Anda di halaman 1dari 52

DASAR TEORI

SISTEM PENYALIRAN
Air merupakan permasalahan besar dalam pekerjaan penambangan, baik
secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap produktivitas. Secara
langsung air dapat menghentikan seluruh aktivitas tambang terbuka, seperti pada saat
terjadi hujan, berpengaruh terhadap kondisi tempat kerja, material/bahan galian dan
juga terhadap kemantapan lereng tambang. Untuk itu diperlukan suatu sistem
penanganan air.
1. Siklus Hidrologi (Hydrologic System)
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa, energi tidak dapat diciptakan
maupun dihilangkan/dimusnahkan, tapi dapat berubah wujud. Hal demikian juga
berlaku pada air. Air di bumi ini secara umum volumenya tetap dari masa ke masa,
namun dapat berubah wujud sesuai dengan kondisi lingkungan keberadaannya.
Air di bumi mengalami suatu perputaran melalui serangkaian peristiwa yang
berlangsung secara terus-menerus dan membentuk suatu siklus yang dikenal dengan
siklus hidrologi Hidrologic cycle!.
"ahapan daur hidrologi dimulai dari penguapan air dari samudera. #erubahan
bentuk air menjadi uap ini disebabkan oleh energi panas dari matahari. Uap air ini
dibawa ke daratan oleh massa udara yang bergerak. Uap air ini akan terkondensasi
pada lapisan atmos$er bumi dan akan terjadi presipitasi. #resipitasi ini dapat
berbentuk hujan jika suhu kondensasi uap hanya mencapai wujud cair maupun salju
jika perubahan suhu mencapai di bawah titik beku freezing point!, lihat %ambar &.'.
Air hujan akan memulai siklus baru dalam bentuk aliran di permukaan bumi
run-off! maupun melalui media seperti vegetasi yang menahan butiran air
intersepsi!. (eberapa bagian air akan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan
akhirnya menuju ke laut, sebagian lagi akan mengalami penguapan baik langsung
evaporasi! dan melalui tumbuhan transpirasi! serta masuk ke dalam tanah melalui
rongga antar butiran tanah infiltrasi!. Adanya pengaruh gaya gravitasi akan menarik
'
air akibat kelebihan kelengasan tanah. #ada kedalaman dan )ona tertentu, pori-pori
tanah dan batuan akan mengalami kejenuhan. (atas atas )ona jenuh air ini disebut
muka air tanah. Air tanah ini akan mengalir sebagai aliran air tanah, dan akhirnya
sampai ke permukaan sebagai mata air spring! atau sebagai rembesan ke danau,
waduk atau ke laut.
Siklus hidrologi seperti ini akan terjadi sepanjang masa dan menyebabkan
volume air di bumi relati$ tetap. Siklus ini merupakan konsep dasar tentang
keseimbangan air secara global di bumi lihat %ambar &.'!.
Laut
Sungai AliranAir Tanah
Danau
MataAir
AliranAir Tanah
MukaAir Tanah
Infiltrasi
Run-off
Presipitasi
Evaporasi air hujan
Evaporasi air
danau, kola
Transpirasi
Evaporasi air
sungai
Evaporasi air laut
!ondensasi
Sumber : Dasar-dasar Hidrologi, Ersin Seyhan .(!""#
%ambar &.'
Skema siklus Hidrologi
2. Air Tanah
(erdasarkan UU *o. + tahun ,--. tentang Sumber /aya Air, Air adalah
semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk
dalam pengertian air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang berada di
darat. /imana sumber air mengandung pengertian air, sumber air dan daya air yang
terkandung di dalamnya.
/alam UU tersebut di atas dijelaskan juga bahwa air tanah adalah semua air
yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Air tanah
,
terdapat pada cekungan-cekungan yang dibatasi oleh lapisan tidak lulus air, yang
disebut cekungan air tanah. 0ekungan air tanah merupakan suatu wilayah yang
dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti
proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung.
/ari pengertian di atas, keberadaan air di dalam tanah ditentukan oleh jenis
lapisan tanah atau batuan yang ada. 1enis tanah atau batuan yang bersi$at permeabel
sehingga mampu menyimpan dan meluluskan air disebut a$uifer. 2emampuan
akui$er sebagai tempat berlangsungnya proses-proses hidrogeologis ditentukan oleh
aspek parameter a$uifer, yaitu3
'. #ermeabilitas/kelulusan
#ermeabilitas adalah si$at spesi$ik dari suatu medium padat, dalam hal ini
lapisan batuan, untuk meluluskan $luida cairan atau gas!.
#ercobaan yang dilakukan aleh Darcy '456! 3
dS d $ % / . =
777777777777.77
8!
2eterangan 3
9 : /ebit spesi$ik m/detik!
k : 2oe$isien #ermeabilitas m/detik!
dS
d
: %radien hidrolik
Harga permeabilitas bergantung pada ruang/pori, si$at cairan, dan gravitasi.
(eberapa contoh harga permeabilitas dapat dilihat pada "abel &.'.
,. "ransmisibilitas
"heis '8&5! yang pertama kali mengajukan istilah transmisivitas atau
transmisibilitas untuk menggambarkan si$at transportasi dari a9ui$er.
"ransmisibilitas
,
m /s! pada suatu medium porous yang isotrop dan cairan
yang homogen menggambarkan jumlah cairan dengan viskositas dan gradient
hidrolik tertentu yang mengalir tegak lurus melalui suatu bidang selebar ' m dan
setinggi ketebalan lapisan jenuh/a9ui$er.
"abel &.'
(eberapa Harga #ermeabilitas dari berbagai jenis material
&
1enis material 2m/s!
2erikil
#asir
#asir halus/lempungan
2aolinit
montmorilonit
,
'-

5
'-

4
'-

4
'-

'-
-'-
Sumber : Sistem &enyaliran 'ambang, (udy Sayoga ) .(!!!#
&. Storage *oefficient dan Spesific +ield
2oe$isien penyimpanan storage coefficient! adalah suatu perbandingan
antara volume air yang dikeluarkan dari atau dimasukkan ke dalam a%uifer
melalui suatu satuan luas sebesar '
&
m .
Untuk a%uifer bebas de$inisi di atas disebut ;specific yield<.
1enis-jenis Akui$er 3
'. Akui$er "ertekan *onfined ,%uifer!
Akui$er tertekan confined a%uifer! merupakan lapisan permeable yang
sepenuhnya jenuh oleh air dan dibatasi oleh lapisan-lapisan impermeable confining
beds! baik dibagian di dalam akui$er tersebut berada dalam kondisi tertekan sehingga
jika terdapat sumur yang menembus akui$er tersebut akan lebih tinggi dari atas
akui$er. (ila air pada sumur tersebut lebih tinggi daripada permukaan tanah, maka
disebut akui$er yang artesis.
,. Akui$er Setengah "ertekan Semi-*onfined ,%uifer!
Akui$er setengah tertekan atau disebut juga ;-ea$y ,%uifer< lapisan yang
jenuh air dan pada bagian atasnya dibatasi oleh lapisan yang semi permeable dan
pada bagian bawah dibatasi oleh lapisan impermeable atau juga semi permeable.
#ada akui$er ini dapat terjadi aliran air dengan arah vertikal antara akui$er dan
lapisan semi permeable di atasnya, $enomena ini disebut ;-ea$age<.
&. Akui$er Setengah (ebas Semi-.nconfined ,%uifer!
.
1ika lapisan semi permeable yang berada di atas akui$er memiliki
permeabilitas yang cukup besar sehingga aliran horizontal pada lapisan tersebut tidak
dapat diabaikan, maka akui$er tersebut disebut akui$er setengah bebas.
.. Akui$er (ebas .nconfined ,%uifer!
#ada akui$er ini hanya sebagian dari ketebalan lapisan yang permeable yang
terisi oleh air atau jenuh air. =apisan tersebut dibatasi oleh lapisan impermeable di
bawahnya. 1enis Akui$er pada lapisan tanah dapat dilihat pada %ambar &.,.
Sumber : ground /ater hidrology, 'odd D.0 .(!1!#
%ambar &.,
1enis Akui$er pada lapisan tanah
. Sis!"# P"n$aliran Ta#%ang
2egiatan penyaliran pada daerah penambangan bertujuan untuk mencegah
masuknya air dan atau mengeluarkan air yang telah masuk dan menggenangi areal
penambangan agar tidak mengganggu aktivitas penambangan. Air yang masuk ke
areal penambangan berasal dari 3
'. Air permukaan, merupakan air yang terdapat dan mengalir di permukaan tanah.
1enis air ini meliputi air limpasan permukaan, yaitu air sungai, rawa atau danau,
air buangan, mata air, dan air hujan yang merupakan sumber terbesar air
permukaan.
5
,. Air tanah, merupakan air yang terdapat dan mengalir di bawah permukaan tanah.
1enis air ini meliputi air tanah dan air rembesan.
#enanganan masalah air dalam suatu tambang terbuka dapat dibedakan
menjadi dua jenis yaitu 3
'. 2ine Drainage, adalah suatu penanganan masalah air tambang yang dilakukan
dengan cara mencegah masuknya air ke dalam lingkungan tambang. 2egiatan ini
dilakukan untuk mengatasi masalah air tanah dan air yang berasal dari sumber air
permukaan air hujan, sungai, rawa, dan lain-lain !. (eberapa metode penyaliran
2ine Drainage 3
a. Siemens Drainage 2ethod
Sistem penyaliran inkonvensional dimana pada kedalaman lubang bor
dimasukan casing yang bertujuan agar air mudah masuk kedalam pipa dan
kedalaman lubang bor lebih dalam daripada tinggi jenjang. /alam
penerapannya pada tiap jenjang dari kegiatan penambangan dibuat lubang bor
dengan diameter 4,5 inchi dan ke dalamnya dimasukkan pipa ukuran 4 inchi
dengan ujung bawah pipa tersebut diberi lubang-lubang. (agian ujung ini
masuk kedalam lapisan akui$er sehingga air tanah terkumpul pada bagian ini
dan selanjutnya dipompa ke atas dan dibuang keluar daerah penambangan
lihat %ambar &.&!.
b. 2etode &emompaan Dalam (Deep 3ell &ump#
>etode ini digunakan untuk material yang mempunyai permeabilitas rendah
dan jenjang tinggi. /alam metode ini dibuat lubang bor kemudian
dimasukkan pompa ke dalam lubang bor dan pompa akan bekerja secara
otomatis jika tercelup air. 2edalaman lubang bor 5- meter sampai 6- meter.
c. Small &ipe /ith 4accum &ump Drainage
Sistem penirisan dimana pada kedalaman lubang bor dimasukkan pipa dan
diberi pasir. #asir termasuk ber$ungsi sebagai saringan sehingga yang masuk
hanya material yang larut dalam air. =angkah pembuatan dari sistem ini
dengan membuat lubang bor berdiameter 6 ? 4 inchi, lubang bor tidak diberi
casing. =alu dimasukkan pipa berdiameter , - 5 inchi, kemudian memasukkan
6
pasir sebagai saringan, dan melalui pipa kecil lubang bor dibuat vaccum
dengan pipa lihat %ambar &..!.
%ambar &.&
Siemens /rainage >ethod
%ambar &..
Small #ipe with @accum #ump /rainage
d. Ele$tro 5smosis 2ethod
(ilamana lapisan tanah terdiri dari lempungan, maka pekerjaan pemompaan
akan sulit dilakukan karena adanya si$at kapiler yang terdapat pada jenis
tanah lempungan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dipakai cara elektro
osmosis. #ada metode ini digunakan batang anoda serta katoda, bila elemen-
+
elemen dialiri listrik maka air H
,
A! akan terurai H
B
! menuju katoda AH
-
!
ke anoda. H
B
pada katoda dinetralisir menjadi air dan terkumpul pada sumur
lalu dihisap dengan pompa lihat %ambar &.5!.

