Anda di halaman 1dari 8

5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah

http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 1/8
Home About
Wandy Mau Sharing
Sekedar berbagi pengalaman mengenai dunia kepada sesama........
silahkan, like disini

Image by wandy utama
Metode Pemurnian Timah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya akan sumber daya alam
termasuk sumber daya mineral logam. Kesadaran akan banyaknya mineral logam
ini mendorong bangsa Indonesia untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam
tersebut secara efisien. Dalam pemanfaatanya, tentu saja menggunakan
berbagai metode dan teknologi sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal
dengan hasil yang optimal dengan keuntungan yang besar, biaya produksi yang
seminim mungkin serta ramah lingkungan.
Pengolahan timah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat tidak lepas dari peran
reaksi kimia fisika. Pencucian maupun pemisahan pada timah merupakan nagian
dari proses yang melibatkan reaksi-reaksi kimia fisika.
Oleh karena itu, proses pemurnian timah untuk memperoleh hasil yang
ekonomis perlu di kaji dan dipelajari dari segi kimia fisika.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat
kelulusan dari mata kuliah Kimia Fisika.
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu penulis dapat memahami proses-proses
yang dilakukan untuk memperoleh timah yang ekonomis, mulai dari pencucian,
pemisahan, pengolahan, sampai pada pencatakan.
1.3. Batasan Masalah
Penulisan makalah ini dibatasi pada pengertian timah sampai pada pemanfaatan
timah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Timah
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol Sn
(bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam miskin
keperakan, dapat ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam udara
SEARCH THIS BLOG
Search
FOLLOWERS
Join this site
with Google Friend Connect
Members (1)
Already a member? Sign in
POPULAR POSTS
Metode Pemurnian Timah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar
Belakang Indonesia merupakan salah
satu Negara yang kaya akan sumber
daya alam termasuk sumber daya
mineral ...
Sifat-sifat garis kontur
Garis kontur adalah garis kontinyu
diatas peta yang memperlihatkan
titik-titik diatas peta dengan
ketinggian yang sama. Sifat-sifat
garis ko...
Gunung ajaib di
Enrekang
Sebagai putera
enrekang tentu saja
memperkenalkan
budaya maupun potensi daerah
Enrekang adalah salah satu tugas
penting. Beberapa potensi d...
Metode Gravity
1. Alat Gravity yang biasa
digunakan di darat dan di laut a.
gravimeter sebuah cara
mendapatkan posisi dan sarana yang
sanga...
Log In
One person likes this. Be the f irst of your f riends. Like
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 2/8
sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk
melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari
mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida.
Timah adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah,
berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik
yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan
mudah dibentuk.
Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah
sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin
dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya
terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.
2.2. Sifat dan Bentuk Timah
2.2.1. Sifat Timah
o Timah termasuk golongan IV B dan mempunyai bilangan oksidasi +2 dan +4.
o Timah merupakan logam lunak, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik.
o Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan
terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh.
Timah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi dapat
diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses oksidasi dipercepat
dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan.
o Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2.
o Timah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah alfa biasa
disebut timah abu-abu dan stabil dibawah suhu 13,2 C dengan struktur ikatan
kovalen seperti diamond. Sedangkan timah beta berwarna putih dan bersifat
logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat sebagai konduktor.
o Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti
asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat
seperti NaOH dan KOH.
o Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah(II) cenderung
memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat
panas.
o Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
o Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.
2.2.2. Bentuk Timah
Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Jika dipanaskan
timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.2C menjadi
timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. Ketika timah
didinginkan pada suhu 13.2C, ia pelan pelan berubah dari putih menjadi abu-
abu. Perubahan ini disebabkan ketidakmurnian ( impurities ) seperti alumunium
dan seng, dan dapat dicegah dengan menambahkan antimony atau bismut.
Jika dipanaskan dalam udara, timah membentuk Sn2, sedikit asam, dan
membentuk stannate salts dengan oksida.
