Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

KEANEKARAGAMAN PADA MANUSIA








Disusun oleh :
Kelompok 4 Biologi B 07
Hilda Sri Indrayani (0700467)
Niken Ajeng E.W (0700505)
Rita Gustina M (0705152)
Ryan Ardiansyah (0704452)
Shei Sri Rahayu (0706813)
Yan Risma N (0700537)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010


I. PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing. Tidak ada individu yang tepat sama,
sekalipun pasangan kembar identik. Keturunan dari hasil perkawinan individu memiliki susunan
perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen
dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa
varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri
setiap individu dengan lingkungan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang
tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Faktor
lingkungan dapat berupa nutrisi yang mempengaruhi tinggi, latihan fisik mengubah bentuk
badan, berjemur dan menggelapkan kulit. Bahkan kembar identik, yang secara genetik sama pun,
menampakan perbedaan fenotipe sebagai akibat dari pengalaman mereka sendiri-sendiri.
Meskipun penelitian dan penyelidikan tentang peristiwa genetik (hereditas) pada manusia lebih
sulit dilakukan dibandingkan dengan penyelidikan pada hewan ataupun tumbuhan. Akan tetapi,
kita dapat menyelidiki keanekaragaman manusia dari keanekaragaman suatu populasi, misalnya :
kita bisa mengamati variasi sifat pada manusia khususnya sifat-sifat fisik yang tampak maupun
kita bisa membandingkan persamaan dan perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas.

I.2 Tujuan
Setelah selesai melakukan praktikum, mahasiswa dapat :
a) Mengamati variasi sifat pada manusia, khususnya sifat-sifat fisik (fenotip)
b) Membandingkan persamaan dan perbedaan sifat yang terbanyak dalam populasi kelas
c) Membuat model cakram genetika berdasarkan hasil pengamatannya.





