Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Glomerulonefritis akut (GNA) adalah jenis penyakit ginjal yang
menunjukkan peradangan glomerulus dan nefron yang paling sering menyerang
anak usia 2 15 tahun. Peradangan terseut terutama diseakan mekanisme
imunologis yang menimulkan kelainan patologis glomerulus dengan mekanisme
yang masih elum jelas.
!anifestasi klinis dari GNA adalah hematuria" oliguria" o#erload $airan
(hipertensi dan edema)" dan insufisiensi ginjal (ele#asi %&N dan kreatinin).
Glomerulonefritis akut pas$ainfeksi streptokokus (GNAP') adalah jenis GNA
yang paling umum dan merupakan fitur klasik dari GNA. Anak(anak dengan
GNAP' iasanya memiliki ri)ayat faringitis atau infeksi kulit yang diseakan
oleh kuman streptokokus.
*iagnosa GNA iasanya didasarkan pada anamnesa mengenai keluhan yang
timul didukung dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
+erapi pada GNA dapat ersifat suportif dan simptomatis dengan tujuan
meminimalkan kerusakan pada glomerulus" meminimalkan metaolisme pada
ginjal" dan meningkatkan fungsi ginjal.
&ntungnya" seagian esar kasus GNA pada anak(anak yang aik self-
limited atau dapat diterapi meskipun mungkin ada komplikasi yang mengan$am
selama fase akut. ,ser#asi jangka panjang diperlukan untuk memuktikan
kemungkinan penyakit menjadi kronik.
Glomerulonefritis Akut 1
Coass pediatri RS Rajawali
BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ANATOMI GINJAL
Ginjal terletak di dalam ruang retroperitoneum" setinggi #ertera torakal 12 atau
lumal 1 sampai lumal -" dengan kisaran panjang serta eratnya erturut(turut dari
kira(kira . $m dan 2- gram pada ayi $ukup ulan sampai 12 $m atau leih dan 15/ gr
pada orang de)asa. Ginjal mempunyai lapisan luar" korteks yang erisi glomeruli"
tuulus kontortus proksimal(distal dan duktus kolekti#us" serta di lapisan dalam"
medulla" yang mengandung agian(agian tuulus yang lurus" lengkung (ansa) henle"
#asa rekta dan duktus koligens terminal.
'etiap ginjal mengandung sekitar satu juta nefron (terdiri dari glomerulus dan
tuulus). Pada manusia" pementukan nefron telah selesai pada janin 05 minggu" tetapi
maturasi fungsional elum terjadi sampai di kemudian hari. Perkemangan paling $epat
terjadi pada 5 tahun pertama setelah lahir. 1arena tidak ada nefron aru yang dapat
dientuk sesudah lahir" hilangnya nefron se$ara progresif karena proses infeksi saluran
kemih atau refluks dapat menyeakan gangguan pertumuhan ginjal.
Gambar 1. Sayatan melintang ginjal dan nefron
Glomerulonefritis Akut 2
Coass pediatri RS Rajawali
2.2 SISTEM GLOMERULUS NORMAL
Glomerulus terdiri atas suatu anyaman kapiler yang sangat khusus dan
diliputi oleh simpai %o)man. Glomerulus yang terdapat dekat pada peratasan
korteks dan medula (2ju3tamedullary4) leih esar dari yang terletak perifer.
Per$aangan kapiler erasal dari arteriola afferens" mementuk loul(loul"
yang dalam keadaan normal tidak nyata" dan kemudian erpadu lagi menjadi
arteriola efferens. +empat masuk dan keluarnya kedua arteriola itu diseut kutub
vaskuler. *i seerangnya terdapat kutub tubuler, yaitu permulaan tuulus
$ontortus pro3imalis.
Gelung glomerulus yang terdiri atas anyaman kapiler terseut" ditunjang
oleh jaringan yang diseut mesangium" yang terdiri atas matriks dan sel
mesangial. !esangium erfungsi seagai pendukung kapiler glomerulus dan
mungkin erperan dalam pemuangan makromolekul (seperti komplek imun)
pada glomerulus" aik melalui fagositosis intraseluler maupun dengan transpor
melalui saluran(saluran intraseluler ke regio jukstaglomerular. 1apiler(kapiler
dalam keadaan normal tampak paten dan lear. *i seelah dalam daripada kapiler
terdapat sel endotel, yang mempunyai sitoplasma yang erfenestrasi. *i seelah
luar kapiler terdapat sel epitel viseral, yang terletak di atas memran asalis
dengan tonjolan(tonjolan sitoplasma" yang diseut seagai pedun$ulae atau foot
processes. !aka itu sel epitel #iseral juga dikenal seagai podosit.
Antara sel endotel dan podosit terdapat membrana basalis glomeruler
(G%! 5 glomerular basement membrane). !emrana asalis ini tidak
mengelilingi seluruh lumen kapiler. *engan mikroskop elektron diketahui ah)a
memrana asalis ini terdiri atas tiga lapisan" yaitu dari arah dalam ke luar ialah
lamina rara interna, lamina densa dan lamina rara externa.
'impai %o)man di seelah dalam erlapiskan sel epitel parietal yang
gepeng" yang terletak pada memrana asalis simpai %o)man. !emrana asalis
ini erlanjut dengan memrana asalis glomeruler pada kutu #askuler" dan
dengan memrana asalis tuuler pada kutu tuuler. *alam keadaan patologik"
sel epitel parietal kadang(kadang erproliferasi mementuk bulan sabit
(crescent). %ulan sait isa segmental atau sirkumferensial" dan isa seluler"
firoseluler atau firosa.
Glomerulonefritis Akut 0
Coass pediatri RS Rajawali
Populasi glomerulus ada 2 ma$am yaitu 6
17 Glomerulus korteks yang mempunyai ansa henle yang pendek erada
diagian luar korteks.
27 Glomerulus jukstamedular yang mempunyai ansa henle yang
panjang
sampai
k
e
agian dalam medula. Glomerulus sema$am ini erada
di
peratasan
korteks dan medula dan merupakan 2/8 populasi
nefron
tetapi
sanga
t
pentin
g
untu
k
reasoprs
i
ai
r
da
n
solut
.
Gambar 2. Sayatan melintang glomerulus dan kapiler glomerulus
Glomerulonefritis Akut -
Coass pediatri RS Rajawali
2.3 ISIOLOGI GINJAL
9ungsi primer ginjal adalah mempertahankan #olume dan komposisi $airan
ekstraseluler dalam atas(atas normal. 1omposisi dan #olume $airan ekstraseluler ini
dikontrol oleh filtrasi glomerulus" reasorpsi dan sekresi tuulus.
9ungsi utama ginjal teragi menjadi 6
179ungsi ekskresi
: !empertahankan osmolalitas plasma sekitar 2;5 m,smol dengan menguah
ekskresi air.
: !empertahankan p< plasma sekitar ="- dengan mengeluarkan keleihan <>
dan mementuk kemali <?,0@
: !empertahankan kadar masing(masing elektrolit plasma dalam rentang
normal.
: !engekskresikan produk akhir nitrogen dan metaolisme protein terutama
urea" asam urat dan kreatinin.
: !engekskresikan eragai senya)a asing" seperti 6 oat" pestisida" toksin" A
eragai Bat eksogen yang masuk kedalam tuuh.
279ungsi non ekskresi
: !enghasilkan renin yang penting untuk mengatur tekanan darah.
