Anda di halaman 1dari 25

MANAJEMEN AUDIT LINGKUNGAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


MANAJEMEN AUDIT
Disusun Oleh :
1 Muhammad Ramdan Fauji 11.3.!1"
#uliaseh 11.3.!"$
3 Rinda A%i&ani 11.3.!'1
( Inas )%ati*i Angg%eheni 1.3.!'!
PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Lata B!"a#a$% A&'(t L($%#&$%a$
Dalam dunia yang modern ini banyak akan permasalahan yang dihadapi
setiap pribadi atau organisasi, salah satu dari permasalahan tersebut adalah
lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi bagian dalam
kehidupan manusia, bahkan saat ini masalah lingkungan telah menjadi isu global
dan penting untuk dibicarakan karena menyangkut kepentingan seluruh umat
manusia.
Dulu hutan-hutan di Indonesia masih rindang. Air yang mengalir di kali
relatif jernih, bahkan banyak orang di sekeliling kali menggunakannya, bukan
hanya untuk memasak dan mencuci, tetapi juga untuk diminum. Kini hutan
rindang tak mudah ditemukan lagi, sekalipun di Kalimantan dan Papua. Berbagai
jenis tumbuh-tumbuhan kian hari kian merana. utan dibabat dan tanahnya digali,
karena di dalam tanah terdapat tambang minyak, emas dan batu bara.
!ambang-tambang itu dijadikan sebagai salah satu obyek untuk dikuras,
karena dapat dijadikan salah satu indikator kemajuan perekonomian dan
teknologi. "egara berkembang seperti Indonesia ikut terjebak dengan teori itu.
!ambang segera diambil, meskipun dengan mengorbankan hutan-hutan yang
rindang tersebut. Apa yang terjadi kemudian# utan yang dulu rindang kini
menjadi gundul. Kali yang dulu mengalir dengan air bersih, kini hampir tidak ada
lagi. $ika terdapat air mengalir, itupun sudah tercampur dengan berbagai limbah
yang mengandung kimia membahayakan untuk kesehatan manusia. Bahkan
tragisnya, di saat tambang sudah dikuras, perekonomian tak beranjak maju, tetapi
justru jumlah penduduk miskin bertambah.
%leh karena itulah audit lingkungan merupakan alat untuk mem&erifikasi
secara obyektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari
langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja lingkungan, berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan. Audit lingkungan sebagai proses menentukan
apakah semua tingkat atau tingkat yang dipilih dari suatu organisasi menaati
persyaratan peraturan dan kebijakan serta standar internal yang merupakan suatu
komponen yang berkekuatan dari program manajemen lingkungan.
Audit lingkungan juga merupakan salah satu upaya proaktif perusahaan untuk
perlindungan lingkungan yang akan membantu meningkatkan kinerja operasional
perusahaan terhadap lingkungan, dan pada akhimya dapat meningkatkan citra
positif perusahaan. al inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan yang
melatar belakangi audit lingkungan sebagai dasar e&aluasi. 'aitu e&aluasi kinerja
perusahaan terhadap lingkungan disekitarnya, dengan demikian perusahaan akan
dinilai positif dari lembaga yang bersangkutan.
(atar belakang audit lingkungan menurut Kep. )en.( *+,-..* /
a. 0etiap bidang usaha 1ajib memelihara kelestarian lingkungan.
b. Audit lingkungan suatu perangkat pengelolaan lingkungan.
c. Audit lingkungan dapat membantu menemukan penyelesaian masalah
lingkungan hidup.
1.2 R&)&*a$ Ma*a"a+ A&'(t L($%#&$%a$
Audit lingkungan hidup mempunyai cakupan yang luas dalam
pembahasannya. %leh karena itu kelompok kami sudah membatasi masalah yang
akan dibahas dengan rumusan masalah yaitu, 2Apa pengertian, manfaat, cara kerja
dalam manajemen serta pengaplikasian dari audit lingkungan#3
1., T&-&a$ A&'(t L($%#&$%a$
Dalam buku 2The Environmental Audit and Bussiness Strategy, a Total
Quality Approach3 4-..+, hal 5+ 6 578, Grand Ledgerwood mengemukakan
bah1a audit lingkungan mempunyai 7 tujuan yang luas, yaitu /
a. Ketaatan terhadap peraturan,
b. Bantuan dalam akuisisi dan penjualan akti&a,
c. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan.

BAB II
PEMBAHASAN
AUDIT LINGKUNGAN
2.1 D!.($(*( 'a$ S(.at A&'(t L($%#&$%a$
2.1.1 D!.($(*( A&'(t L($%#&$%a$
M!$&&t K!/. M!$.LH 42/1004, Audit lingkungan adalah suatu alat
manajemen yang meliputi e&aluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik
dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi sistem manajemen dan
peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan
upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pemanfaatan kebijakan
usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan
lingkungan.
Beberapa definisi yang diberikan mengenai audit lingkungan adalah sebagai
berikut/
)enurut !he International 9hamber of 9ommerce -.:.
Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap
operasi usaha dengan keadaan sekitarnya.
;ob <ray, $an Bebbington dan Diane =alters
Dalam buku 2Accounting for the Enviroment3 4-..7, hal ->*8 Audit lingkungan
merupakan suatu penilaian yang sistematis, objektif dan didokumentasikan
mengenai dampak dan akti&itas usaha anda terhadap lingkungan.
2.1.2 S(.at A&'(t L($%#&$%a$
Apapun nama yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu program audit
lingkungan
-2audit3, 2re&ie13, 2sur&eillance3, 2sur&ey3, 2assessment3, 2e&aluation3, atau
appraisal3- poin penting ialah program demikian mengaudit dan menelaah status
lingkungan dari fasilitas indi&idual.