2.3. Keberadaan Timah di Alam
Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi diperoleh dari
senyawaannya. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau
tinstone. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah SnO2, dengan
kandungan timah berkisar 78%. Contoh lain sumber biji timah yang lain dan
kurang mendapat perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral
sulfide yaitu stanite (Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara tembaga-
besi-timah-belerang dan cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral
kompleks dari timbale-timah-besi-antimon-belerang dua contoh mineral ini
biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lain seperti
perak. Timah merupakan unsur ke-49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi
dimana timah memiliki kandungan 2 ppm jika dibandingkan dengan seng 75 ppm,
tembaga 50 ppm, dan 14 ppm untuk timbal. Cassiterite banyak ditemukan dalam
deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi
membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut,
sungai, atau danau. Alluvium terdiri dari berbagai macam mineral seperti pasir,
tanah liat, dan batu-batuan kecil. Hampir 80% produksi timah diperoleh dari
alluvial/alluvium atau istilahnya deposit sekunder. Diperkirakan untuk
mendapatkan 1 Kg Cassiterite maka sekitar 7 samapi 8 ton biji timah/alluvial
harus ditambang disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah.
Dibumi timah tersebar tidak merata akan tetapi terdapat dalam satu daerah
geografi dimana sumber penting terdapat di Asia tenggara termasuk china,
Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Hasil yang tidak sebegitu banyak
diperoleh dari Peru, Afrika Selatan, UK, dan Zimbabwe.
2.4. Senyawa Timah
Timah, Senyawaan yang terpenting adalah SnF2 dan SnCl2, yang diperoleh
dengan pemanasan Sn dengan hf dan hcl gas.
Fluoridanya cukup larut dalam air dan digunakan dalam pasta gigi yang
mengandung fluorida. Air menghidrolisis SnCl2 menjadi klorida yang bersifat
basa, tetapi dari larutan asam encer SnCl2.2H2O dapat terkristalisasi. Kedua
halidanya larut dalam larutan yang mengandung ion halida berlebihan, jadi:
1SnF2 + F- = SnF3- pK
1SnCl2 + Cl- = SnCl3- pK
Dalam larutan akua fluorida, SnF3- adalah spesies yang utama, tetapi ion-ion
SnF+ dan Sn2F5 dapat dideteksi.
Halida larutan dalam pelarut donor seperti aseton, piridin, atau DMSO,
menghasilkan adduct peramidal, SnCl2OC(CH3)2.
Ion Sn2+ yang sangat peka terhadap udara, terjadi dalam larutan asam
TUGAS GEOLOGI BATUAN
KARBONAT LINGKUNGAN
PENGENDAPAN LAUT DALAM
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS
TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
TUGAS GEOLOGI ...
ABOUT ME
wandy
masih ada batas tertentu
untuk mengenal saya
lebih jauh
View my complete profile
BLOG ARCHIVE
2012 (9)
2011 (5)
May (1)
Metode Pemurnian Timah
March (4)
2010 (17)
2009 (2)
NETBLOG
Followers (9)
Follow this blog
BUAT KOLOM FOLLOW BLOGMU
SENDIRI
FACEBOOK
Kisah Lucu
Buat Lencana Anda
TUKAR LINK
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 3/8
perklorat, yang dapat diperoleh dengan reaksi Cu(ClO4)2 + Sn Hg Cu + Sn2+ + 2
ClO4-.
2.5. Reaksi-reaksi Timah
Timah putih adalah timah yang mudah dibentuk. ada suhu 13,2C, secara
perlahan, timah putih berubah menjadi tepung yang bewarna abu-abu yang
disebut timah abu-abu. Bila timah putih yang dipanaskan akan menjadi sangat
rapuh yang disebut timah rapuh. Timah putih dipakai sebagai pelapis kaleng
agar mengkilap dan tahan korosi. Timah juga dipakai sebagai logam campuran
dalam perunggu (tembaga dan timah) dan sebagai logam solder (campuran timah
dengan timbal). Timah lebih mudah teroksidasi dibandingkan besi, sehingga
tidak dapat dipakai sebagai pelindung besi.
Bilangan oksidasi timah dalam senyawa adalah +2 dan +4. Logam ini dapat
teroksidasi oleh asam yang bukan pengoksidasi menjadi +2.
Sn + 2HCl SnCl2 + H2
Akan tetapi dengan pengoksidasi kuat, logam timah teroksidasi, menjdi +4.
