Anda di halaman 1dari 94

LAPORAN PENGALAMAN LAPANGAN INDUSTRI

PENGAPLIKASIAN PLC SIEMENS SIMATIC S-7


SEBAGAI KONTROL PORTAL SCRAPER
DI STORAGE INDARUNG III


Disampaikan untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan Penyelesaian Pengalaman
Lapangan Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang
Semester Januari - Juni 2014







OLEH:

RISQI FAJRIL
NIM : 17634 / 2010
Jurusan Teknik Elektronika
Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektronika



FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan utama pendidikan nasional diarahkan pada pengembangan dan
peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu manusia Indonesia seutuhnya
yang memiliki wawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta
memiliki keterampilan dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk
mencapai tujuan tersebut, perlu dilaksanakan suatu program pendidikan dan
pelatihan secara berkesinambungan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keterkaitan
yang baik antara dunia pendidikan dengan dunia kerja/industri dalam hubungan
saling membutuhkan, saling melengkapi dan saling mendukung pencapaian
tujuan pembangunan.
Fakultas Teknik Universitas Negeri padang (FT UNP) sebagai salah satu
lembaga pendidikan yang bertugas menghasilkan tenaga kerja yang profesional
dalam bidangnya, berupaya untuk melaksanakan program-program pendidikan
yang bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami ilmu
pengetahuan dan teknologi secara konseptual dan teoritis dalam bangku
perkuliahan, tetapi juga mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu
tersebut didunia kerja/industri secara praktis.Salah satu upaya pencapaian
tersebut Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) mengirimkan
mahasiswa-mahasiswinya yang telah memenuhi persyaratan akademis untuk
melaksanakan Pengalaman Lapangan Industri (PLI). PLI merupakan suatu
perwujudan Pendidikan Sistem Ganda. Yang dimaksud dengan pendidikan
sistem ganda adalah pendidikan yang dilaksanakan pada dua lingkungan, yaitu
dilingkungan akademis dan diaplikasikan pada lingkungan kerja/industri, dengan
tujuan agar ilmu yang didapat selama dibangku perkuliahan dapat diaplikasikan
dan dikembangkan di dunia kerja/industri.
Selain itu PLI juga dimaksudkan sebagai persiapan mahasiswa-mahasiswi
dalam menghadapi dunia kerja/industri setelah menyelesaikan studi. Lama waktu
pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri ini (PLI) dilaksanakan sesuai dengan
beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang diambil dan jumlah jam kerja
perminggu dari industri itu sendiri. PLI merupakan suatu keharusan dalam setiap
kurikulum lembaga pendidikan kejuruan. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan
PLI tersebut diharapkan mahasiwa-mahasiswi yang telah menjalankannya
mampu memadukan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama dibangku
kuliah dengan pengetahuan dan pengalaman kerja selama didunia kerja/industri.
PLI juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada
mahasiswa-mahasiswi mengenai perkembangan aktual di dunia kerja/industri.
PLI juga dapat memberikan dampak positif bagi pihak perusahaan untuk menilai
secara langsung kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi, dengan
tujuan mencari tenaga kerja yang sesuai. Dimana akan dibutuhkan oleh
perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Secara tidak langsung kegiatan ini juga merupakan salah satu kontribusi
dunia kerja/industri untuk ikut berpartisipasi mendukung proses pendidikan
khususnya pendidikan kejuruan,sekaligus dunia kerja/industri yang bersangkutan
dapat memperkenalkan perkembangan teknologinya terhadap dunia pendidikan.
1. Tujuan Pengalaman Lapangan Industri
Kegiatan PLI bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan
pengalaman langsung dalam berbagai kegiatan yang direncanakan di
perusahaan atau industri, sehingga mahasiswa dapat menerapkan apa yang
diperoleh dibangku kuliah agar sesuai dengan tuntutan yang dibutuhkan
didunia industri.
a. Secara Umum
1) Mampu beradaptasi dengan lingkungan industri dan dunia usaha
melalui keikutsertaan dalam disiplin kerja dan mematuhi peraturan
yang berlaku oleh pihak perusahaan atau industri.
2) Mengetahui sistem dan lingkungan kerja pada PT Semen Padang.
3) Memberikan gambaran yang jelas tentang sistem Pemeliharaan
Listrik dan Instrumen di PT Semen Padang.
4) Sebagai persiapan bagi penulis untuk terjun langsung ke industri atau
dunia kerja.
5) Penerapan dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan yang
miliki selama perkuliahan.
6) Memperoleh pengalaman dan perluasan pandangan terhadap ilmu-
ilmu di tempat Pengalaman Lapangan Industri yang berlum dikenal
oleh mahasiswa.
7) Membuat laporan Pengalaman Lapangan Industri dengan format
yang baik dan benar.
8) Adapun tujuan dari penulisan praktek lapangan ini merupakan hasil
pengalaman mahasiswa selama praktek yang berkaitan dengan
jurusan pada saat dibangku perkuliahan.
9) Mahasiswa mampu, memahami, memantapkan, dan mengembangkan
mata pelajaran yang berkaitan dengan jurusan di fakultas.
10) Mahasiswa mempunya alternatif untuk pemecahan masalah yang
ditemuinya.
b. Secara Khusus
1) Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pengalaman kerja
yang sebenarnya.
2) Memantapkan keterampilan mahasiswa yang diperoleh dari
perkuliahan.
3) Menerapkan disiplin dan rasa tanggung jawab dan sikap profesional
dalam bekerja.
4) Memperoleh pengalaman dan perluasan pandangan terhadap dunia
industri dan dunia kerja.
5) Mendorong mahasiswa untuk menjadi tenaga yang mempunyai skil
dan siap pakai, mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan kemampuan seperti ini para lulusan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Padang akan mampu mengolah pengetahuan dan keterampilan yang
dimilikinya.
2. Manfaat Pengalaman Lapangan Industri
Adapun manfaat pelaksanaan kegiatan Pengalaman Lapangan Industri
(PLI), untuk dapat memberikan bekal terhadap mahasiswa tentang apa yang
perlu mereka miliki nantinya kalau ingin terjun ke dunia industri. Mahasiswa
yang sukses dalam PLI lebih mudah beradaptasi dengan dunia kerja karena
mereka diasumsikan telah memahami kebutuhan industri yang diharapkan
dari mereka sebagai calon tenaga kerja.
Melalui kegiatan PLI maka pihak industri akan dapat melakukan
observasi secara lebih baik terhadap calon pekerja, baik dari segi
kemampuan kerja (keterampilan, pengetahuan dan sikap) dalam waktu yang
relatif cukup panjang yaitu selama mahasiswa melaksanakan kegiatan PLI
dibandingkan dengan kondisi industri yang hanya mengandalkan kegiatan
tes interview saja atau tes lain yang mempunyai kelemahan.
Dengan dilaksanakan Pengalaman Lapangan Industri, penulis
diberikan kesempatan untuk mempelajari dan memahami pemliharaan listrik
dan instrumen di PT Semen Padang, serta manfaatnya bagi penulis antara
lain:
a. Mengetahui secara langsung dunia kerja, khususnya dibidang Listrik dan
instrumentasi.
b. Memperdalam pengetahuan tentang pemeliharaan listrik dan
instrumentasi di PT Semen Padang .
3. Tempat Pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri
Penulis melaksanakan Pengalaman Lapangan Industri di PT Semen
Padang yang beralamat di Kecamatan Lubuk Kilangan Kelurahan Indarung
Padang. Kegiatan Pengalaman Lapangan Industri di PT Semen Padang
dilaksanakan selama dua bulan yang dimulai tanggal 05 Februari 2014
sampai 07 Maret 2014.
4. Pelaksanaan Pengalaman Lapangan Industri
Pelaksanaan PLI selalu dibimbing oleh orang-orang yang ahli didalam
bidangnya menyangkut semua kegiatan dan data yang harus penulis
kumpulkan sesuai dengan bidang kajian yang penulis laporkan. Dengan
adanya PLI ini mahasiswa juga dapat mengaplikasikan dan mengembangkan
ilmu yang diperoleh dibangku kuliah serta memperoleh ilmu dan teknik-
teknik baru yang diterapkan di dunia industri. Adanya praktek lapangan
industri membina dan melatih mahasiswa berdisiplin waktu maupun disiplin
diri. Selain itu perusahaan juga dapat mengetahui kondisi performance
mahasiswa sebagai bagian dari calon tenaga kerja di masa yang akan datang.
Dengan demikian manajemen personaliadapat memperkirakan
kualifikasi angkatan kerja dimasa depan, sehingga dapat membantu dalam
perencanaan perekrutan sumber daya manusia nantinya.
Rincian kegiatan Pengalaman Lapangan Industri di PT Semen Padang:
NO Tanggal Kegiatan
1
5 Februari 2014 Pembukaan di Diklat PT Semen Padang
2
6 Februari -28
Februari 2014
Kegiatan Pengalaman Lapangan Industri di PT
Semen Padang
3
3 Maret 7
Maret 2014
Penyelesaian Laporan
Tabel 1.J adwal Kegiatan Pengalaman Lapangan Industri Mahasiswa
Universitas Negeri Padang di PT Semen Padang.
B. Tinjauan Umum Perusahaan
1. Sejarah PT Semen Padang
Pada tahun 1896 seorang perwira Belanda yang berkebangsaan J erman
yang bernama Ir. Carl Christophus Lau tertarik dengan batu-batuan yang ada di
bukit Karang Putih dan bukit Ngalau. Batu-batuan itu dikirim ke Belanda dan
hasil penelitian menunjukkan bahwa batu-batuan tersebut dapat dijadikan bahan
baku semen. Pada tanggal 25 J anuari 1907 Ir. Carl Christophus Lau
mengajukan permohonan kepada Hindia Belanda untuk mendirikan pabrik
semen di Indarung, pada tanggal 16 Agustus 1907 permohonan itu disetujui.
Untuk melanjutkan usahanya, Lau menghimpun kerja sama dengan
beberapa perusahaan seperti Fa. Gebroeders Veth, Fa. Dunlop, Fa. Yarman &
Soon serta pihak swasta lainnya, sehingga pada tanggal 18 Maret 1910
berdirilah NV Nederlandesch Indische Portland Cement Maatschappij (NV
NIPCM) dengan akte notaris J ohanes Piede Smidth di Amsterdam sebagai
pabrik semen tertua di Indonesia. Pabrik yang berlokasi lebih kurang 15 Km
dari pusat kota Padang ini mulai beroperasi pada tahun 1913 dengan kapasitas
22.900 ton pertahun dan pada tahun 1939 pernah mencapai produk tertinggi
172.000 ton. Ketika J epang menguasai Indonesia tahun 1942 sampai 1945
pabrik semen ini diambil alih oleh Manajemen Asano Cement J epang. Ketika
proklamasi kemerdekaan pada 1945, pabrik ini diambil alih oleh karyawan
Indonesia dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia
dengan nama Kilang Semen Indarung.Perkembangan selanjutnya, perusahaan
melakukan peningkatan kapasitas roduksi dengan optimalisasi Indarung I dan
pembangunan pabrik baru Indarung II, II A, III B, III C, maka mulai 1 J anuari
1994 kapasitas terpasang meningkat menjadi .720.000 ton semen pertahun.
Pabrik Indarung I sebagai pabrik tertua yang meggunakan proses basah
sekarang tidak dioperasikan lagi mengingat efisiensi dan angkanya suku cadang
peralatannya akan tetapi masih tetap dirawat dengan baik.
Pabrik Indarung II dibangun pada tahun 1977 dan selesai pada tahun
1980. Setelah itu berturut-turut dibangun pabrik Indarung III A (1981-1983)
dan Indarung III B (selesai tahun 1987). Pabrik Indarung III C dibangun oleh
PT. Semen Padang pada tahun 1994. Kemudian dalam perkembangannya
pabrik Indarung III A akhirnya dinamakan pabrik Indarung III sedang pabrik
Indarung III B dan III C yang menggunakan satu Kiln yang sama diberi nama
pabrik Indarung IV. Dengan diresmikannya pabrik Indarung V pada tanggal 16
Desember 1998 maka kapasitas produksi meningkat menjadi 5.240.000 ton
semen pertahun.
Berdasarkan surat menteri keuangan Republik Indonesia No. S-326/ MK.
016/ 1995 tanggal 5 J uni 1995, pemerintah melakukan konsolidasi atas tiga
buah pabrik semen milik pemerintah yaitu PT. Semen Padang, PT. Semen
Gresik dan PT. Semen Tonasa yang terealisasi tanggal 15 September 1995.
2. Visi dan Misi PT Semen Padang
Visi PT. Semen Padang dalah :
Menjadi Industri Semen Yang Andal, Unggul, Dan Berwawasan Lingkungan