0alah satu perbedaan utama antara audit lingkungan dan tipe audit yang lain
adalah eksistensi dan ketiadaan standar. !erdapat sedikit standar untuk audit
lingkungan. Audit keuangan mempunyai standar yang disebarluaskan oleh badan
standar akuntansi yang ber1enang. Perbedaan yang lain adalah jumlah sistem
yang ada. 0istem akuntansi keuangan yang rinci dan terkoordinasi yang berjalan
dapat menjadi sasaran audit keuangan. "amun, diluar hal-hal seperti data
pengendalian polusi, persetujuan dan )%? 4Memorandum of nderstanding8,
sacara tipikal terdapat sedikit informasi lingkungan relati&e yang dapat diaudit.
2.2 A&'(t($% *!1a%a( K2)/2$!$ 'a( Ma$a-!)!$ L($%#&$%a$
0uatu sistem )anajemen (ingkungan merupakan metode untuk menuntun
suatu organisasi untuk mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan dan sebagai tanggapan terhadap peraturan yang
secara konstan berubah, sosial, keuangan, ekonomi dan tekanan kompetitif, dan
resiko lingkungan. Apabila beroperasi secara efektif, suatu sistem manajaemen
lingkungan korporat memberikan manajemen dan de1an direksi pengetahuan,
yaitu/
a. Perusahaan menaati hukum dan peraturan lingkungan.
b. Kebijakan dan prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke
seluruh organisasi.
c. ;esiko korporat yang berasal dari resiko lingkungan dinyatakan dan
berada diba1ah pengendalian.
d. Perusahaan mempunyai sumberdaya dan staff yang tepat untuk pekerjaan
lingkungan, menggunakan sumber daya tersebut, dan dapat
mengendalikan masa depan sumber daya tersebut.
0istem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi, yaitu/
!erencanaan
)enetapkan tujuan, menentukan kebijakan, mendefinisi prosedur, dan
menetapkan anggaran program.
Mengorganisasi
)enetapkan struktur organisasi, melukiskan peranan dan tanggung ja1ab,
menciptakan deskripsi posisi, menetapkan kualifikasi posisi dan melatih staff.
Menuntun dan Mengarah"an
)engkoordinasi, memoti&asi, menetapkan prioritas, mengembangkan standar
kinerja, mendelegasi dan mengelola perubahan.
Meng"omuni"asi"an
)engembangkan dan mengimplementasikan saluran komunikasi yang efektif
dalam korporat, dalam di&isi, dan dengan kelompok eksternal, termasuk pengatur
apabila sesuai.
Mengendali"an dan Menelaah
)engukur hasil, menyatakan kinerja, mendiagnosis masalah, mengambil tindakan
korektif dan secara sengaja mencari cara-cara untuk belajar dari kesalahan masa
lalu serta dengan demikian menciptakan perbaikan dalam sistem.
2., Fa"*a.a+ Ma$a-!)!$ L($%#&$%a$ Da*a
)enurut $. (add. <reno dan ka1an-ka1an, falsafah manajemen lingkungan dasar
dibedakan menjadi 7 hal seperti berikut,
!emecahan Masalah
@okus utamanya pada pemecahan masalah lingkungan yang segera dan paling
dikenal dan menghindari biaya yang tidak perlu, yang diakibatkan oleh staff yang
meningkat atau pengeluaran modal. Disini, sistem manajemen lingkungan
cenderung tidak formal, dan tanggung ja1ab untuk manajemen lingkungan
sebagian besar terletak pada pengacara, insinyur dan spesialis lain yang cenderung
memfokuskan pada masalah dan perhatian pabrik. )ereka cenderung hanya
menekankan hukum dan peraturan 2yang perlu3 yaitu apa yang tidak mempunyai
peluang untuk interprestasi dan resiko yang paling signifikan.
Mengelola "etaatan
0uatu perusahaan membangun suatu sistem yang lebih formal untuk mengelola
tingkat yang diinginkan atau tingkat ketaatan. Pergeseran ini dapat berasal dari
keinginan manajemen untuk mengelola dengan lebih baik mengenai apa yang
ditentukan oleh hukum atau kebijakan dan prosedur perusahaan. @okus utama dari
sistem manajemen lingkungan, kesehatan, dan keamanan adalah mencapai dan
memelihara tingkat ketaatan yang diinginkan dengan berbagai persyaratan
peraturan. Disini program audit lingkungan cenderung memasukkan tidak hanya
penilaian masalah 4dan mungkin praktik yang sehat8, akan tetapi juga penentuan
dan, atau &erifikasi ketaatan yang dicapai.
Mengelola #epastian Ling"ungan
@alsafah manajemen dasar adalah bah1a resiko lingkungan yang potensial
terhadap perusahaan dan terhadap lingkungan harus dikelola. !idak hanya resiko
yang berhubungan dengan ketaatan penting bagi perusahaan, akan tetapi juga
resiko lain yang belum dicakup oleh persyaratan peraturan atau standar eksternal
yang ada adalah penting. @okus utamanya pada membangun sistem manajemen
lingkungan yang menekankan, melindungi sumber daya internal dan lingkungan
eksternal dari kerugian dengan mencari dan mengantisipasi resiko dan juga
mengelola resiko yang disebabkannya. Perusahaan pada program audit
lingkungan sering menilai kesesuian dari sistem manajemen lingkungan dan
mem&erifikasi efektifitasnya, selain menilai masalah dan mem&erifikasi ketaatan.
2.4 A&'(t($% 'a"a) K2$t!#* R!*(#2 L($%#&$%a$
0alah satu pendekatan untuk membedakan tipe dari resiko lingkungan adalah
mengidentifikasi penyebab dari kondisi industri yang berisiko, yaitu /
%rang yang tidak secara penuh memahami peraturan dan prosedur.
@asilitas fisik yang tidak secara memadai didesain.
0istem manajemen yang terbatas dalam ruang lingkup dan tidak
lentur,fleksibel.
Prosedur yang tidak memadai
Kekuatan Aksternal
!ekanan internal yang bersaing
2.5 S!1a1 'a$ Ma$.aat A&'(t L($%#&$%a$
2.5.1 S!1a1 a&'(t "($%#&$%a$
Keinginan dari de1an direksi untuk mendapatkan kepastian bah1a
perusahaan bertanggung ja1ab dan secara memadai menangani
lingkungannya.