Sn + 4 HNO3 SnO2 + 4NO2 + 2 H2O.
Reaksi timah dengan Cl2 menghasilkan SnCl2.
Sn + Cl2 SnCl2
Logam Sn larut dalam basa membentuk ion stannit, Sn(OH)42-
Sn + 2OH + 2H2O Sn(OH)42- + H2(Senyawa timah, seperti SnF2 dipakai dalam
bahan pasta gigi. Senyawa (C4H9)3SnO dipakai sebagai fungisida, yaitu zat
pembasmi fungi (jamur).
2.6. Proses Pengolahan Timah
Timah diolah dari bijih timah yang didapatkan dari batuan atau mineral timah (
kasiterit SnO2 ). Proses produksi logam timah dari bijinya melibatkan
serangkaian proses yang terbilang rumit yakni pengolahan mineral (
peningkatan kadar timah/proses fisik dan disebut juga upgrading ), persiapan
material yang akan dilebur, proses peleburan, proses refining dan proses
pencetakan logam timah. Pemakaian timah biasanya dalam bentuk paduan timah
yang dikenal dengan nama timah putih yakni campuran 80% timah, 11 %
antimony dan 9% tembaga serta terkadang ditambah timbal. Timah putih ini
terutama dipakai untuk peralatan logam pelindung dan pipa dalam industri
kimia, industri bahan makanan dan untuk menyimpan bahan makanan.
Proses pengolahan timah ini bertujuan sesuai dengan namanya yaitu
meningkatkan kadar kandungan timah dimana Bijih timah diambil dari dalam laut
atau lepas pantai dengan penambangan atau pengerukan setelah itu dilakukan
pembilasan dengan air atau washing dan kemudian diisap dengan pompa. Bijih
timah hasil dari pengerukan biasanya mengandung 20 30 % timah. Setelah
dilakukan proses pengolahan mineral maka kadar kandungan timah menjadi
lebih dari 70 %, sedangkan bijih timah hasil penambangan darat biasanya
mengandung kadar timah yang sudah cukup tinggi >60%.
Adapun Proses pengolahan mineral timah ini meliputi banyak proses, yaitu :
Washing atau Pencucian
Pencucian timah dilakukan dengan memasukkan bijih timah ke dalam ore bin
yang berkapasitas 25 drum per unit dan mampu melakukan pencucian 15 ton
bijh per jam. Di dalam ore bin itu bijih dicuci dengan menggunakan air tekanan
dan debit yang sesuai dengan umpan.
Pemisahan berdasarkan ukuran atau screening/sizing dan uji kadar
Bijih yang didapatkan dari hasil pencucian pada ore bin lalu dilakukan
pemisahan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat screen,mesh, setelah
itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kadar bijih setelah pencucian.
Prosedur penelitian kadar tersebut adalah mengamatinya dengan mikroskop
dan menghitung jumlah butir dimana butir timah dan pengotornya memiliki
karakteristik yang berbeda sehinga dapat diketahui kadar atau jumlah
kandungan timah pada bijih.
Pemisahan berdasarkan berat jenis
Proses pemisahan ini menggunakan alat yang disebut jig Harz.bijih timah yang
mempunyai berat jenis lebih berat akanj mengalir ke bawah yang berarti kadar
timah yang diinginkan sudah tinggi sedangkan sisanya, yang berkadar rendah
yang juga berarti mengandung pengotor atau gangue lainya seperti quarsa ,
zircon, rutile, siderit dan sebagainya akan ditampung dan dialirkan ke dalam
trapezium Jig Yuba.
Pengolahan tailing
Dahulu tailing timah diolah kembali untuk diambil mineral bernilai yang mungkin
masih tersisa didalam tailing atau buangan. Prosesnya adalah dengan gaya
sentrifugal. Namun saat ini proses tersebut sudah tidak lagi digunakan karena
tidak efisien karena kapasitas dari alat pengolah ini adalah 60 kg/jam.
Proses Pengeringan
Proses pengeringan dilakukan didalam rotary dryer. Prinsip kerjanya adalah
dengan memanaskan pipa besi yang ada di tengah tengah rotary dryer dengan
cara mengalirkan api yang didapat dari pembakaran dengan menggunakan solar.