: !enghasilkan kalikrein" suatu enBim proteolitik dalam pementukan kinin"
suatu #asodilator
: !enghasilkan eritropoietin yaitu suatu faktor yang penting dalam stimulasi
produk sel darah merah oleh sumsum tulang.
: !emetaolisme #itamin * menjadi entuk aktifnya.
: 'intesis glukosa dari sumer non(glukosa (glukoneogenesis) saat puasa
erkepanjangan.
: !enghan$urkanCmenginakti#asi eragai hormone" seperti 6 angiotensin DD"
glu$agon" insulin" A paratiroid.
: *egradasi insulin.
: !enghasilkan prostaglandin
Glomerulonefritis Akut 5
Coass pediatri RS Rajawali
9ungsi dasar nefron adalah memersihkan atau menjernihkan plasma darah dan
sustansi yang tidak diperlukan tuuh se)aktu darah melalui ginjal. 'ustansi yang
paling penting untuk diersihkan adalah hasil akhir metaolisme seperti urea" kreatinin"
asam urat dan lain(lain. 'elain itu ion(ion natrium" kalium" klorida dan hidrogen yang
$enderung untuk erakumulasi dalam tuuh se$ara erleihan.
!ekanisme kerja utama nefron dalam memersihkan sustansi yang tidak
diperlukan dalam tuuh adalah 6
17Nefron menyaring seagian esar plasma di dalam glomerulus yang akan
menghasilkan $airan filtrasi.
27Eika $airan filtrasi ini mengalir melalui tuulus" sustansi yang tidak diperlukan
tidak akan direasorpsi sedangkan sustansi yang diperlukan direasorpsi
kemali ke dalam plasma dan kapiler perituulus.
!ekanisme kerja nefron yang lain dalam memersihkan plasma dan sustansi
yang tidak diperlukan tuuh adalah sekresi. 'ustansi(sustansi yang tidak diperlukan
tuuh akan disekresi dan plasma langsung mele)ati sel(sel epitel yang melapisi tuulus
ke dalam $airan tuulus. Eadi urin yang akhirnya terentuk terdiri dari agian utama
erupa sustansi(sustansi yang difiltrasi dan juga seagian ke$il sustansi(sustansi
yang disekresi.
Gambar 3. Fungsi ginjal berdasarkan komponen yang menyusunnya
Glomerulonefritis Akut .
Coass pediatri RS Rajawali
2.3.1 Filtrasi Glomerulus
*engan mengalirnya darah ke dalam kapiler glomerulus" plasma disaring
melalui dinding kapiler glomerulus. <asil ultrafiltrasi terseut yang eas sel"
mengandung semua sustansi plasma seperti elektrolit" glukosa" fosfat" ureum"
kreatinin" peptida" protein(protein dengan erat molekul rendah ke$uali protein
yang erat molekulnya leih dari .;./// (sepertD alumin dan gloulin). 9iltrat
dikumpulkan dalam ruang %o)man dan masuk ke dalam tuulus seelum
meninggalkan ginjal erupa urin.
9iltrasi glomerulus adalah hasil akhir dari gaya(gaya yang erla)anan
mele)ati dinding kapiler. Gaya ultrafiltrasi (tekanan hidrostatis kapiler
glomerulus) erasal dari tekanan arteri sistemik" yang di uah oleh tonus
arteriole aferen dan eferen. Gaya utama yang mela)an ultrafiltrasi adalah
tekanan onkotik kapiler glomerulus" yang dientuk oleh peredaan tekanan
antara kadar protein plasma yang tinggi dalam kapiler dan ultrafiltrat yang
hampir saja eas protein dalam ruang o)man. 9iltrasi dapat diuah oleh
ke$epatan aliran plasma glomerulus" tekanan hidrostatis dalam ruang o)man"
dan permeailitas dari dinding kapiler glomerulus. Permeailitas" seperti yang
diukur dengan koefisien ultrafiltrasi (11) adalah hasil kali permeailitas air pada
memran dan luas permukaan kapiler glomerulus total yang tersedia untuk
filtrasi.
Faju filtrasi glomelurus (F9G) seaiknya ditetapkan dengan $ara
pengukuran klirens kreatinin atau memakai rumus erikut6
F9G 5 k . +inggi %adan ($m)
1reatinin serum (mgCdl)
Nilai 2k4 pada6
%%FG H 1 tahun 5 /"00
Aterm H 1 tahun 5 /"-5
1 12 tahun 5 /"55
Glomerulonefritis Akut =
Coass pediatri RS Rajawali
2.- GLOMERULONERITIS AKUT
2.-.1 DEINISI
Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan
eragai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus
yang diseakan oleh suatu mekanisme imunologis. 'edangkan istilah akut
(glomerulonefritis akut 5 GNA) men$erminkan adanya korelasi klinik selain
menunjukkan adanya gamaran etiologi" patogenesis" perjalanan penyakit dan
prognosis.
2.!.2 ETIOLOGI
9aktor(faktor penyea yang mendasari GNA dapat diagi menjadi kelompok infeksi
dan ukan infeksi.
Kel"#$"k In%ek&'
Penyea infeksi yang paling sering GNA adalah infeksi oleh spesies Streptococcus
(yaitu" kelompok A" eta(hemolitik). *ua jenis telah dijelaskan" yang meliatkan
serotipe yang ereda6
: 'erotipe !1" 2" -" 12" 1;" 25 ( nefritis Poststrepto$o$$al akiat infeksi saluran
pernapasan atas" yang terjadi terutama di musim dingin
: 'erotipe -I" 55" 5=" ./ ( nefritis Poststrepto$o$$al karena infeksi kulit" iasanya
diamati pada musim panas dan gugur dan leih merata di daerah selatan
Amerika 'erikat.
GNA pas$a infeksi streptokokus (GNAP') iasanya erkemang 1(0 minggu setelah
infeksi akut dengan strain nephritogeni$ spesifik grup A streptokokus eta(hemolitik.
Dnsiden GN adalah sekitar 5(1/8 pada orang dengan faringitis dan 258 pada mereka
dengan infeksi kulit.
GN pas$ainfeksi N"n&tre$t"("((al mungkin juga hasil dari infeksi oleh akteri lain"
#irus" parasit" atau jamur. %akteri selain streptokokus grup A yang dapat menyeakan
GNA termasuk diplo$o$$i" streptokokus lainnya" staphylo$o$$i" dan
Glomerulonefritis Akut ;
Coass pediatri RS Rajawali
mikoakteri. Salmonella typhosa, rucella suis, !reponema pallidum, "orynebacterium
bovis" dan actinobacilli juga telah diidentifikasi.
?ytomegalo#irus (?!J)" $o3sa$kie#irus" Kpstein(%arr #irus (K%J)" #irus hepatitis
% (<%J)" ruella" ri$kettsiae (seperti dalam tifus s$ru)" dan #irus gondong diterima
seagai penyea #irus hanya jika dapat didokumentasikan ah)a infeksi streptokokus
eta(hemolitik tidak terjadi. GNA telah didokumentasikan seagai komplikasi langka
hepatitis A.
!enghuungkan glomerulonefritis ke etiologi parasit atau jamur memerlukan
penge$ualian dari infeksi streptokokus. ,rganisme diidentifikasi meliputi "occidioides
immitis dan parasit erikut6 #lasmodium malariae, #lasmodium falciparum,
Schistosoma mansoni, !oxoplasma gondii, filariasis, trichinosis" dan trypanosomes.
