Anda di halaman 1dari 7

Urea Dalam Urin

2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 1

Urea Dalam Urin
Selasa, 9 Mei 2014
Raisa Soraya*, Naryanto, Melinda Indana Nasution, Septiwi Tri Pusparini
Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam
Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2014
ABSTRAK
Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat
gas. Zat-zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO
2
(paru-paru).
Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu
bahkan meracuni tubuh. Urea hasil akhir metabolisme nitrogen pada mamalia, dibentuk di
dalam hati, melalui siklus Krebs-Henseleit, dan dieksresikan di dalam urine. Urine orang
dewasa normal berjumlah kira-kira 32 gram sehari dengan jumlah rata-rata 1-2 liter/hari
bergantung dari banyaknya cairan yang dimasukan. Komposisi urine terdiri dari 96% air,
Natrium, Pigmen Empedu, 1,5% garam, Kalium, Toksin, 2,5% urea, kalsium, Bikarbonat,
Kreatinin N, Magnesium, Kreatini, Khlorida, Asam urat N, Sulfat anorganik, Asam urat,
Fosfat anorganik, Amino N, Sulfat, Amonia N dan Hormon. Urea terkandung dalam urine
karena urine merupakan salah satu penghasil nitrogen yang akan dimetabolisis menjadi urea.
Urea biasa dijadikan sebagai pupuk tanaman. Urea dengan rumus kimia (CO(NH
2
)
2
) secara
kimiawi maupun fisiologis urea merupakan pupuk netral. Pupuk urea adalah pupuk yang
paling banyak digunakan di Indonesia. Uji titik leleh urea yang didapat dari percobaan
sebesar 200C.
Kata kunci: Urine,urea, Eksresi.

Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 2

INTRODUCTION
Salah satu penghasil nitrogen adalah limbah manusia yaitu urine (air seni), yang akan
dimetabolisis menjadi urea. Urea merupakan produk akhir normal dari metabolisme protein
yang berbentuk padat, larut dalam air dan tak berwarna dan merupakan produk akhir dari
metabolisme protein. Urine sebagai limbah nitrogen yang mengandung urea tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai sumber pupuk. Akan tetapi, pada kondisi tertentu dalam air urea
mempunyai ion ammonium yang dapat berubah menjadi nitrit yang bersifat racun atau
berubah menjadi ammoniak yang dapat mencemari udara.
Urine memiliki sifat kimia dan fisik diantaranya adalah (1) Jumlah rata-rata 1-2
liter/hari tergantung banyaknya cairan yang dimasukan (2) Berwarna bening/orange pucat
tanpa endapan, (3) Mempunyai bau yang menyengat, dan (4) Reaksi sedikit asam terhadap
lakmus dengan pH rata-rata 6. Sedangkan komposisi urine adalah 96% air, Natrium, Pigmen
Empedu, 1,5% garam, Kalium, Toksin, 2,5% urea, kalsium, Bikarbonat, Kreatinin N,
Magnesium, Kreatini, Khlorida, Asam urat N, Sulfat anorganik, Asam urat, Fosfat anorganik,
Amino N, Sulfat, Amonia N dan Hormon, (La Ode Sumarlin).
Ammonia merupakan senyawa yang ada di dalam urin, yang bersifat basa bila terkena
sinar atau panas akan menimbulkan bau menyengat. Bau ammonia tersebut berasal dari
peruraian urea sebagai komponen bahan organik terbanyak dalam urin oleh jasad renik
menjadi energi dan gas (NH
3
). Urin mengandung ammonium sianat (NH
4
CNO), dan jika
terkena sinar atau panas akan menjadi urea [CO(NH
2
)
2
]. Urea tersebut terhidrolisis rnenjadi
dua fraksi yaitu karbondioksida (CO
2
) dan ammonia (NH
3
). Selanjutnya ammonia
(NH
3
)bereaksi dengan air (H
2
O) yang akan terhidrolisis menjadi ammonium (NH
4
+
) dan ion
hidroksida (OH
-
). Menurut Bykov urine terbentuk dalam ginjal dan dibuang dari tubuh lewat
saluran. Urine terdiri dati 98% air dan yang lainnya terdiri dari pembentukan metabolisme
nitrogen (urea, uric acid, creatinin dan juga produk lain dari metabolisme protein. Dan
menurut Kimber (1949) urine biasanya bersifat kurang asam dengan pH antara 5 - 7. Urine
yang sehat berat jenisnya berkisar 1.010 - 1.030, tergantung perbandingan larutan dengan air.
Banyaknya urine yang dikeluarkan dalam t hari dari 1.200 - 1.500 cc (40 - 50 oz), (Ana
Hidayati Mukaromah. 2010).
Urinalisa merupakan tes laboraturium yang paling umum. Spesien biasanya diambil
pada saat pertama kali pasien berkemih di pagi hari. Kandungan urine segar melai berubah
setelah 15 menit, ( Barbara Hegner. 2003: 349).
Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 3

