Anda di halaman 1dari 49

BUKU 2

PROSES BUBUT(TURNING)
Dr. Dwi Rahdiyanta
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2!
1
Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan
bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan
menggunakan Mesin Bubut. Bentuk dasarnya dapat didefinisikan
sebagai proses pemesinan permukaan luar benda silindris atau bubut
rata :
Dengan benda kerja yang berputar
Dengan satu pahat bermata potong tunggal (with a single-point
cutting tool)
Dengan gerakan pahat sejajar terhadap sumbu benda kerja
pada jarak tertentu sehingga akan membuang permukaan luar
benda kerja (lihat ambar !.1 no. 1)
Proses bubut permukaan"surface turning ( ambar !.1 no.! )
adalah proses bubut yang identik dengan proses bubut rata #tetapi arah
!
ambar !.1. Proses bubut rata# bubut permukaan# dan bubut
tirus
gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda kerja. Proses
bubut tirus"taper turning (ambar !.1 no. $) sebenarnya identik
dengan proses bubut rata di atas# hanya jalannya pahat membentuk
sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Demikian juga proses
bubut kontur# dilakukan dengan %ara mem&ariasi kedalaman potong
sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.
'alaupun proses bubut se%ara khusus menggunakan pahat
bermata potong tunggal# tetapi proses bubut bermata potong jamak
tetap termasuk proses bubut juga# karena pada dasarnya setiap pahat
bekerja sendiri-sendiri. (elain itu proses pengaturannya (seting)
pahatnya tetap dilakukan satu persatu. ambar skematis mesin bubut
dan bagian-bagiannya dijelaskan pada ambar !.!.
A. Para"#t#r yan$ da%at diat&r %ada %r'(#( )&)&t
$
ambar !.!. ambar skematis Mesin Bubut dan nama bagian-
bagiannya
) 1 . ! .....( .......... ..........
1)))
dn
V

=
*iga parameter utama pada setiap proses bubut adalah
ke%epatan putar spindel (speed)# gerak makan (feed) dan kedalaman
potong (depth of cut). +aktor yang lain seperti bahan benda kerja dan
jenis pahat sebenarnya juga memiliki pengaruh yang %ukup besar#
tetapi tiga parameter di atas adalah bagian yang bisa diatur oleh
operator langsung pada mesin bubut.
K#*#%atan %&tar n (speed) selalu dihubungkan dengan
spindel (sumbu utama) dan benda kerja. ,arena ke%epatan putar
diekspresikan sebagai putaran per menit (revolutions per minute#
rpm)# hal ini menggambarkan ke%epatan putarannya. -kan tetapi yang
diutamakan dalam proses bubut adalah ke%epatan potong (Cutting
speed atau .) atau ke%epatan benda kerja dilalui oleh pahat" keliling
benda kerja (lihat ambar !.$). (e%ara sederhana ke%epatan potong
dapat digambarkan sebagai keliling benda kerja dikalikan dengan
ke%epatan putar atau :
ambar !.$ Panjang permukaan benda kerja yang dilalui pahat setiap
putaran
Dimana :
. / ke%epatan potong0 m"menit
d / diameter benda kerja 0mm
n / putaran benda kerja0 putaran"menit
Dengan demikian ke%epatan potong ditentukan oleh diamater benda
kerja. (elain ke%epatan potong ditentukan oleh diameter benda kerja
1
faktor bahan benda kerja dan bahan pahat sangat menentukan harga
ke%epatan potong. Pada dasarnya pada 2aktu proses bubut ke%epatan
potong ditentukan berdasarkan bahan benda kerja dan pahat. 3arga
ke%epatan potong sudah tertentu# misalnya untuk benda kerja Mild
Steel dengan pahat dari 3((# ke%epatan potongnya antara !) sampai
$) m"menit.
G#ra+ "a+an, f (feed) # adalah jarak yang ditempuh oleh
pahat setiap benda kerja berputar satu kali (lihat ambar 4.)# sehingga
satuan f adalah mm"putaran. erak makan ditentukan berdasarkan
kekuatan mesin# material benda kerja# material pahat# bentuk pahat#
dan terutama kehalusan permukaan yang diinginkan. erak makan
biasanya ditentukan dalam hubungannya dengan kedalaman potong a.
erak makan tersebut berharga sekitar 1"$ sampai 1"!) a# atau sesuai
dengan kehaluasan permukaan yang dikehendaki.
K#da-a"an %'t'n$ a (depth of cut), adalah tebal bagian
benda kerja yang dibuang dari benda kerja# atau jarak antara
permukaan yang dipotong terhadap permukaan yang belum terpotong
(lihat ambar !.1). ,etika pahat memotong sedalam a # maka
diameter benda kerja akan berkurung !a# karena bagian permukaan
benda kerja yang dipotong ada di dua sisi# akibat dari benda kerja
yang berputar.
Beberapa proses pemesinan selain proses bubut pada ambar
!.1 dapat dilakukan juga di mesin bubut proses pemesinan yang lain#
yaitu bubut dalam (internal turning)# proses pembuatan lubang
dengan mata bor (drilling)# proses memperbesar lubang (boring)#
5
f
a
f
a
ambar !.1. erak makan (f) dan kedalaman
potong (a)
pembuatan ulir (thread cutting)# dan pembuatan alur (groo&ing"
parting-off). Proses tersebut dilakukan di mesin bubut dengan bantuan
peralatan bantu agar proses pemesinan bisa dilakukan (lihat ambar
1)).
