Anda di halaman 1dari 7

Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,

Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 202


PENENTUAN KOEFISIEN RESTITUSI MENGUNAKAN VIDEO
BASED LABORATORY DAN LOGGER PRO 3.84
Fatkhulloh
Program Magister Pendidikan Fisika
Universitas A!mad "a!lan Yogyakarta
Jl# Pramuka $2, Sidikan, Um%ul!ar&o, Yogyakarta ''(
fatkhulloh.uad@gmail.com
Abstrak
AbstrakPeristiwa tumbukan merupakan peristiwa fisis yang terjadi dalam
waktu yang sangat singkat, sehingga untuk mendapakan data kecepatan kedua benda
yang bertumbukan setiap waktu, diperlukan perangkat yang mampu merekam gejala
fisis tersebut dengan ketelitian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
koefisien restitusi )e* dari peristiwa tumbukan dua mobil mainan dengan massa berbeda
sebagai model eksperimen dengan menggunakan video %ased la%oratory )+,-*, yaitu
perekaman data kecepatan kedua mobil mainan setiap waktu, sebelum dan sesudah
tumbukan dalam format video, kemudian video tersebut di import ke so.t/are -ogger
Pro 0#1$. Dengan -ogger Pro 0#1$, data hasil tra2king gejala fisis tumbukan
direpresentasikan dalam bentuk data dan grafik secara simultan. 3ut put nya dianalisis
dengan Ms Ecell. !ntuk mobil saling bergerak mendekat diperoleh e"#,$%&' dan
untuk mobil yang salah satunya diam diperoleh e"#,##&$. Dengan demikian, dapat
disimpulkan penentuan koefisien restitusi )e* dengan ()* dan -ogger Pro 0#1$ sesuai
dengan kajian teori dan dapat membantu mahasiswa menghubungkan representasi
gejala fisis tumbukan yang abstrak dengan dunia nyata.
Kata Kunci : +oefisien restitusi, +,-, -ogger Pro 0#1$

PENDAU!UAN
Dalam kehidupan sehari,hari sering dijumpai peristiwa tabrakan atau tumbukan antara dua
kendaraan. +ita asumsikan, ada dua mobil yang massanya berbeda, mobil kesatu melaju dengan
kecang sedangkan mobil kedua diam. Mobil kesatu menumbuk mobil kedua yang diam, setelah
tumbukan, kedua mobil bergerak searah dengan arah laju mobil kesatu. Dengan menghitung
kecepatan kedua mobil, sebelum dan sesudah tumbukan, kita bisa menentukan besaran fisis
koefisien restitusi )e*.
+oefisien restitusi dikenal dengan tingkat kelentingan atau kelastisan tumbukan, yang
besarnya adalah antara # sampai - .# / e / -0. 1emakin besar nilai e, maka tingkat kelentingannya
semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. +ajian penelitian yang sudah perna ada, nilai e dengan
metode %oun2e untuk bola basket e 2 #,34 bassball #,55 Eric 6. 6eisstein .$##704 bola tenis #,383,
bola karet #,7'' dan untuk bola golf #,%-- 9 :arkas and ;.D ;amsier .$##30.
!ntuk menentukan nilai e diperlukan instrumen pengumpul data yang sangat teliti, karena
peristiwa tumbukan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Pada penelitian ini dibuat model
eksperimen dua kendaraan .mobil,mobilan0 yang bertumbukan, dengan variasi massa dan
kecepatan. Dengan merekam peristiwa sebelum dan sesudah tumbukan dua kendaraan tersebut,
kemudian menganilisnya dengan so.t/are -ogger Pro 0#1$ serta Ms. Ecel, maka kita dapat
mengetahui besarnya nilai koefisien restitusi dari peristiwa tumbukan tersebut.
:,-
Fatk!ullo!4Penentuan 5oe.isien 6estitusi
!ANDASAN TEORI
A" #o#$ntu# %an i#&uls
<ukum kedua 9ewton untuk sebuah partikel dituliskan .=oung > :reedman ? $##&0?
a m F

= .-0
atau dapat dituliskan dengan
( ) v m
dt
d
dt
v d
m F

= = . .$0
Dengan menggunakan simbul
p

untuk momentum, diperoleh ?


v m p

=
.80
Persamaan dapat juga dituliskan sebagai persamaan momentum ?
( )
dt
p d
v m
dt
d
F