Misi PT. Semen Padang adalah :
1. Meningkatkan nilai perusahaan bagi stakeholder, bertumbuh dan
memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan
2. Mengembangkan industri berwawasan lingkungan
3. Mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan professional.
3. Struktur Organisasi PT Semen Padang
Struktur organisasi PT. Semen Padang sering mengalami perubahan
sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kemajuan perusahaan. Struktur
organisasi yang akan dijelaskan berikut ini adalah struktur organisasi yang
ditetapkan oleh Surat Keputusan Direksi No. 091/SKD/DESDM/05.2004 pada
tanggal 13 Mei 2004. Berdasarkan struktur organisasinya, PT Semen Padang
dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang tugasnya bertanggung jawab
terhadap seluruh bidang yang ada di perusahaan. Dalam menjalankan
manajemen perusahaan, Direktur Utama dibantu oleh empat orang direksi,
yaitu:
a. Direktur Pemasaran
Bertanggung jawab terhadap masalah niaga atau pemasaran.
b. Direktur Produksi
Bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya pabrik (operasional).
c. Direktur Litbang
Bertanggung jawab terhadap penelitian dan pengembangan perusahaan.
d. Direktur Keuangan
Bertanggung jawab terhadap masalah-masalah keuangan dari perusahaan.
Disamping itu Direktur Utama bersama direktur lainnya yang disebut
Dewan Direksi juga membawahi beberapa Anak Perusahaan dan Lembaga
Penunjang (APLP) dan Panitia Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(P2K3). Anak perusahaan yang ada sekarang PT. Igasar, PT. Yasiga Sarana
Utama, PT. Andalas Yasiga Perkasa dan PT. Pasoka Sumber Karya.
4. Manajemen Perusahaan
Dalam mengelola suatu perusahaan agar berjalan dengan baik dan benar
diperlukan manajemen yang terstruktur dan terprogram, dimana sistem
manajemen inilah yang nantinya akan menentukan jalannya roda perusahaan.
Sistem manajemen ditentukan oleh pengambil keputusan atau pimpinan
perusahaan, yang mana dari impinan inilah akhirnya akan dilahirkan
kebijaksanaan yang penting bagi erusahaan, sehingga perusahaan dapat berjalan
dengan baik.
Berdasarkan garis besarnya fungsi manajemen dapat dibagi atas:
a. Perencanaan (Planning)
Planning adalah fungsi manajemen untuk menentukan tujuan posisi
dan program perusahaan. Pada PT. Semen Padang perencanaan dibuat oleh
pemimpin sedangkan perencanaan yang bersifat kecil pada masing-masing
unit ilaksanakan oleh masing-masing unit itu sendiri.
b. Pengoperasian (Organizing)
Struktur organisasi merupakan kelengkapan yang sangat penting bagi
preusan imana didalamnya tergambar tingkat tanggung jawab, wewenang
dan tugas yang jelas.

c. Penggerakan (Actuating)
Actuating adalah suatu usaha penggerakan seorang pimpinan
terhadap bawahannya. Pada PT. Semen Padang hal ini dilaksanakan dengan
cukup baik dengan adanya koperasi karyawan, siraman-siraman rohani
berkala, darma wanita perusahaan dan lain-lain.
d. Pengawasan (Controlling)
Controlling adalah tindakan yang harus dilaksanakan oleh seorang
pemimpin perusahaan untuk menjaga agar tidak terjadi penyimpangan,
penyelewengan tugas dan wewenang dari yang telah ditentukan semula,
sehingga dapat dicapai hasil yang baik pula. Pada PT. Semen Padang
pengawasan dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan produksi, keuangan,
tugas, sistem dan prosedur hasil produksi.
5. Proses pembuatan semen
Ada dua macam produksi semen yang digunakan di PT. Semen Padang,
yaitu :
a. Proses Basah (Wet Process)
Pada proses penggilingan basah, campuran bahan mentah digiling
dalam Raw Mill dengan menambahkan air dengan kadar tertentu, biasanya
berkisar antara 30 37 %. Hasil penggilingan bahan mentah berupa
lumpur yang disebut dengan Slurry. Agar Slurry yang dihasilkan homogen,
maka dilakukan proses homogenizing, yaitu mengaduk Slurry secara
mekanik atau menggunakan udara tekan di dalam bak penampungan.













1.BATU
KAPUR
2.BATU
SILIKA
RAW
MILL
AIR 1.GRINDING
2.MIXING
3.CORRECTION
4.HOMOGENIZING
SLURRY KIL
WATER
VAPOUR
FUEL RAW
FUEL
1.DRYINR
2.GRINDING
3.COMPRESSING
4.HEATING
KLINKER
GYPSUM
CEMMENT
MILL
1.GRINDING
2.MIXING
3.COALING

CEMMENT
PACKING
C E R O B O N G
DEBU = 0.05 %
FEEDER
HOMOGENIZING SILO
PACKER
S I L O
K L I N K E R
BATU BARA
BATU KAPUR + 81 %
BATU SILIKA +9 %
TANAH MERAH +9 %
PASIR BESI + 1 %
D
E
D
U
S
T
IN
G
S
U
S
P
E
N
S
IO
N

P
R
E
H
E
A
T
E
R
DERMAGA KAPAL
S T O R A G E
HG
W A G O N
HG HG
R O T A R Y K I L N
R A W M I L L
FINE
COAL
S T O R A G E
S T O R A G E
C O A L M I L L
S I L O
S E M E N
S I L O
S E M E N
GYPSUM KLINKER
C E M E N T M I L L
P A S A R
TELUK BAYUR
Gambar 1. Flow Diagram Proses Basah ( Wet Process )

b. Proses Kering (Dry Process)
Berikut adalah Flow Diagram Proses Kering (Dry Process) :








Gambar 2. Flow Diagram Proses Kering (Dry Process)
Pembuatan semen dengan menggunakan proses kering yakni dengan
melakukan proses pengeringan pada saat proses pencampuran, sehingga
diharapkan memiliki kadar air kurang dari 1 %.
Adapun tahap proses kering (dry process) di PT. Semen Padang
adalah sebagai berikut :
1) Penyediaan dan Penyimpanan Bahan Mentah
Bahan-bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan seman
adalah sebagai berikut:
a) Batu Kapur (Limestone)
Batu kapur yang digunakan berasal dari Tambang PT.
Semen Padang yang berada di Bukit Karang Putih, yakni dalam
penggunaanya kurang lebih sebesar 81 % dari komposisi semen
keseluruhan.
b) Batu Silika
Batu silika yang digunakan berasal dari Tambang PT.
Semen Padang yang berada di Bukit Ngalau, yakni dalam
penggunaanya kurang lebih sebesar 9 % dari komposisi semen
keseluruhan. Dengan proses penambangan tidak menggunakan
bahan peledak, tetapi menggunakan excavator, kemudian
dikumpulkan di hopper dengan dumptruck untuk di hancurkan
menggunakan crusher yang selanjutnya di kirim ke storage
menggunakan belt conveyor.

c) Clay
Clay diperoleh di sekitar kecamatan kuranji (Kota Padang)
di kirim menggunakan dumptruck dan dikumpulkan di clay
storage. Kebutuhannya dalam komposisi keseluruhan semen yakni
kurang lebih sebesar 9 %.

d) Iron Sand
Iron Sand atau pasir besi dibutuhkan kurang lebih 1 % dari
keselurah komposisi material semen. Pasir besi didatangkan dari
cicalap dan dikumpulkan di hoper menggunakan dumptruck.
e) Gypsum
Material ini digunakan untuk mengontrol waktu pengeringan
(thickening time). Material ini ditambahkan pada tahap cement
mill dengan kebutuhan 3-5 % dari komposisi keseluruhan
pembuatan semen. Gypsum yang digunakan, didatangkan
langsung dari Thailand, sedangkan untuk gypsum alam dan
sintesis didatangkan dari PT. Petro Kimia Gresik.
Seluruh bahan-bahan material diatas, disimpan di storage masing-
masing, sehingga siap digunakan untuk proses selanjutnya.
2) Pencampuran dan Penggilingan
Proses pencampuran merupakan proses dimana semua bahan
baku pembuatan semen (batu kapur, clay, pasir besi) dicampur dalam
mill feed dengan komposisi yang telah ditetapkan. Setelah material-
material tercampur dalam mill feed, maka tahap selanjutnya adalah
penggilingan. Proses penggilingan ini menggunakan peralatan yang
disebut Raw Mill, yang hasilnya berupa Raw Mix. Prinsip kerja Raw
Mill itu sendiri adalah Prejacking Pump memompakan pelumas
bertekanan tinggi (100 bar) ke arah Slide Shoe Bearing dan sehingga
Mill terangkat akibat high pressure ini. Setelah Mill terangkat
selanjutnya pompa sirkulasi pelumas mulai mensirkulasikan pelumas.
Sementara itu motor di start dan Mill bisa berputar.
Pada pabrik Indarung IV, Raw Mill terdapat dua macam, yaitu :
a) Raw Mill 1
Pada Raw Mill 1, peralatan Raw Mill yang digunakan bertipe
Tube Mill. Tube Mill adalah jenis Raw Mill yang berbentuk tabung
horizontal dengan media penggilingan menggunakan Ball Mill.







Gambar 3. Komponen Utama Tube Mill




b) Raw Mill 2









Gambar 4. Roller Mill (Vertical Mill)
Pada Raw Mill 2, peralatan Raw Mill yang digunakan
berjenis Roller Mill (Vertical Mill). Pada Roller Mill (Vertical
Mill) menggunakan Roller sebagai media penggilingan material,
dan Grinding Table sebagai tempat penempatan material.
Untuk mengeringkan material digunakan gas panas yang
keluar dari Kiln dengan suhu sekitar 350C. Material keluaran dari
Raw Mill ini berbentuk bubuk tepung bersuhu 80C dengan
kandungan air < 1 % yang disebut dengan Raw Meal (Raw
Mix).Dari Raw Mill, Raw Mix dibawa ke Separator untuk
dilakukan pemisahan material yang kasar dan halus. Material yang
masih kasar diumpankan kembali ke Raw Mill untuk digiling
kembali dan material yang sudah halus dimasukkan ke dalam silo
Raw Mix, yaitu tempat penyimpanan sementara dan tempat
dilakukannya homogenisasi
3) Pembakaran
Setelah melalui proses homogenisasi di dalam silo, Raw Mix
diumpankan ke Kiln untuk proses pembakaran. Tujuan utama dari
pembakaran adalah untuk menghasilkan reaksi-reaksi kimia dan
pembentukan senyawa di antara oksida-oksida yang terdapat pada
bahan mentah. Pembakaran ini dilakukan hingga mencapai suhu
maksimum, yaitu 1450
0
C.
Pada tahap pembakaran ini terjadi beberapa proses, yaitu:
a) Pengeringan (untuk proses basah)
b) Pemanasan pendahuluan (Pre Heating)
c) Kalsinasi (Calcination)
d) Pemijaran (Sintering)
e) Pendinginan (Cooling)
Raw Mix dibawa ke Preheater yang disebut dengan Suspension
Preheater. Di sini dilakukan penguapan lanjutan/pemanasan awal pada
Raw Mix dengan gas panas bersuhu 800
0
C 900
0
C. Disamping itu,
dilakukan proses penguraian material untuk mendapatkan kapur CaO
dari senyawa CaCO
3
atau dikenal dengan kalsinasi, dengan persamaan
reaksi:
CaCO
3
C 900
CaO +CO
2
(g)

Dari Preheater, Raw Mix diumpankan ke Kiln. Kiln berupa
tabung besi dengan diameter 5 m dan panjang 80 m. Kiln dipasang
dengan kedudukan miring kira-kira 30 dan diputar dengan kecepatan
konstan (maksimal 2 rpm) agar pembakaran sempurna dan merata.
Bahan bakar yang digunakan untuk pembakaran ini adalah batu
bara yang sudah dihaluskan pada Coal Mill. Proses penggilingan batu
bara juga bertujuan untuk memisahkan material dari udara. Udara yang
terpisah dibuang untuk sirkulasi, sedangkan material yang halus
disimpan pada Coal Hopper. Penyaluran serbuk batu bara sebagai
bahan bakar dilakukan dengan menggunakan fan.
Material yang telah mengalami pemijaran/pembakaran di dalam
Kiln, selanjutnya didinginkan oleh alat pendingin (Cooler) yang
terletak pada bagian pangkal Kiln. Cooler yang memiliki panjang 15 m
ini mendinginkan material yang panas dengan mengalirkan udara dari
luar. Material yang keluar dari Kiln ini disebut dengan Klinker yang
memiliki suhu 150 - 200C. Klinker ini kemudian disimpan di silo
Klinker untuk didinginkan.