6
Gambar 2.5. Proses pemesinan yang dapat dilakukan pada mesin
bubut : (a) pembubutan champer (chamfering), (b)
pembubutan alur (parting-off), (c) pembubutan ulir
(threading), (d) pembubutan lubang (boring), (e)
pembuatan lubang (drilling), (f) pembuatan kartel (knurling)
.. G#'"#tri Pahat .&)&t
eometri pahat bubut terutama tergantung pada material
benda kerja dan material pahat. *erminologi standar ditunjukkan pada
ambar !.6. 7ntuk pahat bubut bermata potong tunggal# sudut pahat
yang paling pokok adalah sudut beram (rake angle)# sudut bebas
(clearance angle)# dan sudut sisi potong (cutting edge angle). (udut-
sudut pahat 3(( yang diasah dengan menggunakan mesin gerinda
pahat (Tool rinder Machine). (edangkan bila pahat tersebut adalah
pahat sisipan yang dipasang pada tempat pahatnya# geometri pahat
dapat dilihat pada ambar !.8. (elain geometri pahat tersebut pahat
bubut bisa juga diidentifikasikan berdasarkan letak sisi potong
(cutting edge) yaitu pahat tangan kanan (!ight- hand tools) dan pahat
tangan kiri ("eft-hand tools)# lihat ambar !.9.

8
ambar !.6. eometri pahat bubut 3(( (Pahat diasah dengan
mesin gerinda pahat).
ambar !.8. eometri pahat bubut sisipan (insert)
ambar !.9. Pahat tangan kanan dan pahat tangan kiri
Pahat bubut di atas apabila digunakan untuk proses membubut
biasanya dipasang pada pemegang pahat (Tool holder). Pemegang
pahat tersebut digunakan untuk memegang pahat dari 3(( dengan
ujung pahat diusahakan sependek mungkin agar tidak terjadi getaran
pada 2aktu digunakan untuk membubut (lihat ambar !.4). (elain
9
bentuk pahat seperti di ambar 15# ada juga pahat yang berbentuk
sisipan"inserts (lihat ambar 16)
Pahat berbentuk sisipan tersebut harus dipasang pada pemegang pahat
yang sesuai. Bentuk pahat sisipan sudah distandarkan oleh :(; (lihat
ambar !.11). (tandar :(; untuk pemegang pahat dapat dilihat pada
<ampiran.
4
ambar !.4. Pemegang pahat 3(( : (a) pahat alur# (b) pahat dalam#
(%) pahat rata kanan# (d) pahat rata kiri# (e) pahat ulir
ambar !.1). Pahat bubut sisipan (inserts)# dan pahat sisipan
yang dipasang pada pemegang pahat (tool holders)
ambar !.11. (tandar :(; untuk pahat sisipan
1)
/. P#r#n*anaan dan %#rhit&n$an %r'(#( )&)&t
=lemen dasar proses bubut dapat dihitung dengan
menggunakan rumus-rumus dan ambar !.1! berikut :
,eterangan :
.#nda +#r0a :
d
o
/ diameter mula 0 mm
d
m
/ diameter akhir0 mm
l
t
/ panjang pemotongan0 mm
Pahat :
>
r
/ sudut potong utama
M#(in .&)&t :
a / kedalaman potong# mm
f / gerak makan0 mm"putaran
n / putaran poros utama0 putaran"menit
11
ambar !.1!. Proses bubut
a
f #
put"men
do dm
lt
>
r
a
) $ . ! ........( .......... .......... .......... .......... .......... " 0 . menit mm n f v
f
=
) 1 . ! .........( .......... .......... .......... .......... .......... .......... 0 menit
v
l
t
f
t
c
=
) 5 . ! .........( .......... .......... .......... .......... .......... " 0 .
$
menit cm v # $ =
) ! . ! .....( .......... .......... " 0
1)))
menit m
dn
v

=
1) ,e%epatan potong :

d / diameter rata-rata benda kerja ( (d
o
?d
m
)"! 0 mm
n / putaran poros utama 0 put"menit
@ / $#11
!) ,e%epatan makan
$)
'aktu pemotongan
1) ,e%epatan penghasilan beram
di mana : - / a.f mm
!

Peren%anaan proses bubut tidak hanya menghitung elemen
dasar proses bubut# tetapi juga meliputi penentuan"pemilihan material
pahat berdasarkan material benda kerja# pemilihan mesin# penentuan
%ara pen%ekaman# penentuan langkah kerja" langkah penyayatan dari
a2al benda kerja sampai terbentuk benda kerja jadi# penentuan %ara
pengukuran dan alat ukur yang digunakan.
!. Mat#ria- %ahat
Pahat yang baik harus memiliki sifat-sifat tertentu# sehingga
nantinya dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dan
ekonomis. ,ekerasan dan kekuatan dari pahat harus tetap ada pada
temperatur tinggi# sifat ini dinamakan %ot %ardness. ,etangguhan
1!
(Toughness) dari pahat diperlukan# sehingga pahat tidak akan pe%ah
atau retak terutama pada saat melakukan pemotongan dengan beban
kejut. ,etahanan aus sangat dibutuhkan yaitu ketahanan pahat
melakukan pemotongan tanda terjadi keausan yang %epat.
Penentuan material pahat didasarkan pada jenis material benda
kerja dan kondisi pemotongan (pengasaran# adanya beban kejut#
penghalusan). Material pahat yang ada ialah baja karbon sampai
dengan keramik dan intan. (ifat dari beberapa material pahat
ditunjukkan pada ambar !.1$ .
ambar !.1$. (a) ,ekerasan dari beberapa ma%am material pahat
sebagi fungsi dari temperatur# (b) jangkauan sifat material
pahat
Material pahat dari baja karbon (baja dengan kandungan
karbon 1#)5A) pada saat ini sudah jarang digunakan untuk proses
pemesinan# karena bahan ini tidak tahan panas (melunak pada suhu
$))- 5)) +). Baja karbon ini sekarang hanya digunakan untuk kikir#
bilah gergaji# dan pahat tangan.
