Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN PRAKTIKUM 1 SENSOR

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


PRAKTIKUM SENSOR












Oleh :
Danang Biantara
212341054
3 AEB


TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA
POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

Jl. Kanayakan no. 21, DAGO 40235, Tromol Pos 851 BANDUNG 40008 INDONESIA
Phone : 62 022 2500241 Fax : 62 022 2502649 Homepage : http ://www.polman-bandung.ac.id
e-mail : polman@melsa.net.id
2014


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum 1 Sensor.
Laporan ini merupakan realisasi dari hasil kegiatan perkuliahan berupa praktikum di
laboratorium komputer yang penulis lakukan untuk melaksanakan kewajiban sebagai
mahasiswa kepada dosen mata kuliah sensor.
Dalam penulisan laporan ini, penulis masih banyak memiliki kekurangan dan
kesalahan dalam penulisan ataupun penyusunan laporan. Untuk itu, penulis mengharapkan
saran dan kritik untuk lebih menyempurnakan laporan ini dan menjadi bahan pertimbangan
penulisan dan penyusunan laporan yang selanjutnya.









Bandung, 9 Mei 2014


Penulis









POLITEKNIK MANUFAKTUR
BANDUNG
CATATAN MINGGUAN PRAKTIK AE






PROGRAM :Praktikum 1 Sensor MINGGU KE :
HARI / TGL KEGIATAN WAKTU


Senin

05 / Mei / 2014
Baris, absensi,berdoa 06.55-07.05
Penjelasan materi, pembagian piket dan kelompok 07.05-09.00
Istirahat 09.00-09.15
Pengusulan aplikasi dan belanja material 09.15-11.40
Istirahat, shalat, dan makan 11.40-12.40
Membuat skematik rangkaian aplikasi 12.40-15.00
Bersih bersih, baris, absensi dan berdoa 15.00-15.20



Selasa

06 / Mei / 2014
Baris, absensi,berdoa 06.55-07.05
Mengenal karakteristik sensor cahaya LDR, Photo Dioda, dan Photo Transistor 07.05-09.00
Istirahat 09.00-09.15
Mengenal karakteristik sensor suhu PTC, NTC, LM335 09.15-11.40
Istirahat, shalat, dan makan 11.40-12.40
Membuat rangkaian pembagi tegangan tanpa beban dan dengan beban
(Tanpa Voltage Follower dan Dengan Voltage Follower)
12.40-15.00
Bersih bersih, baris, absensi dan berdoa
15.00-15.20


Rabu

07 / Mei / 2013
Baris, absensi,berdoa 06.55-07.05
Membuat rangkai Span & Zero 07.05-09.00
Istirahat 09.00-09.15
Membuat rangkaian Span & Zero 09.15-11.40
Istirahat, shalat, dan makan 11.40-12.40
Membuat rangkaian aplikasi 12.40-15.00
Bersih bersih, baris, absensi dan berdoa
15.00-15.20


Kamis

08 / Mei/ 2014
Baris, absensi,berdoa 06.55-07.05
Membuat rangkaian aplikasi 07.05-09.00
Istirahat 09.00-09.15
Membuat rangkaian aplikasi 09.15-11.40
Istirahat, shalat, dan makan 11.40-12.40
Membuat rangkaian aplikasi 12.40-15.00
Bersih bersih, baris, absensi dan berdoa 15.00-15.20


Jumat

09 / Mei / 2013
Baris, absensi,berdoa 06.55-07.05
Tes rangkaian aplikasi dan Span & Zero 07.05-09.00
Istirahat 09.00-09.15
Tes rangkaian aplikasi dan Span & Zero 09.15-10.50
Istirahat,shalat jumat 10.50-13.20
Kemahasiswaan PKM 13.20-15.00
Baris, absensi,berdoa 15.00-15.20
Sabtu

10 / Mei / 2013
LIBUR
CATATAN : (absensi,lembur,kompensasi) TOTAL : 41 Jam 20 Menit


INSTRUKTUR


Dr.Ing. Yuliadi Erdani M.Sc.