I.3 Dasar Teori
Pada manusia, setiap sel somatik (semua sel selain sperma dan ovum) memiliki 46
kromosom. Dengan mikroskop cahaya, kromosom-kromosom yang terkondensasi (kromosom
mitorik) dapat dibedakan satu dengan yang lain dari penampilannya. Masing-masing kromosom
juga memiliki suatu pola pita/garis tertentu ketika diberi zat warna tertentu.
Pengujian dengan mikroskop terhadap ke-46 kromosom manusia memperlihatkan bahwa
ada dua untuk setiap jenisnya. Hal ini terjadi jelas pada saat kromosom-kromosom tersebut
disusun berpasang-pasangan dimulai dari kromosom terpanjang. Tampilan visualnya dinamakan
kariotipe. Kromosom membentuk pasangan yang mempunyai panjang, posisi stromer, dan pola
pewarnaan yang sama (Kromosom homolog). Kedua kromosom dari setiap pasangan membawa
gen yang mengendalikan karakter warisan yang sama. Sebagai contoh jika suatu gen untuk
warna mata ditempatkan pada suatu lokus pada kromosom tertentu, maka homolog dari
kromosom tersebut juga akan memiliki sebuah gen yang menentukan warna mata pada lokus
yang setara.
Ada satu pengecualian penting terhadap aturan kromosom homolog ini untuk sel somatic
manusia. Kedua kromosom yang unik ini disebut sebagai X dan Y. Wanita memiliki sepasang
kromosom homolog X (XX), tetapi pria memiliki sebuah kromosom X dan Kromosom Y (XY).
Karena keduanya menentukan jenis kelamin suatu individu, maka kromosom X dan Y
dinamakan kromosom seks. Kromosom lainnya selain kromosom seksual dinamakan autosom.
Terjadinya pasangan kromosom homolog dalam kariotipe adalah konsekuensi dari asal
usul seksual kita. Kita mewarisi sebuah kromosom dari setiap pasangan kromosom dari masing-
masing orang tua. Dengan demikian ke-46 kromosom dalam sel somatic sebenarnya adalah dua
set yang masing-masing terdiri dari 23 kromosom. (Campbell, 1999).
Sel-sel semua makhluk hidup saat ini, tidak peduli dimana atau bagaimana hidup
mengandung sekitar 100.000 gen yang sama. Secara kolektif, gen tersebut dikenal sebagai
genom manusia, yang mengandung semua informasi yang membedakan kita dengan spesies lain.
Namun, beberapa gen manusia dinyatakan sebagai sebagai alel yang berbeda. Perbedaan fisik
(seperti warna rambut dan mata) yang membantu kita membedakan orang satu dengan yang lain.
Masing-masing dari kita, selain kembar identik, adalah individu unik, dikenal sebagai manusia
tapi berbeda dari manusia lain. (www.scribd.com,___)
Keanekaragaman genetik adalah suatu tingkatan biodiversitas yang merujuk pada jumlah
total karakteristik genetik dalam genetika keseluruhan spesies. Ia berbeda dari variabilitas
genetik, yang menjelaskan kecenderungan karakteristik genetik bervariasi.
Pada bidang akademik genetik populasi, terdapat beberapa hipotesis dan teori mengenai
keanekaragaman genetik. Teori netral evolusi mengajukan bahwa keanekaragaman adalah
akibat dari akumulasi substitusi netral. Seleksi pemutus adalah hipotesis bahwa dua subpopulasi
suatu spesies yang tinggal di lingkungan yang berbeda akan menyeleksi alel-alel pada lokus
tertentu yang berbeda pula. Hal ini dapat terjadi, jika suatu spesies memiliki jangkauan yang luas
relatif terhadap mobilitas individu dalam populasi tersebut. Hipotesis seleksi gayut frekuensi
menyatakan bahwa semakin umum suatu alel, semakin tidak bugar alel tersebut. Hal ini dapat
terlihat pada interaksi inang dengan patogen, dimana frekuensi alel pertahanan yang tinggi pada
inang dapat mengakibatkan penyebaran patogen yang luas jika patogen dapat mengatasi alel
pertahanan tersebut.
Terdapat beberapa cara untuk mengukur keanekaragaman genetika. Sebab-sebab
hilangnya keanekaragaman genetika pada hewan juga telah dikaji dan diidentifikasi. Kajian
tahun 2007 yang dilakukan oleh National Science Foundation menemukan bahwa
keanekaragaman genetik dan keanekaragaman hayati bergantung satu sama lainnya, bahwa
keanekaragaman dalam suatu spesies diperlukan untuk menjaga keanekaragaman antarspesies.
Keanekaragaman genetik memainkan peran yang sangat penting dalam adaptabilitas
suatu spesies, karena ketika lingkungan suatu spesies berubah, variasi gen yang kecil diperlukan
agar spesies dapat bertahan hidup dan beradaptasi. Spesies yang memiliki derajat
keanekaragaman genetik yang tinggi pada populasinya akan memiliki lebih banyak variasi alel
yang dapat diseleksi. Seleksi yang memiliki sangat sedikit variasi cenderung memiliki risiko
lebih besar.
Keanekaragaman genetika suatu populasi dapat diperkirakan dengan menggunakan beberapa
pengukuran sederhana, yaitu diantaranya : Keanekaragaman gen (proporsi lokus polimorfik di
seluruh genom), Heterozigositas (jumlah rata-rata individu dengan lokus polimorfik), dan alel
per lokus. (id.wikipedia.org, ____)
Untuk melihat bagaimana keanekaragaman, kita harus mulai dari suatu struktur yang
paling kecil, tetapi sangat penting, struktur tersebut adalah asam deoksiribonukleat yang terdiri
dari 4 macam asam nukleat, yakni adenin mitosin (C), guanin(G), dan timidin(T). Bila asam
amino terakhir diganti dengan urasil(U), maka asam nukleat akan membentuk 20 macam asam
amino esensial. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat macam asam nukleat akan
membentuk asam amino. Kombinasi ini dikenal dengan kode genetik . Apabila ada 4 macam
asam nukleat yang membentuk asam amino, maka hanya diperoleh 16 kombinasi untuk 16
asam amino, sehingga tidak ditemukan 4 macam asam amino esensial yang lain.
Secara umum, setiap satu asam amino dikode oleh sekitar 3 macam kombinasi asam
amino, sedangkan asam amino yang lain dikode oleh 6 macam kombinasi. Dengan demikian
maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak kemungkinan. (zaifbio.wordpress.com,
2009)
Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri
setiap individu dengan lingkungan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang
tampak (fenotip) suatu individu disamping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip).
(yudhim.blogspot.com, 2008)