Material pahat dari 3(( (%igh Speed Steel) dapat dipilih jenis
M atau *. Benis M berarti pahat 3(( yang mengandung unsur
1$
Molibdenum# dan jenis * berarti pahat 3(( yang mengandung unsur
Tungsten. Beberapa jenis 3(( dapat dilihat pada *abel !.1.
*abel !.1. Benis Pahat 3((
J#ni( 1SS Standart AISI
1SS K'n2#n(i'na-
Molibdenum 3(( M1# M!# M8# M1)
Tungsten 3(( *1# *!
1SS S%#(ia-
Cobald added 3(( M$$# M$6# *1# *5# *6
%igh Vanadium 3(( M$-1# M$-!# M1# *15
%igh %ardness Co 3(( M11# M1!# M1$# M11# M15# M16
Cast 3((
&owdered 3((
Coated 3((
Pahat dari 3(( biasanya dipilih jika pada proses pemesinan
sering terjadi beban kejut# atau proses pemesinan yang sering
dilakukan interupsi (terputus-putus). 3al tersebut misalnya membubut
benda segi empat menjadi silinder# membubut bahan benda kerja hasil
proses penuangan# membubut eksentris (proses pengasarannya).
Pahat dari karbida dibagi dalam dua kelompok tergantung
penggunaannya. Bila digunakan untuk benda kerja besi tuang yang
tidak liat dinamakan cast iron cutting grade . Pahat jenis ini diberi
kode huruf , dan kode 2arna merah. -pabila digunakan untuk
menyayat baja yang liat dinamakan steel cutting grade. Pahat jenis ini
diberi kode huruf P dan kode 2arna biru. (elain kedua jenis tersebut
ada pahat karbida yang diberi kode huruf M# dan kode 2arna kuning.
Pahat karbida ini digunakan untuk menyayat berbagai jenis baja# besi
tuang dan non ferro yang mempunyai sifat ketermesinan yang baik.
11
Contoh pahat karbida untuk menyayat berbagai bahan dapat dilihat
pada *abel !.!.
*abel !.!. Contoh penggolongan pahat jenis karbida dan
penggunaannya
15
2. P#"i-ihan "#(in
Pertimbangan pemilihan mesin pada proses bubut adalah
berdasarkan dimensi benda kerja yang yang akan dikerjakan. ,etika
memilih mesin perlu dipertimbangkan kapasitas kerja mesin yang
meliputi diameter maksimal benda kerja yang bisa dikerjakan oleh
mesin# dan panjang benda kerja yang bisa dikerjakan. 7kuran mesin
bubut diketahui dari diameter benda kerja maksimal yang bisa
dikerjakan (Swing over the bed)# dan panjang meja mesin bubut
("ength of the bed). Panjang meja mesin bubut bukan berarti panjang
maksimal benda kerja yang dikerjakan diantara dua senter. Panjang
maksimal benda kerja maksimal adalah panjang meja dikurangi jarak
yang digunakan kepala tetap dan kepala lepas.
Beberapa jenis mesin bubut dari mesin bubut manual dengan
satu pahat sampai dengan mesin bubut CDC dapat dipilih untuk
proses pemesinan (<ihat <ampiran 1). Pemilihan mesin bubut yang
digunakan untuk proses pemesinan bisa juga dilakukan dengan %ara
memilih mesin yang ada di bengkel (workshop). Dengan
pertimbangan a2al diameter maksimal benda kerja yang bisa
dikerjakan oleh mesin yang ada.
(etelah langkah pemilihan mesin tersebut di atas# dipilih juga
alat dan %ara pen%ekaman"pemasangan benda kerja (<ihat ambar
!.15). Pen%ekaman"pemegangan benda kerja pada mesin bubut bisa
digunakan beberapa %ara. Cara yang pertama adalah benda kerja tidak
di%ekam# yaitu menggunakan dua senter dan pemba2a. Dalam hal ini#
benda kerja harus ada lubang senternya di kedua sisi (ambar !.11).
Cara kedua yaitu dengan menggunakan alat pen%ekam (ambar !.15).
-lat pen%ekam yang bisa digunakan adalah :
a. collet# digunakan untuk men%ekam benda kerja berbentuk silindris
dengan ukuran sesuai diameter %ollet. Pen%ekaman dengan %ara ini
tidak akan meninggalkan bekas pada permukaan benda kerja.
b. *#+a" rahan$ #"%at (untuk benda kerja tidak silindris) . -lat
pen%ekam ini masing-masing rahangnya bisa diatur sendiri-
sendiri# sehingga mudah dalam men%ekam benda kerja yang tidak
silindris.
16
%. *#+a" rahan$ ti$a (untuk benda silindris). -lat pen%ekam ini
tiga buah rahangnya bergerak bersama-sama menuju sumbu
%ekam apabila salah satu rahangnya digerakkan.
d. Fa*# P-at## digunakan untuk menjepit benda kerja pada suatu
permukaan plat dengan baut pengikat yang dipasang pada alur *.
Pemilihan %ara pen%ekaman tersebut di atas# sangat
menentukan hasil proses bubut. Pemilihan alat pen%ekam yang tepat
akan menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas geometris
yang dituntut oleh gambar kerja. Misalnya apabila memilih %ekam
rahang tiga ntuk men%ekam benda kerja silindris yang relatif panjang#
hendaknya digunakan juga senter jalan yang dipasang pada kepala
lepas# agar benda kerja tidak tertekan (ambar !.16).
