Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FARMAKOLOGI II

BIGUANIDE
KELOMPOK III A
MALIKA RIZUANA (08040007)
SUFYANA GAILEA (08040014)
NUR DJAHRAH UMAMI (08040019)
IKRIMA KHAERUN NISA (08040025)
FENY IKA NURHAYAI (080400!1)
MARIN YANUAR (080400!9)
ANNA RESIA (08040045)
FANDY MAULANA (08040074)
NUR SHAUMA APRIANI (08040078)
DIMAS PUR"O NUGROHO (0804010!)
PROGRAM SUDI FARMASI
FAKULAS ILMU KESEHAAN
UNI#ERSIAS MUHAMMADIYAH MALANG
2010$2011
KAA PENGANAR
Alhamdulillahirabbil'alamin, puja dan puji syukur penulis haturkan kepada Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini, dan tidak lupa shalawat dan salam selalu kami lantunkan untuk Nabi
Muhammad SAW karena perjuangan beliau lah, penulis dapat merasakan nikmatnya Islam.
Akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun sangat sederhana.
Penulis menguapkan banyak terima kasih kepada pihak ! pihak yang mendukung
terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini tak lepas dari kesalahan dan kekurangan,
untuk itu penulis m"h"n maa# yang sebesar ! sebesarnya. $leh karena itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari para pembaa.
Akhir kata, penulis berharap sem"ga makalah ini berguna sehingga dapat berman#aat
bagi kita semua. Amiin.


Penulis
DAFAR ISI
%A&AMAN '()(&................................................................................................................i
*ATA P+N,ANTA-..............................................................................................................ii
)A.TA- ISI............................................................................................................................iii
/A/ I 0 P+N)A%(&(AN
1.1 &atar /elakang ...........................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan........................................................................................1
1.3 -umusan masalah.......................................................................................2
/A/ II 0 ISI
2.1 )e#enisi )iabetes Melitus 44444444444444444.....3
2.2 *lasi#ikasi dan Pat"#isi"l"gi4444444444444444...43
2.3 *"mplikasi )iabetes Melitus44444444444444444..5
2.5 Terapi Spesi#ik )iabetes Melitus44444444444444446
2.6 $bat Anti )iabetik $ral..............................................................................7
2.7 ,"l"ngan /iguanide...................................................................................7
2.8 Mekanisme *erja /iguanide44444444444444444...9
2.9 )"sis Pemakaian........................................................................................9
2.: +#ek Samping .............................................................................................:
2.1; *"ntra Indikasi.........................................................................................:
2.11 Interaksi $bat
1;
2.12 Nama Paten, Nama )agang dan /entuk Sediaan444444444.1;
/A/ III 0 P+N(T(P
3.1 *esimpulan
11
3.2 Saran
11
)A.TA- P(STA*A
..................................................................................................................................................
12
/A/ I
P+N)A%(&(AN
1.1 &atar /elakang Penulisan
)iabetes melitus adalah sebuah sindr"ma yang disebabkan "leh kekurangan insulin
baik abs"lut maupun relati#. Seara klinis dikarakterisasi "leh gejala int"leransi gluk"sa dan
perubahan dalam metab"lisme lipid dan pr"tein. Abn"rmalitas metab"lisme, terutama
hiperglikemia, dapat menyebabkan k"mplikasi lain seperti neur"pati, retin"pati, dan
ne#r"pati.