Kel"#$"k N"n)'n%ek&'
Penyea non(infeksi dari GNA dapat diagi menjadi penyakit ginjal primer" penyakit
sistemik" dan kondisi lain(lain atau agen.
Penyakit sistemik multisistem yang dapat menyeakan GNA meliputi6
: Jaskulitis (misalnya" Legener granulomatosis) ( Dni menyeakan
glomerulonefritis yang menggaungkan nephritides granulomatosa atas dan
a)ah.
: Penyakit kolagen(#askular (misalnya" lupus eritematosus sistemik M'FKN) ( Dni
menyeakan glomerulonefritis melalui deposisi kompleks imun pada ginjal.
: Jaskulitis hipersensiti#itas ( Dni men$akup sekelompok heterogen gangguan
pemuluh darah ke$il dan penyakit kulit.
: ?ryogloulinemia ( <al ini menyeakan jumlah anormal $ryogloulin dalam
plasma yang menghasilkan episode erulang dari purpura luas dan ulserasi kulit
pada kristalisasi.
: Polyarteritis nodosa ( ini menyeakan nefritis dari #askulitis meliatkan arteri
ginjal.
: <eno$h('$hOnlein purpura ( Dni menyeakan #askulitis umum mengakiatkan
glomerulonefritis.
Glomerulonefritis Akut I
Coass pediatri RS Rajawali
: 'indrom Goodpasture ( Dni menyeakan antiodi yang eredar pada kolagen
tipe DJ dan sering mengakiatkan kegagalan ginjal progresif $epat (minggu ke
ulan).
Penyakit ginjal primer yang dapat menyeakan GNA meliputi6
: !emranoproliferatif glomerulonefritis (!PGN) ( <al ini diseakan perluasan
dan proliferasi sel mesangial akiat pengendapan komplemen. +ipe D menga$u
pada deposisi granular dari ?0" tipe DD menga$u pada proses yang tidak teratur.
: Penyakit %erger (DgG(immunogloulin A MDgAN nefropati) ( ini menyeakan GN
seagai akiat dari deposisi mesangial difus DgA dan DgG.
: GN proliferatif mesangial 2murni4
: Ddiopatik glomerulonefritis progresif $epat ( %entuk GN ditandai dengan adanya
glomerulus crescent. +erdapat 0 tipe6 +ipe D adalah antiglomerular basement
membrane disease" tipe DD dimediasi oleh kompleks imun" dan tipe DDD
diidentifikasi dengan antiodi sitoplasmik antineutrophil (AN?A).
Penyea noninfeksius lainnya dari GNA meliputi6
: 'indrom Guillain(%arrP
: Dradiasi tumor Lilms
: Jaksin *ifteri Pertusis +etanus (*P+)
: 'erum si$kness
2.-.0 EPIDEMIOLOGI Stat'&t'k
*' A#er'ka Serkta
GN merupakan 1/(158 dari penyakit glomerular. Dnsidensi #ariael telah
dilaporkan" seagian karena penyakit ini ersifat suklinis pada leih dari setengah
penduduk yang terkena. !eskipun )aah sporadis" kejadian GNAP' telah erkurang
selama eerapa dekade terakhir. 9aktor yang ertanggung ja)a atas penurunan ini
mungkin termasuk pera)atan kesehatan yang leih aik dan kondisi sosial ekonomi
memaik.
Glomerulonefritis Akut 1/
Coass pediatri RS Rajawali
GN terdiri 25(0/8 dari semua kasus stadium akhir penyakit ginjal ($nd Stage
%enal &isease - K'G*). 'ekitar seperempat dari pasien hadir dengan sindrom nefritik
akut. 1eanyakan kasus mengalami proses yang relatif $epat" dan gagal ginjal stadium
akhir dapat terjadi dalam eerapa minggu atau ulan dari onset sindrom nefritik akut.
Kpisode asimtomatik GNAP' meleihi episode simptomatis dengan rasio 0(-61.
Stat'&t'k Interna&'"nal
'e$ara gloal" penyakit %erger merupakan penyea tersering dari GN.
*engan eerapa penge$ualian" insidensi GNAP' telah menurun di seagian
esar negara %arat. GNAP' tetap jauh leih umum di daerah seperti Afrika" 1ariia"
Dndia" Pakistan" !alaysia" Papua Nugini" dan Amerika 'elatan yang mungkin
dipengaruhi oleh status nutrisi" penggunaan antiiotik profilaksis" dan potensi dari
'treptokokus.. *i Port <ar$ourt" Nigeria" kejadian GNA pada anak usia 0(1. tahun
adalah 15"5 kasus per tahun" dengan rasio laki(laki(ke(perempuan 1.161" kejadian saat
ini tidak jauh ereda.
Jariasi geografis dan musiman dalam pre#alensi GNAP' leih tampak pada
GNA akiat faringitis diandingkan dengan penyakit kulit
!ortalitas pada penderita GNA pada anak sangat jarang (H18). +idak ada
predileksi rasial. Pada laki(laki dua kali leih sering daripada pada )anita. GNA P'
sering terjadi pada anak usia 5(15 tahun. GNA dominan menyerang anak laki(laki
dianding anak perempuan (ratio 2 6 1).
*i Dndonesia" penelitian multisenter selama 12 ulan pada tahun 1I;;
melaporkan 1=/ orang pasien penderita GNA yang dira)at di rumah sakit pendidikan"
teranyak di 'uraaya (2."58) diikuti oleh Eakarta (2-"=8)" %andung (1=".8)" dan
Palemang (;"28). Perandingan pasien laki(laki dan perempuan 1"061 dan teranyak
menyerang anak usia .(; tahun (-/".8).
2.!.! PATOGENESIS
Fesi pada glomerulus di GNA adalah hasil dari deposisi kompleks imun pada
glomerulus atau in situ. Pada penampilan kasar" ginjal dapat memesar hingga 5/8.
Glomerulonefritis Akut 11
Coass pediatri RS Rajawali
Peruahan histopatologis termasuk pemengkakan gelung glomerulus dan infiltrasi oleh
sel polimorfonuklear. Dmunofluoresensi mengungkapkan pengendapan imunogloulin
dan komplemen.
1e$uali di GNAP'" pemi$u yang tepat untuk pementukan kompleks imun tidak
jelas. *alam GNAP'" keterliatan turunan dari protein streptokokus telah dilaporkan.
'euah neuraminidase streptokokus dapat menguah imunogloulin G (DgG). DgG
menggaungkan antiodi host. DgG C kompleks imun anti(DgG terentuk dan kemudian
terkumpul dalam glomeruli. 'elain itu" ketinggian titer antiodi terhadap antigen
lainnya" seperti antistreptolysin , atau antihyaluronidase" *NAase(%" dan streptokinase"
memerikan ukti infeksi streptokokus aru(aru ini.
Per+,a-an Str+kt+ral Dan +ng&'"nal
GNA meliatkan aik peruahan struktural dan peruahan fungsional.
'e$ara struktural" proliferasi sel menyeakan peningkatan jumlah sel dalam
seerkas glomerular karena proliferasi endotel" mesangial" dan epitel sel. Proliferasi
mungkin endokapiler (yaitu" dalam atas(atas jumai glomerular kapiler) atau
e3trakapiler (yaitu" di ruang %o)man yang meliatkan sel(sel epitel). *alam proliferasi
e3trakapiler" proliferasi sel epitel parietal mengarah pada pementukan crescent,
karakteristik fitur entuk(entuk tertentu dari GN progresif $epat.