18
ambar !.11. Benda kerja dipasang diantara dua senter
19
(pindel mesin bubut
collet
Cekam rahang empat
Cekam rahang tiga
'ace plate
ambar !.15. -lat pen%ekam benda kerja
Penggunaan %ekam rahang tiga atau %ekam rahang empat#
apabila kurang hati-hati# akan menyebabkan permukaan benda kerja
terluka. 3al tersebut terjadi misalnya pada 2aktu proses bubut dengan
kedalaman potong yang besar# karena gaya pen%ekaman tidak mampu
menahan beban yang tinggi# sehingga benda kerja tergelin%ir atau
selip. 3al ini perlu diperhatikan terutama pada 2aktu proses
finishing # proses pemotongan ulir# dan proses pembuatan alur.
Beberapa %ontoh proses bubut# dengan %ara pen%ekaman yang
berbeda-beda dapat dilihat pada ambar !.18.
3. P#n#nt&an -an$+ah +#r0a
<angkah kerja dalam proses bubut meliputi persiapan bahan
benda kerja# setting mesin# pemasangan pahat# penentuan jenis
pemotongan (bubut lurus# permukaan# profil# alur# ulir)# penentuan
kondisi pemotongan# perhitungan 2aktu pemotongan# dan
pemeriksaan hasil berdasarkan gambar kerja. 3al tersebut dikerjakan
untuk setiap tahap (jenis pahat tertentu).
14
ambar !.16. Benda kerja yang relatif panjang dipegang oleh
%ekam rahang tiga dan didukung oleh senter putar
Bahan benda kerja yang dipilih biasanya sudah ditentukan
pada gambar kerja baik material maupun dimensi a2al benda kerja.
(eting" penyiapan mesin dilakukan dengan %ara memeriksa semua
eretan mesin# putaran spindel# posisi kepala lepas# alat pen%ekam
benda kerja# pemegangan pahat# dan posisi kepala lepas. 7sahakan
posisi sumbu kerja kepala tetap (spindel) dengan kepala lepas pada
satu garis untuk pembubutan lurus# sehingga hasil pembubutan tidak
tirus.
Pemasangan pahat dilakukan dengan %ara menjepit pahat pada
rumah pahat (tool post). 7sahakan bagian pahat yang menonjol tidak
terlalu panjang# supaya tidak terjadi getaran pada pahat ketika proses
pemotongan dilakukan. Posisi ujung pahat harus pada sumbu kerja
mesin bubut# atau pada sumbu benda kerja yang dikerjakan. Posisi
!)
ambar !.18. Beberapa %ontoh proses bubut dengan %ara
pen%ekam-an"pemegangan benda kerja yang berbeda-beda
ujung pahat yang terlalu rendah tidak direkomendasi# karena
menyebabkan benda kerja terangkat# dan proses pemotongan tidak
efektif (lihat ambar !.19)
ambar !.19. Cara pemasangan pahat bubut : 1) Posisi
ujung pahat pada sumbu benda kerja# !) panjang pahat
diusahakan sependek mungkin
!1
Pahat bubut bisa dipasang pada tempat pahat tunggal# atau
pada tempat pahat yang berisi empat buah pahat (Euick change
inde(ing s)uare turret) . -pabila pengerjaan pembubutan hanya
memerlukan satu ma%am pahat lebih baik digunakan tempat pahat
tunggal. -pabila pahat yang digunakan dalam proses pemesinan lebih
dari satu# misalnya pahat rata# pahat alur# pahat ulir# maka sebaiknya
digunakan tempat pahat yang bisa dipasang sampai empat pahat.
Pengaturannya sekaligus sebelum proses pembubutan# sehingga
proses penggantian pahat bisa dilakukan dengan %epat ()uick change).
4. P#r#n*anaan Pr'(#( "#")&)&t -&r&(
Proses membubut lurus adalah menyayat benda kerja dengan
gerak pahat sejajar dengan sumbu benda kerja. Peren%anaan proses
penyayatan benda kerja dilakukan dengan %ara menentukan arah
gerakan pahat # kemudian menghitung elemen dasar proses bubut
sesuai dengan rumus !.! sampai dengan rumus !.5.
Contoh :
-kan dibuat benda kerja dari bahan Mild (teel ((*$8) seperti ambar
!.!) berikut.
!!
ambar !.14. *empat pahat (tool post) : (a) untuk pahat
tunggal# (b) untuk empat pahat
Peren%anaan proses bubut :
a. Material benda kerja : Mild Steel ( (* $8)# diameter $1 mm F
85 mm
b. Material Pahat : 3(( atau Pahat ,arbida jenis P1) #
pahat kanan. Dengan geometri pahat dan kondisi pemotongan
dipilih dari *abel !.$. ( *abel yang direkomendasikan oleh
produsen mesin bubut) :
a. G /9
o
# H/11
o
# & / $1 m"menit (3(()
b. G /5
o
# H/)
o
# & / 18) m"menit (Pahat karbida sisipan)
%. Mesin yang digunakan: Mesin Bubut dengan ,apasitas diameter
lebih dari 1 in%hi
d. Pen%ekam benda kerja : Cekam rahang tiga. Benda kerja
dikerjakan Bagian : terlebih dulu# kemudian dibalik untuk
mengerjakan Bagian :: ( ambar !.!1)
85
$5
I

$
1
I
!
6
I
$
)
ambar !.!). ambar benda kerja yang akan dibuat
!$
*abel !.$. Penentuan jenis pahat# geometri pahat# &# dan f ( =MC;)
!1
e. Pemasangan pahat : menggunakan tool post (tempat pahat
tunggal) yang tersedia di mesin# panjang ujung pahat dari tool post
sekitar 1) sampai dengan 15 mm# >
r
/ 4$
o
.
f. Data untuk elemen dasar :
1) untuk pahat 3(( : & / $1 m"menit0 f / )#1
mm"putaran# a / ! mm.
