Anda di halaman 1dari 6

SENSOR SUARA

Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah gelombang Sinusioda
suara menjadi gelombang sinus energi listrik (Alternating Sinusioda Electric Current).
Sensor suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang
mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga
terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena
kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka
pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir
melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya
gelombang listrik yang dihasilkannya.
Sensor suara adalah sensor yang cara kerjanya merubah besaran suara menjadi
besaran listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaannya. Komponen yang
termasuk dalam Sensor suara yaitu electric condenser microphone atau mic kondenser.
Intensitas suara adalah ukuran dari "aliran energi melewati satuan luas per satuan
waktu" dan unit pengukuran adalah W/m2 Probe intensitas suara mikrofon ini dirancang
untuk menangkap intensitas suara bersama dengan unit arah aliran sebagai besaran
vektor. Hal ini dicapai dengan menggabungkan lebih dari satu mikrofon di probe untuk
mengukur aliran energi suara. mikrofon konvensional dapat mengukur tekanan suara
(unit: Pa), yang mewakili intensitas bunyi di tempat tertentu (satu titik), tetapi dapat
mengukur arah aliran. Mikrofon intensitas bunyi Oleh karena itu digunakan untuk sumber
suara memeriksa dan untuk mengukur kekuatan suara.



III. ISI DAN PEMBAHASAN

A. Sensor suara
Sensor suara bekerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara
yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor
yang juga terdapat sebuah kumparan kecil dibalik membran tadi naik dan turun. Oleh
karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang,
maka pada saat ia bergerak naik turun, ia juga telah membuat gelombang magnet yang
mengalir melewatiya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-
lemahnya gelombang listrik yg dihasilkannya. Komponen yang termasuk dalam Sensor
suara yaitu:

Microphone
Micropone adalah komponen elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran
yang digetarkn oleh gelobang suara akan menghasilkan sinyal listrik dan lain-lain.








Gambar 1 (mikrofon)

Sebuah sensor untuk mendeteksi suara, secara umum, yang disebut mikrofon.
Mikrofon dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis dasar termasuk dinamis,
elektrostatik, dan piezoelektrik menurut sistem konversi mereka.
Mikrofon dinamis masih memiliki tuntutan besar terutama di dunia musik,
sementara mikrofon piezoelektrik secara luas digunakan terutama untuk mikrofon untuk
meter rendah tingkat frekuensi suara. Mikrofon dinamis masih memiliki tuntutan besar
terutama di dunia musik, sementara mikrofon piezoelektrik Digunakan secara luas
terutama untuk mikrofon untuk meter rendah tingkat frekuensi suara. Untuk pengukuran,
tipe elektrostatik (kondensor) mikrofon yang paling populer karena mereka dapat
dirampingkan, memiliki respon frekuensi rata selama rentang frekuensi yang luas, dan
menyediakan nyata stabilitas yang tinggi dibandingkan dengan jenis lain mikrofon.
Mikrofon kondensor tersedia dalam dua jenis: jenis dan kembali bias tipe electret.
Perbedaannya adalah apakah tegangan DC diterapkan dari luar atau film polimer secara
permanen terpolarisasi elektrik digunakan di tempat penerapan tegangan Secara umum,
jenis bias memberikan sensitivitas yang lebih tinggi dan stabilitas.

Intensitas suara Mikrofon
Intensitas suara adalah ukuran dari "aliran energi melewati satuan luas per
satuan waktu" dan unit pengukuran adalah W/m2 Probe intensitas suara mikrofon ini
dirancang untuk menangkap intensitas suara bersama dengan unit arah aliran sebagai
besaran vektor. Hal ini dicapai dengan menggabungkan lebih dari satu mikrofon di probe
untuk mengukur aliran energi suara. mikrofon konvensional dapat mengukur tekanan
suara (unit: Pa), yang mewakili intensitas bunyi di tempat tertentu (satu titik), tetapi dapat
mengukur arah aliran. Mikrofon intensitas bunyi Oleh karena itu digunakan untuk sumber
suara memeriksa dan untuk mengukur kekuatan suara.
Ada dua macam microphone:
1. Microphone arang
2. Microphone capasitor
Kualitas dari micropone capasitor lebih baik daripada yang arang. Lebih sensitive
dan tentu menyebabkan harganya lebih mahal.
Prinsip kerja microphone arang:


Suara-->membran-->serbuk arang--->arang padat

Membrane dicatu tegangan positif dan arang dicatu negative. Membrane yang
peka terhadap tekanan suara menekan serbuk arang sehingga kepadatan arang
berubah. Perubahan kepadatan inilah yang mempengaruhi besarnya impedansi, atau
dalam hal ini resistansi dari arang, sehingga mempengaruhi besarnya arus (v=i(t).r(t)).
Prinsip kerja microphone capasitor

Suara-->membran-->celah udara-->bahan kapasitor(pelat inductor)

Membrane yang dipengaruhi tekanan suara terhadap waktu mempengaruhi
lebarnya celah antara membrane dengan bahan kapsitor. Sehingga besanya impedansi,
dalam hal ini kapasitansi, berubah karena lebar celah yang berubah terhadap waktu. Hal
ini pula yang mempengaruhi besarnya arus.

B. Pembuatan Sensor Suara
1. Komponen-komponen sensor suara
Komponen-komponen yang di gunakan dalam pembuatan sensor suara ini dapat
kita paparkan seperti dibawah ini, komponennya sangat mudah untuk didapatkan dan
dana yang digunakan tidaklah terlalu mahal, adapun daftar komponennya adalah sebagai
berikut :

RESISTOR : adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus
listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai
dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm
1 k : 2 biji
68 k : 1 biji
100 : 1 biji
101k : 1 biji
CONDENSATOR
3,3
u
F / 50 v : 2 biji
100
u
F / 16 : 1 biji
10
u
F / 16 v : 2 biji
C 100
n
F : 1 biji
C 2,2
n
F : 1 biji

TRIMPOT: adalah resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara
memutar porosnya dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari
suatu trimpot dapat dilihat dari angka yang tercantum pada badan trimpot tersebut.
47 : 3 biji
Dioda : Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik
dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah
Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
IN 4148 : 2 biji
IC (INTEGRATED CIRCUIT) atau IC (SIRKUIT TERPADU)
Condensator Mic : 1 biji
LED : 1 biji
LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan
produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi
belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga
melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien
jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor,
doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda
menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.
Timah
PCB Matriks
Potensio Meter 100 k
Condensator Mic 1 buah
Solder
Kabel secukupnya

2.Cara Kerja Sensor Suara
Sensor suara adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran suara
menjadi besaran listrik. Sinyal yang masuk akan di olah sehingga akan menghasilkan
satu kondisi yaitu kondisi 1 atau 0. Sensor suara banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, Contoh Pengaplikasian sensor ini adalah yang bekerja pada system robot.
Suara yang diterima oleh microfon akan di transfer ke pre amp mic, fungsi pre amp mic
ini adalah untuk memperkuat sinyal suara yang masuk kedalam komponen.
Setelah sinyal suara diterima oleh preamp mic, kemudian di kirim lagi ke rangkaian
pengkonfersi yang mana rangkaian ini berfungsi untuk merubah sinyal suara yang
berbentuk sinyal digital menjadi sinya analog agar bisa dibaca oleh mikrokontroler. Jika
sinyal tersebut diterima oleh mikro kontroler maka akan diolah sesuai dengan program
yang dibuat, apakah robot akan berjalan atau berhenti.
Suara yang masuk direkam oleh komponen kemudian akan disimpan oleh memory.
Sebagai contoh jika kita bertepuk tangan 1 kali maka akan dikenali sebagai kondisi 1 atau
on sehingga robot dapat berjalan. Jika bertepuk tangan 2 kali maka robot akan mati atau
mendapat sinyal kondisi 0. Penggunaan sinyal tergantung dari user bagaimana dia
menggunakannya.
Kesensitifan sensor suara dapat diatur, semakin banyak condensator yang
digunakan pada pre amp maka akan semakin baik daya sensitive dari sensor suara
tersebut. Begitu juga pada saat penggunaan suara harus dalam kondisi tertentu, karena
jika terdapat suara lain yang masuk maka akan tidak dikenali oleh sensor, begitu pula
frekuensi yang digunakan harus sesuai pada saat kita menginput suara awal dan input
suara pada saat menjalankan program.