Adanya inisiatif dari manajemen tingkat ba1ah atau menengah untuk
memperbaiki akti&itas pengelolaan lingkungan dan mengejar apa yang
perusahaan lain lakukan.
Dimoti&asi oleh kejadian dari masalah atau kecelakaan lingkungan.
2.5.2 Ma$.aat a&'(t "($%#&$%a$
a$ Mening"at"an efe"tivitas mana%emen ling"ungan
)engklarifikasi masalah yang mungkin sebaiknya diinterprestasikan
secara berkala pada fasilitas yang berbeda.
)engembangkan suatu pendekatan yang lebih seragam untuk mengelola
akti&itas melalui pembagian informasi atau belajar dari fasilitas yang lain.
&$ !erasaan dari "esenangan dan "eamanan yang mening"at
Ada kepastian bah1a identifikasi dan pendokumentasian status ketaatan
dari fasilitas indi&idual.
Ada kepastian bah1a sistem pengendalian berjalan dan beroperasi dengan
tanggung ja1ab dan etis terpenuhi.
c. )enjadi dasar pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan
d. )enghindari kerugian finansial 4penutupan usaha, pembatasan usaha,
publikasi pencemaran nama8
e. )encegah tekanan sanksi hokum
f. )embuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dalam proses peradilan
g. )enyediakan informasi
2.5., A#t(3(ta* *!t!"a+ a&'(t 4/2*t a&'(t a5t(3(t(!*6
a. Proses audit tidak hanya berakhir pada simpulan dari audit ditempat.
Pemimpin tim audit menyiapkan suatu laporan sementara mengenai
temuan dan obser&asi dalam dua minggu dari audit ditempat. (aporan
sementara ini dapat ditelaah oleh manajemen fasilitas, dan lain-lain
sebelum suatu laporan akhir diterbitkan.
b. Ketika laporan akhir disiapkan, proses perencanaan tindakan biasanya
dimulai. Proses mencangkup menentukan lokasi yang potensial,
menyiapkan rekomendasi, memberikan tanggung ja1ab untuk tindakan
korektif dan menetapkan jad1al. (angkah terakhir dalam proses audit
secara keseluruhan dimulai dengan tindak lanjut terhadap rencana tindakan
untuk memastikan bah1a seluruh kekurangan dalam kenyataannya telah
diperbaiki.
2.7 T(/! A&'(t
)enurut <rant (edger1ood dan ka1an-ka1an 4-..+8 tipe audit termasuk /
a. Audit korporat (Corporate audits), yang mempertimbangkan pekerjaan
dari korporasi secara keseluruhan.
b. Audit aktivitas (Activity audits), yang mempertimbangkan satu akti&itas
dari korporasi.
c. Audit tempat 4site audits6, yang mempertimbangkan satu instalasi tunggal.
d. Audit ketaatan (compliance audits), yang menguji ketaatan industry
terhadap lingkungan yang rele&an dan standar keamanan.
e. Audit resiko (risk audits), yang memepertimbangkan keamanan,
kesehatan, operasional, resiko terhadap karya1an dan public.
f. Audit produksi (production audits), yang menelusuri energy dan,atau
material dari masuknya material tersebut kedalam perusahaan sampai
keluar.
g. Audit akuisisi (acquisition atau divesture audits), yang menguji liabilitas
lingkungan yang dapat timbul dari akti&itas tersebut.
"amun secara luas, audit dapat dibagi dalam + kategori, yaitu/
a. Program pemeriksaan siklikal (cylical auditing programs), yaitu audit
yang terjadi dalam siklus kejadian yang dijad1alkan. Bentuk audit ini
merupakan produk sentral dari suatu unit lingkungan. Audit demikian
dapat dilakukan oleh spesialis dalam perusahaan atau kosultan luar.
b. Audit tunggal untuk maksud khusus (single audits for special purposes),
audit demikian lebih cocok dilakukan oleh konsultan luar.
2.8 A&'(t2 L($%#&$%a$
Audit laporan keuangan dilaksanakan oleh akutan yang berkualifikasi dan
disuper&isi dengan memadai. Audit lingkungan biasanya diluar kompetensi
akuntan dan diharapakan bah1a audit lingkungan dilaksanakan oleh tim kecil
yang jumlahnya sekitar 7 atau * orang. !im tersebut akan terdiri dari orang yang
secara teknis berkualifikasidari dalam atau luar perusahaan dengan seorang
pemimpin yang independen dari perusahaan. %rang berkualifikasi yang siap dan
dapat melaksanakan audit lingkungan adalah yang sudah berada dalam usaha dan
auditor lingkungan yang telah terdaftar dan terakreditasi.
Pasal B- Ayat 4+8 ?? "omor 7+ !ahun +>>. tentang Perlindungan dan
Pengelolaan (ingkungan idup dinyatakan bah1a auditor lingkungan hidup 1ajib
memiliki sertifikat kompetensi auditor lingkungan hidup yang berlaku mulai
tanggal 7 %ktober +>->. Kriteria untuk memperoleh sertifikasi auditor lingkungan
hidup meliputi kemampuan/
a. )emahami prinsip, metodologi, dan tata laksana audit lingkungan hidup
b. )elakukan audit lingkungan hidup yang meliputi tahap perencanaan,
pelaksanaan, pengambilan kesimpulan dan pelaporanC
c. )erumuskan rekomendasi langkah perbaikan sebagai tindak lanjut audit
lingkungan hidup.
2.9 Ta+a/a$ P!"a#*a$aa$ A&'(t L($%#&$%a$
!ahapan pelaksanaan audit lingkungan adalah sebagai berikut /
a. Pendahuluan
Penerapan audit lingkungan akan tergantung kepada jenis audit yang
dilaksanakan, jenis usaha atau kegiatan dan pelaksanaan oleh tim auditor.
b. Pra-audit
Kegiatan pra-audit merupakan bagian yang penting dalam prosedur audit
lingkungan. Perencanaan yang baik pada tahap ini akan menentukan
keberhasilan pelaksanaan audit dan tindak lanjut audit tersebut.