II. METODE KERJA
Kegiatan praktikum mengenai keanekaragaman manusia ini dilakukan dengan melakukan
pengamatan atau melakukan candra pada sifat-sifat yang tampak yang terdapat dalam anggota
satu kelompok . Setiap anggota kelompok, terdiri atas 6 orang dan terdiri atas mahasiswa putera
dan puteri. Kegiatan praktikum mengenai keanekaragaman manusia ini dilaksanakan dengan
mengamati 10 sifat atau karakteristik yang tampak yaitu mengamati karakteristik bentuk rambut
kemampuan menggulung lidah, memiliki lesung pipi, kemampuan membengkokan ibu jari, ,
bentuk telapak kaki, cuping telinga, tinggi badan, golongan darah, bentuk mata, dan bentuk
hidung.
Hasil pencandraan tersebut kemudian dituliskan pada tabel hasil pengamatan yang
tersedia, dan menentukan pula kemungkinan genotip dari sifat-sifat tersebut dengan mengingat
sifat dominan dan resesifnya. Kemudian membuat cakram genetika berdasarkan hasil data
pengamatan kelompok, dengan setiap individu dalam kelompok diberi warna yang berbeda.

III. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
Tabel hasil pengamatan kelompok (tabel 1)

No.
Ciri yang
diamati
Anggota Kelompok
Shei Niken Hilda Yan Rita Ryan
1 Kemampuan
menggulung lidah
rr S- rr rr S- R-
2. Lesung pipi pp pp pp pp pp pp
3. Ibu jari bb bb bb bb bb bb
4. Rambut kk KK Kk kk kk KK Kk KK Kk
5. Tapak kaki ll ll ll ll ll Ll
6 Cuping telinga BB Bb BB Bb BB Bb BB Bb BB Bb BB Bb
7. Tinggi badan TT Tt tt tt TT Tt tt TT Tt
8. Bentuk mata zz ZZ ZZ ZZ ZZ ZZ
9. Hidung hh hh hh hh HH HH
10. Golongan darah B O B O B AB






Keterangan fenotip (tabel 2)
No. Ciri yang
teramati
Jenis kelamin
Laki-laki Perempuan
1 Kemampuan
menggulung
lidah
Dapat
R-
Tidak
rr
Dapat
S-
Tidak
rr
2. Lesung pipi Ya
P-
Tidak
pp
Ya
Q-
Tidak
pp
3. Ibu jari dapat
dibengkokkan
Dapat
B-
Tidak
Bb
Dapat
C-
Tidak
bb
4. Bentuk rambut Keriting
KK Kk
Lurus
Kk
Keriting
KK Kk
Lurus
kk
5. Telapak kaki Leper
L-
Melengkung
Ll
Leper
L-
Melengkung
ll
6 Cuping telinga Bebas
BB Bb
Melekat
Bb
Bebas
BB Bb
Melekat
bb
7. Tinggi badan Tinggi
TT Tt
Pendek
Tt
Tinggi
TT Tt
Pendek
Tt
8. Bentuk mata Bulat
ZZ
Sipit
zz
Bulat
ZZ
Sipit
zz
9. Hidung Mancung
HH
Pesek
Hh
Mancung
HH
Pesek
Hh
10. Golongan darah A B AB O A B AB O