3.Rangkaian sensor suara













Gambar 2 (rangkaian sensor suara)
Rangkaian sensor suara diatas sangat mirip dengan rangkaian sensor sentuh
yang saya buat dan tampilkan di blog ini. Keduanya saya gunakan rangkaian monostable
IC555 sebagai penentu lamanya rangkaian alarm diaktifkan setelah menerima satu kali
picu pada bagian input sensor. Anda bisa saja tidak menggunakan rangkaian monostable
dan langsung menggantinya dengan lampu atau rangkaian alarm. Tapi ingat bahwa
lampu atau rangkaian output lainnya yang anda pasang akan langsung mati pada saat
input sensor berubah kembali. Atau anda menggunakan rangkaian penahan aktif yang
lain seperti rangkaian JK flip-flop dan flip-flop yang lain. Hal itu tergantung juga pada
kondisi yang anda inginkan pada bagian output, apakah rangkaian output akan diaktifkan
selama jangka waktu tertentu atau akan diaktfkan selamanya sampai diadakan reset
kembali pada rangkaian sensor tersebut.
Rangkaian di atas memanfaatkan mikrofon sebagai alat pengubah suara menjadi
gelombang listrik. Gelombang listrik yang dihasilkan oleh mikrofon sangat kecil sekali
dan berbentuk bolak balik atau sinus. Gelombang listrik sinus ini kemudian diloloskan
melalui kapasitor C3 untuk kemudian diperkuat oleh rangkaian penguat darlington yang
terdiri dari transistor Q1 dan Q2. Kolektor dari transistor Q2 langsung dikopel dengan
input pemicu rangkaian monostable. Rangkaian monostable tersebut akan menghasilkan
output yang positif jika pada bagian triggernya (pin 2) berubah dari logika 1 ke 0. Jika kita
amati pada saat rangkaian sensor tanpa sinyal input maka kolektor-emitor transistor Q2
akan seperti saklar terbuka (kondisi cut-off), dengan kata lain idealnya tegangan pada
kolektor akan sebesar tegangan supply. Tapi karena kolektor tersebut paralele dengan
input IC 555 maka bisa saya pastikan tegangan pada kolektor akan berkurang pengaruh
hubungan parallel keduanya. Tetapi dengan demikian tegangan kolektor akan
memberikan kondisi tinggi pada input monostable (pin 2). Pada saat sinyal suara dari
input sensor membuat transistor Q2 jenuh maka hubungan antara kolektor dan emitor
idealnya bagai seutas kawat, sehingga tegangan pada kolektor akan 0 volt. Dengan
begitu rangkaian monostable akan terpicu dan mengaktifkan rangkaian output (pin 3)
selama waktu yang ditentukan oleh R1 dan C!. Jika anda ingin mengkondiskan lebih
lama, anda cukup memperbesar nilai dari R1 dan atau C1.



IV. KESIMPULAN

1. Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah gelombang Sinusiuda suara
menjadi gelombang sinus energi listrik (Alternating Sinusioda Electric Curret). Sensor
suara bekerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai
membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat
sebuah kumparan kecil dibalik membran tadi naik dan turun.
2. Sensor suara tersebut cara kerjanya yaitu dengan merubah besaran suara menjadi
besaran listrik. Sinyal yang masuk akan di olah sehingga akan menghasilkan satu kondisi
yaitu kondisi 1 atau 0, yang mana sinyal tersebut dibaca oleh mikrokontroler.
3. Sensor suara bekerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang
mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga
terdapat sebuah kumparan kecil dibalik membran tadi naik dan turun.
4. Micropone adalah komponen elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang
digetarkn oleh gelobang suara akan menghasilkan sinyal listrik dan lain-lain.

Anda mungkin juga menyukai