!) untuk pahat karbida : & / 18) m"menit0 f / )#1
mm"putaran0 a / ! mm.
g. Bahan benda kerja telah disiapkan (panjang bahan sudah sesuai
dengan gambar)# kedua permukaan telah dihaluskan.
h. Perhitungan elemen dasar berdasarkan rumus !.! J !.5 dan
gambar ren%ana jalannya pahat adalah sebagai berikut
(perhitungan dilakukan dengan software spreadshheet) :
a
1
a
!
5) 5
ambar !.!1. ambar ren%ana pen%ekaman# penya-
yatan# dan lintasan pahat
: ::
!5
,eterangan :
1) Benda kerja di%ekam pada Bagian ::# sehingga bagian
yang menonjol sekitar 5) mm.
!) Penyayatan dilakukan ! kali dengan kedalaman potong
a
1
/ ! mm dan a
!
/ ! mm. Pemotongan pertama
sebagai pemotongan pengasaran (roughing) dan
pemotongan kedua sebagai pemotongan finishing.
$) Panjang pemotongan total adalah panjang benda kerja
yang dipotong ditambah panjang a2alan (sekitar 5
mm) dan panjang lintasan keluar pahat ( sama dengan
kedalaman potong) . erakan pahat dijelaskan seperti
ambar !. !! :
a) erakan pahat dari titik 1 ke titik 1 adalah gerak
maju dengan %epat (rapid)
b) erakan pahat dari titik 1 ke titik ! adalah gerakan
penyayatan dengan f / )#1 mm"putaran
%) erakan pahat dari titik ! ke titik $ adalah gerakan
penyayatan dengan f / )#1 mm"putaran
d) erakan pahat dari titik $ ke titik 1 adalah gerakan
%epat ( dikerjakan dengan memutar eretan
memanjang)
!6
1 !
$ 1
(etelah ren%ana jalannya pahat tersebut di atas kemudian dilakukan
perhitungan elemen dasar pemesinannya. 3asil perhitungan dapat
dilihat pada *abel !.1.
*abel !.1. 3asil perhitungan elemen dasar pemesinan Bagian :
a. Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat HSS)
v !" mm#menit
f $,% mm#putaran
a " mm
a% 2 mm
a2 2 mm
a! .. mm
do !" mm
dm% !$ mm
dm2 2& mm
lt "2 mm
Proses n (rpm) 'f (mm#menit) tc(menit) ((cm
!
#menit)
)ubut rata a% !!*,!* !!,*" %,2" &,*$
)ubut rata a2 !*&,+2 !*,&+ %,$, &,*$
b. Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat Karbida
P10)
v %+$ mm#menit
f $,% mm#putaran
a " mm
a% 2 mm
a2 2 mm
a! .. mm
do !" mm
dm% !$ mm
dm2 2& mm
lt "2 mm
!8
ambar !.!!. ambar ren%ana gerakan dan lintasan
pahat
Proses n (rpm) 'f (mm#menit) tc(menit) ((cm
!
#menit)
)ubut rata a% %&,%,** %&,,%, $,25 !",$$
)ubut rata a2 %,!!,5* %,!,!& $,22 !",$$
Bagian :: :
Benda kerja dibalik# sehingga bagian : menjadi bagian yang
di%ekam seperti terlihat pada ambar !.!$. <intasan pahat sama
dengan lintasan pahat pada ambar !.!! hanya panjang penyayatan-
nya berbeda# yaitu (5)?5?!) mm.
3asil perhitungan elemen dasar pemesinan dapat dilihat pada *abel
!.5 di ba2ah :
a
$
6) 5
ambar !.!$. ambar ren%ana pen%ekaman# penya-
yatan# dan lintasan pahat
:: :
!9
*abel !.5. 3asil perhitungan eleman dasar pemesinan Bagian ::
Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat HSS)
v !" mm#menit
f $,% mm#putaran
a 2 mm
a% .. mm
a2 .. mm
a! 2 mm
do !" mm
dm% !$ mm
dm2 .. mm
lt 5+ mm
Proses n (rpm) 'f (mm#menit) tc(menit) ((cm
!
#menit)
)ubut rata a! !!*,!* !!,*" %,&* &,*$

Perhitungan elemen dasar proses bubut ( untuk pahat Karbida)
v %+$ mm#menit
f $,% mm#putaran
a 2 mm
a% .. mm
a2 .. mm
a! 2 mm
do !" mm
dm% !$ mm
dm2 .. mm
lt 5+ mm
Proses n (rpm) 'f (mm#menit) tc(menit) ((cm
!
#menit)
)ubut rata a! %&,%,** %&,,%, $,!" !",$$

!4
Catatan :
1) Pada prakteknya parameter pemotongan terutama
putaran spindel (n) dipilih dari putaran spindel yang
tersedia di mesin bubut tidak seperti hasil perhitungan
dengan rumus di atas. ,alau putaran spindel hasil
perhitungan tidak ada yang sama (hampir sama)
dengan tabel putaran spindel di mesin sebaiknya dipilih
putaran spindel di ba2ah putaran spindel hasil
perhitungan.
!) -pabila parameter pemotongan n diubah# maka
elemen dasar pemesinan yang lain berubah juga.
