Anda di halaman 1dari 3

METODE PARAFIN

Metode parafin adalah suatu metode pembuatan preparat dengan melakukan


penanaman jaringan di dalam blok paafin untuk menghasilkan preparat jaringan hewan
ataupun tumbuhan yang tipis. Metode ini sekarang banyak digunakan, karena hampir
semua macam jaringan dapat dipotong dengan baik dengan menggunakan metode ini.
Preparat parafin ini dilakukan penyelubungan karena jaringan merupakan bahan yang
lunak (Nurliani, 200!.
"lat khusus yang dirancang untuk menyayat material atau jaringan dalam sayatan#
sayatan yang cukup tipis untuk penelaahan dengan mikroskop dikenal dengan nama
mikrotom. $ikenal beberapa jenis Mikrotom yang sering digunakan dalam metode ini
antara lain %
&. Mikrotom putar (rotary microtome!. 'mum dipakai untuk mikroteknik dengan metode
parafin. Posisi(kedudukan pisau tetap, sedang jaringanlah yang dilekat pada holder
mikrotom yang bergerak turun naik sehingga diperoleh sayatan yang umumnya
berbentuk pita
2. Mikrotom sorong (Sliding microtome!. )ering pula digunakan pada metode parafin,
walau umumnya digunakan untuk penyayatan jaringan yang ditanam dalam seloidin.
$alam penggunaannya, kedudukan jaringan ditetapkan atau diam, sedangkan pisaunya
yang bergerak maju mundur.
*. Mikrotom beku (Freezing microtome!. Mikrotom beku digunakan untuk penyayatan
jaringan yang tidak ditanam dalam parafin maupun dalam seloidin. +adi, jaringan yang
disayat adalah jaringan yang tidak ditanam, walau umumnya telah difiksasi dalam
formalin dan dibekukan dengan ,-
2
atau freon )yarat memperoleh hasil sayatan yang
baik %
&. +aringan yang telah dipersiapkan dengan sempurna
2. Pisau yang cukup tajam
*. Pemilihan jenis mikrotom yang tepat
.. -perator yang cukup terampil dan terlatih (Mcmanus, &//2!
Mikrotom dilengkapi dengan alat pengatur ketebalan sayatan. )ayatan yang
umum dilakukan untuk pengamatan pada mikroskop berkisar antara 0#&2 mikron, walau
untuk maksud dan tujuan tertentu serta jenis jaringan tertentu ketebalan sayatan dapat
berkisar antara 20#*0 mikron, seperti ketebalan sayatan jaringan kulit. )ayatan yang baik
umumnya berbentuk pita. 1ila hasil sayatan tidak memuaskan, maka kesalahan mungkin
terjadi karena % kesalahan dalam proses pengerjaan jaringan, kesalahan pada alat
mikrotom, pisau yang tumpul. $i samping berbagai hal di atas, ada satu faktor lagi yang
turut berperan, yaitu suhu (Nurliani, 200!.
Pembuatan preparat pada umumnya selalu dilakukan fiksasi terlebih dahulu.
)edangkan fiksasi itu sendiri adalah suatu cara atau proses (metode! yang bertujuan untuk
mematikan sel tanpa mengubah fungsi dan struktur di dalam sel itu sendiri. +ika telah
dilakukan fiksasi maka preparat yang dibuat akan menjadi lebih awet dan tahan lama.
$ehidrasi adalah suatu cara atau proses (metode! pengurangan atau penghilangan air dari
dalam sel. Penjernihan adalah suatu cara atau proses (metode! yang digunakan untuk
menghilangkan warna asli suatu preparat supaya ketika pemberian warna yang baru
menjadi lebih sempurna daripada warna aslinya. 2ungsi dari dehidrasi pada metode
pembuatan preparat dengan penyelubungan agar parafin dapat terinfiltrasi dengan
sempuna. $ehidran yang paling baik adalah alkohol, yang biasanya dimulai dari alkohol
persentase rendah kemudian setingkat demi setingkat menuju ke alkohol persentase tinggi
(absolute!. 1erfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi perubahan yang tiba#tiba terhadap
sel jaringan sehingga perubahan struktur sel tang terjadi sekecil mungkin. "pabila proses
dehidrasi tidak sempurna, berarti masih ada molekul#molekul air di dalam jaringan.
)etelah dehidrasi, segera dilakukan proses penjernihan. ,learing atau disebut
dealkoholisasi bila dehidrannya alkohol. Proses ini sebenarnya dimasukkan untuk
menarik alkohol atau dehidran lain dalam jaringan, agar nantinya dapat digantikan oleh
molekul paraffin. 3at penjernih yang akan dipakai hendaklah dipilih 4at penjernih yang
dapat bercampur baik dengan alkohol atau dehidran lain tetapi bercampur juga dengan
paraffin ()antoso, 2002!.