)iabetes mellitus merupakan penyebab utama m"rbiditas dan m"rtalitas. Selain itu,
diabetes juga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam al"kasi biaya untuk pelayanan
kesehatan. Pre<alensi penyakit diabetes 5eri<ate telah menapai tingkat atau pr"p"rsi 5eri<ate
di beberapa 5eri<a dan menjadi sebuah perhatian yang penting dalam dunia kesehatan. )i
Amerika Serikat diabetes diderita "leh 9= dari p"pulasi penduduk usia dewasa pada tahun
2;;6. /erbagai penelitian epidemi"l"gi menunjukkan adanya keenderungan peningkatan
angka insidensi dan pre<alensi diabetes 5eri<ate tipe 2 di berbagai penjuru dunia. W"rld
%ealth $rgani>ati"n ?W%$@ telah memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang
diabetes yang ukup besar untuk tahunAtahun mendatang. (ntuk Ind"nesia, W%$
memprediksi kenaikan jumlah pasien dari 9,5 juta pada tahun 2;;; menjadi sekitar 21,3 juta
pada tahun 2;3;. Pre<alensi diabetes mellitus ?)M@ di seluruh dunia mengalami peningkatan
yang ukup signi#ikan. Pada 2;;3, pre<alensi di daerah urban sebesar 15,8 = ?9,2 juta
jiwa@,sedangkan di daerah rural 8,2 = ?6,6 juta jiwa@ dibandingkan dengan t"tal p"pulasi di
atas usia 2; tahun. 'adi t"tal pre<alensi sebesar 13,9 juta jiwa. (ntuk itu dibutuhkan
penanganan yang tepat bagi para penderita )M.
)alam penanggulangan diabetes, "bat hanya merupakan pelengkap dari diet. $bat
hanya perlu diberikan bila pengaturan diet seara maksimal tidak berhasil mengendalikan
kadar gula darah.
1.2 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk0
1. Mengetahui berbagai masalah yang berkaitan dengan diabetes mellitus
2. Mengetahui berbagai terapi yang dapat diberikan pada penderita )M
3. Mempelajari lebih jauh tentang A)$ terutama g"l"ngan biguanide
1.3 -umusan Masalah
1. Apakah penyakit diabetes mellitus ituB
2. /agaimanakah gejala, k"mplikasi dan penanganan penyakit diabetes mellitusB
3. /agaimanakah mekanisme kerja, e#ek samping, k"ntraindikasi dan interaksi dari
biguanide dalam meng"bati penyakit )MB
/A/ II
ISI
2.1 )e#enisi )iabetes Melitus
)iabetes melitus adalah sebuah sindr"ma yang disebabkan "leh kekurangan insulin
baik abs"lut maupun relati#. Seara klinis dikarakterisasi "leh gejala int"leransi gluk"sa dan
perubahan dalam metab"lisme lipid dan pr"tein. Abn"rmalitas metab"lisme, terutama
hiperglikemia, dapat menyebabkan k"mplikasi lain seperti neur"pati, retin"pati, dan
ne#r"pati.
)ibetes ditandai dengan kadar gluk"sa yang meningkat seara kr"nis. *adar gluk"sa
darah puasa pada berbagai keadaan adalah sebagai berikut0 diabetes C 8,; mm"lD&, t"leransi
gluk"sa terganggu ?impaired glucose tolerance@ 7A8 mm"lD&, n"rmal E 7 mm"lD&F kadar
gluk"sa 2 jam setelah pemberian 86 g glik"sa ke dalam plasma adalah0 diabetes C11,1
mm"lD&, t"leransi gluk"sa terganggu 8,9A11,1 mm"lD&F n"rmal E 8,9 mm"lD&.
2.2 *lasi#ikasi dan Pat"#isi"l"gi
Tipe 1 ? diabetes 7eri<ate tergantung insulin@
Ini adalah penyakit yang jarang terjadi, terutama penduduk +r"pa utara yang berkulit
putih ?26D1;.;;; p"pulasi@, dimana gejala timbul pada usia E 3; tahun, dan terjadi de#esiensi
insulin abs"lut setelah sel G pankreas dihanurkan "leh pr"ses aut"imun pada "rangA"rang
yang memiliki predisp"sisi seara genetis. /erbagai maam antib"dy dapat ditemukan
sampai 1; tahun sebelum timbulnya gejala klinis dan menghilangkan beberapa tahun
kemudian. *"ndisi aut"imun lain yang berhubungan dapat ditemukan pada keluarga pasien.