$) 'aktu yang diperlukan untuk membuat benda kerja
jadi bukanlah jumlah 2aktu pemotongan (t
%
)
keseluruhan dari tabel perhitungan di atas (*abel !.1
dan *abel !.5). 'aktu pembuatan benda kerja harus
ditambah 2aktu non produktif yaitu :
a) 2aktu penyiapan mesin" pahat
b) 2aktu penyiapan bahan benda kerja (dengan mesin
gergaji# dan mesin bubut yang disetel khusus untuk
membuat bahan benda kerja)
%) 2aktu pemasangan benda kerja
d) 2aktu penge%ekan ukuran benda kerja
e) 2aktu yang diperlukan pahat untuk mundur
(retract)
$)
f) 2aktu yang diperlukan untuk melepas benda kerja
g) 2aktu yang diperlukan untuk mengantarkan benda
kerja (dari bagian penyiapan benda kerja ke mesin).
1) *idak ada rumus baku untuk menentukan 2aktu non
produktif. 'aktu non produktif diperoleh dengan
men%atat 2aktu yang diperlukan untuk masing-masing
2aktu non produktif tersebut.
5) 7ntuk benda kerja tunggal 2aktu penyelesaian suatu
benda kerja lebih banyak dari pada pembuatan massal
(ukuran benda kerja sama dalam jumlah banyak)#
karena 2aktu penyiapan mesin tidak dilakukan untuk
setiap benda kerja yang dikerjakan.
6) 7ntuk proses bubut rata dalam# perhitungan elemen
dasar pada prinsipnya sama dengan bubut luar # tetapi
pada bubut dalam diameter a2al (d
o
) lebih ke%il dari
pada diameter akhir (d
m
).
8) -pabila diinginkan pen%ekaman hanya sekali tanpa
membalik benda kerja# maka bahan benda kerja dibuat
lebih panjang sekitar $) mm. -kan tetapi hal tersebut
akan menyebabkan pemborosan bahan benda kerja jika
membuat benda kerja dalam jumlah banyak.
9) -pabila benda kerja dikerjakan dengan dua senter
( seting seperti ambar !.11)# maka benda kerja harus
diberi lubang senter pada kedua ujungnya. Dengan
demikian 2aktu ditambah dengan 2aktu pembuatan
lubang senter.
4) Pahat karbida lebih produktif dari pada pahat 3((.
5. P#r#n*anaan Pr'(#( "#")&)&t tir&(
$1
Benda kerja berbentuk tirus (taper) dihasilkan pada proses
bubut apabila gerakan pahat membentuk sudut tertentu terhadap
sumbu benda kerja. Cara membuat benda tirus ada beberapa ma%am :
a. Dengan memiringkan eretan atas pada sudut tertentu (ambar
!.!1)# gerakan pahat (pemakanan) dilakukan se%ara manual
(memutar handel eretan atas). Pengerjaan dengan %ara ini
memakan 2aktu %ukup lama# karena gerakan pahat kembali relatif
lama (ulir eretan atas kisarnya lebih ke%il dari pada ulir
transportir).
b. Dengan alat bantu tirus (taper attachment)# pembuatan tirus
dengan alat ini adalah untuk benda yang memiliki sudut tirus
relatif ke%il (sudut sampai dengan K4
o
). Pembuatan tirus lebih
%epat karena gerakan pemakanan (feeding) bisa dilakukan
otomatis (ambar !.!5).
$!
ambar !.!1. Proses membubut tirus luar dan tirus dalam dengan
memiringkan eretan atas# gerakan penyayatan ditunjukkan
oleh anak panah
ambar !.!5. Proses membubut tirus luar dengan bantuan alat
bantu tirus ( Taper attachment)
%. Dengan menggeser kepala lepas (tail stock)# dengan %ara ini
proses pembubutan tirus dilakukan sama dengan proses membubut
lurus dengan bantuan dua senter. Benda kerja tirus terbentuk
karena sumbu kepala lepas tidak sejajar dengan sumbu kepala
tetap (ambar !.!6). 7ntuk %ara ini sebaiknya hanya untuk sudut
tirus yang sangat ke%il# karena apabila sudut tirus besar bisa
merusak senter jalan yang dipasang pada kepala lepas.
$$
ambar !.!6. Bagian kepala lepas yang bisa digeser# dan
pembubutan tirus dengan kepala lepas yang digeser
) 6 . ! ...( .......... .......... .......... .......... ..........
!
("
l
d *
v

=
Perhitungan pergeseran kepala lepas pada pembubutan tirus dijelaskan
dengan gambar dan rumus berikut.
ambar !.!8. ambar benda kerja tirus dan notasi yang digunakan
Pergeseran kepala lepas (&) pada ambar !.!8 di atas dapat dihitung
dengan rumus :
Dimana :
D / diameter mayor (terbesar) 0 mm
d / diameter minor (terke%il)0 mm
l / panjang bagian tirus 0 mm
< / panjang benda kerja seluruhnya0 mm
Penentuan pahat# perhitungan elemen pemesinan# dan
penentuan langkah kerja"jalannya pahat untuk pembuatan benda kerja
tirus analog dengan peren%anaan proses bubut lurus. Perbedaannya
ada pada perhitungan 2aktu pemesinan untuk pembuatan tirus dengan
%ara menggeser sudut eretan atas. 3al ini terjadi karena gerakan pahat
dilakukan se%ara manual sehingga rumus 2aktu pemesinan (t
%
) tidak
dapat digunakan.
$1
6. P#r#n*anaan Pr'(#( "#")&)&t &-ir
Proses pembuatan ulir bisa dilakukan pada mesin bubut. Pada
mesin bubut kon&ensional (manual) proses pembuatan ulir kurang
efisien# karena pengulangan pemotongan harus dikendalikan se%ara
manual# sehingga proses pembubutan lama dan hasilnya kurang
presisi. Dengan mesin bubut yang dikendalikan CDC proses
pembubutan ulir menjadi sangat efisien dan efektif# karena sangat
memungkin membuat ulir dengan kisar (pitch) yang sangat be&ariasi
dalam 2aktu relatif %epat dan hasilnya presisi. Dama- nama bagian
ulir segi tiga dapat dilihat pada ambar !.!9.