Klasifikasi
Bijih bijih timah selanjutnya akan dilakukan proses proses
pemisahan/klasifikasi lanjutan yakni:
klasifikasi berdasarkan ukuran butir dengan screening
klasifikasi berdasarkan sifat konduktivitasnya dengan High Tension separator.
klasifikasi berdasarkan sifat kemagnetannya dengan Magnetic separator.
Klasifikasi berdasarkan berat jenis dengan menggunakan alat seperti shaking
Kalau berkenan tolong donk pasang
logo di atas di sidebar blog anda
dengan kode HTML di bawah ini :
<a
href="http://www.
wandymausharing.b
logspot.com"><img
src="http://image
s.cooltext.com/16
26487.gif"
width="325"
height="146"
alt=" Vandy
mau sharing" />
<br />Image by <a
href="http://www.
wandymausharing.b
logspot.com">WAND
Y mau sharing"/>
</a></a>
ANOTHER TEMPLATES
hit counter
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 4/8
table , air table dan multi gravity separator(untuk pengolahan terak/tailing).
Pemisahan Mineral Ikutan
Mineral ikutan pada bijih timah yang memiliki nilai atau value yang terbilang
tinggi seperti zircon dan thorium( unsur radioaktif ) akan diambil dengan
mengolah kembali bijih timah hasil proses awal pada Amang Plant. Mula mula
bijih diayak dengan vibrator listrik berkecepatan tinggi dan disaring/screening
sehingga akan terpisah antara mineral halus berupa cassiterite dan mineral
kasar yang merupakan ikutan. Mineral ikutan tersebut kemudian diolah pada air
table sehingga menjadi konsentrat yang selanjutnya dilakukan proses smelting,
sedangkan tailingnya dibuang ke tempat penampungan. Mineral mineral
tersebut lalu dipisahkan dengan high tension separator pemisahan
berdasarkan sifat konduktor nonkonduktornya atau sifat konduktivitasnya.
Mineral konduktor antara lain: Cassiterite dan Ilmenite. Mineral nonconductor
antara lain: Thorium, Zircon dan Xenotime. Lalu masing masing dipisahkan
kembali berdasarkan kemagnetitanya dengan magnetic separation sehingga
dihasilkan secara terpisah, thorium dan zircon.
Proses pre-smelting
Setelah dilakukan proses pengolahan mineral dilakukan proses pre-smelting
yaitu proses yang dilakukan sebelum dilakukannya proses peleburan, misalnya
preparasi material,pengontrolan dan penimbangan sehingga untuk proses
pengolahan timah akan efisien.
Proses Peleburan ( Smelting )
Ada dua tahap dalam proses peleburan :
- Peleburan tahap I yang menghasilkan timah kasar dan slag/terak.
- Peleburan tahap II yakni peleburan slag sehingga menghasilkan hardhead dan
slag II.
Proses peleburan berlangsung seharian 24 jam dalam tanur guna menghindari
kerusakan pada tanur/refraktori. Umumnya terdapat tujuh buah tanur dalam
peleburan. Pada tiap tanur terdapat bagian bagian yang berfungsi sebagai
panel kontrol: single point temperature recorder, fuel oil controller, pressure
recorder, O2 analyzer,multipoint temperature recorder dan combustion air
controller. Udara panas yang dihembuskan ke dalam mfurnace atau tanur
berasal dari udara luar / atmosfer yang dihisap oleh axial fan exhouster yang
selanjutnya dilewatkan ke dalam regenerator yang mengubahnya menjadi
panas.
Tahap awal peleburan baik peleburan I dan II adalah proses charging yakni
bahan baku bijih timah atau slagI dimasukkan kedalam tanur melalui hopper
furnace. Dalam tanur terjadi proses reduksi dengan suhu 1100 15000C.unsure
unsure pengotor akan teroksidasi menjadi senyawa oksida seperti As2O3 yang
larut dalam timah cair. Sedangkan SnO tidak larut semua menjadi logam timah
murni namun adapula yang ikut ke dalam slag dan juga dalam bentuk debu
bersamaan dengan gas gas lainnya. Setelah peleburan selesai maka hasilnya
dimasukkan ke foreheart untuk melakukan proses tapping. Sn yang berhasil
dipisahkan selanjutnya dimasukkan kedalam float untuk dilakukan pendinginan
/penurunan temperatur hingga 4000C sebelum dipindahkan ke dalam
ketel.sedangkan hardhead dimasukkan ke dalm flame oven untuk diambil Sn dan
timah besinya.