13.30-14.00
sensor Actuator
Prosesor
Besaran
fisis
- prosesor
- PC
- controler
- PLC
- Listrik
- Pneumatic
- dll

PENDAHULUAN
Sensor adalah suatu alat yang dapat mengubah satu besaran fisis menjadi besaran fisis yang
lain. Gambar berikut adalah contoh skema kontrol secara umum :








Gambar 10-1. Contoh skema kontrol















Karakteristik sensor cahaya
1. LDR (Light Dependent Resistor)








LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor yang berubah hambatannya
karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan
cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.
LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor yang biasa digunakan sebagai
pendeteksi cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya. Light Dependent Resistor, terdiri
dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elekrtroda pada
permukaannya.


Hasil Praktikum

Intensitas Cahaya Nilai Tahanan
Gelap 800 k
Redup 4.3 k
Terang 0.3 k

Kesimpulan
Sensor cahaya LDR mengalami perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada
cahaya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10M ohm dan dalam keadaan terang
sebesar 1K ohm atau kurang. Jadi makin gelap keadaan yang di deteksi LDR makin besar
resistansinya, jika makin terang resistansinya makin kecil.


2. Photo Diode
A
5 V
10k


Photodioda adalah sebuah dioda yang dioptimasi untuk menghasilkan aliran elektron
(atau arus listrik) sebagai respon apabila terpapar oleh sinar ultraviolet, cahaya tampak, atau
cahaya infra merah. Kebanyakan photodioda dibuat dari silikon, tetapi ada juga yang dibuat
dari germanium dan galium arsenida.

Hasil Praktikum
Intensitas Cahaya Nilai Arus
Gelap 0 A
Terang 2.5 mA

Kesimpulan
Ketika intensitas cahaya yang diterima photodiode rendah, arus tidak akan mengalir.
Semakin tinggi intensitas cahaya bebanding lurus dengan nilai arus yang dilewatkan oleh
photodiode. Photo Dioda menangkap cahaya lalu mengubahnya menjadi listrik. Semakin
terang cahaya yang diterima photodioda, semakin besar nilai arus.


3. Photo Transistor

A
5 V
R

Phototransistor merupakan suatu jenis transistor yang mendeteksi cahaya yang ada
disekitarnya. Ketika basis menangkap cahaya maka collector akan terhubung dengan emitter
dalam hal ini transistor bekerja. Prinsip kerja phototransistor sama seperti transistor pada
umumnya dengan kata lain phototransistor akan bekerja seperti saklar dengan parameter
cahaya untuk mendapatkan kondisi on dan off. Ketika cahaya dengan frekuensi diatas
frekuensi ambang suatu bahan semikonduktor transistor pada daerah basisnya, maka
terbentuklah pasangan elektron dan hole (lubang) sehingga menyebabkan arus seolah-olah
mengalir masuk kedalam basis.Besarnya arus ini bergantung kepada besarnya intensitas
cahaya yang diberikan kepadanya. Daerah utama dari terbentuknya arus ini adalah daerah
persambungan kolektor dan basis. Berikut ini adalah simbol phototransistor.


Kesimpulan :
Photo Transistor menangkap cahaya. Kepekaannya lebih baik daripada photodiode
karena memiliki penguat terintegrasi. Besarnya arus yang mengalir di antara kolektor dan
emitor sebanding dengan cahaya yang diterima photo transistor. Semakin banyak cahaya
yang diterima, semakin besar nilai arus.


Karakteristik sensor suhu
1. PTC (Positive Temperature Coefficient)
PTC merupakan termistor dengan koefisien yang positif.

Hasil Praktikum

Temperatur Nilai Tahanan
Suhu Kamar 36
Dipanaskan dengan api 150

Kesimpulan
Semakin tinggi suhu yang diterima oleh PTC, semakin tinggi nilai tahanan
yang diberikan. Hambatan awalnya 10K ohm. Saat diberi panas hambatannya naik
mencapai 80K ohm. Jadi panas yang di terima PTC akan menaikkan hambatan.