Proliferasi Feuko$yte ditunjukkan dengan adanya neutrofil dan monosit dalam lumen
kapiler glomerulus dan sering menyertai proliferasi sel.
Penealan memran asalis glomerular mun$ul seagai penealan dinding
kapiler pada mikroskop $ahaya. Pada mikroskop elektron" ini mungkin mun$ul seagai
akiat penealan memran asement yang tepat (misalnya" diaetes) atau pengendapan
elektron(padat materi" aik di sisi endotel atau epitel dari memran asal. Klektron(
padat deposito isa suendothelial" suepitel" intramemran" atau mesangial" dan
mereka sesuai dengan daerah pengendapan kompleks imun.
<ialinisasi atau s$lerosis menunjukkan $edera ire#ersiel. Peruahan(peruahan
struktural dapat fokus" difus atau segmental" atau gloal.
Glomerulonefritis Akut 12
Coass pediatri RS Rajawali
Peruahan fungsional meliputi proteinuria" hematuria" penurunan G9G (yaitu"
oligoanuria)" dan sedimen urin aktif dengan sel darah merah dan cast sel darah merah.
G9G dan penurunan a#id garam nefron distal dan air hasil retensi dalam ekspansi
#olume intra#askular" edema" dan" sering" hipertensi sistemik.
Glomerulonefritis Pas$a infeksi strepto$o$$al
!(protein pada streptokokus seelumnya diyakini ertanggung ja)a untuk
GNAP'" tetapi penelitian yang melandasi keyakinan ini didasarkan se$ara diskonto.
Protease kationik terkait nefritis streptokokus dan prekursor Bymogen nya (nefritis
terkait protease MNAPGN) telah diidentifikasi seagai gliseraldehida(0(fosfat
dehidrogenase yang erfungsi seagai reseptor plasmin(ogen). <al ini mengikat plasmin
dan mengaktifkan komplemen melalui jalur alternatif.
Antiodi tingkat untuk NAPG meningkat pada infeksi streptokokus (grup A" ?"
dan G) terkait dengan GN tetapi tidak meningkat pada infeksi streptokokus tanpa GN"
sedangkan anti(streptolysin(, titer meningkat pada kedua keadaan. Antiodi ini untuk
NAPG ertahan selama ertahun(tahun dan mungkin menjadi pelindung terhadap
episode leih lanjut GNAP'.
1ompleks imun pada glomerulus
Akti#asi sistem komplemen
Akti#asi kaskade koagulasi
Pengikatan monosit polimorf
1erusakan glomerulus
Agregasi tromosit
9irin
Glomerulonefritis Akut 10
Coass pediatri RS Rajawali
1inin
'indrom klinis
2.!.. PATOISIOLOGI
Patofisiologi pada gejala(gejala klinik erikut6
1. 1elainan urinalisis6 proteinuria dan hematuria 1erusakan dinding kapiler
glomerulus sehingga menjadi leih permeable dan porotis terhadap
protein dan sel(sel eritrosit" maka terjadi proteinuria dan hematuria.
Gambar 4. Proses proteinuria dan hematuria pada GN
27Kdema
!ekanisme retensi natrium dan edema pada glomerulonefritis tanpa
penurunan tekanan onkotik plasma. <al ini ereda dengan mekanisme
edema pada sindrom nefrotik.
Penurunan faal ginjal yaitu laju filtrasi glomerulus (FG9) tidak diketahui
seanya" mungkin akiat kelainan histopatologis (pemengkakan sel(sel
endotel" proliferasi sel mesangium" oklusi kapiler(kaliper) glomeruli.
Penurunan faal ginjal F9G ini menyeakan penurunan ekskresi natrium
Glomerulonefritis Akut 1-
Coass pediatri RS Rajawali
Na
>
(natriuresis)" akhirnya terjadi retensi natrium Na
>
. 1eadaan retensi
natrium Na
>
ini dipererat oleh pemasukan garam natrium dari diet.
Getensi natrium Na
>
disertai air menyeakan dilusi plasma" kenaikan
#olume plasma" ekspansi #olume $airan ekstraseluler" dan akhirnya terjadi
edema.
07<ipertensi
: Gangguan keseimangan natrium (sodium homeostasis) Gangguan
keseimangan natrium ini memegang peranan dalam genesis
hipertensi ringan dan sedang.
: Peranan sistem renin(angiotensin(aldosteron iasanya pada
hipertensi erat. <ipertensi dapat dikendalikan dengan oat(
oatan yang dapat menurunkan konsentrasi renin" atau tindakan
nefrektomi.
: 'ustansi renal medullary hypotensive factors" diduga
prostaglandin. Penurunan konsentrasi dari Bat ini menyeakan
hipertensi
: %endungan 'irkulasi
%endungan sirkulasi merupakan salah satu $iri khusus dari
sindrom nefritik akut" )alaupun mekanismenya masih elum
jelas.
%eerapa hipotesis yang erhuungan telah dikemukakan dalam
kepustakaan(kepustakaan antara lain6
a7 Jaskulitis umum
Gangguan pemuluh darah di$urigai merupakan salah satu tanda kelainan
patologis dari glomerulonefritis akut. 1elainan(kelainan pemuluh darah
ini menyeakan transudasi $airan ke jaringan interstisial dan menjadi
edema.
7 Penyakit jantung hipertensif
%endungan sirkulasi paru akut diduga erhuungan dengan hipertensi
yang dapat terjadi pada glomerulonefritis akut.
Glomerulonefritis Akut 15
Coass pediatri RS Rajawali
$7 !iokarditis
Pada seagian pasien glomerulonefritis tidak jarang ditemukan
peruahan(peruahan elektrokardiogram6 gelomang + teralik pada
semua lead aik standar maupun pre$ardial. Peruahan(peruahan
gelomang + yang tidak spesifik ini mungkin erhuungan dengan
miokarditis.
d) Getensi $airan dan hiper#olemi tanpa gagal jantung <ipotesis ini dapat
menerangkan gejala endungan paru akut" kenaikan cardiac output"
ekspansi #olume $airan tuuh. 'emua peruahan patofisiologi ini akiat
retensi natrium dan air
2.!./ MANIESTASI KLINIS
ANAMNESIS
1eanyakan iasanya" anak dengan GNA akan terlihat karena terjadinya peruahan
)arna urin mendadak. Pada kesempatan itu pula" keluhan mungkin erhuungan dengan
komplikasi dari penyakit6 kejang hipertensi" edema" dan seagainya. 'elanjutnya perlu
digali leih jauh mengenai rin$ian leih lanjut mengenai peruahan )arna urin.
<ematuria pada anak dengan GNA iasanya digamarkan seagai Q$oke"Q Qteh"Q atau
er)arna seperti asap. Larna darah merah terang dalam urin leih mungkin konsekuensi
masalah anatomi seperti urolithiasis dari glomerulonefritis.
Larna urin pada GNA seragam di sepanjang aliran. <ematuria pada GNA
hampir selalu tidak sakit: disuria yang menyertai gross hematuria leih mengarah pada
$ystitis hemorrhagik akut daripada penyakit ginjal. Gi)ayat keluhan serupa seelumnya
akan menunjuk ke eksaserasi proses kronis seperti DgA nefropati.
