Anda di halaman 1dari 23

PSIKOTERAPI

Definisi
Psikoterapi ialah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang
dilakukan oleh seorang yang terlatih dalam hubungan profesional secara suka rela, dengan
maksud hendak menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala yang ada,
mengoreksi perilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara
positif. Dalam psikoterapi, hubungan pasien-dokter serta pengenalan pemindahan dan hambatan
adalah sangat penting.
Psikoterapi merupakan suatu seni, dan terapis yang baik dapat membuat perbedaan yang
bermakna. Secara umum, Anda harus mencari terapi yang cocok untuk setiap pasien (yaitu,
pasien akan merasa nyaman dengan suatu jenis terapi tertentu dan juga terapisnya). Pasien-
pasien menolak untuk diberi psikoterapi kecuali mereka merasa mendapat keuntungan dan dapat
melakukan toleransi terhadap hal-hal yang dilakukan angka gugur (drop out) dapat cukup tinggi.
!etapi indi"idual merupakan yang paling banyak digunakan dan jenisnya sangat ber"ariasi
terapi kelompok, keluarga dan perka#inan penggunaannya juga cukup luas.
$
Memilih Psikoterapi yang sesuai
Pemilihan terapi yang sesui tidak hanya didasarkan pada diagnosis. !idak terdapat metode %
buku masakan % sederhana untuk menempatkan seorang indi"idu dengan diagnosis spesifik ke
dalam modalitas pengobatan yang sesuai. &eberapa factor disamping diagnosis , perlu
dipertimbangkan dengan seksama. %'asalah pasien perlu dipandang dalam konteks
kemungkinan penyakit mental bedasarkan biologis dan dunia intrapsikisnya, gaya kepribadian,
kesukaran perilaku dan factor sosiokultural. (adi dua indi"idu pada kategori yang sama pada
seluruh aksis DS' )))-* dapat merupakan orang yang sama sekaligus berbeda dan memerlukan
inter"ensi terpeutk yang berbeda.
+
(ules 'asserman ( dalam ,arasu -./ ) telah menulis pengobatan komprehensif secara ekskuisit
disesuaikan dengan umur, keadaan fisik, pendidikan , tingkat intelektual, status keluarga dan
ekonomi, orientasi budaya dan agama, talenta khusus dan petensialitas indi"idu, sasaran
pengobatan dan banyak factor kemungkinan lain. &agaimana setiap terapis bertindak sebagai
klinisi, Ombudsman , dan mentor filosofik, mengkombinasikan unsur berbagai parameter
pengaruh merupakan keahlian terapeutiknya yang unik. Analisis "ector saling terkait dari
pengaruh fisik social dan metapsikologik kemudian dapat mengarah pada rasional yang lebih
komprehensif untuk, dan penerapan yang lebih spesifik dan efektif, dari berbagai modalitas terap
psikiatrik
+
.
Psikoterapi merupakan hubungan ditambah satu kombinasi tekhnik dari inter"ensi psikodinamik
hingga psikofarmakologik. ,arena psikoterapi dari berbagai kelompok terapi menjadi labih
berpengalaman apa yang sebenarnya mereka lakukan dalam terapi menjadi semakin mirip. 0nsur
1 unsur psikoterapik dapat dipilih untuk masing 1 masing pasien dan dimodifikasi dengan
berlanjutnya terapi. 2iri 1 ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapeutik, keadaan
mental dan kebutuhan pasien. Psikoterapi ditandai dengan tujuan, lingkungan, format, jad#al
#aktu, tekhnik dan penggunaan bersamaan modalitas terapeutik lain.
+
a. PSIKOANAISIS
Psikoanalisis dimulai dengan pengobatan pasien dengan hipnosis. Di tahun -..- Anna 3,
seorang #anita muda neurotik yang menderita gangguan "isual dan motorik yang multipel dan
perubahan kesadaran, diobati oleh dokter ahli penyakit daiam dari 4ienne, (osef &reuer. )a
mengamati bah#a gejala pasien menghilang jika ia mengekspresikannya secara "erbal saat
dihipnosis. Sigmeun 5reud dan &reuer menggunakan tehknik secara bersama, mereka
mendorong pasiennya untuk berkonsentrasi dengan mata tertutup pada ingatan masa lalu yang
berhubungan dengan gejala mereka. 'etoda konsentrasi tersebut akhirnya menjadi teknik
asosiasi bebas. 5reud menginstruksikan pasiennya untuk mengatakan apa saja yang datang ke
dalam pikirannya, tanpa menyensor pikiran mereka. 'etoda ini masih sering digunakan sekarang
dan merupakan salah satu ciri psikoanalisis, melalui mana pikiran dan perasaan yang berada
dalam alam ba#ah sadar diba#a ke dalam alam sadar.
/
Dalam !he )nterpretation of Dre#ns 5reud menjelaskan model topografik dan pikiran yang
terdiri dari alam sadar (conscious), alam prasadar (preconscious), dan alam ba#ah dasar
(unconscious). Pikiran sadar dianggap sebagai kesiagaan. Prasadar, di mana pikiran dan perasaan
mudah masuk ke kesadaran, dan ba#ah sadar, di mana pikiran dan perasaan tidak dapat disadari
tanpa mele#ati tahanan yang kuat. &a#ah sadar mengandung bentuk fungsi pikiran non"erbal
dan membangkitkan mimpi, parapraksis (lidah terpeleset), dan gejala psikologis. Psikoanalisis
menekankan konflik antara dorongan ba#ah sadar dan pertimbangan moral yang dimiliki pasien
terhadap impuls mereka. ,onflik tersebut menyebabkan fenomena represi, yang dianggap
sebagai patologis. Asosiasi bebas memungkinkan ingatan yang terepresi diungkapkan kembali
dan dengan demikian berperan dalam penyembuhan.
/
Tu!uan
,ebutuhan utama untuk psikoanalisis adalah integrasi bertahap material yang sebelumnya
direpresi ke dalam struktur kepribadian total. !ugas anlisis pada a#alnya adalah mempersiapkan
pasien untuk menghadapi material yang menimbulkan kecemasan yang telah diungkapkan.
Pasien diajarkan untuk menyadari pikiran dan perasaannya yang paling dalam dan untuk
mengenali resistensi alami dan kemauan atau kemampuan pikiran untuk menghadapi secara
langsung material psikis yang mencemaskan. Pasien dan ahli analisis jarang mengikuti jalur
langsung ke tilikan.
/
Psikoterapi terbagi secara kasar dalam tiga golongan yang besar menurut tujuannya, yaitu6
7
-. untuk membuat orang bahagia dan sejahtera
$. untuk membuat orang mengetahui dan mengerti
+. untuk membuat orang bertindak harmonis dan memuaskan dengan lingkungannya
inkungan Analisis
8ingkungan analisis yang biasanya adalah pasien berbaring pada dipan atau sofa dan ahli analisis
duduk di sebelahnya, sebagian atau sama sekali di luar lapangan pandang pasien. Dipan
membantu ahli analisis menimbulkan regresi terkendali yang mempermudah timbulnya material
yang rerepresi. Posisi pasien yang berbaring dengan kehadiran ahli analisis yang penuh perhatian
hampir selalu menciptakan kembali secara simbolik situasi orang tua anak pada kehidupan a#al,
yang ber"ariasi dari satu pasien ke pasien lain. Posisi juga me#bantu pasien memusatkan
perhatian pada pikiran, perasaan, dan khayalan dalam, yang selanjutnya dapat menjadi pusat
asosiasi bebas.
/
Peranan AhIi Analisis
)dealnya, ahli analisis yang telah menjalani psikoanalisis pribadi sebagai bagian dan latihan
mereka mampu untuk mempertahankan sikap objekti"itas atau netralitas yang kepada pasien,
mencoba untuk tidak menanamkan kepribadian atau sistem nilai dirinya sendiri.
/
ama Terapi
Pasien dan ahli psikoanalisis harus siap untuk terlibat dalam proses untuk jangka #aktu yang
tidak ditentukan. Psikoanalisis mernbutuhkan #aktu antara tiga dan enam tahun, kadang-kadang
lebih lama. Sesion biasanya dilakukan empat atau lebih dalarn seminggu masing-masingnya
selama /9 sampai 9: menit. &eberapa analisis dilakukan dengan frekuensi yang lebih jarang dan
dengan sesion yang ber"aniasi dan $: saiupai +: menit.
/
Meto"aTerapi
Aturan dasar psikoanalisis adalah bah#a pasien setuju untuk jujur sepenuhnya terhadap ahli
analisis dan menceritakan segala sesuatu tanpa pilih-pilih. 5reud menarnakan teknik yang
memungkinkan kejujuran tersebut sebagai asosiasi bebas.