PEMBAHASAN
Dengan menggunakan cakram genetika kita dapat melihat keanekaragaman fenotipe
pada masing- masing individu (terdiri atas 6 praktikan). Fenotipe merupakan penampakan dari
keseluruhan dari organisme yang ditentukan oleh interaksi antara kandungan genetik (genotipe)
dan lingkungan selama perkembangan organisme itu. Masing-masing praktikan (6 orang)
diwakili oleh warna-warna tersendiri (lihat gambar cakram genetika) untuk membedakan apakah
sifat yang tampak merupakan sifat dominan atau resesif yang sama dengan teman
sekelompoknya atau bahkan berbeda (bukan dibandingkan dengan kelompok lain). Ciri yang
diambil untuk pengamatan ini diantaranya adalah kemampuan menggulung lidah, memiliki
lesung pipi, kemampuan membengkokan ibu jari, bentuk rambut, bentuk telapak kaki,
cuping telinga, tinggi badan, golongan darah, bentuk mata, dan bentuk hidung.
Hasil yang diperoleh dibuat dalam bentuk cakram genetik, sehingga kita bisa melihat
diantara individu ada yang memiliki fenotipe yang sama atau bahkan berbeda, diantaranya
adalah :
1. Memiliki kemampuan untuk menggulung lidah diantaranya Niken (S-), Rita (S-),
dan Ryan (R-). Ketiga orang ini memiliki sifat yang dominan dibandingkan dengan
Shei, Hilda, dan Yan yang memiliki sifat resesif (rr) yang tidak memiliki kemampuan
menggulung lidah
2. Semua praktikan tidak memiliki lesung pipi sehingga semuanya memiliki sifat yang
resesif (pp)
3. Semua praktikan tidak memiliki kemampuan untuk membengkokan ibu jari
sehingga semuanya memiliki sifat yang resesif (bb)
4. Beberapa praktikan memiliki kemiripan terutama dalam bentuk rambut keriting
diantaranya adalah Niken, Rita, dan Ryan dengan sifat yang dominan heterozigot
(KKKk), sedangkan Shei, Hilda, dan Yan memiliki bentuk rambut yang lurus
dengan sifat resesif (kk)
5. Semua praktikan memiliki bentuk tapak kaki yang melengkung dengan sifat resesif
(ll), kecuali Ryan memiliki bentuk tapak kaki leper (Ll).
6. Semua praktikan memiliki cuping telinga yang bebas dengan sifat resesif (BB Bb)
7. Setiap praktikan memiliki tinggi badan yang berbeda, namun jika dikategorikan
tinggi dan pendek beberapa diantaranya memiliki ciri fisik yang sama, yaitu Shei,
Yan dan Ryan memiliki tinggi badan yang termasuk kategori tinggi dengan sifat
dominan heterozigot (TTTt) sedangkan Niken, Hilda, dan Rita termasuk kategori
pendek dengan sifat resesif (tt)
8. Praktikan yang memiliki bentuk mata sipit hanya Shei saja dengan sifat resesif (zz),
sedangkan praktikan lain diantaranya Niken, Hilda, Yan, Rita dan Ryan memiliki
bentuk mata yang bulat dengan sifat dominan (ZZ)
9. Beberapa praktikan memiliki bentuk hidung yang mancung diantaranya Rita dan
Ryan dengan sifat dominan (HH) sedangkan yang lain memiliki bentuk hidung yang
pesek diantaranya, Shei, Niken, Hilda, dan Yan dengan sifat yang resesif (hh)
10. Untuk golongan darah hanya Ryan yang memiliki golongan darah A, sedangkan
Shei, Hilda, dan Rita memiliki golongan darah B, dan Niken dan Yan memilki
golongan darah O.
Berdasarkan karakteristik diatas maka dapat dijabarkan bahwa Ryan dapat menggulung
lidahnya (R-), memiliki lesung pipi (pp), tidak dapat membengkokan ibu jari (bb), rambutnya
keriting (KK Kk), memiliki bentuk tapak kaki leper (Ll), cuping telinga bebas (BB Bb), memiliki
badan yang tinggi (TT Tt), bermata bulat (ZZ), berhidung mancung (HH), dan golongan darah
AB. Sedangkan semua praktikan mahasiswinya memiliki persamaan dalam sifat-sifat fisik yang
tampak yaitu tidak memiliki lesung pipi (pp), tidak dapat membengkokan ibu jari (bb), tapak
kaki melengkung (ll), cuping telinga bebas (BB Bb), bermata bulat (ZZ) kecuali Shei bermata
sipit (zz), berhidung pesek (hh) kecuali Rita berhidung mancung (HH), memiliki badan yang
pendek (tt) kecuali Shei dan Yan berbadan tinggi (TT Tt), memiliki bentuk rambut lurus (kk)
kecuali Rita dan Niken memiliki bentuk rambut keritng (KK Kk), dan memiliki kesamaan dalam
golongan darah yaitu Shei, Hilda, dan Rita memiliki golongan darah B , sedangkan Niken dan
Yan memilki golongan darah O.
Ciri yang diperoleh dari pengamatan tidak menunjukkan sifat yang satu lebih unggul dari
pada sifat yang lain. Akan tetapi, dengan adanya perbedaan fisik (seperti warna rambut dan mata,
dll) bisa membantu kita membedakan orang yang satu dengan yang lainnya . Masing-masing dari
kita, individu unik, dikenal sebagai manusia yang senantiasa berbeda dari manusia lain.
Perbedaan yang ada diantara individu yang bergenotip sama kemungkinan dapat memiliki
fenotip yang berbeda. Hal ini terbukti dengan adanya praktikan yang memiliki persamaan sifat
fisik tertentu dengan yang praktikan yang lainnya, dalam hal sifat fisik yang lainnya ternyata
terdapat juga perbedaan.