%ambar &.5
Clectro Asmosis >ethod
,. 2ine De/atering, adalah usaha yang dilakukan untuk mengeluarkan air yang
telah masuk ke daerah penambangan yaitu dengan jalan pemompaan, agar tidak
mengganggu aktivitas penambangan. (eberapa metode dalam 2ine De/atering 3
a. Sistem 2olam "erbuka 5pen Sump Drainage !
Sistem ini diterapkan untuk membuang air yang telah masuk ke daerah
penambangan. Air dikumpulkan pada sumur sump! yang dibuat didasar
tambang, kemudian dari sumuran tersebut dipompa dan dialirkan dengan pipa
untuk dikeluarkan dari tambang lihat %ambar &.6!. Sistem ini pada
umumnya banyak digunakan pada tambang terbuka.
b. Sistem Adit /rainage
0ara ini biasanya digunakan untuk pembuangan air pada tambang
terbuka yang mempunyai banyak jenjang. Saluran horisontal yang dibuat
dari tempat kerja menembus ke shaft yang dibuat di sisi bukit untuk
pembuangan air yang masuk ke dalam tempat kerja lihat %ambar &.+!.
#embuangan dengan sistem ini biasanya mahal, disebabkan oleh biaya
4
pembuatan saluran horisontal tersebut dan shaft. 0ara penirisan ini hanya
dapat diterapkan pada tambang yang terletak di daerah pegunungan atau
perbukitan.
%ambar &.6
Apen Sump /rainage
%ambar &.+
Adit /rainage
c. Sistem saluran terbuka #aritan!
8
#enyaliran dengan sistem terbuka yaitu dengan membuat paritan untuk
mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah kolam penampungan!.
#enyaliran sistem terbuka termasuk dalam penirisan gaya berat, yaitu air
mengalir ke tempat yang lebih rendah karena gaya gravitasi ini ber$ungsi
untuk mengendapkan partikel-partikel padat yang ikut dalam aliran air,
sehingga tidak terbawa keluar dari daerah penambangan.
&. 'ak!or()ak!or $ang #"#*"ngaruhi Sis!"# P"n$aliran
Daktor-$aktor yang harus dipertimbangkan dalam merancang sistem
penyaliran pada tambang terbuka adalah 3
&.1. Da"rah Tangka*an Hu+an (Catchment Area,
/aerah tangkapan hujan adalah luasnya permukaan, yang apabila terjadi
hujan, maka air hujan tersebut akan mengalir ke daerah yang lebih rendah menuju ke
titik pengaliran.
Air yang jatuh ke permukaan, sebagian meresap ke dalam tanah, sebagian
ditahan oleh tumbuhan dan sebagian lagi akan mengisi liku-liku permukaan bumi,
kemudian mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Semua air yang mengalir di permukaan belum tentu menjadi sumber air dari
suatu sistem penyaliran. 2ondisi ini tergantung dari daerah tangkapan hujan dan
dipengaruhi oleh beberapa $aktor, antara lain kondisi topogra$i, kerapatan vegetasi
serta keadaan geologi.
/aerah tangkapan hujan merupakan suatu daerah yang dapat mengakibatkan
air limpasan permukaan mengalir kesuatu tempat daerah penambangan! yang lebih
rendah. #enentuan luas daerah tangkapan hujan berdasarkan peta topogra$i daerah
yang akan diteliti . /aerah tangkapan hujan ini dibatasi oleh pegunungan dan bukit-
bukit yang diperkirakan akan mengumpulkan air hujan sementara.
Setelah daerah tangkapan hujan ditentukan, maka diukur luasnya pada peta
kontur, yaitu dengan menarik hubungan dari titik-titik yang tertinggi di sekeliling
tambang membentuk poligon tertutup, dengan melihat kemungkinan arah
mengalirnya air, maka luas dihitung dengan menggunakan planimeter lihat %ambar
&.4! atau millimeter blok. Hasil pembacaan dari planimeter, kemudian dikalikan
'-
dengan skala yang digunakan dalam peta, sehingga didapatkan luas daerah tangkapan
hujan dalam m
,
.
%ambar &.4
#lanimeter
&.2. -urah Hu+an
0urah hujan merupakan $aktor penting dalam perencanaan sistem penyaliran
tambang terbuka, karena besar kecilnya curah hujan pada suatu daerah tambang akan
mempengaruhi besar kecilnya air tambang yang harus ditanggulangi. (esarnya curah
hujan dinyatakan dalam mm, yang berarti jumlah air hujan yang jatuh pada satuan
luas. 0urah hujan ' mm berarti ' liter per m
,
atau '- m
&
/ha.
Secara umum ada beberapa $aktor yang mempengaruhi tingginya curah
hujan, antara lain $aktor geogra$is, temperatur, kelembaban, musim dan vegetasi.
/erajat curah hujan dinyatakan dalam curah hujan persatuan waktu dan disebut
dengan intensitas hujan lihat "abel &., dan "abel &.&!. Adapun rumus curah hujan
secara umum adalah 3
S 6s E ' 7 6 & = + + + + !
77777777777.777
8!
2eterangan 3
# : #resipitasi mm!
E : Aliran sungai/ debit yang keluar mm!
F : Fntersepsi mm!
''
" : "ranspirasi mm!
C : Cvaporasi mm!
Es : Fn$iltrasi/ perembesan yang dalam mm!
S : #erubahan penyimpanan lengas tanah mm!
"abel &.,
2lasi$ikasi Fntensitas Hujan
No .lasi)ikasi hu+an In!"nsi!as hu+an (##/+a#,
' Hujan sangat lemah G ',,
, Hujan lemah ',, - &
& Hujan normal & - '5
. Hujan deras '5 - 6-
5 Hujan sangat deras H6-
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
"abel &.&
2eadaan dan Fntensitas 0urah Hujan
2eadaan hujan Fntensitas curah hujan mm/jam!
' jam ,. jam
Hujan sangat ringan G ' G5
Hujan ringan ' ? 5 5 - ,-
Hujan normal 5 ? '- ,- ? 5-
Hujan lebat '- ? ,- 5- ? '--
Hujan sangat lebat H ,- H'--
Sumber : Di$tat Sistem &enyaliran 'ambang, (udy Sayoga ) .(!!!#
#engolahan data curah hujan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data curah
hujan yang siap pakai untuk suatu sistem penyaliran tambang. #engolahan data ini
dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode %umbell,
yaitu suatu metode yang didasarkan atas distribusi nomal distribusi harga ekstrim!.
(erdasarkan pergerakan udara, hujan dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu 3
a. Hujan konvekti$ yaitu hujan yang diakibatkan oleh naiknya udara panas ke
daerah dingin. Udara panas tersebut mendingin dan terjadi kondensasi. "ipe
hujan ini umumnya berjangka waktu pendek, daerah hujannya terbatas dan
intensitasnya bervariasi dari hujan sangat ringan sampai sangat lebat. "ipe
hujan ini ditemui di daerah khatulistiwa.
',
b. Hujan orogra$is yang terjadi di daerah pegunungan dan disebabkan oleh
naiknya massa udara lembab karena punggung pegunungan.
c. Hujan siklon yang berhubungan dengan $ront udara $ront udara panas dan
$ront udara dingin!.
&.2.1. Ala! 0kur -urah Hu+an
#engamatan curah hujan dilakukan oleh alat ukur curah hujan. Ada dua
jenis alat yang dipergunakan dalam pengamatan, yaitu alat ukur manual dan alat ukur
otomatis.
Alat ukur manual berupa tabung ukur berbentuk silinder terbuka,
sehingga hujan yang tertangkap melalui lubang atas tabung dapat langsung diukur
tingginya. /iameter tabung berkisar antara '--,- cm. Sedangkan alat ukur curah
hujan automatis pada prinsipnya sama dengan alat ukur manual, tetapi alat ini
dilengkapi dengan mesin pencatat yang bergerak secara horizontal. 2ertas pencatat
yang terpakai dalam alat ukur diputar oleh mesin. #ergerakannya sesuai dengan
waktu yang sudah ditetapkan yaitu '- mm / jam. #engukuran curah hujan per satuan
waktu intensitas hujan ! hanya dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur
hujan automatis. Satu alat ukur curah hujan dapat mewakili untuk daerah dengan luas
,5- ha. Setiap penampang terbuka yang sisi-sisinya vertikal merupakan suatu alat
ukur hujan yang dapat digunakan, akan tetapi mengingat pengaruh kecepatan angin
dan percikan yang berubah-ubah, pengukuran harus teliti. Alat ukur gage# yang
standar %ambar &.8! dari U.S *ational Ieather Service mempunyai suatu
pengumpul penerima! berdiameter 4 inchi,-,& cm!. Adapun tiga jenis alat ukur
hujan yang sering digunakan yaitu alat ukur tipe ember terbaliktipping buc$et gage#
%ambar &.'-!, alat ukur hujan tipe timbangan %ambar &.''!, dan alat ukur hujan
tipe simpanan %ambar &.',!.
'&
%ambar &.8
Alat ukur hujan standar 4 inci U.S. *ational Ieather Service!
%ambar &.'-
Alat ukur hujan tipe ember terbaliktipping buc$et gage#
'.
%ambar &.''
Alat ukur hujan tipe timbangan
%ambar &.',
Alat ukur hujan tipe simpanan
&.2.2. P"riod" 0lang hu+an
'5
#eriode ulang hujan adalah kejadian hujan yang diharapkan terjadi setiap
* tahun. 1ika suatu data curah hujan mancapai suatu harga tertentu J ! diperkirakan
terjadi sekali dalam * tahun, maka * tahun ini dapat dianggap sebagai periode ulang
dari J.
#enentuan periode ulang hujan dilakukan dengan menyesuaikan data dan
keperluan pemakaian saluran yang berkaitan dengan umur tambang serta tetap
memperhitungkan resiko hidrologi Hidrology (is$!. /apat pula dilakukan
perhitungan dengan metode distribusi normal menggunakan konsep peluang.
#enetapan periode ulang hujan sebenarnya lebih ditekankan pada
masalah kebijakan dan resiko yang perlu diambil sesuai dengan perencanaan. Acuan
untuk menentukan #UH dapat dilihat pada "abel &...
"abel &..
#eriode Ulang Hujan Kencana
."!"rangan P"riod" ulang hu+an (!ahun,
/aerah terbuka - L 5
Sarana tambang , - 5
=ereng?lereng tambang dan penimbunan 5 -'-
Sumuran utama '- - ,5
#enyaliran keliling tambang ,5
#emindahan aliran sungai '--
Sumber : Handboo$ &ra$te$ 'ambang 'erbu$a (9::<#
(anyak metode yang dipergunakan untuk menghitung periode ulang
hujan, tetapi yang sering dipakai di Fndonesia adalah metode e=treem )umbell atau
la)im disebut sebagai 2etode )umbell.
Kumus 2etode )umbell adalah 3
S= 0 >r >tr . + = 777777777777.777
'5!