4) Penggilingan Klinker
Pada tahap ini, Klinker yang telah didinginkan di dalam silo
diumpankan bersama Gypsum sekitar 3 6 % ke dalam Cement Mill
(Tromol Cement). Fungsi gypsum dalam semen adalah sebagai
retarder, yaitu bahan yang dapat mengendalikan reaksi sewaktu
pengerasan semen, sehingga semen tidak terlalu cepat mengeras
setelah dicampur dengan air.
Di dalam Cement Mill, Klinker yang berukuran 1 40 mm
3
digiling bersama gypsum sampai mencapai tingkat kehalusan tertentu
dengan menggunakan grinding media. Hasil penggilingan dalam
Cement Mill berupa semen siap pakai yang diangkut menggunakan
Bucket Elevator menuju separator. Pada separator ini, dilakukan
pemisahan material yang halus dengan yang kasar. Material yang kasar
diumpankan kembali menuju mill, sedangkan semen yang halus
dimasukan ke dalam silo semen dan siap untuk dikantongkan dan
ditransportasikan.

5) Pengantongan ( Packing Plant )
Proses pengantongan dilakukan sesuai dengan distribusi yang
dibutuhkan. J adi tidak ada penumpukan atau gudang semen untuk
semen yang telah dikantongkan di pabrik ini. Semen yang akan
didistribusikan ke wilayah yang relatif dekat, dilayani dengan
menggunakan truk seperti Sumatra Barat, J ambi, dan Tapanuli Selatan
yang pengantongannya dilakukan di Indarung. Sedangkan
pengantongan untuk pemasaran yang akan ditransportasikan melalui
kapal laut dilakukan di Teluk Bayur.
Semen yang diambil dari silo semen langsung menuju unit
pengantongan dengan menggunakan alat transportasi Air Slide
Conveyor. Setelah dikantongkan, semen langsung dibawa dengan Belt
Conveyor ke atas truk.
Pengantongan semen PT. Semen Padang dilakukan pada dua
tempat yaitu Packing Plant Indarung (PPI) dan Packing Plant Teluk
Bayur (PPTB). Pada PPI terdapat 10 unit packer dan di Teluk Bayur
terdapat 7 unit packer. Setiap unit merupakan rotary packer dengan 10
spout dan berkapasitas 80 ton per jam. Pengangkutan semen menuju
Teluk Bayur menggunakan jasa angkutan kereta api dan semen dibawa
berupa bubuk semen (Bulk Cement). Selain pengantongan Indarung
dan Teluk Bayur, juga tersedia Packing Plant di Belawan, Batam, dan
Tanjung Priok. Dengan adanya packing plant di beberapa daerah maka
semen dikirimkan dalam bentuk curah.
6. Produk-produk PT Semen Padang
PT. Semen Padang memproduksi 4 jenis semen, yaitu:
a. Portland Cement
Semua semen jenis ini merupakan perekat hidrolis yang dihasilkan
dari penggilingan terak/klinker yang kandungan utamanya kalsium silikat
dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa kristal
senyawa kalsium sulfat. Semen Portland ini ada 4 tipe yaitu:

1) Portland Cement Type I
Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi tipe umum
yang tidak memerlukan persyaratan khusus seperti ketahanan terhadap
sulfat, zat asam dan lain-lain. Tipe ini biasanya digunakan untuk
bangunan pemukiman, gedung-gedung bertingkat dan lain-lain.
2) Portland Cement Type II
Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan
yang memerlukan ketahanan sulfat antara 0,10 0,20 % dan panas
hidrasi sedang, misalnya bangunan di pinggir laut, bangunan di bekas
tanah rawa, saluran irigasi untuk dam-dam dan landasan jembatan.
3) Portland Cement Type III
Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan
yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan
setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton,
bangunan-bangunan bertingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air
yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.
4) Portland Cement Type IV
Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi bangunan
tanah/air yang mengandung sulfat melebihi 0,20 % dan sangat cocok
untuk instalasi limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan,
terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.
b. Super Masonry Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung,
jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K-255. Selain itu,
dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow
brick, paving block, tegel dan bahan bangunan lainnya.
1) Super PPC(Portland Pozzoland Cement)
Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland
Pozzoland SNI 15-0302-1994 dan ASTM C 595 M-95 a, dapat
digunakan secara luas, seperti:
a) Konstruksi beton massa (bendungan, dam, dan irigasi)
b) Konstruksi beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan
sulfat (bangunan tepi pantai dan tanah rawa)
c) Bangunan/instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih
tinggi
d) Pekerjaan pemasangan dan plesteran.

2) Oil Well Cement Class G-HSR (High Sulfate Resistant)
Semen jenis ini merupakan semen khusus yang digunakan
untuk pengeboran minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi
sumur minyak di bawah permukaan laut dan bumi dengan kedalaman
mencapai 800 kaki. OWC yang diproduksi adalah G-HSR (High
Sulfate Resistant) yang disebut juga dengan Basic OWC.
Penambahan zat addictive menjadikan semen ini dapat digunakan
untuk berbagai kedalaman dan temperatur.
3) PortlandCement CEM I 42.5 R-NA
Portland Cement CEM I 42.5 R-NA adalah tipe semen dengan
kekuatan awal yang tinggi, susut relatif pada waktu mengering serta
tahan terhadap pembekuan pada iklim dingin (Frost), dan cocok
dipakai untuk pekerjaan:
a) Konstruksi terowongan/bendungan
b) Konstruksi jalan raya dan jembatan
c) Pengecoran beton pada suhu yang dingin atau pengecoran akibat
adanya rembesan air
d) Beton yang tahan terhadap alkalis reaktif
e) Industri beton pracetak (Presast Concrete) yang membutuhkan
kekuatan tekan awal yang tinggi
f) Konstruksi umum dan cukup workable untuk aduk pemasangan
dan plesteran dengan pengerutan/penyusutan rendah (lower
shrinkage).

7. Penerapan Sistem Manajemen Mutu di PT Semen Padang
Dalam menghadapi tantangan era globalisasi pasar bebas, maka PT.
Semen Padang telah mendapatkan pengakuan dan izin pemakaian tanda:
a. API Monogram, sertifikat NO. 10A-0044, dari American Petroleum
Institute-New York.
b. ISO 9002-1994, sertifikat NO. 95-97 scope : Raw Material Mining,
Cement Manufacturing and Cement Packaging and Cement Marketing,
dari Quality Certification Bureau INC.Canada (QCB).
c. ISO 9001-1994, sertifikst NO. 97-585 scope: Design Development
Production, Instalation and Servicing Equipment of Industries, dari
Quality Certification Bureau INC.Canada (QCB).
d. ISO 14001 : 1996 SNI 19-14001-1997, dari Succofindo International
Certification Services, Organization NO. EMS 00013.
e. Certificate of Convormity. NO. 0/20/008/3, dari lembaga mutu Landes
Material Prufamt Sachsen Anhalt (LMPA) Magdeburg, Germany.
C. Perencanaan Kegiatan PLI
Pengalaman lapangan indusri ini terdiri dari rangkaian aktifitas yang
berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya, mulai dari awal kerja
praktek sampai dengan penyusunan laporan praktek industri. Aktifitas-aktifitas
yang dilakukan selama praktek industri meliputi sebagai berikut:


1. Orientasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal mahasiswa dengan perusahaan
tempat praktek lapangan industri dalam hal ini adalah PT Semen Padang.
Pada masa ini adalah masa adaptasi untuk memasuki lingkungan baru.
2. Praktek.
Kegiatan praktek dilakukan agar benar-benar memahami dan
mengetahui sebenarnya prosedur dan teknik-teknik, serta memperoleh skill
yang diterapkan PT Semen Padang agar proses produksi tidak terhambat.
3. Pengumpulan Data.
Pada tahap pengumpulan data penulis mengumpulkan data yang
diperoleh dari hasi praktek, ditambah lagi dengan wawancara dengan pihak
yang berkompeten dan sesuai dengan bidangnya, sehingga data yang penulis
peroleh dapat dipercaya dan memuaskan.
4. Penyusunan Laporan.
Data-data yang didapatkan diolah kemudian disusun dan dibuat
laporannya sesuai dengan judul yang diinginkan.
D. Pelaksanaan Kegiatan PLI Serta Hambatan- Hambatan Yang Ditemui dan
Penyelesaiannya.
Pelaksanaan kegiatan PLI dimulai pada hari senin tanggal 05 Februari 2014
yang dimulai dengan Diklat dan perkenalan dengan sebagian karyawan PT
Semen Padang. Kemudian dilanjutkan dengan mengenal terlebih dahulu tentang
sistem kerja di teknik produksidi Indarung II/III, tidak terlalu banyak hambatan
yang dihadapi, karena kepala bidang dan karyawan serta semua pihak yang ada
di PT Semen Padang sangat terbuka kepada mahasiswa dan selalu membantu jika
mahasiswa PLI mengalami kesulitan. Hambatan yang ditemui pada umumnya
berupa hambatan yang bersifat teknis karena masih dalam proses adaptasi atau
penyesuaian diri di lingkungan PT Semen Padang, jadi masih perlu arahan dan
bimbingan dari pembimbing maupun staf serta pegawai di lingkungan. Adapun
hambatan- hambatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Minggu pertama melaksanakan PLI, terasa suasana yang agak kaku antara
penulis dengan karyawan-karyawan. Kekakuan tersebut disebabkan penulis
belum begitu banyak mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan PT Semen
Padang beserta karyawannya. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama
karena penulis segera menyesuaikan diri dan cepat beradaptasi dengan
lingkungan bengkel beserta karyawannya, sehingga kegiatan PLI penulis
menjadi lancar, penulis bisa mempelajari banyak hal, dan penulis bisa
memperoleh data- data untuk keperluan laporan dengan mudah.
2. Pengetahuan penulis yang terbatas tentang alat- alat yang digunakan
khususnya di PT Semen Padang. Pada kegiatan PLI penulis menemui
bermacam-macam peralatan yang baru bagi penulis. Namun penulis bisa
mengatasi masalah tersebut dengan cara banyak bertanya kepada pembimbing
maupun kepada karyawan.















