Anda di halaman 1dari 5

1. Kemukakan definisi kriminologi menurut M. P. Vrij?

Jawab: Kriminologi menurut M.P.Vrij adalah sebagai ilmu yang


mempelajari kejahatan, mula-mula mempelajari kejahatan itu sendiri,
kemudian sebab-sebab serta akibat dari kejahatan tersebut.
2. W.A.Bonger mengemukakan pengertian kriminologi, ia mengatakan
kriminologi sebagai ilmu yang bertujuan menyelidiki gejala kejahatan
seluas-luasnya (kriminologi teoritis). Dari pengertian tersebut, jelaskan
yang dimaksud dengan kriminologi teoritis?
Jawab: kriminologi teoritis adalah ilmu pengetahun yang berdasarkan
pengalaman.
3. Hermann Mannheim mengemukakan tige pendekatan dalam kriminologi
dalam upaya mempelajari kejahatan. Sebutkan pendekatan yang
dimaksud Hermann Mannheim!
Jawab: pertama pendekatan deskripsi, kedua pendekatan sebab-akibat,
ketiga pendekatan secara normative.
4. Jelaskan pengertian pendekatan secara normative menurut Hermann
Mannheim!
Jawab: Pendekatan secara normative adalah kriminologi dikatakan
sebagai idiographic dan nomotheticdiscipline. idiographic Yaitu
kriminologi mempelajari fakta-fakta, sebab-akibat, dan kemungkinan-
kemungkinan dalam kasus yang bersifat individu. Sedangkan
nomotheticdiscipline adalah bertujuan untuk menemukan dan
mengungkapkan hokum-hukum yang bersifat ilmiah, yang diakui
keseragaman dan kecenderungan-kecenderungannya.
Jelaskan menurut anda, apakah kriminologi merupakan ilmu yang
bersifat normative atau bersifat non-normatif?
Jawab: menurut H.Bianchi, jika kejahatan itu merupakan konsep yuridis,
maka menjadi pintu masuk bagi kriminologi untuk mempelajari norma-
norma. Oleh karena itu, kriminologi itu merupakan disiplin yang
normative.
5. Sebutkan ruang lingkup studi kriminologi!
Jawab: (1) ruang lingkup kriminologi murni, (2) ruang lingkup
kriminologi terapan.
6. Sebutkan pembagian ruang lingkup kriminologi murni!
Jawab: (1) Antropologi criminal, (2) Sosiologi criminal, (3) Pisikiologi
criminal, (4) Psikopatologi dan neuropatologi criminal, (5) penology.
7. Dari kelima pembagian ruang lingkup kriminologi murni, jelaskan salah
satu dari kelima pembagian tersebut yang anda ketahui!
Jawab: antropologi criminal adalah ilmu pengetahuan ini mempelajari
dan meneliti penjahat dari segi tingkah laku, karakter dan ciri tubuhnya.
Bidang ini juga meneliti apakah ada hubungannya antara suku bangsa
dengan kejahatan.
8. Sebutkan pembagian ruang lingkup kriminologi terapan!
Jawab: (a) Higiene criminal, (b) Politik Kriminal, (c) Kriminalistik.
9. Kemukakan tujuan dari Higiene criminal?
Jawab: tujuan yang ingin dicapai bidang ilmu ini untuk mencegah
terjadinya kejahatan. Usaha pemerintah seperti menerapkan undang
secara konsisten, menerapkan jaminan hidup dan kesejahteraan dll.
10. Menurut pandagan Edwin H Sutherland, ia membagi ruang lingkup
kriminologi menjadi beberpa bagian, kemukakan pembagian kriminologi
yang dikemukakan Edwin H Sutherland!
Jawab: (1) Sosiologi hokum, (2) Etiologi Kejahatan, (3) Penologi
11. Jelaskan salah satu dari tiga pandangan Edwin H Sutherland mengenai
ruang lingkup kriminologi yang anda ketahui !
Jawab: Etiologi kejahatan yaitu mempelajari dan meneliti mencari sebab-
musabab kejahatan. yang diteliti adalah latar belakang, akibat, serta factor
yang menimbulkan kejahatan.
12. Jelaskan pengertian polotik criminal menurut Sudarto!
Jawab: politik criminal adalah suatau usaha yang rasional dari
masyarakat dalam menanggulangi kejahatan.
13. Dalam mencapai kesejahteraaan social perlu adanya upaya
penanggulangan kejahatan yang ditempuh dengan pendekatan kebijakan.
Maka jelaskan maksudnya!
Jawab: maksudnya adalah (a) ada keterpaduan (integralitas) antara
politik criminal dan politik social (b) ada keterpaduan (integritas) antara
upaya penanggulangan kejahatan dengan penal dan non-penal.
14. Jelaskan secara umum tujuan mempelajari kriminolog!
Jawab: tujuan secara umum mempelajari kriminologi adalah untuk