,ambaran klinis0 saat datang pasien umumnya kurus dan memiliki gejalaAgejala p"liuria,
p"lidipsia, penurunan berat badan, epat lelah, dan terdapat in#eksi ? abses, in#eksi jamur,
misalnya kandidiasis@. *et"asid"sis dapat terjadi, terjadi gejala mual, mutah, mengantuk, dan
takipnea. Pasien membutuhkan insulin.
Tipe 2 ? diabetes mellitus tidak tergantung insulin@
Penyakit ini sering ditemukan ? pre<alensi saat ini adalah 2= di Inggris, dan 7,7 = di AS,
dan meningkat dengan pesat akibat #akt"r gaya hidupDdiet @ pada usia menengah dan manula,
diakibatkan terutama "leh resistensi terhadap insulin di jaringan peri#er. Walaupun dalam
tahap lanjut de#esiansi insulin dapat terjadi, namun tidak ditemukan de#esiansi abs"lute
insulin. Penyakit ini juga dipengaruhi "leh #at"r genetik. Pada kembar identik tingkat
kesamaannya adalah :;=, namun tidak ada kaitannya dengan anti leuk"sit manusia ? human
7erivate7 antigen H%&AI @.
,ambaran klinis0 9; = kelebihan berat badan, 2; = datang dengan k"mplikasi ? penyakit
jantung iskemik, penyakit erebr"<askular, gagal ginjal ulkus di kaki, gangguan penglihatan@.
Pasien juga dapat dengan p"liuria dan p"lidipsia yang timbul perlahanAlahan. /anyak pasien
yang bisa ditangani dengan pengaturan diet dan "bat hip"glikemik "ral, walaupun beberapa
membutuhkan insulin.
/entuk diabetes lain adalah0
1. *egagalan panreas eks"krin0 panreatitisF pankreatekt"mi, kerusakan ? karsin"ma,
#ibr"sis kistik, hem"kr"mat"sis @.
2. Penyakit endr"kin0 sidr"m husing, akr"megali, glukag"n"ma, #e"kr"m"sit"ma.
3. )iabetes pada kehamilan, yang biasanya terjadi pada trimester terakhir kehamilan dan
memiliki pat"#isi"l"gi yang mirip dengan diabetes tipe 2. Tidak mengherankan bahwa
3;A6;= pasien dengan diabetes pada kehamilan menjadi penderita diabetes mellitus
tipe 2 dalam kurun waktu 1; tahun.
5. )iabetes mellitus akibat malnutrisi0 ditemukan pada negara berkembang.
6. Penyebab geneti0 semuanya jarang ditemukan. )iabetes pada usia muda ? maturity
onset diabetes of the young H M$)JI@ barkaitan dengan gangguan #ungsi sel G
pankrea, misalnya M$)J 1A #at"r nuleus hepat"ksik abn"rmal %N.A5KF M$)J 2A
de#ek gluk"kinaseF M$)J 3A%N.A1K abn"rmal. *elainan geneti lainnya adalah
kelainan pada kerja insulin ? misalnya lepreaunisme tipe A yang resisten terhadap
insulin@.
2.3 *"mplikasi )iabetes Melitus
*"mplikasi Mikr"<askuler
Penyakit mata ?retin"pati@0 satu dari antara 3 "rang dengan diabetes mengalami
penyakit mata dan 6= mengalami kebutaan pada umur 3; tahun. -etin"pati terjadi
akibat penebalan 9eri<ate basal kapiler, yang menyebabkan pembuluh darah mudah
b""r ? perdarahan dan eksudat padat@, pembuluh darah tertutup ? iskemi retina dan
pembuluh darah baru@, dan edema maula.
