Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH BPJS

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan
keluarganya merupakan hak asasi manusia dan diakui oleh segenap bangsa-bangsa di dunia,
termasuk Indonesia. Pengakuan itu tercantum dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
tahun 19! tentang Hak "#asi $anusia. Pasal %& "yat '1( Deklarasi menyatakan, setiap orang
berhak atas derajat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan
keluarganya termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan dan pera)atan kesehatan serta
pelayanan sosial yang diperlukan dan berhak atas jaminan pada saat menganggur, menderita
sakit, cacat, menjadi janda*duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkan
kekurangan na+kah, yang berada di luar kekuasaannya.
Berdasarkan Deklarasi tersebut, pasca Perang Dunia II beberapa negara mengambil
inisiati+ untuk mengembangkan jaminan sosial, antara lain jaminan kesehatan bagi semua
penduduk 'Universal Health Coverage(. Dalam sidang ke&! tahun %,,& di -ene)a, World
Health Assembly '.H"( menggaris ba)ahi perlunya pengembangan sistem pembiayaan
kesehatan yang menjamin tersedianya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan
memberikan perlindungan kepada mereka terhadap risiko keuangan. .H" ke&! mengeluarkan
resolusi yang menyatakan, pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan melalui Universal Health
Coverage diselenggarakan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial. .H" juga
menyarankan kepada .H/ agar mendorong negara-negara anggota untuk menge0aluasi dampak
perubahan sistem pembiayaan kesehatan terhadap pelayanan kesehatan ketika mereka bergerak
menuju Universal Health Coverage.
Di Indonesia, +alsa+ah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-& juga mengakui hak
asasi )arga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam 11D & pasal %!H dan pasal 2, dan
diatur dalam 11 3o. %2*199% yang kemudian diganti dengan 11 24*%,,9 tentang 5esehatan.
Dalam 11 24*%,,9 ditegaskan bah)a setiap orang mempunyai hak yang sama dalam
memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan
yang aman, bermutu, dan terjangkau. 6ebaliknya, setiap orang juga mempunyai ke)ajiban turut
serta dalam program jaminan kesehatan sosial.
1ntuk me)ujudkan komitmen global dan konstitusi di atas, pemerintah bertanggung
ja)ab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui -aminan 5esehatan 3asional
'-53( bagi kesehatan perorangan.
1saha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan
beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan, diantaranya adalah melalui P7 "skes
'Persero( dan P7 -amsostek 'Persero( yang melayani antara lain pega)ai negeri sipil, penerima
pensiun, 0eteran, dan pega)ai s)asta. 1ntuk masyarakat miskin dan tidak mampu, pemerintah
memberikan jaminan melalui skema -aminan 5esehatan $asyarakat '-amkesmas( dan -aminan
5esehatan Daerah '-amkesda(. 3amun demikian, skema-skema tersebut masih ter+ragmentasi,
terbagi- bagi. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.
1ntuk mengatasi hal itu, pada %,,, dikeluarkan 1ndang-1ndang 3o., tentang 6istem
-aminan 6osial 3asional '6-63(. 11 ,*%,, ini mengamanatkan bah)a jaminan sosial )ajib
bagi seluruh penduduk termasuk -aminan 5esehatan 3asional '-53( melalui suatu Badan
Penyelenggara -aminan 6osial 'BP-6(.
1ndang-1ndang 3o. % 7ahun %,11 juga menetapkan, -aminan 6osial 3asional akan
diselenggarakan oleh BP-6, yang terdiri atas BP-6 5esehatan dan BP-6 5etenagakerjaan.
5husus untuk -aminan 5esehatan 3asional '-53( akan diselenggarakan oleh BP-6 5esehatan
yang implementasinya dimulai 1 -anuari %,1. 6ecara operasional, pelaksanaan -53 dituangkan
dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, antara lain8 Peraturan Pemerintah 3o.1,1
7ahun %,1% tentang Penerima Bantuan Iuran 'PBI(9 Peraturan Presiden 3o. 1% 7ahun %,12
tentang -aminan 5esehatan9 dan Peta -alan -53 'Roadmap -aminan 5esehatan 3asional(.
6esungguhnya keinginan untuk mendirikan BP-6 baru telah dibahas dalam
prosespenyusunan 11 6-63. Perdebatannya berlangsung sangat alot. Berbagai pertimbangan
tentangcost-benefit, 3asionalisme, keadilan antar daerah dan antar golongan pekerjaan,
sertapertimbangan kondisi geogra+is serta ekonomis yang berbeda-beda telah pula dibahas
mendalam."pa yang dirumuskan dalam 11 6-63, 11 no ,*,, merupakan kompromi
optimal.5onsekuensi logis dari sebuah negara demokrasi adalah bah)a rumusan suatu 11 yang
telahdiundangkan harus dilaksanakan, baik yang tadinya pro maupun yang tadinya kontra
terhadap
suatu isi atau pengaturan. 6etelah disetujui DP:, )akil rakyat, maka rumusan suatu 11mengikat
semua pihak. 6angatlah tidak layak dan tidak matang, apabila 11 tersebut sudah di0onis tidak
mengakomodir kepentingan kita, sebelum 11 itu dilaksanakan. 5ita harus belajarkonsekuen dan
berani menjalankan sebuah keputusan 11, meskipun ada aspirasi atau keinginankita yang
berbeda dengan yang dirumuskan 11 6-63. Boleh saja kita tidak setuju dengan isisuatu 11 dan
tidak ada satupun 11 yang isinya 1,,; disetujui dan didukung oleh seluruhrakyat. "tau, jika
seseorang atau sekelompok orang yakin bah)a 11 6-63 itu merugikankepentingan lebih
banyak rakyat, maka ia atau mereka dapat mengajukan alternati+ ke DP:untuk mere0isi atau
membuat 11 baru. Inilah hakikat negara demokrasi.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Singkat BPJS
"danya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit, apalagi
tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti hemodialisa atau biaya
operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada penggunaan pendapatan seseorang dari
pemenuhan kebutuhan hidup pada umumnya menjadi biaya pera)atan dirumah sakit, obat-
obatan, operasi, dan lain lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri
maupun keluarga. 6ehingga munculah istilah <6"DI5I3=, sakit sedikit jadi miskin. Dapat
disimpulkan, bah)a kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada orang kaya
dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang dimiliki seseorang dapat
hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya.Begitu pula dengan resiko kecelakaan dan
kematian. 6uatu peristi)a yang tidak kita harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja
dimana kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun kematian
karenanya kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun permanen.