2. NTC (Negative Temperature Coefficient)
NTC merupakan termistor yang mempunyai koefisient negatif.
Hasil Praktikum

Temperatur Nilai Tahanan
Suhu ruangan 7 k
Dipanaskan dengan api 1.2 k

Kesimpulan
Pada NTC, semakin tinggi suhu yang diterima NTC maka nilai tahanan
semakin menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan PTC. Hambatan awalnya 10K
ohm. Saat diberi panas hambatannya turun mencapai 1K ohm. Jadi panas yang
diterima NTC akan menurunkan hambatan.

3. LM35








Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan. IC
LM 35 sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC),
dimana output tegangan keluaran sangat linear terhadap perubahan suhu.

Gambar Bentuk Fisik Sensor LM35

Proses berubahnya panas menjadi tegangan dikarenakan di dalam LM35 ini terdapat
termistor berjenis PTC (Positive Temperature Coefisient), yang mana termistor inilah yang
menangkap adanya perubahan panas. Prinsip kerja dari PTC ini adalah nilai resistansinya
akan meningkat seiring dengan meningkatnya temperature suhu. Resistansi yang semakin
besar tersebut akan menyebabkan tegangan output yang dihasilkan semakin besar

Hasil Praktikum

Supply Voltage Temperature Vout
12 V Suhu Kamar 12.23 V
12 V Dipanaskan dengan api 13.51 V

Kesimpulan
LM35 bekerja dengan Vin = 5V. Sensor ini bekerja untuk mengetahui temperature
yang di ubah menjadi bentuk besaran elektrik. Terdiri dari 3 kaki yaitu Vin, Vout, dan GND.
Keluarannya linear yaitu 10 milivolt per 1 derajat celcius. Semakin panas suhu, vout semakin
besar.

PERCOBAAN RANGKAIAN PEMBAGI TEGANGAN
Rangkaian pembagi tegangan merupaka rangkaian yang terdiri atas resistor dan
berfungsi untuk membagi tegangan.
Rangkaian voltage follower adalah rangkaian yang menghasilkan tegangan output
sama dengan tegangan inputnya. Fungsi dari rangkaian voltage follower pada peralatan
elektronika adalah sebagai penyangga, dimana prinsip dasarnya adalah penguat arus tanpa
terjadi penguatan tegangan.

Dengan metode hubung singkat antara jalur input inverting dan jalur output operasional
amplifier (op-amp) maka diperoleh perhitungan matematis sebagai berikut.
Sehingga diperoleh nilai penguatan tegangan (Av) sebagai berikut:



Alat dan Bahan
No Komponen Jumlah
1 Resistor 1 k 3
2 Power Supply 12 Vdc 1
3 Op-Amp Lm741 1
4 Power Supply -12Vdc 1
5 Voltmeter DC 1


Gambar Rangkaian di Proteus
Rangkaian Pembagi Tegangan Rangkaian Pembagi Tegangan dengan Voltage
Follower


Rangkaian Pembagi Tegangan dengan Beban Rangkaian Pembagi Tegangan dengan Beban
dan Voltage Follower





Hasil Percobaan
Beban Voltage Follower Vout
- 6.31 V
- - 6.24 V
1 k 4.14 V
1 k - 4.21 V

Hasil Perhitungan Teori
Jenis Rangkaian Perhitungan Error
Pembagi tegangan
Vout =

= 6 V
3.84 %
Pembagi tegangan dengan
beban
Vout =

= 4.21 V

4.98%
Pembagi tegangan dengan
voltage follower

Pembagi tegangan dengan
beban dan voltage follower


Rangkaian pembagi tegangan tanpa beban
Rangkaian ini membagi teganan masukan menjadi beberapa bagian tegangan
keluaran. Tetapi karena tidak ada beban maka tegangan tidak terbagi.
5 V
2 k
Vout
2 k

