Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO C BLOK 9







Disusun oleh Kelompok 5
Tutor: dr. Zuilkifli, Sp.An
Desti Enci Mayasari 04091001035
Helza Adella 04091001121
Engki Aditya Putra 04091001017
Sabarullah Dwi stiawan 04091001052
Anugerah Dwi Setiawan 04091001032
Leoandri Fahlefi 04091001128
Fathia Marsha Febyasati 04091001053
Dini Meta Rica 04091001103
Shinta Dwijayanti 04091001029
Maya Puspita sari1 04091001015
Diah Putri Wardani 04111901001



Pendidikan Dokter Umum
Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya
2012
STIMULUS 1

Ny. Tari, 37 tahun, dari keluarga kalangan menengah datang ke dokter (pusat Kesehatan)
dengan keluhan utama perdarahan vagina. Ia juga mengeluh keram di perut. Dia juga
mengalami telat datang bulan selma 8 minggu. Ibu tari juga merasa nausea, dan kadang-
kadang muntah serta mengalami nyeri tekan pada payudaranya. Sejak 1 tahun yang lalu dia
mengeluh keluar cairan berbau busuk dari vaginanya dan kadang-kadang mengeluh gatal
pada vulva. Dia sudah memiliki 2 orang anak dan yang termudah erusia 6 tahun. Suaminya
adalah seorang supir truk.

STIMULUS 2

Pemeriksaan Fisik :
Tinggi Badan : 155 cm Berat : 50 kg Tekanan Darah : 120 /80
mmHg Nadi : 80x/m RR : 20 x/m
Konjungtiva Palpebra normal, hyperpigmentasi payudara

Pemeriksaan Luar : abdomen datar dan souffle, simetris, fundus uteri tidak teraba, tidak ada
masa, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada tanda-tanda cairan bebas.

Pemeriksaan Dalam :
- Spekulum examination : portio livide, external os open with blood come out from
external os, there are no cervical erotion, lacerasi atau polip
- Bimanual examination : cervix lembut, the external os open, no cervical motion
tenderness, ukuran uterus kehamilan 8 minggu, adnexa dan parametrium dalam batas
normal.

Hb 11 g/dL, WBC 12.0000/mm3, ESR 15 mm/hour Perpheral blood Image : WNL Urine :
Pregnancy test (HCG) positive.





KLARIFIKASI ISTILAH
1. P2A1 : Melahirkan 2 kali 1 Aborsi
2. Livide : Hitam dan biru
3. Cerical motion tenderness : Nyeri tekan cervical
4. Vaginal bleeding : Perdarahan dari vagina
5. Abdominal cramping : Kram perut
6. Nausea : Mual
7. Vomiting : Muntah

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Ibu Tari, 37 tahun, dari keluarga kalangan menengah datang ke dokter (pusat
Kesehatan) dengan keluhan utama perdarahan vagina.
2. Ibu tari mengeluh keram di perut, ia juga merasa nausea, dan kadang-kadang muntah
serta mengalami nyeri tekan pada payudaranya..
3. Ia juga mengalami telat datang bulan selma 8 minggu.
4. Sejak 1 tahun yang lalu dia mengeluh keluar cairan berbau busuk dari vaginanya dan
kadang-kadang mengeluh gatal pada vulva.
5. Dia sudah memiliki 2 orang anak dan yang termudah berusia 6 tahun.
6. Suaminya adalah seorang supir truk.
7. Pemeriksaan Fisik :
Tinggi Badan : 155 cm Berat : 50 kg Tekanan Darah : 120 /80
mmHg Nadi : 80x/m RR : 20 x/m
Konjungtiva Palpebra normal, hyperpigmentasi payudara
8. Pemeriksaan Ginekologi
Pemeriksaan Luar : abdomen datar dan souffle, simetris, fundus uteri tidak teraba,
tidak ada masa, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada tanda-tanda cairan bebas.
Pemeriksaan Dalam :
- Spekulum examination : portio livide, external os open with blood come out from
external os, there are no cervical erotion, lacerasi atau polip
- Bimanual examination : cervix lembut, the external os open, no cervical motion
tenderness, ukuran uterus kehamilan 8 minggu, adnexa dan parametrium dalam
batas normal.
9. Hb 11 g/dL, WBC 12.0000/mm3, ESR 15 mm/hour Perpheral blood Image : WNL
Urine : Pregnancy test (HCG) positive.
ANALISIS MASALAH
1. Ibu Tari, 37 tahun, dari keluarga kalangan menengah datang ke dokter (pusat
Kesehatan) dengan keluhan utama perdarahan vagina.