( ) Sn +n +tr 0 / =
777777777777.777
'5!
'6
( )
( ) '
ln . ln

=
'r
'r
+tr
777777777777.777
'5!
( )
( )
S=
Sn
+n +tr
>r >tr .

+ =
777777777777.777
'5!
2eterangan 3
Mtr : "inggi curah hujan untuk periode ulang "r tahun mm!
Mr : 0urah hujan maksimum rata-rata selama tahun pengamatan mm!
"r : #eriode ulang tahun! lihat tabel &.+
SJ : Standart deviasi
2 : Daktor $rekuensi
Nn : Keduksi rata-rata, tergantung dari banyaknya sample lihat tabel &.5
Sn : Keduksi standart deviasi, tergantung dari banyaknya sample lihat tabel
&.6
Ntr : @ariasi reduksi berdasarkan periode ulang
"abel &.5
(educed 2ean Nn!
N 1 1 2 & 2 3 4 5 6
11
-,.85
,
-,.886
-,5-5
&
-,5-&
-
-,5'-
-
-,5',
4
-,5'5
+
-,5'4
'
-,5,-
,
-,5,,-
21
-,5,&
6
-,5,5,
-,5,6
4
-,5,4
&
-,5,8
6
-,5&-
-
-,54,
-
-,544
,
-,5&.
&
-,5&5&
1
-,5&6
,
-,5&+'
-,5&4
-
-,5&4
4
-,5&8
6
-,5.-
-
-,5.'
-
-,5.'
4
-,5.,
.
-,5.&-
&1
-,5.&
6
-,.5..
-
-,5..
4
-,5.5
&
-,5.5
4
-,5.6
&
-,5.6
4
-,5.+
&
-,5.+
+
-,5.4'
21
-,5.4
5
-,5.48
-,5.8
&
-,5.8
+
-,55-
'
-,55-
.
-,55-
4
-,55'
'
-,55'
5
-,55'4
31
-,55,
'
-,55,.
-,55,
+
-,55&
-
-,55&
&
-,55&
6
-,55&
4
-,55.
-
-,55.
&
-,55.5
41
-,55.
4
-,555-
-,555
,
-,555
5
-,555
+
-,555
8
-,556
'
-,556
&
-,556
5
-,556+
51
-,556
8
-,55+-
-,55+
,
-,55+
.
-,55+
6
-,55+
4
-,554
-
-,554
'
-,554
&
-,5545
'+
61
-,554
6
-,554+
-,554
8
-,558
'
-,558
,
-,558
&
-,558
5
-,558
6
-,558
4
-,5588
11
1
-,56-
-
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
"abel &.6
(educed Standard Deviation Sn!
N 1 1 2 & 2 3 4 5 6
11
-,8.8
6
-,86+
6
-,84&
&
-,88+
'
',--8
5
',-,-
6
',-&'
6
',-.'
'
',-.8
&
',-565
21
',-6,
4
',-68
6
',-+5
.
',-4'
'
',-46
.
',-8'
5
',-86
'
','--
.
','-.
+
','-4-
1
','',
.
',''5
8
',''8
&
',',,
6
',',5
5
',',4
5
','&'
&
','&&
8
','&6
&
','&44
&1
','.'
&
','.&
6
','.5
4
','.4
-
','.8
8
','5'
8
','5&
4
','55
+
','5+
.
','58-
21
','6-
+
','6,
&
','6&
4
','65
4
','66
+
','64
'
','68
6
','+-
4
','+,
'
','+&.
31
','++
.
','+5
8
','++
-
','+4
,
','+8
&
','4-
&
','4'
.
','4,
.
','4&
.
-,'4..
41
','45
.
','46
&
','4+
&
','44
'
','48
-
','48
4
','8-
6
','8'
5
','8,
&
','8&-
51
','8&
4
','8.
5
','85
&
','85
8
','86
+
','8+
&
','84
-
','84
+
','88
.
',,--'
61
',,--
+
',,-'
&
',,-,
6
',,-&
,
',,-&
4
',,-.
.
',,-.
.
',,-.
8
',,-5
5
',,-6-
11
1
',,-6
5
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
"abel &.+
(eturn period a function of reduced variate Nr!
P"riod" ulang hu+an
Tr (!ahun,
R"du7"d 8ari"d
(Y!r,
'4
,
5
'-
,-
,5
5-
+5
'--
,--
5--
'.---
5.---
'-.---
-,&665
',.888
,,,5-.
,,8+-,
&,'845
&,8-'8
.,&'-4
.,6--'
5,,854
6,,'.-
6,8'8-
4,5&8-
8,8,'-
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
&.2.. In!"nsi!as -urah hu+an
Fntensitas curah hujan adalah besarnya curah hujan mm! persatuan
waktu, dimana pada tinggi curah hujan yang sama semakin pendek waktu hujan
maka semakin besar intensitas curah hujan. (esarnya curah hujan yang akan
ditetapkan pada suatu rencana sistem penyaliran tergantung kepada curah hujan
mm! dalam jangka waktu serta periode ulang hujan tahun!
Fntensitas 0urah Hujan dinyatakan dengan rumus 3
t
(t
7t

=
6-
77777777777.777
'5!
2eterangan 3
Ft : Fntensitas curah hujan dalam t jam mm/jam!
Kt : 0urah hujan dalam t menit mm!
t : =ama hujan menit!
Untuk menghitung Fntensitas hujan sembarang waktu, hanya berdasarkan
curah hujan harian digunakan rumus 2ononobe 3
& / ,
,.
,.
,.

=
t
(
7 77777777777.777
'5!
2eterangan 3
'8
F : Fntensitas curah hujan mm/jam!
t : =ama waktu hujan atau waktu konstan jam!
K
,.
: 0urah hujan maksimum mm!.
0ara terbaik untuk menghitung Fntensitas hujan sembarang waktu adalah
menggunakan rumus sebagai berikut 3
'. Kumus #ro$. "albot tahun '44' !
( ) b t a 7t + = /
77777777777.777
'5!
,. Kumus #ro$. Sherman tahun '8-5 !
n
t a 7t / = 77777777777.777
'5!
&. Kumus /r. Fshiguro
b t a 7t + = / 77777777777.777
'5!
2eterangan 3
Ft : Fntensitas hujan dalam t menit mm/jam!
t : =ama hujan menit!
a,b,n : "etapan
0ara mendapatkan tetapan a,b,n dalam ketiga rumus diatas digunakan metode
kuadrat terkecil dengan mengambil * jenis lamanya hujan, banyaknya * antara : 4
? '- jenis !. 0urah hujan yang bersangkutan dihitung intensitasnya dalam waktu
mm/jam. Setelah intensitas diketahui, maka dihitung tetapan tersebut dengan rumus 3
- Untuk "albot 3
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) 7 7 7 ?
7 t 7 7 t 7
a


=
,
, ,
77.
777
'5!
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) 7 7 7 ?
t 7 ? t 7 7
b


=
,
,
- Untuk Sherman 3
,-
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) t t t ?
t 7 t t 7
a
log log log
log log log log log
log
,
,


=
77.
777
'5!
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) t t t ?
7 t ? t 7
n
log log log
log log log log
,


=
- Untuk Fshiguro 3
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) 7 7 7 ?
7 t 7 7 t 7
a


=
,
, ,
77.
777
'5!
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) 7 7 7 ?
? t 7 t 7 7
b