BAB II
TOPIK BAHASAN
A. Tinjauan Umum
Pada PT. Semen Padang khususnya pabrik Indarung III area storage
berguna sebagai tempat penyimpanan material dasar sementara. Material dasar
tersebut diantaranya lime stone (batu kapur) dan silica stone (batu silica) setelah
diambil dari tambang dan dipecah (crushing) sehingga berukuran tertentu yg
dibawa menggunakan belt conveyor ke storage indarung III dan langsung
ditumpukan (stacking) ke pile storage.
Metode stacking yang digunakan adatah cone shell. Dasarnya adalah
menumpuk material dengan banyak lapisan pada bagian atas yang lainnya dalam
arah longitudinal pile.
Metode cone shell adalah dengan cara sebagai berikut: Pile dibentuk
dengan menumpuk material pada satu cone dari satu posisi yang tetap. Ketika
pileini sudah penuh, penumpukan material pindah ke posisi yang baru dan cone
yangbaru dibentuk berdekatan dengan cone sebelunnya. Proses ini berlanjut
dalam arah longitudinal storage sapai stock pile penuh.
Alat yang digunakan untuk mengeruk material dasar yang telah di stacking
adalah Portal scrapper. Portal scrapper tersebut memiliki chain I dan chain 2 yg
berguna untuk mengangkut dan menurunkan material dasar ke belt conveyor
sebagai transport material ke raw mill.
Portal scrapper juga menggunakan motor-motor AC (motor low tension)
sebagai tenaga utama penggerak Portat scrapper tersebut.
Motor- motor tersebut dikontol menggunakan PLC (Programable logic
controller) simatic S-7 yang mana PLC itu sendiri dapat mengontrol berbagai
peralatan peralatan listrik. Adapun Keuntungan menggunakan PLC adalah :
1. Tidak memerlukan banyak tempat
2. Tahan terhadap getaran
3. Mudah dalam pengoperasian
4. Tahan lama
5. Dapat di monitoring
6. Cepat dalam pemprosesan data

B. Pengenalan PLC ( Programmable Logic Control )
Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah suatu sistem elektronik
yang dioperasikan secara digital, menggunakan memori yang bisa diprogram
(progmable) untuk menyimpan secara internal instruksi-instruksi yang user
oriented, untuk mengimplemenntasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logic,
sequencing, timing, counting, dan arithmatic, guna mengontrol berbagai tipe
mesin atau proses, melalui input dan output digital maupun analog. Gambar
berikut memperlihatkan konsep pengontrolan yang dilakukan oleh sebuah PLC.

Gambar 5. Diagram konseptual aplikasi PLC
Walaupun istilah PLC secara bahasa berarti pengontrol logika yang dapat
diprogram, tapi pada kenyataannya PLC secara fungsional tidak lagi terbatas
pada fungsi-fungsi logika saja.Sebuah PLC dewasa ini dapat melakukan
perhitungan-perhitungan aritmatika yang relatif kompleks, fungsi komunikasi,
dokumentasi dan lain sebagainya, sehingga dengan alasan ini dalam beberapa
buku manual, istilah PLC sering hanya ditulis sebagai PC - Programmable
Controller saja.
1. Perangkat PLC
Perangkat keras PLC pada dasarnya tersusun dari empat komponen
utama berikut: Prosesor, Power supply, Memori dan Modul Input/Output.
Secara fungsional interaksi antara ke-empat komponen penyusun PLC ini
dapat diilustrasikan pada gambar berikut:

Gambar 6.Interaksi Komponen-komponen sistem PLC.
Dalam hal ini prosesor akan mengontrol peralatan luar yang terkoneksi
dengan modul output berdasarkan kondisi perangkat input serta program
ladder yang tersimpan pada memori PLC tersebut. Walaupun secara umum
pemetaan memori PLC relative sama, tapi secara teknis ada beberapa
perbedaan ( terutama istilah ) untuk setiap PLC dari vendor yang berbeda.
Pada bagian akhir bab ini kita akan melihat dan membandingkan pemetaan
praktis dua buah PLC jenis mikro dengan vendor yang berbeda.
Sistem input/output diskret pada dasarnya merupakan antarmuka yang
mengkoneksikan Central Processing Unit (CPU) dengan peralatan
input/output luar. Lewat sensor-sensor yang terhubung dengan modul ini,
PLC mengindra besaran-besaran fisik ( posisi,gerakan, level, arus, tegangan )
yang terasosiasi dengan sebuah proses atau mesin. Berdasarkan status dari
input dan program yang tersimpan di memori PLC, CPU mengontrol
perangkat luar yang terhubung dengan modul output seperti diperlihatkan
kembali pada gambar dibawah ini:


Gambar 7. Diagram blok CPU dan modul input/output

Secara fisik rangkaian input/output dengan unit CPU tersebut terpisah
secara kelistrikan, hal ini untuk menjaga agar kerusakan pada peralatan
input/output tidak menyebabkan hubung singkat pada unit CPU. Isolasi
rangkaian modul dari CPU ini umumnya menggunakan rangkaian
optocoupler, PLC terdiri dari beberapa bagian, yaitu Power Supply, CPU dan
Input / Output Unit.
a. Power Supply
Power Suply ini disuplai dengan tegangan input 115 VAC atau 230
VAC. Catu Daya ini mengeluarkantegangan DC, yaitu + 24 V, yang
fungsinya memberi suplai ke modul-modul lainnya. Tegangan input
dihidupkan dan dimatikan melalui sebuah circuit breaker yang dipasang di
depan panel, yang dilengkapi pula dengan lampu-lampu indikasi, sebagai
monitor tegangan masuk.
Power supply yang baik idealnya dirancang untuk mengamankan
terjadinya fluktuasi kondisi daya. Tetapi sebuah power supply belum tentu
dapat mengkompensasi kondisi ketidakstabilan tegangan ini, biasanya
disebabkan oleh:
1) J auhnya lokasi sumber energi
2) Sistem sambungan yang tidak baik
3) Dakat dengan peralatan berat
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan adanya suatu alat yang
dapat menstabilkan tegangan sebelum digunakan. Alat yang biasa dipakai
adalah Constan Voltage Transformator atau lebih dikenal dengan nama
stabilizer.

Gambar 8.Power Supply Siemens S7 300
b. CPU ( Central Processing Unit )
Fungsi utama dari CPU adalah untuk mengerjakan semua
penyelesaian keputusan-keputusan aritmatika dan logika. Selanjutnya
dibentuk menjadi operasi-operasi seperti yang telah diprogram oleh si
pemakai. CPU terdiri bermacam-macam rangkaian memori untuk
menyimpan program pemakai, menyimpan macam-macam tabel yang
diperlukan untuk status bit dan data manipulasi, menyimpan instruksi-
instruksi program yang berfungsi untuk memberikan petunjuk-petunjuk
pada orang yang melaksanakan program. Perangkat CPU dipasang pada
rak-rak atau panel-panel standard dengan spesifikasi sebagai berikut :
1) Suhu operasi : 0 60 C
2) Kelembaban udara : 5 95 % (tanpa kondensasi)
3) Tegangan input : 115 V 230 V ac 15 %
4) Frekuensi : 47 53 Hz
5) Daya yang diserap : maksimum 250 VA
6) Perangkat CPU tersebut terdiri dari :
a) Modul Catu Daya
b) Modul Kontrol
c) Modul Kontrol Aritmatik
d) Modul Kontrol I/O
e) Modul Memori
f) Modul Input dan Output Pembantu
c. Processor
Biasanya PLC menggunakan chip microprocessor sebagai intinya
dan sekaligus merupakan otaknya dari PLC. Gerakan actuator yang
diperintah oleh inti ini dalam bentuk program yang diolah oleh
microprocessor. Jenis microprocessor yang umum digunakan adalah: Z80,
6800, 8086, 6502, 6800, 80286 ataupun 80486 serta lainnya sampai
generasi Intel Pentium.
d. Memory
Karakteristik terpenting dari PLC adalah kemudian pemakai dalam
menggantikan program dengan mudah dan cepat. Tujuan ini dapat dicapai
dengan membuat karakteristik PLC dilengkapi dengan sistem urutan
instruksi ataupun program yang dapat dieksekusi oleh processor sesuai
dengan perintah yang telah diberikan dalam program.
J enis memory yang biasa menggunakan dalam sistem industri
diantaranya CORE, RAM, EPROM, UVPROM, EEPROM, EAPROM dan
Buble memory
Hampir semua jenis PLC menggunakan memory jenis RAM
(Random Access Memory). RAM ini bekerja cepat dan memungkinkan
untuk diprogram ulang. RAM termasuk jenis memori yang mudah dihapus
atau mudah hilang / lenyap, terutama jika sumber energi putus/hilang maka
semua data yang tersimpan dalam memori ini akan hilang juga.
Data yang tersimpan dalam memori ini akan tetap bertahan jika ada
suatu tambahan energi misalnya baterai sebagi back up bila energi
utamanya hilang atau putus secara mendadak. Namun demikian baterai
yang berfungsi sebagai back up tetap harus dalam kondisi standby
(berenergi penuh).
Untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh memory jenis RAM
maka beberapa jenis PLC menambah memory dengan jenis PROM
(Programmable Read Only Memory). J enis memory ini dapat menyimpan
data secara permanen walaupun sumber energi sudah terputus (off). Untuk
mengatasi kekurangan yang dimiliki oleh jenis memory PROM yaitu tidak
bisa diprogram ulang dan hanya dapat dipakai sekali saja maka beberapa
jenis PLC saat ini banyak dilengkapi dengan memory jenis EPROM
(Erasable Programmable Read Only Memory) yang memngkinkan dapat
melakukan pemograman secara berulang kali, misalnya dengan cara
menyinarinya menggunakan sinar ultraviolet (UVPROM) atau dengan
aliran listrik (EEPROM) atau dengan mengalirnya dengan arus listrik
(EAPROM).
J enis memori lainnya yang biasa digunakan adalah ROM (Read Only
Memory). Memory ini tidak bisa di isiulang oleh pemakai. Memory ini
digunakan untuk menyimpan sistem operasi yang dapat menterjemahkan
kontrol pemakai ke CCU.
PLC jenis baru banyak menggunakan memory CORE. Biasanya
memory ini digunakan jika kapasitas memory yang dibutuhkan
pengembangan adalah memory jenis Bubble. Kelebihan memory ini
mempunyai kapsitas yang besar, kerja yang cepat dan mudah dalam
prosesnya, tetapi harganya cukup mahal.
e. SISTEM INPUT/OUTPUT
Sistem input/output dari PLC merupakan suatu sistem tersendiri,
yakni modul-modul input maupun output ditempatkan pada rak yang
mempunyai catu daya tersendiri pula. Kapasitas dari suatu rak dari sistem
input/output ini bervariasi, tergantung dari tipe-tipe PLC. Dari hasil
pengamatan lapangan, suatu rak I/O dapat berisi sampai 8 buah modul
input/output, masing-masing modul mempunyai kapasitas input atau
output yang bervariasi pula. J ika 8 modul input serta output dimasukkan
pada suatu rak, maka akan dioperoleh titik input atau output sebanyak 256
titik, ini jika masing-masing modul mempunyai 32 titik input atau output.
Untuk menentukan urutan titik-titik input atau output, mulai dari nomor 1
sampai 256, digunakan suatu DIP (Dual In Package) switch 7 segment.
Masing-masing modul mempunyai sebuah DIP switch 7 segment yang
ditempatkan pada rak. Sehingga dengan mengatur posisi switch dari
masing-masing segment ini, dengan membuka atau menutup akan
diperoleh suatu urutan nomor dari titik input atau output yang diinginkan.
f. Komponen Latch, Timer, Counter DAN Fungsi -Fungsi Penting Pada
PLC
Seiring dengan bertambahnya kompleksitas proses yang akan
dikontrol, maka kebutuhan akan program yang sifatnya canggih tentunya
juga semakin meningkat. Dewasa ini banyak proses-proses di industri
yang secara praktis membutuhkan program yang mampu mendukung
fungsi-fungsi tambahan diluar fungsi relay sebagai komponen standar
sebuah diagram ladder.
Dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak PLC
yang begitu luar biasa, Dewasa ini hampir semua PLC praktis yang
beredar dipasaran telah dilengkapi dengan berbagai instruksi yang sangat
beragam. J enis instruksi pada PLC ini pada dasarnya dapat kita
katagorikan kedalam beberapa kelompok berikut ini:
1) Kelompok instruksi dasar : instruksi instruksi yang termasuk
katagori ini merupakan instruksi dasar logika, seperti NOT, AND,
dll.
2) Kelompok instruksi Perbandingan (Comparison) : instruksi-instruksi
yang termasuk kategori ini berkaitan dengan operasi-operasi
perbanding.
3) Kelompok instruksi Timer/Counter : Instruksi-instruksi yang
berkaitan dengan operasi timer dan counter
4) Kelompok instruksi Aritmatika : instruksi-instruksi untuk operasi
aritmatika
5) Kelompok instruksi operasi Logika : Instruksi-instruksi untuk
mengeksekusi operasi-operasi logika
6) Kelompok instruksi Rotasi/Geser : Instruksi-instruksi yang berkaitan
dengan operasi penggeseran dan rotasi data
7) Kelompok instruksi Konversi : Instruksi-instruksi yang berkaitan
dengan pengubahan tipe data
8) Kelompok instruksi Manipulasi Data : Instruksi-instruksi yang
berkaitan dengan manipulasi data
9) Kelompok instruksi Transfer Data : Instruksi-instruksi yang berkaitan
dengan transfer, penyalinan, dan pertukaran data
10) Kelompok instruksi lompat / interupsi : Instruksi-instruksi yang
berkaitan dengan operasi lompat dan interupsi.
11) Kelompok instruksi Sistem : Instruksi-instruksi yang berkaitan
dengan deteksi kesalahan
12) Kelompok instruksi Komunikasi : Instruksi-instruksi yang berkaitan
dengan pertukaran data dengan perangkat luar lewat komunikasi
serial.
2. Dasar-Dasar Gerbang Logika
Programmable Logic Control (PLC) merupakan salah satu peralatan yang
memanfatkan teknologi digital, karena PLC dapat melakukan proses kerjanya
menggunakan sinyal-sinyal digital dan diproses dengan cara-cara atau aturan-
aturan elektornika digital. Struktur dan karakteristik cara kerja PLC mirip
dengan cara kerja sebuah saklar yang menerapkan system digital dengan dua
keadaan yaitu On (terhubung) dan Off (terputus) atau dalam system digital
dikenal dalam keadaan tinggi 1 untuk keadaan On dan keadaan rendah 0
untuk keadaan Off.
Untuk membantu dalam memahami rangkaian atau pemrograman yang
dilakukan melalui PLC, terlebih dahulu haruslah memahami dasar-dasar
gerbang logika. Adapun dasar- dasar dari gerbang logika adalah:
a. Gerbang AND ( AND Gate )