IV. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan pengamatan dalam anggota kelompok genetika ditemukan persamaan dan
perbedaan variasi sifat khususnya sifat-sifat fisik yang terlihat. Setiap praktikan memiliki
karaktersitik sifat fisik yang berbeda. Meskipun terdapat persamaan, pasti terdapat
perbedaannya. Perbedaan yang ada diantara individu yang bergenotip sama pun kemungkinan
dapat memiliki fenotip yang berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan adanya variasi sifat yang
memperkaya keanekaragaman manusia.
Untuk melihat keanekaragaman variasi sifat pada manusia disarankan bisa menambah
karakteristik sifat yang akan diamati dan menambah jumlah populasi yang akan diamati.







DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil. (1999). Biologi Campbell Jilid I. Jakarta : Erlangga.
_____, 2009. Variasi-variasi genetik sebagai dasar evolusi, mutasi gen, frekuensi gen
dalam populasi dan hukum Hardy-Wenberg. (online).
Tersedia: http://zaifbio.wordpress.com/2009/11/20/variasi-genetik-sebagai-dasar-evolusi-
mutasi-gen-frekuensi-gen-dalam-populasi-dan-hukum-hardy-weinberg-2/ [18 Februari 2010]
____, 2008. Keanekaragaman hayati tingkat gen.(online).
Tersedia: http://yudhim.blogspot.com/2008/01/keanekaragaman-hayati-tingkat-gen.html [18
Februari 2010]
___, ___. Keanekaragaman_genetik. (online).
Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_genetik [18 Februari 2010]
___, ___. Gen manusia sumber keuntungan bagi industry. (online).
Tersedia: http://www.scribd.com/doc/3944448/Gen-Manusia-Sumber-Keuntungan-Bagi-Industri
[18 Februari 2010]










LAMPIRAN FOTO HASIL PENGAMATAN

Jenis kelamin



Laki-laki




Perempuan
Kemampuan
menggulung lidah




Dapat menggulung




Tidak menggulung
Ibu jari membengkok



Dapat membengkok




Tidak membengkok
Cuping telinga


Bebas

Mata


Bulat



Sipit
Hidung



Mancung




Pesek
Tinggi badan