Rangkaian pembagi tegangan dengan beban
Rangkaian ini membagi teganan masukan menjadi beberapa bagian tegangan
keluaran. Pembagiannya tergantung dari besar resistor dan jumlah resistor yang digunakan
pada rangkaian.
5 V
2 k
Vout
2 k 2 k


Rangkaian pengikut tegangan tanpa beban

5 V
2 k
Vout
2 k

Rangkaian pengikut tegangan dengan beban

5 V
2 k
Vout
2 k
2 k

Rangkaian pembagi tegangan akan membagi tegangan terhadap beban sehingga
terjadi drop tegangan dibandingkan dengan rangkaian tanpa beban. Rangkaian pengikut
tegangan menyebabkan tidak adanya drop tegangan sehingga nilai tegangan keluaran nilainya
tetap.

Kesimpulan
Semakin banyak resistor yang ditempatkan sebagai beban, maka semakin terbagi pula
tegangannya. Maka dari itu digunakan rangkaian voltage follower agar tegangan tidak terbagi
jika pada kondisi idealnya.





Rangkaian Span and Zerro
Definisi
Rangkaian span and zero adalah rangkaian yang terdiri dari gabungan rangkaian summing
dan inverting. Rangkaian span-zero yang dibuat adalah rangkaian yang berguna untuk
mengkondisikan tegangan masukan sebesar -0.5 0.5 Volt sehingga tegangan keluaran minimumnya
menjadi 0 V dan maksimumnya sebesar 5 V.





Alat dan Bahan
No Komponen Jumlah
1 LM741 2
2 Resistor 1 k 4
3 Resistor 5 k 1
4 Potentiometer 10 k 1
5 DC Voltmeter 1
6 Power Supply 12 Vdc 1
7 Power Supply -12 Vdc 1
8 Power Supply 2.5 Vdc 1
9 Power Supply 0.5 Vdc 1
10 Power Supply -0.5 Vdc 1

Gambar Rangkaian






Hasil Percobaan

Dengan masukan yang hanya 0.5 V dan -0.5 V, maka selisih diantara keduanya adalah
1 V. Untuk mencapai nilai 5 maka dikalikan 5 (besarnya span). Nilai 0.5 dikali 5 menjadi 2.5
maka didapatlah nilai offset sebesar 2.5.

Komponen Nilai
Rf 5 k
Rx 1 k
Rc 5.93 k
Ux 0.5 V/ -0.5 V
Uc 2.5 V

Nilai Input Ux yang diberikan Vout
0.5 V 5
-0.5 V 0

Kesimpulan
Rangkaian span and zero merupakan aplikasi dari penggunaan Operational Amplifier.
Rangkaian terdiri atas rangkaian summing dan rangkaian inverting. Dengan input yang
diberikan pada kondisi tertentu menjadi masukan, maka untuk mencapai nilai 0-5V
diperlukan offset pada masukan tegangan lainnya di rangkaian summing. Sedangkan
rangkaian inverting digunakan untuk mengubah tegangan dari negative ke positif, tegangan
keluaran dari rangkaian summing merupakan tegangan negative (-V). Rangkaian span and
zero digunakan untuk mengkondisikan sinyal yang ada menjadi nilai yang dapat diolah lagi
pada proses selanjutnya.
1. APLIKASI SENSOR (SISTEM TEMPAT PARKIR BERBASIS PHOTO DIODA)
Setelah dilakukan praktikum pengujian dan pengenalan karakteristik dari beberapa
jenis sensor, dilakukan pengembangan berupa pemanfaatan atau pengaplikasian dari salah
satu sensor yang telah diuji. Salah satu sensor yang mudah dimanfaatkan ialah sensor
photo dioda. Dengan karakteristiknya yang bisa menjadi komponen switching ketika
dikombinasikan kerjanya dengan sorotan cahaya infra merah, sensor ini bisa dijadikan
pemberi sinyal digital bagi komponen process seperti mikro controller.
Pada sistem tempat parkir yang akan dibuat, photo dioda dijadikan sebagai sensor
keberadaan sebuah mobil. Apabila sensor ini diletakan pada gerbang masuk sebuah tempat
parkir, sensor dapat mengirimkan sinyal adanya mobil yang melintas. Sinyal ini akan
diolah lebih jauh oleh sebuah mikrokontroller. Dari sini mikrokontroller akan diberi
program counter, guna menghitung banyaknya mobil yang telah masuk ke dalam tempat
parkir. Jumlah ini ditampilkan oleh seven segment dan status penuh tidaknya tempat parkir
akan diindikasikan oleh 2 buah lampu indikator yang dapat dilihat oleh para calon
pengguna tempat parkir.
Aplikasi ini pula dilengkapi oleh sebuah user interface berbasis visual basic, ini
dapat dimanfaatkan oleh operator parkir, guna memantau jumlah dari kendaraan yang
berada di dalam tempat parkir. User Interface ini dapat mengendalikan jumlah maksimal
kendaraan yang dapat ditampung oleh tempat parkir, sisa kuota kendaraan yang mampu
ditampung, dan juga mengirimkan sinyal adanya kendaraan yang keluar dari tempat parkir.
Sasarannya User Interface ini akan digunakan pada pintu keluar tempat parkir yang dijaga
oleh seorang operator.