a) Apa etiologi dan patofisiologi perdarahan vagina ?
Jawab :
Pada trimester 1 kehamilan :
- perdarahan fisiologis
- terlepasnya desidua basalis
- Abortus
- Molahidatosa
- Impaementasi kantung gestasi yang rendah
- Kehamilan ektopik/ vasa previa
- Polip
- Karsinoma servix
- Tumor vagina
- Gangguan perdarahan
- Akibar obat

- Patofisiologi dari perdarahan saat abortus adalah :
Abortus desidua nekrosis hasil konsepsi dianggap benda asing
uterus berkontraksi untuk mengeluarkan perdarahan

b) Apa yang di maksud dengan midle income family ?
Jawab :
Menurut sistem pemantauan kesehjateraan masyarakat
Indikator pendapatan : pendapannya 1-2 juta perbulan
Indikator kesehatan : sakit pergi ke bidan atau ke puskesmas
Indikator pola makan : 3 kali , ayam daging 1 minggu sekali

c) Apa hubungan midle icome family dengan aborsi ?
Jawab :
Tidak ada hubungan

d) Apa hubungan umur dan aborsi ?
Jawab :
Usia yang baik untuk kehamilan yang ideal adalah 20 35 tahun. Jika kehamilan
terjadi di bawah usia 20 tahun atau lebih dari 35 tahun makan akan besar
kemungkinan mengalami aborsi, karena pada usia kurang dari 20 tahun ibu masih
dalam masa pertumbuhan, alat reproduksi belum terbentuk sempurna misalnya
panggul dan rahim sehingga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi persalinan.
Sedangkan usia 35 tahun ke atas kondisi fisik dan kesehatan seorang wanita sudah
mulai menurun.
35 tahun umur ekstrim karena : - abnormalitas kromosom janin
- Sel telur yang berkualitas semakin sedikit
- Indung telur semakin kurang peka terhadap
rangsangan gonadotropin sehingga
mengganggu implantasi dan janin.

2. Ibu tari mengeluh keram di perut, ia juga merasa nausea, dan kadang-kadang muntah
serta mengalami nyeri tekan pada payudaranya.
a) Apa etiologi dan patofisiologi kram prut ?
Jawab :
Pada kondisi kehamilan, kram perut dapat dianggap sesuatu yang
fisiologis, akibat pertumbuhan dan pembesaran dari rahim (dimana otot dan
ligament meregang) untuk menyokong rahim dapat mencetuskan impuls sensoris
menuju medulla spinalis dan diinterpretasikan sebagai perasaan kram. Penyebab
fisiologis lainnya adalah reaksi fisiologis dari rahim secara periodic karena rahim
sedang berisi dan gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan
oksigen.
Kondisi kram perut yang timbul dengan disertai perdarahan
pervaginam pada kehamilan muda merupakan tanda warning dari kemungkinan
adanya berbagai macam gangguan pada kehamilan (solusio plasenta, ectopic
pregnancy, abortus, dll). Penyebab lainnya adalah kista ovarium saat kehamilan,
salphingitis akut, apendisitis akut, retensio urin akut, perforasi usus, dan ruptur
organ (hati, limpa, dll)
Dalam istilah kedokteran sebenarnya lebih dikenal dengan nyeri perut
akut (acute abdomen), yaitu setiap keadaan akut intraabdomen yang ditandai
dengan rasa nyeri, otot perut tegang (keram), dan nyeri tekan serta membutuhkan
tindakan bedah emergensi.
Fisiologis pada usia kehamilan 37-40 minggu, patologis pada usia
dibawah 20 minggu
Kehamilan ektopik terganggu
Abortus Imminens
Abortus incipiens
Abortus inkomplete
Penyebabnya dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
Yang berhubungan dengan kehamilan
Abortus
Nyeri didahului perdarahan pervaginam
Nyeri di atas simfisis dan intermiten
OUE menutup (pada abortus imminens) atau OUE terbuka (pada
abortus insipient atau inkompletus)
Pada abortus septic bisa didapatkan demam dan lkhia yang berbau
Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
Nyeri perut dapat terjadi sebelum perdarahan pervaginam
Perdarahan biasanya berwarna coklat kehitaman, bukan darah segar
Perdarahannya jumlahnya sedikit
Nyeri bisanya dimulai pada satu sisi namun bisa menyebar ke
seluruh pelvic
Dapat timbul syok hipovolemik
Yang tidak berhubungan dengan kehamilan (incidental/gangguan organ
ginekologik
Kista ovarium saat kehamilan
Salphingitis akut
Apendisitis akut
Retensio urin akut
Perforasi usus
Rupture organ (hati, limpa, dll)
Unwanted pregnancy unsaved abortion perdarahan decidual
nekrosis jaringan di atasnya embrio terlepas dari tempat implant
sebagian dan dianggap sebagai benda asing kontraksi untuk
mengeluarkan dari kavum uteri abdominal cramp
Infeksi transmisi ke plasenta inflamasi di villi chorion pelepasan
sitokin nekrosis hasil konsepsi bisa terlepas dari tempat implantasi
embrio dianggap sbg benda asing uterus berkontraksi untuk
mengeluarkannya dari cavum uteri konstriksi pembuluh darah
myometrium (a.radialis) iskemik nyeri hebat (kram).
b) Apa etiologi dan patofisiologi nausea dan muntah-muntah pada ibu hamil?
Jawab :
Meskipun belum diketahui penyebabnya, mual muntah dalam masa kehamilan
berhubungan dengan perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita hamil.
Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic
gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi
untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung
telur, yang berdampak pada kehamilan agar sehat dan lancar.
Namun selain itu, hormon ini diduga berefek menimbulkan mual dan muntah
terlebih pada tiga bulan kehamilan (trimester pertama) dan akan turun kembali
setelah bulan keempat. Oleh karena itu mual muntah ini biasanya akan hilang
dengan sendirinya setelah memasuki bulan keempat. Disamping hormon HCG ini,
hormon estrogen dianggap juga turut menjadi penyebab mual muntah pada wanita
hamil.