Gambar 9. Gerbang Logika AND
a. Dua input ,b. Tiga input

Gerbang logika AND adalah suatu gerbang yang sekurang kurangnya
mempunyai dus input atau lebih dan hanya satu output. Output yang
dihasilkan oleh gerbang AND akan bernilai (berlogika) 1 ( tinggi) jika semua
inputnya berlogika 1 (tinggi). Gerbang ini dapat diilustrasikan dengan
saklar-saklar yang dipasang seri untuk menghidupkan lampu seperti gambar
dibawah.


Gambar 10. ilustrasi gerbang AND dengan tiga input (saklar)
Dari ilustrasi diatas lampu dapat menyala jika dan hanya jika ketiga
saklar tersebut dalam kondis On (1), jika salah satu saja saklar dalam
keadaan terbuka (Off) maka lampu dalam keadaan padam.
Kondisi tersebut dapat dirangkum dalam suatu table kebenaran dari
gerbang AND yang menunjukan bahwa A (input), B (input) dan Y (output)
seperti pada table.





Input A Input B Output
Y
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1

Tabel 2.tabel kebenaran gerbang AND dengan dua input

Secara umum untuk gerbang yang mempunyai n input akan
mempunyai 2n kombinasi input yang mungkin, sehingga dari contoh pada
tabel di atas mempunyai 4 kombinasi dari (22). Secara boolean gerbang
logika AND dengan dua input dapat dinotasikan sebagai: Y=A.B
b. Gerbang OR ( OR Gate )

Gambar 11. Gerbang logika OR
Gerbang logika OR ialah suatu gerbang yang mempunyai dua input
atau lebih dan hanya mempunyai satu buah output. Gerbang ini akan
menghasilkan output berlogika 0 (low) jika dan hanya seluruh inputnya
berlogika 0 (rendah). Rangkaian dua saklar atau lebih yang dipasang secara
paralel untuk menghidupkan lampu dengan satu sumber adalah contoh
ilustrasi dari gerbang logika OR, seperti gambar 4.

Gambar 12. Ilustrasi gerbang logika OR dengan tiga input
Lampu akan dapat dihidupkan jika satu atau dua saklar di-Onkan.
Lampu akan tetap padam jika semua saklar dalam keadaan terbuka (Off).
Kemungkinan kombinasi dari beberapa input gerbang logika OR dapat
dilihat pada tabel kebenaran berikut ini.
Input A Input B Output
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
Tabel 3. Tabel kebenaran gerbang OR dengan dua input
Secara boolean, gerbang logika OR dengan dua input dinotasikan sebagai:
Y=A+B
c. Gerbang NOT ( NOT Inverter / Inverter)

Gambar 13. Gerbang Logika NOT
Gerbang logika NOT/ Inverter hanya mempunyai satu buah input dan
satu buah output. Kondisi outputnya selalu berlawanan dengan kondisi input.
J ika inputnya berlogika 1(tinggi) maka kodisi outputnya akan berlogika 0
(rendah), demikian pula sebaliknya. Gerbang logika ini dapat di ilustrasikan
melalui gambar di bawah ini,

Gambar 14. Ilustrasi gerbang logika NOT/Inverter
J ika saklar dalam kondisi terhubung (on) maka arus listrik tidak
melewati lampu sehingga lampu dalam kondisi padam (off). J ika saklar
dalam keadaan terbuka (off) maka lampu akan menyala (on) karena
terhubung dengan kutub positif sumber. Kobinasi input yang menghasilkan
output dari gerbang ini dapat dilihat pada tabel kebenaran tabel 4.
Input A Input B
0 1
1 0
Tabel 4. Tabel kebenaran gerbang logika NOT

Secara boolean, gerbang logika NOT dengan satu input dinotasikan sebagai:
Y=A

d. Gerbang NAND ( NAND Gate )

Gambar 15. Gerbang logika NAND
a. Dua input
b. Tiga input
Gerbang logika NAND (NOT AND) mirip dengan gerbang logika
AND, hanya pada outputnya diberi inverter. Gerbang ini disebut juga
gerbang universal karena dapat juga digunakan untuk membuat gerbang-
gerbang logika lainnya. Ilustrasi dari gerbang logika ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini


Gambar 16. Ilustrasi gerbang logika NAND
J ika kedua saklar input dalam kondisi terhubung (on) maka relay akan
mendapat tegangan (on) maka relay akan mendapatkan tegangan (on). Pada
saat relay bertegangan (on) maka lampu berada dalam kondisi padam (off)
karena terputus arusnya dari sumber melalui kontak normally close (NC)
relay. J ika satu atau kedua saklar dalam keadaan terbuka (off) maka lampu
akan mendapat tegangan melalui kontak NC relay yang sedang dalam
keadaan off.
Kombinasi input dari gerbang ini dapat dilihat pada tabel kebenaran di
tabel 4.
Input A Input B Output (Y)
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Tabel 5. Tabel kebenaran gerbang logika NAND dengan dua input
Secara boolean, gerbang logika NAND dengan dua input dinotasikan
sebagai: A.B
e. Gerbang NOR

Gambar 17. Gerbang logika NOR
a. Dua input
b. Tiga input
Gerbang NOR (NOT OR) mempunyai sifat yang sama dengan gerbang
logika OR, hanya diberi inverter pada ouputnya. Gerbang ini akan
menghasilkan output berlogika satu (tinggi) jika dan hanya seluruh inputnya
berlogika nol (rendah). Ilustrasi dari gerbang logika ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

Gambar 18. ilustrasi gerbang logika NOR
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa jika salah satu saklar atau
semua saklar sebagai input dihubungkan (on) maka lampu tidak akan
menyala karena arusnya terputus oleh kontak NC dari relay yang sedang
dalam keadaan on. J ika semua saklar dalam keadaan terbuka (off) maka
lampu akan menyala (on) karena terhubung langsung tegangan melalui
kontak NC relay (kumparan relay dalam keadaan tidak bertegangan atau
off).

Input A Input B Output (Y)
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Tabel 6. Tabel kebenaran gerbang logika NAND dengan dua input

Secara Boolean dinotasikan sebagai : Y =A+B
f. Timer
Timer berfungsi untuk mengaktifkan suatu keluaran dengan interval
waktu yang dapat diatur. Pengaturan waktu dilakukan melaui nilai setting
(preset value). Timer tersebut akan bekerja bila diberi input dan mendapat
pulsa clock. Untuk pulsa clock sudah disediakan oleh pembuat
PLC.Besarnya nilai pulsa clock pada setiap timer tergantung pada nomor
timer yang digunakan. Saat input timer ON maka timer mulai mencacah
pulsa dari 0 sampai preset value. Bila sudah mencapai preset value maka aan
mengaktifkan Outputyang telah ditentukan. Pada PLC simatic terdapat 2
macam timer yaitu : S_ODT (On Delay Timer) dan S_OFFDT (Off Delay
Time)
1) S_ODT (On Delay Timer)
T no. =no indikasi timer
S =input awal
TV =nilai timer
R =reset
Q =status keluaran timer
Gambar 19. Timer S-ODT
Penjelasan :
Timer akan bekerja selama input awal (S) selalu bernilai 1 , jika saat
menghitung (S) berubah dari nilai 1 menjadi 0 maka hitungan timer
akan berhenti. Ketika timer menghitung dan nilai input awal (S) berubah
menjadi 0 dan berubah lagi menjadi 1 maka hitungan akan dimulai
dari awal lagi. Nilai sinyal output (Q) saat timer menghitung adalah 0,
jika telah selesai menghitung nilai Q berubah menjadi 1. Timer akan di-
reset (timer bernilai 0) ketika nilai Reset (R) bernilai 1.
2) S_OFFDT (Off Delay Time)


Gambar 20. Timer S-OFFDT
Penjelasan :
Timer akan bekerja ketika input awal (S) bernilai 1. Timer akan terus
menghitung sampai nilai timer (TV) habis walaupun nilai input awal (S)
berubah nilai menjadi 0 ketika ditengah tengah hitungan. Ketika timer
menghitung dan nilai input awal (S) berubah menjadi 0 dan berubah
lagi menjadi 1 maka hitungan akan dimulai dari awal lagi. Nilai sinyal
output (Q) akan bernilai 1 selama timer menghitung, ketika timer
selesai menghitung nilai Q akan berubah menjadi 0.Timer akan di-reset
(timer bernilai 0) ketika nilai Reset (R) bernilai 1.
g. Counter
Fungsi counter adalah mencacah pulsa yang masuk. Sepintas cara
kerja counter dan timer mirip. Perbedaannya adalah timer mencacah pulsa
internal sedangkan counter mencacah pulsa dari luar.




Gambar 21. Counter
Penjelasan :
Timer akan bekerja ketika input awal (S) bernilai 1, dan lamanya
menghitung (delay time) sesuai dengan nilai pada TV . Ketika timer
menghitung dan nilai input awal (S) berubah menjadi 0 maka hitungan
timer akan berhenti dan hitungannya akan kembali ke awal saat nilai S
menjadi 1. Nilai sinyal output (Q) akan bernilai 1 selama timer
menghitung, ketika timer selesai menghitung nilai Q akan berubah
menjadi 0. Timer akan di-reset (timer bernilai 0) ketika nilai Reset
(R) bernilai 1.

3. Konsep Logika dan Perancangan Program PLC Dasar
PLC memiliki bermacam-macam bahasa program yang ditetapkan oleh
(International Electrotecnic Comminssion) IEC61131-3, diantara bahasa
bahasa program yang umum dipakai dalam bidang perindustrian, perkantoran
dan sarana saranan pendidikan serta tempat tempat lain adalah sebagai
berikut :
Dalam pemrograman dengan menggunakan PLC, dikenal istilah
controller cycle. Controller cycle adalah rangkaian proses yang dilakukan CPU
PLC secara terus-menerus dan berulang-ulang. Controller cycle ini terdiri dari 3
fase:
a. fase pertama: mengambil image dari status inputs
b. fase kedua: eksekusi program
c. fase ketiga: mengaktifkan atau menon-aktifkan output yang ada.
Setelah fase ketiga selesai, maka kontroller akan kembali ke fase pertama,
dan seterusnya. PLC memiliki bermacam-macam bahasa program yang
ditetapkan oleh (International Electrotecnic Comminssion) IEC61131-3 adalah
sebagai berikut :
a. Ladder Diagram (Diagram Tangga)
Ladder Diagram adalah bahasa pemrogramanyang dibuat dari
persamaan fungsi logika dan fungsi-fungsi lain berupa pemrosesan data
atau fungsi waktu dan pencacahan. Ladder diagram terdiri dari susunan
kontak- kontak dalam satu group perintah secara horizontal dari kiri ke
kanan, dan terdiri dari banyak group perintah secara verikal.Contoh dari
Ladder Diagram ini adalah kontak normaly open, kontak normaly close,
output coil, pemindahan data. Garis vertikal paling kiri dan paling kanan
diasumsikan sebagai fungsi tegangan, bila fungsi dari group perintah
menghubungkan 2 garis vertikal tersebut maka rangkaian perintah akan
bekerja

Gambar 22.Ladder diagram program
b. Function Block Diagram (FB/FBD)
Function block diagram adalah suatu fungsi-fungsi logika yang
disederhanakan dalam gambar block dan dapat dihubungkan dalam suatu
fungsi atau digabungkan dengan fungsi blok lain.

