Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN REFERAT

Blok DIGESTIVE
HEPATITIS A







Disusun oleh:
Rostikawaty Azizah
G1A009022




KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS 1ENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
1URUSAN KEDOKTERAN
PURWOKERTO

2010
BAB I
Pendahuluan

Hepatitis adalah suatu proses peradangan diIus pada jaringan hati yang memberikan
gejala klinis yang khas yaitu badan lemah, kencing berwarna seperti the pekat, mata dan
seluruh badan menjadi kuning. (Hadi, 2002)
Penyakit ini dikenal sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu oleh hipocrates, dan semula
dianggap sebagai suatu kesatuan klinik tersendiri pada ahir abad ke 18 dan 19 yaitu jauh
sebelun perang Franco-Prussia. Pada waktu itu hanya dikenal dua macam hepatitis yaitu yang
dapat menimbulkan epidemic yaitu hepatitis inIeksiosa (HI) dan hepatitis serum (HS). Dalam
perkembangannya, kemudian dikenal macam hepatitis berdasarkan etiologinya. Yaitu :
hepatitis akibat virus, akibat bakteri dan obat-obatan. Selain berdasarkan etiologi, hepatitis
juga dibagi berdasarkan perjalanan penyakitnya. Yaitu : hepatitis akut dan hepatitis kronis.
(WHO, 2000)
Hepatitis A sendiri adalah adalah salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus.
Penyebabnya adalah virus RNA yang tergolong dalam picorna yang berukuran 27-28 mm dan
ditemukan oleh Peinstone pada tahun1973 dalam tinja penderita. Untuk distribusi didunia
sendiri dapat di gambarkan dalam peta sebagai berikut :

gambar 1. Peta distribusi Hepatitis A ( Who, 2000)
Di Indonesia sendiri, data mengenai kejadian hepatitis A belum diketahui secara pasti.
Namun Kasus hepatitis A di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sampai dengan Agustus
2008 tercatat sebanyak 478 kasus tersebar di semua kabupaten/kota dengan persentase kasus
terbesar di Kabupaten Sleman yakni sekitar 73,6 dan Kota Yogyakarta 20. Tujuan
dibuatnya reIerat ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hepatitis A.
(spiritia,2005)
BAB II
ISI
A. DeIinisi
Hepatitis A adalah adalah bentuk hepatitis yang akut, berarti tidak menyebabkan inIeksi
kronis. Sekali kita pernah terkena hepatitis A, kita tidak dapat terinIeksi lagi. Namun, kita
masih dapat tertular dengan virus hepatitis lain. (Hadi, 2002)

B. Etiologi
Penyebab utama dari HVA adalah virus RNA yang tergolong dalam picorna yang
berukuran 27-28 mm dan ditemukan oleh Peinstone pada tahun 1973 dalam tinja
penderita. (Hadi, 2002). HAV merupakan anggota Iamili pikornaviradae. HAV merupakan
partikel membulat berukuran 27 hingga 32-nm dan mempunyai simetri kubik, tidak
mempunyai selubung serta tahan terhadap panas dan asam. Partikel ini mempunyai genom
RNA beruntai tunggal dan linear dengan ukuran 7,8 kb, sehingga cukup jelas virus ini
menjadi genus pikornavirusyangbaru, Heparnavirus. Hepatitis A mempunyai pravelansi
yang tinggi. Siklus hidup dari HAV sendiri mula-mula diidentiIikasi dari tinja dan sediaan
hati. Penambahan antiserum hepatitis A spesiIik dari penderita yang hampir sembuh
(konvalesen) pada tinja penderita diawal masa inkubasi penyakitnya, sebelum timbul
ikterus, memungkinkan pemekatan dan terlihatnya partikel virus melalui pembentukan
agregat antigenantibodi. Asai serologic yang lebih peka, seperti asai mikrotiter
imunoradiometri Iase-padat dan pelekatan imun, telah memungkinkan deteksi HAV
didalam tinja, homogenate hati, dan empedu, serta pengukuran antibody spesiIik di dalam
serum.(Putri, 2008)

SiIat-siIat dari virus A sendiri ini dapat dirusak dengan di otoklaI (121oC selama 20
menit), dengan dididihkan dalam air selama 5 menit, dengan penyinaran ultra ungu (1
menit pada 1,1 watt), dengan panas kering (180oC selama 1 jam), selama 3 hari pada
37oC atau dengan khlorin (10-15 ppm selama 30 menit). Resistensi relative hepatitis virus
A terhadap cara-cara disinIeksi menunjukkan perlunya diambil tindakan-tindakan
pencegahan istimewa dalam menangani penderita hepatitis beserta produk-produk
tubuhnya. (Putri, 2008)
Hepatitis juga mempunyai beberapa penyebab lain, termasuk:
1. Racun dan zat kimia seperti alkohol berlebihan
2. Penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh
3. menyerang jaringan sehat dalam tubuh, yang disebut sebagai penyakit autoimun