Asosiasi #e#as. Dalam asosiasi bebas, pasien mengatakan segala sesuatu yang datang ke
dalam pikirannya tanpa adanya penyensoran, terlepas dan apakah mereka rasakan pikiran
tersebut tidak dapat diterima atau memalukan, itu tidak penting. Asosiasi dipimpin oleh
tiga jenis tenaga ba#ah sadar6 konflik patogenik neurosis, keinginan untuk sembuh, dan
keinginan untuk menyenangkan ahli analisis. Peranan antara faktor-faktor tersebut
menjadi kompleks. Sebagai contohn"a, suatu pikiran atau impuls yang tidak dapat
diterima bagi pasien dan yang merupakan bagian dan neurosisnya dapat bertentangan
dengan harapan mereka untuk menyenangkan ahli analisis, yang, mereka anggap, juga
merasakan impuls sebagai tidak dapat ditenima. !etapi jika pasien mengikuti aturan
dasar, mereka dapat mengatasi tahanan.
/,9
Perhatian mengalir #e#as $free%floating attention&. (a#aban ahli analisis terhadap
asosiasi bebas pasien adalah cara mendengarkan yang khusus, yang dinamakan perhatian
mengalir bebas. Ahli analisis membiarkan asosiasi pasien menstimulasi asosiasi mereka
sendiri dan dengan demikian mampu untuk melihat tema dalam asosiasi bebas pasien
yang mungkin dicerminkan kembali kepada pasien kemudian atau pada beberapa #aktu
kemudian. Perhatian ahli analisis yang cermat kepada pengalaman subjektifnya sendini
adalah bagian yang tidak dapat diterima dari analisis.
/
Aturan a#stinensi. Dengan mengikuti aturan abstinensi, pasien mampu menunda
pemuasan tiap keinginan instinktual seperti membicarakannya dalam terapi. ,etegangan
yang ditimbulkan menghasilkan asosiasi rele"an yang digunakan oleh ahil analisis untuk
meningkatkan kesadaran pasien. Aturan tersebut tidak dimaksudkan abstinensi seksual,
tetapi, dengan tidak mengijinkan lingkungan terapi memuaskan harapan infantil pasien
akan cinta dan kasih sayang.
/
Proses Analitik
Transferensi pertama kali dijelaskan oleh 5reud dan mempermasalahkan perasaan dan perilaku
pasien terhadap ahli analisis yang didasarkan pada keinginan infantil pasien terhadap orang tua
atau tokoh orang tuanya. Perasaan tersebut adalah tidak disadari tetapi diungkapkan dalam
neurosis transferensi, di mana pasien berjuang untuk mernuaskan harapan infantil ba#ah sadar
mereka melalui ahli analisis. !ransferensi dapat positif, di mana ahli analisis perlu dilihat sebagai
orang dengan nilai, kemampuan, dan karakter yang luar biasa atau dapat negatif, di mana ahli
analisis menjadi per#ujudan apa yang dirasakan atau ditakuti pasien dan tokoh parental pada
masa lalu. !ransferensi negatif dapat diekspresikan dan dialami dalam cara yang sangat labil dan
berubah-ubah, khususnya pada pasien dengan kepribadian yang digambankan sebagai ambang
atau narsistik. ,edua situasi tersebut mencerminkan kebutuhan pasien untuk mengulangi konflik
pada masa anak 1 anak yang belum terpecahkan. Peranan ahli analisis adalah meinbantu pasien
mendapatkan kembali tilikan yang sesungguhnya tentang distorsi transferensi dan, melalui
tilikan, meningkatkan kemampuan pasien untuk memuaskan hubungan yang didasarkan pada
harapan yang matang dan realistik, bukannya khayalan yang irasional dan masa anak-anak.
/,9
Interpretasi. Dalam psikoanalisis, ahli analisis menjelaskan pada pasien tentang interpretasi
peristi#a psikologis yang sebelumnya tidak dimengerti oleh pasien atau tidak berarti bagi pasien.
)nterpretasi harus tepat #aktunya. Ahli analisis mungkin memiliki suatu rumusan di dalam
pikirannya, tetapi pasien mungkin tidak siap untuk menghadapinya secara langsung karena
berbagai faktor, seperti tingkat kecemasan, transferensi negatif, dan stress kehidupan eksternal.
Ahli analisis mungkin memutuskan untuk menunggu sampai pasien dapat mengerti interpretasi
secar; lengkap. <aktu interpretasi yang tepat rnemerlukan keterampilan kilnis yang besar.
/
Transferensi balik (countertransference).Seperti istilah %transferensi= digunakan untuk
mencakup keseluruhan rentang perasaan pasien untuk dan terhadap ahli analisis, %transferensi
balik= mencakup spektrum luas reaksi analisis terhadap pasien. !ransferensi balik memi>iki
komponen ba#ah sadar yang didasarkan pada konflik yang tidak disadari oleh ahli analisis.
)deailnya, ahli analisis harus menyadari masalah transferensi balik, yang dapat mengganggu
kemampuan ahli analisis untuk tetap terpisah dan objektif. Ahli analisis harus menghilangkan
halangan tersebut dengan analisis lebih lanjut atau analisis diri sendiri, !etapi, pada beberapa
pasier atau kelompok pasien, ahli analisis tertentu tidak berfungsi dengan baik, dan dokter yang
berpengalainan, yang menyadari kenyataan tersebut, merujuk pasien tertentu kepada seja#atnya.
/
Ikatan terapetik. Di sampiig masalah transferensi dan transferensi balik, suatu hubungan nyata
antara ahli analisis dan pasien melibatkan dua orang de#asa yang memasuki kerja sama,
dinamakan sebagai ikatan terapetik atau kerja. ,eduanya mempersiapkan dirinya sendiri untuk
menggali masalah pasien, untuk menegakkan kepercayaan yang saling menguntungkan, dan
untuk bekerja sama satu sama lain urtuk mencapai tujuan kesembuhan yang realistik atau
meaghilangkan gejala.
/
Resistensi 5reud percaya bah#a gagasan atau impuls ba#ah sadar adalah direpresikan dan
dicegah supaya tidak memasuki kesadaran karena ha> tersebut adalah tidak dapat diterima bagi
kesadaran karena suatu alasan. )a memainkan fenomena tersebut sebagai resistensi, yang perlu
diatasi jika analisis berjalan. *esistensi kadang-kadang merupakan proses sadar yang
dimanifestasikan dengan menahan informasi yang rele"an.
/
In"ikasi Terapi
)ndikasi utama psikoanalisis adalah konflik psikologis yang berlangsung lama yang telah
menimbulkan gejala atau gangguan. ?ubungan antara konflik dan gejala rnungkin langsung atau
tidak langsung. Psikoanalisis dianggap efektif dalam mengobati gangguan kecemasan tertentu,
seperti fobia dan gangguan obsesif-kompulsif, gangguan depresif ringan (gangguan distimik),
beberapa gangguan kepribadian, dan beberapa gangguan pengendalian impuls dan gangguan
seksual. !etapi, lebih penting dari diagnosis adalah kemampuan pasien untuk membentuk
persetujuan analitik dan mempertahankan komitmen terhadap proses analitik yang semakin
dalam yang memba#a perubahan internal melalui peningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri.
5reud percaya bah#a pasien juga mampu membentuk perlekatan transferensi yang kuat kepada
ahli analisis (dinamakan neurosis transferensi), tanpanya analisis tidak dimungkinkan. ?al
tersebut mengecualikan sebagian besar pasien psikotik karena kesulitan mereka dalam
membentuk ikatan afektif dan realistik yang penting untuk perkembangan dan resolusi neurosis
transferensi. @go pasien dalam analisis harus mampu mentoleransi frustrasi tanpa berespon
dengan suatu bentuk penentangan (acting out) yang serius atau pindah dan satu pola patologis ke
pola lain. ?al tersebut mengecualikan sebagian besar pasien ketergantungan obat, yang dianggap
tidak mampu karena ego mereka tidak mampu menoleransi frustrasi dan kebutuhan emosional
dan psikoanalisis.
/
Kontrain"ikasi Terapi
&erbagai kontraindikasi untuk psikoanalisis adalah relatif, tetapi masing-masingnya harus
dipertimbangkan sebelum melakukan terapi.
0sia. &iasanya, hanyak ahli analisis percaya bah#a sebagian besar orang de#asa yang
berusia di atas /: tahun tidak memiliki fleksibilitas yang cukup untuk perubahan. !etapi
yang lebih penting dari usia adalah kapasitas pasien indi"idual untuk introspeksi secara
bijaksana dan keinginan untuk berubah. 2alon ideal ;dalah biasanya de#asa muda, anak
1 anak tidak mampu mengikuti aturan asosiasi bebas.
Pasien juga harus cukup cerdas untuk mengerti prosedur dan untuk bekerja sama dalam
proses.