c) Apa etiologi dan patofisiologi nyeri tekan payudara ?
Jawab :
Efek estrogen pada payudara :
Perkembangan jaringan stroma payudara.
Pertumbuhan sistem duktus yang luas.
Deposit lemak, air, dan garam pada payudara sehingga payudara tampak
membesar.
Tekanan saraf akibat penimbunan lemak, air, dan garam menyebabkan rasa
sakit pada payudara.
Efek progesteron pada payudara:
Meningkatkan jumlah sel-sel asinus.
Perkembangan dari lobules dan aleveoli payudara.
Proliferasi sel-sel alveolar sehingga sel-sel alveolar membesar dan bersifat
sekretorik.
Pembengkakan payudara karena perkembangan sekretorik dari lobules dan
alveoli dan peningkatan cairan di dalam jaringan subkutan.
Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin)
menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta
meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel
lemak, kolostrum.
Khorionik somatotropin (Human Placental Lactogen / hPL) dengan muatan
laktogenik juga akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam
payudara sehingga menyebabkan pembesaran payudara yang disertai rasa
penuh atau tegang dan sensitif terhadap sentuhan.


d) Bagaiman hubungan vaginal bleeding dengan abdominal cramping ?
Jawab :
Abdominal cramping terjadi akibat kontraksi miometrium untuk mengeluarkan
fetus yang telah terlepas dan menyebabkan perdarahan (vaginal bleeding). Pada
kehamilan, ketika terjadi pembuahan sperma dan ovum akan terbentuk corpus
luteum yang menghasilkan progesteron yang berguna untuk memperthankan
janin. Pada aborsi, janin telah lepas dari tempatnya sehingga tidak ada lagi yang
menghasilkan BHcG dan juga mempengaruhi produksi progesteron . ini akan
membuat mimetrium berkontraksi dengan tujuan mengeluarkan hasil konsepsi.

3. Ia juga mengalami telat datang bulan selama 8 minggu.
a) Apa interpretasi telat datang bulan selama 8 minggu ?
Jawab :
Ny.Tari 37 tahun hamil 8 minggu