7lir segi tiga tersebut bisa berupa ulir tunggal atau ulir ganda.
Pahat yang digunakan untuk membuat ulir segi tiga ini adalah pahat
ulir yang sudut ujung pahatnya sama dengan sudut ulir atau setengah
sudut ulir. 7ntuk ulir metris sudut ulir adalah 6)
o
# sedangkan ulir
'hit2oth sudut ulir 55
o
. :dentifikasi ulir biasanya ditentukan
berdasarkan diameter mayor dan kisar ulir ( *abel !.6). Misalnya ulir
M5F)#9 berarti ulir metris dengan diameter mayor 5 mm dan kisar
(pitch) )#9 mm.
$5
ambar !.!9. Dama- nama bagian ulir
*abel !.6. Dimensi ulir Metris
(elain ulir metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir
+hitworth ( sudut ulir 55
o
). :dentifikasi ulir ini ditentukan oleh
diamater mayor ulir dan jumlah ulir tiap in%hi ( *abel !.8). Misalnya
untuk ulir 'hit2oth $"9L jumlah ulir tiap in%hi adalah 16 (kisarnya
$6
)#)6!5L). 7lir ini biasanya digunakan untuk membuat ulir pada pipa
(men%egah kebo%oran fluida).
*abel !.8. Dimensi ulir +hitworth
(elain ulir segi tiga# pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir
segi empat ( ambar !.!4). 7lir segi empat ini biasanya digunakan
untuk ulir daya. Dimensi utama dari ulir segi empat pada dasarnya
sama dengan ulir segi tiga yaitu : diameter mayor# diameter minor#
kisar (pitch)# dan sudut heliF ( ambar !.!4). Pahat yang digunakan
untuk membuat ulir segi empat adalah pahat yang dibentuk ( diasah)
menyesuaikan bentuk alur ulir segi empat dengan pertimbangan sudut
heliF ulir ( ambar !.!4). Pahat ini biasanya dibuat dari 3(( atau
pahat sisipan dari bahan karbida.
$8
ambar !.!4. 7lir segi empat
a. Pahat &-ir
Pada proses pembuatan ulir dengan menggunakan mesin bubut
manual pertama-tama yang harus diperhatikan adalah sudut pahat.
ambar !.$) ditunjukkan bentuk pahat ulir metris dan alat untuk
menge%ek besarnya sudut tersebut (6)
o
) . Pahat ulir pada gambar
tersebut adalah pahat ulir luar dan pahat ulir dalam. (elain pahat
terbuat dari 3(( pahat ulir yang berupa sisipan ada yang terbuat dari
bahan karbida ( ambar !.$1).
$9
ambar !.$). Pahat ulir metris untuk ulir luar dan ulir dalam
(etelah pahat dipilih# kemudian dilakukan setting posisi pahat
terhadap benda kerja. (etting ini dilakukan terutama untuk menge%ek
posisi ujung pahat bubut terhadap sumbu mesin bubut" sumbu benda
kerja. (etelah itu di%ek posisi pahat terhadap permukaan benda kerja #
supaya diperoleh sudut ulir yang simetris terhadap sumbu yang tegak
lurus terhadap sumbu benda kerja (ambar !.$!).
$4
ambar !.$1. Proses pembuatan ulir luar dengan pahat sisipan
ambar !.$!. (etting pahat bubut untuk proses pembuatan
ulir luar
Parameter pemesinan untuk proses bubut ulir berbeda dengan
bubut rata. 3al tersebut terjadi karena pada proses pembuatan ulir
gerak makan (f) adalah kisar (pitch) ulir tersebut# sehingga putaran
spindel tidak terlalu tinggi ( se%ara kasar sekitar setengah dari putaran
spindel untuk proses bubut rata). Perbandingan harga ke%epatan
potong untuk proses bubut rata (Stright turning) dan proses bubut ulit
(threading) dapat dilihat pada *abel !.9.
*abel !.9. ,e%epatan potong proses bubut rata dan proses bubut ulir
untuk pahat 3((
). Lan$+ah %#nyayatan &-ir
(upaya dihasilkan ulir yang halus permukaannya perlu
dihindari kedalaman potong yang relatif besar. 'alaupun kedalaman
ulir ke%il ( misalnya untuk ulir M1)F1#5 # dalamnya ulir )#4$1 mm)
proses penyayatan tidak dilakukan sekali potong# biasanya dilakukan
penyayatan antara 5 sampai 1) kali penyayatan ditambah sekitar $ kali
penyayatan kosong (penyayatan pada diameter terdalam). 3al tersebut
karena pahat ulir melakukan penyayatan berbentuk .. -gar diperoleh
hasil yang presisi dengan proses yang tidak membahayakan operator
mesin# maka sebaiknya pahat hanya menyayat pada satu sisi saja (sisi
1)
potong pahat sebelah kiri untuk ulir kanan# atau sisi potong pahat
sebelah kanan untuk ulir kiri) . Proses tersebut dilakukan dengan %ara
memiringkan eretan atas dengan sudut !4
o
( ambar !.$$) untuk ulir
metris. (edang untuk ulir -%me dan ulir %a%ing dengan sudut !4
o
#
eretan atas dimiringkan 11#5
o
. Proses penambahan kedalaman potong
(dept of cut) dilakukan oleh eretan atas .
Proses bubut ulir dilakukan dengan %ara :
1) Memajukan pahat pada diameter luar ulir
!) (etting ukuran pada eretan atas menjadi ) mm.