Belum lagi menyiapkan diri pada saat jumlah penduduk lanjut usia dimasa datang
semakin bertambah. Pada tahun Pada %,2,, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah %>,
juta orang. >, juta diantaranya diduga berumur lebih dari 4, tahun. Dapat disimpulkan bah)a
pada tahun %,2, terdapat %&; penduduk Indonesia adalah lansia. ?ansia ini sendiri rentan
mengalami berbagai penyakit degenerati0e yang akhirnya dapat menurunkan produkti0itas dan
berbagai dampak lainnya. "pabila tidak aday ang menjamin hal ini maka suatu saat hal ini
mungkin dapat menjadi masalah yang besar.
6eperti menemukan air di gurun, ketika Presiden $ega)ati mensahkan 11 3o. ,*%,,
tentang 6istem -aminan 6osial 3asional '6-63( pada 19 /ktober %,,, banyak pihak berharap
tudingan Indonesia sebagai =negara tanpa jaminan sosial= akan segera luntur dan menja)ab
permasalahan di atas.
$unculnya 11 6-63 ini juga dipicu oleh 11D 7ahun 19& dan perubahannya 7ahun %,,%
dalam Pasal & ayat '1(, Pasal %,, Pasal %!H ayat '1(, ayat '%( dan ayat '2(, serta Pasal 2 ayat '1(
dan ayat '%( mengamanatkan untuk mengembangkan 6istem -aminan 6osial 3asional. Hingga
disahkan dan diundangkan 11 6-63 telah melalui proses yang panjang, dari tahun %,,, hingga
tanggal 19 /ktober %,,.
Dia)ali dengan 6idang 7ahunan $P: :I 7ahun %,,,, dimana Presiden "bdurrahman
.ahid menyatakan tentang Pengembangan 5onsep 6-63. Pernyataan Presiden tersebut
direalisasikan melalui upaya penyusunan konsep tentang 1ndang-1ndang -aminan 6osial '11
-6( oleh 5antor $enko 5esra '5ep. $enko 5esra dan 7askin 3o.
%&5@P*$@35/*5@6:"*AIII*%,,,, tanggal 2 "gustus %,,,, tentang Pembentukan 7im
Penyempurnaan 6istem -aminan 6osial 3asional(. 6ejalan dengan pernyataan Presiden, DP" :I
melalui Pertimbangan DP" :I 3o. 2,*DP"*%,,,, tanggal 11 /ktober %,,,, menyatakan perlu
segera dibentuk Badan Penyelenggara -aminan 6osial 3asional dalam rangka me)ujudkan
masyarakat sejahtera.
Dalam ?aporan Pelaksanaan Putusan $P: :I oleh ?embaga 7inggi 3egara pada 6idang
7ahunan $P: :I 7ahun %,,1 '5etetapan $P: :I 3o. B* $P:-:I 7ahun %,,1 butir &.@.%(
dihasilkan Putusan Pembahasan $P: :I yang menugaskan Presiden :I <$embentuk 6istem
-aminan 6osial 3asional dalam rangka memberikan perlindungan sosial yang lebih menyeluruh
dan terpadu=.
Pada tahun %,,1, .akil Presiden :I $ega)ati 6oekarnoputri mengarahkan 6ekretaris .akil
Presiden :I membentuk 5elompok 5erja 6istem -aminan 6osial 3asional 'Pokja 6-63 -
5epses)apres, 3o. > 7ahun %,,1, %1 $aret %,,1 jo. 5epses)apres, 3o. ! 7ahun %,,1, 11 -uli
%,,1( yang diketuai Pro+. Dr. Caumil D. "goes "chir dan pada Desember %,,1 telah
menghasilkan naskah a)al dari 3askah "kademik 6-63 '3" 6-63(. 5emudian pada
perkembangannya Presiden :I yang pada saat itu $ega)ati 6oekarnoputri meningkatkan status
Pokja 6-63 menjadi 7im 6istem -aminan 6osial 3asional '7im 6-63 - 5eppres 3o. %, 7ahun
%,,%, 1, "pril %,,%(.
<3" 6-63 merupakan langkah a)al dirintisnya penyusunan :ancangan 1ndang-undang
':11( 6-63. 6etelah mengalami perubahan dan penyempurnaan hingga ! 'delapan( kali,
dihasilkan sebuah naskah terakhir 3" 6-63 pada tanggal %4 -anuari %,,. 3" 6-63 selanjutnya
dituangkan dalam :11 6-63,= ujar 6ulastomo, salah satu 7I$ Penyusun 11 6-63 pada saat
itu.5onsep pertama :11 6-63, 9 Eebruari %,,2, hingga 5onsep terakhir :11 6-63, 1 -anuari
%,,, yang diserahkan oleh 7im 6-63 kepada Pemerintah, telah mengalami &% 'lima puluh dua(
kali perubahan dan penyempurnaan. 5emudian setelah dilakukan re+ormulasi beberapa pasal
pada 5onsep terakhir :11 6-63 tersebut, Pemerintah menyerahkan :11 6-63 kepada DP: :I
pada tanggal %4 -anuari %,,.
