Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Onshore pipeline merupakan sebuah jalur pipa yang berfungsi untuk menerima
aliran fluida dari fasilitas offshore ataupun mengalirkan fluida dari satu fasilitas onshore
ke fasilitas onshore lain. Onshore pipeline biasanya dipendam di bawah tanah agar
terhindar dari aktivitas daratan. Selain itu juga, pipeline yang dipendam di bawah tanah
akan mengurangi beban eksternal seperti angin dan aktivitas alam lainnya sehingga
pipeline tidak mudah terganggu aktivitas alam.
Pada saat pipa beroperasi maka pipa akan menerima beban tekanan internal dan
beban termal dari fluida atau gas yang dialirkan oleh pipa. Beban yang ditanggung oleh
sistem pipeline akan menyebabkan pipa berada dalam kondisi bertegangan. Seperti yang
diketahui, material pipa juga memiliki ketahanan terhadap tegangan sehingga pada
akhirnya akan mengalami kegagalan.
Namun dengan melakukan pemendaman pipa di bawah tanah muncul masalah
lain yang harus diperhitungkan dalam desain instalasi. Pada pipa yang dipendam di dalam
tanah sering ditemukan mekanisme kegagalan dalam bentuk buckling. Kegagalan dalam
bentuk buckling ini berupa deformasi tekukan yang bisa terjadi baik pada dinding pipa
maupun pada seluruh bagian pipa. Buckling yang ditinjau pada studi kasus ini adalah
global buckling dimana secara keseluruhan sebuah segmen pipa mengalami deformasi.
Deformasi yang terjadi secara global pada sebuah segmen pipa hingga
menyebabkan pipa mengalami tekukan ke arah vertikal sering disebut sebagai mekanisme
kegagalan upheaval buckling. Upheaval buckling terjadi akibat pipa mengalami ekspansi
termal yang tertahan oleh pipa sehingga pipa berada dalam keadaan kompresif. Semakin
besar gaya kompresif yang ditahan oleh pipa maka semakin besar pula gaya yang dimiliki
pipa untuk mendorong tanah timbunan di atas pipa. J ika gaya tahanan tanah tidak cukup
besar untuk menahan gaya dorongan vertikal pipa maka pipa akan mencuat keluar dari
tanah hingga membentuk tekukan sebagai hasil dari deformasi akibat ekspansi termal.
Oleh karena itu disain sistem pipa haruslah mendukung agar buckling tidak
terlalu cepat terjadi karena bagaimanapun ekspansi termal sebagai inisiator terjadinya
buckling tidak dapat dihindari.
Analisis Kasus UpHeaval Buckling Pada Onshore Pipeline I-1

1.2. TUJUAN

Tujuan dari tugas akhir ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh parameter parameter seperti tekanan internal, diameter
pipa, ketebalan pipa, temperatur, dan kedalaman pipa terhadap kemungkinan
terjadinya upheaval buckling.
2. Untuk melakukan perhitungan beban dan tegangan minimum pada saat akan terjadi
buckling pada kasus yang ditinjau.
3. Untuk mengetahui parameter yang paling menentukan kemungkinan terjadinya
upheaval buckling selama masa operasi pipeline.
4. Untuk mengetahui bagaimana melakukan pencegahan agar upheaval buckling tidak
terjadi pada kasus yang ditinjau.

1.3. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pembahasan dari tugas akhir ini meliputi :
1. Dari tinjauan mekanika, pipa dimodelkan atau dianggap sebagai kolom yang dikenai
beban aksial dengan kondisi ujung ujung pipa dianggap dipasak.
2. Analisis dan perhitungan dilakukan berdasarkan kondisi yang sebenarnya terjadi
pada kasus upheaval buckling dimana pipa tidak berada dalam keadaan terpendam di
bawah tanah.

1.4. METODOLOGI PENULISAN

Tahapan tahapan yang dilakukan dalam penulisan laporan tugas sarjana ini adalah
sebagai berikut :
1. Studi literatur Studi literatur
a. Melakukan pengenalan sistem perpipaan pada onshore pipeline serta beban
beban yang diterima pipeline selama masa instalasi dan operasi.
b. Mempelajari literatur literatur yang berhubungan dengan fenomena upheaval
buckling pada pipeline.
c. Mengenal code DNV-OS-F101, ASME B31.4, ASME B31.8, dan ASME B31.1
serta mempelajari penerapan aturan aturan dalam code tersebut pada disain
tegangan pada onshore pipeline.
Analisis Kasus UpHeaval Buckling Pada Onshore Pipeline I-2

d. Pengumpulan data dan informasi tambahan mengenai upheaval buckling melalui
melalui situs situs di internet.
e. Pengumpulan data kasus lapangan upheaval buckling di Riau yang akan dianalisis.
2. Melakukan perhitungan tegangan tegangan dan gaya gaya yang bekerja pada
pipeline yang mempengaruhi upheaval buckling, serta melakukan variasi parameter
yang mungkin mempengaruhinya.
3. Melakukan diskusi diskusi rutin dengan dosen pembimbing untuk meminta saran dan
bimbingan yang bisa menyempurnakan hasil analisis.

1.5. SISTEMATIKA LAPORAN

Sistimatika tugas akhir ini terdiri dari 5 bab, dengan gambaran umum dari tiap bab adalah
sebagai berikut :

Bab 1 Pendahuluan

Bab ini berisi hal hal umum yang berhubungan dengan tema dari tugas akhir ini, hal
hal yang berhubungan dengan latar belakang, tujuan, topik, pembatasan masalah, serta
sistematika dari tugas akhir ini.

Bab 2 Dasar Teori

Bab ini menjelaskan mengenai teori teori yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir
ini, serta teori teori yang berhubungan dengan asumsi asumsi yang diambil dalam
perhitungan dan analisis. Selain itu juga menjelaskan code atau standar yang berhubungan
dengan fenomena upheaval buckling yang dibahas.

Bab 3 Studi Kasus Lapangan

Pada bab ini akan diberikan data data yang dibutuhkan untuk perhitungan. Dengan
menggunakan data data yang tersedia dari kasus yang ditinjau maka dapat dilakukan
perhitungan sesuai dengan tinjauan teori yang telah dilakukan pada Bab I. Selain
melakukan perhitungan pada kasus, dilakukan pula perhitungan perubahan variabel seperti
temperatur dan kedalaman tanah.

Analisis Kasus UpHeaval Buckling Pada Onshore Pipeline I-3

Bab 4 Pembahasan

Bab ini memberikan penjelasan tentang studi kasus yang dibahas dalam tugas akhir ini.
Pada analisis dan pembahasan studi kasus akan dijelaskan perhitungan yang dilakukan
serta menampilkan hasil perhitungan dalam bentuk grafis hingga lebih presentatif terhadap
kasus yang ditinjau. Hasil dari perhitungan dan analisis akan ditinjau kembali berdasarkan
teori yang berhubungan, apakah memenuhi persyaratan.

Bab 5 Kesimpulan dan Saran

Bab ini akan memberikan kesimpulan mengenai analisis yang dilakukan terhadap
fenomena upheaval buckling yang terjadi pada kasus yang ditinjau serta akan memberikan
saran terhadap permasalahan yang muncul.
Analisis Kasus UpHeaval Buckling Pada Onshore Pipeline I-4