$) *arik pahat ke luar benda kerja# sehingga pahat di luar benda kerja
dengan jarak bebas sekitar 1) mm
11
ambar !.$$. =retan atas diatur menyudut terhadap sumbu tegak
lurus benda kerja dan arah pemakanan pahat bubut
1) -tur handel kisar menurut tabel kisar yang ada di mesin bubut#
geser handel gerakan eretan ba2ah untuk pembuatan ulir
5) Masukkan pahat dengan kedalaman potong sekitar )#1 mm
6) Balankan mesin sampai panjang ulir yang dibuat terdapat goresan
pahat# kemudian hentikan mesin dan tarik pahat keluar
8) Periksa kisar ulir yang dibuat ( ambar !.$1) dengan
menggunakan kaliber ulir (screw pitch gage). -pabila sudah
sesuai maka proses pembuatan ulir dilanjutkan. ,alau kisar belum
sesuai periksa posisi handel pilihan kisar pada mesin bubut.
9) erakkan pahat mundur dengan %ara memutar spindel arah
kebalikan# hentikan setelah posisi pahat di depan benda kerja
(erakan seperti gerakan pahat untuk membuat poros lurus pada
ambar !.!!).
4) Majukan pahat untuk kedalaman potong berikutnya dengan
memajukan eretan atas.
1)) <angkah dilanjutkan seperti no 8) sampai kedalam ulir maksimal
ter%apai.
1!
ambar !.$1. Penge%ekan kisar ulir dengan kaliber ulir
11) Pada kedalaman ulir maksimal proses penyayatan perlu dilakukan
berulang-ulang agar beram yang tersisa terpotong semuanya.
1!) (etelah selesai proses pembuatan ulir# hasil yang diperoleh di%ek
ukuranya ( Diameter mayor# kisar# diameter minor# sudut).
*. P#")&atan &-ir $anda
Pembuatan ulir di atas adalah untuk ulir tunggal. (elain ulir
tunggal ada tipe ulir ganda (ganda dua dan ganda tiga). Pada dasarnya
ulir ganda dan ulir tunggal dimensinya sama# perbedaanya ada pada
pitch dan kisar (ambar !.$5). Pada ulir tunggal pitch dan kisar (lead)
sama. Pengertian kisar adalah jarak memanjang sejajar sumbu yang
ditempuh batang berulir (baut) bila diputar $6)
;
(satu putaran).
Pengertian pitch adalah jarak dua pun%ak profil ulir. Pada ulir kanan
tunggal bila sebuah baut diputar satu putaran maka baut akan bergerak
ke kiri sejauh kisar ( ambar !.$5). -pabila baut tersebut memiliki
ulir kanan ganda dua# maka bila baut tersebut diputar satu putaran
akan bergerak ke kiri sejauh kisar (dua kali pitch).
1$
ambar !.$5. 7lir tunggal# ulir ganda dua dan ulir ganda tiga
Bentuk-bentuk profil ulir yang telah distandarkan ada banyak.
Proses pembuatannya pada prinsipnya sama dengan yang telah
diuraikan di atas. ambar !.$6 berikut ditunjukkan gambar bentuk
profil ulir dan dimensinya.
11
ambar !.$6. Beberapa jenis bentuk profil ulir
15
ambar !.$6. Beberapa jenis bentuk profil ulir (lanjutan)
i. M#")&)&t A-&r
-lur (grooving) pada benda kerja dibuat dengan tujuan untuk
memberi kelonggaran ketika memasangkan dua buah elemen mesin #
membuat baut dapat bergerak penuh# dan memberi jarak bebas pada
proses gerinda terhadap suatu poros ( ambar !.$8). Dimensi alur
ditentukan berdasarkan dimensi benda kerja dan fungsi dari alur
tersebut. Bentuk alur ada tiga ma%am yaitu kotak# melingkar# dan .
(ambar !.$9). 7ntuk bentuk-bentuk alur tersebut pahat yang
digunakan diasah dengan mesin gerinda disesuaikan dengan bentuk
alur yang akan dibuat. ,e%epatan potong yang digunakan ketika
membuat alur sebaiknya setengah dari ke%epatan potong bubut rata.
3al tersebut dilakukan karena bidang potong proses pengaluran relatif
lebar.
Proses yang identik dengan pembuatan alur adalah proses
pemotongan benda kerja (parting). Proses pemotongan ini dilakukan
16
ambar !.$8. -lur untuk : (a) pasangan poros dan lubang# (b)
pergerakan baut agar penuh# (%) jarak bebas proses
penggerindaan poros
ketika benda kerja selesai dikerjakan dengan bahan benda kerja yang
relatif panjang ( ambar !.$4).
18
ambar !.$9. Bentuk alur kotak# melingkar# dan .
ambar !.$4. Proses pemotongan benda kerja
Beberapa petunjuk penting yang harus diperhatikan ketika
melakukan pembuatan alur atau proses pemotongan benda kerja
adalah :
1) Cairan pendingin diberikan sebanyak mungkin.
!) 7jung pahat diatur pada sumbu benda kerja
$) Posisi pahat atau pemegang pahat tepat 4)
o
terhadap sumbu benda
kerja
1) Panjang pemegang pahat atau pahat yang menonjol ke arah benda
kerja sependek mungkin agar pahat atau benda kerja tidak bergetar
5) Dipilih batang pahat yang terbesar
6) ,e%epatan potong dikurangi (5)A dari ke%epatan potong bubut
rata)
8) erak makan dikurangi (!)A dari gerak makan bubut rata)
9) 7ntuk alur aksial# penyayatan pertama dimulai dari diameter
terbesar untuk men%egah berhentinya pembuangan beram.

0. M#")&)&t7 M#")&at Kart#-
19
14