=
,
,
2arena karakteristik pada tiap daerah berbeda-beda, sehingga dalam memilih
rumus yang paling cocok dari ketiga rumus diatas perlu dicari simpangan rata-rata
antara data awal dengan hasil perhitungan intensitas curah hujan. Sehingga harga
simpangan rata-rata terkecil dari ketiga rumus tersebut terpilih sebagai rumus
intensitas curah hujan yang optimum. Fntensitas curah hujan tersebut, pada masing-
masing daerah tidak sama tergantung dari besarnya waktu konsentrasi tc!.
&.2.&. .u#ulasi -urah hu+an
2umulasi curah hujan adalah tinggi hujan atau volume air hujan tiap
satuan luas yang terkumpul dalam waktu tertentu. 2umulasi ini dihitung dengan
tujuan 3
'. >enghitung volume genangan dan elevasi genangan akibat hujan pada suatu
cekungan tambang terbuka!.
,. Sebagai data masukan untuk menghitung debit pompa dan dimensi kolam
penampung sump! pada tambang terbuka.
Kumus 2umulasi 0urah Hujan 3
a! ' mm tinggi hujan : '- m
&
/ha
,'
b! Ft : Kt O 6- 3 t! 77777777777.777
'5!
c! Kt : F O t 3 6-! mm 77777777777.777
'5!
2eterangan 3
Ft : Fntensitas curah hujan mm/jam!
t : =ama hujan menit!
Kt : 2umulasi curah hujan mm!
&.. Air Li#*asan
&..1.P"ng"r!ian
Air limpasan adalah disebut juga air permukaan, yaitu air hujan yang
mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai, danau, laut atau daerah terendah.
Air limpasan berlangsung ketika jumlah curah hujan melampaui laju in$iltrasi air ke
dalam tanah. Setelah laju in$iltrasi terpenuhi, air mulai mengisi cekungan-cekungan
pada permukaan tanah. Setelah pengisian air pada cekungan tersebut selesai, air
kemudian dapat berlari di atas permukaan tanah dengan bebas. Aliran itu terjadi
karena curah hujan yang mencapai permukaan bumi tidak dapat terin$iltrasi, baik
yang disebabkan karena intensitas curah hujan atau $aktor lain misalnya kelerengan,
bentuk, dan kekompakan permukaan tanah serta vegetasi.
(ila curah hujan melampaui kapasitas in$iltrasi, maka besarnya limpasan
permukaan akan segera meningkat sesuai dengan peningkatan intensitas curah hujan.
(anyaknya air limpasan tergantung beberapa $aktor, sehingga tidak semua air hujan
yang jatuh ke permukaan bumi akan menjadi sumber air limpasan
&..2.'ak!or()ak!or $ang #"#*"ngaruhi air li#*asan
Daktor-$aktor yang mempengaruhi air limpasan dapat dibagi menjadi ,
kelompok yaitu $aktor meteorologi dan $aktor $isik daerah pengairan.
Daktor-$aktor yang termasuk ke dalam $aktor meteorologi adalah 3
a. 1enis #resipitasi
b. Fntensitas hujan
c. =amanya curah hujan
d. /istribusi curah hujan
e. Arah pergerakan hujan
,,
$. 2ondisi-kondisi meteorologi lainnya seperti suhu, kecepatan angin, kelembaban
relati$ dan lain-lain.
Sedangkan $aktor-$aktor yang termasuk ke dalam $aktor $isik daerah
pengairan antara lain 3
a. "ata guna lahan (-and .se#
b. 1enis tanah
c. 2eadaan topogra$i
&...P"rkiraan D"%i! Aliran
/ebit aliran permukaan adalah jumlah volume air permukaan tiap satuan
waktu m
&
/detik!. #enentuan besarnya debit aliran permukaan dapat dihitung dengan
rumus-rumus empiris, tetapi yang paling umum adalah rumus rasional 3
i$ m , 7 * 6 det /
&6-
'
. . .
&
=
77777777777.777
'5!
2eterangan 3
E : /ebit aliran permukaan m
&
/detik!
0 : 2oe$isien aliran air
F : Fntensitas curah hujan untuk waktu konsentrasi dan $rekuensi hujan
tertentu mm/jam!
A : =uas catchment area ha!
#engaruh rumus ini mengasumsikan bahwa hujan merata diseluruh daerah
tangkapan hujan (*atchment area# dengan lama waktu durasi! sama dengan waktu
konsentrasi tc!.
a. Iaktu 2onsentrasi
(ila terjadi hujan di suatu daerah pengaliran catchment area!, maka air
hujan akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi tetap berada di permukaan dan
menjadi aliran permukaan ke daerah yang lebih rendah. Iaktu yang diperlukan
,&
aliran permukaan untuk mengalir dari titik terjauh ke titik yang tertinjau disebut
waktu konsentrasi.
Kumus 2irpich 3
( ) ( )
&45 , -
&
4+' , - 6- H - tc = 77777777777.777
'5!
2eterangan 3
tc : Iaktu konsentrasi menit!
= : #anjang aliran km!
H : #erbedaan elevasi maksimum m!
b. 2oe$isien =impasan
2oe$isien limpasan merupakan harga tetapan kemampuan suatu daerah untuk
mengalirkan air limpasan. 2oe$isien limpasan tiap-tiap daerah berbeda lihat "abel
&.4!. /alam penentuan koe$isien limpasan $aktor-$aktor yang harus diperhatikan
adalah 3
'. 2erapatan vegetasi
/aerah dengan vegetasi yang rapat, akan memberikan nilai 0 yang kecil,
karena air hujan yang masuk tidak dapat langsung mengenai tanah, melainkan akan
tertahan oleh tumbuh-tumbuhan, sedangkan tanah yang gundul akan memberi nilai 0
yang besar.
,. "ata guna lahan
=ahan persawahan atau rawa-rawa akan memberikan nilai 0 yang kecil
daripada daerah hutan atau perkebunan, karena pada daerah persawahan misalnya
padi, air hujan yang jatuh akan tertahan pada petak-petak sawah, sebelum akhirnya
menjadi limpasan permukaan.
&. 2emiringan tanah
/aerah dengan kemiringan yang kecil G&P!, akan memberikan nilai 0 yang
kecil, daripada daerah dengan kemiringan tanah yang sedang sampai curam untuk
keadaan yang sama.
"abel &.4
(eberapa harga koe$isien limpasan
,.
."#iringan ."gunaan Lahan .o")isi"n Li#*asan
Da!ar
."#iringan
9 :
- #ersawahan rawa-rawa
- Hutan, perkebunan
- #ermukiman
-,,
-,&
-,.
Agak
#iring
((12:,
- Hutan, perkebunan
- #emukiman
- @egetasi ringan
-"anah gundul
-,.
-,5
-,6
-,+
-ura#
."#iringan
; 12:
- Hutan
- #emukiman
- @egetasi ringan
- "anah gundul,
penambangan
-,6
-,+
-,4
-,8
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
2. Saluran P"n$aliran
2.1. <"nis Saluran P"n$aliran
Saluran penyaliran ber$ungsi menampung dan mengalirkan air ke tempat
pengumpulan. Adapun persyaratan saluran adalah 3
'. >empunyai dimensi yang cukup sesuai dengan debit aliran permukaan
,. >empunyai ruang jagaan untuk memprediksi adanya sedimentasi di dalam
saluran dan menampung terjadinya debit aliran permukaan di atas rencana.
&. >empunyai kemiringan saluran yang aman sehingga kecepatan aliran yang
terjadi tidak menimbulkan gerusan pada saluran dan terjadinya pengendapan.
.. 2emudahan dalam penggalian
>enurut asalnya saluran dibedakan menjadi , jenis, yaitu 3 saluran penyaliran
alami dan saluran penyaliran buatan.
Saluran penyaliran alami meliputi semua alur air yang terdapat secara
alamiah di bumi, seperti selokan kecil, sungai yang mengalir sampai pada muara.
Saluran penyaliran buatan dibentuk oleh manusia, seperti saluran penyaliran
tambang, saluran irigasi, parit pembuangan.
,5
0ara menghitung dimensi saluran adalah dengan rumus (obert 2anning 3
( )
,
'
&
,
'
S 5 @
n
4 = 77777777777.777
'5!
4 @ 6s =
77777777777.777
'5!
2eterangan 3
@ : 2ecepatan aliran m/detik!
n : 2oe$isien kekasaran 2anning
D : =uas penampang saluran
A : 2eliling basah saluran
S : %radien kemiringan dasar saluran
Es : (esarnya debit air yang mengalir sepanjang saluran m
&
/detik!
2oe$isien jenis material saluran/koe$isien kekasaran 2anning tergantung
dari jenis material pada saluran yang bersentuhan langsung dengan air. >aterial ini
berpengaruh pada debit aliran. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah gaya seret air
terhadap material saluran atau biasa disebut gerusan. 2ecepatan yang diijinkan untuk
jenis material agar aman dari gerusan dapat dilihat pada "abel &.8. (entuk
penampang saluran air umumnya dipilih berdasarkan debit air, tipe material
pembentuk saluran, serta kemudahan dalam pembuatannya. Saluran air dengan
penampang segitiga umumnya untuk debit yang kecil sedangkan penampang
trapesium untuk debit yang besar.
"abel &.8
2oe$isien 1enis >aterial /an 2ecepatan F)in >aJimum!
No.
Ma!"rial
Nilai
."7"*a!an Aliran
(#/d!k,
n Air 1ernih Air 2eruh
1 #asir halus koloida -,-,- -,.5+ -,6+,
2 =anau kepasiran non koloida -,-,- -,5&. -,+6,
=anau non koloida -,-,- -,6'- -,8'.
& =anau alluvial non koloida -,-,- -,6'- ',-6+
2 =anau kaku -,-,- -,6+, ',-6+
3 /ebu vulkanis -,-,- -,6+, ',-6+
4 =empung kompak -,-,5 ','.& ',5,.
5 =anau alluvial, koloida -,-,5 ','.& ',5,.
,6
6 2erikil halus -,-,5 -,6+, ',5,.
11 #asir kasar non koloida -.,-&- ','.& ',5,.
11 #asir kasar koloida -,-,5 ',',8 ',4,8
12 (atuan diameter ,- mm -,-,4 ',&.- ',8--
1 (atuan diameter 5- mm -,-,4 ',84- ,,.--
1& (atuan diameter '-- mm -,-&- ,,4'- &,.--
12 (atuan diameter ,-- mm -,-&- &,86- .,5--
13 "anah berumput -,-&- - ,
14 #asangan batu -,-'+ - 5
15 "embok diplester -,-'- - 5
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
2.2. ="o#"!ri Saluran P"n$aliran
(entuk yang umum dipakai untuk saluran berdinding tanah yang tidak
dilapisi dengan bentuk trape)ium. (entuk persegi panjang mempunyai sisi tegak
biasanya dipakai untuk saluran yang dibangun dengan lahan yang stabil, seperti
pemasangan batu, atau kayu. #enampang segitiga hanya dipakai untuk saluran kecil,
selokan dan penyelidikan di laboratorium.
/imensi penampang yang paling e$isien untuk beberapa bentuk penampang
saluran air adalah sebagai berikut 3
a. #enampang Segitiga
Sudut tengah : 8-
o
Q : '
A : d
,
# : , d ,
:
, ,
d
b. #enampang segi empat
b : , d
A : , d
,
# : . d
K :
,
'
d
c. penampang trapesium
,+
R : 6-
o
Q :
&
'
b : ,[ ] A A +'
,
d
A : Sb B Q d T d
K :
d
,
'
( : b B , Q d Q :
d
e