Informasi yang diperlukan pada tahap ini meliputi informasi rinci
mengenai aktifitas di lapangan, status hukum, struktur organisasi, dan
lingkup usaha atau kegiatan yang akan diaudit. Aktifitas pra-audit juga
meliputi pemilihan tata laksana audit, penentuan tim auditor, dan pendanaan
pelaksanaan kegiatan audit. Pada saat ini, tujuan dan ruang lingkup audit
harus telah disepakati.
c. egiatan !apangan
Pertemuan pendahuluan
!ahap a1al yang harus dilaksanakan oleh tim audit adalah mengadakan
pertemuan dengan pimpinan usaha atau kegiatan untuk mengkaji tujuan
audit, tata laksana, dan jad1al kegiatan audit.
Pemeriksaan lapangan
Pemeriksaan di lapangan dilaksanakan setelah pertemuan pendahuluan.
!im audit akan mendapatkan gambaran tentang kegiatan usaha atau
kegiatan yang akan menjadi dasar penetapan areal kegiatan yang
memerlukan perhatian secara khusus. Dengan melaksanakan pemeriksaan
lapangan, tim auditor dapat menemukan hal-hal yang terkait erat dengan
kegiatan audit namun belum teridentifikasi dalam perencanaan.
Pengumpulan data
Data dan informasi yang dikumpullkan selama audit lingkungan
akan mencakup tata laksana audit, dokumentasi yang diberikan oleh
pemilik usaha atau kegiatan, catatan dan hasil pengamatan tim auditor,
hasil sampling den pemantauan, foto-foto, rencana, peta, diagram, kertas
kerja dan hal-hal lain yang berkaitan, Informasi tersebut harus
terdokumentasi dengan baik agar mudah ditelusuri kembali. !ujuan utama
pengumpulan data adalah untuk menunjang dan merupakan dasar bagi
pengujian hasil temuan audit lingkungan,
Pengujian
Prinsip utama audit lingkungan adalah bah1a informasi yang
disajikan oleh tim auditor telah diuji dan dikonfirmasikan. Dokumentasi
yang dihasilkan oleh tim auditor harus menunjang semua pernyataan, atau
telah teruji melalui pengamatan langsung oleh tim auditor. Dalam menguji
hasil temuan audit, tim auditor harus menjamin bah1a dokumen yang
dihasilkan merupakan dokumen yang asli dan sah. %leh karena itu tata
laksana audit harus menentukan tingkat pengujian data yang dibutuhkan,
atau harus ditentukan oleh tim auditor.
A&aluasi hasil temuan
asil temuan audit harus die&aluasi sesuai dengan tujuan audit dan
tata laksana yang telah disetujui untuk menjamin bah1a semua
isu,masalah telah dikaji. Dokumentasi penunjang harus dikaji secara teliti
sehingga semua hasil temuan telah ditunjang oleh data dan diuji secara
tepat.
Pertemuan akhir
0etelah penelitian lapangan selesai, tim auditor harus memaparkan
hasil temuan pendahuluan dalam suatu pertemuan akhir secara resmi.
Pertemuan ini akan mendiskusikan berbagai hal yang belum terpecahkan
atau informasi yang belum tersedia. !im auditor harus mengkaji hasil
temuannya secara garis besar dan menentukan 1aktu penyelesaian laporan
akhir. 0eluruh dakumentasi selama penelitian harus dikembalikan kepada
penanggung ja1ab usaha atau kegiatan.
d. Pasca Audit
!im auditor akan menyusun laporan tertulis secara lengkap sebagai hasil
pelaksanaan audit lingkungan. (aporan tersebut juga mencakup pemaparan
tentang rencana tindak lanjut terhadap isu-isu lingkungan yang telah
diidentifikasi.
2.0 A#t(3(ta* Pa 'a$ S!t!"a+ A&'(t
2.0.1 A#t(3(ta* Pa A&'(t
Proses audit lingkungan dimulai dengan sejumlah akti&itas sebelum audit
ditempat aktual terjadi. Akti&itas-akti&itas tersebut yaitu pemilihan fasilitas yang
diaudit, jad1al dari fasilitas yang diaudit, pemilihan tim audit, pengembangan dari
suatu rencana audit, mendefinisikan ruang lingkup audit, pemilihan topik yang
prioritas untuk dimasukkan, memodi&ikasi program audit dan mengalokasi
sumber daya tim audit.
Audit ditempat aktual secara tipikal terdapat B langkah dasar, yaitu/
". #emahami sistem dan prosedur mana$emen internal
Pemahaman auditor biasanya dikumpulkan dari berbagai sumber, misalnya
diskusi staff, kesioner, kunjungan pabrik dan dalam kasus tertentu, suatu
pengujian &erifikasi terbatas dilakukan untuk membantu mengkonfirmasikan
pemahaman a1al auditor. Auditor biasanya mencatat pemahamannya dalam suatu
bagan arus, uraian naratif atau gabungan dari keduanya agar dapat mempunyai
suatu deskripsi yang tertulis. !ujuan dasar dalam langkah ini untuk memahami
berbagai cara memperhatikan lingkungan yang dikelola. Dalam kelanyakan
organisasi, banyak aspek dari sistem manajemen lingkungan internal tidak
didokumentasikan secara tertulis. "amun sistem manajemen yang terpilih dapat
didokumentasikan dalam detail yang cukup untuk memberikan suatu pemahaman
dan prosedur-prosedur dasar rencana.