b) Bagaiman cara mendiagnosis ibu hamil ?
Jawab :
Gejala dan tanda-tanda kehamilan dapat di klasifikasikan menjadi tiga kelompok :
1. Bukti Persumtif
- Mula dengan atau tanpa muntah
- Gangguan berkemih
- Fatigue
- Persepsi adanya gerakan janin
- Terhentinya menstruasi
- Perubahan pada payudara
- Perubahan warna mukosa vagina
- Meningkatnya pigmentasi kulit dan timbulnya striae abdomen
2. Tanda-tanda kemungkinan
- Pembesaran abdomen
- Perubahan bentuk, ukuran, dan konsistensi uterus
- Perubahan anatomis pada serviks
- Kontraksi Braxton Hicks
- Ballotement
- Kontur fisik janin
- Adanya gonadotropin korionik di urin atau serum
3. Tanda-tanda postif kehamilan
- Identifikasi kerja jantung janin yang terpisah dan tersendiri dari kerja
jantung wanita hamil
- Persepsi gerakan janin aktif oleh pemeriksa
- Pengenalan mudigah dan janin setiap saat selama kehamilan dengan tekhnik
ultrasonografi atau pengenalan janin yang lebih tua secara radiografis pada
paruh kedua kehamilan.

Pemeriksaan kehamilan di rumah :
Dengan menggunakan antibodi hCG dan eritrosit domba untuk memeriksa sampel
urin. Ciri utamanya :
1. Sumbu absorben yang di buat berkontak dengan suatu membran berpori, yang
mengandung tiga zona antibodi terpisah
2. Prinsip imunokromotografi
Zona antibodi pertama diendapkan sedemikian sehingga dapat di mobilisasi, zona
ini terdiri dari partikel lateks berwarna yang di sensitisasi dengan antibodi
monoklonal terhadap subunit HcG yang diimobilisasi di membran. Ababila urin
mengandung hCG, urin akan bereaksi dengan anti hCG di lateks, dan kompleks
ini akan di tangkap oleh zona antibodi antisubunit hCG kedua, sehingga
terbentuk sebuah garis berwarna pada jendela perangkat tersebut.

Deteksi Kehamilan dengan USG
USG abdomen, kantung gestasi dapat dilihat hanya setelah usia kehamilan 4
sampai 5 minggu sejak menstruasi terakhir. Pada hari ke 35 semua kantung gestasi
normal sudah terlihat, dan setelah 6 minggu denyut jantung seharusnya sudah
terdeteksi.

4. Sejak 1 tahun yang lalu dia mengeluh keluar cairan berbau busuk dari vaginanya dan
kadang-kadang mengeluh gatal pada vulva.
a) Apa etiologi vaginal discharge dengan smelly odor ?
Berdasarkan etiologinya, maka duh tubuh vagina dapat dibedakan menjadi duh
tubuh fisiologis dan duh tubuh patologis. Duh tubuh vagina fisiologis adalah duh
tubuh yang terjadi pada kondisi normal, sedangkan duh tubuh vagina patologis
menunjukkan adanya kondisi yang abnormal.

Duh Tubuh Vagina Fisiologis
Flora vagina normal (laktobasilus) berkoloni di epitel vagina dan berperan dalam
sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Flora normal ini menjaga pH normal
vagina berkisar 3,8 - 4,4. Kualitas dan kuantitas duh tubuh vagina pada seorang
vagina dapat berubah-ubah dalam satu siklus menstruasi dan dari waktu ke waktu;
setiap wanita mempunyai batas normalnya tersendiri, berapa dan bagaimana duh
tubuh vagina yang normal dan seperti apa duh tubuh vagina yang berlebihan.
Beberapa wanita terkadang menganggap duh tubuh vagina yang fisiologis sebagai
hal yang abnormal. Padahal, menjelang ovulasi secara periodik, sesuai dengan
siklus menstruasinya serta dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya, wanita akan
mengalami duh tubuh vagina dalam jumlah yang lebih banyak (Tabel 1). Duh
tubuh vagina ini tidak berwarna dan tidak berbau. Seringkali, duh tubuh vagina
tampak nyata pada wanita dengan eversio serviks. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi duh tubuh vagina fisiologis dapat dilihat di Tabel 1.


Duh Tubuh Vagina Patologis
Duh tubuh vagina yang patologis dapat disebabkan oleh berbagai jenis
mikroorganisme, kondisi penyakit, dan penyebab lainnya (Tabel 2).




b) Apa etiologi vulva itchy dan patofisiologi ?
Jawab :
Etiologi :
- Adanya infeksi bakteri, jamur, protozoa, atau virus.
- Menggunakan spermisida, pelumas vagina, kondom, diafragma, penutup
serviks, dan spons secara rutin.
- Berlebihan dalam menggunakan pembilas vagina, sabun cuci, atau adanya
reaksi antara sisa deterjen dalam pakaian dalam dengan cairan yang
dikeluarkan oleh vagina.
- Menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori, dan tidak
menyerap keringat.
- Adanya tumor atau jaringan abnormal lainnya.
- Adanya perubahan hormonal.