= = . .&0
Momentum juga dinamakan jumlah gerak yang besarnya berbanding lurus dengan massa dan
kecepatan benda. 1uatu benda yang bermassa m bekerja gaya : yang konstan, maka setelah waktu
t benda tersebut bergerak dengan kecepatan?
t a v v
t
+ =
#
t
m
F
v v
t
+ =
#
#
mv mv t F
t
=
.30
)esaran F#t disebut impuls sedangkan besarnya m#v yaitu hasil kali massa dengan
kecepatan disebut Momentum dengan satuan kg m@det. Dengan kata lain dapat dinyatakan, bahwa
Ampuls adalah sama dengan perubahan momentum, dimana ?
m#v
t
" momentum benda pada saat kecepatan v
t
m#v
o
" momentum benda pada saat kecepatan v
o
'" uku# k$k$kalan #o#$ntu#
Bpabila ada dua partikel B dan ), maka gaya dalam )internal .or2e* yang diberikan partikel
) ke B dituliskan
A pada ,
F

dan sebaliknya
, pada A
F

. Dalam kondisi sistem terisolasi )isolated


system*, laju perubahan momentum dari kedua artikel tersebut ?

dt
p d
F
dt
p d
F
,
, pada A
A
A pada ,

= =

4 .70
Momentum dari setiap partikel berubah, tetapi perubahan itu tidak bebas, tetapi berdasarkan
hokum ketiga 9ewton, gaya
, pada A
F

dan
A pada ,
F

selalu sama besar tetapi berlawanan arah.


Brtinya
, pada A
F

" ,
A pada ,
F

atau dapat ditulis ?


#
#


= = +
= +
dt
p d
F F
F F
A pada , , pada A
A pada , , pada A



, A
, A , A
p p p
dt
p d p d
dt
p d
dt
p d


+ =
=
+
= + #
.'0
*aju waktu dari perubahan momentum total
p

adalah nol. Cadi, momentum total dari suatu


system adalah konstan, walaupun momentum masing,masing partikel yang membentuk system
dapat berubah.
, , A A , A
v m v m p p p

+ = + = .%0
(" uku# K$k$kalan Mo#$ntu# %an Ko$)isi$n R$stitusi
Cika gaya internal yang bekerja pada lebih besar dari gaya luar, seperti pada banyak kasus
tumbukan, maka kita dapat mengabaikan gaya luar dan menganggap berlaku system yang
terisolasi. Maka momentum tumbukan itu kekal dan dan momentum total dari system mempunyai
:,$
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 202
harga yang sama, baik sebelum maupun sesudah tumbukan.
Cika gaya antara benda,benda juga kekal, maka tidak ada energi mekanik yang hilang atau
bertambah selama tumbukan. Brtinya energi kinetik total pada sistem sesudah tumbukan sama
dengan sebelum tumbukan. Dumbukan yang demikian disebut tumbukan elastis )elasti2 2ollusion*
Eontohnya, tumbukan antara dua kelereng atau dua bola bilyard adalah contoh tumbukan yang
hampir elastis sempurna.
Dumbukan di mana energi kinetik total sesudah tumbukan lebih kecil dari pada energi
kinetiknya sebelum tumbukan disebut tumbukan tak elastik )inelasti2 2ollusion*# Dumbukan tak
elastik dimana benda,bendanya tetap bersatu dan bergerak bersama setelah tumbukan disebut
tumbukan tak elastik sempurna.
<ukum kekekalan momentum linear dirumuskan oleh .<alliday > ;esnick ? $##$0 sebagai
berikut ?
.-#0


!ntuk kasus tumbukan elastik berlaku pula hukum kekekalan energy, yaitu?
.--0
!ntuk tumbukan takelastik sempurna antara dua benda B dan ) berlaku ?
$ $ $
v v v
, A

= = .-$0
9ampak bahwa kecepatan akhir kebua benda adalah sama, karena kedua benda menyatu
setelah tumbukan. +ekekalan momentum menghasilkan ?
( )
$ - -
v m m v m v m
, A , , A A