2eterangan 3
A : =uas penampang basah saluran
# : 2eliling basah saluran
K : 1ari-jari hidrolis
d : 2edalaman saluran
b : =ebar dasar saluran
e : =ebar kemiringan saluran
(entuk penampang saluran yang paling sering digunakan dan umum dipakai
adalah bentuk trapesium, sebab mudah dalam pembuatannya, murah e$isien dan
mudah dalam perawatannya, serta stabilitas kemiringan dindingnya dapat
disesuaikan menurut keadaan daerah. #enampang saluran bentuk trapesium dapat
dilihat pada gambar &.'&.
h
m
,4

d
2eterangan 3
a : #anjang sisi saluran dasar kepermukaan air
b : =ebar dasar saluran
( : =ebar permukaan air
d : 2edalaman penampang aliran
: Sudut kemiringan saluran
h : 2edalaman aliran / 1ari-jari Hidrolik
(
b
%ambar &.'&
#enampang saluran bentuk trapesium
Untuk dimensi penyaliran dengan bentuk trapesium dengan luas penampang
optimum dan mempunyai sudut kemiringan 6-
-
, maka 3
m : '/tg R 77777777777.777
.!
: '/ tg 6-
-
: -,54
D : h b B mh! 77777777777.777
.!
A : ( B ,h
,
' m + 77777777777.777
.!
2eterangan 3
D : =uas #enampang basah m
,
!
A : 2eliling basah saluran m!
2emiringan dinding saluran tergantung pada macam material atau bahan
yang membentuk tubuh saluran. 2emiringan dinding saluran yang sesuai dengan
bahan yang membentuk tubuh saluran lihat %ambar &.'-!.
"abel &.'-
2emiringan dinding saluran yang sesuai untuk berbagai jenis bahan
>ahan ."#iringan dinding saluran
(atu/cadas
"anah gambut peat!
"anah berlapis beton
"anah bagi saluran yang lebar
"anah bagi parit kecil
"anah berpasir lepas
=empung berpori
Hampir tegak lurus
U 3 '
V 3 '
'3 '
',5 3 '
,3 '
&3 '
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
,8
a
Sedangkan kemiringan dasar saluran, ditentukan dengan pertimbangan
bahwa, suatu aliran dapat mengalir secara alamiah tanpa terjadi pengendapan lumpur
pada dasar saluran, dimana menurut &fleider (!<B# kemiringan antara -,,5 ? -,5 P
sudah cukup untuk mencegah adanya pengendapan lumpur berupa adanya
pengendalian.
Untuk @olume jagaan diperlukan agar air tidak meluap apabila terjadi
pelumpuran pada dasar saluran. 2emiringan dasar saluran ditentukan dengan
pertimbangan bahwa suatu saluran dapat mengalir secara alamiah tanpa terjadi
pengendapan lumpur pada dasar saluran.
Untuk mencegah kenaikan muka air yang melimpah ke tepi, maka saluran
perlu dibuatkan suatu jagaan, yaitu jarak vertikal dari puncak saluran ke permukaan
air 3
d * @ . =
77777777777.777
'6!
2eterangan 3
D : "inggi jagaan $eet!
0 : 2oe$isien menurut U.S (ureau o$ Keclamation ',5-,,5!
d : 2edalaman air pada saluran $eet!
3. Min" D"?a!"ring
2ine de/atering adalah kegiatan pengeringan tambang yang bertujuan
mempertahankan elevasi muka air di dalam tambang sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu penambangan. Apabila latar gali tambang lebih rendah dari elevasi
sekitar, pengeringan tambang dilakukan dengan pemompaan. Fdealnya volume air
hujan yang masuk ke dalam tambang harus segera dipompa habis, akan tetapi hal
tersebut akan mengakibatkan biaya yang tinggi karena kebutuhan pompa, pipa dan
energi menjadi cukup banyak. Untuk menekan biaya tersebut, timbul pemikiran yaitu
volume air hujan yang masuk ke dalam tambang tidak perlu segera dipompa keluar
tetapi dipompa dengan debit tertentu, sedangkan volume air yang belum terpompa
ditampung terlebih dahulu di sump.
&-
3.1. .ola# P"na#*ung (Sump,
Sump merupakan tempat penampungan air yang dibuat untuk menampung air
limpasan, dibuat sementara sebelum air tersebut dipompakan, serta dapat ber$ungsi
sebagai tempat pengendapan lumpur. #engaliran air dari sump dilakukan dengan cara
pemompaan atau dengan cara dialirkan kembali melalui saluran pelimpah. /engan
demikian, dimensi sump ini sangat tergantung dari jumlah air yang masuk serta
keluar dari sumuran.
1umlah air yang masuk ke dalam sump merupakan jumlah air yang dialirkan
oleh saluran-saluran, jumlah limpasan permukaan yang langsung mengalir ke sump
dan curah hujan yang jatuh di sump.
Sedangkan jumlah air yang keluar dapat dianggap sebagai kapasitas pompa,
karena penguapan dianggap tidak terlalu berarti.
/engan adanya optimasi antara ;inputC masukan! dan ;output< keluaran!,
maka dapat ditentukan dimensi sump.
'. "ata =etak Sump dengan sistem drainase
"ata letak sump akan dipengaruhi oleh sistem penyaliran tambang yang
disesuaikan dengan geogra$is daerah tambang dan kestabilan lereng. Ada dua sistem
penyaliran tambang, yaitu 3
a. Sistem penyaliran >emusat langsung!
#ada sistem ini sump-sump akan ditempatkan di tiap jenjang tambang bench!,
dengan sistem pengalirannya dari jenjang paling atas menuju jenjang di
bawahnya sehingga akhirnya air dipusatkan di main sump balong induk! untuk
kemudian dipompakan keluar.
b. Sistem penyaliran tidak memusat tidak langsung!
Sistem ini dapat dilakukan bila kedalaman tambang relati$ dangkal dengan
keadaan geogra$is daerah luar tambang memungkinkan untuk mengalirkan air
langsung dari sump keluar daerah tambang.
,. 1enis Sump dan penempatannya
(erdasarkan penempatannya, sump dapat dibedakan atas beberapa jenis,
yaitu 3
&'
a. 'ravelling Sump (8along @ront#, sump ini dibuat pada daerah $ront tambang,
baik secara terencana seperti yang digambarkan pada peta jangka pendek, atau
tidak terencana sebelumnya. Sump ini dibuat apabila situasi untuk
menanggulangi air permukaan dibutuhkan. 1angka waktu penggunaan sump ini
relati$ singkat dan selalu ditempatkan sesuai dengan kemajuan $ront tambang.
b. Sump jenjang atau Sump transit, sump ini dibuat secara terencana dalam
pemilihan lokasi maupun volumenya. #enempatannya pada jenjang tambang dan
biasanya dibagian lereng tepi tambang. Sump ini disebut sebagai sump permanen
karena dibuat untuk jangka waktu yang cukup lama. (iasanya dibuat dari bahan
kedap air batu kali, dibeton! dengan tujuan untuk mencegah peresapan air
supaya tidak menyebabkan jenjang tambang longsor karena sump ini yang
pertama menerima air dari sump $ront konstruksi, atau juga badan sump ini
dibagi menjadi dua bagian yaitu, bagian untuk menampung air kotor yang berasal
dari sump front ber$ungsi sebagai tempat penampung lumpur, dan satu bagian
lagi sebagai tempat menampung air bersih yang berasal dari bagian sump yang
pertama kemudian disalurkan ke saluran pelimpah.
c. 2ain Sump (along Fnduk !, sump ini dibuat sebagai tempat penampungan air
terakhir dan dapat digunakan sebagai cadangan air untuk digunakan dalam
pengamanan kebakaran. #ada umumnya sump ini dibuat dielevasi terendah dari
tambang dasar tambang!.
&. /esain dan @olume Sump
@ariabel-variabel yang perlu diketahui dalam menentukan jumlah dan
kapasitas pompa diperlukan untuk mengeluarkan air dari sump adalah 3
a. @olume dan kapasitas sump
b. Fntensitas curah hujan
c. =uas daerah tangkapan hujan
d. Daktor pompa dan kapasitas pompa.
Untuk menghitung kebutuhan pompa dan untuk perhitungan dimensi sump,
perlu dicari $aktor pompa dan $aktor sump dengan menggunakan gra$ik akumulasi
curah hujan dan gra$ik debit pompa lihat %ambar &.'.!.
&,
a. Daktor #ompa Dp!
Nang dimaksud $aktor pompa adalah besar debit pemompaan tiap satuan luas
catchment area Dp : E : -,. ? -,4 m
&
/mnt.ha!
b. Daktor Sump Ds!
Daktor sump adalah selisih volume maksimum air hujan terhadap debit
pemompaan tiap satuan luas catchment area m
&
/ha!
4p (t 4s =
77777777777.777
'5!
( ) 6- = t 7t (t
77777777777.777
'5!
W t % 4p =
77777777777.777
'5!

Iaktu yang dibutuhkan untuk pemompaan

Akumulasi curah hujan m
&
!

@

Daktor sump /ebit
#emompaan
m&/menit/ha!