- Adanya kutu kemaluan (Pedikulosis pubis) yang bisa menyebabkan gatal-gatal
pada bagian vulva.

Patofisiologi :
Mikroorganisme menginvasi jaringan atau organ reproduksi, timbul reaksi
infeksi, pelepasan-pelepasan mediator inflamasi (histamine) yang
menyebabkan gatal-gatal pada daerah vulva

c) Bagaimana hubungan vaginal discharge dengan aborsi ?
Jawab :
Vaginal discharge tanda adanya infeksi. Bersifat asimptomatik. Sehingga
merupakan faktor resiko terjadinya abortus.

5. Dia sudah memiliki 2 orang anak dan yang termudah berusia 6 tahun.
a) Apa hubungan usia anak terakhir dengan aborsi ?
Jawab :
Tidak ada hubungan.

b) Bagaimana jarak kehamilan yang baik ?
Jawab :
Jarak kehamilan yang baik adalah 2-5 tahun

c) Bagaiman program Kb yang di sarankan pada Ny. Tari ?
Jawab :
Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata Kontra yang berarti mencegah atau melawan dan
Konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sperma yang
mengakibatkan kehamilan. Jadi, kontrasepsi adalah upaya mencegah pertemuan
sel telur matang dan sperma untuk mencegah kehamilan.
Tujuan kontrasepsi
Pelayanan kontrasepsi mempunyai dua tujuan yaitu:
a. Tujuan umum:
Pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB yaitu
dihayatinya NKKBS.
b. Tujuan khusus:
Penurunan angka kelahiran yang bermakna.

Jenis-jenis kontrasepsi
Kontrasepsi yang baik harus memiliki syarat-syarat antara lain aman, dapat
diandalkan, sederhana (sebisa mungkin tidak perlu dikerjakan oleh dokter),
murah, dapat diterima oleh orang banyak, dan dapat dipakai dalam jangka
panjang. Sampai saat ini belum ada metode atau alat kontrasepsi yang benar-
benar 100% ideal.

Jenis-jenis kontrasepsi yang tersedia antara lain:
A. Metode sederhana
a. Tanpa alat
- Pantang berkala
- Metode kalender
- Metode suhu badan basal
- Metode lendir serviks
- Metode simpto-termal
- Coitus interruptus
b. Dengan alat
c. Mekanis (barrier)
- Kondom pria
- Barier intra vaginal antara lain : diafragma, kap serviks, spons, dan
kondom wanita.
- Kimiawi
Spermisid antara lain : vaginal cresm, vaginal foam, vaginajelly,
vaginal suppositoria, vaginal tablet, dan vaginal soluble film.

B. Metode modern
a. Kontrasepsi hormonal
- Pil KB
- AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD (Intra Uterine
Devices)
- Suntikan KB
- Susuk KB
b. Kontrasepsi mantap
- Medis Operatif Pria (MOP)
- Medis Operatif Wanita (MOW)

Berdasarkan lama efektivitasnya, kontrasepsi dapat dibagi menjadi :
A. MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam kategori
ini adalah jenis susuk/implant, IUD, MOP, dan MOW.
B. Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), yang termasuk dalam
kategori ini adalah kondom, pil, suntik, dan metode-metode lain selain
metode yang termasuk dalam MKJP.

Prioritas kontrasepsi yang sesuai:
1. Kontap
2. AKDR
3. Norplant (AKBK)
4. Suntikan
5. Mini pil
6. Pil
7. Cara sederhana.
Pada skenario, Ny. Tari berumur 37 tahun dan sudah mempunyai dua anak
sehingga masuk kategori untuk mengakhiri kesuburan. Sehingga disarankan
untuk kontrasepsi sterilisasi (kontap) yaitu :

Metode Operatif Wanita (MOW) atau tubektomi
MOW adalah tindakan operasi minor untuk mengikat atau memotong kedua tuba
falopii sehingga ovum dari overium tidak akan mencapai uterus dan tidak akan
bertemu dengan spermatozoa. Efektivitas MOW sekitar 0,5 kehamilan per 100
wanita selama tahun pertama pemakaian, sedikit lebih rendah dibandingkan
MOP. Keuntungan dan kerugian MOW antara lain :
Keuntungan MOW :
a. Sangat efektif
b. Segera efektif
c. Permanen
d. Tidak mengganggu senggama
e. Baik untuk klien yang bila mengalami kehamilan akan membahyakan
jiwanya
f. Pembedahan sederhana dan hanya perlu anestesi lokal
g. Tidak ada efek samping jangka panjang
h. Tidak ada gangguan seksual
Kerugian MOW :
a. Permanen
b. Nyeri setelah prosedur serta komplikasi lain akibat pembedahan dan
anestesi
c. Hanya dapat dilakukan oleh dokter yang terlatih
d. Tidak memberi perlindungan terhadap PMS
e. Meningkatkan resiko kehamilan ektokpik

