Anda di halaman 1dari 2

08980484456

Pada praktikum ini kita telah mengamati proses respirasi pada kecambah kacang
hijau. Pada dasarnya, proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan
dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah
tanaman dewasa. Semakin besar suatu tanaman, maka makin besar pula kebutuhannya akan
energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula.
Alasan mengapa bahan yang digunakan adalah kecambah kacang hijau, karena
tumbuhan ini merupakan suatu organisme yang walaupun ia masih belum berkembang
dengan sempurna tetapi sudah bisa melakukan pernapasan, hal ini terbukti dari hasil
percobaan yang telah diamati dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan
mampu melakukan respirasi. Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi
yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen (O
2
) sebagai bahan yang diserap/diperlukan
dan menghasilkan gas karbondioksida (CO
2
), air (H
2
O) dan sejumlah energi.
Pada pengamatan ini digunakan alat yang disebut respirometer, alat ini berfungsi
untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan dalam respirasi. Di dalam pipa kapiler
tabung respirometer diisi NaOH dan ada juga yang diisi dengan minyak goreng. NaOH ini
akan mengikat oksigen yang ada di dalam tabung respirometer, sehingga di dalam tabung
respirometer terjadi perebutan oksigen antara larutan NaOH dengan kecambah kacang hijau.
Kecambah kacang hijau tidak bisa mengikat oksigen yang dibebaskan oleh larutan NaOH
karena yang diperlukan kecambah kacang hijau adalah oksigen bebas, bukan oksigen yang
terikat sehingga lama-kelamaan oksigen yang ada di dalam tabung respirometer habis dan
akhirnya oksigen dari luar akan tertarik masuk ke dalam tabung respirometer melalui selang
karet. Masuknya oksigen dari luar ini ditandai dengan naiknya larutan NaOH yang
dimasukkan dalam pipa kaca.
Jika kecambah kacang hijau dalam tabung berespirasi maka kita akan menemukan
uap air yang menempel dalam tabung respirometer, tetapi jika tidak ada uap air itu artinya
kecambah kacang hijau tidak berespirasi. Adanya uap air dijadikan indikator respirasi karena
dalam proses respirasi akan dilepaskan karbon dioksida dan uap air. Dalam pengamatan ini
kita harus teliti dalam mengoleskan vaselin pada sumbat, jangan sampai ada rongga udara
yang masih terbuka karena hal ini bisa mengganggu pengamatan.

Dari keadaan tersebut kita dapat menghitung Kuosisen respirasi dari kecambah
kacang hijau yaitu perbandingan antara CO
2
yang dikeluarkan dengan volume Oksigen yang
dihirup tumbuhan. dari pengamatan ini kami mendapatkan bahwa KR dari kecambah kacang
hijau adalah 0,83 yaitu lebih dari 0,7 dan kurang dari 1 maka zat yang disekresikan adalah
protein.


Faktor faktor yang mempengaruhi respirasi pada tumbuhan.
1. Umur tanaman
Semakin tua umur suatu tumbuhan, semakin besar pula oksigen yang dibutuhkan tanaman
untuk melakukan kegiatan respirasi.
2. Jenis tanaman
Jumlah oksigen yang dibutuhkan tiap jenis-jenis tanaman berbeda. Ada jenis tumbuhan yang
membutuhkan banyak oksigen dalam melakukan respires, ada juga tumbuhan yang
mengambil sedikit oksigen untuk proses respirasinya.
3. Aktivitas tanaman
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan oleh suatu tanaman, tentu saja akan mempengaruhi
kebutuhan energi yang dibutuhkan. Hal ini sangat mempengaruhi jumlah oksigen yang
dibutuhkan tanaman untuk mendapatkan suatu energi.
4. Letak tanaman
Letak tanaman juga sangat mempengaruhi kebutuhan oksigen dalam proses respirasinya. Di
tempat yang gersang, tumbuhan akan sedikit sekali membutuhkan oksigen guna menghemat
proses pembentukan energi yang ada di dalam tubuh tumbuhan.
5. Massa tanaman (berat tubuh tanaman)
Masssa tanaman juga sangat erat kaitannya dengan kebutuhan oksigen dalam proses respirasi.
Semakin besar massa tanaman, dapat kita artikan semakin banyak sel yang membutuhkan
oksigen untuk respirasi. Tentu saja, semakin banyak sel yang berespirasi, semakin banyak
pula oksigen yang dibutuhkan.