,linisi dan peneliti percata bah#a pasien dengan gangguan kepribadian anti social adalah
prediktor paling negatif dari respon psikoterapi.
Pada pasien dengan keterbatasan #aktu dapat dipertimbangkan terapi lain.
Analisis dengan sifat hubungan teman, saudara dan kenalan di kontraindikasikan karena
mengganggu transferensi dan objektifitas ahli analisis.
/
'asil Terapi
Analisis membantu menurunkan kekuatan konflik dan membantu menemukan cara yang dapat
diterima untuk menghadapi impuls yang tidak dapat diturunkan. !ujuan akhir adalah
menghilangkan gejala, dengan demikian meningkatkan kemampuan pasien untuk bekerja,
bersenang 1 senang dan mengerti diri sendiri. Psikoanalisis dianggap efektif pada beberapa
keadaan untuk banyak gangguan.
/
#. PSIKOTERAPI PSIKOANAITIK
Psikoterapi psikoasialitik adalah terapi yang didasarkan pada rumusan psikoanalitik yang telah
dimodifikasi secara konseptual dan teknik. !idak seperti psikoanalisis, yang sebagian
permasalahan akhirnya mengungkapkan dan bekerja selanjutnya melalui konflik infantil saat
timbul dalam neurosis transferensi, psikoterapi psikonalitik memusatkan perhatian pada konflik
pasien sekarang dan pola dinamika sekarang yaitu, analisis masalah pasien dengan orang lain dan
dengan dirinya sendiri. (uga tidak seperti psikoanalisis, yang sebagai tekniknya menggunakan
asosiasi bebas dan analisis neurosis transferensi, psikoterapi psikoanalitik ditandai dengan teknik
#a#ancara dan diskusi yang jarang menggunakan asosiasi bebas, Dan sekali lagi tidak seperti
psikoanalisis, psikoterapi psikoanalitik biasanya mcmbatasi kerjanya pada transferensi dengan
suatu diskusi reaksi pasien terhadap dokter pskiatrik dan orang lain.
/
Teknik Terapi
Pada psikoterapi psikoanalitik pasien dan ahli terapi biasanya saling bertatap-tatapan satu sama
lainnya, yang membuat ahli terapi terlihat nyata dan bukan mernpakan kumpulan khayaian yang
diproyeksikan. !ipe terapi ini jauh lebih fleksibel dibandingkan. psikoanalisis, dan dapat lebih
sering digunakan bersarna-sama dengan medikasi psikotropik dibandingkan psikoanalisis.
Psikoterapi psikoanalitik dapat terentang dari #a#ancara suportif tunggal, memusatkan pada
masalah yang sekarang dan menekan, sampal terapi selama bertahun-tahun, dengan satu sampai
tiga #a#ancara dalam seminggu dengan lama yang ber"aniasi. &erbeda dengan psikoanalisis,
psikoterapi psikoanalitik mengobati sebagian besar gangguan yang dalam bidang psikopatologi.
/
Tipe
Psikoterapi #erorientasi tilikan
!ilikan adalah pengertian pasien tentang fungsi psikologisnya dan kepribadiannya. 0ntuk
mencapai tilikan, klinisi harus menyebutkan bidang atau tingkat pengertian atau pengalaman di
mana pasien berada, Penekanan dokter psikiatrik pada terapi berorientasi tilikan (juga disebut
terapi ekspresif dan psikoterapi psikoanalitik intensif) adalah pada nilai di mana pasien menggali
sejumlah tilikan baru ke dalam dinamika perasaan, respon, perilaku sekarang dan khususnya,
hubungan mereka sekarang dengan orang lain. Dalam lingkup yang lebih sempit penekanan
adalah pada nilai untuk mengembangkan tilikan ke dalam respon pasien terhadap ahli terapi dan
respon pada masa anak 1 anak. !erapi berorientasi tilikan adalah terapi yang terpilih untuk
seorang pasien yang meniiliki kekuatan ego yang adekuat tetapi, karena satu dan lain alasan,
tidak dapat atau tidak boleh menjalani psikoanalisis.
/
@fekti"itas terapi tidak tergantung semata-mata pada tilikan yang dikembangkan atau digunakan.
*espon terapi pasien juga didasarkan pada faktor 1 faktor tertentu seperti pengungkapan
perasaaan dalam suasana yang tidak menghakimi tetapi memiliki batas-batas, identifikasi dengan
ahli terapi, dan faktor hubungan lainnya. ?ubungan terapetik tidak memerlukan suatu
penerimaan tanpa pilih 1 pilih sama sekali terhadap apa yang dikatakan dan dilakukan pasien.
,adang 1 kadang ahli terapi harus menginter"ensi sisi ego yang relatif lemah dengan
memberikan bukti-bukti yang tidak dapat disanggah sehingga pasien dapat mencoba untuk
mencapai penyesuaian yang lebik baik atau dengan menentukan batas yang realistik untuk
perilaku maladaptif pasien.
/
Psikoterapi suportif
Psikoterapi suportif (juga disebut psikoterapi berorientasi hubungan) mena#arkan dukungan
kepada pasien oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacauan atau
dekompensasi sementara. Pendekatan ini juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan
memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. 2ara ini
memberikan suatu periode penerimaan dan ketergantungan bagi pasien yang membutuhkan
bantuan untuk menghadapi rasa bersalah, malu dan kecemasan dan dalam menghadapi frustasi
atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.
/
!erapi suporttif menggunakan sejumlah metoda, baik sendiri-sendiri atau konbinasi, termasuk 6
kepemimpinan yang kuat, hangat, dan ramah
pemuasan kebutuhan tergantungan
mendukung perkembangan kemandirian yang sah pada akhirnya
membantu mengembangkan sublimasi yang menyenangkan (sebagai contohnya, hobi)
istirahat dan penghiburan yang adekuat
menghilangkan ketegangan eksternal yang berlebihan.jika mungkin
pera#atan di rumah sakit jika diindikasikan
medikasi untuk menghilangkan gejala
bimbingan dan nasehat dalam menghadapi masalah sekarang. 2ara ini rnenggunakan
teknik yang membantu pasien merasa aman, diterima, terlindungi, terdorong dan tidak
merasa cemas.
/
Psikoterapi suportif cocok untuk berbagai penyakit psokogenik. !erapi ini dapat dipilih jika
penilaian diagnostic menyatakan bah#a proses kematangan yang bertahap didasarkan pada
perluasan sasaran baru untuk identifikasi, adalah jalan yang paling menjanjikan untuk perbaikan.
Semua dokter kiranya harus dapat melakukan psikoterapi suportif jenis 6 katarsis, persusi,
sugesti, penjaminan kembali, bimbingan dan penyuluhan (konseling). 3leh karena itu, hal ini
akan dibicarakan secara singkat di ba#ah ini.
Ventilasi atau katarsis ialah membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya. Sesudahnya
biasanya ia merasa lega dan kecemasannya (tentang penyakitnya) berkurang, karena ia lalu dapat
melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya. ?al ini dibantu oleh dokter dengan sikap
yang penuh pengertian (empati) dan dengan anjuran. (angan terlalu banyak memotong bicaranya
(menginterupsi). Aang dibicarakan ialah kekha#atiran, impuls-impuls, kecemasan, masalah
keluarga, perasaan salah atau berdosa.
$
Persuasi ialah penerangan yang masuk akal tentang timbulnya gejala-gejala serta baik-baiknya
atau fungsinya gejala-gejala itu. ,ritik diri sendiri oleh pasien penting untuk dilakukan. Dengan
demikian maka impuls-impuls yang tertentu dibangkitkan, diubah atau diperkuat dan impuls-
impuls yang lain dihilangkan atau dikurangi, serta pasien dibebaskan dari impuls-impuls yang
sangat menganggu. Pasien pelan-pelan menjadi yakin bah#a gejala-gejalanya akan hilang.
$
Sugesti ialah secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau
membangkitkan kepercayaan padanya bah#a gejala-gejala akan hilang. Dokter sendiri harus
mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas profesional serta menunjukkan empati. Pasien
percaya pada dokter sehingga kritiknya berkurang dan emosinya terpengaruh serta perhatiannya
menjadi sempit. )a mengharap-harapkan sesuatu dan ia mulai percaya. &ila tidak terdapat
gangguan kepribadian yang mendalam, maka sugesti akan efektif, umpamanya pada reaksi
kon"ersi yang baru dan dengan konflik yang dangkal atau pada neurosa cemas sesudah
kecelakaan.
$
Sugesti dengan aliran listrik (faradisasi) atau dengan masasi kadang-kadang juga menolong,
tetapi perbaikan itu cenderung untuk tidak menjadi tetap, karena pasien menganggap pengobatan
itu datang dari luar dirinya. (adi sugesti harus diikuti dengan reeduksi. Anak-anak dan orang
dengan inteligensi yang sedikit kurang serta pasien yang berkepribadian tak matang atau histerik
lebih mudah disugesti. (angan memaksa-maksa pasien dan jangan memberikan kesan bah#a
dokter menganggap ia membesar-besarkan gejalanya. (angan menganggu rasa harga diri pasien.