Urea hasil akhir metabolisme nitrogen pada mamalia, dibentuk di dalam hati, melalui
siklus Krebs-Henseleit, dan dieksresikan di dalam urine orang dewasa normal yang berjumlah
kira-kira 32g sehari (kira-kira 6/7 nitrogen dieksresikan dari tubuh). Urea ini telah digunakan
sebagai diuretik pada uji fungsi ginjal, dan secara topikal digunakan untuk berbagai
dermatitis, (Stedman. 2001. 1973: 141).
Urea merupakan persenyawaan organik, tidak bermuatan listrik, titik leleh sebesar
132,7C, panas leleh 60 kal/gram, titik didih dalam air 115C, berbentuk butiran berwarna
putih, rumus kimia (CO(NH
2
)
2
) secara kimiawi maupun fisiologis urea merupakan pupuk
netral, tidak menyebabkan tanah menjadi asam, dan urea juga bersifat higroskopis. Urea
pertama kali ditemukan oleh Roulle di tahun 1773 didalam urine. Kemudian pada tahun 1823
Provost dan Dumas mengatakan bahwa urea dikeluarkan dari ginjal yang berasal dari dalam
hati. Penemuan-penemuan ini diikuti oleh Wohler tahun 1823 dengan mensintesis urea dari
ammoniak dan asam sianida.
Urea merupakan padatan butiran atau prill yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi
antara ammonia (NH3) dengan karbondioksida (CO2). Pupuk ini mengandung nitrogen
minimal 46% diantara semua pupuk padatan. Pupuk nitrogen ini digunakan untuk
pertumbuhan batang dan daun. Urea mudah larut dalam air dan tidak mempunyai residu
garam sesudah pemakaian untuk tanaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan urea
adalah temperatur, tekanan, perbandingan NH3 dan CO2, kandunngan air dan oksigen,
(D.Agustia.2011).

MATERIAL AND METHODS
Alat:
Gelas kimia 250ml
Kaki tiga dan kawat kasa
Bunsen/spiritus
Pengaduk
Penjepit kayu
Corong
Statif dan ring
Penangas air
Neraca Ohauss
Kaca arloji
Spatula
Gelas ukur
Pipet tetes
Kaleng
Termometer
Oven
Pipa kapiler
Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 4


Bahan:
Urine segar 250 ml
Kertas saring
HNO
3

Es batu
Karet gelang
1 gram arang aktif
Alkohol 205 ml
Minyak sayur
Air (H
2
O)

Prosedur Percobaan:
1. 250 ml urine segar
2. Panaskan hingga 50-100 ml
3. Tambahkan alkohol 100 ml, perbandingan 1:1
4. Sampai terbentuk endapan, endapan disaring
5. Endapan ditambah alkohol 100 ml ditambah 1gr arang aktif, diuapkan
6. Letakkan di ice bath, ditambah 25 ml HNO
3
sedikit demi sedikit (sambil diaduk)
7. Disaring endapannya, cuci dengan 1:1, air : HNO
3

8. Endapan disaring lagi dengan campuran 15 ml eter, ditambah 5 ml alkohol
9. Keringkan pada suhu ruangan
10. Uji titik leleh

RESULT AND DISCUSSION
Prosedur Kerja Pengamatan
200 ml urine segar diuapkan Bau menyengat
Setelah volume urine 50-100 ml lalu
ditambah alkohol 100 ml
Tidak ada bau menyengat, warna berubah
menjadi coklat
Disaring Waktu penyaringan 3 jam
Ditambah alkohol lalu ditambah 1 gram
arang aktif
Larutan urine berubah warna menjadi hitam
Diuapkan Ketika penguapan harus dipastikan sudah
tidak tercium bau urine, Volume berkurang
karena penguapan
Diletakkan di ice bath, ditambah HNO
3
25 ml Tidak ada perubahan, warna hitam
Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 5

sedikit demi sedikit (sambil diaduk)
Disaring endapannya, cuci dengan 1:1, air :
HNO
3

Endapan berwarna hitam
Endapan disaring lagi dengan campuran 15
ml eter, ditambah 5 ml alkohol
Ketika dicampur dengan 15 ml eter
penguapan lebih cepat, endapan berwarna
hitam
Didiamkan pada suhu kamar 28C
Uji titik leleh 200C