6elama pembahasan 7im Pemerintah dengan Pansus :11 6-63 DP: :I hingga diterbitkannya
11 6-63, :11 6-63 telah mengalami 2 'tiga( kali perubahan. $aka dalam perjalanannya,
5onsep :11 6-63 hingga diterbitkan menjadi 11 6-63 telah mengalami perubahan dan
penyempurnaan sebanyak &4 'lima puluh enam( kali. 11 6-63 tersebut secara resmi diterbitkan
menjadi 11 3o. , 7ahun %,, tentang 6-63 pada tanggal 19 /ktober 7ahun %,,.
Dengan demikian proses penyusunan 11 6-63 memakan )aktu 2 'tiga( tahun > 'tujuh(
bulan dan 1> 'tujuh belas( hari sejak 5epses)apres 3o. > 7ahun %,,1, %1 $aret %,,1 .
Lanjutan Implementai UU SJSN hingga ke UU BPJS
6etelah resmi menjadi undang-undang, bulan berselang 11 6-63 kembali terusik. Pada
bulan -anuari %,,&, kebijakan "65@65I3 mengantar beberapa daerah ke $5 untuk menguji
11 6-63 terhadap 11D 3egara :I 7ahun 19&. Penetapan B1$3 sebagai BP-6 dipahami
sebagai monopoli dan menutup kesempatan daerah untuk menyelenggarakan jaminan sosial.
bulan kemudian, pada 21 "gustus %,,&, $5 menganulir ayat dalam Pasal & yang mengatur
penetapan B1$3 tersebut dan memberi peluang bagi daerah untuk membentuk BP-6 Daerah
'BP-6D(.
Putusan $5 semakin memperumit penyelenggaraan jaminan sosial di masa transisi.
Pembangunan kelembagaan 6-63 yang semula diatur dalam satu paket peraturan dalam 11
6-63, kini harus diatur dengan 11 BP-6. De)an -aminan 6osial 3asional 'D-63( pun akhirnya
baru terbentuk. Pemerintah secara resmi membentuk D-63 le)at 5eputusan Presiden '5eppres(
3omor 11, tahun %,,! tentang pengangkatan anggota D-63 tertanggal % 6eptember %,,!.
Pembahasan :11 BP-6 berjalan alot. 7im 5erja $enko 5esra dan 7im 5erja $eneg
B1$3, yang notabene keduanya adalah Pembantu Presiden, tidak mencapai titik temu. :11
BP-6 tidak selesai dirumuskan hingga tenggat peralihan 11 6-63 pada 19 /ktober %,,9
terle)ati. 6eluruh perhatian tercurah pada :11 BP-6 sehingga perintah dari %1 pasal yang
mendelegasikan peraturan pelaksanaan terabaikan. Hasilnya, penyelenggaraan jaminan sosial
Indonesia gagal menaati semua ketentuan 11 6-63 yaitu & tahun.
7ahun berganti. DP: mengambil alih perancangan :11 BP-6 pada tahun %,1,.
Perdebatan konsep BP-6 kembali mencuat ke permukaan sejak DP: mengajukan :11 BP-6
inisiati+ DP: kepada Pemerintah pada bulan -uli %,1,. Bahkan area perdebatan bertambah,
selain bentuk badan hukum, Pemerintah dan DP: tengah berseteru menentukan siapa BP-6 dan
berapa jumlah BP-6. Dikotomi BP-6 multi dan BP-6 tunggal tengah diperdebatkan dengan
sengit.
Pro dan kontra keberadaan Badan Penyelenggara -aminan 6osial 'BP-6( akhirnya
berakhir pada %9 /ktober %,11, ketika DP: :I sepakat dan kemudian mengesahkannya menjadi
1ndang-1ndang. 6etelah melalui proses panjang yang melelahkan mulai dari puluhan kali rapat
di mana setidaknya dilakukan tak kurang dari &, kali pertemuan di tingkat Pansus, Panja, hingga
proses +ormal lainnya. 6ementara di kalangan operator hal serupa dilakukan di lingkup empat
B1$3 penyelenggara program jaminan sosial meliputi P7 -amsostek, P7 7aspen, "sabri, dan
P7 "skes.
$eski bukan sesuatu yang mudah, namun keberadaan BP-6 mutlak ada sebagai
implementasi 1ndang-1ndang 3omor , 7ahun %,, tentang 6istem -aminan 6osial 3asional
'6-63(, yang bahkan semestinya telah dapat dioperasionalkan sejak 9 /ktober %,,9 dua tahun
lampau. Perjalanan tak selesai sampai disahkannya BP-6 menjadi 11 +ormal, jalan terjal nan
berliku menanti di depan. 6egudang pekerjaan rumah menunggu untuk diselesaikan demi
terpenuhinya hak rakyat atas jaminan sosial. 6ebuah kajian menyebutkan bah)a saat ini,
berdasarkan data yang dihimpun oleh DP: :I dari keempat Badan 1saha $ilik 3egara 'B1$3(
yang berstatus badan hukumnya adalah Persero tersebut, hanya terdapat sekitar &, juta orang di
Indonesia ini dilayani oleh -aminan 6osial yang diselenggarakan oleh B1$3 penyelenggara
jaminan sosial.
Pa!a Sah UU BPJS
Perubahan dari P7 'Persero( yang selama ini menyelenggarakan program jaminan
sosial menjadi % BP-6 sudah menjadi perintah 1ndang-1ndang, karena itu harus dilaksanakan.
Perubahan yang multi dimensi tersebut harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar berjalan
sesuai dengan ketentuan 11 BP-6.Pasal 4, ayat '1( 11 BP-6 menentukan BP-6 5esehatan
mulai beroperasi menyelenggarakan program jaminan kesehatan pada tanggal 1 -anuari %,1.
