Anda di halaman 1dari 14

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK

I. PENDAHULUAN
Nekrolisis Epidermal Toksik pertama kali dideskripsikan oleh Alan Lylle.
Nekrolisis Epidermal Toksik ( Sindrom Lylle ) ialah penyakit berat !e"ala k#lit yan!
terpentin! ialah epidermolisis !eneralisatadapat disertai kelainan pada selap#t
lender di ori$isi#m dan mata. Penyakit ini ke"adiannya s#lit diprediksi. %eberapa ahli
berpendapat bah&a Nekrolisis Epidermal Toksik adalah mani$estasi Sindrom
Ste'ens()ohnson yan! lebih berat yait# sampai menyebabkan epidermolisis
(Nekrosis Epidermal Toksik ter"adi pada * +,- dari perm#kaan t#b#h sedan!kan
Sindrom Ste'ens()ohnson ter"adi pada ./,- perm#kaan t#b#h)
/(0

Penyebab #tama "#!a aler!i obat yan! ber"#mlah 1,(20- dari sem#a pasien.
Pada penelitian Departemen 3#lit dan 3elamin 43UI selama 0 tah#n (/22567,,7)
penyebab #tama ialah deri'at penisilin (78-) dis#s#l oleh parasetamol (/9-) dan
karbama:epin (/8-). Penyebab yan! lain ialah anal!esik;antipiretik yan! lain
kotrimoksasoldilatin klorok#in se$triakson "am# dan aditi$.
/+
Penyakit ini mer#pakan penyakit k#lit yan! dapat membahayakan nya&a dan
pada #m#mnya disebabkan oleh ind#ksi obat6obatan. <eaksi m#kok#tane#s
memp#nyai karekteristik seperti eritama yan! l#as nekrosis b#la dan
pen!el#pasan lapisan k#lit ter#tama lapisan epidermis dan membran m#kosa
seba!ai e$ek dari lepasnya lapisan lapisan k#lit. Selain it# dapat ter"adi sepsis dan
ber#"#n! pada kematian. =embran m#kosa yan! men!alami kelainan yait#
pendarahan !astrointestinal !an!!#an perna$asan abnormalitas o>#lar dan
komplikasi !enito#rinary.
/5
II. EPIDE=I?L?@I
Nekrolisis Epidermal Toksik dapat ter"adi pada setiap kelompok #m#r tetapi
yan! palin! serin! oran! de&asa di atas 8, tah#n. Insidens Nekrosis Epidermal
Toksik ini bisa ter"adi pada "enis kelamin laki(laki ma#p#n &anita.
9
Se>ara kesel#r#han insiden pada Nekrosis Epidermal Toksik yan! ter"adi di
d#nia sekitar ,8 6 /7 kas#s per "#ta oran! per tah#n. Di Amerika Serikat $rek#ensi
1
dari Nekrosis Epidermal Toksik dilaporkan sekitar ,77(/7+ kas#s per /,,.,,,
pop#lasi.
+91
Pada Departemen 3#lit dan 3elamin 43UI Dibandin!kan den!an Sindrom
Ste'ens()ohnson penyakit ini lebih "aran! yait# hanya 7(+ kas#s setiap tah#n.
Um#mnya ter"adi pada oran! de&asa.
/
III. ETI?PAT?@ENESIS
Nekrolisis Epidermal Toksik ialah bent#k parah Sindrom Ste'ens )ohnson
berkemban! men"adi Nekrolisis Epidermal Toksik. Tentan! im#nopato!enesis sama
den!an Sindrom Ste'ens()ohnson yakni mer#pakan reaksi hipersensi$itas tipe II
(sitolitik).
/
=ekanisme dasar ter"adinya mani$estasi dermatolo!is yan! berat pada
Nekrolisis Epidermal Toksik bel#m diketah#i se>ara pen#h. Pato$isiolo!is Nekrolisis
Epidermal Toksik dit#n"#kkan seba!ai reaksi im#n sitotoksik yan! dit#"#kan #nt#k
mer#sak ekspresi keratinosit terhadap anti!en :at asin! (ind#ksi obat). Dalam hal
ini keratinosit memp#nyai anti!en yan! men!ikat perm#kaan metabolit dari obat(
obatan. Apabila anti!en keratinosit ini men!alami ker#sakan maka akan ter"adi
apoptosis pada sel epidermal yan! sehat.