Gambar 23.Function Block Diagram diagram program
c. Statement List (STL)
Adalah bahasa program jenis tingkat rendah. Instruksi yang dibuat
berupa susunan sederhana menuju ke operand yang berupa alamat atau
register.

Gambar 24.Statement List program
d. Structured Text (ST) atau Structure Language (SCL)
Teks terstruktur merupakan bahasa tingkat tinggi yang dapat
memproses sistem logika ataupun alogaritma dan memungkinkan
pemrosesan system lain. Perintah umumnya menggunakan
IFTHENELSE, WHILEDO, REPEATUNTIL dll. Contoh Text
testruktur (ST).


Gambar 25.Structured Text program
e. Sequential Function Chart (SFC)
Bahasa Program yang dibuat dan disimpan dalam chart. Bagian-
bagian chart memiliki fungsi urutan langkah , transisi dan percabangan.
Tiap step memiliki status proses dan bisa terdiri dari struktur yang
berurutan.

Gambar 26.Sequential Function Chart program

C. Simatic Manager S-7
SIMATIC Manager adalah : aplikasi dasar untuk mengkonfigurasi atau
memprogram.Fungsi-fungsi berikut ini dapat ditampilkan dalam SIMATIC
Manager :
1. Set up project
2. Mengkonfigurasi dan menetapkan parameter ke hardware
3. Mengkonfigurasi hardware Networks
4. Program blocks
5. Debug dan Commission program-program
SIMATIC Manager dapat di operasikan dengan cara :
1. Offline, tidak terhubung dengan Programmable Controller
2. Online, terhubung dengan Programmable Controller

Langkah langkah Dasar Operasi Step 7
PLC STEP 7 dapat dijalankan dengan Windows dimana akanditemukan
ICON untuk SIMATIC Manager yang merupakan starting point untuk software
STEP 7 pada Windows Interface.
Langkah paling tepat untuk menjalankan STEP 7 adalah menempatkan
cursor pada icon dan klik dua kali, maka Windows yang berisi SIMATIC
Manager akan terbuka. Dari sini anda bisa mengakses semua fungsi yang telah
di install, baik software standar maupun paket paket pilihan. Alternatif
lainnya anda juga bisa memulai SIMATIC Manager melalui tombol start
dalam taskbar pada Windows 95/98
1. Komponen-komponen Standar yang terdapat pada SIMATIC Manager
Komponen-komponen standar sebuah Window diperagakan pada
gambar berikut :

Gambar 27: komponen-komponen sebuah Windows
Keterangan :
a. Title Bar dan Menu Bar
Title Bar dan Menu Bar selalu ditemukan pada bagian atas
Window, title bar berisi title dari window dan icon untuk controller
windows. Sedangkan Menu Bar berisi semua menu-menu yang tersedia
dalam Windows.
b. Tools Bar
Tools Bar berisi icon-icon (atau tombol tool) yang menyediakan
jalan pintas yang sering kali digunakan dan sekarang ini tersedia menu
commands melalui satu kali klik pada mouse. Sebuah deskripsi singkat
dari fungsi dari masing masing tombol ini ditampilkan dengan
keterangan tambahan dalam status bar bila anda menempatkan cursor
pada tombol.
Gunakan tombol Accesible Nodes dan S7 Memory Card jika
memungkinkan untuk membuka Windows baik dalam seluruh
komunikasi ataupun menampilkan seluruh isi memory card. Memory card
harus dimasukkan dalam slot pada perlengkapan program anda sebelum
isinya ditampilkan. J ika tipe-tipe akses ini tidak disediakan dalam
konfigurasi anda, maka tombol-tombol tersebut tidak aktif dan tampil
dalam warna abu-abu.
c. Status Bar
Status Bar menampilkan kontek/isi informasi dependen.
D. Peralatan Simatic S-7
Simatic Step 7 merupakan CPU PLC(Programable Logic Controler)
keluaran Siemens yang paling terbaru yang dapat menangani sebuah sistem
personal yang di program sesuai dengan kebutuhan. Dimana Disini di pakai S7
300 CPU 314 dengan karakteristik sebagai berikut :
Overview CPU 314
For installations with medium requirements on program scope
High processing performance in binary and floating-point arithmetic

Micro memory card required to operate the CPU.

CPU 314
Order No. 6AG1 314-1AG13-2AB0
Order No. based on 6ES7 314-1AG13-0AB0
Ambient temperature range -25 C to +60 C,
condensation permissible
Ambient conditions Suitable for extraordinary medial
exposure (e.g. by chloric and
sulphuric atmospheres).
Conformity with standard for
electronic devices on rail vehicles
(EN 50155, temperature T1,
category 1).
Yes
Technical data The technical data are identical
with thetechnical data of the
based on modules.

Gambar 28. SIEMENS CPU 314 Series
S7 300 dapat menggantikan sistem lama masih menggunakan S5.Dengan
S7 dapat dengan mudah untuk memodifikasi program sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa Keuntungan S7 300 dibanding S5.
1. Dukungan Sistem Operasi yang lebih user friendly.
2. Program berbasis Ladder yang mudah untuk di buat dan di mengerti
3. Dukungan Spare part yang masih banyak.
S7 300bisa menggunakan lebih dari satu Digital Input dan Digital Output
sebagai Inteface. DI dan DO yang digunakan merupakan DI dan DO yang
support dengan CPU 314 yang digunakan. 32 x 24 Volt DI dan DO. Dimana
karakteristik Digital Input yang digunakan :

Digital inputs
For connecting standard switches and two-wire proximity switches
(BERO)
Technical specifications
6ES7 321-1BP00-0AA0
Voltages and currents
Load voltageL+
Rated value(DC) 24 V
Current consumption
from backplanebus 5 V DC, max. 100 mA
Power loss, typ. 7 W
Connection point
required front connectors Cable: 6ES7 392-4Bxx0-0AA0
Terminal blocks:
6ES7 392-1xN00-0AA0
Digital inputs
Number of digital inputs 64
Number of simultanneously
controllable inputs
vertical installation
- up to 40 C, max. 32
horizontal installation
- up to 40 C, max. 64
- up to 60 C, max. 32
Input characteristic curveto
IEC 1131, Typ 1
Input voltage
Rated value, DC 24 V
for signal "0" -30...5 V
for signal "1" 13...30 V
Gambar 29. Modul Digital Input dan Spesifikasinya
Digital Ouput yang digunakan :
Digital outputs
For connecting solenoid valves, contactors, low-power motors, lamps and
motor
Technical specifications
6ES7 322-1BP00-
0AA0
6ES7 322-1BP50-
0AA0
Voltages and currents
Load voltageL+
Rated value(DC) 24 V 24 V
Current consumption
from load voltageL+
(without load), max.
75 mA 75 mA
from backplanebus 5 V DC,
max.
100 mA 100 mA
Power loss, typ. 6 W 6 W
Connection point
required front connectors Cable: 6ES7 392-
4Bxx0-0AA0
Terminal blocks:
6ES7 392-1xN00-
0AA0
Cable: 6ES7 392-
4Bxx0-0AA0;
Terminal blocks:
6ES7 392-1xN00
Gambar 30. Modul Digital Output dan Spesifikasinya

Gambar 31.Simatic S7
Simatic S7 yang paling cocok digunakan untuk menjalankan tugas otomasi
yang sederhana yaitu:
1. Simatik S7.
2. Simatik S7-100.
3. S7 300U Programmable Controller.
Pada laporn ini hanya akan membahas tentang simatic S7 karna
pengontrolan portal menggunakan simatic S7. Adapun keuntungan dari simetic
S7 adalah controller paling ekonomis untuk mengoperasikan tugas otomasi
sederhana yang digunakan untuk tugas otomasi yang sebelunnya hanya
dioperasikan oleh kontaktor dan relay. Rangkaian dengan hanya beberapa
kontaktor sudah dapat diimplementasikan dan lebih ekonomis.
Fitur yang menonjol pada 57 adalah:
1. Input/output analog Onboard dengan konversi waktu yang sangant
pendek.
2. Power Supply yang telah tersedia.
3. CPU terpisah dari input dan output.
4. Dapat dengan mudah menambah atau mengurangi input/output nya
5. Networking capability sebagai stasiun aktif atau pasif dalam SINEC L2
LAN.
Bahasa Pemograman STEP 7 memiliki opefand areas sebagai berikut:
I Inputs interfaces dari proses ke programmable controller.
Q Outputs interfaces dan programmable controller ke proses.
F Flags memori untuk hasil lanjutan dari operasi biner.
D Data memori untuk hasil lar{utan dari operasi digital.
T Timers memori untuk mengimplementasikan waktu.
C Counters memori untuk mengimplementasikan counters.
P Peripheralsinterfaces dari proses ke programmable controller.
K Constants mendefenisikan nilai angka.
OBs (Organization Blocks) mengatur program kontrol.
PBs (Program Blocks)menyusun program kontrol menurut fungsional dariaspek-
aspek teknik.
SBs (Sequence Blocks)blok spesial mengontrol rangkaian program (dapat
digunakan hanya dalam S5-95U).
FBs (Function Blocks) blok spesial dari program yang komplekDBs (Data
blocks) menyimpan data.

E. Mekanisme Kerja Portal Scraper
Portal Scraper adalah alat yang digunakan untuk menarik material Lime
Stone dan Silica Stone di Storage Indarung III. Peralatan ini bergerak di jalur rel
yang terletak disepanjang tumpukan (pile) material. Di setiap tumpukan lime
stone dan silica terdapat limit switch yang terletak di sebelah rel agar pada saat
penarikan material tidak terjadi pencampuran bahan yang akan di antar ke raw
mill menggunakan belt conveyor. portal scaper dilengkapi oleh dua chain dimana
chain I digunakan untuk menarik material ke arah chain 2 dan selanjutnya
ditarik oleh chain 2 tersebut untuk kemudian ditransport oleh belt conveyor
yang juga terletak sepanjang tumpukan material tersebut. Yang mana kedua
chain tesebut dapat bergerak keatas dan kebawah sesuai dengan keberadaan
tumpukan material.