<al ini penting erikutnya adalah memastikan gejala sugestif dari komplikasi
GNA terseut. Dni mungkin termasuk sesak napas atau setelah eraktifitas yang
menunjukkan o#erload $airan atausakit kepala" gangguan penglihatan" atau peruahan
status mental dari hipertensi.
'ejak GNA dapat mun$ul dengan keluhan dari organ multisistem" re#ie)
lengkap dari seluruh sistem sangat penting. Perhatian khusus harus dierikan untuk
Glomerulonefritis Akut 1.
Coass pediatri RS Rajawali
ruam" ketidaknyamanan sendi" peruahan erat adan" kelelahan" peruahan nafsu
makan" keluhan pernafasan" dan paparan oat terakhir. 'ejarah keluarga harus
memahas kehadiran setiap anggota keluarga dengangangguan autoimun" seagai anak(
anak dengan aik 'FK dan memranoproliferatif glomerulonefritis (!PGN) mungkin
memiliki keraat yang juga menderita penyakit serupa. 'euah ri)ayat keluarga gagal
ginjal (khususnya ertanya tentang dialisis dan transplantasi ginjal) mungkin menjadi
petunjuk untuk proses seperti sindrom Alport" yang mungkin a)alnya hadir dengan
gamar GNA.
Adanya ri)ayat infeksi streptokokus seelumnya seperti faringitis" tonsilitis"
atau pioderma.
%erikut merupakan eerapa keadaan yang didapatkan dari anamnesis6
a7 Periode laten
: +erdapat periode laten antara infeksi streptokokus dengan onset pertama kali
mun$ul gejala.
: Pada umumnya" periode laten selama 1(2 minggu setelah infeksi tenggorok dan
0(. minggu setelah infeksi kulit
: ,nset gejala dan tanda yang timul ersamaan dengan faringitis iasanya
merupakan imunogloulin A (DgA) nefropati daripada GNA P'.
7&rin er)arna gelap
: !erupakan gejala klinis pertama yang timul
: &rin gelap diseakan hemolisis eritrosit yang telah masuk ke memran
: asalis glomerular dan telah masuk ke sistem tuular.
$7 Kdema periorital
: ,nset mun$ulnya sema pada )ajah atau mata tia(tia. %iasanya tampak jelas
saat psaat angun tidur dan ila pasien aktif akan tampak pada sore hari.
: Pada eerapa kasus edema generalisata dan kongesti sirkulasi seperti dispneu
dapat timul.
: Kdema merupakan akiat dari tereksresinya garam dan air.
: +ingkat keparahan edema erhuungan dengan tingkat kerusakan ginjal.
Glomerulonefritis Akut 1=
Coass pediatri RS Rajawali
d7Gejala nonspesifik
: Raitu gejala se$ara umum penyakit seperti malaise" lemah" dan anoreksia"
mun$ul pada 5/8 pasien.
: 15 8 pasien akan mengeluhkan mual dan muntah.
: Gejala lain demam" nyeri perut" sakit kepala.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dia)ali dengan penilaian yang $ermat mengenai tanda(tanda #ital"
terutama tekanan darah. +ekanan darah 5 mm di atas persentil ke(II untuk usia anak"
jenis kelamin" dan tinggi" terutama jika disertai dengan peruahan dalam status
keji)aan" diutuhkan perhatian. +akikardia dan ta$hypnea mengarah ke gejala o#erload
$airan. Pemeriksaan hidung dan tenggorokan dengan $ermat dapat memerikan ukti
perdarahan" menunjukkan kemungkinan salah satu AN?A positi#e #askulitides seperti
LegnerSs granulomatosis.
Fimfadenopati ser#ikal mungkin residua dari faringitis streptokokus aru(aru
ini. Pemeriksaan kardiopulmoner akan memerikan ukti o#erload $airan atau
keterliatan paru yang memiliki karakteristik sindrom langka ginjal(paru. Pemeriksaan
perut sangat penting. As$ites mungkin hadir jika ada komponen nefrotik pada GNA.
<epato(splenomegali mungkin menunjuk ke gangguan sistemik. Nyeri perut yang
signifikan dapat menyertai <'P.
%eerapa edema perifer dari retensi garam dan air terlihat pada GNA" tapi ini
$enderung menjadi edemaQerototQ yang leih halus daripada karakteristik edema
pitting dari sindrom nefrotik. Rang paling mudah terlihat adalah edema periorital atau
mata tampak sema. Kdema skrotum dapat terjadi pada sindrom nefrotik juga" dan
or$hitis merupakan temuan sesekali di <'P.
Pemeriksaan yang sangat erhati(hati dari kulit adalah penting dalam GNA.
Guam pada <'P" memiliki karakteristik ketika kemerahan" a)alnya mungkin halus dan
teratas pada okong atau punggung kaki. 1eterliatan sendi terjadi pada eerapa
gangguan multisistem dengan GNA. 'endi ke$il (misalnya" jari) leih khas 'FK"
sementara atau keterliatan lutut terlihat dengan <'P.
Glomerulonefritis Akut 1;
Coass pediatri RS Rajawali
a7 'indrom Nefritis Akut
: Gejala yang timul adalah edema" hematuria" dan hipertensi dengan atau tanpa
klinis GNA P'.
: I58 kasus klinis memiliki 2 manifestasi" dan -/8 memiliki semua manifestasi
akut nefritik sindrom
7Kdema
: Kdema tampak pada ;/(I/8 kasus dan ./8 menjadi keluhan saat ke dokter.
: +erjadi penurunan aliran darah yang ermanifestasi sedikit eksresi natrium dan
urin menjadi terkonsentrasi. Adanya retensi natrium dan air ini menyeakan
terjadinya edema.
$7 <ipertensi
: <ipertensi mun$ul dalam ./(;/8 kasus dan iasanya pada orang yang leih
esar.
: Pada 5/8 kasus" hipertensi isa menjadi erat.
: Eika ada hipertensi menetap" hal terseut merupakan petunjuk progresifitas ke
arah leih kronis atau ukan merupakan GNA P'.
: <ipertensi diseakan oleh retensi natrium dan air yang eksesif.
: !eskipun terdapat retensi natrium" kadar natriureti$ peptida dalam plasma
meningkat.
: Akti#itas renin dalam plasma rendah.
: Knsefalopati hipertensi ada pada 5(1/8 pasien"iasanya tanpa defisit neurologis.
d7,liguria
: +ampak pada 1/(5/8 kasus" pada 158 output urin H2//ml.
: ,liguria mengindikasikan entuk cresentic yang erat.
: %iasanya transien" dengan diuresis 1(2 minggu.
e7 <ematuria
: !un$ul se$ara umum pada semua pasien.
: 0/8 gross hematuria.
f7 *isfungsi #entrikel kiri
: *isfungsi #entrikel kiri dengan atau tanpa hipertensi atau efusi perikardium
dapat timul pada kongestif akut dan fase kon#alesen.
Glomerulonefritis Akut 1I
Coass pediatri RS Rajawali
: Pada kasus yang jarang" GNA P' dapat menunjukkan gejala perdarahan
pulmonal.