Ne#r"pati0 keadaan ini terjadi 16A26 tahun setelah diagn"sis pada 36A56= pasien
dengan diabetes tipe 1 dan E2;= pasien dengan diabetes tipe 2. &esi awalnya adalah
hiper#iltrasi gl"merulus ?peningkatan laju #iltrasi gl"merulus@ yang menyebabkan
penebalan di#us pada membrane basal gl"merulus, bermani#estasi sebagai
mikr"albuminuria ?albimun dalam urin 3;A3;; mgDhari@, merupakan tanda yang
sangat akurat terhadap kerusakan <askuler seara umum dan menjadi predit"r
kematian akibat penyakit kardi"<askuler. Albuminuria persisten ? albumin urin L 3;;
mgDhari@ awalnya disertai dengan ,.- yang n"rmal, namun setelah terjadi pr"teinuria
berlebih ? pr"tein dalam urin L ;,6 gD25 jam@, ,.- menurun seara pr"gesi# dan
terjadi gagal ginjal.
Neur"pati0 keadaan ini terjadi melalui beberapa mekanisme, termasuk kerusakan pada
pembuluh darah keilyang memberi nutrisi pada sara# peri#er, dan metab"lism gula
yang abn"rmal.
*"mplikasi Makr"<askuler
)iabetes merupakan #at"r resik" may"r pembentukan arter"skler"sis. -asi" penyakit
serebr"<askuler meningkat 2 kali lipat, penyakit jantung k"r"ner meningkat 3A6 kali lipat,
dan penyakit pembuluh darah peri#er meningkat 5; kali. )iabetes berjalan sinergis dengan
#akt"r resik" makr"<askuler lainnya. $rang dengan diabetes tipe 2 yang asimt"matis
memiliki angka kematian yang sama dengan mereka yang tidak menderita diabetes tetapi
mempunyai gejala penyakit kardi"<askuler. .aktaA#akta ini membenarkan terapi
antiater"genik yang sangat agresi# pada semua penderita diabetes.
Penyakit kaki 0 keadaan ini merupakan akibat penyakit pembuluh darah peri#er ?kaki
dingin dan nyeri@, ne"r"pati peri#er ? kaki hangat, sering hanya dengan nyeri ringan@,
dan peningkatan keenderungan untuk terin#eksi, sehingga terbentuk ulkus, in#eksi
?selulitis dan "ste"mielitis@, gangrene dan kaki Mhar"t ?kaki hangat atau panas
dengan kerusakan sendi@
2.5 Terapi Spesi#ik )iabetes Melitus
1. Sarankan perubahan p"la makan0 usahakan menapai berat badan ideal ?karena
"besitas dapat meningkatkan resistensi terhadap insulin, dan pengurangan berat badan
dapat mengurangi resistensi terhadap diabetes tipe 2@. /atasi asupan karb"hidrat
"lahan dan perbanyak karb"hidrat k"mpleks. *urangi asupan lemak jenuh. %indari
k"nsumsi alk"h"l.
2. Insulin diberikan melalui subkutan dan digunakan pada semua pasien dengan
diabetes tipe 1 dan sebagian pada pasien dengan diabetes tipe 2.
3. $bat hip"glikemik "ral diindikasikan pada diabetes tipe 2 apabila pada diabetes tipe 2
apabila diet saja tidak ukup meng"ntr"l metab"lism.
2.6 $bat Anti )iabetik $ral
+mpat kateg"ri agen antidiabetes "ral yang sekarang tersedia adalah0 sul#"nylurea
biguanide, thia>"lidinedi"ne, dan gluk"sidase inhibit"r. Sul#"nylurea dan biguanid
merupakan "bat yang tersedia paling lama dan merupakan pilihan peng"batan tradisi"nal
awal untuk diabetes tipe 2. Thia>"lidinedi"ne, ditemukan sejak awal 1:9;Aan adalah agen
yang sangat e#ekti# untuk mengurangi resistensi insulin. AlphaAgluk"sidase inhibit"r
memiliki e#ek antidiabetes yang :eri<ate lemah dan digunakan sebagai terapi tambahan pada
"rang yang tidak bisa menapai tujuan glisemik dengan "bat lainnya. Sedangkan "bat
g"l"ngan biguanid dapat menghambat penyerapan gula di usus. $bat g"l"ngan ini meliputi0
#en#"rmin, met#"rmin ?,luiphageN, /en"#"rminN@, dan aarb"se ?,luk"bayN 6; dan 1;;@
merupakan "bat baru yang e#ekti# menghambat penyerapan gula di usus
$batA"bat dari kedua g"l"ngan tersebut ?sul#"nylurea dan biguanid@ dapat digunakan
sendiriAsendiri atau dik"mbinasi, tetapi setiap maam "bat dari g"l"ngan yang sama tidak
b"leh digunakan seara bersamaan ?%al ini karena biguanid berbeda dengan g"l"ngan
sul#"nylurea yang tidak merangsang sekresi insulin.