+ = + .-80
dari persamaan ini kita dapat menentukan kecepatan akhir setelah tumbukan
- $
v
m m
m
v
, A
A
+
=
.-&0
Bpabila kecepatan mobil ke,- sebelum tumbukan dinyatakan dengan v

dan kecepatan
sesudah tumbukan dinyatakan dengan v

7

sedangkan kecepatan mobil ke,$ sebelum tumbukan
dinyatakan dengan v
2
dan kecepatan sesudah tumbukan dinyatakan dengan v
2
7# 1etelah data
kecepatan mobil,mobilan diperoleh dari so.t/are -ogger Pro 0,1$, maka nilai koefisien restitusi
)e* dapat ditentukan dengan persamaan ?
( )
( )
$ -
F
$
F
-
v v
v v
e

= .-%0
D" Software Logger Pro 3.84
+emajuan teknologi komputer saat ini telah memunculkan alternatif teknik analisis melalui
rekaman video, yang dikenal dengan istilah +ideo ,ased -a%oratory .+,-0. Bnalisis melului video
dimungkinkan oleh karena teknologi komputer mampu menangkap dan menjalankan kembali
gambar bergerak resolusi tinggi dengan cukup mudah. Perserta didik dapat mengkonsentrasikan
pada gambaran gejala fisika dalam video dan bukan pada teknik pengumbulan data. Melalui
so.t/are yang dikembangan untuk +,- untuk yang mengolah video digital secara interaktif,
memungkinkan siswa menangani kejadian gerak dalam video dan dapat menganalisis gerakan
dengan cermat melalui grafik yang dibuat oleh mikrokomputer .Escalada, et al., -%%30.
Ade menggunakan video untuk menganalisis gerak pertama kali dikembangkan oleh D. B.
Gollman dan ;. H. :uller di tahun -%%&, yaitu dengan menggunakan gambar videodis2 yang
:,8
. . i i
m m m m
$ - $ -
* * * * + = +
$
$ $
$
- -
$
$ $
$
- -
$
-
$
-
$
-
$
-
. . i i
v m v m v m v m + = +
Fatk!ullo!4Penentuan 5oe.isien 6estitusi
ditayangkan di layar televisi. Peserta didik diminta memasang lembar plastik transparan pada layar
dan memberi tanda di posisi objek ketika bergerak dari .rame ke .rame. Danda,tanda ini kemudian
digunakan untuk membuat grafik gerakan objek .Gollman dan :uller, -%%&0. 1edangkan
penggunaan komputer dalam kegiatan laboratorium fisika telah dimulai dipertengahan tahun -%'#,
an oleh )eichner. +etersediaan teknologi yang relatif primitif saat itu hanya menghasilkan gambar
hitam putih. Ibjek bergerak dari digitalisasi video sulit diorganisir, karena minimnya warna atau
bayangan abu,abu yang datar .)eichner dan Bbbot, -%%%0.
1aat in telah tersedia beberapa perangkat lunak untuk +,-, seperti +ideoPoint dari -eno8
So.t/ork yang dikembangkan untuk 9orks!op P!ysi2s Pro&e2t. +ernier So.t/are : ;e2!nology
mengembangkan -ogger Pro sebagai perangkat lunak untuk mengambil dan menganalisis data dari
+ernier -a% Pro 0, yang memiliki fasilitas +ideo Analysis untuk membuat dan menganalisis grafik
representasi gerak yang terlihat dalam video. +ontrol panel utama dari perangkat lunak secara
otomatis atau manual dengan mudah dioperasikan dalam menjalankan rekaman video dari frame ke
frame sehingga kejadian atau perubahan gejala sebagai fungsi waktu dapat teramati. .(ernier
Anternationl, $##&0.
Hamboa, et al. .-%%%0 mengemukakan bahwa +,- merupakan alat pendidikan yang dapat
memadukan aspek teoritis dana eksperimental dalam pengajaran fisika. +ideo digital interaktif
dalam +,- memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran
sains .Escalada, et al, -%%30. )eichner dan Bbbot .-%%%0 berpendapat bahwa dengan melihat
keduanya yaitu kejadian gerak sebenarnya dengan penyajian grafik secara abstrak dalam +,- maka