Pembahasan:
Pada praktikum urea dalam urine, urine segar yang digunakan sebanyak 200 ml
dikarenakan kurangnya pasokan urine segar. Komposisi urine terdiri dari 96% air, Natrium,
Pigmen Empedu, 1,5% garam, Kalium, Toksin, 2,5% urea, kalsium, Bikarbonat, Kreatinin N,
Magnesium, Kreatini, Khlorida, Asam urat N, Sulfat anorganik, Asam urat, Fosfat anorganik,
Amino N, Sulfat, Amonia N dan Hormon. Urine merupakan hasil eksresi ginjal. Dalam
bidang kedokteran, urinalisa atau uji urine merupakan tes laboraturium yang paling umum.
Untuk mengidentifikasi penyakit salah satunya dapat diketahui dari urinalisa.
Ammonia merupakan senyawa yang ada di dalam urin, yang bersifat basa bila terkena
sinar atau panas akan menimbulkan bau menyengat. Bau ammonia tersebut berasal dari
peruraian urea sebagai komponen bahan organik terbanyak dalam urin oleh jasad renik
menjadi energi dan gas (NH
3
). Urin mengandung ammonium sianat (NH
4
CNO), dan jika
terkena sinar atau panas akan menjadi urea [CO(NH
2
)
2
]. Urea tersebut terhidrolisis rnenjadi
dua fraksi yaitu karbondioksida (CO
2
) dan ammonia (NH
3
). Selanjutnya ammonia (NH
3
)
bereaksi dengan air (H
2
O) yang akan terhidrolisis menjadi ammonium (NH
4
+
) dan ion
hidroksida (OH
-
).
Urea diperoleh dari reaksi eksotermis antara ammonia dan CO
2
yang menghasilkan
karbamat, selanjutnya ammonia karbamat diuraikan dengan reaksi endotermis menjadi urea
dan air.
Reaksi yang terjadi adalah :
2NH
3
+ CO
2
NH
2
COONH
4

NH
2
COONH
4
NH
2
CONH
2
+ NH
3
Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 6

Reaksi antar CO
2
dan NH
3
menjadi urea berlangsung secara bolak balik dan sangat
dipengaruhi oleh tekanan, temperatur, komposisi dan waktu reaksi.

Sifat-sifat urea antara lain :
1. Rumus molekulnya CH
4
N
2
O
2
. Mudah larut dalam air dan alcohol
3. Sedikit larut dalam eter
4. Berat molekulnya 60,06
5. Titik lebur 132,7C
6. Kandungan nitrogen (material murni) mengandung 46,6%
7. Pada temperatur kamar tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau.
8. Bentuk kristal tetragonal.
9. Indeks bias 1,484. (Ana Hidayati Mukaromah. 2010).

Urea dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman. Pupuk urea adalah pupuk yang paling
banyak digunakan di Indonesia. Bila pupuk urea ditambahkan kedalam tanah yang lembab,
maka urea mngalami hidrolisis dan berubah menjadi ammonium karbonat. Maka sebelum
hidrolisis terjadi, urea bersifat mobil seperi nitrat dan ada kemungkinan tercuci kebawah zona
perakaran.

Titik leleh urea menurut literatur = 200C
Titik leleh urea yang didapat dari percobaan = 132,7C
% Kebenaran =

,
x 100 = 15 %
CONCLUSION
Berrdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat
gas.
2. Urine merupakan salah satu penghasil nitrogen yang akan dimetabolisis menjadi urea.
3. Urea merupakan persenyawaan organik, rumus kimia (CO(NH
2
)
2
) secara kimiawi
maupun fisiologis urea merupakan pupuk netral.
Urea Dalam Urin
2014

Laporan Praktikum Kimia Organik II Page 7

4. Titik leleh urea yang didapat dari praktikum adalah 200C, literatur titik leleh urea
adalah 132,7C
REFERENCE LIST
Hegner, Barbara dan Esther Caldwell. 2003. Asisten Kepereawatan Suatu Pendekatan
Proses Keperawatan Edisi Keenam. Jakarta:Buku Kedokteran EGC.
Stedman. 2001. Kamus Ringkas Kedokteran Edisi Keempat. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Agustia .D. 2011. Uji Titik Leleh Urea Dalam Urine.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27998/3/Chapter%20II.pdf diakses pada
tanggal 13 Mei 2014 pukul 19:30 WIB.
Mukaromah, Hidayati. A, dkk. 2010. Penggunaan self cleanfug Fotokatalis Tio2 dalam
MendegradasiAmmonium (NHd) Berdasarkan lama waktu penyinalan. Jurnal Kesehatan.
Sumarlin, La Ode. tanpa tahun. Penggunaan Self Cleanfug Fotokatalis Tio
2
Dalam
Mendegradasi Ammonium (NHd) Berdasarkan Lama Waktu Penyinaran.