2.7 ,"l"ngan /iguanid
/iguanid paling sering diresepkan untuk pasien yang hiperglikemia disebabkan
sindr"m resistensi insulin. Terapi met#"rmin menurunkan risik" mar"<asular serta penyakit
mikr"<askuler, ini berbeda dengan terapi lain, yang hanya diubah m"rbiditas mikr"<askuler.
/iguanide juga ditunjukkan untuk digunakan dalam k"mbinasi dengan insulin atau
thia>"lidinedi"ne penderita diabetes tipe 2. Met#"rmin berguna dalam penegahan diabetes
tipe 2 yaitu terjadinya in#eksi baru diabetes tipe 2 pada paruh baya, penderita "besitas dengan
gangguan t"leransi gluk"sa dan puasa hiperglikemia.
M"nt"h $batA"bat g"l"ngan biguanid 0
/u#"rmin
*hasiat 6O lebih dari Met#"rmin, si#atnya banyak kesamaan dengan met#"rmin, t P Q
3 jam, dieksresi utuh melalui ginjal. /"#"rmin tidak lagi dipakia karena memiliki resik"
tinggi menyebabkan asid"sis laktat ?hiperlaktatemia@. Asid"sis laktat adalah k"ndisi yang
disebabkan "leh tingkat laktat yang terlalu tinggi dalam aliran darah dan jaringan, sehingga
tubuh tidak mampu menguraikannya.
.en#"rmin
*hasiat 2; O lebih dari met#"rmin tetapi lebih t"ksik F res"rpsi perlahan R tidak
lengkap, di hati mengalami /i"trans#"rmasi, dieksresi melalui ginjal. .en#"rmin juga tidak
lagi digunakan.
Met#"rmin
Termasuk antihiperglikemi "ral untuk peng"batan diabetes mellitus tipe 2. Met#"rmin
dapat digunakan sendiri maupun k"mbinasi dengan 1;eri<ate1;m1;a. Met#"rmin terutama
bekerja dengan jalan mengurangi pengeluaran gluk"sa hati dengan ara menghambat
gluk"ne"genesis. $rang dengan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin biasanya
disarankan untuk menurunkan d"sis insulin ketika akan menggunakan met#"rmin. Perbaikan
penuh dalam 1;eri<at gluk"sa darah dan kadar k"lester"l mungkin tidak terlihat pada
penggunaan "bat selama 5 sampai 7 minggu.
Met#"rmin adalah kerabat kimia untuk tanaman lila Peranis, yang diatat pada
tahun 1:;;Aan untuk menurunkan gula darah. Namun, lila Peranis, seperti phen#"rmin,
ternyata terlalu t"ksik untuk digunakan pada manusia. Met#"rmin, dengan waktu tindakan
jauh lebih pendek daripada phen#"rmin, memiliki risik" lebih rendah dan ukup aman untuk
digunakan "leh "rang yang sehat. /ahkan, dalam studi (*P)S met#"rmin adalah satuA
satunya "bat yang mengurangi angka kematian terkait diabetes, serangan jantung, dan str"ke.
%anya saja met#"rmin tidak b"leh digunakan "leh mereka yang menggunakan lebih dari dua
"ns atau dua minuman alk"h"l per hari, pengidap gagal jantung k"ngesti#, atau yang
memiliki penyakit ginjal yang signi#ikan, kerusakan hati, atau penyakit paruAparu.