Berikut diagram untuk lebih jelasnya




Gambar Ilustrasi Implementasi Sistem Parkir Berbasis Photo Dioda Pada Tempat Parkir
a) Diagram Blok Sistem


Photo Dioda &
Infrared
Mikrokontroller
Arduino UNO R3
Seven Segment
Lampu Indikator
UI [VB]

Gambar 6.1 Diagram Input Process Output dari Sistem
b) Rangkaian Input
1. Rangkaian dan Prinsip Kerja
Input pada sistem ini berasal dari PhotoDioda dan Infrared. Photo dioda dan infra
red dipasang secara berhadap hadapan, atau biasa disebut through beam. Rangkaian ini
akan menghasilkan sinyal logic 1 ketika sensor terhalangi sedangkan jika tidak terhalangi
maka rangkaian ini akan menghasilkan logic 0.

Gambar 6.2 contoh through beam sensor
Input Process
Output

Gambar 6.3 contoh through beam sensor
2.Komponen Penyusun
Nama Komponen Qty
R 500 2
Photo Diode 1
Infra Red 1



Gambar Photodioda dan infrared yang digunakan pada rangkaian aplikasi








3.Proses
Proses utama pada sistem ini diolah mikrokontroller Arduio Uno R3 spesifikasi dari
arduino Uno ini adalah sebagai berikut :

Gambar 6.4 Arduino UNO R3


















4.Diagram Alir Program

Gambar 6.5 Diagram Alir Program dalam UNO R3
Dengan arduino uno ini signal digital dari sensor akan diolah lebih lanjut.
Signal dari sensor akan dibaca oleh digital input pin 2 pada arduino uno. Seperti
diagram alir diatas, mikro controller akan bertanggung jawab untuk mengolah
data ini menjadi sinyal untuk mengaktifkan seven segment serta mengirim dan
membaca sinyal secara serial dari VB.
c) Alat dan Bahan
No Komponen Jumlah
1
LED
2
2
R 500 Ohm
2
3
R 10 K Ohm
2
4
IC 74LS47
1
5
7_Segment
2
6
Photo Diode
2
7
Infra Red
2
8
LED
2
9
R 500 Ohm
2
10
R 10 K Ohm
2





