siswa akan lebih mudah membuat hubungan kognitif bila dihadapkan pada munculnya miskonsepsi
terhadap gerak.
Program -ogger Pro 0#1$ merupakan salah satu so.t/ere dari ()* yang mempunyai
keistimewaan mampu menyajikan gejala fisika secara nyata baik berupa data kuantitatif dan
grafiknya secara simultan dan memberikan jembatan antara pengamatan langsung dengan
representasi abstrak dari berbagai fenomena fisika.
Pelacakan posisi gerak dengan warna tampilan yang berbeda dalam suatu gambar video,
mampu mengubah data yang dihasilkan ke dalam bentuk nilai dan grafik secara jelas sehingga
menawarkan banyak kemungkinan untuk membangun dan menguji model fisika baik secara
konseptual maupun analitis.
Merekam video dari animasi pembelajaran fisika adalah cara yang paling praktis untuk
menampilkan pada kecepatan gerak suatu objek pengamatan yang sesungguhnya dan memberikan
kesempatan untuk mengobservasi dan mengukur suatu model animasi. Dengan so.t/are -ogger
Pro, dapat disajikan secara bersama,sama kejadian fisis tumbukan, yaitu hubungan antara jarak
tempuh )8* sebagai fungsi waktu )t*# Melalui media ini pula memungkinkan pengamat untuk
memprediksikan dan membandingkan hasil kesimpulan yang diperoleh secara teoritis dengan
perilaku yang diamati secara objektif .
METODE PENE!ITIAN
!ntuk mendukung proses pelaksanaan penelitian, diperlukan media dan alat penelitiannya.
Media dan alat penelitian itu adalah dua mobil,mobilan, jarak lintasan, video re2ording, komputer,
so.t/are -oggre Pro 0#1$, Ms# <82el dan so.t/are Youtu%e =onverter#
1ecara umum prosedur pengambilan data penelitian adalah menyiapkan dua model mobil,
mobilan, dengan dua variasi kejadian, yaitu mobil pertama bergerak menumbuk mobil yang diam
dan kedua mobil sama,sama melaju dengan arah yang berlawanan. (ariasi pertama menghasilkan
tumbukan tidak lenting dan variasi kedua menghasilkan tumbukan agak lenting.
1aat kedua mobil,mobilan dilepas, pada saat besamaan video perekam dijalankan, sehingga
kejadian gerak kedua mobil,mobilan akan terekam setiap saat, baik pada saat sebelum tumbukan
maupun setelah tumbukan. Cika format hasil perekaman video dalam format selain A+I atau M3+
agar terbaca oleh -ogger Pro 0#1$, maka dilakukan 2onvert dengan so.t/are seperti Youtu%e
=onverter. 1etelah video dalam e8tention A+I atau M3+ maka baru dapat dilakukan analisis lewat
-ogger Pro 0#1$ . Dengan melakukan tra2king setiap gerak mobil,mobilan, maka secara otomatis
pada layar -ogger Pro 0#1$ ditampilkan data dan grafik secara simultan. 1etelah data terkumpul,
dieksport dan dianalisis dengan Ms. Ecel, sehingga dapat ditentukan nilai koefisien restitusi dari
tumbukan tersebut.
:,&
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 202
ASI! PENE!ITIAN DAN PEM'AASAN
+" Mobil k$satu b$r,$rak %an #obil k$%ua %ia#
Dengan massa m
-
"#,-7#7 kg dan m
$
"#,#'' kg. <asil analisis dengan *ogger Pro diperoleh
data seperti gambar,- dan gambar,$.
Hambar,- <asil tracking tumbukan mobil kesatu dan mobil kedua diam, untuk posisi m
-
sebelum tumbukan
Hambar,$ <asil tracking tumbukan mobil kesatu dan mobil kedua diam, untuk posisi m
-
setelah tumbukan
)erdasarkan data dari -ogger Pro 0#1$, yang diimport ke Ms# <82el diperoleh laju rata,rata ?
(
-
"-.-78-#5 m@s4 (
-
J"#,3'$&73 m@s4 (
$
" # m@s dan (
$
J" #,3'733$ m@s sehingga diperoleh