Proses Refining ( Pemurnian )
- Pyrorefining
Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur sehingga
material yang akan direfining cair, ditambahkan mineral lain yang dapat
mengikat pengotor atau impurities sehingga logam berharga dalam hal ini timah
akan terbebas dari impurities atau hanya memiliki impurities yang amat sedikit,
karena afinitas material yang ditambahkan terhadap pengotor lebih besar
dibanding Sn. Contoh material lain yang ditambahkan untuk mengikat pengotor:
serbuk gergaji untuk mengurangi kadar Fe, Aluminium untuk untuk mengurangi
kadar As sehingga terbentuk AsAl, dan penambahan sulfur untuk mengurangi
kadar Cu dan Ni sehingga terbentuk CuS dan NiS. Hasil proses refining ini
menghasilkan logam timah dengan kadar hingga 99,92% (pada PT.Timah). Analisa
kandungan impurities yang tersisa juga diperlukan guina melihat apakah kadar
impurities sesuai keinginan, jika tidak dapat dilakukan proses refining ulang.
- Eutectic Refining
Yaitu proses pemurnian dengan menggunakan crystallizer dengan bantuan agar
parameter proses tetap konstansehingga dapat diperoleh kualitas produk yang
stabil. Proses pemurnian ini bertujuan mengurangi kadar Lead atau Pb yang
terdapat pada timah sebagai pengotor /impuritiesnya. Adapun prinsipnya
adalah berhubungan dengan temperatur eutectic Pb- Sn, pada saat eutectic
temperature lead pada solid solution berkisar 2,6% dan aakan menurun
bersamaan dengan kenaikan temperatur, dimana Sn akan meningkat kadarnya.
Prinsip utamnya adalah dengan mempertahankan temperatur yang mendekati
titik solidifikasi timah.
- Electrolitic Refining
Yaitu proses pemurnian logam timah sehingga dihasilkan kadar yang lebih tinggi
lagi dari pyrorefining yakni 99,99%( produk PT. Timah: Four Nine ). Proses ini
melakukan prinsip elektrolisis atau dikenal elektrorefining.Proses
elektrorefining menggunakan larutan elektrolit ytang menyediakan logam
dengan kadar kemurnian yang sangat tinggi dengan dua komponen utama yaitu
dua buah elektroda anoda dan katoda yang tercelup ke dalam bak
elektrolisis.Proses elektrorefining yang dilakukan PT.Timah menggunakan
bangka four nine (timah berkadar 99,99% ) yang disebut pula starter
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 5/8
sheetsebagai katodanya, berbentuk plat tipis sedangkan anodanya adalah ingot
timah yang beratnya berkisar 130 kg dan larutan elektrolitnya H2SO4. proses
pengendapan timah ke katoda terjadi karena adanya migrasi dari anoda menuju
katoda yang disebabkan oleh adanya arus listrik yang mengalir dengan voltase
tertentu dan tidak terlalu besar.
Pencetakan
Pencetakan ingot timah dilakukan secara manual dan otomatis. Peralatan
pencetakan secara manual adalah melting kettle dengan kapasitas 50 ton,
pompa cetak and cetakan logam. Proses ini memakan waktu 4 jam /50 ton,
dimana temperatur timah cair adalah 2700C. Sedangkan proses pencetakan
otomatis menggunakan casting machine, pompa cetak, dan melting
kettleberkapasitas 50 ton dengan proses yang memakan waktu hingga 1 jam/60
ton.
Langkah langkah pencetakan:
1. Timah yang siap dicetak disalurkan menuju cetakan.
2. Ujung pipa penyalur diatur dengan menletakkannya diatas cetakan pertama
pada serinya, aliran timah diatur dengan mengatur klep pada piapa penyalur.