Rangkaian Aplikasi
Definisi
Rangkaian aplikasi yang dibuat adalah sistem tempat parkir berbasis photodioda.
Rangkaian ini memiliki sumber tegangan 5 Volt DC. Komponen yang berperan penting
sebagai sensor adalah photodioda.
Cara kerja rangkaian ini ketika intensitas cahaya yang diterima photodiode rendah,
arus tidak akan mengalir. Semakin tinggi intensitas cahaya bebanding lurus dengan nilai arus
yang dilewatkan oleh photodiode. Photo Dioda menangkap cahaya lalu mengubahnya
menjadi listrik. Semakin terang cahaya yang diterima photodioda, semakin besar nilai arus.
Hasilnya akan diolah oleh mikrokontroler arduino lalu ditampilkan pada seven segment,
lampu LED, dan visual basic
Alat dan Bahan
No Komponen Jumlah
1
LED
2
2
R 500 Ohm
2
3
R 10 K Ohm
2
4
IC 74LS47
1
5
7_Segment
2
6
Photo Diode
2
7
Infra Red
2
8
LED
2
9
R 500 Ohm
2
10
R 10 K Ohm
2








Gambar Rangkaian

Program Arduino Uno
int sensorMasukCounter,sensorMasukCounter2 = 0;
int sensorMasuk = 0;
int lastSensorMasuk = 0;
char angka[]="0123456789";
char sensorKeluar;
int lastSensorKeluar = 0;
int dig1,dig2;
int maksimal,jumlah,batas[1];
int a=0;
boolean transferin;

void segmen(){
digit1(sensorMasukCounter);
digit2(sensorMasukCounter2);
}

void digit1(int nilai){
if (nilai == 0){digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 1){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 2){digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(8, HIGH);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 3){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, HIGH);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 4){digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 5){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 6){digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(8, HIGH);
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 7){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, HIGH);
digitalWrite(7, HIGH);
digitalWrite(6, LOW);
}
if (nilai == 8){digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, HIGH);
}
if (nilai == 9){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, HIGH);
}
}
void digit2(int nilai){
if (nilai == 0){digitalWrite(13, LOW);
digitalWrite(12, LOW);
digitalWrite(11, LOW);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 1){digitalWrite(13, HIGH);
digitalWrite(12, LOW);
digitalWrite(11, LOW);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 2){digitalWrite(13, LOW);
digitalWrite(12, HIGH);
digitalWrite(11, LOW);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 3){digitalWrite(13, HIGH);
digitalWrite(12, HIGH);
digitalWrite(11, LOW);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 4){digitalWrite(13, LOW);
digitalWrite(12, LOW);
digitalWrite(11, HIGH);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 5){digitalWrite(13, HIGH);
digitalWrite(12, LOW);
digitalWrite(11, HIGH);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 6){digitalWrite(13, LOW);
digitalWrite(12, HIGH);
digitalWrite(11, HIGH);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 7){digitalWrite(13, HIGH);
digitalWrite(12, HIGH);
digitalWrite(11, HIGH);
digitalWrite(10, LOW);
}
if (nilai == 8){digitalWrite(13, LOW);
digitalWrite(12, LOW);
digitalWrite(11, LOW);
digitalWrite(10, HIGH);
}
if (nilai == 9){digitalWrite(9, HIGH);
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(7, LOW);
digitalWrite(6, HIGH);

}
}
void serial(int nilai){
if (nilai <= 9){
Serial.print(angka[sensorMasukCounter]);
transferin = false;
}
if (nilai > 9){
Serial.print(angka[sensorMasukCounter2]);
Serial.print(angka[sensorMasukCounter]);
transferin = false;
}
}

void serial_baca(){
while(Serial.available()!=0){
sensorKeluar=Serial.read();
if (sensorKeluar != 'k'){
batas[a] = atoi(&sensorKeluar);
a++;
}
}
}
void setup(){
Serial.begin(9600);
pinMode(2, INPUT);
pinMode(3, INPUT);
pinMode(4,OUTPUT);
pinMode(5, OUTPUT);
pinMode(6, OUTPUT);
pinMode(7, OUTPUT);
pinMode(8, OUTPUT);
pinMode(9, OUTPUT);
pinMode(10, OUTPUT);
pinMode(11, OUTPUT);
pinMode(12, OUTPUT);
pinMode(13, OUTPUT);
}
void loop(){
sensorMasuk = digitalRead(2);