/7+59

4aktor obat(obatan mer#pakan $aktor penyebab a&al dari Nekrolisis
Epidermal Toksik meskip#n bakteri (my>oplasma) dan in$eksi 'ir#s "#!a memp#nyai
kontrib#si dalam ter"adinya penyakit ini. Ekspos#r dari a!en(a!en pen>et#s tadi yan!
menyebabkan akti'asi terhadap im#nitas sel#lar termas#k lim$osit sitotoksik dan Sel
Natural Killer ( N3 ). Lal# akan ter"adi apoptosis yait# seran!kaian reaksi biokimia
yan! teror!anisir dan menyebabkan per#bahan sel dan kematian sel.
/7+59

%#kti yan! mend#k#n! adanya reaksi im#nopatolo!ik yait# li!asi pada
membran keratonosit Lim$osit T sitotoksik (yan! memediasi akti'asi dari mekanisme
por$irin % o'erprod#ksi dari sel T dan makro$a! deri'at sitokin (IN4(A TN4(Bdan
interle#kin yan! berbeda lainnya) dan lim$osit T sitotoksik yan! melepaskan
!ran#lisis (kation protein sitolitik).
05
2
Tabel 1. Daftar obat yang dapat menyebabkan Nekro! Ep!dermal Tok!k
"
S#mber$ %eleyr!e&Allanore' (&) Ro#*ea#$ Ep!dermal ne+roly!' !n Fitzpatricks
Dermatology in General Medicine, 7e, K. ,olff et al -ed.. Ne/ 0ork' M+1ra/ 2!ll' 3445'
)6ap."7
)adi !ambaran klinisnya ber!ant#n! pada sel sasaran (target cell). @e"ala
ata# tanda yan! lain dapat menyertai Nekrolisis Epidermal Toksik ialah epidermolisis
karena sel sasarannya ialah epidermis. @e"ala ata# tanda yan! lain dapat menyertai
Nekrolisis Epidermal Toksik ber!ant#n! pada sel sasaran yan! dikenaimisalnya
akan ter"adi le#kopenia bila sel sasarannya le#kosit dapat terlihat p#rp#ra "ika
trombosit "adi sel sasaran.
/75
4aktor resiko yan! bera!am seperti in$eksi HIC pen#r#nan $#n!si dari hati
$aktor im#nolo!is dan $aktor !enetik dapat "#!a memperb#r#k ter"adinya Nekrolisis
Epidermal Toksik.
92/,
IC. @E)ALA 3LINIS
Nekrolisis Epidermal Toksik mer#pakan penyakit yan! berat dan serin!
menyebabkan kematian karena !an!!#an keseimban!an >airan;elektrolit ata#
karena sepsis. @e"alanya mirip Sindrom Ste'ens()ohnson yan! berat.
/
3
Penyakit dim#lai se>ara ak#t den!an !e"ala prodormal. Pasien tampak sakit
berat den!an demam tin!!i (*+1
o
D) kesadaran men#r#nmial!ia rhinitis athral!ia
bat#k anoreksia na#sea 'omit sekitar 7(+ hari sebel#m timb#lnya lesi k#lit. @e"ala
prodormal yan! "#!a m#n!kin timb#l yait# kon"#n!ti'itis $arin!itis dan pr#rit#s.
Eakt# timb#lnya penyakit k#lit m#lai dari paparan terhadap obat 6 obatan yan!
dapat menimb#lkan Nekrosis Epidermal Toksik sampai pembent#kan lesi pada k#lit
k#ran! lebih sat# sampai ti!a min!!#.
/792//
Pemeriksaan $isik dan e$loresensi k#lit ditem#kan kelainan k#lit m#lai den!an
mak#la eritema berbent#k seperti morbili den!an perm#kaan yan! men!ker#t dan
lesi yan! terpisah ( pisah. 3em#dian timb#l banyak 'esikel dan b#ladapat p#la
disertai p#rp#ra. Lesi k#lit a&alnya t#mb#h simetris pada &a"ah dan toraks lal#
menyebar ke sel#r#h t#b#h. Lesi pada k#lit dapat disertai lesi pada bibir dan selap#t
lendir m#l#t ber#pa erosiekskoriasi dan perdarahan sehin!!a terbent#k kr#sta
ber&arna merah hitam pada bibir. 3elainan sema>am it# dapat p#la ter"adi di
ori$isi#m !enitalia eksterna. )#!a dapat disertai kelainan pada mata seperti erosi
kon"#n!ti'a eks#dat yan! p#r#len ata# terbent#knya pse#domembran. Adanya
kelainan pada epitel sal#ran pernapasan dapat menyebabkan hipersekresi dari
bron>hial hipoksemia in$iltrate interstisial edema p#lmonari dan pne#monia
bakterial.