Gambar 32.Portal Scrapper di Area storage Lime Stone dan Silica Stone
1. Komponen-komponen utama Portal Scrapper
a. Motor Travel
Motor Travel berfungsi untuk menjalankan Portal dari arah kiri
ke kanan kanan atau sebaliknya dengan jalur lintasan yang telah
ditentukan. Pada Portal Scraper terdapat 2 buah Motor Travel dimana
dimana motor 1 untuk menggerakkan portal ke arah kiri dan motor 2
menggerakkan portal ke arah kanan.
b. Motor Chain
Motor chain berfungsi untuk menarik material Lime Stone dan
Silica Stone menuju belt conveyor. Pada portal scraper terdapat 2
motor Chain yaitu chain 1 dan chain 2 dimana chain 1 digunakan
untuk menarik material ke arah chain 2 dan selanjutnya ditarik oleh
chain 2 tersebut untuk kemudian ditransport oleh belt conveyor yang
terletak diepanjang tumpukan.
c. Motor hoist
Motor Hoist berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan
Chain agar bisa menarik material lime stone dan silica stone
d. Motor drum kabel power
Motor drum kabel power berfungsi untuk menggulung kabel
power agar tersusun secara rapi.
e. Motor drum kabel kontrol
Motor drum kabel kontrol berfungsi untuk menggulung kabel
kontrol agar tersusun secara rapi.
f. Panel Control
Penel Control ini berperan sebagai peralatan untukmengontrol
kinerja Portal Scrapper.
2. Prinsip Kerja Portal Scrapper
Berdasarkan fungsinya portal scrapper berfungsi menurunkan material
lime stone yang tersimpan di storage ke atas belt conveyor menuju ke raw
mill.
Motor motor pada portal Scrapper bekerja secara Interlocking. Secara
wairing diagram prinsip kerja portal scrapper dapat dilihat pada gambar
berikut ini :



Gambar 33. Prinsip Kerja Portal Scraper dalam bentuk Wairring
Ket :
RS 2L04 : Return Signal Belt Conveyor
K1 : Chain Motor Contactor
K2 : Travel Motor Contactor
K3 : Hoist Motor Contactor
S1 : Selector (Auto Start, Local Auto, dan Manual)
Dari gambar diatas terlihat bahwa portal Scrapper dapat beroperasi dengan 3
metode start, yaitu auto start, local auto start, dan manual start.
a. Auto Selection
Auto selection bekerja berdasarkan RS (return signal) A2L04
yang diterima dari panel transport. Portal Scrapper tidak akan bekerja
jika belt conveyor dalam keadaan OFF.
Auto selection dapat dimulai dengan memposisikan selector
switch pada posisi Auto dan semua Circuit Breaker dalam keadaan
ready. Saat belt conveyor ON maka signal akan masuk ke Input PLC
sebagai perintah untuk start Portal. Dengan delay 5 detik portal akan
beroperasi.
Secara umum kerja dari Auto selection dapat dilihat pada
gambar berikut ini :
Signal RS akan mengaktifkan relay 24VDC sehingga I 9.5
bernilai 1. Berikut kutipan leadder diagram auto selection.

Gambar 34. Prinsip Kerja Auto selection
Urutan kerja Auto selection.
1) Belt Conveyor A2LO4 J alan/ON (wait 5 detik)
2) Chain Primer dan sekunder jalan
3) Motor Travel jalan ke arah berlawanan dari posisi semula. Portal
Scrapper akan berhenti jika limit switch menyentuh Bandul/Batas
penarikkan material
4) Motor Hoist turun hingga menyentuh Material. Dalam hal ini lama
atau kedalaman chain turun tergantung pada tinggi/rendahnya
permukaan material. Pada portal scrapper menggunakan counter
untuk menentukan kedalaman pengerukkan.
5) J ika Portal Scrapper berada di sisi kanan, maka penarikkan akan
dilakukan mulai dari sisi kanan menuju sisi kiri. Sesampai di batas
paling kiri, portal akan menyentuh bandul.
6) Motor travel stop.
7) Motor Hoist turun dan dilanjutkan dengan jalannya travel.
b. Local Auto Selection
Pada Local auto selection portal Scrapper beroperasi setelah
menerima RS dari belt conveyor A2LO4 dan mesti menerima signal start
dari Operator. Artinya untuk menjalankan portal scrapper, operator harus
menekan tombol start setelah belt conveyor aktif.
Local auto selection dapat dimulai dengan jalannya belt conveyor,
kemudian setelah 5 detik portal Scrapper akan ready, namun belum
beroperasi. Portal scrapper akan beroperasi setelah push button Start
ditekan.

Gambar35 . Prinsip Kerja Local Auto selection
Berikut urutan kerja Local auto selection :
1) Belt Conveyor A2LO4 J alan/ON (wait 5 detik)
2) Tekan Tombol Start
3) Chain Primer dan sekunder jalan
4) Motor Travel jalan ke arah berlawanan dari posisi semula. Portal
Scrapper akan berhenti jika limit switch menyentuh Bandul/Batas
penarikkan material
5) Motor Hoist turun hingga menyentuh Material. Dalam hal ini lama
atau kedalaman chain turun tergantung pada tinggi/rendahnya
permukaan material. Pada portal scrapper menggunakan counter
untuk menentukan kedalaman pengerukkan.
6) J ika Portal Scrapper berada di sisi kanan, maka penarikkan akan
dilakukan mulai dari sisi kanan menuju sisi kiri. Sesampai di batas
paling kiri, portal akan menyentuh bandul.
7) Motor travel stop.
8) Motor Hoist turun dan dilanjutkan dengan jalannya travel.

c. Manual Selection
Pada manual selection pengendalian Portal Scrapper dapat dilakukan
secara tanpa berurutan. Motor chain, travel, hoist, dan drum cable kontrol
serta power dapat aktif sendiri sendiri tanpa interlocking dari motor lain.
Manual selection di biasanya digunakan saat masa perbaikkan.

Gambar 36. Prinsip Kerja Manual Selection
3. Input dan Output yang digunakan dalam Pengoperasian Portal Scrapper
PLC belum bisa berdiri sendiri untuk menjadi otput untuk motor - motor
listrik berdaya tinggi oleh sebab itu PLC harus didukung dengan kontrol
magnetik atau disebut juga dengan kontaktor, kontaktor adalah saklar
maknetik yang berfungsi apabila koil nya mendapat suplai tegangan. Macam
macam pendukung pengoperasian portal scrapper menggunakan PLC simatik
S7 adalah:
a. Main switch, MCB dan fuse.
Singkatan MCB adalah Mini circuit Breaker yang memiliki fungsi
sebagai alat pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus lebih
yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya
hubunganpendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk
pemutusanhubungan yang disebabkan beban lebih dengan relai arus
lebih seketika digunakan electromagnet,

Gambar 37.(a) Main Switch (b) MCB1 danFuse
b. TOR (Termal Overload Realey)
Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang
pekaterhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat
suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol
listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jikaterjadi
beban lebih.

Gambar 38.Thermal Over Load

Terminal Kontak
95-96 NC
97-98 NO

Tabel 7.kontak Thermal Over Load

Gambar 39.TOR dab bagian-bagiannya

Gambar 40.Cara kerja TOR
Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang
lebih efektifdan ekonomis, yaitu:
1) Pelindung beban lebih / Overload
2) Melindungi dmi ketidakseimbangan phasa / Phase failure
imbalance
3) Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase
Loss.
c. Magnetic Contactor
Kontaktor (Magnetic Contactor) yaitu peralatan listrik yang bekerja
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada Contactor terdapat
sebuah belitan yang mana bila dialiri arus listrik akan timbul medan
magnet pada inti besinya, yang akan membuat kontaknya tertarik oleh
gaya magnet yang timbul tadi. Kontak Bantu NO (Normally Open) akan
merurtup dan kontak Bantu NC (Normally Close) akan membuka.
Kontak pada Contactor terdiri dari kontak utama dan kontak
Bantu.Kontak utama digunakan untuk rangkaian daya sedangkan kontak
Bantu digunakan untuk rangkaian kontrol.
Didalam suatu Contactor elektromagnetik terdapat kumparan utama
yang terdapat pada inti besi. Kumparan hubung singkat berfungsi sebagai
peredam getaran saat kedua inti besi saling melekat.
Apabila kumparan utama dialiri arus, maka akan timbul medan
magnet pada inti besi yang akan menarik inti besi dari kumparan hubung
singkat yang dikopel dengan kontak utama dan kontak Bantu dari
Contactor tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kontak utama dan kontak
bantunya akan bergerak dari posisi normal dimana kontak NO akan
tertutup sedangkan NC akan terbuka. Selama kumparan utama Contactor
tersebut masih dialiri arus, maka kontak-kontaknya akan tetap pada
posisi operasinya.
Komponen penting pada kontaktor (Magnetic Contactor) :
1) kumparan magnit (coil) dengan simbol Al - M yang akan bekerja
bila mendapat sumber tegangan listrik.
2) kontak utama terdiri dari simbol angka : 1,2,3,4,5, dan 6.
3) kontak bantu biasanya tediri dari simbol angka ll,l2,l3,l4,
ataupun angka 21,22,23,24 dan juga angka depan seterusnya
tetapi angka belakang tetap dari 1 sampai 4.

Gambar 41.Kontaktor

d. Realey 220Vac &24Vdc
Relay adalah sebuah saklar elekronis yang dapat dikendalikan dari
rangkaian elektronik lainnya. Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
1) koil : lilitan dari relay
2) common : input terminal
3) kontak : terdiri dari NC dan NO
Membedakan NC dengan NO:NC (Normally Closed) : kontak dari
relay yang dalam keadaan normal (spull relay tidak diberi tegangan)
terhubung dengan common.NO (Normally Open) : kontak dari relay
yang dalam keadaan normal (spull relay tidak diberi tegangan) tidak
terhubung dengan coillmon. Bagian-bagian relay dapat diketahui dengan
2 cara, yakni:
1) dengan cara melihat isi dalam relay tersebut
2) dengan menggunakan multimeter (Ohm)

Gambar 42.(a) Realey 220 VAC ,(b) Realey 24 VDC
e. Trafo
Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen
elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf
yang lain.
Prinsip kerja
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik.Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi
primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung
dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL
dalam lilitan sekunder. J ika efisiensi sempurna,semua daya pada lilitan
primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.
\
Gambar 43.Hubungan primer dan sekunder Trafo

Gambar 44.(a) Trafo Step Down (b) Adaptor AC-DC
f. Terrninal kabel
Terminal kabel adalah alat untuk menghubungkan kawat atau
kabel.Terminal adalah tipe sederhana dari konektor listrik yang
menghubungkan dua atau lebih kawat ke titik koneksi tunggal.

Gambar 45.Terminal Kabel
g. Push button (tombol tekan) NO & NC
Pengertian Push Bottom merupakan suatu bentuk saklar yang
seringdigunakan dalam suatu rangkaian control dan mempunyai fungsi
sama dengan saklar-saklar lainnya pada umumnya, tetapi memiliki
perbedaan dalam penguncian.

Gambar 46.Push Button
Push Bottom Normally Open ( NO ) dengan fungsi jika ditekan
bekerja (ON ), apabila dilepas akan kembali semula ( OFF ).ush Bottom
Normally close ( NC ) dengan fungsi jika ditekan tidak bekerja ( OFF ),
apabila dilepas menjadi bekerja ( ON ).
Push Bottom mengunci, berfungsi jika ditekan bekerja ( ON ) dan
apabila dilepas tetap bekerja ( ON ), tetapi jika ditekan untuk kedua
kalinya maka akan tidak bekerja ( OFF ).

Gambar 47.Lambang Push Bottom NO dan NC

h. Lampu indikator
Lampu indikator berfirngsi sebagai penanda beroperasinya suatu
alat (komponen) lisrik
i. Limit switch
Limit switch adalah suatu alat yang berfungsi untuk memutuskan dan
arus listrik pada suatu rangkaian, berdasarkan struktur mekanik dari
limit switch itu sendiri. Limit switch memiliki tiga buah terminal,
yaitu:central terminal, normally close (NC) terminal, dan normally open
(NO) terminal. Sesuai dengan namanya limit switch digunakan untuk
membatasi kerja dari suatualat yang sedang beroperasi. Terminal NC,
NO, dan central dapat digunakan untuk memutuskan aliran listrik pada
suatu rangkaian atau sebaliknya.
Pada dasarnya limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang
memutar tuas karena mendapat tekanan plunger atau tripping
slripwobbler.

Gambar 48.Limit Switch

4. Gabungan dari semua komponen pengoperasian portal scraper
Dalam pengontrolan portal scraper menggunakan PLC simatik S7
terdiri dari beberapa komponen, semua komponen tersebut saling berkaitan
satu dengan yang lainnya.