segmen();

jumlah = (sensorMasukCounter2*10)+sensorMasukCounter;
maksimal=(batas[]);

if(jumlah < maksimal){
digitalWrite(5, HIGH);
digitalWrite(4, LOW);
if (sensorMasuk != lastSensorMasuk){
if (sensorMasuk == LOW){
sensorMasukCounter++;
delay(100);
if (sensorMasukCounter > 9){
sensorMasukCounter = 0;
sensorMasukCounter2 ++ ;
}
transferin = true;
}
lastSensorMasuk = sensorMasuk;
}
a=0;
}
serial_baca();

if (sensorKeluar == 'k'){
sensorMasukCounter--;
if (sensorMasukCounter<0){
sensorMasukCounter = 9;
sensorMasukCounter2-- ;
}
sensorKeluar='0';
}
if (jumlah == maksimal){
digitalWrite(4, HIGH);
digitalWrite(5, LOW);
}

if (transferin == true) {
serial(jumlah);
}
}








Visual Basic


Script visual basic :
Dim sHari As String
Dim a As String
Dim aHari
Dim bil As Integer
Dim Max As Integer
Private Sub exit_Click()
MSComm1.Output = "k"
End Sub
Private Sub Form_Load()
aHari = Array("Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jumat", "Sabtu")
Timer1.Interval = 500
Timer1.Enabled = True
MSComm1.CommPort = 1
MSComm1.Settings = "9600,N,8,1" 'contoh setting serial port
MSComm1.InputLen = 0
MSComm1.RThreshold = 1
MSComm1.PortOpen = True
End Sub
Private Sub MSComm1_OnComm()
If MSComm1.CommEvent = comEvReceive Then
jumlah.Caption = MSComm1.Input
End If
End Sub
Private Sub ok_Click()
Max = Int(Val(carmax.Text))
MSComm1.Output = carmax.Text
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
sHari = aHari(Abs(Weekday(Date) - 1))
lbltanggal.Caption = "" & sHari & ", " _
& Format(Date, "dd mmmm yyyy")
lbljam.Caption = Format(Time, "hh:mm:ss")

End Sub

Private Sub Timer2_Timer()
bil = Int(Val(jumlah.Caption))
bil = Max - bil
space.Caption = bil
If bil = 0 Then
status.Caption = "TEMPAT PARKIR PENUH"
status.BackColor = vbRed
Else
status.Caption = "TEMPAT PARKIR ADA"
status.BackColor = vbGreen
End If
End Sub



a) Hasil Percobaan
Pengujian dilakukan dengan menembakkan sinar infra merah langsung ke arah
photodioda. Hal ini dikondisikan sebagai sensor garis. Ketika sinar infra merah ke LDR
terhalang. Maka seven segement akan menampilkan jumlah kendaraan yang masuk tempat
parkir dan tampilan VB digunakan operator untuk melihat jumlah kendaraan yang parkir serta
mengatur batas maksimum kendara. Sensor ini difungsikan sebagai pendeteksi kendaraan
yang masuk ke tempat parkir.















b) Analisa
Setelah mengerjakan rangkaian aplikasi kita bisa mengetahui sensor photo diode dan
cara kerjanya kemudian diterapkan dalam rangkaian aplikasi parkir. Hasil dari photo diode
ini dikonfigurasikan ke mikro dengan sumber aktif low, program diperlihatkan di PC atau
Laptop dengan komunikasi serial dengan software Visual Basic. Outputnya juga bisa dilihat
pada 7-segment dan lampu LED.

c) Kesimpulan
Saat photodiode terhalang oleh benda maka benda photodiode akan mendeteksi dan
mengirim sinyal ke mikrokontroler kemudian diproses dan ditampilkan. Rangkaian aplikasi
diatas juga bias dikontrol dengan program VB melalui komunikasi serial. Hasil dari Photo
Diode ditampilkan oleh 7-segment dan juga ditampilkan pada PC.