Pasien harus percaya bah#a gejala-gejalanya akan hilang dan bah#a tidak terdapat kerusakan
organik sebagai penyebab gejala-gejala itu. )a harus diyakinkan bah#a bila gejala-gejala itu
hilang, hal itu terjadi karena ia sendiri mengenal maksud gejala-gejala itu dan bah#a timbulnya
gejala itu tidak logis.
$
Penjaminan kembali atau reassurance dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu
dan pertanyaan yang hati-hati, bah#a pasien mampu berfungsi secara adekuat (cukup, memadai).
Dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau dengan menekankan pada apa yang
telah dicapai oleh pasien.
$
Bimbingan ialah memberi nasehat-nasehat yang praktis dan khusus (spesifik) yang berhubungan
dengan masalah kesehatan (ji#a) pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya, umpamanya
tentang cara mengadakan hubungan antar manusia, cara berkomunikasi, bekerja dan belajar, dan
sebagainya.
$
Penyuluhan atau konseling (counseling) ialah suatu bentuk #a#ancara untuk membantu pasien
mengerti dirinya sendiri lebih baik, agar ia dapat mengatasi suatu masalah lingkungan atau dapat
menyesuaikan diri. ,onseling biasanya dilakukan sekitar masalah pendidikan, pekerjaan,
pernikahan dan pribadi.
$
Kerja kasus sosial (social case#ork) secara tradisional didefinisikan sebagai suatu proses
bantuan oleh seorang yang terlatih (pekerja sosial atau social #orker) kepada seorang pasien
yang memerlukan satu atau lebih pelayanan sosial khusus. 5okusnya ialah pada masalah luar
atau keadaan sosial dan tidak (seperti pada psikoterapi) pada gangguan dalam indi"idu itu
sendiri. !idak diadakan usaha untuk mengubah pola dasar kepribadian, tujuannya ialah hanya
hendak menangani masalah situasi pada tingkat realistik (nyata).
$
Terapi kerja dapat berupa sekedar memberi kesibukan kepada pasien, ataupun berupa latihan
kerja tertentu agar ia terapil dalam hal itu dan berguna baginya untuk mencari nafkah kelak.
$
(. PSIKOTERAPI KEOMPOK
Psikoterapi kelompok adalah terapi di mana orang yang memiliki penyakit emosional yang telah
dipilih secara cermat ditempatkan ke dalam kelompok yang dibimbing oleh ahli terapi yang
terlatih untuk membantu satu sama lainnya dalarn menjalani perubahan kepribadian. Dengan
menggunakan berbagai manu"er teknik dan gagasan teoritis, pembimbing menggunakan
interaksi anggota kelompok untuk membuat perubahan tersebut.
Psikoterapi kelompok meliputi spektruin terapi teoritik dalam psikiatri suportif, terstruktur,
terbatas #aktu (sebagai contohnya, kelornpok dengan orang psikotik yang kronis), kognitif
perilaku, interpersonal, keluarga, dan kelompok berorientasi analitik. Dua kekuatan utama terapi
kelompok, jika dibandingkan dengan terapi indi"idual, adalah (-) kesempatan untuk
mendapatkan umpan balik segera dan teman sebaya pasien dan ($) kesempatan bagi pasien dan
ahli terapi untuk mengobser"asi respon psikologis, emosional, dan perilaku pasien terhadap
berbagai orang, mendapatkan berbagai transferensi.
/
)er#agai #entuk terapi kelompok
Baya ,epemimpinan
Pemimpin berperan sebagai konsultan yang diangkat oleh anggota kelompok, di mana
pemimpinnya sangat aktif, mengarahkan dan terlibat pada sebagian besar interaksi dalam
kelompok. Pemimpin dapat mengurus anggota yang berbeda dan berinteraksi dengan mereka
sebagaimana ia melakukan terapi perorangan. Pemimpin juga dapat berperan sebagai
konsultan yang di angkat oleh anggota kelompok di mana sebagian interaksi dan inisiatif terletak
pada anggota kelompok.
5okus dan sasaran
,elompok dapat berbeda dalam focus dan sasarannya, sesuai dari tujuan masing - masing,
contoh dalam pendidikan, ketrampilan tertentu
,eanggotaan kelompok
,elompok dapat berbeda dalam berat dan sifatnya penyakit psikologik anggota. Dapat
diciptakan kelompok yang homogen dalam masalahnya dan gejala utama dari anggotanya.
,elompok dapat juga heterogen dalam masalah dn sifat demografiknya.
Struktur ,elompok
,elompok dapat berbeda dalam parameter organisasinya, dari mulai frekuensi pertemuan,
pembahasan masalah, keanggotaan kelompok yang terbuka atau tertutup dan ukuran atau
jumlah anggota kelompok.
3rientasi !eoritis
,elompok dapat ber"ariasi dari segi orientasi teoritis. !erdapat teori orientasi eksistensial dari
terapi gestal, penekanan interaksi antar pribadi, orientasi psikoanalitik dari kelompok yang
dijalankan melalui psikoanalisis, dan lain 1 lain
$
.
Klasifikasi
&anyak klinisi bekerja di dalam kerangka referensi psikoanalitik, !eknik terapi lain adalah terapi
kelompok transaksional, terapi kelompok perilaku, terapi kelompok Bestalt yang diciptakan dan
teori 5rederic Pens dan memungkinkan pasien untuk mengabreaksikan dan mengekspresikan
dirinya sendiri secara penuh, psikoterapi kelompok berpusat klien (client-centered group
psychotherapy), yang dikernbangkan oleh 2arl *oger dan didasarkan pada ekspresi perasaan
yang tidak mengadili dari anggota kelompok.
/
Pemilihan Pasien
0ntuk menentukan kecocokan pasien untuk psikoterapi kelompok, ahli terapi memerlukan
sejumlah besar informasi, yang digali dan #a#ancara skrining. Dokter psikiatrik harus menggali
ri#ayat psikiatrik dan melakukkan pemeriksaan.
Pasien dengan kecemasan kekuasaan mungkin dapat bekerja atau tidak dalam terapi kelompok.
!etapi mereka seringkali mereka menjadi baik di dalam lingkungan kelompok di banding
lingkungan indi"idu. Pasien dengan cemas kekuasaan yang cukup besar mungkin terhambat,
cemas, menentang, dan tidak mau mengatakan pikiran dan perasaannya di dalam lingkungan
indi"idual, biasanya karena meraa takut akan kecaman atau penolakan dan ahli terapi.
Pasien dengan kecemasan teman sebaya dengan gangguan kepribadian ambang dan skiCoid,
yang memiliki hubungan destruktif dengan teman sebayanya atau yang terisolasi secara ekstrim
dan kontak teman sebaya biasanya beraksi secara negatif atau cemas jika ditempatkan dalain
lingkungan kelompok. !etapi, jika pasien tersebut dapat menghilangkan kecemasannya, terapi
kelompok dapat membantu.
Diagnosis gangguan pasien juga sangat penting dalam menentukan pendekatan terapi yang
terbaik dan dalam menilai moti"asi pasien untuk terapi, kapasitas untuk berubah, dan kekuatan
dan kelemahan struktur kepnibadian.
!erdapat beberapa kontraindikasi untuk terapi kelompok. Pasien antisosial biasanya tidak
bekerja di dalam lingkungan kelompok heterogen karena mereka tidak dapat mengikuti standar
kelompok. !etapi, jika kelompk terdiri dari pasien antisosial lainnya mereka dapat berespon
dengan lebih baik kepada teman sebayanya dibandingkan kepada tokoh yang dirasakan berkuasa.
Pasien terdepresi menjadi baik setelah mereka mempercayai ahli terapinya. Pasien yang secara
aktif mencoba bunuh diri atau pasien depresi tidak boleh diobati hanya dalam lingkungan
kelompok. Pasien manik adalah kacau, tetapi, jika telah di ba#ah kendali psikofarmakologi,
mereka bekerja baik di dalam lingkungan kelompok. Pasien yang delusional dan yang mungkin
memasukkan sistem #ahamnya ke dalam kelompok harus dikeluarkan, demikian juga pasien
yang memiliki ancaman fisik kepada anggota kelompok lain karena ledakan agresif yang tidak
dapat dikendalikan.
/
*kuran !erapi kelompok telah berhasil dengan anggota sedikitnya + orang dan sebanyaknya -9
orang, tetapi sehagian besar ahli terapi merasa bah#a . sampai -: anggota adalah ukuran yang
optimal. Pada anggota yang lebih sedikit mungkin tidak cukup interaksi kecuali anggota-
anggotanya adalah cukup "erbal. !etapi pada lebih dan -: anggota interaksi mungkin terlalu
besar untuk diikutii oleh anggota atau ahli terapi.