%. #enilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan
Auditor mencari indikator- indikator seperti tanggungja1ab yang secara jelas
didefinisikan, suatu sistem otorisasi yang memadai, kesadaran dan kapabilitas
personil, dokumentasi dan pencatatan, serta &erifikasi internal. $ika disain
manajemen lingkungan internal dinilai sehat 4yaitu hasil yang diterima tercapai,
apabila sistem berfungsi seperti yang didisain8, maka langkah audit berikutnya
dapat memfokuskan pada efektifitas yaitu disain diimplementasikan, dan
sejauhmana system dalam kenyataan telah dilaksanakan seperti yang dikehendaki.
"amun, apabila disain dari sistem intrenal tidak cukup sehat untuk memastikan
hasil yang dikehendaki, langkah audit berikutnya harus memfokuskan pada hasil
lingkungan daripada sistem manajemen internal.
&. #enyimpulkan bukti audit
Kelemahan-kelemahan yang dicurigai dalam sistem manajemen dikonfirmasi
dalam tahap ini, sistem yang tampak sehat diuji untuk membuktikan bah1a sistem
tersebut berfungsi sesuai dengan yang direncanakan dan digunakan secara
konsisten. Bukti audit dapat dikumpulkan melalui penyelidikan 4seperti kuesioner
formal dan kuesioner tidak formal8, pengamatan dan pengujian 4seperti
menelusuri kembali data, mem&erifikasi jejal kertas8. !im audit harus
mengidentifikasi dan kemudian mem&erifikasi akti&itas tersebut dalam proses
manajemen lingkungan yang dapat memberikan pandangan secara mendalam
mengenai fungsi sistem secara keseluruhan. Bukti audit dapat berupa dalam
bentuk fisik, dokumen atau keadaan.
'. #enilai temuan audit
Pengamatan audit dan temuan dinilai, tujuannya dapat dimengerti dan
mengintegrasikan temuan-temuan dan obser&asi dari setiap anggota tim,
kemudian menentukan disposisi akhir temuan dan obser&asi akan dimasukkan ke
dalam laporan audit yang formal atau hanya memba1a pada perhatian dari
manajemen fasilitas. !emuan audit dan obser&asi dapat diorganisasikan untuk
menentuka temuan yang umum, dapat mempunyai signifikasi yang lebih besar
daripada bila dipandang secara indi&idual. Dalam menilai temuan audit, anggota
tim khususnya pemimpin tim, menentukan apakah bukti audit yang dimiliki cukup
untuk mendukung temuan audit.
(. #elaporkan temuan audit
Proses pelaporan audit lingkungan sering dimulai dengan diskusi yang tidak
formal antara auditor dan koordinator lingkungan fasilitas ketika penyimpanan
diketahui. !emuan lebih jauh akan diklarifikasi ketika audit sedang berlangsung
dan kemudian dilaporkan kepada manajemen fasilitas selama penyelesaian audit
atau konferensi penutupan. 0elama pertemuan, tim audit mengkomunikasikan
semua temuan dan pengamatan yang diketahui selama audit dan menunjukkan
item-item mana yang akan muncul dalam laporan audit yang formal. !ujuan
pengunaan laporan audit mencakup memberikan informasi kepada manajemen,
memprakarsai tindakan korektif, dan menyediakan dokumentasi audit. (aporan
audit memberikan kaitan yang cukup untuk seluruh penelaahan yang dilakukan
sehinggam kerangka kerja manajemen yang ada dapat menentukan apa, apabila
ada, tindakan-tindakan yang diperlukan.
2.10 A&'(t "($%#&$%a$ '( I$'2$!*(a
0esuai dengan <B" -..7, sistem yang dianut dalam pelaksanaan
pembangunan nasional adalah pembangunan yang ber1a1asan lingkungan.
2Pembangunan yang dilakukan untuk mengolah sumber daya alam, tetap
memperhatikan kelestarian lingkungan.3
$enis audit lingkungan berdasarkan P!at&a$ Na*(2$a", yaitu /
Audit (ingkungan =ajib
Audit lingkungan adalah suatu proses e&aluasi yang dilakukan oleh
penanggungja1ab usaha dan,atau kegiatan berdasarkan perintah )enteri
(ingkungan idup dan ketidakpatuhan penganggungja1ab usaha dan atau
kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan
lingkungan hidup yang terkait dengan kegiatan tersebut. 4KEP:
,0/MENLH/20016.
Audit (ingkungan 0ukarela
Audit lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi e&aluasi secara
sistematik, terdokumentasi, periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja
organisasi sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol
manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan
pengkajian pentaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan
perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan hidup. 4KEP:
42/MENLH/1110046.
Dasar hukum pelaksanaan audit lingkungan di Indonesia adalah ?? ;I
"omor +7 !ahun -..5 tentang Pengelolaan (ingkungan idup dan KAP)A" (
"omor KAP-*+ )A"(,--,-..* !entang Pedoman ?mum Pelaksanaan Audit
(ingkungan
I0% -*>>- adalah standar lingkungan terhadap organisasi yang dinilai. Ini
menentukan persyaratan untuk A)0, yang menyediakan kerangka kerja bagi
suatu organisasi untuk mengendalikan dampak lingkungan dari kegiatan, produk
dan jasa. 0tandar lain untuk isu-isu lingkungan hidup adalah I0% -%%%.
Ketika melihat audit lingkungan, kadang terpikir ini adalah sebuah ruang
untuk menjaga tetap berkualitasnya kondisi lingkungan hidup. Dalam
pembelajaran, terlihat jelas bah1a audit lingkungan hanya merupakan sebuah
kesukarelaan. Bahkan yang dibelajarkan adalah audit lingkungan dalam I0%
-*>>>, bukan pada audit lingkungan yang termaktub dalam perundang-undangan
negeri ini. Kementerian (ingkungan idup sendiri telah mengeluarkan turunan
?? mengenai audit lingkungan, yaitu Kep)en( "o 7>,+>>- juga sebelumnya
pada Kep)en( "o *+,-..*. <aung Audit (ingkungan mulai menggema ketika
=A(I 4=ahana (ingkungan idup Indonesia8 berpendapat bah1a sistem
A)DA( yang ada sepatutnya dilengkapi dengan audit lingkungan. "amun
kenyataannya masih sangat sulit melihat terjadinya proses audit lingkungan
terhadap pelaku usaha. al ini juga lebih dikarenakan tidak ada ke1ajiban pelaku
usaha untuk melakukan audit lingkungan, yang ada hanyalah kesukarelaan.