2.-.= PEMERIKSAAN PENUNJANG
A7 La,"rat"r'+#
Adanya infeksi streptokokus harus di$ari dengan melakukan iakan tenggorok
dan kulit. %iakan mungkin negatif apaila telah dierikan antimikroa. %eerapa uji
serologis terhadap antigen streptokokus dapat dipakai untuk memuktikan adanya
infeksi streptokokus" antara lain antistreptoBim" A'+," antihialuronidase" dan anti
*nase %. 'krining antistreptoBim $ukup ermanfaat oleh karena mampu mengukur
antiodi terhadap eerapa antigen streptokokus. +iter anti streptolosin , meningkat
pada =5(;/8 pasien dengan glomerulonefritis akut pas$a streptokokus dengan faringitis"
meskipun eerapa strain streptokokus tidak memproduksi streptolisin ,. %ila semua uji
dilakukan uji serologis dilakukan" leih dari I/8 kasus menunjukkan adanya infeksi
streptokokus.
+iter A'+, meningkat pada hanya 5/8 kasus glomerulonefritis akut
pas$astreptokokus atau pas$aimpetigo" tetapi antihialuronidase atau antiodi yang lain
terhadap antigen streptokokus iasanya positif. Pada a)al penyakit titer antiodi
streptokokus elum meningkat" hingga seaiknya uji titer dilakukan se$ara seri.
1enaikan titer 2(0 kali lipat erarti adanya infeksi. +etapi " meskipun terdapat ukti
adanya infeksi streptokokus" hal terseut elum dapat memastikan ah)a
glomerulonefritis terseut enar(enar diseakan karena infeksi streptokokus. Gejala
klinis dan perjalanan penyakit pasien penting untuk menentukan apakah iopsi ginjal
memang diperlukan.
+iter antiodi streptokokus positif pada TI5 8 pasien faringitis" dan ;/8 pada
pasien dengan infeksi kulit. Antistreptolisin" antini$otinamid dinu$leotidase (anti(NA*)"
antihyaluronidase (Ahase) dan anti(*NAse % positif setelah faringitis. +iter antiodi
meningkat dalam 1 minggu pun$aknya pada satu ulan dan akan menurun setelah
eerapa ulan.
Glomerulonefritis Akut 2/
Coass pediatri RS Rajawali
Pada pemeriksaan serologi didapatkan penurunan komponen serum ?<5/ dan
konsentrasi serum ?0. Penurunan ?0 terjadi ada TI/8 anak dengan GNA P'. Pada
pemeriksaan kadar komplemen" ?0 akan kemali normal dalam 0 hari atau paling lama
0/ hari setelah onset.
Peningkatan %&N dan kreatinin. Peningkatannya iasanya transien. %ila
peningkatan ini menetap eerapa minggu atau ulan menunjukkan pasien ukan GNA
P' seenarnya. Pasien yang mengalami entuk kresentik GN mengalami peruahan
$epat" dan penyemuhan tidak sempurna. Adanya hiperkalemia dan asidosis metaolik
menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. 'elain itu didapatkan juga hiperfosfatemi
dan ?a serum yang menurun.
Pada urinalisis menggamarkan anormalitas" hematuria dan proteinuria mun$ul
pada semua kasus. Pada sedimen urin terdapat eritrosit" leukosit" granular. +erdapat
gangguan fungsi ginjal sehingga urin menjadi leih terkonsentrasi dan asam. *itemukan
juga glukosuria. Kritrosit paling aik didapatkan pada urin pagi hari" terdapat ./(;58
pada anak yang dira)at di G'. <ematuria iasanya menghilang dalam )aktu 0(. ulan
dan mungkin dapat ertahan 1; ulan. <ematuria mikroskopik dapat mun$ul meskipun
klinis sudah memaik. Proteinuria men$apai nilai >1 sampai >-" iasanya menghilang
dalam . ulan. Pasien dengan proteinuria dalam nephroti$(range dan proteinuria erat
memiliki prognosis uruk.
Pada pemeriksaan darah tepi gamaran anemia didapatkan"anemia normositik
normokrom.
B0 Pe#er'k&aan Pen('traan
: 9oto toraks dapat menunjukkan ?ongestif <eart 9ailure.
: &'G ginjal iasanya menunjukkan ukuran ginjal yang normal.
?7B'"$&' G'n1al
%iopsi ginjal diindikasikan ila terjadi peruahan fungsi ginjal yang menetap"
anormal urin dalam 1; ulan" hipokomplemenemia yang menetap" dan terjadi sindrom
nefrotik.
Glomerulonefritis Akut 21
Coass pediatri RS Rajawali
Dndikasi Gelatif 6
: +idak ada periode laten di antara infeksi streptokokus dan GNA
: Anuria
: Peruahan fungsi ginjal yang $epat
: 1adar komplemen serum yang normal
: +idak ada peningkatan antiodi antistreptokokus
: +erdapat manifestasi penyakit sistemik di ekstrarenal
: G9G yang tidak mengalami peraikan atau menetap dalam 2 minggu
: <ipertensi yang menetap selama 2 minggu
Dndikasi Asolut 6
: G9G yang tidak kemali normal dalam - minggu
: <ipokomplemenemia menetap dalam . minggu
: <ematuria mikroskopik menetap dalam 1; ulan
: Proteinuria menetap dalam . ulan
2.-.; DIAGNOSIS
Glomerulonefritis akut didiagnosis dengan menemukan ri)ayat hematuria"
edema" hipertensi" atau gejala nonspesifik seperti malaise" demam" nyeri adomen.
*idukung dengan pemeriksaan fisik yang menunjukkan adanya o#erload $airan (edema
dan hipertensi)" peruahan erat adan aru(aru ini" asites atau efusi pleura"
kemerahan pada kulit" pu$at" nyeri ketok pada sudut kosto#ertera" pemeriksaan
neurologis yang anormal" dan lain(lain.
D'agn"&'& 2l'n'(al Man'%e&tat'"n&
Poststrepto$o$$al glomerulonephritis
!i$ros$opi$ or gross hematuria"
proteinuria"
hypertension" and edema
<emolyti$(uremi$ syndrome !i$ros$opi$ hematuria" hypertension"
gastroenteritis (loody diarrhea)" oliguria"
and pete$hiae
<eno$h('$hOnlein purpura nephritis !i$ros$opi$ hematuria" palpale purpura"
adominal pain" tender su$utaneous
edema"
arthralgias sometimes present
Dmmunogloulin A nephropathy !i$ros$opi$ hematuria U proteinuria:
Glomerulonefritis Akut
2
2
Coass pediatri RS Rajawali
intermittent gross hematuria )ith #iral
infe$tions
'ystemi$ lupus erythematosus Gross hematuria U mi$ros$opi$" rash (malar"
dis$oid" #as$uliti$) and arthralgias or
arthritis
Alport syndrome !i$ros$opi$ or gross hematuria"
sensorineural hearing loss" family history of
renal failure" $atara$ts
2.-.I KOMPLIKASI
Pengemangan menjadi s$lerosis jarang pada pasien yang khas" namun pada
/"5(28 dari pasien dengan GNA" tentu saja erlangsung ke arah gagal ginjal" erakiat
pada kematian ginjal dalam )aktu singkat.
&rinalisis yang anormal (yaitu" mi$rohematuria) dapat ertahan selama
ertahun(tahun. Penurunan ditandai dalam laju filtrasi glomerulus (G9G) jarang.
Kdema paru dan hipertensi dapat terjadi. Kdema anasarka dan hipoaluminemia
dapat terjadi akiat proteinuria erat.
'ejumlah komplikasi yang mengakiatkan terkait kerusakan akhir organ dalam
sistem saraf pusat (''P) atau sistem kardiopulmoner dapat erkemang pada pasien
yang hadir dengan hipertensi erat" ensefalopati" dan edema paru.