+rekuensi sesion. Sebagian besar ahli psikoterapi kelompok melakukan sesion kelompok sekali
seminggu. 'empertahankan kontinuitas dalam sesion adalah penting. (ika digunakan sesion
berselang kelompok bertemu dua kali seminggu, sekali dengan ahli terapi, sekali tanpa ahli
terapi. Panjang sesion. Pada umumnya, sesion kelompok berlangsung kapan saja dan satu sampai
dua jam, tetapi pembatasan #aktu harus tetap.
Peranan Ahli Terapi, <alaupun terjadi perbedaan pendapat tentang seberapa aktifnya atau
pasifnya ahli terapi sehanisnya, konsensusnya adalah bah#a peranan ahli terapi terutama adalah
sebaga fasilitator. ldealnya, anggota kelompok sendiri adalah sumber primer penyembuhan dan
perubahan. )klim yang ditimbulkan oleh kepribadian ahli terapi adalah agen perubahan yang
kuat. Ahli terapi lebih dan sekedar ahli yang menerapkan teknik ahli terapi memberikan
pengaruh pribadi yang menarik "aniabel tertentu seperti empati, kehangatan, dan rasa hormat.
/
Psikoterapi Kelompok Ra-at
!erapi kelompok adalah bagian penting dari pengalaman terapetik pasien yang dira#at di rumah
sakit. ,elompok dapat disusun di bangsal dengan berbagai cara6 dalam pertemuan komunitas,
seluruh unit pasien ra#at inap bertemu dengan semua anggota staf (sebagai contohnya, dokter
psikiatrilc, ahli psikologi, dan pera#at) dalam pertemuan tim, -9 sampai $: pasien dan anggota
staf bertemu dan suatu kelompok regular atau kecil yang terdiri dan . sampai -: pasien yang
bertemu dengan satu atau dua ahli terapi, sebagai terapi kelompok yang tradisional. <alaupun
tujuan dan masing-masing tipe kelompok adalah berbeda 1 beda, mereka memiliki tujuan umum6
untuk mengingkatkan kesadaran pasien terhadap dirinya sendiri melalui interaksi mereka
dengan anggota kelompok lain, yang memberikan umpan balik tentang perilaku mereka
untuk memberikan pasien dengan keterampilan interpersonal dan sosial yang lebih baik
untuk membantu anggota beradaptasi dengan lingkungan ra#at inap
untuk meningkatkan komunikasi antara pasien dan staf. Di samping itu, satu tipe
pertemuan kelompok terdiri hanya staf rumah sakit ra#at inap, ini digunakan untuk
meningkatkan komunikasi antara anggota staf dan untuk memberikan dukungan dan
dorongan yang saling menguntungkan dalam pekerjaan mereka sehari-hari dengan
pasien. Pertemuan komunitas dan pertemuan tim, adalah lebih membantu dalam
menghadapi masalah terapi pasien dibandingkan yang diberikan oleh terapi berorientasi
tilikan, yang memiliki bidangnya dalam pertemuan terapi kelompok kecil.
/
Komposisi kelompok. Dua kunci utama dari kelompok ra#at inap, yang umum untuk semua
terapi jangka pendek, adalah heterogenitas anggotanya dan cepatnya pertukaran pasien. Di luar
rumah sakit, ahli terapi merniliki banyak pilihan darimana pasien dipilih untuk terapi kelompok.
Di bangsal, ahli terapi memiliki jumlah pasien yang terbatas darimana pasien dipilih dan lebih
dibatasi lagi oleh pasien yang mau berperan serta dan layak untuk pengalaman kelompok kecil.
Dalam situasi tertentu, peran serta kelompok mungkin diharuskan (sebagai contohnya, dalam
penyalahgunaan alkohol dan unit ketergantungan Cat). !etapi hal tersebut tidak selalu berlaku
untuk unit psikiatri umum.Pada kenyataannya, sebagian besar kelompok merasakan lebih baik
jika pasien sendiri yang memilih untuk memasuki terapi kelompok.
/
Kelornpok ra-at .alan la-an ra-at inap. <alaupun faktor terapetik yang berperan untuk
perubahan pada kelompok kecil ra#at inap adalah serupa dengan yang berperan dalam
lingkungan 1 ra#at jalan, terdapat perbedaan kualitatif. Sebagai contohnya, relatif tingginya
pertukaran pasien di dalam kelempok ra#at inap mempersulit proses perpaduan. !etapi
kenyataan bah#a semua anggota kelompok bersama-sama di dalam rumah sakit membantu
perpaduan, seperti juga usaha ahli terapi untuk mempercepat proses, menekankan kemiripan lain.
&erbagi informasi, uni"ersalisasi, dan katarsis adaiah faktor terapetik utama dalam bekerja pada
kelompok ra#at inap. <alaupun tilikan lebih mungkin terjadi pada kelompok ra#at jalan karena
sifat mereka yang jangka panjang, dalam keterbatasan sesion kelompok tunggal, beberapa pasien
dapat memperoleh pengertian baru tentang susunan psikologis mereka. ,ualitas unik dari
kelompok ra#at inap adalah kontak pasien di luar kelompok, yang luas, saat mereka tinggal
bersama di bangsal yang sama.
/
Kelompok Menolong Diri Sen"iri. ,elompok menolong diri sendiri (self-help group) adalah
orang yang ingin mengatasi masalah atau krisis kehidupan tertentu. &iasanya disusun dengan
tugas tertentu, kelompok tersebut tidak berusaha untuk menggali psikodinamika indi"idual
secara sangat mendalam atau untuk mengubah fungsi kepribadian secara bermakna. !etapi
kelompok menolong diri sendiri telah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan emosional
banyak orang.
Suatu karakteristik yang membedakan kelompok menolong diri sendiri adalah homogenitasnya.
Anggota ,staf menderita gangguan yang sama, dan mereka berbagi pengalaman mereka baik dan
buruk, berhasil dan tidak berhasil satu sama lainnya. Dengan melakukan hal tersebut, mereka
saling mendidik satu sama lainnya, memberikan dukungan yang saling menguntungkan, dan
menghilangkan perasaan terasing yang biasanya dirasakan oleh orang yang ditarik ke tipe
kelompok tersebut.
,elompok menolong diri sendiri dan kelompok terapi telah mulai untuk bergabung. ,elompok
menolong diri sendiri telah memungkinkan anggotanya menghentikan pola perilaku yang tidak
diinginkan kelompok terapi membantu anggotanya mengerti mengapa dan bagaimana mereka
seharusnya.
/
". TERAPI .ENIS INDI/ID*A
Psikoterapi Jenis Suportif
!ujuan psikoterapi jenis ini ialah 6
-. 'enguatkan daya tahan mental yang ada
$. 'engembangkan mekanisme yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan
kontrol diri
+. 'engembalikan keseimbangan adaptif (dapat menyesuaikan diri)
$
2ara-cara psikoterapi suportif antara lain ialah sebagai berikut 6
" 4entilasi atau (psiko-) katarsis
" Persuasi atau bujukan (%persuasion=)
" Sugesti
" Penjaminan kembali (%reassurance=)
" &imbingan dan penyuluhan
" !erapi kerja
" ?ipnoterapi dan narkoterapi
" Psikoterapi kelompok
" !erapi perilaku
$
Psikoterapi #a#asan (atau genetik dinamik) (insight psychotherapy) dibagi menjadi psikoterapi
reedukatif dan psiktoerapi rekonstruktif.
Psikoterapi reedukatif :
0ntuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar,
dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasikan tujuan dan
membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada.
$
2ara-cara psikoterapi reedukatif antara lain ialah sebagai berikut6
-. !erapi hubungan antar manusia (relationship therapy)
$. !erapi sikap (attitude therapy)
+. !erapi #a#ancara (inter"ie# therapy)
/. Analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf 'eyer)
9. ,onseling terapetik
D. !erapi case #ork
7. *econditioning
.. !erapi kelompok yang reedukatif
E. !erapi somatik
$
Psikoterapi rekonstruktif
0ntuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan
usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan perluasan
daripada pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.
2ara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain ialah sebagai berikut 6
-. Psikoanalisa 5reud
$. Psikoanalisa non 5reudian
+. Psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalysa.
2ara 6 Asosiasi bebas, analisa mimpi, hipnoanalisaFsintesa, narkoterapi, terapi main, terapi
seni, terapi kelompok analitik.
$
e. PSIKOTERAPI KOM)INASI INDI/ID*A DAN KEOMPOK
Dalam psikoterapi kombinasi indi"idual dan kelompok, pasien ditemui secara indi"idual oleh
ahli terapi dan juga memiliki bagian dalam sesion kelompok. Ahli terapi untuk kelompok dan
untuk sesion indi"idual biasanya adalah orang yang sama.