Gambar 2. Struktur viru hepatitis A (Parna, 2006)

Penyebaran penyakit Hepatitis oleh kotoran atau tinja penderita biasanya melalui makanan
(Iecel-oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah, selain itu akibat buruknya
tingkat kebersihan. Penyakit hepatitis kadang-kadang dapat timbul sebagai komplikasi
leptospirosis, siIilis, tuberculosis, toksoplasmosis, dan amebiasis, yang kesemuanya peka
terhadap pengobatan khusus. Penyebab noninIeksiosa meliputi penyumbatan empudu,
sirosis empedu primer, keracunan obat, dan reaksi hipersensitivitas obat. Komplikasi
akibat hepatitis A hampir tidak ada, kecuali pada para lansia atau seseorang yang memang
sudah mengidap penyakit kronis hati atau sirosis. Hati harus berIungsi dengan baik agar
dapat menguraikan sebagian besar obat-obatan. Obat yang tidak menyebabkan gangguan
apa pun pada waktu hati kita sehat dapat membuat kita sakit parah adalah bila kita
mengalami hepatitis. Ini juga berlaku untuk alkohol, aspirin, jamu-jamuan, dan narkoba.
Karena tugas hati adalah untuk menguraikan zat-zat yang terdapat dalam darah, dan beban
dapat menjadi terlalu berat. (WHO, 2002)
C. Tanda dan Gejala
Gejala klinis pada umumnya ringan, terutama pada anak-anak bahkan sering tanpa gejala.
Gejala hepatitis A (dan hepatitis akut pada umumnya) dapat termasuk (spiritia, 2005):
1. Kulit dan putih mata menjadi kuning (ikterus)
2. Kelelahan
3. Sakit perut kanan-atas
4. Hilang naIsu makan
5. Berat badan menurun
6. Demam
7. Mual
8. Mencret atau diare
9. Muntah
10. Air seni seperti teh dan/atau kotoran berwarna dempul
11. Sakit sendi
12. InIeksi HAV juga dapat meningkatkan tingkat enzim yang dibuat oleh hati menjadi di
atas normal dalam darah

Sistem kekebalan tubuh membutuhkan sampai delapan minggu untuk mengeluarkan
HAV dari tubuh. Bila timbul gejala, umumnya dialami dua sampai empat minggu setelah
terinIeksi. Gejala hepatitis A umumnya hanya satu minggu, akan tetapi dapat lebih dari
satu bulan. Kurang lebih 15 persen orang dengan hepatitis A mengalami gejala dari enam
sampai Sembilan bulan. Kurang lebih satu dari 100 orang terinIeksi HAV dapat
mengalami inIeksi cepat dan parah (yang disebut 1ulminant), yang sangat jarang dapat
menyebabkan kegagalan hati dan kematian.
D. PatoIisiologi
Salah satu gejala dari hepatitis adalah ikterik. Ikterik dapat terjadi karena gangguan dari
metabolism bilirubin. Berikut adalah beberapa penjelasan patoIisiologi mengenai ikterik.
1. Gangguan pada prehepatik
Pada ikterik prehepatik,penyakit dan kondisi tertentu,seperti reaksi transIuse dan
anemia sel sabit,menyebabkan hemolysis massiI.Sel darah merah pecah lebih cepat,
sebelum hati mengonjugasi bilirubin,sehingga sejumlah besar bilirubin yang tak
terkonjugasi masuk ke dalam darah,menyebabkan peningkatan konversi bilirubin di
usus menjadi urobilinogen yang larut dalam air untuk diekskresikan melalui urin dan
Ieses.(Bilirubin tak terkonjugasi tidak larut dalam air,sehingga tidak bisa diekskresikan
melalui urin)
2. Gangguan pada hepatic
Terjadi akibat ketidakmampuan hati untuk mengonjugasi atau mengekresi
bilirubin,meningkatkan kadar bilirubin terkonjugasi dan tak terkonjugasi di dalam
darah.Hal ini terjadi pada beberapa kelainan seperti hepatitis,sirosis,dan metastasis
kanker, dan selama penggunaan obat yang dimetabolisme di hati dalam jangka panjang.
3. Gangguan pada pasca hepatic
Terjadi pada kelainan biliar dan pancreas,bilirubin terbentuk dengan laju yang
normal,tetapi inIlamasi,jaringan parut,tumor,batu empedu menyumbat aliran empedu ke
dalam usus.Hal ini menyebabkan akumulasi bilirubin terkonjugasi di dalam
darah.Bilirubin terkonjugasi yang larut dalam air diekskresikan melalui air.
Penimbunan pigmen empedu


Karena produksi lebih banyak daripada pengeluaran


Jaringan menjadi kuning

Ikterus pada kulit, urin, sclera
(Price, 2006)

E. Gambaran mikroskopis


Gambar 3. Gambaran mikroskopis hepatitis A ( WHO, 2000)

F. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang biasa digunakan adalah pemeriksaan serologis.