Daktor pompa


t' t,
Iaktu menit!
2eterangan 3
@ : @olume air hujan m
&
/ha!
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
%ambar &.'.
%ra$ik Akumulasi hujan dan pemompaan
2eterangan 3
@s : @olume air hujan yang masuk tambang m
&
/ha!
&&
@p : @olume air yang terpompa m
&
/ha!
Kt : @olume air hujan yang masuk tambang m
&
/ha!
Ft : Fntensitas curah hujan mm/jam!
t : =ama hujan menit!
tX : Iaktu pemompaan menit!
9 : /ebit pemompaan tiap satuan luas catchment area m
&
/menit.ha!
3.2. .ola# P"ng"nda* Lu#*ur (.PL,
2olam pengendapan adalah suatu daerah yang dibuat khusus untuk
menampung air limpasan sebelum dibuang langsung menuju daerah pengaliran
umum. Sedangkan kolam pengendapan untuk daerah penambangan, adalah kolam
yang dibuat untuk menampung dan mengendapkan air limpasan yang berasal dari
daerah penambangan maupun daerah sekitar penambangan. *antinya air tersebut
akan dibuang menuju tempat penampungan air umum seperti sungai, maupun danau.
2olam pengendapan ber$ungsi untuk mengendapkan lumpur-lumpur, atau
material padatan yang bercampur dengan air limpasan yang disebabkan adanya
aktivitas penambangan maupun karena erosi. /i samping tempat pengendapan,
kolam pengendapan juga dapat ber$ungsi sebagai tempat pengontrol kualitas dari air
yang akan dialirkan keluar kolam pengendapan, baik itu kandungan materialnya,
tingkat keasaman ataupun kandungan material lain yang dapat membahayakan
lingkungan.
/engan adanya kolam pengendapan diharapkan semua air yang keluar dari
daerah penambangan benar-benar air yang sudah memenuhi ambang batas yang
diijinkan oleh perusahaan, sehingga nantinya dengan adanya penambangan ini, tidak
ada komplain dari masyarakat dan juga mencegah terjadinya pencemaran
lingkungan.
3.2.1.>"n!uk dan @ona .ola# P"ng"nda* Lu#*ur
(entuk kolam pengendapan biasanya hanya digambarkan secara
sederhana, yaitu berupa kolam berbentuk empat persegi panjang, tetapi sebenarnya
bentuk tersebut dapat bermacam-macam, disesuaikan dengan keperluan dan keadaan
&.
lapangannya tetapi yang baik adalah bentuk kolam pengendapan lumpur yang
berkelok-kelok lihat gambar &.'5!. Ialaupun bentuknya dapat bermacam-macam,
namun pada setiap kolam pengendap akan selalu ada . )ona penting yang terbentuk
karena proses pengendapan material padatan lihat %ambar &.'6!.
2eempat )ona yang ditunjukkan pada gambar adalah 3
'. Qona masukan
Adalah tempat masuknya aliran air berlumpur kedalam kolam pengendapan
dengan anggapan campuran antara padatan dan cairan terdistribusi secara merata.
,. Qona #engendapan
"empat dimana partikel akan mengendap, material padatan di sini akan
mengalami proses pengendapan dan akhirnya mengendap pada dasar kolam.
&. Qona endapan lumpur
"empat dimana partikel padatan dalam cairan lumpur! mengalami sedimentasi
dan terkumpul pada bagian dasar kolam pengendap.
.. Qona 2eluaran
"empat keluarnya buangan cairan yang relati$ bersih, )one ini terletak pada
akhir kolam pengendap.
Arah aliran air
L
>
2eterangan 3
= : #anjang 2olam #engendap =umpur
( : =ebar 2olam #engendap =umpur
&5
%ambar &.'5
(entuk 2olam #engendap =umpur "ampak Atas
3.2.2.0kuran .ola# P"ng"nda*an Lu#*ur
Untuk menentukan luas kolam pengendapan secara analitis dapat dihitung
berdasarkan parameter dan asumsi sebagai berikut 3
'. Hukum stokes berlaku bila persen padatan kurang dari .-P, sedangkan jika
lebih dari .-P berlaku hukum *ewton.
a. Hukum Stokes Y (ila persen padatan G.- P


'4
.
a p
D ) 4t
77777777777.777
'6!
TAMPA. SAMPIN= (SAYATAN A(>,
&6
'
,
.
'
&
.
d
2eterangan 3
'. Qona masukan
,. Qona pengendapan
&. Qona endapan lumpur
.. Qona keluaran
TAMPA. ATAS
A >
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
%ambar &.'6
Qona-)ona pada 2olam #engendapan
b. Hukum *ewton Y (ila persen padatan H .- P
( )
5 , -
.
.
&

=
a
a p
@g
D )
4t


77777777777.777
'6!
,. /iameter partikel padatan tidak boleh lebih dari 8 O '-
-6
m, sebab ukuran yang
lebih besar akan memberikan keluaran luas kolam yang tidak memadai.
&. #artikel padatan dalam lumpur adalah material yang sejenis.
.. Ukuran partikel yang boleh keluar dalam kolam pengendap lumpur diketahui.
5. 2ecepatan pengendapan partikel dianggap sama.
6. #erbandingan cairan dengan padatan telah ditentukan
2eterangan 3
@t : 2ecepatan endap m/detik!
% : #ercepatan gravitasi m/ detik
,
!
/ : /iameter partikel padatan m!
p
: (erat jenis partikel padatan kg/m
&
!
a
: (erat jenis air kg/m
&
!

: 2ekentalan dinamik air kg/m.detik!