Met#"rmin menurunkan kadar gluk"sa darah puasa dengan rataArata 26= ?18 menjadi
38=@, gluk"sa darah p"stprandial sampai dengan 55,6=, dan A1M rataArata 1,6= ?;,9
menjadi 3,1=@. Met#"rmin mengurangi peningkatan kadar insulin plasma dalam kasus
sindr"m 11eri<ate11 sebanyak 3;= dan mengurangi kebutuhan insulin disuntikkan di 2s
'enis sebesar 16 ke 32=.
Met#"rmin memiliki beberapa keuntungan yang berbeda dalam meng"bati diabetes.
*elebihan gluk"sa yang dihasilkan "leh hati adalah sumber utama gula darah tinggi pada
diabetes tipe 2. Met#"rmin mengurangi kelebihan kadar gluk"sa dan membantu dalam
menurunkan gula darah, terutama setelah makan, tanpa resik" hip"glikemia jika digunakan
tanpa k"mbinasi. Pada studi (*P)S selama 1; tahun terlihat bahwa lebih dari 3.;;; "rang
dengan diabetes tipe 2 yang diterapi dengan met#"rmin mengalami penurunan m"rtalitas 37=
dan penurunan 3:= pada serangan jantung.
)ari berbagai deri<ate biguanide, data #en#"rmin yang paling banyak terkumpul tetapi
sediaan ini dilarang dipasaran di Ind"nesia karena bahaya asid"sis laktat yang mungkin
ditimbulkan. )i +r"pa #en#"rmin digantikan dengan met#"rmin yang kerjanya serupa dengan
#en#"rmin tetapi diduga lebih sedikit menyebabkan asid"sis laktat. )"sis met#"rmin ialah 1A3
g sehari dibagi dalam dua atau tiga kali pemberian.
2.8 Mekanisme *erja /iguanide
Mekanisme kerja g"l"ngan biguanid seara umum meliputi 0
1. Stimulasi glik"lisis seara langsung dalam jaringan dengan peningkatan eliminasi
gluk"sa dari darah
2. Penurunan gluk"ne"genesis hati
3. Peningkatan perubahan gluk"sa menjadi laktat "leh enter"sit,
5. Penurunan kadar glukag"n plasma
6. Meningkatkan pengikatan insulin pada resept"r
/iguanid sebenarnya bukan "bat hip"glikemik tetapi suatu antihiperglikemik, tidak
menyebabkan rangsangan sekresi insulin dan umumnya tidak menyebabkan hip"glikemia.
Met#"rmin menyebabkan turunnya pr"duksi gluk"sa di hepar dan meningkatkan sensiti<itas
jaringan "t"t dan adip"se terhadap insulin. +#ek ini terjadi karena adanya akti<asi kinase di
sel ?AMP activated protein kinase@. Meskipun masih k"ntr"<ersial, adanya penurunan
gluk"sa hepar, banyak data yang menunjukkan bahwa e#eknya terjadi akibat penurunan
gluk"ne"genesis. Preparat ini tidak mempunyai e#ek yang berarti pada sekresi gluag"n,
k"rtis"l, h"rm"ne pertumbuhan, dan s"mat"statin.
/iguanid tidak merangsang ataupun menghambat perubahan gluk"sa menjadi lemak.
Pada pasien diabetes yang gemuk, biguanid dapat menurunkan berat badan dengan
mekanisme yang belum jelas pula, pada "rang n"ndiabetik yang gemuk tidak timbul
penurunan berat badan dan kadar gluk"sa darah.