3. Bila cetakan telah penuh maka pipa penyalur digeser ke cetakan
berikutnyadan permukaan timah yang telah dicetak dibersihkan dari drossnya
dan segera dipasang capa pada permukaan timah cair.
4. Kecepatan pencetakan diatur sedemikian rupa sehingga laju pendinginan
akan merata sehingga ingot yang dihasilkan mempunyai kulitas yang bagus atau
sesuai standar.
5. Ingot timah ynag telah dingin disusun dan ditimbang.
2.7. Kegunaan Timah
Data pada tahun 2006 menunjukkan bahwa logam timah banyak dipergunakan
untuk solder(52%), industri plating (16%), untuk bahan dasar kimia (13%),
kuningan & perunggu (5,5%), industri gelas (2%), dan berbagai macam aplikasi
lain (11%).
Akibat dari petumbuhan permintaan, kegunaan baru dari timah ditemukan.
Masalah lingkungan, keselamatan dan kesehatan mempengaruhi kegunaan
timah. Hasil dari riset yang sedang dilakukan di Internatioanal Tin Research
Institude Ltd., lembaga yang dibiayai industri, banyak pasar baru untuk timah
sedang dikembangkan.
Beberapa kegunaan dari timah yaitu, :
Pelat Timah
Sejumlah pembuat minum besar di pasar barat meningkatkan penggunaan
kaleng pelat timah sangat tipis. Teknologi baru yang efisien dan kaleng Ecotop
yang mudah didaur ulang mulai diperkenalkan untuk menanggapi masalah
lingkungan di Eropa. Kaleng besi masih menjadi pilihan untuk kemasan makanan
dan peningkatan pendapatan di Asia Tenggara kemasan makanan dan minuman
akan meningkat lebih banyak.
Peralatan Olah Raga
Seiring peningkatan standar hidup meningkat pula permintaan kesenangan.
Produsen stik golf beralih menggunakan lapisan timah pada stik golf dan
peningkatan penyedia amunisi untuk senjata olah raga berubah dari tembaga
menjadi timah sebagai pengganti.
Tutup Botol Anggur
Meningkatnya kesadaran kesehatan konsumen memaksa produsen untuk
memanfaatkan bahan kemasan yang lebih aman. Penggantian tembaga dengan
timah untuk tutup botol merupakan salah satu contoh.
Penghambat Api
Telah dipelajari bahwa bahan tambahan dari timah, stannate dapat lebih efektif
sebagai pemusnah api dalam polimer untuk pembuatan bungkus kabel PVC,
plastik dan kain polyester dalam peralatan rumah tangga sehari-hari. Sudah ada
hasil yang positif dalam pengembangan penghambat api untuk digunakan
produsen kertas.
Logam Hijau
Timah digunakan dalam perlengkapan rumah tangga setiap hari. Pendapatan
paling tinggi adalah dalam pemenuhan barang konsumen yang semakin beragam.
Permintaan timah di Asia Tenggara meningkat 8% setiap tahun. PT Timah
menyediakan timah berkualitas untuk berbagai industri sekunder dan tertier
yang menggunakan logam untuk menghasilkan produk konsumen dan industri.
Timah Patri
Peningkatan pesat atas barang elektronik konsumen terutama di Asia dan inti
dari setiap kamera, telepon portable, komputer, TV dan radio adalah papan
circuit menggunakan timah patri. Kesadaran lingkungan dan kesehatan telah
membuat banyak produsen mengganti dari timah hitam menjadi 90% timah patri.
Produsen bola lampu
Timah merupakan bagian dasar dari bola lampu pijar dan neon. Untuk
menyediakan 190 juta konsumen lokal dan membangun pasar expor, industri
bola lampu Indonesia mempunyai kapasitas tahunan lebih dari 550 juta lampu.
Timah dalam lembaran
Sudah lama timah digunakan untuk menghasilkan makanan dan minuman kaleng,
keselamatan dan keamanan untuk kemasan dan penyimpanan. Sementara
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 6/8
permintaan timah lembaran di Amerika dan Eropa sudah terbuka, potensi
pertumbuhan di Asia sangat besar. Saat ini di beberapa bagian Asia, konsumsi
kaleng timah perkapita ada pada tingkatan kurang dari satu persen konsumsi
kaleng timah di Barat. Kaleng timah juga hemat energi, memerlukan energi
setengah dari yang diperlukan untuk pembuatan kemasan PET dan lebih sedikit
daripada energi yang diperlukan untuk membuat kaleng aluminium.