!erapi kombinasi adalah suatu modalitas terapi yang khusus. )ni bukan suatu sistem di mana
pasien indi"idual dibekali oleh sesion kelompok yang kadang-kadang, dan juga tidak berarti
partisipan terapi kelompk bertemu sendiri dengan ahli terapi dari #aktu ke #aktu. 'alahan. ini
adalah rencana yang berkelanjutan di mana kelompok mGngalami interaksi yang penuh arti
dengan sesion indi"idual dan di mana umpan balik timbai balik membantu membentuk
pengalaman terapetik yang terintegrasi.
/
'asil
Sebagian besar peneliti percaya bah#a terapi kombinasi memiliki keuntungan dari lingkungan
indi"idu dan lingkungan kelompok, tanpa mengorbankan kualitas masing 1 masing. Pada banyak
kasus, terapi kombinasi tampaknya memba#a masalah ke permukaan dan menghilangkannya
lebih cepat dibandingkan yang dimungkinlcan oleh metoda tersebut masing-masing.
/
f. PSIKODRAMA
Psikodrama adalah metoda psikoterapi kelompok yang diciptakan oleh dokter psikiatrik
kelahiran 4ienna, (acob 'oreno dimana susunan kepribadian, hubungan interpersonal, konflik,
dan masalah emosional digali dengan menggunakan metoda dramatik spesifik. Dramatisasi
terapetik masalah emosional adalah termasuk
-. Pelaku utama atau pasien, orang yang memerankan masalah dengan bantuan
$. Peran pembantu (auHiliary egos), orang yang memerankan berbagai aspek pasien
+. Sutradara, psikodramatis, atau ahli terapi, orang yang membimbing drama tersebut dalam
mencapai tilikan.
Teknik
Psikodarma dapat memusatkan perhatian pada bidang fungsi tertentu ( suatu mimpi, keluarga
atau situasi kominitas ), suatu peranan simbolik, suatu sikap ba#ah sadar atau bayangan situasi
di masa depan. Bejala tertentu seperti #aham dan halusinasi juga dapat diperankan di dalam
kelompok. !eknik untuk menunjukan proses terapeutik ini adalah percakapan seorang diri
( suatu cerita tentang pikiran dan perasaan yang terlihat dan tersembunyi ), pembalikan peran dan
ganda multiple ( beberapa orang berperan seperti pasien pada keadaan yang ber"ariasi ) dan
teknik cermin. !eknik lain adalah menggunakan hypnosis dan obat psikoaktif untuk
memodifikasi memerankan perilaku dalam berbagai cara.
/
TERAPI KE*AR0A
!erapi keluarga adalah cukup terkenal sehingga keluarga dengan banyak konflik mungkin
memintanya secara khusus. !etapi, jika keluhan a#al adalah tentang anggota keluarga
indi"idual, pemeriksaan praterapi mungkin diperlukan. Diperlukan penilaian kelurga a#al dan
e"aluasi keluarga yang menyeluruh. !erapis harus mendapatkan informasi dasar mengenai
struktur keluarga dan sifat dari masalah yang di hadapi. !erapis harus memperkenalkan diri,
menyambut dan mengenal anggota keluarga. !erapis harus meningkatkan kontak dengan setiap
anggota keluarga, menyadari alam perasaan anggota keluarga dan bagaimana nggota keluarga
berhubungan dengan terapis serta mengamati hubungan "erbal dan non"erbal antar anggota
keluarga dan subkelompok keluarga.
/
!erapis harus mengeksplorasi setiap pandangan anggota keluarga terhadap masalah,
penyelesaian apa yang telah di coba dan hasil apa yang diharapkan dari usaha terakhir untuk
perubahan.
Iilai perfungsian mutakhir keluarga
-. Amati interaksi di antara anggota keluarga
$. !anyakan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antar anggota keluarga dan teliti
respon lisan dan non lisan anggota keluarga.
+. 'engembangkan beberapa hipotesis mengenai sistem keluarga
/. 2ari adanya segitiga yaitu, dua orang dalam konflik cenderung untuk melibatkan orang
ketiga dalam konflik.
9. Pertahankan posisi empatik dan netral
D. ,enali kekuatan dalam anggota keluarga dan perseorangan
7. 5okuskan pada pola hubungan dan cara berinteraksi habitual.
+
Teknik 1a-an(ara
,ualitas khusus #a#ancara keluarga berasal dan dua kenyataan penting6 (-) ,eluarga datang ke
terapi dengan ri#ayat dan dinamikanya yang terlekat kuat. &agi ahli terapi keluarga, hal tersebut
adalah sifat kelompok yang te>ah melekat, lebih dan sekedar gejala, yang berperan dalam
masalah klinis. ($) Anggota keluarga biasanya tinggal bersama-sama dan, dengan suatu tingkat,
tergantung satu sama lainnya untuk kesehatan fisik dan emosionalnya.
/
+rekuensi "an ama Terapi
Sesion biasanya dilakukan tidak lebih dan satu kali dalam Seminggu !etapi, masing-masing
sesion mungkin memerlukan paling lama dua jam. Suatu jad#al yang fleksibel diperlukan jika
keadaan geografis dan personal menimbulkan kesulitan fisik bagi keluarga untuk hadir bersama
1 sama. 8ama terapi tergantung tidak hanya pada sifat masalah tetapi juga pada model terapetik.
Ahli terapi yang menggunakan model memecahkan masalah saja mungkin mencapai tujuannya
dalam beberapa sesion, ahli terapi yang menggunakan model beronientasi pertumbuhan mungkin
bekerja selama bertahun 1 tahun dalam sesion yang panjang.
/
Teknik
Terapi kelompok keluarga
!erapi kelompok keluarga mengkombinasikan beberapa keluarga ke dalam satu kelompok
tunggal. 'asalah bersama adalah saling dibagikan, dan keluarga-keluarga tersebut
membandingkan interaksi mereka dengan keluarga lain di dalam kelompok. ,elompok keluarga
yang multipel telah digunakan secana efektif dalam terapi skiCofrenia. 3rang tua dan anak yang
terganggu dapat juga disatukan bersama-sama untuk berbagi situasi mereka.
/
Terapi !aringan ker!a sosial $so(ial net-ork therapy&
!erapi jaringan kerja sosial mengumpulkan bersama komunitas atau jaringan kerja sosial pasien
yang terganggu, semuanya bertemu di dalam sesion kelompok bersama dengan pasien. (aringan
kerja adalah termasuk beberapa orang yang berkontak setiap harinya dengan pasien, bukan hanya
keluarga dekat tetapi juga sanak saudara, teman-teman, pedagang, guru, dan teman kerja.
/
Terapi para"oksikal
Pendekatan ini, yang dikembangkan dari penelitian Bregory &ateson, terdiri atas anjuran di mana
pasien dilibatkan secara sengaja dalam perilaku yang tidak diharapkan (dinamakan keputusan
paradoksikal ), seperti menghindari objek fobik atau melakukan ritual kompulsif. <alaupun
terapi paradoksikal dan pemakaian keputusan paradokikal adalah relatif baru, terapi dapat
inenciptakan tilikan baru bagi beberapa pasien. &ahaya dan pendekatan ini adalah bah#a dapat
digunakan dalam cara yang se#enang 1 #enangnya atau rutin.
/
Konotasi positif
,onotasi positif atau pembingkaian kembali (reframing) adalah pelabelan ulang semua perasaan
atau perilaku yang diekspresikan secara negatif menjadi positif. Ahli terapi berusaha untuk
menjadikan anggota keluarga memandang perilaku dan bingkai referensi baru sebagai
contohnya, %Anak ini bandel= menjadi %Anak ini mati 1 matian mencoba mengalihkan dan
melindungi anda dari apa yang dirasakannya sebagai perka#inan yang tidak bahagia.=
/
Tu!uan
!ujuan terapi adalah

-. untuk memecahkan atau menurunkan konflik dan kecemasan patogenik di dalam


matniks hubungan interpersonal
$. untuk meningkatkan persepsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarga lain
oleh anggota keluarga
+. untuk meningkatkan hubungan peran yang sesuai antara jenis kelamin dan antara
generasi
/. untuk memperkuat kemampuan anggota indi"idual dan keluarga sebagai
keseluruhan untuk mengatasi tenaga destruktif di dalam dan di luar lingkungan
sekitamya
9. untuk mempengaruhi identitas dan nilai-nilai keluarga sehingga anggota
terorientasi kepada kesehatan dan pertumbuhan.
!ujuan akhir adalah untuk mengintegrasikan keluarga ke dalam sistem yang besar di dalam
masyarakat, yang termasuk bukan saja keluarga besar (eHtended family) tetapi juga masyarakat
seperti yang di#akili oleh sistem tersebut sebagai sekolah, fasilitas medis, dan badan sosial,
rekreasional, dan kesejahteraan sehingga keluarga tidak terisolasi.