nilai e " #,##&&$ dan momentum P" #.-$55$$$& kg.m@s dan PJ" #.-8858%-% kg.m@s. <asil e
:,5
Fatk!ullo!4Penentuan 5oe.isien 6estitusi
ini sesuai dengan kajian teori dan ralat hokum kekekalan momentum hasil eksperimen relative
kecil yaitu 3K .kurang dari -#K0, sehingga penentuan nilai koefisien restitusi dengan metode
()* dengan -ogger Pro 0#1$ dapat digunakan untuk membantu menjelaskan kepada
mahasiswa.
-" Mobil k$satu b$r,$rak k$ kanan %an #obil k$%ua b$r,$rak k$ kiri
Dengan massa m
-
"#,-7#7 kg dan m
$
"#,#'' kg. <asil analisis dengan -ogger Pro diperoleh
data seperti gambar,8 dan gambar,&.
Hambar,8 <asil tracking tumbukan kedua mobil saling mendekat, untuk posisi m
-
sebelum
tumbukan
Hambar,& <asil tracking tumbukan kedua mobil saling mendekat, untuk posisi m
$
sebelum
tumbukan
)erdasarkan data dari -ogger Pro 0#1$, yang diimport ke Ms# <82el diperoleh laju rata,rata ?
(
-
"#,'&'3$$ m@s4 (
-
J"#,7#$#3' m@s4 (
$
"-,-7#5-7 m@s dan (
$
J" #,$53#&- m@s sehingga
diperoleh nilai e " #,$%&'8% dan momentum P"#.-%8'#' kg.m@s dan PJ"#.-'&5 kg.m@s. <asil
:,3
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 202
e ini sesuai dengan kajian teori dan ralat hokum kekekalan momentum hasil eksperimen
relative kecil yaitu 5K .kurang dari -#K0, sehingga penentuan nilai koefisien restitusi dengan
metode ()* dengan -ogger Pro 0#1$ dapat digunakan untuk membantu menjelaskan kepada
mahasiswa.
KESIMPU!AN DAN SARAN
a" K$si#&ulan
!ntuk kondisi mobil pertama bergerak dan mobil kedua diam terjadi tumbukan tidak lenting
dengan e > 0,00$2 dan momentum sebelum tumbukan P"#,-$55 dan PJ"#,-85. 1edangkan
kondisi kedua, yaitu kedua mobil bergerak saling mendekat terjadi tumbukan kurang lenting
dengan e " #,$%&' dan momentum sebelum tumbukan P"#,-$55 dan PJ"#,-85. 1ecara teoritis
bisa diterima dan bisa digunakan sebagai media untuk pembelajaran bagi mahasiswa.
b" Saran
!ntuk mendapatkan hasil data tra2king yang bagus, sebaiknya digunakan kamera video yang
mempunyai resolosi tinggi
DAFTAR PUSTAKA
)eichner, ;. C., and Bbbott, D. 1., -%%%, (ideo,)ased *abs for Antroductory Physics Eourses, J=S;
Novem%er ??. http?@@www.ncsu.edu@per@articles@jcst%%--L-#-.pdf
<ri2 9# 9eisstein, $##7, 9orld o. P!ysi2s,
http?@@scienceworld.wolfram.com@physics@<lasti2=ollision.html
Escalada, *. D., et al., -%%3, Bpplication of Anteractive Digital (ideo in a Physics Elassroom,
Journal o. <du2ational Multimedia and @ypermedia, ')*, A0B?A.
http?@@www.phys.ksu.edu@perg@papers@applicat.html
Hamboa, :., et al., -%%%, 1pecification and Development of B Physics (ideo )ased *aboratory,
Instrumentation and "evelopment +ol# $ Nr# '.
<alliday, D. > ;esnick, ;., $##$. P!ysi2s, tent! edition# Blih bahasa 1ilaban, Pantur dan Erwin
1ucipto. -%'&. Fisika &ilid # Cakarta? Erlangga.
9. :arkas and ;.D. ;amsier, P!ysi2s <du2ation $, A0 .$##30
http?@@scienceworld.wolfram.com@physics@EoefMcientof;estitution.html
(ernier Anternational, $##&, Data Eollection with Eomputer and <andhelds $##& Eatalog.
http?@@www.vernier,intl.com
=oung, <. D. > :reedman, ;.B., $##&. University p!ysi2s tent! edition# Blih bahasa Culiastuti,
Endang. $##&. Fisika universitas4 edisi kesepulu!4 &ilid . Cakarta? Erlangga.

Gollman, D. B. and :uller, ;. H., -%%&, Deaching and *earning Physics with Anteractive (ideo,
P!ysi2s ;oday, $A)$*, $B$A.
http?@@www.phys.ksu.edu@perg@dvi@pt@intvideo.html

:,7