/(8592/,

1ambar 1. Kr#ta pada perm#kaan m#l#t
-d!k#t!p dar! 6ttp$88emed!+!ne.med+ape.+om8art!+le8959"3"&med!a)
4
1ambar 3. :er+ak er!tromatoa yang mel#a
-d!k#t!p dar! 6ttp$88emed!+!ne.med+ape.+om8art!+le8959"3"&med!a)
1ambar ". Mak#la er!tromatoa yang mel#a dan adanya ep!dermol! ak!bat
pember!an S#lfonam!d
-d!k#t!p dar! Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology 6
th
edition .
5
1ambar ;. Mak#la er!tromatoa yang mel#a dan adanya ep!dermol! ak!bat
pember!an All#p#r!nol
-d!k#t!p dar! Fitzpatricks Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology 6
th
edition .
Pada Nekrolisis Epidermal Toksik yan! terpentin! ialah ter"adinya
epidermolisis yait# epidermis terlepas dari dasarnya kem#dian menyel#r#h.
@ambaran klinisnya menyer#pai komb#stio. Adanya epidermolisis menyebabkan
tanda Nikolsky positi$ pada k#lit yan! eritematosa yait# "ika k#lit ditekan dan
di!esermaka k#lit akan terkel#pas. Daranya ialah den!an men!!ores pen!hap#s
dari pensil pada k#lit. )ika positi$ maka akan timb#l lep#han k#lit pada area terseb#t.
Lep#han k#lit terseb#t memp#nyai dasar mak#la eritematosa dan san!at l#nak.
Epidermolisis m#dah dilihat pada tempat yan! serin! terkena tekanan yait#
p#n!!#n! dan bokon! karena biasanya pasien berbarin!. Pada seba!ian para
pasien kelainan k#lit hanya ber#pa epidermolisis dan p#rp#ra tanpa disertai
erosi'esikel b#la. 3#k# dapat terlepas (onikolisis). 3adan!(kadan! dapat ter"adi
perdarahan di trakt#s !astrointestinal. Penyemb#han kelainan k#lit ini berlan!s#n!
lebih dari + min!!# dan serin! menimb#lkan >a>at (m#kosa)
/7859/7/+

1ambar <. Ep!dermol!! pada pa!en Nekro! Ep!dermal Tok!k
-d!k#t!p dar! M+P6ee S(' Papadak!n MA' Ed.Crrent Medical Diagnosis and !reatment ;5t6
Ed. Lange. Ne/ york' 3447.
6
C. DIA@N?SIS
Dia!nosis dapat dite!akkan den!an anamnesispemeriksaan $isik dan
e$loresensi k#litpemeriksaan pen#n"an!
CI. PE=E<I3SAAN PENUN)AN@
Pemeriksaan laboratori#mF
759/+/8
a. Pemeriksaan darah ditem#kan ne#tropenia (men#n"#kkan pro!nostik yan!
k#ran! baik) E#sino$ilia ("aran! ter"adi)
b. Pemeriksaan elekrolit ditem#kan protein#ria
>. Pemeriksaan la"# endap darah (LED)
d. Penin!katan ser#m #rea
e. Penin!katan ser#m bikarbonat
$. Tes en:im li'er F #nt#k men!etah#i apakah ada ker"a en:im 6 en:im li'er
e$ekti$ dalam metabolisme obat(obatan
!. Pemeriksaan DD8 T lim$osit pada $ase ak#t akan ter"adi pen#r#nan
karena adanya apoptosis
h. Pemeriksaan sitolo!i dari "arin!an keratinosit yan! nekrosis terdapat sel6
sel monon#klear dan !ran#la(!ran#la melanin dan tidak terdapat eritrosit
1ambar =. Pemer!kaan !tolog!k pada pa!en Nekro! Ep!dermal Tok!k
-d!k#t!p dar! 6ttp$88dermatology.+dl!b.org81;58pearl8ten8b#la#.