2.9 )"sis Pemakaian
Met#"rmin "ral akan mengalami abs"rpsi di intestine, dalam darah tidak terikat
pr"tein plasma, ekskresinya melalui urin dalam keadaan utuh. Waktu paruhnya sekitar 2
jam.)"sis awal 2 O 6;; mg, umumnya d"sis pemeliharaan ?maintenance dose@ 3 O 6;; mg,
d"sis maksimal 2,6 g. "bat diminum pada waktu makan. Pasien )M yang tidak memberi
resp"n dengan sul#"nylurea dapat diatasi dengan met#"rmin, atau dapat juga diberikan
sebagai terapi k"mbinasi dengan insulin atau sul#"nylurea.
Peng"batan dimulai dengan tablet 6;; mg tunggal diberikan bersamaan dengan
sarapan untuk beberapa hari. 'ika hiperglikemia tetap ada maka tablet dengan d"sis 6;; mg
kedua dapat ditambahkan dengan makan malam. 'ika kenaikan d"sis lebih lanjut setelah 1
minggu, sebuah tablet dengan d"sis 6;;mg dapat ditambahkan saat makan siang, atau tablet
dengan d"sis 96; mg dapat diresepkan dua kali sehari atau tiga kali sehari tergantung dari
maksimum d"sis yang disarankan. )"sis diberikan seara bertahap karena menelan lebih dari
1;;; mg pada satu waktu dapat menimbulkan e#ek samping gastr"intestinal yang signi#ikan.
2.: +#ek Samping
%ampir 2;= pasien dengan met#"rmin mengalami mual, muntah, diare serta keap
l"gam, tetapi tidak menurunkan d"sis keluhanAkeluhan tersebut segera hilang. Pada beberapa
pasien yang mutlak bergantung pada insulin eks"gen, kadangAkadang biguanid menimbulkan
ket"sis yang tidak disertai dengan hiperglikemi. %al ini harus dibedakan dengan ket"sis
karena de#esiensi insulin.
Met#"rmin harus dihentikan pada 3A6= pasien akibat diare persisten. Penyerapan
<itamin /12 juga dapat berkurang selama terapi met#"rmin jangka panjang, sehingga butuh
tambahan injeksi <itamin /12 jika mengk"nsumsi "bat ini dalam jangka panjang.
Pada pasien dengan gangguan #ungsi ginjal atau system kardi"<askular, pemberian
biguanid dapat menimbulkan peningkatan kadar asam laktat dalam darah, sehingga hal ini
dapat mengganggu keseimbangan elektr"lit dalam airan tubuh.Indikasi Sediaan biguanid
tidak dapat menggantikan #ungsi insulin end"gen, dan digunakan pada terapi diabetes
dewasa.
2.1; *"ntraindikasi
/iguanid tidak b"leh diberikan pada kehamilan, pasien penyakit hepar berat, penyakit
ginjal dengan uremia dan penyakit jantung k"ngesti# dan penyakit paru dengan hip"ksia
kr"nik. Pada pasien yang akan diberi >at k"ntras intra<ena atau yang akan di"perasi,
pemberian "bat ini sebaiknya dihentikan dahulu. Setelah lebih dari 59 jam biguanid baru
b"leh diberikan dengan atatan #ungsi ginjal harus tetap n"rmal. %al ini untuk menegah
terbentuknya laktat yang berlebihan dan dapat berakhir #atal akibat asid"sis laktat. Insiden
asid"sis akibat met#"rmin E ;,1 kasus per 1;;; pasien per tahun dan m"rtalitasnya lebih
rendah lagi.
2.11 Interaksi $bat0
Aarb"se penghambat alphaAgluk"sidase mengurangi bi"a<ailabilitas met#"rmin dan
mengurangi k"nsentrasi punak plasma met#"rmin rataArata, tetapi waktu untuk
menapai k"nsentrasi punak tersebut tidak berubah.
,etah guar dapat mengurangi keepatan abs"rpsi met#"rmin dan mengurangi
k"nsentrasi met#"rmin dalam darah.
Simetidin menghambat sekresi met#"rmin pada tubular ginjal seara k"mpetiti# dan
meningkatkan daerah di bawah kur<a k"nsentrasi plasma met#"rmin terhadap waktu
serta mengurangi ekskresi ginjal met#"rmin.