5emudian Pasal 4% ayat '1( 11 BP-6 menentukan P7 -amsostek 'Persero( berubah menjadi
BP-6 5etenagakerjaan pada tanggal 1 -anuari %,1 BP-6 5etenagakerjaan dan menurut Pasal 4
11 BP-6 mulai beroperasi paling lambat tanggal 1 -uli %,1&.
Pada saat mulai berlakunya 11 BP-6, De)an 5omisaris dan Direksi P7 "skes 'Persero(
dan P7 -amsostek 'Persero( ditugasi oleh 11 BP-6 untuk menyiapkan berbagai hal yang
diperlukan untuk berjalannya proses tran+ormasi atau perubahan dari Persero menjadi BP-6
dengan status badan hukum publik. Perubahan tersebut mencakup struktur, mekanisme kerja dan
juga kultur kelembagaan.$engubah struktur, mekanisme kerja dan kultur kelembagaan yang
lama, yang sudah mengakar dan dirasakan nyaman, sering menjadi kendala bagi penerimaan
struktur, mekanisme kerja dan kultur kelembagaan yang baru, meskipun hal tersebut ditentukan
dalam 1ndang-1ndang.
1ntuk itu diperlukan komitmen yang kuat dari kedua B1$3 ini, B1$3 yang dipercaya
mengemban tugas menyiapkan perubahan tersebut. 6ebagai pro+essional tentu mereka paham
bagaimana caranya mengatasi berbagai persoalan yang timbul dalam proses perubahan tersebut,
dan bagaimana harus bertindak pada )aktu yang tepat untuk membuat perubahan berjalan tertib
e+ekti+, e+isien dan lancar sesuai dengan rencana.
7ahun %,1% merupakan tahun untuk mempersiapkan perubahan yang ditentukan dalam
11 BP-6. Perubahan yang dipersiapkan dengan cermat, +okus pada hasil dan berorientasi pada
proses implementasi Peraturan Perundang-undangan secara taat asas dan didukung oleh
pemangku kepentingan, akan membuat perubahan BP-6 memberi harapan yang lebih baik untuk
pemenuhan hak konstitusional setiap orang atas jaminan sosial.
2.2 Pengertian
Badan Penyelenggara -aminan 6osial yang selanjutnya disingkat BP-6 adalah badan
hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial '11 3o % 7ahun
%,11(. BP-6 terdiri dari BP-6 5esehatan dan BP-6 5etenagakerjaan. BP-6 5esehatan adalah
badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.
-aminan 5esehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta
memperoleh man+aat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan
dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya
dibayar oleh pemerintah.
2." Daar Hukum
1. 1ndang- 1ndang :epublik Indonesia 3omor , 7ahun %,, 7entang 6istem -aminan 6osial
5esehatan9
%. 1ndang- 1ndang :epublik Indonesia 3omor % 7ahun %,11 7entang Badan Penyelenggara
-aminan 6osial9
2. Peraturan Pemerintah :epublik Indonesia 3omor 1,1 7ahun %,1% 7entang Penerima Bantuan
Iuran -aminan 5esehatan9
. Peraturan Presiden :epublik Indonesia 3omor 1% 7ahun %,12 7entang -aminan 5esehatan.
2.# Hak $an %e&aji'an Peerta BPJS %eehatan
2.#.1 Hak Peerta
1. $endapatkan kartu peserta sebagai bukti sah untuk memperoleh pelayanan kesehatan9
%. $emperoleh man+aat dan in+ormasi tentang hak dan ke)ajiban serta prosedur pelayanan
kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku9
2. $endapatkan pelayanan kesehatan di +asilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BP-6
5esehatan9 dan
. $enyampaikan keluhan*pengaduan, kritik dan saran secara lisan atau tertulis ke 5antor BP-6
5esehatan.
2.#.2 %e&aji'an Peerta
1. $enda+tarkan dirinya sebagai peserta serta membayar iuran yang besarannya sesuai dengan
ketentuan yang berlaku 9
%. $elaporkan perubahan data peserta, baik karena pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran,
pindah alamat atau pindah +asilitas kesehatan tingkat I9
2. $enjaga 5artu Peserta agar tidak rusak, hilang atau diman+aatkan oleh orang yang tidak berhak.
. $entaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan.
2.( Man)aat Jaminan %eehatan Nai*nal
"da % 'dua( man+aat -aminan 5esehatan, yakni berupa pelayanan kesehatan dan $an+aat
non medis meliputi akomodasi dan ambulans. "mbulans hanya diberikan untuk pasien rujukan
dari Easilitas 5esehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BP-6 5esehatan.
Paket man+aat yang diterima dalam program -53 ini adalah komprehensi0e sesuai
kebutuhan medis. Dengan demikian pelayanan yang diberikan bersi+at paripurna 'pre0enti+,
promoti+, kurati+ dan rehabilitati+( tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya premi bagi peserta.
Promoti+ dan pre0enti+ yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan 'personal
care(. $an+aat pelayanan promoti+ dan pre0enti+ meliputi pemberian pelayanan8
a. Pen+uluhan keehatan per*rangan, meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan
+aktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat.
b. Imuniai $aar, meliputi Baccile Dalmett Fuerin 'BDF(, Di+teri Pertusis 7etanus dan
HepatitisB 'DP7HB(, Polio, dan Dampak.
c. %eluarga 'eren!ana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, 0asektomi, dan tubektomi bekerja
sama dengan lembaga yang membidangi keluarga berencana. Aaksin untuk imunisasi dasar dan
alat kontrasepsi dasar disediakan oleh Pemerintah dan*atau Pemerintah Daerah.