6. Suaminya adalah seorang supir truk.
a) Apa hubungan pekerjaan suami dengan keluhan Ny. Tari ?
Jawab :
Hubungan pekerjaan suami dengan keluhan adalah supir truk sering melakukan
tindakan seksual di mana-mana. Sehingga menjadi faktor resiko tertular dan
menularkan penyakit menular seksual.

7. Pemeriksaan Fisik :
Tinggi Badan : 150 cm Berat : 50 kg Tekanan Darah : 120 /80 mmHg
Nadi : 80x/m RR : 20 x/m
Konjungtiva Palpebra normal, hyperpigmentasi payudara
a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemerikasaan fisik ?8,5
Kasus Nilai normal
BB/TB 155 cm 50 kg BMI :
Nadi 80 x/m Normal
RR 20x/m Normal
T.Darah 120/80 mmHg Normal
Konjungtiva Palpebra Normal Normal
hyperpigmentasi payudara Normal

Hiperpigmentasi Payudara :
Kehamilan hormone progesterone aktivitas melanosit produksi
melanin hyperpigmented breast

8. Pemeriksaan Ginekologi
Pemeriksaan Luar : abdomen datar dan souffle, simetris, fundus uteri tidak teraba,
tidak ada masa, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada tanda-tanda cairan bebas.
Pemeriksaan Dalam :
- Spekulum examination : portio livide, external os open with blood come out from
external os, there are no cervical erotion, lacerasi atau polip
- Bimanual examination : cervix lembut, the external os open, no cervical motion
tenderness, ukuran uterus kehamilan 8 minggu, adnexa dan parametrium dalam
batas normal.
a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemerikasaan ginekologi ?
Jawab :
External examination : abdoment flat and shouffle, symmetric, uterine fundal
not palpale, there is no mass, no pain tenderness and no free fluid sign
normal
Speculum examination
Speculum examination
Portio livide Tanda Chardwick - terjadinya perubahan warna pada
porsio akibat adanya bendungan vaskuler.
Menunjukkan terjadinya kehamilan
External os open with
blood come out from
external os
Terjadinya dilatasi serviks yg menunjukkan tanda
kehamilan. Terdapat darah karena abortus
incomplete dan infeksi. Pengaruh hormon
menyebabkan os external lebih gampang terbuka,
No cervical erotion,
laceration or polyp
Dalam kasus perdarahan mungkin disebabkan
terjadinya aborsi

- Bimanual examination:
Cervix is soft tanda kehamilan
The external os open
No cervical motion tenderness
Uterine size about 8 weeks gestation tanda kehamilan
Adnexa and parametrium within normal limit. normal; menyingkirkan
kemungkinan kehamilan ektopik.
9. Hb 11 g/dL, WBC 12.0000/mm3, ESR 15 mm/hour Perpheral blood Image : WNL
Urine : Pregnancy test (HCG) positive.
a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemerikasaan
laboratorium?
Jawab :
Hb 11 g/dL ( 11 g/dL) normal
WBC 12.000/mm
3
(5.000-10.000 /mm
3
) leukositosis
ESR 15 mm/hour
Berdasarkan cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 - 20 mm/jam.
Sedangkan cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 15 mm/jam.
HGC (+) tanda kehamilan, namun masih dapat positif sampai 1 minggu
setelah abortus
Pertanyaan tambahan :
a) Apa diagnosis banding dari kasus ini ?
Jawab :
1. Abortus Infeksiosa
2. Mola hidatidosa
3. Kehamilan Ektopik terganggu

b) Apa diagnosis kasus ini dan bagaiman cara menegakkannya ?
Cara mendiagnosa :
- Tanda kehamilan
Mual dan muntah
Breast tenderness
Tidak mens selama 8 minggu
Portio livide
Uterine size about 8 weeks gestation
Pregnancy test (BHCG) positive
- Perdarahan pervaginam (umur kehamilan < 20 minggu)
External os open with blood come out from exterrnal os
- Kram perut
- Tanda infeksi organ reproduksi
Vaginal discharge, smelly odor
Vulvar itchy
WBC 12000/mm
3