Gambar 4. Marker antibody hepatitis ( Parna, 2006)

Pertanda Penjelasan
HAV ( Ag) Antigen Hepatitis A jarang terdeteksi dalam darah
Igm Anti
HAV
Antibodi igM terhadap hepatitis A
1. Petunjuk Hepatitis A yang sedang berlangsung
2. Antibodi total (igMigG) terhadap HAV Ag
3. Petunjuk inIeksi baru atau telah lama lalu
igG Anti
HAV
Menunjukan penderita pernah kena inIeksi dari HVA, dan
sudah sembuh dari penyakit tersebut serta memiliki kekebalan
terhadap inIeksi baru.

Tabel 1. Pertanda Serologis Hepatitis A (Hadi, 2002)

G. Penegakan diagnosis
Diagnosis hepatitis A ditegakkan dengan tes darah. Tes darah ini mencari dua jenis
antibodi terhadap virus, yang disebut sebagai IgM dan IgG (Ig adalah singkatan untuk
imunoglobulin). Pertama, dicari antibodi IgM, yang dibuat ole hepatitis virus. sistem
kekebalan tubuh lima sampai sepuluh hari sebelum gejala muncul, dan biasanya hilang
dalam enam bulan. Tes juga mencari antibodi IgG, yang menggantikan antibodi IgM dan
untuk seterusnya melindungi terhadap inIeksi HAV. (Putri, 2008)
1. Bila tes darah menunjukkan negatiI untuk antibodi IgM dan IgG, kita kemungkinan
tidak pernah terinIeksi HAV, dan sebaiknya mempertimbangkan untuk divaksinasi
terhadap HAV.
2. Bila tes menunjukkan positiI untuk antibodi IgM dan negative untuk IgG, kita
kemungkinan tertular HAV dalam enam bulan terakhir ini, dan sistem kekebalan
sedang mengeluarkan virus atau inIeksi menjadi semakin parah.
3. Bila tes menunjukkan negatiI untuk antibodi IgM dan positiI untuk antibodi IgG, kita
mungkin terinIeksi HAV pada suatu waktu sebelumnya, atau kita sudah divaksinasikan
terhadap HAV. Kita sekarang kebal terhadap HAV.
H. Penatalaksanaan
Apabila hepatitis yang disebabkan oleh alkohol, narkoba, obat-obatan atau racun yang
mengakibatkan gejala yang sama seperti virus hepatitis, pengobatan yang paling baik
adalah
menghentikan penggunaan alkohol, narkoba, atau obat-obatan yang dapat menggangu hati
1. Calcium I Cordyceps, cara pemakaian :
a) pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps
b) siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I 2 kapsul
c) Cordyceps (1 jam setelah minum Calcium I)
d) sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps
2. Calcium I Cordyceps Zinc (Jika komposisi Calcium I Cordyceps saja belum
cukup), Cara pemakaian :
a) pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps 2 kapsul Zinc
b) siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I 2 kapsul Cordyceps (1 jam
c) setelah minum Calcium I) 2 kapsul Zinc
d) sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps 2 kapsul Zinc
3. Cordyceps, Cara pemakaian 2 - 3 kapsul Cordyceps setiap habis makan

Hasil penelitian menyatakan, vaksin ini eIektiI pada lebih dari 90 orang. EIek
sampingan tidak ada kecuali rasa sakit pada bagian yang terkena suntikan. Hanya sekitar
10 yang merasa kurang enak badan sehabis disuntik. Anak-anak antara usia 1 - 18 tahun
diberi dua dosis vaksin initial dan booster antara usia 6 - 12 bulan. Orang dewasa diberi
satu initial dosis kemudian booster dalam waktu 6 - 12 bulan. EIek proteksi baru terjadi
paling tidak dua minggu setelah suntikan. Namun, belum diketahui berapa lama suntikan
ini dapat memberikan proteksi terhadap VHA. (Putri, 2008)