Dalam 0tandar "asional Indonesia, pedoman audit lingkungan telah diabolisi
4tidak dipergunakan lagi8. Diantaranya adalah 0"I -.--*>->--..5 tentang
Pedoman audit lingkungan D Prinsip umum, 0"I -.--*>----..5 tentang Pedoman
untuk pengauditan lingkungan D Prosedur audit D Pengauditan sistem manajemen
lingkungan dan 0"I -.--*>-+--..5 tentang Pedoman audit untuk lingkungan
Kriteria kualifikasi untuk auditor lingkungan. )elihat tidak pentingnya audit
lingkungan dalam tataran kebijakan, maka tidak salah bila telah terjadi
pengarahan negeri bencana ini ke arah ecosida, yang bisa jadi terjadi tidak lebih
dari 5 tahun lagi.
Audit lingkungan adalah proses jalan panjang yang harus dimulai dan
dikampayekan oleh semua pihak demi keselamatan umat manusia. Banyak
perusahaan di Indonesia yang telah melaksanakan akti&itas 90; 4corporate social
responsi&ility' pertanggungja1aban sosial perusahaan8 di lapangan. Akan tetapi
belum banyak yang mengungkapkan akti&itas tersebut dalam sebuah laporan.
anya beberapa perusahaan yang telah mengungkapkan informasi lingkungan dan
tanggungja1ab sosial di dalam laporan tahunan perusahaan. Beberapa di
antaranya membuat laporan 90; tersendiri, terpisah dari laporan tahunan.
Dibandingkan dengan negara lain, harus diakui bah1a perkembangan praktik
laporan keberlanjutan di Indonesia berjalan lambat. $ika penyusunan laporan
keuangan di1ajibkan oleh ?ndang-undang Perseroan !erbatas, sedangkan untuk
laporan keberlanjutan belum ada ketentuan perundang-undangan yang
me1ajibkan pembuatan laporan tersebut. Khusus untuk me1ajibkan penyusunan
laporan keberlanjutan di Indonesia nampaknya masih perlu 1aktu, terutama
kesiapan dalam sistem pendukung seperti adanya standar pelaporan yang bisa
diterima secara umum dan ketersediaan tenaga yang berkompeten untuk
menyusun laporan tersebut, termasuk tenaga yang melakukan fungsi assurance.
STUDI KASUS
P!. Barito Pasific !imber !bk, dan P!. Binajaya ;oda Karya telah
memperoleh akreditasi I0% -*>>-, standar internasional untuk sistem manajemen
lingkungan 4A)08. Akreditasi diberikan pada tanggal +> maret +>>> dan berlaku
selama 7 tahun dari tanggal tersebut 2sesuai dengan implementasi
berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator3 4BEFII0%
-*>>- 0ertifikat GGB.G8. BEFI 4Bureau Eerlitas Fuality Internasional8
melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal
A)0 pada inter&al G bulanan. Audit berikut nya dijad1alkan pada bulan @ebruary
+>>-.
0ebagai bagian dari proses I0% -*>>-, perusahaan ini memperbaiki
penyelanggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk
mencapai tujuan ini. $uga sebagai bagian dari proses tersebut, perusahaan telah
melaksanakan dan akan terus melaksanakan audit internal untuk memastikan
A)0 diimplementasikan secara efektif, untuk mengidentifikasi cara-cara yang
menjamin perbaikan yang berkesinambungan dari penyelenggaran lingkungan
perusahaan.
)eskipun tinjauan lingkungan a1al 4Initial An&ironmental ;e&ie18 yang
dilaksanakan sebagai bagian dari proses I0% -*>>-, departemen lingkungan
perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari
kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan.
(aporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi
agar memperbaiki keadaan ini. Audit internal dilaksanakan bulan $uli +>>> yang
berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bah1a semua perbaikan telah
dilakukan dan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru.
!ujuannya adalah untuk membuat laporan foto lanjutan berdasarkan audit bulan
$uli. !etapi sejauh ini belum tercapai. 0elama audit juga banyak contoh
pelaksanaan manajemen tidak bagus yang didapat dari laporan foto, ternyata
masih dijumpai di lingkungan perusahaan.
BEFI melaksanakan audit eksternal A)0 selama bulan Agustus +>>>, dan
selama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian, yaitu/
H Kontrol debu yang tidak layak,
H !otal Padatan !ersuspensi 4!008 di log pond masih terlalu tinggi. ;encana-
rencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki,
H )engurangi limbah kayu dan memperbaiki tingkat pemulihan kayu di areal
utama yang memerlukan perbaikan segera, dan
H !idak adanya bukti penga1asan emisi cerobong asap, bau atau penga1asan
&ibrasi.
0emenjak audit eksternal telah ada tinjauan internal dari persoalan-persoalan
ini, yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang
bertanggung ja1ab melaksanakan perbaikan tersebut. )asih belum ada tindakan
sampai sekarang dan persoalan-persoalan ini masih terbuka.
Penerimaan I0% -*>>- seharusnya dipandang sebagai langkah positif dalam
menjamin peningkatan penyelenggaraan lingkungan P!. Barito Pacific
!imber!bk. dan P!. Binajaya ;oda karya. "amun demikian, yang harus
dilaksanakan untuk menjaga akreditasi adalah mengambil langkah untuk
meningkatkan kegiatan-kegiatan manajemen di lapangan secara
berkesinambungan,terutama di tempat- tempat dimana limbah kayu menjadi
perhatian.
