik mempunyai sistem
perakaran yang lebih panjang daripada tanaman yang tumbuh pada tempat yang
kering. *endahnya kadar air tanah akan menurunkan perpanjangan akar,
kedalaman penetrasi dan diameter akar $=aryati, 2002). =asil penelitian 7our dan
Deibel tahun '(45 menunjukkan bah"a kulti#arkulti#ar sorghum yang lebih
tahan terhadap kekeringan, mempunyai perkaran yang lebih banyak, #olume akar
lebih besar dan nisbah akar tajuk lebih tinggi daripada lini-lini yang rentan
kekeringan $6olds"orthy dan :isher, dalam =aryati, 2002).
Senya"a biokimia yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap
kekeringan dan berperan dalam penyesuaian osmotik ber#ariasi, antara lain gula-
gula, asam amino, dan senya"a terlarut yang kompatibel. Senya"a osmotik yang
banyak dipelajari pada toleransi tanaman terhadap kekeringan antara lain prolin,
asam absisik, protein dehidrin, total gula, pati, sorbitol, #itamin ;, asam organik,
aspargin, glisin-betain, serta superoksida dismutase dan 8G yang bertujuan untuk
menurunkan potensial osmotik sel tanpa membatasi fungsi enCim $Sinaga, 2005).
2.12 Pr$gram 1 Pr$gram Pemerntah Untuk Meln%ung .$m$%tas Te'u
-A%7 ,erkebunan memiliki tanggung ja"ab penting untuk dapat
membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sesuai sumberdaya
yang tersedia. Telah digariskan dalam Surat 8eputusan %enteri -adan Asaha
%ilik 7egara $-A%7) nomorB 89,. 2/2@%-A@200/ dan ,eraturan %enteri
-A%7 7o. ,9*-05@%-A@2004 bah"a perusahaan berstatus -A%7 mengemban
tugas khusus dari ,emerintah untuk melakukan pembinaan Asaha 8ecil,
%enengah, dan 8operasi $A8%8) dan bina lingkungan melalui pembentukan
bagian ,rogram 8emitraan dan -ina Lingkungan $,8-L), dan peran -A%7 juga
termasuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility $;S*) yang
telah ditetapkan di dalam ,asal 40 AA ,erseroan Terbatas 7omorB 00 Tahun
2004.
*angkaian program pembinaan A8%8, -ina Lingkungan, dan ;S* akan
sangat efektif dan tepat sasaran jika implementasi program di lapangan terdapat
kesamaan persepsi di antara -A%7 ,embina sehingga program kepedulian sosial
ini bermanfaat bagi peningkatan citra perusahaan, dan mampu meminimalisir
kera"anan sosial di unit-unit usaha. &imana ,6 dalam hal ini mempunyai peran
strategis dalam aspek penyediaan tenaga kerja, pergerakan jual beli, perbaikan
sarana transportasi, sosial, tata "ilayah, pemanfaatan lahan fungsional, dan
kesejahteraan masyarakat petani tebu rakyat.
,engembangan komoditas unggulan tebu yang didasarkan pada pendekatan
"ilayah $ka"asan) diharapkan dapat menjamin kesinambungan produksi melalui
pemanfaatan keunggulan komperatif daerah sebagai basis pengembangan dan
dapat menumbuhkan sentra komoditas spesifik "ilayah yang mendorong
keterkaitan antara "ilayah secara dinamis serta membangkitkan interaksi sektor
produksi dan pasar yang dinamis.
2.11 Analss Ek$n$m Agr$'sns Te'u
73%3 ,*!I98 B Asaha Tani Tebu
83,3S+T3S B '20 =!8
L!83S+ B &aerah sentra tebu
LA3S L3=37 B ' =a $sample penelitian)
Status Lahan B %ilik ,emda, dan@atau milik masyarakat
,9*8+*337 +7E9ST3S+
%odal Tetap B 0.0/5.000
%odal 8erja B '5.2(5.000
umlah B20.'/0.000
89-A7 T97363 89*3
Tenaga tetap B / !rang
Tenaga kerja tidak tetap B 20 !rang
umlah B 2/ !rang
&A8A7637 STA&+
Studi@identifikasi ,eluang +n#estasi B J $3da)
$!pportunity Study)
,rastudi 8elayakan ,royek B J $3da)
$pre :easibilityStudy)
Studi 8elayakan ,royek $:S) B J $3da)
,*!:+T3-+L+T3S :+737S+3L B
'. -9, K *p '4.245.'22
2. ,ayback ,eriod K ',/ tahun
/. 7,E K *p '4.2(5./50
$,E '2? K /4.525./50, outlays K 20.'/0.000 dan estimasi rr K '2? dalam "aktu
/ tahun)
0. +** K 04,24?
5. *!+ K 52,05? $dibulatkan).
BAB III
PENUTUP
3.1 .esm)ulan
Tanaman tebu merupakan tanaman yang sangat peka terhadap perubahan
unsur-unsur iklim. !leh karena itu, "aktu tanam dan panen harus diperhatikan
agar tebu dapat membentuk gula secara optimal. Tanaman tebu banyak
membutuhkan air selama masa pertumbuhan #egetatifnya dan membutuhkan
sedikit air pada masa pertumbuhan generatifnya $%ubyarto dan &amayanti,
'((').
3sal mula tanaman tebu sampai saat ini belum didapatkan kepastiaanya,
dari mana asal muasal tanaman tebu. 7amun sebagian besar para ahli yang
memang berkompeten dalam hal ini, berasumsi bah"a tanaman tebu ini berasal
dari ,apua 7e" 6uinea
-ibit merupakan modal dasar dalam budidaya tebu, sehingga dalam upaya
peningkatan produksi dan produktifitas gula, penggunaan bibit unggul tebu
mutlak dilakukan. -ibit tebu adalah bagian dari tanaman tebu yang merupakan
bahan tanaman yang dapat dikembangkan untuk pertanaman baru
%embiarkan impor terus meningkat berarti membiarkan industri gula terus
mengalami kemunduran yang akan menimbulkan masalah bagi +ndonesia.
DA3TAR PU&TA.A
Soemarmo. 20''. Moel !engembangan "awasan #gribisnis $ebu. $&iakses
pada tanggal '( %aret 20'0)
:itriani, dkk. 20'/. %aktor&%aktor yang Mempengaruhi !rouksi, Curahan "er'a
an "onsumsi !etani $ebu Rakyat i !ropinsi Lampung. 4$&iakses pada tanggal
'( %aret 20'0)
httpB@@""".puslitgula'0.com@20'2@02@tebu-tanaman-obat-indonesia.html
$ diakses pada tanggal 2/ maret 20'0)
httpB@@bestbudidayatanaman.blogspot.com@20'/@0'@budidaya-tebu-dan-cara-
menanam-tebu.html$&iakses pada tanggal 2/ maret 20'0)
httpB@@pertanianfery."ordpress.com@20'2@00@05@teknik-budidaya-tanaman-tebu@
$ diakses pada tanggal 2/ maret 20'0)
httpB@@ifahlatifah54."ordpress.com@20'2@'0@0/@sensiti#itas-tanaman-tebu-
terhadap-kekeringan@ $diakses pada tanggal 2/ maret 20'0)
httpB@@coretanfhatma.blogspot.com@20'2@'2@makalah-kebijakan-ekspor-impor-
gula.html $ diakses pada tanggal 2/ maret 20'0)