Timah dalam kimia
Industri kimia adalah konsumen timah yang paling cepat berkembang.
Permintaan sangat kuat untuk peralatan rumah tangga dan cat industri, pada
plastik dan lapisan tanpa belerang yang digunakan industri teknik (tembaga,
perunggu dan fosfor perunggu diantara yang lainnya). Contoh aplikasi komersil
adalah pelapisan timah pada kawat dan kabel tembaga dan pembuatan bentuk-
bentuk timah tempa.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol Sn
(bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam miskin
keperakan, dapat ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam udara
sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk
melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari
mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida.
Adapun Proses pengolahan mineral timah ini meliputi banyak proses, yaitu :
o Proses Pengolahan Mineral Timah
Washing atau Pencucian
Pemisahan berdasarkan ukuran atau screening/sizing dan uji kadar
Pemisahan berdasarkan berat jenis
Pengolahan tailing
Proses Pengeringan
Klasifikasi timah
Pemisahan Mineral Ikutan
o Proses pre-smelting
o Proses Peleburan ( Smelting )
o Proses Refining ( Pemurnian )
Pyrorefining
Eutectic Refining
Electrolitic Refining
o Pencetakan
Adapun manfaat timah dalam kehidupan sehari-hari yaitu digunakan sebagai
pelapis dalam kaleng kemasan makanan, digunakan dalam pembuatan bola
lampu, sampai pada penggunaan pada alat-alat olah raga.
DAFTAR PUSTAKA
http://revival44.wordpress.com/2010/03/02/logam-besi/
http://metal-hamzah.blog.friendster.com/2008/04/pengolahan-bijih-timah/
http://moslemchemistry.blogspot.com/2011/04/besi.html
http://www.encangirul.com/2011/04/proses-ekstraksi-timah-dari-ore.html
http://www.chem-is-try.org/
http://rimayantisihite.blogspot.com/2011/03/timah.html
http://www.ypb97.com/2010/02/proses-pemurnian-mineral.html
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 7/8
Share |
Newer Post Older Post
taufiq-Nya sehingga makalah tentang Kapsul ini dapat terselesaikan dengan
baik.
Dalam penyusunan makalah ini, sejak awal sampai pada tahap penyelesaian,
senantiasa diwarnai oleh berbagai hambatan dan tantangan, namun berkat
adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara langsung
maupun tak langsung, baik moril maupun materil, akhirnya makalah ini dapatv
terwujud sebagaimana adanya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabkan oleh
keterbatasan pengetahuan penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan
tanggapan, kritikan serta saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati,
mengahaturkan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuannya, khususnya kepada Bapak.. , selaku
dosen pembimbing mata kuliah Kimia Fisika yang banyak memberikan bimbingan
kepada penulis.
Mudah mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak terutama bagi
penulis dan tak lupa semoga amal bakti semua pihak yang telah memberikan
bantuan dan partisipasinya mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT,
Amieenn!!!
Makassar, 2 Mei 2011
Penulis
di 11:08 PM
|
No comments:
Post a Comment
Enter your comment...
Comment as:
Google Account
Publish

Preview
Home
Daftar iklan
Post to Profile
Posting as Detri Wiatno Dewanto
Add a comment...
Jophy Tokhe'a Freitas Works at Petroleum Engineering
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol Sn (bahasa
Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam miskin keperakan, dapat
ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat,
ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk
mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai
oksida.
Reply Like Follow Post February 21, 2012 at 1:00pm
Suratno Bebe Ikip pgri
salam kenal.agar timah hitam lebih lunak prosesnya gimana bang?
Reply Like Follow Post January 29, 2012 at 8:51pm
More Share Share Share Share
5/13/2014 Wandy Mau Sharing: Metode Pemurnian Timah
http://wandymausharing.blogspot.com/2011/05/bab-i-pendahuluan-1.html 8/8
Design by Blogger Template