1omplikasi GNA meliputi6
: hipertensi retinopati
: hipertensi ensefalopati
: ?epat progresif GN
: Gagal ginjal kronis
: 'indrom nefrotik
Glomerulonefritis Akut 20
Coass pediatri RS Rajawali
2.-.1/ TATALAKSANA
Penanganan pasien adalah suportif dan simtomatik. Pera)atan diutuhkan
apaila dijumpai penurunan fungsi ginjal sedang sampai erat (klirens kreatinin H ./
mlCmntC1"=0 m2)" %&N T 5/ kg" anak dengan tanda dan gejala uremia" muntah letargi"
hipertensi ensefalopati" anuria atau oliguria menetap.
Pasien hipertensi dapat dieri diuretik atau antihipertensi. %ila hipertensi ringan
(sistolik 10/ mm<g dan diastole I/ mm<g)" umumnya dioser#asi tanpa dieri terapi.
<ipertensi sedang (sistolik T 1-/(15/ mmhg dan diastole T 1// mm<g) dioati dengan
pemerian hidralaBin oral atau D!" nifedipin oral atau sulingual. *alam prakteknya
leih aik mera)at inap pasien hipertensi 1(2 hari daripada memeri antihipertensi yang
lama. Pada hipertensi erat dierikan hidralaBin /"15(/"0 mgCkg DJ" dapat diulang
setiap 2(- jam atau reserpin /"/0(/"1 mgCkg (1(0 mgCm2) DJ" natrium nitroprusid 1(;
mgCkgCmnt. Pada krisis hipertensi (sistolik T 1;/ mm<g atau diastoli$ T 12/ mm<g)
dieri diaBo3id 2(5 mgCkg DJ se$ara $epat ersama furosemid 2 mggCkg DJ. Pilihan
lain klonidin drip /"//2 mgCkgCkali" diulang setiap -(. jam atau dieri nifedipin
sulingual /"25(/"5 mgCkg dan dapat diulang setiap . jam ila diperlukan.
%ila anuria erlangsung lama (5(= hari)" maka ureum harus dikeluarkan dari dalam
darah dengan eerapa $ara misalnya dialisis pertonium" hemodialisis" ilasan lamung
dan usus (tindakan ini kurang efektif" tranfusi tukar). %ila prosedur di atas tidak dapat
dilakukan oleh karena kesulitan teknis" maka pengeluaran darah #ena pun dapat
dikerjakan dan adakalanya menolong juga.
Getensi $airan ditangani dengan pematasan $airan dan natrium. Asupan $airan
seanding dengan in#ensile )ater loss (-//(5// mlCm2 luas permukaan tuuhChari)
ditamah setengah atau kurang dari urin yang keluar. %ila erat adan tidak erkurang
dieri diuretik seperti furosemid 2 mgCkg" 1(2 kaliChari.
Pemakaian antiiotik tidak mempengaruhi perjalanan penyakit. Namun" pasien
dengan iakan positif harus dierikan antiiotik untuk eradikasi organisme dan
men$egah penyearan ke indi#idu lain. *ierikan antimikroa erupa injeksi enBathin
penisilin 5/./// &Ckg D! atau eritromisin oral -/ mgCkgChari selama 1/ hari ila 1=
pasien alergi penisilin.
Glomerulonefritis Akut 2-
Coass pediatri RS Rajawali
Pematasan ahan makanan tergantung eratnya edema" gagal ginjal dan
hipertensi. Protein tidak perlu diatasi ila kadar urea H =5 mgCdF atau 1// mgCdF. %ila
terjadi aBotemia asupan protein diatasi /"5 gCkgChari. Pada edema erat dan
endungan sirkulasi dapat dierikan Na?l 0// mgChari sedangkan ila edema minimal
dan hipertensi ringan dierikan 1(2 gCm2Chari. %ila disertai oliguria" maka pemerian
kalium harus diatasi. Anuria dan oliguria yang menetap" terjadi pada 5(1/8 anak.
Penanganannya sama dengan GGA dengan eragai penyea dan jarang menimulkan
kematian.
Gl"#er+l"ne$-r't'
& S$e('%'( treat#ent& +&e* Rat'"nale %"r treat#ent
En*"(a$'llar3
None reVuired
Dnflammation generally
gl"#er+l"ne$-r't'& self resol#ing
A(+te ne$-r't'( $-a&e4
Me&ang'"$r"l'%erat'5e
gl"#er+l"ne$-r't'&
Bl""* $re&&+re ("ntr"l 6't-
A2E 'n-','t"r&
Pulsed intra#enous steroids" Gedu$e inflammation
$y$lophosphamide" espe$ially )here renal
my$ophenolate mofetil fun$tion de$lining and
intra#enous immunogloulin $res$ents present
P+l&e* 'ntra5en"+& &ter"'*&
Ant'gl"#er+lar 1 g %"r 378 %"ll"6e* ,3 "ral
+o s)it$h off
antiglomerular asement
,a&e#ent #e#,rane &ter"'*& 9/: #g7*a30
memrane antiody
*'&ea&e 23(l"$-"&$-a#'*e "rall3
produ$tion
92;3 #g7kg7*a30
+o remo#e e3isting
Pla&#a e<(-ange 9*a'l3 %"r antiglomerular asement
1! *a3& "r +nt'l n" ant') memrane antiody )hile
GBM ant',"*30 immunosuppression takes
effe$t
P+l&e* 'ntra5en"+& &ter"'*&
AN2A $"&'t'5e 1 g %"r 378 = "ral &ter"'*& 'uppression of antiody
5a&(+l't'& 9&tart /: #g0> and $ellular immune arms
(3(l"$-"&$-a#'*e 92
Glomerulonefritis Akut 25
Coass pediatri RS Rajawali
#g7kg7*a3 "rall3 "r :..;1 g
#"nt-l3 'ntra5en"+&0
Plasma e3$hangeW for Gemo#al of
$reatinine T5// or pulmonary AN?ACimmune
haemorrhage $omple3esW
Gemo#al of
proinflammatory
$ytokinesW
I##+ne ("#$le<) +reat underlying histologi$al
#e*'ate* RPGN #ariant
Df idiopathi$ as for AN?A 'uppression of antiody
positi#e #as$ulitis response
M2GN t3$e I4 'teroids -/ mgCm
2
alternate
'*'"$at-'( days in $hildren only
As antiplatelet agents to
Aspirin (025 mgCday) de$rease $ellular
proliferation
*ipyridamole (=51// mg
three times a day) in adults
only
T3$e I4 -e$at't'& 2
Alpha(interferonCria#irin +o lessen #iral dri#e
relate*
'teroids" $y$lophosphamide +o treat inflammatory
(plasma e3$hange) $omponent
T3$e II
No spe$ifi$ therapy sho)n to
e helpful
Intra5en"+& &ter"'*& = "ral
+o suppress antiody
L+$+& ne$-r't'& produ$tion and redu$e
&ter"'*&
immune $omple3es
Intra5en"+&7"ral
(3(l"$-"&$-a#'*e
!y$ophenolate mofetil"
$y$losporin
Glomerulonefritis Akut 2.
Coass pediatri RS Rajawali
2.!.11 PROGNOSIS
'eagian esar pasien akan semuh sempurna" tetapi 58 di antaranya mengalami
perjalanan penyakit yang memuruk dengan $epat pementukan kresen pada epitel
glomerulus. Angka kematian dari GNA pada kelompok usia yang paling sering terkena"
pasien anak(anak" telah dilaporkan /(=8.