Pemeriksaan penunjang :
- USG
- Doppler
- Kultur

Working diagnosis : abortus insipiens disertai infeksi dan usia ibu

- Hasil Sonografi vagina diperiksa 33-35 setelah HPHT, tanda-tanda kematian
janin, jika :
HcG serum < 1000 maU/ml
Progesteron serum < 5 Ng/ml
Kantung janin tampak jelas

c) Apa etiologi, faktor resiko dan epidemiologi kasus ? (LI)

d) Apa Manifestasi klinis penyakit ini? (LI)

e) Bagaimana patofisiologi dan patogenesis kasus ?
Jawab :
Infeksi mengeluarkan endotoksin, eksotoksin dan sitokin memacu perubahan
genetik pada embrio,

Fakto hematologik penigkatan faktor koagolan, penuran fibritnolitik koagulasi-
peningkatan produksi tromboksan, penurunan produksi protaksiklin vasospasme dan
agregasi trombosit uterus kontraksi

Gejala et causa peningkatan progesteron dan estrogen meningkatkan proliferasi
sinus dan duktus alveoli membesar payudara besar , lebih sensitif dan
hiperpigmentasi

Menurunkan mutilitas usus berkurangnya motilitas otot polos Mual / muntah

f) Apa tatalaksana , edukasi dan pencegahan yang seharusnya di berikan kepada pasien?
Tatalaksana :
1. Istirahatkan ibunya
2. Stabilisasi hemodinamik
3. Kuretase dilakukan minimal 6 jam setelah pemberian antibiotik, di koreksi
infeksinya dengan memberikan antibiotik spektrum luas, kemudian di kultur
Jika perdarahan tidak banyak di tunggu sampai abortus spontan sampai 36 jam.
< 12 minggu vakum

Edukasi dan Pencegahan :
- Hindari faktor resiko
- Jaga kebersihan alat reproduksi
- Penuhi nutrisi

g) Bagaimana prognosis kehamilan pada pasien ini?
Jawab :
Ibu : bonam
Janin : Malam
Hamil lagi : masih bisa hamil tapi di karenakan faktor usia di sarankan pada si Ibu
untuk tidak hamil lagi

h) Apa komplikasi nya ?
Jawab :
Perdarahan perforasi
Syok Hipovolemik
Anemia
Infeksi
Kematian Ibu

i) Berapa KDU kasus ini?
Jawab :
2 (Dua)
KERANGKA KONSEP






















HIPOTESIS
Ny. Tari mengalami abortus insipiens et causa infeksi dan usia ibu

Ibu Tari (37 th)
Perdarahan
Vagina
Kram Perut
Telat datang
bulan
Vomitus dan
Nousea
Nyeri tekan
Payudara
Hamil
Vaginal discharge Vulva Itchy
ABORTUS INFEKSI
S I N T E S I S
ABORTUS

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar
kandungan atau sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Epidemiologi :
Lebih dari 80 % kasus abortus terjadi pada 12 minggu pertamak dan setelah itu angka ini
cepat menurun. Frekuensi abortus yang secara klinis meningkat dari 12 % pada wanita
berusia kurang dari 20 tahun menjadi 26 % pada mereka yang usianya lebih dari 40 tahun.
Akhirnya inseiden abortus meningkat apabila wanita tersebut hamil dalam 3 bulan setelah
melahirkan bayi aterm.
Dari data hasil studi menunjukkan bahwa setelah 1 kali abortus spontan, pasangan punya
resiko 15 % untuk mengalami keguguran lagi sedangkan bila pernah 2 kali risikonya
meningkat 25 %, dan jika 3 kali berrutan adalah 30-45 %


Macam-Macam Abortus
Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
1. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20
minggu.
2. Abortus Inkomplet
Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal.
3. Abortus Insipiens
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks yang telah
mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim.
4. Abortus Iminens
Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vaginam, sedangkan jalan lahir
masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim.
5. Missed Abortion
Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam
kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih
dalam kandungan.
6. Abortus Habitualis
Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.