Antik"agulan "ral phenpr""um"n menambah eliminasi "bat ini, meningkatkan
aliran darah hati dan ekstraksi hati sebagai e#ek met#"rmin pada akti<itas en>im
mikr"s"mal.
2.12 Nama Paten, Nama )agang dan /entuk Sediaaan
,lu"phage, tablet 6;; mg, tablet #"rte 96; mg ?merk@
,luimin, tablet 6;; mg, tablet #"rte 96; mg ?deOa media@
)iabeO, tablet 6;; mg, tablet #"rte 96; mg ?"mbiphar@
Penyimpanan0
Simpan pada suhu kamar ?26 ! 3; derajat Melsius@.
.
BAB III
PENUUP
!%1 K&'()*+,-.
)iabetes melitus adalah sebuah sindr"ma yang disebabkan "leh kekurangan insulin
baik abs"lut maupun relati#. Seara klinis dikarakterisasi "leh gejala int"leransi
gluk"sa dan perubahan dalam metab"lisme lipid dan pr"tein. Abn"rmalitas
metab"lisme, terutama hiperglikemia, dapat menyebabkan k"mplikasi lain seperti
neur"pati, retin"pati, dan ne#r"pati.
Seara garis besar peng"batan #armak"l"gi diabetes dibagi menjadi dua, yaitu
menggunakan insulin dan A)$ ?anti diabeti "ral@.
$bat hip"glikemik "ral diindikasikan pada pada diabetes tipe 2 apabila diet saja tidak
ukup meng"ntr"l metab"lisme.
/iguanid salah satu anti diabeti "ral paling sering diresepkan untuk pasien yang
hiperglikemia disebabkan sindr"m resistensi insulin.
)ari berbagai deri<ate biguanid, data #en#"rmin yang paling banyak terkumpul tetapi
sediaan ini dilarang dipasaran di Ind"nesia karena bahaya asid"sis laktat yang
mungkin ditimbulkan. )i +r"pa #en#"rmin digantikan dengan met#"rmin yang
kerjanya serupa dengan #en#"rmin tetapi diduga lebih sedikit menyebabkan asid"sis
laktat.
!%2 S-/-.
Pada penderita diabetes penting untuk menetapkan p"la makan sehat, usahakan
menapai berat badan ideal ?karena "besitas dapat meningkatkan resistensi terhadap
insulin, dan pengurangan berat badan dapat mengurangi resistensi terhadap diabetes
tipe 2@. /atasi asupan karb"hidrat "lahan dan perbanyak karb"hidrat k"mpleks.
*urangi asupan lemak jenuh. %indari k"nsumsi alk"h"l.
Waspadai e#ek samping yang mungkin terjadi ketika menggunakan anti diabeti "ral
pada diabetes mellitus tipe 2. 'ika terjadi sesuatu yang sangat menganggu atau
membahayakan segera hubungi d"kter.
Terapi met#"rmin jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan abs"rpsi <itamin
/12 dan asam #"lat di saluran erna, "leh karena itu perlu diperiksa kadar <itamin
/12 dalam serumnya tiap tahun.
Perlu hatiAhati untuk "rangA"rang lanjut usia, in#eksi serius dan dalam keadaan
trauma.
DAFAR PUSAKA
)a<ey, Patrik. 2;;2. At a Glance Medicine. 'akarta0 +rlangga
.armak"l"gi dan terapi .*(I ed.6. 1:82. 'akarta0 ,aya /aru
*at>ung, /ertram ,. 2;;2. Farmakologi dasar dan klinik ed.8. 'akarta0 Salemba Medika
,""dman and ,ilmans. 1::;. The Pharmacological basis of therapeutics, 9
th
. Ma Milan
Publishing M"mpany
http0DDpdd"kter."m
http0DDhabib.bl"g.ugm.a.id
http0DDwww.dehaare."m
http0DDwww.depkes.g".id

Anda mungkin juga menyukai