Dg : *ilai koe$isien tekanan
Sedangkan untuk menentukan dimensi dari kolam pengendapan, seperti lebar
dan kedalaman ditentukan dengan melihat spesi$ikasi alat yang digunakan untuk
merawat kolam pengendapan tersebut.
(erdasarkan debit air yang masuk ke kolam pengendap maka dimensi kolam
pengendap dan dimensi pelimpah dapat dihitung dengan rumus lihat %ambar &.'+! 3
pipa
&+
@a Q h
@p H
=
Sumber : &erencanaan Drainase 'ambang 'erbu$a, (ensihid &'8, .(9::;#
%ambar &.'+
#enampang 2olam #engendap =umpur
Dam
4p
H
t =
77777777777.
777
'5!
mnt m
@
6
4a / =
77777777777.777
'5!
( )
,
. m 8 H @ = 77777777777.777
'5!
( )m 4a t - 6- . . =
77777777777.777
'5!
dt$ m z g h b 6 / . , . . &5 , -
&
=
77777777777.777
'5!
2eterangan 3
t : Iaktu pengendapan jam!
H : /alam kolam pangendap m!
@p : 2ecepatan pengendapan vertikal m/jam!
@a : 2ecepatan aliran m/menit!
D : =uas penampang kolam pengendap m
,
!
( : =ebar kolam pengendap m!
= : #anjang kolam pengendap m!
E : /ebit keluaran pipa m
&
/menit!
b : =ebar pelimpah m!
&4
h : /alam pelimpah m!
) : "inggi muka air diatas pelimpah m!
g : %ravitasi 8,4' m/dtk
,
!
3.2..P"rhi!ungan Pros"n!as" *"ng"nda*an
#erhitungan #rosentase pengendapan ini bertujuan untuk mengetahui apakah
kolam pengendapan yang akan dibuat dapat ber$ungsi untuk mengendapkan
partikel padatan yang terkandung dalam air limpasan tambang.
/alam proses pengendapan ini partikel mampu mengendap dengan baik
jika waktu yang dibutuhkan untuk mengalir ke luar kolam pengendap lumpur tidak
lebih besar dari waktu yang diperlukan untuk mengendapkan material. Sebab, jika
waktu yang diperlukan untuk mengendap lebih kecil dari waktu yang diperlukan
untuk mengalir ke luar kolam maka pengendapan tidak sempurna.
#rosentase pengendapan, yaitu 3
'5
!
P :
( )
P '-- =
n pengendapa /a$tu $eluar air dibutuh$an yang /a$tu
$eluar air dibutuh$an yang /a$tu
+
/ari perumusan di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran
partikel maka semakin cepat proses pengendapan serta semakin besar pula
prosentase partikel yang berhasil diendapkan.
4. Po#*a dan Pi*a
4.1. Po#*a
#ompa merupakan alat yang ber$ungsi untuk memindahkan atau mengangkat
)at cair dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi. /alam suatu sistem
pemompaan terdiri dari instalasi pompa dan pipa .
Sesuai dengan gerakan-gerakan bagian penyusunannya maka pompa dapat
diklasi$ikasikan menjadi empat jenis yaitu 3
'. #ompa "orak / &lunyer
>erupakan pompa yang dipengaruhi oleh gerakan torak / plunyer yang bolak-
balik dalam suatu silinder rapat. #ada ujung silinder ditempatkan katup-katup
untuk mengatur masuk keluarnya )at cair.
&8
,. #ompa #utar
>erupakan pompa yang di pengaruhi oleh dua roda gigi yang ditempatkan dalam
suatu silinder rapat. Qat cair yang dihisap masuk diantara celah-celah roda gigi
rotor! dan silinder rumah pompa!, karena berputar maka )at cair terdesak oleh
bagian rotor yang lain sehingga dapat memindahkan )at cair dari tempat yang
bertekanan statis rendah ke tempat yang bertekanan statis tinggi.
&. #ompa Sentri$ugal / #usingan
>erupakan pompa yang dipengaruhi oleh gerakan sebuah kipas yang tersusun
oleh sudu-sudu yang ditempatkan pada suatu rumah pompa. Aliran )at cair
diantara sudu pada kipas yang berputar, mendapat gaya luar pusat sentrifugal!
dan mendapat penambahan tekanan, sehingga )at cair terhisap dan terlempar
keluar. (agian )at cair yang terlempar keluar ditampung oleh selongsong yang
membentuk gelung membungkus kipas dan keluar dari selongsong sebagai
penghasil pompa.
.. #ompa 2husus
>erupakan pompa yang digunakan pada keperluan khusus sehingga prinsip kerja
dan kontruksi bagian-bagiannya bermacam-macam3
a. #ompa dengan motor benam submersible motor pump!, digunakan untuk
memompa air yang sangat dalam. #ompa yang sering dipakai adalah
pompa yang tergabung satu unit dengan motor penggeraknya, dimana
keduanya terbenam dibawah permukaan air. #ompa jenis ini dipakai pada
pengairan dan drainase, dimana pompa ini harus mempunyai konstruksi
yang kokoh karena harus mampu memompa air yang sering kali
berlumpur, serta beroperasi pada konstruksi lingkungan kerja yang luas
dan kondisi lingkungan yang buruk.
b. #ompa lumpur, yaitu pompa untuk mengangkut )at cair yang mengandung
pasir atau butiran )at padat dalam jumlah yang besar. #ompa yang khusus
dipakai untuk memompa butiran dengan diameter G -,& mm, sering disebut
pompa lumpur slurry pump!.
c. #ompa motor terselubung menjadi satu unit dengan motornya!, yaitu
pompa yang pada bagian celah antara rotor dan stator motor terdapat
.-
selubung rotor dari logam anti magnet. Kuang di dalam selubung ini
dihubungkan dengan ruang dalam pompa.
/alam pemompaan air maupun lumpur harus diperhitungkan beberapa hal yang
perlu diketahui untuk menentukan kapasitas pompa, yaitu 3
4.1.1.D"%i! T"ori!is P"#o#*aan
(iasanya dilakukan simulasi beberapa alternati$ debit pompa dari beberapa
macam pompa, yang kemudian dipilih debit pompa yang menghasilkan e$isiensi
maksimum.
Untuk menentukan debit rencana yang digunakan pada sistem
pemompaan, maka dapat dipakai persamaan 3
&
, ,
&
' '
,
'
D n
D n
6
6
= 77777777777.777
,-!
,
, ,
' '
,
'
.
.
D n
D n
H'
H'
= 77777777777.777
,-!
5
,
&
,
5
'
&
'
,
'
D n
D n
&
&
=
77777777777.777
,-!
2eterangan 3
E' : /ebit berdasarkan spesi$ikasi alat m
&
/detik!
E, : /ebit perencanaan m
&
/detik!
H"' : Head total sesuai spesi$ikasinya meter!
H", : Head total hasil perhitungan meter!
n' : >aksimum rimpul per menit sesuai spesi$ikasi rpm!
n, : >aksimum rimpul per menit dari perhitungan rpm!
#' : /aya pompa sesuai spesi$ikasinya kIatt!
#, : /aya pompa dari perhitungan kIatt!
/' : /iameter impeler pompa sesuai spesi$ikasi m!
/, : /iameter impeler pompa dari perhitungan m!
.'
4.1.2.H"ad Po#*a
Adalah energi yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah air
seperti yang direncanakan.
Head total pompa meliputi head statis pompa, berbagai kerugian head
pada pipa, katup friction loss / kerugian gesekan !, belokan, sambungan shoc$
loss!. /apat dilihat pada %ambar &.'4.
Hfs Hf Hv Hs Ht + + + =
77777777777.777
'6!
2eterangan 3
Ht : Head total meter!
Hs : Head statis meter!
Hv : Head terhadap kecepatan aliran dalam aliran pipa meter!
H$ : Head kerugian gesekan dalam pipa meter!
H$s : Head belokan meter!
Sumber : &ompa dan 0ompresor- 7r.Sularso, &rof.Dr. Haruo 'ahara.
%ambar &.'4
Sketsa Head #ompa
1. H"ad S!a!is (+ulang s!a!is,
>erupakan head pompa akibat perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar
dan di sisi isap. Secara matematis didapat dengan menggunakan rumus 3
Hs : t
,
? t
'
77777777777.777
'6!
.,
2eterangan 3
hs : Head statis pompa m!
t
,
: Clevasi air pada sisi keluar m!
t
'
: Clevasi air pada sisi isap m!
2. H"ad ."7"*a!an (HA,
Head kecepatan adalah head yang dibutuhkan pompa untuk mengatasi
kecepatan aliran air/$luida di dalam pipa. Head kecepatan dinyatakan dengan
persamaan 3
g
v
Hv
,
,
=
77777777777.777
'6!
2eterangan 3
Hv : 4elocity head m!
v
,
: 2ecepatan aliran $luida air! dalam pipa m/detik!
g : %aya gravitasi 8,4 m/detik !
. H"ad ."rugian Aki%a! ="s"kan dala# Pi*a (H),
@riction loss H$!, merupakan kerugian karena gesekan dan belokan pipa,
maka besarnya tergantung dari jenis pipa yang digunakan.
H
$
: Z
g D
4 -
, .
.
,
77777777777.777
'-!
2eterangan 3
Z : 2oe$isien kerugian gesek -,-,- B -,---5//!
= : #anjang pipa m!
@ : 2ecepatan aliran air dalam pipa m/detik!
/ : /iameter dalam pipa m!
Untuk friction loss diberikan harga per-'-- meter panjang pipa, maka harga
friction lossnya diperoleh dengan mengalikan harga tersebut dengan panjang pipa
yang digunakan.
&. H"ad >"lokan (H)s,
.&
Head belokan shoc$ loss# ini dapat ditentukan dengan mengggunakan
persamaan 3
H
$s
: 2
g
4
,
,
77777777777.777
'6!
2eterangan 3
2 : 2oe$isien tahanan, yang besarnya tergantung dari jenis sambungan dan sudut
belokan.
@ : 2ecepatan aliran air dalam pipa m/detik!
g : #ercepatan gravitasi bumi m/detik
,
!
4.1..Da$a Po#*a
#erhitungan daya poros dan e$$isiensi pompa 3
a. /aya Air
Cnergi yang secara e$ekti$ diterima oleh air dari pompa per satuan waktu
disebut daya air, yang dapat ditulis sebagai 3
6H &/ '6& , - =
77777777777.777
,-!
2eterangan 3

: (erat air persatuan volume kg$/l!


E : 2apasitas m
&
/min!
H : Head total pompa m!
#w : /aya Air kI!
Atau
6H &/ =
77777777777.777
,-!
/imana

dinyatakan dalam k* m
&
dan E dalam m
&
/s.
b. /aya poros
/aya poros yang diperlukan untuk menggerakan sebuah pompa adalah sama
dengan daya air ditambah kerugian daya didalam pompa. /aya ini dapat dinyatakan
sebagai berikut 3
..
p
&/
&