I. Prognosis
Penderita HAV umumnya mempunyai prognosa baik dan akan mengalami penyembuhan
sempurna, hanya 0,1 yang berakhir Iatal. Penyakit hepatitis tidak akan menjadi kronis
dan tidak pernah ditemukan pengidap (carier) virus menetap. Terjadinya sirosis sebagai
akibat inIeksi HVA hamper tidak pernh terjadi. Bila ada, kemungkinan sebeumnya nsudah
ada kelainan pada jaringan parenkhim hati. demikian ( Hadi, 2002)

J. Komplikasi
HVA dapat menjadi berat (Iulminan) atau melantur. Bila sampai melantur (prolonges
cholestasis) biasanya sampai 2-4 bulan dan akan mengalami penyembuhan sempurna.
Hepatitis Iulminan karena HVA terdapat sekitar 0,1 darr banyak ditemukan pada
penderita pria ( Hadi, 2002)


BAB III
Pembahasan

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A, pencegahan adalah
pendekatan yang paling eIektiI terhadap hepatitis A. Terapi harus mendukung dan
ditujukan untuk menjaga keseimbangan gizi yang memadai (1 g protein / kg, 30-35
kal / kg). Tidak ada bukti yang mengatakan bahwa pembatasan lemak memiliki eIek
menguntungkan pada jalannya penyakit. Telur, susu dan mentega benar-benar
dapat membantu memberikan asupan kalori yang benar. minuman beralkohol tidak
boleh dikonsumsi selama hepatitis akut karena eIek hepatotoksik langsung
darialkohol. Pada sisi lain. Adrenocortical steroid (kortikosteroid) dan IG memiliki
nilai yang tidak takut. Rujukan ke pusat transplantasi hati yang sesuai
untuk pasien dengan A hepatitis Iulminan, meskipun identiIikasi pasien yang
membutuhkan transplantasi hati sulit. Sebuah proporsi yang baik dari pasien (60)
dengan kelas 4 enseIalopati masih akan bertahan tanpa transplantasi. Sementara
transplantasi hati dapat membantu untuk kegagalan hati subakut mungkin cara
untuk mempromosikan regenerasi hati asli.(WHO, 2002)
Kejadian hepatitis sendiri terbanyak menyerang usia 5-14 tahun yang banyak
terjadi di perkotaan dan menyerang sekelompok orang misalnya sekeluarga. Penyakit
ini merupakan endemis pada negara-negara dengan higiene dan sanitasi yang dibawah
standar. Kelompok yang tergolong resiko tinggi meliputi anak, tenaga medis, staI
pekerja tempat penitipan anak, pekerja jasa boga, homoseksual dan penderita yang
harus menggunakan obat yang disuntikkan ke pembuluh darah, sedangkan mereka
yang tergolong kelompok rentan adalah kelompok sosial ekonomi yang tinggi. Oleh
karena itu dalam perkembangannya, penatalaksanaan hepatitis A adalah dengan cara
melakukan pencegahan. Walaupun kita belum menerima vaksinasi terhadap hepatitis
A, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah inIeksi HAV.
a. Hindari air, termasuk es, yang mungkin tercemar kotoran
b. Hindari kerang-kerangan yang mentah atau kurang masak
c. selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah ke kamar mandi, mengganti popok
bayi, dan sebelum menyiapkan atau makan makanan
d. Memakai penghalang lateks (/ental /am) untuk seks oral anal
BAB IV
Kesimpulan

1. Hepatitis A adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
2. Penyebaran virus ini melalui Iecal-oral. Ditularkan dan disebarkan melalui tinja
3. Uji serologis merupakan golden standart dalam mendiagnosa hepatitis A
4. Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A, pencegahan adalah pendekatan yang
paling eIektiI terhadap hepatitis A

Daftar Pustaka

Hadi, Sujomo. 2002. astroenterologi. Bandung :PT. Alumni Bandung . 497-499.
Parna, Chhibber and Melisa ShahFall .2005.Humans an/ Jiruses.ProIessor Robert
Siegel.StanIord University
Putri, Maretta. 2008. hepatitis A. Diakses dari :
http://mikrobia.Iiles.wordpress.com/2008/05/maretta-putri-078114104.pdI. pada
tanggal 9 Juli 2011.
Price, Sylvia. EGC. Dalam : PatoIisiologi Kedokteran Edisi 6 Volume 1. angguan Hati,
Kan/ung empe/u, /an Pankreas. Jakarta :
Sanityoso, Andri .2006. Hepatologi.Hepatitis Jirus Akut. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam; 427-428.
Spiritia. 2005. Hepatitis A. diakses dari : http://spiritia.or.id/Dok/Hepatitis.pdI. Pada tanggal
9 Juli 2011
WHO, 2002. Hepatitis A. diakses dari : http://www.who.int/emc. pada tanggal 9 Juli 2011
http://www.endonesia.com/mod.php?modpublisher&opviewarticle&cid36&artid1896