T!)&a$ A&'(t ;
-. (imbah Kayu
(imbah kayu merupakan persoalan kritis di P!. Barito Pacific !imber !bk.
dan P!. Binajaya ;oda karya, dan diidentifikasi BEFI sebagai salah satu dari
persoalan-persoalan utama yang memerlukan perhatian melalui A)0 I0%-*>>-.
0elama tinjauan lapangan terdapat banyak buangan dari sumber alamiah, yaitu
kayu, selama proses produksi. al ini meliputi/
H Kayu yang dibuang selama proses penggergajian dalam jumlah banyak,
H $umlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai. Kebijakan
2pertama datang, pertama diolah3 4first in first out8 harusdiimplementasikan agar
kayu digunakan sebelum rusak,
H Kerusakan kayu gelondongan karena kulit kayu dibiarkan melekat, membiarkan
&etebrata merusak log-log yang menyebabkan tingkat pemulihan rendah,dan
H 0ejumlah besar produk akhir, terutama kayu papan, ditumpuk di tempatterbuka
dalam jangka 1aktu yang lama dan kemungkinan tidak bisa dijual.
Kebanyakan kulit kayu dan beberapa limbah kayu lain saat ini dibuang
ketanah ra1a untuk mereklamasi tanah tersebut. Areal ini kelihatannya
tidakmemiliki tumbuhan dan dari segi estetika tidaklah menarik. 0elain itu, areal-
areal yang sebelumnya dipakai untuk pembuangan limbah kayu nampaknya tidak
ber-regenerasi dengan cepat, dan pembakaran secara bebas menimbulkan
persoalan kualitas udara.
+. Air
@asilitas perusahaan P!. Barito Pacific !imber !bk. dan P!. Binajaya ;oda
karya letaknya berdekatan dengan sejumlah anak sungai. Di sebelah timur, pabrik
berbatasan dengan, dan menggunakan, sungai Barito. Di sebelah utara adalah
sungai Andjir 0oebardjo. andil 0ungai Barito, anak sungai kecil dari sungai
Barito, mengalir ke arah timur laut dari pabrik. Areal pabrik dan daerah luar
kotadi sekelilingnya rendah letaknya dan mudah kebanjiran.
Kepada auditor menunjukkan keseimbangan air semua areal pengolahan
pabrik 4kecuali penggergajian yang tidak menggunakan air dalam aktifitasnya8.
Keseimbangan air menunjukkan bah1a sebagian air pengolahan dipompa dari
sungai Barito.
0taf lapangan menunjukkan bah1a mereka tidak menemukan adanya
kontaminasi air permukaan yang berhubungan dengan pabrik. "amun demikian,
selama tinjauan ke lokasi tercatat adanya kontaminasi hidrokarbon sungai Barito
di sekitar log pond dan areal penggergajian. (apisan minyak dipermukaan air
berasal dari derek, rel con&eyor dan chainsa1 tarik. !erdapat sejumlah minyak
dan pelumas di ba1ah peralatan ini, yang tidak mempunyai tempat pengeringan
lain selain log pond dan sungai.
0ungai Barito juga dipakai para staf untuk mandi dan mencuci. 0abun dan
deterjen akan mengkontaminasi sungai. 0elain itu, di sungai juga
ditemukansampah. !idak jelas dari mana asalnya, bisa saja berasal dari lokasi-
lokasi lain.
7. Kualitas ?dara
Debu merupakan persoalan diberbagai lokasi, tetapi yang terparah terdapat
diareal pembuatan particle board dan pabrik kayu lapis. !idak ada penga1asan
debu yang dilaksanakan saat ini, 1alaupun debu membahayakan lingkungan dan
kesehatan serta keamanan. 0elain itu, bahan kimia yang digunakan dalam proses
pembuatan lem dan penggunaan lem, baik di pabrik kayu lapis atau diareal
pembuatan particle board menimbulkan persoalan kualitas udara.
0ejumlah cerobong asap di lapangan berhubungan dengan ketel yang
menjalankan diesel, pembakaran limbah kayu dan debu gergajian, dan juga tempat
pembakaran buangan limbah. 9erobong-cerobong ini menghasilkan asap
pencemar dalam jumlah yang besar dan karenanya memerlukan penga1asan.
Program penga1asan cerobong asap telah tertinggal oleh program A)0 saat
audit. !etapi pada rapat selanjutnya dengan staf lapangan 4tanggal -.
%ktober+>>>8 program penga1asan cerobong asap direkomendasikan pada
tanggal --%ktober +>>>. Penga1asan dilakukan oleh BPPI tetapi hasilnya belum
tersedia.
Areal luas yang sebelumnya digunakan sebagai lahan penimbunan kulit kayu
dan limbah kayu, sebagai bagian dari upaya reklamasi sebagian tanah ra1a
dilokasi, dibakar. Aktifitas ini menyebarkan banyak asap ke atmosfer.
BEFI mencatat tidak ada penga1asan &ibrasi atau bau yang dilaksanakan
saat ini. Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengorganisasi penga1asan
karena hanya dua organisasi di Indonesia yang dianggap mampu melakukan
monitoring jenis ini. %rganisasi-organisai ini didekati dan diminta untuk
melaksanakan penga1asan tersebut pada tanggal +> %ktober +>>>. !anggal itu
telah berlalu tetapi monitoring tersebut tidak pernah dilaksanakan.
R!#2)!$'a*( ;
-. (imbah kayu
)anajemen seharusnya menanggapi persoalan limbah kayu sebagai sesuatu
yang bersifat mendesak karena hal ini merupakan persoalan yang berhubungan
langsung dengan kelangsungan akreditasi I0P -*>>-. al ini harus
menggabungkan tinjauan menyeluruh dari rata-rata pemerolehan kayu
berdasarkan semua proses dari saat kedatangan kayu sampai pada pengolahan
akhir, dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan. asil-hasil
tinjauan ini bisa dipakai untuk mengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai
buangan terbesar dan bisa dipakai untuk meningkatkan rata-rata pemerolehan.