d. Skrining keehatan, diberikan secara selekti+ yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit
dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
$eskipun man+aat yang dijamin dalam -53 bersi+at komprehensi+ namun masih ada
yang dibatasi, yaitu kaca mata, alat bantu dengar 'hearing aid(, alat bantu gerak 'tongkat
penyangga, kursi roda dan korset(. 6edangkan yang tidak dijamin meliputi8
a. 7idak sesuai prosedur
b. Pelayanan diluar Easkes Cg bekerjasama dng BP-6
c. Pelayanan bertujuan kosmetik
d. Feneral check up, pengobatan alternati+
e. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, Pengobatan Impotensi
+. Pelayanan 5esehatan Pada 6aat Bencana
g. Pasien Bunuh Diri *Penyakit Cg 7imbul "kibat 5esengajaan 1ntuk $enyiksa Diri 6endiri*
Bunuh Diri*3arkoba
2.( Pem'ia+aan
%.&.1 Pengertian
Iuran -aminan 5esehatan adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara teratur oleh
Peserta, Pemberi 5erja, dan*atau Pemerintah untuk program -aminan 5esehatan 'pasal 14,
Perpres 3o. 1%*%,12 tentang -aminan 5esehatan(.
7ari+ 5apitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka olehBP-6
5esehatan kepada Easilitas 5esehatan 7ingkat Pertama berdasarkanjumlah peserta yang terda+tar
tanpa memperhitungkan jenis dan jumlahpelayanan kesehatan yang diberikan.
7ari+ 3on 5apitasi adalah besaran pembayaran klaim oleh BP-6 5esehatankepada Easilitas
5esehatan 7ingkat Pertama berdasarkan jenis dan jumlahpelayanan kesehatan yang diberikan.
7ari+ Indonesian - Case Based ro!ps yang selanjutnya disebut 7ari+ I3"-DBFGsadalah
besaran pembayaran klaim oleh BP-6 5esehatan kepada Easilitas5esehatan 7ingkat ?anjutan
atas paket layanan yang didasarkan kepadapengelompokan diagnosis penyakit.
%.&.% Pembayar Iuran
1. Bagi Peserta PBI, iuran dibayar oleh Pemerintah.
%. Bagi Peserta Pekerja Penerima 1pah, Iurannya dibayar oleh Pemberi 5erja dan Pekerja.
2. Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima 1pah dan Peserta Bukan Pekerja iuran dibayar oleh
Peserta yang bersangkutan.
. Besarnya Iuran -aminan 5esehatan 3asional ditetapkan melalui Peraturan Presiden dan ditinjau
ulang secara berkala sesuai dengan perkembangan sosial, ekonomi, dan kebutuhan dasar hidup
yang layak.
%.&.2 Pembayaran Iuran
6etiap Peserta )ajib membayar iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan persentase dari
upah 'untuk pekerja penerima upah( atau suatu jumlah nominal tertentu 'bukan penerima upah
dan PBI(. 6etiap Pemberi 5erja )ajib memungut iuran dari pekerjanya, menambahkan iuran
peserta yang menjadi tanggung ja)abnya, dan membayarkan iuran tersebut setiap bulan kepada
BP-6 5esehatan secara berkala 'paling lambat tanggal 1, setiap bulan(. "pabila tanggal 1,
'sepuluh( jatuh pada hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya. 5eterlambatan
pembayaran iuran -53 dikenakan denda administrati+ sebesar %; 'dua persen( perbulan dari
total iuran yang tertunggak dan dibayar oleh Pemberi 5erja.
Peserta Pekerja Bukan Penerima 1pah dan Peserta bukan Pekerja )ajib membayar iuran
-53 pada setiap bulan yang dibayarkan palinglambat tanggal 1, 'sepuluh( setiap bulan kepada
BP-6 5esehatan. Pembayaran iuran -53 dapat dilakukan dia)al.
BP-6 5esehatan menghitung kelebihan atau kekurangan iuran -53 sesuai dengan Faji
atau 1pah Peserta. Dalam hal terjadi kelebihan atau kekurangan pembayaran iuran, BP-6
5esehatan memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi 5erja dan*atau Peserta paling lambat
1 'empat belas( hari kerja sejak diterimanya iuran. 5elebihan atau kekurangan pembayaran
iuran diperhitungkan dengan pembayaran Iuran bulan berikutnya.
Iuran premi kepesertaan Badan Penyelenggara -aminan 6osial 'BP-6( 5esehatan pekerja
in+ormal. Besaran iuran bagi pekerja bukan penerima upah itu adalah :p%&.&,, per bulan untuk
layanan ra)at inap kelas III, :p%.&,, untuk kelas II dan :p&9.&,, untuk kelas I.
1ntuk standar tari+ pelayanan kesehatan pada Easilitas kesehatan tingkat pertama ada di
lampiran 1.
%.&. Dara Pembayaran Easilitas 5esehatan
BP-6 5esehatan akan membayar kepada Easilitas 5esehatan tingkat pertama dengan
%apitai. 1ntuk Easilitas 5esehatan rujukan tingkat lanjutan, BP-6 5esehatan membayar
dengan sistem paket INA -B./.
$engingat kondisi geogra+is Indonesia, tidak semua Easilitas 5esehatan dapat dijangkau
dengan mudah. $aka, jika di suatu daerah tidak memungkinkan pembayaran berdasarkan
5apitasi, BP-6 5esehatan diberi )e)enang untuk melakukan pembayaran dengan mekanisme
lain yang lebih berhasil guna.
6emua Easilitas 5esehatan meskipun tidak menjalin kerja sama dengan BP-6 5esehatan )ajib
melayani pasien dalam keadaan ga)at darurat, setelah keadaan ga)at daruratnya teratasi dan
pasien dapat dipindahkan, maka +asilitas kesehatan tersebut )ajib merujuk ke +asilitas kesehatan
yang bekerjasama dengan BP-6 5esehatan.
