Anda di halaman 1dari 3

Penetapan jumlah metabolit dalam sampel urin

Pada penetapan jumlah metabolit parasetamol dalam sampel urin, dilakukan analisis dengan
menggunakan metode KLT. Tahapantahapannya adalah:
1. Persiapan Sampel
Sampel berupa Urin yang sebelumnya diberi parasetamol dengan dosis !!
mg yang telah ditampung kurang lebih selama "# jam. Lalu urin yang sudah ditampung
dipisahkan dari kotoran$kotoran yang ada termasuk pakannya ,kemudian dilakukan
pengen%eran dan uji KLT dua arah.
". Penotolan Sampel
&isiapkan lempeng KLT yang telah dipotong dengan lebar 11 %m, panjang
11 %m, garis start dibuat setinggi 1 %m dari tepi ba'ah dan garis (ront 1 %m dari tepi atas.
)er%ak ditotolkan pada garis start dan dilakukan # kali penotolan ber%ak yang
sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu untuk setiap penotolannya. Pemisahan pada
kromatogra(i lapis tipis yang optimal akan diperoleh hanya jika menotolkan sampel
dengan ukuran ber%ak seke%il dan sesempit mungkin. Sebagaimana dalam prosedur
kromatogra(i yang lain, jika sampel yang digunakan terlalu banyak maka akan
menurunkan resolusi. *asil penelitian menunjukkan bah'a penotolan sampel se%ara
otomatis lebih dipilih dari pada penotolan se%ara manual terutama jika sampel yang
akan ditotolkan lebih dari 1 +l. Penotolan sampel yang tidak tepat akan
menyebabkan ber%ak yang menyebar dan pun%ak ganda. ,-ulya,1../.
0. 1lusi Sampel ,2ase 3erak 4/
1luen pada (ase gerak pertama pada %hamber, berisi ,etil asetat : metanol :
air : asam asetat 5 6! : 0! : . : 1/ dibuat dan ditunggu hingga jenuh. Kemudian, lempeng
KLT dimasukkan ke dalam ruang ,%hamber/ dijenuhi dengan uap eluen dengan arah elusi
naik. 7hamber ditutup dengan rapat dan eluen dibiarkan naik sampai garis (ront. 8ika
eluen telah sampai pada garis (ront, maka lempeng KLT diangkat dengan hati$hati dan
dilakukan pengeringan. Setelah kering dan proses elusi selesai, maka lempeng KLT
dimasukkan kedalam kotak (louresens dan ber%ak yang nampak diamati pada sinar U9
066 nm. 8arak masing$masing ber%ak komponen sampel dan ber%ak standar diukur.
*arga :( dihitung dan hasil data yang didapatkan die;aluasi ,3andjar dan :ohman,
"!!</.
#. 1lusi Sampel ,2ase gerak 44/
1lusi untuk (ase gerak 44 dilakukan dengan dimasukkan ber%ak lempeng pada (ase
4 tersebut ke dalam %hamber yang beisi eluen ke$" ,n$butanol : asam asetat : air 5 # : 1 :
1/ yang sudah jenuh. 7hamber ditutup dengan rapat dan eluen dibiarkan naik sampai
garis (ront. 8ika eluen telah men%apai garis (ront, lempeng KLT diangkat dengan
hati$hati dan dilakukan pengeringan. Setelah kering dan proses elusi usai, lempeng
KLT dimasukkan kedalam kotak (louresens . Selanjutnya dilakukan pengamatan
ber%ak tampak pada sinar U9 066 nm. 8arak masing$masing ber%ak komponen sampel
dan ber%ak standar diukur. Pada identi(ikasi noda atau penampakan noda, jika noda
sudah be'arna dapat langsung diperiksa dan ditentukan harga :(. :( merupakan
nilai dari 8arak relati;e pada pelarut. *arga :( dihitung sebagai jarak yang
ditempuh oleh komponen dibagi dengan jarak tempuh oleh eluen , (ase gerak /
*arga :( dihitung dan dibandingkan dengan pustaka. 8umlah metabolit dapat
diketahui dari analisis metode KLT dengan standar para%etamol dan sampel urin.
Semakin besar nilai :( dari sampel maka semakin besar pula jarak bergeraknya
senya'a tersebut pada plat kromatogra(i lapis tipis. Saat membandingkan dua
sampel yang berbeda di ba'ah kondisi kromatogra(i yang sama, nilai :( akan
besar bila senya'a tersebut kurang polar dan berinteraksi dengan adsorbent polar
dari plat kromatogra(i lapis tipis. =ilai :( dapat dijadikan bukti dalam
mengidenti(ikasikan senya'a. )ila identi(ikasi nilai :( memiliki nilai yang sama maka
senya'a tersebut dapat dikatakan memiliki karakteristik yang sama atau mirip.
Sedangkan, bila nilai :(nya berbeda, senya'a tersebut dapat dikatakan merupakan
senya'a yang berbeda ,:udi,"!1!/.
*asil dari pengujian ini adalah :
&iameter 5 1,>%m
2ase gerak 4 :
:( sampel 5 jarak yang ditempuh ? jarak yang sebenarnya
5 0,. ? #,<
5 !,>
2ase gerak 44 :
:( sampel 5 jarak yang ditempuh ? jarak yang sebenarnya
5 #,. ?
5 !,.>
Pada per%obaan ini, hasil :( pada analisis KLT dari para%etamol standar tidak dapat
terlihat ber%aknya sehingga sampel yang kita miliki tidak bisa dibandingkan dengan sampel
standar, hal ini bisa dikarenakan kurang ketelitian dari praktikan pada saat penotoloan standar
para%etamol dilempeng KLT sehingga eluen yang terbentuk sangat tipis dan tidak bisa terdeteksi.
=amun, berdasarkan suatu literatur disebutkan bah'a nilai :( standar para%etamol adalah !,.
*anya saja panjang elusi yang ditempuh oleh para%etamol didalam literature berbeda dengan
per%obaan yang kami lakukan sehingga tidak dapat dibandingkan.
Dapus :
3andjar, 4. 3., :ohman @., "!!<, Kimia 2armasi @nalisis, Pustaka Pelajar : Aogyakarta
-ulya, -., dan Suherman, 1.., @nalisis 4nstrumen, @irlangga Uni;ersity Press, Surabaya.
:udi, L. "!1!. Penuntun &asar$&asar Pemisahan @nalitik. Kendari: Uni;ersitas *aluoleo.

Anda mungkin juga menyukai