=
77777777777.777
,-!
2eterangan 3
#w : /aya air kI!
# : /aya poros sebuah pompa kI!
p
: C$$isiensi pompa pecahan!
#ompa untuk keperluan tambang dapat menggunakan tipe tenggelam/celup
submersible pump# maupun tidak celup non submersible pump#. #ompa celup
biasanya menggunakan motor listrik yang dikemas menyatu dengan pompa,
sedangkan pompa non celup menggunakan motor penggerak listrik maupun
penggerak diesel. /alam pemilihan pompa perlu dipertimbangkan kekeruhan air, pH,
tinggi angkat total head!, dan kapasitas debit!.
"iap jenis dan tipe pompa selalu dilengkapi dengan gra$ik unjuk kerja, yaitu
gra$ik yang menjelaskan kemampuan variasi tinggi angkat total terhadap kapasitas
debit! pemompaan.
4.2. Pi*a
#ipa merupakan rangkaian instalasi pompa yang ber$ungsi untuk mengalirkan
air atau lumpur hasil pemompaan untuk dialirkan ke kolam pengendap atau ke luar
tambang.
#ipa untuk keperluan pemompaan ditambang biasanya terbuat dari baja,
dapat juga menggunakan bahan #@0 untuk tambang yang tidak dalam. #ada
dasarnya bahan apapun yang digunakan harus memperhatikan kemampuan pipa
untuk menahan tekanan cairan di dalamnya. 2endala lain dalam pemilihan pipa
adalah kecepatan gerak dari cairan pada saat pemompaan. 2ecepatan cairan yang
diijinkan berkisar antara ' s/d 5 m/detik, atas pertimbangan kemungkinan terjadinya
pengendapan, gerusan dan kehilangan energi dalam pipa.
/iameter yang aman yang sesuai dengan debit aliran dihitung berdasarkan
rumus kontinuitas 3
@ : ',+& . E! / d
,
77777777777.777
'6!
2eterangan 3
.5
E : /ebit pompa m
&
/detik!
@ : 2ecepatan aliran ' s/d 5 m/detik!
d : /iameter pipa
2ehilangan energi aliran yang melalui pipa perlu dihitung untuk
mendapatkan tinggi angkat yang diperlukan pemompaan. 2ehilangan energi ini
menyebabkan turunnya tekanan dalam pipa. 0ara menentukan besarnya kehilangan
energi dapat menggunakan rumus dari Ha)en-Iilliams 3
( ) ( ) ( ) - D * 6 Hf =
45 , . 45 , ' 45 , '
666 , '- 77777777.777
,-!
2eterangan 3
H$ : 2ehilangan energi meter!
0 : 2oe$isien kondisi pipa '-- s/d '5-! lihat "abel &.''
/ : /iameter pipa meter!
E : /ebit aliran m
&
/detik!
= : #anjang pipa meter!
/alam praktek di lapangan, pemasangan pipa tidak terlepas dari belokan,
percabangan, katub dan perlengkapan assesoris lainnya. Untuk menghitung
kehilangan energi pada assesoris tersebut, diekivalenkan dengan panjang pipa lurus ,
#anjang ekivalen merupakan penyetaraan head kerugian kondisi tertentu misalkan
belokan! dengan head gesekan pada pipa. "abel &.', berikut ini menunjukkan
panjang ekivalen tersebut.
"abel &.''
2ondisi #ipa dan harga 0
<"nis Pi*a -
#ipa baja dilas dan baru '.-
#ipa baja setelah penggunaan selama ,-
tahun
'--
#ipa besi tuang dan baru '&-
#ipa besi tuang setelah penggunaan
selama ,- tahun
'--
#ipa dilapisi semen '.-
#ipa dilapisi bitumen aspal! '.-
#ipa semen asbestos '&-
#ipa beton dengan penekanan
pendahuluan
'&-
.6
pipa plastic DK# '5-
Sumber : 0ara$teristi$ &ompa- Hasan 8asri, .?S(7 9::;
"abel &.',
#erhitungan 2ehilangan Cnergi pada Assesoris Ckivalen dengan #anjang #ipa =urus
N1 Ass"soris Pan+ang *i*a lurus "kiAal"n
1 (elokan .5[ '5-,- /
2 (elokan .-[ r standart ! &, /
(elokan 8-[
K// : & ,. /
K// : . '- /
& (elokan '4-[ +5 /
2 Sambungan N 5- /
3 Sambungan " .--4- /
4 >eteran air
1enis cakram 6-- /
1enis turbin '&5-.-- /
5 2atub sorong
"erbuka penuh --+ /
"erbuka \ '--.- /
"erbuka V '---,-- /
"erbuka U 4-- /
6 2atub bola
'--'5 cm 6- /
'5-,5 cm +5 /
&- cm 4- /
Sumber : Sistem &enyaliran 'ambang, (udy Sayoga ) .(!!!#
5. P"lu#*uran
5.1. Lu#*ur (Slurry,
"ingkat erosi yang terjadi pada sistem pemompaan langsung akan lebih besar
daripada sistem pemompaan tak langsung, sebab dengan catchment area yang besar
air mengalir tanpa tertahan oleh bench-bench di sub-sub catchment area, jadi
kecepatan aliran lebih besar.
/engan kecepatan aliran yang besar maka tingkat erosi akan semakin besar.
#ada tingkat erosi tersebut proses pelumpuran yang berasal dari material hasil erosi
akan lebih cepat dan mengendap di 2#=, terjadinya pengendapan lumpur ini akan
mengurangi kapasitas 2#= tersebut.
.+
#ada umumnya, erosi yang menonjol disebabkan oleh air, dimana $aktor-
$aktor yang mempengaruhi erosi antara lain iklim, tanah, vegetasi, dan topogra$i.
Daktor iklim yang berpengaruh terhadap erosi adalah hujan, angin, dan kelembaban.
Sedangkan aspek topogra$i yang mempengaruhi erosi antara lain, besar
kemiringan dan panjang kemiringan. 1ika kemiringan tanah besar, maka kecepatan
limpasan tinggi sehingga terjadi penggerusan tanah dan erosi yang tinggi.
#elumpuran dapat terjadi jika air hujan bercampur dengan material-material tanah
yang tererosi. Si$at $isik dari material tanah tersebut terdiri dari suspended soil dan
dissolved soil. Suspended soil merupakan butiran atau padatan yang terlarut dalam
limpasan air permukaan, sedangkan dissolved soil merupakan batuan atau padatan
yang tidak terlarut dalam limpasan air permukaan. (aik suspended soil maupun
dissolved soil dapat menyebabkan kekeruhan serta pelumpuran yang tinggi.
5.2 M"!oda Analisa 8olu#" Lu#*ur
Qat-)at padat yang berada dalam suspensi dapat dibedakan menurut
ukurannya sebagai partikel koloid dan partikel tersuspensi. 1enis partikel koloid itu
adalah penyebab kekeruhan dalam air e$ek "yndall! yang disebabkan oleh
penyimpangan sinar nyata yang menembus suspensi tersebut. #artikel-partikel koloid
tidak terlihat secara visual sedangkan larutannya tanpa partikel koloid! yang terdiri
dari ion-ion dan molekul-molekul tidak pernah keruh. =arutan menjadi keruh apabila
terjadi pengendapan. #artikel-partikel tersuspensi biasa, mempunyai ukuran lebih
besar dari partikel koloid dan dapat menghalangi sinar yang akan menembus
suspensi, sehingga suspensi tidak akan dikatakan keruh, karena sebenarnya air
diantara partikel-partikel tersuspensi tidak keruh dan sinar tidak menyimpang.
Qat padat tersuspensi dapat diklasi$ikasikan dalam )at padat terapung yang
selalu bersi$at organis dan inorganic. Qat padat terendap adalah )at padat dalam
suspensi yang dalam keadaan tenang dapat mengendap setelah waktu tertentu karena
pengaruh gaya beratnya. #enentuan )at padat terendap ini dapat melalui volumenya,
disebut analisa volume lumpur Sludge volume! dan dapat melalui beratnya disebut
analisa lumpur kasar atau umumnya disebut )at padat terendap settleable solid!
.4
Untuk analisa volume lumpur dipergunakan cara volumetric dan cara
gravimetris3
a. 0ara @olumetris
! .
! .
P
liter sample total 4ol
liter terendap lumpur 4ol
lumpur 4olume =
777777.777
'5!
b. 0ara %ravimetris
>g/liter )at tersuspensi yang terendap :
>g/ltr )at tersuspensi sample asli ? mg/liter )at tersuspensi yang tidak terendap
6. ."%u!uhan Ala! =ali(Mua! =ali saluran dan P"nanganan Lu#*ur
/alam menentukan kebutuhan alat gali, muat gali ada beberapa hal yang
harus dihitung, agar mendapat $aktor keserasian, yaitu 3
6.1. Bak!u Edar (-$7l" Ti#",
Iaktu edar adalah waktu yang diperlukan oleh alat mekanis untuk
menyelesaikan sekali putaran kerja, dari mulai kerja sampai dengan selesai dan
bersiap-siap memulainya kembali.
a. Iaktu edar alat muat
Iaktu edar alat gali-muat dapat dirumuskan sebagai berikut 3
*t
gm
E 'm

F 'm
9
F 'm
G
F 'm
;
7777777.777
,.!
2eterangan 3
*t
gm
: Iaktu edar alat gali muat detik!
'm

: Iaktu menggali material detik!


'm
9
: Iaktu putar dengan buc$et terisi detik!
'm
G
: Iaktu menumpahkan muatan detik!
'm
;
: Iaktu putar dengan buc$et kosong detik!
b. Iaktu edar alat angkut
Iaktu edar alat angkut dapat dirumuskan sebagai berikut 3
*t
a
E 'a

F 'a
9
F 'a
G
F 'a
;
F 'a
1
F 'a
<
777777.777
,.!
2eterangan 3
.8
*t
a
: Iaktu edar alat angkut menit!
'a

: Iaktu mengambil posisi untuk dimuati menit!


'a
9
: Iaktu diisi muatan menit!
'a
G
: Iaktu mengangkut muatan menit!
'a
;
: Iaktu mengambil posisi untuk penumpahan menit!
'a
1
: Iaktu pengosongan muatan menit!
'a
<
: Iaktu kembali kosong menit!
6.2. Produksi Ala! Mua!
2emampuan produksi alat muat dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut 3
E
C
=
0tm
C J 6- J 9
77777777.777
,.!
2eterangan 3
E
C
: #roduksi alat muat m
&
/jam!
9 : #roduksi per trip m
&
! : 2apasitas bucket 9X! J Daktor buket 2!
0tm : Iaktu edar alat muat menit!
C : C$$isiensi kerja P!
6.. Produksi Ala! Angku!
2emampuan produksi alat angkut dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut 3
E
"
=
0ta
C J 6- J 0
77777777.777
,.!
2eterangan 3
E
"
: #roduksi alat angkut m
&
/jam!
0ta : Iaktu edar alat angkut menit!
0 : 2apasitas volume! bak truk m
&
! atau payload ton!
C : C$$isiensi kerja P!
5-
6.&. ."s"rasian ."r+a (Match Factor,
Untuk mendapatkan hubungan kerja yang serasi antara alat gali-muat dan alat
angkut, maka produksi alat gali-muat harus sesuai dengan produksi alat angkut.
Daktor keserasian alat gali-muat dan alat angkut didasarkan pada produksi alat gali-
muat dan produksi alat angkut, yang dinyatakan dalam 2atch @a$tor 2@!.
2@ :
?m = *ta
?a = *'m
77777777.
777
,.!
2eterangan 3
>D : >atch Daktor atau $aktor keserasian
*a : 1umlah alat angkut dalam kombinasi kerja, unit
*m : 1umlah alat gali-muat dalam kombinasi kerja, unit
n : (anyaknya pengisian tiap satu alat angkut
0ta : Iaktu edar alat angkut, menit
0tm : Iaktu edar alat gali-muat, menit
0"m : =amanya pemuatan ke alat angkut, yang besarnya adalah jumlah
pemuatan dikalikan dengan waktu edar alat gali-muat n.0tm!.
(ila hasil perhitungan diperoleh 3
. 2@ H
#roduksi alat angkut lebih kecil dari produksi alat gali-muat
a. Iaktu tunggu alat angkut Ita! : -
b. Iaktu tunggu alat gali-muat Itm!
*'m
?a
?m = *ta
3tm =
77777777.777
,.!
c. Daktor kerja alat angkut @$a! : '--P
d. Daktor kerja alat gali-muat @$m! : 2@ J '--P
9. 2@ I
a. #roduksi alat angkut lebih besar dari produksi alat gali-muat
b. Iaktu tunggu alat gali-muat 3tm! : -
c. Iaktu tunggu alat angkut 3ta!
5'
a
gm
a
*t
?
? = *'m
3ta =
77777777.777
,.!
d. Daktor kerja alat gali-muat @$m! : '--P
e. Daktor kerja alat angkut @$a! : !
2@

J '--P
G. 2@ E
a. #roduksi alat angkut sama dengan produksi alat gali-muat
b. Iaktu tunggu alat gali-muat 3tm! : -
c. Iaktu tunggu alat angkut 3ta! : -
d. Daktor kerja alat gali-muat sama dengan $aktor kerja alat angkut @$m : @$a!.
2eserasian kerja antara alat muat dan alat angkut berpengaruh terhadap $aktor
kerja dimana hubungan yang tidak serasi tersebut akan menurunkan $aktor kerja itu
sendiri. Daktor kerja alat muat dan alat angkut akan mencapai '-- P bila >D : ',
sedangkan bila >D G ' maka $aktor kerja alat angkut : '-- P dan $aktor kerja alat
muat G '-- P, sebaliknya bila >D H ' maka $aktor kerja alat muat : '-- P dan
$aktor kerja alat angkut G '-- P. 2eserasian kerja antara alat muat dan alat angkut
akan terjadi pada saat harga >D : ', pada saat itu kemampuan alat muat akan sesuai
dengan alat angkut .
5,
TAMPA.
ATAS