BP-6 5esehatan akan membayar kepada +asilitas kesehatan yang tidak menjalin
kerjasama setelah memberikan pelayanan ga)at darurat setara dengan tari+ yang berlaku di
)ilayah tersebut.
2.0 %epeertaan
Beberapa pengertian8
Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 4 'enam(
bulan di Indonesia, yang telah membayar Iuran.
Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan
dalam bentuk lain.
Pemberi 5erja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan lainnya
yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara negara yang mempekerjakan pega)ai
negeri dengan membayar gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lainnya.
Peserta tersebut meliputi8 Penerima Bantuan Iuran 'PBI( -53 dan bukan PBI -53
dengan rincian sebagai berikut8
a. Peserta PBI -aminan 5esehatan meliputi orang yang tergolong +akir miskin dan orang tidak
mampu.
b. Peserta bukan PBI adalah Peserta yang tidak tergolong +akir miskin dan orang tidak mampu
yang terdiri atas8
1( Pekerja Penerima 1pah dan anggota keluarganya, yaitu8
a. Pega)ai 3egeri 6ipil9
b. "nggota 73I9
c. "nggota Polri9
d. Pejabat 3egara9
e. Pega)ai Pemerintah 3on Pega)ai 3egeri9
+. Pega)ai 6)asta9 dan
g. Pekerja yang tidak termasuk huru+ a sampai dengan huru+ + yang menerima 1pah.
%( Pekerja Bukan Penerima 1pah dan anggota keluarganya, yaitu8
a. Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan
b. Pekerja yang tidak termasuk huru+ a yang bukan penerima 1pah.
c. Pekerja sebagaimana dimaksud huru+ a dan huru+ b, termasuk )arga negara asing yang bekerja di
Indonesia paling singkat 4 'enam( bulan.
2( Bukan Pekerja dan anggota keluarganya terdiri atas8
a. In0estor9
b. Pemberi 5erja9
c. Penerima Pensiun9
d. Aeteran9
e. Perintis 5emerdekaan9 dan
+. Bukan Pekerja yang tidak termasuk huru+ a sampai dengan huru+ e yang mampu
membayar Iuran.
( Penerima pensiun terdiri atas8
a. Pega)ai 3egeri 6ipil yang berhenti dengan hak pensiun9
b. "nggota 73I dan "nggota Polri yang berhenti dengan hak pensiun9
c. Pejabat 3egara yang berhenti dengan hak pensiun9
d. Penerima Pensiun selain huru+ a, huru+ b, dan huru+ c9 dan
e. -anda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun sebagaimana dimaksud pada huru+ a
sampai dengan huru+ d yang mendapat hak pensiun.
+. "nggota keluarga bagi pekerja penerima upah meliputi8
a. Istri atau suami yang sah dari Peserta9 dan
b. "nak kandung, anak tiri dan*atau anak angkat yang sah dari Peserta, dengan kriteria8 tidak atau
belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri9 dan belum berusia %1 'dua
puluh satu( tahun atau belum berusia %& 'duapuluh lima( tahun yang masih melanjutkan
pendidikan +ormal.
c. 6edangkan Peserta bukan PBI -53 dapat juga mengikutsertakan anggota keluarga yang lain.
&( .3I di ?uar 3egeri
-aminan kesehatan bagi pekerja .3I yang bekerja di luar negeri diatur dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan tersendiri.
4( 6yarat penda+taran
6yarat penda+taran akan diatur kemudian dalam peraturan BP-6.
>( ?okasi penda+taran
Penda+taran Peserta dilakukan di kantor BP-6 terdekat*setempat.
!( Prosedur penda+taran Peserta
a. Pemerintah menda+tarkan PBI -53 sebagai Peserta kepada BP-6 5esehatan.
b. Pemberi 5erja menda+tarkan pekerjanya atau pekerja dapat menda+tarkan diri sebagai Peserta
kepada BP-6 5esehatan.
c. Bukan pekerja dan peserta lainnya )ajib menda+tarkan diri dan keluarganya sebagai Peserta
kepada BP-6 5esehatan.
9( Hak dan ke)ajiban Peserta
6etiap Peserta yang telah terda+tar pada BP-6 5esehatan berhak mendapatkan a(
identitas Peserta dan b( man+aat pelayanan kesehatan di Easilitas 5esehatan yang bekerja sama
dengan BP-6 5esehatan.
6etiap Peserta yang telah terda+tar pada BP-6 5esehatan berke)ajiban untuk8
a. membayar iuran dan
b. melaporkan data kepesertaannya kepada BP-6 5esehatan dengan menunjukkan
identitas Peserta pada saat pindah domisili dan atau pindah kerja.
1,( $asa berlaku kepesertaan
a. 5epesertaan -aminan 5esehatan 3asional berlaku selama yang bersangkutan membayar Iuran
sesuai dengan kelompok peserta.
b. 6tatus kepesertaan akan hilang bila Peserta tidak membayar Iuran atau meninggal dunia.
c. 5etentuan lebih lanjut terhadap hal tersebut diatas, akan diatur oleh Peraturan BP-6.
11( Pentahapan kepesertaan
5epesertaan -aminan 5esehatan 3asional dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pertama
mulai 1 -anuari %,1, kepesertaannya paling sedikit meliputi8 PBI -aminan 5esehatan9 "nggota
73I*P36 di lingkungan 5ementerian Pertahanan dan anggota keluarganya9 "nggota Polri*P36
di lingkungan Polri dan anggota keluarganya9 peserta asuransi kesehatan P7 "skes 'Persero(
beserta anggota keluarganya, serta peserta jaminan pemeliharaan kesehatan -amsostek dan
anggota keluarganya. 6elanjutnya tahap kedua meliputi seluruh penduduk yang belum masuk
sebagai Peserta BP-6 5esehatan paling lambat pada tanggal 1 -anuari %,19.