/
g. PSIKOTERAPI .ENIS PRIAK*
!erapi ini mempunyai landasan utama pada teori belajarFlearning theory. Perilaku yang aneh
pada seseorang sebenarnya merupakan akibat yang tidak dikehendaki oleh seorang tersebut
tetapi merupakan hasil dari cara belajar menghadapi situasi tertentu yang cenderung keliru.
!ingkat keberhasilan cukup tinggi dengan menggunakan terapi ini.
!erapi perilaku (beha"ior therapy) berusaha menghilangkan masalah perilaku khusus secepat-
cepatnya dengan menga#asi perilaku belajar si pasien. &urus 5. Skinner merupakan seorang
yang terkenal dalam bidang ini.
$
Ada tiga cara utama untuk menga#asi atau mengubah perilaku manusia, yaitu6
-. Perilaku dapat diubah dengan mengubah peristi#a-peristi#a yang mendahuluinya, yang
membangkitkan bentuk perilaku khusus itu. 0mpamanya seorang anak yang tidak berprestasi di
sekolah dan nakal di kelas hanya dengan seorang guru tertentu dapat menjadi efektif dan rajin
bila ia dipindahkan ke kelas lain diajar oleh seorang guru yang lain.
$. Suatu jenis perilaku yang timbul dalam suatu keadaan tertentu dapat diubah atau dimodifikasi.
0mpamanya seorang anak dapat diajar ntuk melihat dirinya sendiri dalam suatu kegiatan
kompromi yang konstruktif dan tidak menunjukkan ledakan amarah bila ia menghadapi frustasi.
+. Akibatnya suatu perilaku tertentu dapat diubah dan dengan demikian perilaku itu dapat
dimodifikasi. 0mpamnya ia dihukum bila ia menganggu orang lain, degnan demikian rasa
bermusuhan mungkin dapat diganti dengan sikap yang lebih kooperatif.
!erapi perilaku dapat dilakukan secara indi"idual ataupun secara berkelompok. )ndikasi utama
ialah gangguan fobik dan perilaku kompulsif, disfungsi seHual (umpamanya impotensi dan
frigiditas) dan de"iasi seHual (umpamanya eHhibisionisme). Dapat dicoba pada pikiran-pikiran
obsesif, gangguan kebiasaan atau penga#asan impuls (umpamanya gagap, enuresis dan berjudi
secara kompulsif), gangguan nafsu makan (obesitas dan anoreHia) dan reaksi kon"ersi. !erapi
perilaku tidak berguna pada skiCofrenia akut, depresi yang hebat dan hipomania.
$
h. TERAPI KO0NITI+
!erapi kognitif menurut penciptanya, Aaron &eck adalah %didasarkan pada alasan teoritis dasar
di mana afek dan perilaku indi"idual sangat ditentukan oleh cara di mana ia rnenyusun dunia.=
Penyusunan dunia Seseorang didasarkan pada kognisi (idea "erbal atau gambaran yang ada bagi
alam sadar), yang didasarkan pada asumsi (skema yang dikembangkan dari pengalaman
sebelumnya). 'enurut &eck, jika seseorang menginterpretasikan pengalaman dalam hal apakah
ia kompeten dan adekuat, pikirannya mungkin didominasi oleh skema, %(ika saya tidak
melakukan segalanya dengan sempurna, saya adalah gagal.= Sebagai akibatnya, ia bereaksi
terhadap situasi dalam hal keadekuatan kendatipun hal tersebut tidak berhubungan dengan
apakah ia adalah kompeten secara pribadi atau tidak.
!erapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerja sama aktif
antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik. !erapi ini berorientasi terhadap
rnasalah sekarang dan pemecahannya. !erapi biasanya dilakukan atas dasar indi"idual, #alaupun
metoda kelompok juga digunakan. !erapi juga dapat digunakan bersama-sama dengan obat.
!erapi kognitif telah diterapkan terutama untuk gangguan depresif (dengan atau tanpa gagasan
bunuh din) tetapi, terapi mi juga telah digunakan pada kondisi lain, seperti gangguai panik,
gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan kepribadian paranoid, dan gangguan somatoform.
!erapi depresi dapat berperan sebagai paradigma pendekatan kognitif.
/
Teori Kognitif Tentang Depresi
!eori kognitif tentang depresi menyatakan bah#a disfungsi kognitif adalah inti dari depresi dan
bah#a perubahan aktif dan fisik dari ciri penyerta laiJriya dan depresi adalah akibat dan
disfungsi kognitif. Sebagai contohnya, apati dan Knergi yang rendah adalah akibat harapan
seseorang tentang kegagalan pada semua bidang. Demikian juga, paralisis kemauan berasal dan
pesimisme dan perasaan putus asa seseorang.
Trias kognitif dan depresi terdiri atas
-. Persepsi diri yang negatif yang melihat seseorang sebagai tidak mampu, tidak adekuat,
kekurangan, tidak berguna, dan tidak diharapkan
$. Suatu kecenderungan untuk mengalmai dunia sebagai tempat yang negatif, menuntut dan
rnengalahkan diri sendiri dan mengharapkan kegagalan dan hukuman
+. ?arapan untuk kesulitan, penderitaan, kekurangan, dan kegagalan yang terus menerus.
Tuuan terapi adala! untuk meng!ilangkan depresi dan mencega! rekurensinya dengan
membantu pasien
-. 0ntuk mengidentifikasi dan menguji kognisi negatif
$. 0ntuk mengernbangkan skema alternatif dan lebih fleksibel
+. 0ntuk mengulangi respon kognitif yang baru dan respon perilaku yang baru. !ujuannya
adalah untuk mengubah cara seseorang berpikir dan, selanjutnya, untuk rnenghilangkan
gangguan depresif.
Strategi dan !eknik
Secara keseluruhan terapi adalah relatif singkat, berlangsung sampai kira-kira $9 minggu. (ika
pasien tidak membaik pada #aktu tersebut, diagnosis harus diperiksa ulang. !erapi pemeliharaan
dapat dilakukan selama periode beberapa tahun.
Seperti pada psikoterapi lainnya, peranan ahli terapi adalah penting untuk keberhasilan terapi.
Ahli terapi harus mampu memancarkan pengalaman hidup yang hangat dan dimengerti dari
masing 1 masing pasien, dan benar-benar murni dan jujur dengan dirinya sendiri dan dengan
pasiennya. Ahli terapi harus mampu berhubungan secara terampil dan interaktif dengan
pasiennya. Ahli terapi kognitif membuat agenda pada a#al masing-masing sesion, menyusun
tugas ruinah yang harus dikerjakan di antara sesion, dan mengajarkan keterampilan baru. Ahli
terapi dan pasien secara aktif bekerja sama. !erapi kognitif memiliki tiga komponen6 aspek
didaktik, teknik kognitif dan teknik perilaku.
/
Aspek Di"aktik
Aspek didaktik termasuk penjelasan kepada pasien tentang trias kognitif, skema, dan logika yang
salah. Ahli terapi harus mengatakan kepada pasien bah#a mereka akan menyusun hipotesis
bersama-sama dan mengujinya selama perjalanan terapi. !erapi kognitif mengharuskan
penjelasan lengkap tentang hubungan antara depresi dan pikiran, afek, dan perilaku dan juga
alasan semua aspek terapi. Penjelasan bertentangan dengan ahli terapi berorientasi analitik, yang
memerlukan sedikit penjelasan.
/
Teknik Kogntif
Pendekatan kognitif terdiri dan empat proses6
-. mendapatkan pikiran otomatis
$. menguji pikiran otomatis
+. mengidentifikasi anggapan dasan yang maladaptif
/. menguji keabsahan anggapan maladaptif.
'endapatkan pikiran otomatis. Pikiran otomatis adalah kognisi yang menghalangi antara
peristi#a eksternal dan reaksi emosional orang terhadap peristi#a. Suatu contoh dari pikiran
otomatis adalah keyakinan bah#a %setiap orang akan menerta#akan saya jika mereka
mengetahui betapa buruknya permainan bo#ling saya =.
'enguji pikiran otamatis, dengan berperan sebagai guru, ahli terapis membantu pasien menguji
keabsahan pikiran otomatis. !ujuannya adalah untuk mendorong pasien menolak pikiran
otomatis yang tidak akurat atau berlebih 1 lebihan setelah pemeriksaan yang cermat.
'engidentifikasi asumsi maladaptif , saat pasien dan ahli terapis terus berusaha mengidentifiksi
pikiran otomatis, pola biasanya menjadi tampak. Pola me#akili aturan atau anggapan umum
yang maladaptif yang menuntun kehidupan pasien. 2ontoh = Supaya gembira saya harus
sempurna =. Aturan tersebut akan menyebabkan kekece#aan dan kegagalan dan akhirnya
depresi.