7
Tidak terdapat tes laboratori#m yan! spesi$ik yan! men!indikasi Nekrolisis
Epidermal Toksik. Pada pemeriksaan laboratori#m dapat membant# peren>anaan
dalam terapi simtomatik dan terapi s#porti$.
Pemeriksaan Dermatopatolo!i terhadap hasil biopsi k#litF
+9/7
Pen!ambilan sampel biopsy men!!#nakan punch biopsy yan! men#n"#kkan
nekrosis sel#r#h epidermis
4ase a&alF Terdapat 'ak#olisasi dan nekrosis dari keratinosit pada strat#m basal
dan apoptosis pada epidermis.
4ase latenF Nekrosis total pada pada lapisan epidermis dan ter"adi robekan sehin!!a
epidermis lepas den!an lapisan s#bepidermal pada membran basalis. Terdapat
in$iltrat lim$osit yan! tipis di dermis.
1ambar.=. Nekro! total pada pada lap!an ep!derm! dan ter*ad! robekan e6!ngga ep!derm!
lepa dengan lap!an #bep!dermal
-d!k#t!p dar! Dermatology" Clinical # $asic Science Series Color Atlas %f Dermatopathology.
Analisa histopatolo!ik terhadap biopsi pada k#lit dihasilkan pada $ase a&al
ter"adinya epidermolisis dan san!at pentin! #nt#k men#n"an! te!aknya dia!nosis
yan! ak#rat dan terarah.
/09
CII. DIA@N?SIS %ANDIN@
8
/. Sindrom Ste'ens( )ohnsonF mer#pakan hipersensiti$itas kompleks im#n yan!
mer#pakan ekspresi dari eritema m#lti$orme yan! berat. Pada Sindrom Ste'ens(
)ohnson tidak terdapat epidermolisis
7. Staphylo>o>>#s S>alded SyndromeF mer#pakan penyakit yan! disebabkan oleh
eks$oliatin Staphylococcus aureus . Pada penyakit ini ter"adi "#!a epidermolisis
tetapi selap#t lendir "aran! kena
+. Toxic Shock SyndromeF mer#pakan penyakit yan! disebabkan oleh k#man
sta$ilokok#s dan streptokok#s. Penyakit ini memp#nyai !e"ala s#h# yan! tin!!i
hipotensi dan eritroderma yan! di$#s diik#ti desk#amasi. Penyakit ini tidak
terdapat epidermolisis
8. Dermatitis 3ontak ToksikF biasanya lesi timb#l pada tempat kontak dan tidak ada
epidermolisis
0. L#ka bakar akibat bahan kimia F mer#pakan l#ka bakar seba!ai mani$estasi dari
kontak "arin!an k#lit den!an asam ata# basa.
/8
CIII. PENATALA3SANAAN
?bat yan! tersan!ka menyebabkan aler!i se!era dihentikan. Pasien dira&at
di r#an! Intensive Care Unit (IDU). Lal# dimonitor elektrolit dan >airannya. <ata(rata
diperl#kan +(8 L pada pasien den!an l#ka sekitar 0,- dari l#as perm#kaan t#b#h
N#trisi parentral diberikan le&at nasogastric tube. Pemberian high dose
imm#no!lob#lin IC (,.90 !;k!;dosis #nt#k 8 hari) dapat men!hentikan pro!resi'itas
dari Nekrosis Epidermal Toksik den!an syarat dilak#kan pada penan!anan $ase
a&al. Lak#kan suction karena adanya keterlibatan dari oro$arin! #nt#k men>e!ah
ter"adinya pne#monitis aspirasi.
9/0
a. NaDl ,2-
Pasien den!an Nekrolisis Epidermal Toksik biasanya memp#nyai resiko yan!
tin!!i menderita dehidrasi dan akan memb#at komplikasi yan! lain. Seba!ai >ontoh
kehilan!an >airan pada hiperkatabolik akan memb#at hipoalb#minemia dan
men#r#nkan per$#si renal. Hal ini a&al ter"adinya !a!al !in"al ak#t. ?leh karena it#
9
pen!at#ran 'ol#me intra'ask#lar san!at pentin!. DosisF Pemberian +(8 L IC sehari.