2.1Pertanggung Ja&a'an BPJS
BP-6 5esehatan )ajib membayar Easilitas 5esehatan atas pelayanan yang diberikan
kepada Peserta paling lambat 1& 'lima belas( hari sejak dokumen klaim diterima lengkap.
Besaran pembayaran kepada Easilitas 5esehatan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara
BP-6 5esehatan dan asosiasi Easilitas 5esehatan di )ilayah tersebut dengan mengacu pada
standar tari+ yang ditetapkan oleh $enteri 5esehatan. Dalam hal tidak ada kesepakatan atas
besaran pembayaran, $enteri 5esehatan memutuskan besaran pembayaran atas program -53
yang diberikan. "sosiasi Easilitas 5esehatan ditetapkan oleh $enteri 5esehatan.
Dalam -53, peserta dapat meminta man+aat tambahan berupa man+aat yang bersi+at non medis
berupa akomodasi. $isalnya8 Peserta yang menginginkan kelas pera)atan yang lebih tinggi
daripada haknya, dapat meningkatkan haknya dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan,
atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BP-6 5esehatan dan biaya yang
harus dibayar akibat peningkatan kelas pera)atan, yang disebut dengan iur biaya 'additional
charge(. 5etentuan tersebut tidak berlaku bagi peserta PBI.
6ebagai bentuk pertanggungja)aban atas pelaksanaan tugasnya, BP-6 5esehatan )ajib
menyampaikan pertanggungja)aban dalam bentuk laporan pengelolaan program dan laporan
keuangan tahunan 'periode 1 -anuari sampai dengan 21 Desember(. ?aporan yang telah diaudit
oleh akuntan publik dikirimkan kepada Presiden dengan tembusan kepada D-63 paling lambat
tanggal 2, -uni tahun berikutnya. ?aporan tersebut dipublikasikan dalam bentuk ringkasan
eksekuti+ melalui media massa elektronik dan melalui paling sedikit % 'dua( media massa cetak
yang memiliki peredaran luas secara nasional, paling lambat tanggal 21 -uli tahun berikutnya.
2.2 Pela+anan
1. -enis Pelayanan
"da % 'dua( jenis pelayanan yang akan diperoleh oleh Peserta -53, yaitu berupa
pelayanan kesehatan 'man+aat medis( serta akomodasi dan ambulans 'man+aat non medis(.
"mbulanshanya diberikan untuk pasien rujukan dari Easilitas 5esehatan dengan kondisi tertentu
yang ditetapkan oleh BP-6 5esehatan.
%. Prosedur Pelayanan
Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan pertama-tama harus memperoleh
pelayanan kesehatan pada Easilitas 5esehatan tingkat pertama. Bila Peserta memerlukan
pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, maka hal itu harus dilakukan melalui rujukan oleh Easilitas
5esehatan tingkat pertama, kecuali dalam keadaan kega)atdaruratan medis.
2. 5ompensasi Pelayanan
Bila di suatu daerah belum tersedia Easilitas 5esehatan yang memenuhi syarat guna
memenuhi kebutuhan medis sejumlah Peserta, BP-6 5esehatan )ajib memberikan kompensasi,
yang dapat berupa8 penggantian uang tunai, pengiriman tenaga kesehatan atau penyediaan
Easilitas 5esehatan tertentu. Penggantian uang tunai hanya digunakan untuk biaya pelayanan
kesehatan dan transportasi.
. Penyelenggara Pelayanan 5esehatan
Penyelenggara pelayanan kesehatan meliputi semua Easilitas 5esehatan yang menjalin
kerja sama dengan BP-6 5esehatan baik +asilitas kesehatan milik Pemerintah, Pemerintah
Daerah, dan s)asta yang memenuhi persyaratan melalui proses kredensialing dan
rekredensialing.
2.3Peng*rganiaian
%.9.1 ?embaga Penyelenggara -aminan 5esehatan 3asional '-53(
-53 diselenggarakan oleh BP-6 yang merupakan badan hukum publik milik 3egara
yang bersi+at non pro+it dan bertanggung ja)ab kepada Presiden. BP-6 terdiri atas De)an
Penga)as dan Direksi.
De)an Penga)asterdiri atas > 'tujuh( orang anggota8 % 'dua( orang unsur Pemerintah,
%'dua( orang unsur Pekerja, % 'dua( orang unsur Pemberi 5erja, 1 'satu( orang unsur 7okoh
$asyarakat. De)an Penga)as tersebut diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
Direksiterdiri atas paling sedikit & 'lima( orang anggota yang berasal dari unsur
pro+esional. Direksi sebagaimana dimaksud diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
%.!.1.1 Eungsi, 7ugas, dan .e)enang De)an Penga)as
Dalam melaksanakan pekerjaannya, De)an Penga)as mempunyai +ungsi, tugas, dan
)e)enangpelaksanaan tugas BP-6 dengan uraian sebagai berikut8
1( Eungsi De)an Penga)as adalah melakukan penga)asan atas pelaksanaan tugas BP-6.
%( De)an Penga)as bertugasuntuk8
a. melakukan penga)asan atas kebijakan pengelolaan BP-6 dan kinerja Direksi9
b. melakukan penga)asan atas pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan Dana -aminan 6osial
oleh Direksi9
c. memberikan saran, nasihat, dan pertimbangan kepada Direksi mengenai kebijakan dan
pelaksanaan pengelolaan BP-69 dan
d. menyampaikan laporan penga)asan penyelenggaraan -aminan 6osial sebagai bagian dari
laporan BP-6 kepada Presiden dengan tembusan kepada D-63.