mempelajari kesejahteraandari berbagai aspek, sehingga diharapkan
dapat memperoleh pemahaman mengenai fenomena kejahatan dengan
lebih baik.
15. Jelaskan hubungan antara kriminologi dengan hokum pidana!
Jawab: hokum pidana adalah teori mengenai aturan-aturan atau norma-
norma, sedangkan kriminologi adalah teori tentang gejala hokum.
Keduanya beretemu dalam kejahatan yaitu tingkah laku atau perbuatan
yang diancam pidana .
16. Jelaskan secara singkat mengenai perbedaan antara hokum pidana dan
kriminologi!
Jawab: perbedaan pada keduanya terletak pada onyeknya yaitu obyek
utama hokum pidana adalah menunjukkan apa yang dapat dipidana
menurut norma-norma hokum yang berlaku, sedangkan menurut
kriminologi tertujuh kepada manusia yang melanggar hokum pidana dan
lingkungan manusia-manusia.
17. Kriminologi juga membahas tentang prespektif tentang kejahatan.
kemukakan prespektif tentang kejahatan yang dimaksud!
Jawab: (1) perspektif etiologis,(b) perspektif system social,(c) prespektif
kriminologi konvensional,(d) perspektif kriminologi baru.
Kriminologi juga membahas tentang prespektif tentang kejahatan.
kemukakan prespektif tentang kejahatan yang dimaksud!
Jawab: (a) perspektif etiologis,(b) perspektif system social,(c) prespektif
kriminologi konvensional,(d) perspektif kriminologi baru, pendekatan
sobural.
18. Dalam kriminologi dikenal sejumlah teori yang dapat dipergunakan untuk
menganalisis permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
kejahatan atau penyebab kejahatan. kemukakan teori yang dimaksudkan!
Jawab: teori tersebut adalah teori asosiasi diferensial, Anomi, Subkul-tur,
Label, Konflik, Kontrol, dan sebagainya.
19. Jelaskan secara singkat mengenai teori anomie!
Jawab: teori anomie, pertama kali diperkenalkan oleh Emile Durkheim
yang menunjuk pada absence of social regulation normlessnessm.
Kemudian dalam buku The division of labor in society(1893) Durkheim
mempergunakan istilah anomie untuk deskripsikan keadaan
deregulation didalam masyarakat yang diartikan sebagai tidak
ditaatinya aturan-aturan yang ada dalam masyarakat sehingga orang
tidak tahu apa yang diharapkan dari orang lain dan keadaan ini
menyebabkan devisi.
20. Ada lima cara dalam mengatasi keadaan anomi. Kemukakan cara tersebut
yang dikemukakan Merton!
Jawab: cara tersebut yaitu (1) Conformity, (2) Innovation, (3) Ritualism, (4)
Retreatism, (5) Rebellion.
21. Jelaska yang dimaksud dengan Ritualism dalam mengatasi keadaan
anomia?
Jawab: Ritualism (ritualisme) adalah keadaan diman warga masyarakat
menolak tujuan yang telah ditetapkan namun sarana-sarana yang telah
ditentukan tetap dipilih.
22. Teori lebeling menekankan pada dua hal, jelaskan kedua hal yang
dimaksudkan?
Jawab: (1) menjelaskan permasalahan mengapa dan bagaimana orang-
orang tertentu diberi label, (2) Pengaruh efek dari label tersebut sebagai
suatu konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukannya.
23. Ada empat asumsi dasar mengenai teori konflik. Kemukakan asumsi yang
dimaksudkan!
Jawab: (a) Konflik merupakan hal yang bersifat alamiah dalam
masyarakat; (b) Masyarakat cenderung mengalami perubahan;(c) Selalu
ada kompetisi untuk terjadinya perubahan;(d) dalam kompetisi itu,
penggunaan kekuasaan hokum dan penegakan hokum selalu menjadi alat
dan mempuyai peranan penting dalam masyarakat.
24. Teori control berusaha untuk menjelaskan kenakalan dikalangan para
remaja. Kenakalan diantara para remaja oleh Steven Box dikatakan devisi
primer. Jelakan yang dimaksudkan dengan devisi primer?
Jawab: Devisi Primer adalah setiap individu yang melakukan devisi secara
priodik/jarang-jarang, dialakukan tanpa diorganisir atau tanpa
menggunakan cara yang lihai si pelaku tidak memandang dirinya sebagai
pelanggar. Pada dasarnay hal yang dilakukan itu tidak dipandang sebagai
deviasi oleh yang wajib.
25. Sebutkan metode penelitian kriminologi yang anda ketahui?
Jawab: Relevensi Penelitian Kejahatan dan metode penelitian.