Gambar 49.Pengontrolan seutuhnya

F. Pemograman Portal Scraper
1. Langkah pertama dalam membuat program adalah menyusun sebuah
project baru sekaligus konfigurasi hardware. Kemudian memilih modul
PLC yang akan digunakan berdasarkan I/O yang akan digunakan. Setiap
project mencakup konfigurasi perangkat keras PLC dan program logika
yang memiliki fungsi tertentu.
Langkah langkah membuat project baru adalah sebagai berikut :
a. Klik icon SIMATIC MANAGER pada desktop
b. Klik File New Project

Gambar 50.New Project STEP 7 Wizard
c. Klik finish
2. Selanjutnya adalah memilih jenis PLC dan konfigurasi hardware yang
akan digunakan atau disebut Stations, langkah langkahnya adalah
sebagai berikut :
a. Klik icon project yang telah dibuat
b. Klik Insert Station Pilih SIMATIC 300 Station

Gambar 51.SIMATIC 300 Station
3. Hardware Configuration SIMATIC Manager Step 7
Untuk bisa masuk ke frame hardware configuration, dapat dilakukan
dengan prosedur sebagai berikut :
a. Klik ganda icon Simatic 300 Station
b. Klik ganda icon Hardware, maka muncul frame Hardware
Configuration

Gambar 52. Frame konfigurasi Hardware SIMATIC S7
c. Klik icon Catalog, muncul frame Hardware Catalog yang
berisi 3 pilihan, yaitu : Profibus DP, Simatic 300 dan Simatic 400
Langkah langkah pengisian Hardware Component :
1) Klik tanda [+] di kiri Simatic 300
2) Klik ganda tanda Rack-300 Klik ganda Rail,muncul table
yang baris pertamanya sudah di select
3) Untuk memilih jenis Power Supply, di Frame Hardware
Catalog pada baris pertama, klik tanda [+] di kiri PS-300
double klik PS 307 5A, muncul di tabel tulisan PS307 5A,
dan baris pertama terselect
4) Untuk memilih Processor yang akan digunakan, klik tanda
[+] di kiri CPU-300 klik ganda CPU 314, lalu cari jenis
CPU yang digunakan, untuk project ini, pilih CPU jenis
6ES7-314-1AG13-0AB0, dan baris ke dua terselect
5) Baris ke tiga di isi dengan IM (Interface Module), baris ini
tidak digunakan, maka baris ini dikosongkan.
6) Untuk mendaftarkan jenis DI dan DO, klik tanda [+] di kiri
SM-300, lalu klik tanda [+] di kiri DI-300 pilih dan klik
ganda jenis DI yang digunakan, begitu juga dengan
mendaftarkan DO. Setelah DI dan DO didaftarkan, klik
tombol save, maka akan tampil di layar seperti gambar
berikut :

Gambar 53.Hardware Configuration Portal Scraper
4. Pemograman Portal Scraper dengan simtic S-7
Pada bagian ini, yang pertama kali harus dilakukan adalah mendata
motor yang masuk ke dalam sistem, yaitu data alamat atau simbol
masukan dan keluaran motor yang digunakan, juga alamat/simbol
masukan dan keluaran non motor yang termasuk ke dalam sistem.
Langkah langkah membuat symbol table adalah sebagai berikut :
1) Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri risqifajrilbook
2) Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri SIMATIC 300 Station
3) Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri CPU 314
4) Klik S7 Program(1), sehingga akan muncul tiga pilihan di layar
kanan, yaitu : Source Files, Blocks dan Symbols
5) Klik ganda Symbols, yang harus diisi pada table tersebut adalah
kolom symbol dan address, sementara kolom data type akan
terisi otomatis, untuk kolom Comment dapat diisi sesuai
kebutuhan, seperti pada lampiran 1.
5. Function Block Diagram (FBD) Portal Scraper
Setelah address yang dibutuhkan Kiln Thruster dibuat, langkah
selanjutnya adalah membuat Function Block Diagram, dengan langkah-
langkah sebagai berikut :
a. Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri risqifajrilbook
b. Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri SIMATIC 300 Station
c. Klik ganda tanda [+] di sebelah kiri CPU 314
d. Klik S7 Program(1), sehingga akan muncul tiga pilihan di layar
kanan, yaitu : Source Files, Blocks dan Symbols
e. Klik ganda Blocks
f. Klik kanan pada frame Insert New Object Function, maka
akan muncul frame berikut :

Gambar 54.Frame properties Function
g. Klik OK
Setelah functiondibuat, maka langkah selanjutnya membuat
program pada function dengan klik ganda pada function yang
telah dibuat.
G. Permasalahan dan perawatan peralatan portal Scraper
1. Permasalahan portal scraper
a. Hilang dan munculnya signal belt conveyor (RS A2LO4) tanpa
dikehendaki.
Dalam mode auto dan local, beroperasinya belt conveyor menjadi
syarat utama untuk aktifnya Portal Scrapper. Akan tetapi dalam beberapa
kasus ditemukan portal scrapper masih bekerja saat belt conveyor OFF
atau portal tidak beroperasi walau telah mendapat signal dari A2LO4
dalam mode auto. J ika tidak segera ditanggulangi material tidak akan di
transport ke Raw Mill. J ika portal bekerja tanpa aktifnya belt conveyor
maka akan mengakibatkan menumpuknya material di sepanjang daerah
kerja Portal Scrapper. Dalam tingkat lanjut akan akan mengakibatkan
overload pada motor terutama motor travel.
Tindakkan yang dilakukan :
Dilakukan pengecekkan pada RS A2LO4(belt conveyor). Dalam
kondisi normal belt conveyor ON maka portal scrapper akan menerima
signal/ logika 1, dan saat belt conveyor OFF maka RS A2LO4 akan
berlogika 0. Pengecekkan ini dapat dilakukan melalui monitoring Online
PLC menggunakan PC dan juga pengecekkan secara langsung.
Pengecekkan secara langsung dapat dilakukan dengan menelusuri
pengkabelan kontrol. Biasanya kerusakkan terjadi pada terminasi kabel
drum. Terminasi kabel drum menggunakan slip ring sebagai penghubung.
Karena Drum kabel menggunakan Slip ring sebagai penghubung maka
terdapat carbon brush yang mesti tetap terjaga dan terawat. Dalam
beberapa kasus ditemukan carbon brush yang habis sehingga
menggantung. Akibatnya signal RS A2LO4 tidak diterima portal
scrapper. Untuk perawatan dapat dilakukan pembersihan berkala pada
slip ring drum kabel.
b. Adanya peralatan peralatan yang tidak bekerja normal seperti magnetik
kontaktor dan relay yang macet. Ini akan mengakibatkan perubahan
kontak pada kontaktor tidak dapat berfungsi dan peralatan listrik tidak
dapat dikendalikan.
Tindakkan yang dilakukan :
J ika ditemukkan peralatan yang tidak berfungsi maka segera
dilakukan penggantian. Seperti sebuah relay yang tidak berfungsi dapat
dilakukan penggantian. Kasus ini seharusnya dapat di minimalisir dengan
melakukan perawatan berkala terhadap peralatan di portal scrapper.
c. Rusaknya Salah satu motor travel diakibatkan terbakar/Short.
Portal Scrapper tidak dapat beroperasi menggunakan 1 motor travel
saja. Ini dikarenakan portal scrapper memiliki 2 sisi, yaitu primer dan
sekunder yang ditopang oleh kedua motor.
Tindakan yang dilakukan :
Tindakkan yang dilakukan berdasarkan tingkat kerusakkan yang
terjadi. Akan tetapi umumnya saat terjadi kerusakkan motor travel akan
diganti dengan motor spare. Motor yang rusak akan di kirim ke bengkel
untuk menjalani perbaikkan. Perbaikkan motor berupa pengantian bearing,
mengganti kumparan baru dan pembersihan.
Pencegahan kasus ini dapat dilakukan dengan melakukan perawatan
berkala terhadap motor dan lingkungannya. Terlebih motor travel bergerak
ke 2 arah yang berlawanan sehingga kebersihan menjadi hal mutlak
sepanjang rel travel.
d. Disfungsi MCB.
Tidak berfungsinya salah satu MCB biasanya di akibatkan oleh
faktor lingkungan seperti debu, suhu panas dan lainnya.
Tindakkan yang dilakukan :
Dilakukan penggantian terhadap MCB tersebut. Untuk meminimalisir
kerusakkan dapat dilakukan pembersihan/perawatan berkala.

e. Tidak berfungsinya Push button Reset di panel Operator.
Tidak berfungsinya push button reset di panel operator dikarenakan
faktor lingkungan seperti masuknya debu dan panas.
Tindakkan yang dilakukan :
J ika push button reset atau yang lainnya tidak berfungsi maka harus
dilakukan perbaikkan. Ini dapat dilakukan dengan membuka push button
dan membersihkannya. Namun jika tidak dapat digunakan lagi maka mesti
dilakukan penggantian.

2. Perawatan portal scraper
Pada saat melakukan perawatan atau perbaikan Portal Scraper harus
dalam keadaan tanpa tegangan.Hal ini dilakukan untuk menetralisir
terjadinya kecelakaan pada saat perbaikan dan perawatan.Perawatan
dilakukan agar portal scraper bekerja secara optimal. Perawatan dan
pengecekkan sekurang-kurang dilakukan satu kali setahun:
a. Pembersihan panel kontrol dan unit-unit operasi Portal scraper.
b. Pemeriksaan/pengecekan kondisi PLC baik posisinya, kondisinya
maupun infrastrukturnya.
c. Penyetelan-penyetelan baut-baut konektor yang kendor, kabel-kabel
dan sebagainya.
d. Pengecekan terminasi kabel, baik kabel-kabel kontrol maupun kabel
power ke portal.
e. Pemeriksaan motor-motor pada portal scraper agar bisa bekerja
dengan baik
f. Pemeriksaan limit switch agar tetap seperti yang seharusnya.


H. Kelebihan menggunakan Program PLC Siemens Simatic S7 dari pada
menggunakan cara konvensional
Dalam industri-industri yang ada sekarang ini, kehadiran PLC sangat
dibutuhkan terutama untuk menggantikan sistem wiring atau pengkabelan yang
sebelumnya masih digunakan dalam mengendalikan suatu sistem. Dengan
menggunakan PLC akan diperoleh banyak keuntungan diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Fleksibel
Pada masa lalu, tiap perangkat elektronik yang berbeda dikendalikan
dengan pengendalinya masing-masing. Misal sepuluh mesin membutuhkan
sepuluh pengendali, tetapi kini hanya dengan satu PLC kesepuluh mesin
tersebut dapat dijalankan dengan programnya masing-masing.
2. Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah
Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi maka
pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer,
dalam waktu yang relatif singkat, setelah itu didownload ke PLC-nya.
Apabila tidak menggunakan PLC, misalnya relay maka perubahannya
dilakukan dengan cara mengubah pengkabelannya. Cara ini tentunya
memakan waktu yang lama.
3. J umlah kontak yang banyak
J umlah kontak yang dimiliki oleh PLC pada masing-masing coil lebih
banyak daripada kontak yang dimiliki oleh sebuah relay.
4. Sifatnya tahan uji
Solid state device lebih tahan uji dibandingkan dengan relay dan
timers mekanik atau elektrik. PLC merupakan solid state device sehingga
bersifat lebih tahan uji.
5. Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol
Dalam PLC juga terdapat counter, relay dan komponen-komponen
lainnya, sehingga tidak membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai
tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer ataupun
komponen-komponen lainnya sebagai peralatan tambahan.





























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai
berikut :
1. Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah suatu sistem elektronik
yang dioperasikan secara digital, menggunakan memori yang bisa
diprogram (progmable) untuk menyimpan secara internal instruksi-
instruksi yang user oriented, untuk mengimplemenntasikan fungsi-fungsi
spesifik seperti logic, sequencing, timing, counting, dan arithmatic, guna
mengontrol berbagai tipe mesin atau proses, melalui input dan output
digital maupun analog.
2. Portal scraper adalah alat yang digunakan untuk menarik lime stone dan
silica stone.
3. Dengan menggunakan program PLC, kinerja portal scraper menjadi lebih
optimal karena hampir tidak adanya kemungkinan terjadinya kegagalan
operasional yang disebabkan oleh hardware failure, karena mayoritas
operasionalnya di kontrol melalui software.



B. Saran
1. PT. Semen Padang memiliki banyak peralatan listrik terutama yang
menggunakan program PLC oleh sebab itu diperlukan adanya perawatan
agar peralatan listrik menjadi lebih awet.
2. Dilakukan pengecekan berkala yang bertujuan untuk memastikan kondisi
Portal Scraper pada keadaan yang baik. J ika terdapat kerusakan atau hal
yang sudah tidak sesuai standar operasinya lagi maka sebaiknya
dilakukan perbaikan dengan sepecatnya.