Interaksi F Tidak ada. 3ontra indikasi F Edema otak dan edema par#
b. 3ortikosteroid
Pemakaian kortikosteroid men"adi kontro'ersial. %anyak an!!apan bah&a
kortikosteroid sehar#snya tidak di!#nakan karena akan men"adi predisposisi ba!i
in$eksi mend#k#n! ter"adinya pendarahan !astrointestinal dan penyemb#han yan!
semakin lama. %a!aimanap#n pada beberapa literat#r yan!
diterbitkankortikosteroid high-dose di!#nakan pertama kali pada onset Nekrolisis
Epidermal Toksik dan men>e!ah pro!resi'itas penyakit.
7
De>amet6aon -De+adron' De>aon.
=en!#ran!i in$lamasi den!an mens#presi mi!rasi dari le#kosit polimor$on#klear dan
men#r#nkan permiabilitas kapiler. %eberapa kortikosteroid yan! dapat di!#nakan
antara lain metilprenidsolon prenidson hidrokortison. Dosis F a&al F /5 m!
ICGditin!katkan ses#ai daerah t#b#h yan! men!alami kelainan k#lit "ika tidak ada
e$ek yan! mer#!ikan. Apabila pro!resi'itas penyakit telah berhenti maka dapat
diberikan per oral dan tapering off 0,-. Dosis rata 6 rata F 8(/,, m! IC.
3ontraindikasiF hipersensiti$itas ter"adi sepsis ata# in$eksi $#n!i #lk#s peptik#m
edema p#lmonary
>. Antibiotik
Pasien den!an Nekrosis Epidermal Toksik kehilan!an epidermisnya yan!
mer#pakan pelind#n! #tama dari k#man ata# bakteri. Pada pasien yan! terin$eksi
morbiditas menin!kat. Sampling lesi k#lit har#s dilak#kan pada hari pertama dan
setiap 81 "am. Indikator dari pemberian antibiotik yait# penin!katan "#mlah bakteri
yan! dik#lt#r dari k#lit pen#r#nan s#h# t#b#h ata# keadaan pasien yan!
memb#r#k. Staphylococcus aureus mer#pakan bakteri yan! palin! serin!
menyeran! pada hari pertama
7
Naf+!ll!n -?n!pen.
=elind#n!i dari in'asi k#man seperti Staphylococcus dan Sreptococcus. Pada
pasien yan! memp#nyai aler!i penisilin ata# "ika =<SA ada se&akt# k#lt#r k#lit
dapat di!#nakan 'ankomisin. Dosis F De&asaF /(7 ! IC setiap 8 "am anakF 0, m!;k!
IC. 3ontraindikasiF Hipersensiti$itas.
1entam!!n -1enta!d!n' 1aram!!n.
=er#pakan se$alosporin !enerasi keti!a.Dosis F/ m!;k! IC setiap 1 "am. 3ontra
indikasiF hipersensiti$itas ins#$iensi !in"al
10
d. Antihistamin
2!drok!@!n
Di!#nakan #nt#k pada saat reepitelisasi k#lit m#lai karena pr#rit#s m#n!kin akan
ter"adi serin!. Dosis F De&asaF 70 m! I=;P? + kali sehari. AnakF .5 tah#n 0, m!
dalam dosis ba!i *5 tah#n 0,(/,, m! dalam dosis ba!i. 3ontraindikasi F
hipersensiti$itas hemolisis.
7
e. Antikoa!#lan
2epar!n
Diindikasikan seba!ai pro$ilaksis ba!i tromboemboli. %a!i pasien yan! tidak boleh
melak#kan ke!iatan ata# ber!erak sampai k#lit semb#h maka har#s diberiakan
terapi antikoa!#lan Dosis F 0,,, U SD setiap /7 "am. 3omplikasi F trombositopenia
berat DIDpendarahan berat
7
$. Anal!esik
=or$in s#l$at. =er#pakan drug of choice ke>#ali ada aler!i pada obat ini maka dapat
diberikan meperidin. Dosis F 7(/0 m!;9, k! IC.
7
Di kep#stakaan nasional terdapat >ara pen!obatan yan! berbeda 6 beda.
Ada yan! den!an kortikosteroid ada yan! tidak. Dara lain men!obatinya ialah
seba!ai l#ka bakar den!an Heno!ra$ dan den!an plasma$eresis. Ada p#la >ara
pen!obatan hanya men!at#r keseimban!an >airan dan elektrolit.
