Anda di halaman 1dari 5

A.

LATAR BELAKANG
Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul,
bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan memanfaatkan sumber daya
(dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) dan lain sebagainya yang
digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi yang bernama Persit adalah organisasi yang terdiri atau terbentuk dari
sekumpulan orang yaitu adalah para istri dari seorang tentara. Tetapi bukan berarti karena persit
merupakan organisasi yang terbentuk dari kumpulan istri tentara menjadikan persit ini sangat
terkontrol oleh tentara. Organisasi ini seperti halnya organisasi lain, memiliki tata aturan, visi,
misi, program kerja, pengurus dan segala macam persyaratan yang menjadikan persit menjadi
sebuah organisasi. Walaupun begitu, tetap saja kinerja dari organisasi ini sangat terpengaruh
terhadap otoritas tentara, dan berdampak pada ketaatan dan kepatuhan yang didasarkan oleh
persit untuk tentara.
Ketaatan sendiri adalah bentuk dari kesediaan untuk tunduk kepada hukum atau perintah
atau menerima pernyataan yang dikemukakan oleh pimpinan sebagai hal yang benar. Taat dan
patuh memiliki arti selalu melaksanakan segala peraturan yang ditetapkan. Ketaatan dan
kepatuhan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan mewujudkan ketertiban dan
ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Peraturan yang dibuat harus dilaksanakan secara
bersama-sama sebab peraturan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Ketaatan dan
kepatuhan juga merupakan modal yang utama bagi setiap orang untuk mewujudkan keadilan
masyarakat secara keseluruhan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah bentuk ketaatan istri dari seorang tentara?
2. Apa penyebab keloyalan yang membentuk sifat taat pengurus persit?


C. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan
wawancara mendalam sekaligus membuat catatan lapangan. Subjek dalam wawancara ini adalah
istri-istri dari beberapa anggota tentara yang sekaligus ikut serta menjadi pengurus dalam
organisasi persit atau persatuan istri tentara. Subjek yang diambil adalah subjek yang berada
pada organisasi yang berbeda-beda, dengan maksud bahwa mereka menjadi pengurus persit
dalam kantor atau tempat dinas yang berbeda-beda.
Sebelumnya penulis hanya sekedar berbincang kepada salah seorang subjek dengan
tujuan untuk mengetahui hal apa yang akan diwawancara sebagai topic utama dalam tugas
makalah ini. Setelah mendapatkan bahan dan tema untuk wawancara, penulis langsung membuat
rancangan pertanyaan yang akan diajukan pada subjek. Setelah itu pewawancara datang ke
rumah subjek masing-masing untuk melakukan tanya jawab dengan tujuan mengumpulkan data
sebagai catatan lapangan yang akan diolah menjadi data.
Dari wawancara tersebut didapatkan beberapa data yang langsung diolah menjadi
beberapa kategori sehingga menemukan beberapa rumusan masalah yang di cari oleh penulis
sebagai bahan dalam membuat penelitian grounded research ini.
D. ANALISIS / INTERPRETASI
Dari hasil olahan data yang telah diperoleh penulis dalam wawancaranya dengan istri
tentara, penulis melakukan analisis dengan cara objektif, yaitu istri seorang tentara awalnya
berperilaku taat dikarenakan tuntutan tugas yang mengharuskan istri seorang tentara masuk
dalam organisasi yang disebut dengan persit, tetapi lama kelamaan secara tidak sadar dalam
beberapa kalimat yang mereka utarakan, mereka terlihat seperti sangat membela dan
membanggakan persit tersebut.
Peneliti mendapatkan beberapa data, ternyata seseorang dalam organisasi yang berperan
sebagai pengurus akan sangat loyal kepada ketua dari setiap organisasi persit dalam setiap
tempat dinasnya. Menunjukkan bahwa bentuk ketaatan tidak hanya muncul pada suami tetapi
juga taat kepada jabatan yang dipunyai oleh tentara dalam kehidupan kedinasan. Dan sempat
terucap oleh salah seorang subjek ya kalau ga loyal ya ga bisa jadi pengurus dong, semakin
mengarahkan pada penulis dalam menganalisis bahwa hal-hal tersebutlah yang membantu para
pengurus persit menciptakan rasa taat dalam diri meraka.
E. MANFAAT LAPORAN
Wawancara dan pencatatan hasil lapangan ini dilakukan agar memberi manfaat kepada ilmu
pengetahuan, antara lain:
1. Mampu mengetahui seperti apa bentuk ketaatan yang ditunjukkan oleh istri seorang
tentara
2. Mampu menjelaskan penyebab terjadinya bentuk ketaatan
3. Mampu memberikan program preventif agar tidak memunculkan suatu masalah dalam
masalah ketaatan oleh istri seorang tentara ini
F. LANGKAH / PROSES
1. Data : Data yang diperoleh merupakan catatan hasil wawancara berupa
narrative type yang dicatat oleh penulis apa adanya sesuai dengan pernyataan dari setiap
subjek.
2. Klasifikasi : Data ini merupakan wawancara yang bersifat kualitatif.
3. Interpretasi : Interpretasi dilakukan dengan sistem objektif yang menganalisis data
sesuai dengan subjek yang diwawancarai, yaitu dilihat dari bentuk ketaatannya.
4. General teori : Teori yang digunakan dalam pengamatan ini adalah teori obedience,
yang dapat muncul akibat situasi yang mendukung dalam lingkungan dinas.
G. POPULASI SAMPEL RUANG LINGKUP
Populasi yang digunakan dalam wawancara ini adalah komunitas berupa organisasi
persit di beberapa asrama militer di Surakarta, yang terdiri dari 5 orang istri tentara yang
ikut menjadi pengurus persit yang memiliki rentang usia sekitar 40 sampai 50 tahun. Suami-
suami mereka masih aktif bekerja menjadi seorang tentara, dan anak-anak mereka masih
bersekolah. Pengurus persit ini hanya mengikuti dan aktif dalam organisasi persit dalam
kedinasan tentara.
H. ORIENTASI / ARAH
Orientasi atau arah dalam wawancara ini adalah mampu mengetahui kondisi ketaatan
yang terjadi pada istri-istri beberapa tentaratersebut dan seberapa loyalnya mereka dalam
menjalani kepengurusan organisasi persit merka. Dengan orientasi tersebut maka penulis
sebagai pengamat sekaligus pewawancara dan orang yang mempelajari psikologi
mempunyai rancangan preventif, yaitu:
1. Untuk ibu rumah tangga lainnya yang bukan merupakan anggota maupun pengurus
persit atau organisasi lainnya, diharapkan mampu meniru dan memposisikan diri dengan
baik seperti yang sudah dicontohkan dalam makalah ini.
2. Membuat beberapa study kasus atau sejenis pelatihan kepada ibu rumah tangga yang
lain sehingga dapat menginternalisasi sifat taat.
I. INDICATOR KEBERHASILAN
Dari pengamatan dan hasil wawancara ini indicator keberhasilannya adalah mampu
mengetahui lebih dalam mengenai munculnya latar belakang dari ketaatan dari program
preventif itu komunitas mampu:
1. Memanfaatkan waktu dengan baik
2. Dapat membentuk sikap ketaatan dengan baik
3. Dapat memberikan keloyalan dengansemua anggota dan pengurus persit
4. Mampu mendidik anak-anak mereka dengan ketaatan

GROUNDED RESEACH
KETAATAN ISTRI SEORANG TENTARA
DALAM KEPENGURUSAN PERSIT
Subjek : Psikologi Komunitas
Pengampu : Dra. Tuti Hardjajani, M.Si.




Disusun oleh
ADLY RENDRAHADY WAHYUDI
G0112002


PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014