Etiologi :
1. Faktor genetik. Translokasi parental keseimbangan genetik
- Mendelian
- Multifaktorial
- Robertsonian
- Respirokal
2. Kelainan kongenital uterus
- Anomali duktus Mulleri
- Septum uterus
- Uterus bikornis
- Inkompetensi serviks uteri
- Sindroma Asherman
3. Autoimun
- Aloimun
- Mediasi imunitas humoral
- Mediasi imunitas seluler
4. Defek fase luteal
- Faktor endokrin eksternal
- Antibodi antitiroid hormon
- Sintesis LH uang tinggi
5. Infeksi
6. Hematologik
7. Lingkungan

Faktor Risiko :
1. Usia ibu
2. Riwayat obstetri / ginekologi yang kurang baik
3. Riwayat infertilitas
4. Adanya kelainan / penyakit yang menyertai kehamilan (misalnya diabetes, penyakit
imunologi sistemik)
5. Bebrbagai macam infeksi ( variola, CMV, toxoplasma)
6. Paparan dengan berbagai mcam zat kimia
7. Trauma abdomen / pelvis pada trimester pertama
8. Kelainan kromosom (trisomi / monosomi)

Diagnosis Banding
1. Kehamilan Ektopik Terganggu
KET dengan hematokel retrouterina kadang-kadang agak sukar dibedakan dari
abortus dengan uterina dalam posisi retroversi. Dalam kedua keadaan tersebut
ditemukan amenorea di sertai perdarahan pervaginam, rasa nyeri perut bagian bawah
dan tumor di belakang uterus. Keluhan nyeri pada KET lebih hebat.
2. Mola hidatidosa
Pada mola hidatidosa, uterus biasanya lebih besar daripada lamanya amenorea dan
muntah lebih sering.
3. Kehamilan dengan kelainan pada serviks
Contoh : karsinoma serviks uteri, polipus serviks dapat dengan gejala perdarahan
menyerupai abortus.

Diagnosis
Keluhan :
- Perdarahan vaginam setelah haid terlambat
- Rasa mules
- Pasien Bimanual, tes kehamilan dan imunologi : (+) kehamilan
Khusus pada abortus spontan, manifestasi klinisnya berupa trias gejala klinik :
a. Discomfort, nyeri, cramp
b. Perdarahan
c. Eksplusi jaringan
Jika trias MK tersebut di jumpai secara lengkap ada kemungkina terjadi abortus sponta,
komplet, atau inkomplet. Jika hanya dua saja, yang terjadi kemungkinan adalah abortus
spontan imminens atau abortus spontan insipiens








MEKANISME ABORTUS


















Etiologi Perdarahan
desidua basalis
Nekrosis jaringan
desidua
Hasil konsepsi terlepas
sebagian atau seluruhnya
Perdarahan
desidua basalis
Diidentifikasi sebagai
benda asing
Uterus kontraksi Dilatasi servix
Hasil konsepsi di
keluarkan
Perdarahan
















Abortus Incipiens

Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan selama 20 minggu dengan adanya dilatasi
serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih berada dalam uterus. Dalam hal ini,
rasa mules menjadi lebih sering dan kuat perdarahan bertambah.

Tata Laksana
1. Infeksi
- Antibiotik spektrum luas :
Penisilin 4 x 1,2 juta unit atau Ampisilin 4 x 1 gram ditambah Gentamisin 2 x
80 mg dan Metronidazol 3x 500mg oral, lakukan kultur untuk mengetahui
etiologi
2. Kuret vakum or cunam ovum disusul dengan kerokan
3. Pemberian infuse oksitoksin. Pada kehamilan leih dari 12 bulan biasanya perdarahan
tidak banyak dan bahaya perforasi pada kerokan lebih besar, maka sebaiknya proses
abortus di percepat dengan pemberian infus oksitoksin.
Kehamilan < 8 minggu Kehamilan 8-14
minggu
Kehamilan > 14
minggu
Vili Choriales belum
menembus desidua
secara mendalam
Hasil konsepsi
dikeluarkan
seluruhnya
Menembus desidua >
dalam
Plasenta tidak
terlepas sempurna
Perdarahan bnyak
Umurnya diawali
dengan pecahnya
ketuban
Janin di keluarkan
Kalo pllasenta
terlepas dan lengkap
Perdarahan bnyak
4. Apabila janin sudah keluar tetapi plasenta masih tertinggal, sebaiknya pengeluaran
plasenta dikerjakan secara digital yang dapat disusul dengan kerokan bila masih ada
sisa plasenta yang tertinggal.














DAFTAR PUSTAKA


Dorland, W. A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta..
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : P.T. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Cuningham, F.Garry.2005. Obstetri William. Jakarta : EGC.