'enguji keabsahan asumsi maladaftif, mirip dengan pengujian keabsahan pikiran otomatis
adalah menguji keakuratan anggapan maladapatif. Satu tes yang cukup efektif adalah bagi ahli
terapi untuk meminta pasien mempertahankan keabsahan suatu asumsi. Sebagai contohnya, jika
pasien menyatakan bah#a ia harus selalu membangun kemampuannya. Ahli terapi dapat
bertarya, %'engapa hal tersebut sangat penting bagi andaL=
/
Teknik Perilaku
!eknik perilaku bekerja sama dengan teknik kognitif6 !eknik perilaku digunakan untuk menguji
dan mengubah kognisi maladaptif dan tidak akurat. !ujuan keseluruhan teknik adalah untuk
membantu pasien mengerti ketidakakuratan asumsi kognitifnya dan mempelajari strategi dan
cara baru tnenghadapi masalah tersebut.
Di antara teknik perilaku yang digunakan dalam terapi adalah menjad#alkan akti"itas,
pengusaan dan kesenangan, menyusun tugas bertahap, latihan kognitif, latihan kepercayaan din,
permainan peran (role playing), dan teknik pengalihan.
$,/
Manfaat
!erapi kognitif dapat digunakan sendiri dalam terapi gangguan depresif ringan sampai sedang
atau bersarna-saina dengan medikasi antidepresan untuk gangguan depresif berat. )ni adalah
salah satu inter"ensi psikoterapik yang paling berguna untuk gangguan depresif. !erapi kognitif
juga telah dipelajari dalam hubungannya meningkatkan kepatuhan dengan lithium pada pasien
gangguan bipolar ) dan sebagai pengobatan putus heroin.
/
i. 'IPNOTERAPI
Pasien yang dalam trance hipnotik dapat mengingat ingatan yang tidak ada dalam kesadaran
dalam keadaan nonhipnotik. )ngatan tersebut dapat digunakan dalam terapi untuk memperkuat
hipotesis psikoanalitik terlepas dan dinamika pasien atau memungkinkan pasien menggunakan
menggunakan ingatan tersebut sebagai katalis untuk asosiasi baru.
D
In"ikasi "an Pemakaian
?ipnosis telah digunakan, dengan berbagai tingkat keberhasilan, untuk mengendalikan obesitas
dan gangguan berhubungan Cat, seperti penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan nikotin.
2ara ini telah digunakan untuk menginduksi anestesia, dan pembedahan besar telah dilakukan
tanpa anestetik kecuali hipnosis. ?ipnosis juga ielah digunakan untuk menangani gangguan nyeri
kronis, asma, kutil, pruritis, aforia, dan gangguan kon"ersi.
D
*elaksasi dapat dicapai dengan mudah dengan hipnosis, sehingga pasien dapat mengatasi fobia
dengan mengendalikan kecemasan mereka. ?ipnosis juga telah digunakan untuk menginduksi
relaksasi dalam desensitisasi sistematik.
Kontrain"ikasi
Pasien yang dihipnosis berbeda. dalam keadaan ketergantungan atipikal dengan ahli terapi,
sehingga suatu transferensi yang kuat dapat berkernbang, ditandai oleh perlekatan positif yang
harus dihormati dan diinterpretasikan. Dalam keadaan lain dapat terjadi transferensi negatif pada
pasien yang rapuh atau yang memiliki kesulitan dalam tes realitas. Pasien yang memiliki
kesulitan dengan kepercayaan dasar, seperti pasien paranoid atau yang memiliki masalah
pengendalian, seperti pasien obsesif kompu-sif, adalah bukan calon yang baik untuk hipnosis.
Sistem nilai etik yang kuat adalah penting untuk semua terapi dan khususnya untuk hipnoterapi,
di mana pasien (khususnya mereka yang berada dalam trance) adalah sangat mudah disugesti dan
ditundukkan. !erdapat pertentangan tentang apakah pasien akan melakukan tindakan selama
keadaan trance yang mereka rasakan menjijikan pada keadaan lain atau yang bertentangan
dengan kode moral rnereka.
D
?ipnosa dapat membantu psikoterapi, akan tetapi apa yang dapat dicapai dengan hipnosa dalam
psikoterapi, dapat juga dicapai dengan cara yang lain tanpa hipnosa. ?ipnosa hanya dapat
mempercepat pengaruh psikoterapi.
?al yang penting dalam hipnosa ialah sugesti (bukan kekuatan kemampuan terapis hipnotisir).
,esadaran pasien menyempit dan menurun, akhirnya ia hanya menerima rangsangan dari
hipnotisir, ia masuk ke dalam keadaan %trance= mulai dari ringan sampai ke %trance= yang dalam
dengan kekakuan otot di seluruh badan.
Dalam hipnosa dapat dilakukan analisa konflik-konflik dan sintesa, atau sintesa dilanjutkan
sesudah pasien sadar kembali. Dalam hal ini sugesti dalam #aktu hipnosa dan sugesti sesudah
hipnosa dapat dipakai.
$,+,/
!. NARKOTERAPI
Secara intra"ena disuntikkan suatu hipnotikum dengan efek yang pendek (umpamanya
penthothal atau amital natrium). Dalam keadaan setengah tidur pasien di#a#ancara, konflik
dianalisa, lalu disintesa. &ahan yang timbul se#aktu narkoterapi dapat juga dipakai dalam sintesa
sesudah pasien sadar kembali.
Iarkoterapi dengan narkoanalisa dan narkosintesa itu membantu psikoterapi. Pemakaian
narkoanalisa di luar bidang pengobatan (umpamanya untuk pengusutan perkara bagi penelitian)
tidak dapat dibenarkan, baik atas dasar etik dan moral, maupun teknis-medis (apa yang dikatakan
oleh indi"idu dalam keadaan itu tidak selalu benar, tetapi mungkin karena sugesti pemeriksa jadi
obat yang dipakai untuk narkoanalisa bukan merupakan %serum kebenaran= yang sungguh-
sungguh, seperti apa yang pernah dihebohkan oleh surat kabar dan oleh majalah).
$
)A) III
KESIMP*AN
Psikoterapi agak istime#a jika dibandingkan dengan terapi-terapi kedokteran lainnya. Dalam
lingkungan kedokteran di )ndonesia sekali-sekali dapat ditemukan pandangan yang ragu tetang
gunanya mengadakan psikoterapi. Psikoterapi diperkirakan tidak akan disambut oleh masyarkat
(%kalau pasien tidak diberi obat ia tidak merasa diobati=). !ernyata, bh#a psikoterapi dapat
diterima oleh segolongan pasien karena dipengaruhi lingkungan yang lebih luas di dalam
keluarganya, dalam masyarakat dan dalam lingkungan pekerjaannya.
Di lain pihak, seorang dokter perlu memiliki pengetahuan dasar tentang psikodinamik dan teknik
#a#ancara dan setidak-tidaknya mengenal indikasi untuk psikoterapi.
Psikoterapi merupakan suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang pasien yang
dilakukan oleh seorang yang terlatih dalam hubungan professional secara sukarela, dengan
maksud menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala 1 gejala yang ada, mengoreksi
prilaku yang terganggu dan mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara positif.
?ubungan perasaan dokter terhadap pasien pada psikoterapi bersifat empati ( simpati netral ),
tanpa perasaan sentimental atau simpati yang berlebihan. 0ntuk itu penting seorang dokter
memiliki kemampuan dalam memberikan empati, yaitu dengan cara merasakan dengan penuh
pengertian emosi dan pengertian perilaku orang lain. ?al ini harus terlihat dari segala gerak 1
gerak, ucapan 1 ucapan dan ajuk ( mimik atau gerakan muka ) dari seorang dokter.
$,+,/,9
DA+TAR P*STAKA
1. http6FF###.e"ms.eduFpsychiatryFresidencyFpsychotherapy.html
$. 'aramis <5 Psikoterapi, 2atatan )lmu ,edokteran (i#a ed. 7, Airlangga 0ni"ersity,
-EE. 6 hal 6 /.+-/E7.
+. !omb, Da"id A6 &uku Saku Psikiatri, ed-D, @B2, $::/
/. ,aplan, SadockMs Psikoterapi, Sinopsis Psikiatri, @disi ,etujuh, (ilid $, hal +.+ 1 //$.
9. 2orey Berald !eori dan Praktek ,onseling dan Psikoterapi, *efika Aditama.
D. ?ukom.A.(,dr. ?ypnotherapy. Aayasan Dharma Braha, -E7E 6hal6 E--/
7. &achtiar, Didi. !atalaksana Psikoterapi 0ntuk Pasien 'ental. Brafika 0tama Sakti. -E77.