Distribusi kayu harus juga diperhatikan, karena sejumlah besar kayu olahan
di lapangan nampaknya ditimbun dalam jangka 1aktu lama, yang terbuka bagi
elemen-elemen tersebut. Akibatnya, tumpukan-tumpukan ini akan berkurang
nilainya.
+. Air
- Pengujian Kualitas Air di 0aluran Air
Pengujian kualitas air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan
menunjukkan tingkat polutan yang meninggi. Persoalan ini memerlukan perhatian
segera untuk mengembalikan tingkatan tersebut ke batas-batas yang
diperbolehkan. 0ebagai alternatif, air limbah dari parit-parit penampungan ini
harus menjadi bagian dari sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat
pengolahan limbah cair di lapangan untuk perlakuan.
- Pemeliharaan 0aluran Air Permukaan
0aluran air permukaan di lokasi pabrik diketahui memiliki kotoran dan
lapisan berminyak di beberapa tempat. 0aluran-saluran ini langsung berhubungan
ke sungai Barito dan mudah kebanjiran. Dimana saluran ini ditutup, penutup
betonnya harus diperbaiki, dan langkah-langkah lanjutan harus diambil untuk
menjamin bah1a saluran-saluran ini tidak tercemar. $ika terdapat polusi di
saluran-saluran ini, air limbah harus dipindah dan diolah di pusat pengolahan air
limbah.
7. Kualitas udara
- Debu
Debu dipandang sebagai masalah di lapangan, baik selama audit ini dan
selama audit BEFI. Direkomendasikan agar penga1asan debu dilaksanakan
dengan mengimplementasikan prosedur-prosedur pengurangan emisi debu di
udara
- Penga1asan Kualitas ?dara
Penga1asan kualitas udara harus dilaksanakan dan hasilnya ditindaklanjuti
seperti yang ditentukan, dengan mengurangi jumlah bahan kimia yang dilepaskan
ke atmosfer, terutama formalin.
KESIMPULAN DAN SARAN
K!*()/&"a$
0ecara ringkas Audit (ingkungan adalah sistim e&aluasi yang dilakukan
secara sistematis dan obyektif terhadap pengelolaan dampak yang ada maupun
potensial dampak dari kegiatan suatu organisasi atas lingkungan yang juga
berpengaruh terhadap kinerja suatu organisasi. Apa yang die&aluasi biasanya
termasuk pengelolaan lingkungan dari organisasi itu, pentaatan terhadap peraturan
dalam pengelolaan lingkungan seperti emisi ke udara, pembuangan ke air,
pengelolaan limbahnya, sistim dokumentasi, pelaporan, indikator kinerja, sistim
tanggap darurat termasuk pula tanggung ja1ab manajemen, komunikasi dan
kursus-kursus yang diberikan kepada staffnya.
)anfaat yang dapat diperoleh suatu perusahaan dari kegiatan audit lingkungan
adalah 4BAPADA(, -..*8 /
-. )engidentifikasi resiko lingkungan
+. )enjadi dasar bagi pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan atau upaya
penyempurnaan rencana yang ada.
7. )enghindari kerugian finansial seperti penutupan, pemberhentian suatu usaha
atau kegiatan atau pembatasan oleh pemerintah, atau publikasi yang
merugikan akibat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tidak baik.
*. )encegah tekanan sanksi hukum terhadap suatu usaha atau kegiatan atau
terhadap pimpinannya berdasarkan pada peraturan perundangundaangan yang
berlaku.
B. )embuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan apabila dibutuhkan dalam
proses pengadilan.
G. )eningkatkan kepedulian pimpinan, penanggung ja1ab dan staf suatu badan
usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan kegiatannya terhadap kebijakan dan
tanggung ja1ab lingkungan.
5. )engidentifikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upaya konser&asi
energi dan pengurangan, pemakaian ulang dan daur ulang limbah.
Saa$
Agar audit lingkungan dapat berjalan dengan efektif, setidaknya ada lima
elemen penting yang harus diperhatikan. Pertama diperlukan komitmen dari
perusahaan itu agar mau terbuka dan jujur dalam memberikan data. al di atas
agak riskan mengingat pengusaha biasanya enggan untuk membuka Ijati dirinyaI
karena persaingan bisnis misalnya. Kedua, adanya Auditor yang mandiri yang
tidak mempunyai kepentingan apapun akan fasilitas yang sedang diaudit. Ini
penting untuk menjaga keobyektifan penilaian, kemandirian auditor harus pula
dijaga agar tidak terpengaruh oleh situasi atau tekanan lainnya ketika mereka
melakukan kunjungan lapangan. Eerifikasi prosedur dan pengukuran kinerja,
merupakan dua hal berikutnya dari elemen Audit (ingkungan. al ini penting
dilakukan agar ada kepastian bah1a informasi yang didapat memang benar-benar
akurat. !erakhir, harus ada mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang
didapat selama Audit (ingkungan. $ika tidak, maka usaha Audit (ingkungan yang
telah dilakukan menjadi sia-sia.
DAFTAR PUSTAKA
Amin =idjaja !unggal. +>>5. (asar)(asar Audit Mana%emen. $akarta/
ar&arindo.
http/,,renalkrenJ.blogspot.com,+>->,>7,audit-lingkungan.html
P!. Barito Pacific !imber !bk. dan P!. Binajaya ;odakarya, *E!+,- Audit
Ling"ungan #egiatan !T$ Barito !.Gareth./an +,, +>>-
4http/,,111.dephut.go.id,A(A)A",PD@,;AP>-GK+>AuditK+>(ingkungan
K+>KegiatanK+>P!.K+>BaritoK+>P,<areth,$anK+>>-4.pdf 8
http/,,no&aoshiin.blogspot.com,+>--,>G,audit-lingkungan.html
http/,,industri->ikh1an.blog.mercubuana.ac.id,
http/,,grhoback.blogspot.com,+>->,>B, a&'(t - "($%#&$%a$ .html
111.iaiglobal.or.id,data,referensi,aiLedisiL>7.pdf

Beri Nilai