/

Di Departemen 3#lit dan 3elamin 43UI pen!obatannya den!an
kortikosteroid. Dara pen!obatan mirip pen!obatan pada Sindrom Ste'ens()ohnson
yan! berat. Perbedaannya men!enai dosisnya. Nekrolisis Epidermal Toksik lebih
parah daripada Sindrom Ste'ens()ohnson sehin!!a kortikosteroid lebih tin!!i
#m#mnya deksametason 8, m! sehari i' dosis terba!i. %ila setelah d#a hari diobati
den!an >ara terseb#t masih "#!a timb#l lesi bar# hendaknya dipikirkan
kem#n!kinana aler!i terhadap obat yan! diberikan pada &akt# ra&at inap. ?bat
terserin! ialah antibioti> "adi di!anti. Selain obat antibiotik obat lain "#!a dapat p#la
menyebabkan aler!i misalnya diba!ian kami pernah beberapa kali pasien aler!i
terhadap ranitidin yan! kami berikan karena pasien ada !an!!#an lamb#n!. Setelah
11
obat it# di!anti den!an obat lain lesi bar# tidak timb#l la!i sehin!!a tapering off
ber"alan lan>ar.
/
Seba!ai pen!obatan topi>al dapat di!#nakan s#l$iad:in perak (krim
dermain!silvadene). Perak dimaks#dkan seba!ai asterin!en dan
men>e!ah;men!obatik in$eksi oleh k#man @ram(ne!ati$ dan Candida sedan!kan
s#l$a #nt#k k#man @ram(positi$. Pen!obatan #nt#k m#l#t dan bibir sama den!an
pen!obatan Sindrom Ste'ens()ohnson.
/
II. P<?@N?SIS
Usia dan area nekrosis men"adi pentin! dalam $aktor pro!nosis. Pada
pasien den!an #m#r lebih t#a pro!nosisnya lebih b#r#k. Sedan!kan #nt#k
area nekrosis yan! melip#ti 0,(9,- perm#kaan k#lit pro!nosisnya lebih
b#r#k.
0
Ata# dapat di!#nakan skor Skorten yan! dapat perkirakan presentase
an!ka mortalitas dari $aktor 6 $aktor pro!nostik seperti #m#r ke>epatan nadi
kanker ata# ke!anasan hematolo!ik l#as area t#b#h yan! terkena Nekrosis
Epidermal Toksik le'el ser#m #rea le'el ser#m bikarbonat le'el ser#m
!l#kosa.
12
Tabel 3. Scorten Score #nt#k meng6!t#ng preentae mort!l!ta Nekro! Ep!dermal
Tok!k.
S#mber$ Data from S :at#*!&1ar!n et al$ S)ORTEN$ A se&erity'ofillness score for to(ic
epidermal necrolysis. ( InAet Dermatol 11<$ 1;7' 3444B from L %aleyr!e&Allanore' (&)
Ro#*ea#$ Ep!dermal ne+roly!' !n Fitzpatricks Dermatology in General Medicine' 9t6
ed' K ,olff et al -ed.. Ne/ 0ork ' M+1ra/&2!ll' 3445' )6ap. "7.
I. 3ESI=PULAN
Nekrolisis Epidermal Toksik penyakit berat !e"ala k#lit yan! terpentin!
ialah epidermolisis !eneralisatadapat disertai kelainan pada selap#t lender di
ori$isi#m dan mata. Penyakit ini ke"adiannya s#lit diprediksi. Nekrosis
Epidermal Toksik ter"adi pada * +,- dari perm#kaan t#b#h dan mer#apakan
reaksi hipersensi$itas tipe II (sitolitik). 4aktor obat(obatan mer#pakan $aktor
penyebab a&al dari Nekrolisis.
Penyakit dim#lai se>ara ak#t den!an !e"ala prodormal. Lal# timb#l
kelainan k#lit m#lai den!an mak#la eritema berbent#k seperti morbili den!an
perm#kaan yan! men!ker#t dan lesi yan! terpisah ( pisah. 3em#dian timb#l
banyak 'esikel dan b#ladapat p#la disertai p#rp#ra. Pada Nekrolisis
Epidermal Toksik yan! terpentin! ialah ter"adinya epidermolisis yait#
epidermis terlepas dari dasarnya kem#dian menyel#r#h.
Analisa histopatolo!ik terhadap biopsi pada k#lit dihasilkan pada $ase
a&al ter"adinya epidermolisis dan san!at pentin! #nt#k men#n"an! te!aknya
dia!nosis yan! ak#rat dan terarah.
13
14