2( De)an Penga)as ber)enanguntuk8
a. menetapkan rencana kerja anggaran tahunan BP-69
b. mendapatkan dan*atau meminta laporan dari Direksi9
c. mengakses data dan in+ormasi mengenai penyelenggaraan BP-69
d. melakukan penelaahan terhadap data dan in+ormasi mengenai penyelenggaraan BP-69 dan
e. memberikan saran dan rekomendasi kepada Presiden mengenai kinerja Direksi.
%.!.1.% Eungsi, 7ugas, dan .e)enang Direksi
Dalam menyelenggarakan -53, Direksi BP-6 mempunyai +ungsi, tugas, dan )e)enang
sebagai berikut8
1. Direksi ber+ungsimelaksanakan penyelenggaraan kegiatan operasional BP-6 yang menjamin
Peserta untuk mendapatkan $an+aat sesuai dengan haknya.
%. Direksi bertugas untuk8 melaksanakan pengelolaan BP-6 yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penga)asan, dan e0aluasi9 me)akili BP-6 di dalam dan di luar pengadilan9 dan
menjamin tersedianya +asilitas dan akses bagi De)an Penga)as untuk melaksanakan +ungsinya.
2( Direksi ber)enanguntuk8
a. melaksanakan )e)enang BP-69
b. menetapkan struktur organisasi beserta tugas pokok dan +ungsi, tata kerja organisasi, dan sistem
kepega)aian9
c. menyelenggarakan manajemen kepega)aian BP-6 termasuk mengangkat, memindahkan, dan
memberhentikan pega)ai BP-6 serta menetapkan penghasilan pega)ai BP-69
d. mengusulkan kepada Presiden penghasilan bagi De)an Penga)as dan Direksi9
e. menetapkan ketentuan dan tata cara pengadaan barang dan jasa dalam rangka penyelenggaraan
tugas BP-6 dengan memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, e+isiensi, dan e+ekti0itas9
+. melakukan pemindahtanganan aset tetap BP-6 paling banyak :p1,,.,,,.,,,.,,, 'seratus miliar
rupiah( dengan persetujuan De)an Penga)as9
g. melakukan pemindahtanganan aset tetap BP-6 lebih dari :p1,,.,,,.,,,.,,, 'seratus miliar
rupiah( sampai dengan :p&,,.,,,.,,,.,,, 'lima ratus miliar rupiah( dengan persetujuan
Presiden9 dan
h. melakukan pemindahtanganan aset tetap BP-6 lebih dari :p&,,.,,,.,,,.,,, 'lima ratus miliar
rupiah( dengan persetujuan De)an Per)akilan :akyat :epublik Indonesia.
5etentuan mengenai tata cara pelaksanaan +ungsi, tugas, dan )e)enang Direksi diatur
dengan Peraturan Direksi.
Persyaratan untuk menjadi De)an Penga)as dan De)an Direksi diatur dalam 11
3omor % tahun %,11.
%.9.% Hubungan "ntar ?embaga
BP-6 melakukan kerja sama dengan lembaga pemerintah, lembaga lain di dalam negeri
atau di luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan program -aminan
6osial '-53(.
%.9.2 $onitoring dan @0aluasi
"onitoring dan e0aluasi penyelenggaraan -aminan 5esehatan 3asional merupakan
bagian dari sistem kendali mutu dan biaya. 5egiatan ini merupakan tanggung ja)ab $enteri
5esehatan yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan De)an -aminan 5esehatan
3asional.
%.9. Penga)asan
Penga)asan terhadap BP-6 dilakukan secara eksternal dan internal. Penga)asan
internaloleh organisasi BP-6 meliputi8 a. De)an penga)as9 dan b. 6atuan penga)as internal.
6edangkan Penga)asan eksternal dilakukan oleh8 a. D-639 dan b. ?embaga penga)as
independen.
%.9.& 7empat dan kedudukan BP-6
5antor Pusat BP-6 berada di ibu kota 3egara, dengan jaringannya di seluruh
kabupaten*kota.

BAB III PENU4UP
".1 %eimpulan
1. Badan Penyelenggara -aminan 6osial yang selanjutnya disingkat BP-6 adalah badan hukum
yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BP-6 terdiri dari BP-6
5esehatan dan BP-6 5etenagakerjaan. BP-6 5esehatan adalah badan hukum yang dibentuk
untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.
%. BP-6 5esehatan akan membayar kepada Easilitas 5esehatan tingkat pertama dengan %apitai.
1ntuk Easilitas 5esehatan rujukan tingkat lanjutan, BP-6 5esehatan membayar dengan sistem
paket INA -B./.
2. BP-6 5esehatan )ajib membayar Easilitas 5esehatan atas pelayanan yang diberikan kepada
Peserta paling lambat 1& 'lima belas( hari sejak dokumen klaim diterima lengkap. Besaran
pembayaran kepada Easilitas 5esehatan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara BP-6
5esehatan dan asosiasi Easilitas 5esehatan di )ilayah tersebut dengan mengacu pada standar
tari+ yang ditetapkan oleh $enteri 5esehatan.
".2 Saran
1. 6ustainabilitas program atau bah)a program jaminan sosial harus berkelanjutan selama negara
ini ada, oleh karena itu harus dikelola secara prudent, e+isien dengan tetap mengacu pada budaya
pengelolaan korporasi.
%. 5enyataannya !,; penyakit yang ditangani rumah sakit rujukan di Pro0insi adalah penyakit
yang seharusnya ditangani di Puskesmas. 7ingkat okupansi tempat tidur yang tinggi di :6
:ujukan Pro0insi bukan indikator kesuksesan suatu -aminan 5esehatan. Hal ini berdampak pada
beban +iskal daerah yang terlalu tinggi./leh karenanya Pelaksanaan -aminan 5esehatan
membutuhkan sistem rujukan berjenjang dan terstruktur maka setiap Pro0insi harap segera
menyusun peraturan terkait sistem rujukan.

Beri Nilai