1asus sporadis nefritis akut sering erkemang menjadi entuk yang kronis.
Perkemangan ini terjadi pada seanyak 0/8 dari pasien de)asa dan 1/8 dari pasien
anak. GN merupakan penyea paling umum dari gagal ginjal kronis (258).
Pada GNAP'" prognosis jangka panjang yang umumnya aik. Feih dari I;8
dari indi#idu tidak menunjukkan gejala setelah 5 tahun" dengan gagal ginjal kronis
dilaporkan 1(08.
*alam seminggu atau leih onset" keanyakan pasien dengan GNAP' mulai
mengalami resolusi spontan retensi $airan dan hipertensi. +ingkat ?0 dapat kemali
normal dalam )aktu ; minggu setelah tanda pertama GNAP'. Proteinuria dapat ertahan
selama . ulan dan hematuria mikroskopik hingga 1 tahun setelah onset nefritis.
Gambar !. "esolusi pada kasus GNPS berdasarkan #aktu
Glomerulonefritis Akut 2=
Coass pediatri RS Rajawali
Akhirnya" semua kelainan kemih harus menghilang" hipertensi harus mereda" dan
fungsi ginjal harus kemali normal. Pada orang de)asa dengan GNAP'" pemulihan
penuh fungsi ginjal dapat diharapkan hanya dalam )aktu setengah dari pasien" dan
prognosis suram pada pasien dengan diaetes glomerulos$lerosis mendasarinya.
%eerapa pasien dengan nefritis akut mengemangkan gagal ginjal progresif $epat.
'ekitar 158 dari pasien pada 0 tahun dan 28 dari pasien pada =(1/ tahun
mungkin memiliki proteinuria persisten ringan. Prognosis jangka panjang elum tentu
erahaya. %eerapa pasien mungkin mengemangkan hipertensi" proteinuria" dan
insufisiensi ginjal selama 1/(-/ tahun setelah penyakit a)al. Dmunitas terhadap protein
! adalah tipe(spesifik" tahan lama" dan pelindung. Kpisode erulang dari GNAP' karena
itu tidak iasa.
Prognosis untuk GN pas$ainfeksi nonstrepto$o$$al tergantung pada agen yang
mendasari" yang harus diidentifikasi dan ditangani. &mumnya" prognosis yang leih
uruk pada pasien dengan proteinuria erat" hipertensi erat" dan peningkatan yang
signifikan dari tingkat kreatinin. Nefritis terkait dengan methi$illin(resistant
'taphylo$o$$us aureus (!G'A) dan infeksi kronis iasanya semuh setelah pengoatan
infeksi.
Penyea lain GNA memiliki hasil yang er#ariasi dari pemulihan lengkap untuk
menyelesaikan gagal ginjal. Prognosis tergantung pada penyakit yang mendasarinya dan
kesehatan keseluruhan dari pasien. +erjadinya komplikasi kardiopulmoner atau
neurologis memperuruk prognosis.
Glomerulonefritis Akut 2;
Coass pediatri RS Rajawali
BAB III
KESIMPULAN
Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan
eragai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus
yang diseakan oleh suatu mekanisme imunologis. Ktilogi dari GNA sendiri dapat
dikelompokkan menjadi 2 agian esar" yaitu kelompok infeksi (yang paling sering
adalah infeksi streptokokus)" dan kelompok non(infeksi.
Gejala(gejala umum yang erkaitan dengan permulaan penyakit adalah
hematuria" oliguria"edema"hipertensi dan eerapa gejala non(spesifik seperti rasa lelah"
anoreksia dan kadang demam"sakit kepala" mual" muntah.
*iagnosis ditegakkan erdasarkan anamnesis" gejala klinis" pemeriksaan fisis"
akteriologis" serologis" imunologis" dan histopatologis. Pengoatan hanya ersifat
suportif dan simtomatik.
+ujuan utama dalam penatalaksanaan glomerulonefritis adalah untuk
meminimalkan kerusakan pada glomerulus" meminimalkan metaolisme pada ginjal" dan
meningkatkan fungsi ginjal.
+idak ada pengoatan khusus yang mempengaruhi penyemuhan kelainan
glomerulus. Pemerian pinisilin untuk memerantas semua sisa infeksi" tirah aring
selama stadium akut" diet eas ila terjadi edema atau gejala gagal jantung dan
antihipertensi kalau perlu" sementara kortikosteroid tidak mempunyai efek pada
glomerulofritis akut pas$a infeksi strepkokus.
Prognosis umumnya aik" namun ditentukan pula oleh faktor penyea terjadinya
GNA itu sendiri" dapat semuh sempurna pada leih dari I/8 kasus. ,ser#asi jangka
panjang diperlukan untuk memuktikan kemungkinan penyakit menjadi kronik.
Glomerulonefritis Akut 2I
Coass pediatri RS Rajawali
DATAR PUSTAKA
17Guyton and <all. %uku Ajar 9isiologi 1edokteran Kdisi DD. Penerit KG?. Eakarta.2//=
27<usein" A" dkk. %uku Ajar Nefrologi Anak. Kdisi kedua. Penerit Dkatan *okter Anak
Dndonesia. Eakarta. 2//2. h 0-5(050
07<ay" Lilliam L" !*. Pediatri$ *iagnosis and +reatment Kdisi keenamelas. Penerit
!$Gra)(<ill (Asia). 'ingapura. 2//0. < .I; .II
-7Dlmu 1esehatan Anak Nelson" 2///" #ol 0" ed Laha" A. 'amik" Kd 15"
Glomerulonefritis akut pas$a streptokokus"1;10(1;1-" KG?" Eakarta.
57Glomerulonefritis. Dn6 'yaifullah" !uhammad" editors. %uku Ajar Nefrologi Anak.
2//2. Kdisi 2. Eakarta6 %alai Penerit 91&D pp. 020
.7Fyttle" Eohn *. +he +reatment of A$ute Glomerulonephritis in ?hildren. +he %ulletin.
<lm 6 212 221.
=7'anjad" 'ami. A$ute Glomerulonephritis in ?hildren 6 A re#ie) of 150 $ases. 'outhern
!edi$al Eournal. 1I==. <lm 6 12/2 12/..
;7Geetha" *u#uru. Glomerulonephritis" Poststrepto$o$$al MonlineN. 2/1/ M*ikutip tanggal
1I april 2/1-N. +ersedia pada http6CCemedi$ine.meds$ape.$omCarti$leC2-/00= ( o#er#ie )
I7Glomerulonephritis MonlineN. 2/11Mdikutip tanggal1I april 2/1-N. +ersedia pada
http6CC))).mayo$lini$.$omChealthCglomerulonephritisC*'//5/0C*'K?+D,N5$ause s
1/7 Gammelkamp" Er." ?harles <. *an Goert '. Lea#er. A$ute Glomerulonephritis.
+he 'ignifi$an$e of the Jariations in the Dn$iden$e of the *isease. 1I52. <lm 6 0-5
05;.
117 A$ute Glomerulonephritis in ?hildren MonlineN. 2/11 Mdikutip tanggal 2I
april 2/1-N. +ersedia pada http6CCmeBology.logspot.$omC2//IC/.Ca$ute (
glomerulonephritis(in($hildren.htm l
Glomerulonefritis Akut 0/
Coass pediatri RS Rajawali