Anda di halaman 1dari 8

Genesa Batubara

Batubara adalah batuan sedimen organoklastik yang berasal dari tumbuhan yang pada
kondisi tertentu tidak mengalami proses pembusukan dan penghancuran sempurna. Pada
umumnya proses pembentukan batubara terjadi pada zaman karbon yaitu sekitar 270 sampai
350 juta tahun yang lalu. Di ndonesia batubara yang ditemukan dan ditambang umumnya
berumur jauh lebih mudah yang terbentuk pada jaman tersier! batubara yang tertua yang
ditambang biasanya berumur eosin yang terbentuk sekitar "0 sampai #0 juta tahun yang lalu.
Proses pembentukan batubara dari tumbuhan terjadi melalui dua proses yaitu tahap
pembentukan gambut dari tumbuhan sering disebut proses rati$ikasi dan tahap pembentukan
batubara dari gambut yang disebut coalification. Pada tahap pembentukan gambut tumbuhan
yang mati pada umumnya akan mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang
sempurna sehingga setelah beberapa %aktu kemudian akan tidak terlihat lagi bentuk asalnya.
Pembusukan dan penghancuran tersebut pada dasarnya merupakan proses oksidasi yang
diakibatkan oleh pertumbuhan dan akti$itas bakteri dan jasat renik lainnya. &ntuk
penyederhanaan proses tersebut! proses oksidasi material penyusun utama cellulose
'(5)*0+5,. Dapat digambarkan seperti berikut -
(5)*0+5 . #+2 / # (+2 . 5)2+
0ika tumbuhan primiti$ yang mati disuatu ra%a! yang di cirikan dengan kandungan
oksigen air ra%a yang sangat rendah sehingga tak memungkinkan bakteri aerob hidup! maka
sisa tumbuhan tersebut tidak mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang
sempurna. Pada kondisi tersebut hanya bakteri anaerob saja yang ber$ungsi melakukan
dekomposisi yang kemudian terbentuk gambut. Dengan tidak tersedianya oksigen maka
hidrogen dan karbon akan menjadi )2+! ()"! (+ dan (+2 tahap ini sering disebut juga
sebagai proses biokimia.
1ambut yang umumnya ber%arna kecoklatan sampai hitam merupakan padatan yang
bersi$at porous dan masih memperlihatkan struktur tumbuhan asalnya! gambut masih
mangandung kandungan air yang tinggi dan bisa lebih dari 50 2. 3etelah proses gambut
berhenti dengan tidak adanya regenerasi tumbuhan yang artinya tidak akan adalagi proses
4egetasi! maka akan terendapkan dan terkonsentrasi pada cekungan 5 cekungan dan bila
ditutup oleh lapisan sedimen maka akan mengalami tekanan yang berlangsung berjuta6juta
tahun. 7ekanan akan bertambah besar dan mengakibatkan naiknya temperatur! disamping itu
temperatur juga akan meningkat dengan bertambahnya kedalaman. 3elain itu kenaikan
temperature dan tekanan dapat juga disebabkan oleh akti$itas magma! proses pembentukan
gunung! serta akti$itas tektonik lainnya.
Peningkatan tekanan dan temperature pada lapisan gambut akan mengkon4ersi
gambut menjadi batubara dan terjadi proses pengurangan kandungan air! pelepasan gas6gas
')2+! ()"! (+! (+2,! peningkatan kepadatan! kekerasan dan nilai kalor. 7ekanan!
temperature dan %aktu merupakan $actor yang menentukan kualitas batubara. Pembentukan
batubara ini sering disebut sebagai proses termodinamika atau dinamokimia.
Gambar 2.1.
Proses Terjadinya batubara
Peningkatan tekanan dan temperature pada lapisan gambut akan mengkon4ersi
gambut menjadi batubara dan terjadi proses pengurangan kandungan air! pelepasan gas6gas
')2+! ()"! (+! (+2,! peningkatan kepadatan! kekerasan dan nilai kalor. . 7ekanan!
temperature dan %aktu merupakan $actor yang menentukan kualitas batubara. Pembentukan
batubara ini sering disebut sebagai proses termodinamika atau dinamokimia.
Pengertian Sumberdaya dan Cadangan Batubara
3umberdaya 'Resource, adalah jumlah atau kuantitas bahan galian yang terdapat di
permukaan atau di ba%ah permukaan bumi yang sudah diteliti tetapi belum dilakukan studi
kelayakan dan mungkin dapat diekstraksikan dengan tingkat keberhasilan yang masih harus
dipertimbangkan. stilah sumberdaya dalam bidang teknis kebumian dapat berkonotasi
kuantitati$! yaitu perkiraan besarnya potensi sumberdaya batubara yang secara teknis
menunjukkan harapan untuk dapat dikembangkan setelah dilakukan penelitian dan eksplorasi.
(adangan 'Reserve, adalah bagian dari sumberdaya yang telah diteliti dan dikaji
kelayakannya dengan seksama dan telah dinyatakan layak serta dapat ditambang berdasarkan
kondisi ekonomi dan teknologi pada saat itu. 7erdapat empat kategori pengertian cadangan
yang sering digunakan di dunia pertambangan! yaitu -
a. (adangan ditempat (In Place Reserve)
(adangan ditempat diartikan sebagai jumlah batubara yang sebenarnya terdapat di
ba%ah permukaan yang telah dihitung dan memenuhi persyaratan ekonomi pertambangan
dalam kondisi tertentu. (adangan ditempat tidak seluruhnya dapat ditambang! secara teknis
dapat ditambang berdasarkan teknologi yang tersedia pada saat itu. Pada proyek
pertambangan komersial! cadangan ditempat selanjutnya die4aluasi untuk memperhitungkan
berapa sebenarnya jumlah batubara yang akan dapat diman$aatkan melalui operasi
penambangan.
b. (adangan dapat ditambang (Mineable Reserve)
(adangan dapat ditambang adalah bagian dari cadangan ditempat (in place reserve)
yang diharapkan akan dapat ditambang dengan teknologi saat ini dan sesuai kondisi ekonomi
saat ini.
c. (adangan telah ditambang (Recoverable Reserve)
(adangan telah ditambang adalah cadangan yang berasal dari (Mineable Reserve)
yang telah ditambang atau terambil atas dasar biaya dan kondisi ekonomi yang telah
ditetapkan. (adangan dapat ditambang dalam lingkungan tambang terbuka pada umumnya
diperhitungkan lebih dari 802 dari cadangan ditempat sedangkan untuk tambang ba%ah
tanah 50 5 #02! namun kondisi struktur endapan dan metoda penambangan yang digunakan
juga memegang peranan dalam menentukan jumlah cadangan yang dapat ditambang. 9ngka
persentasi tersebut diperoleh dari pengalaman operasi tambang dan hanya berlaku untuk
tambang bersangkutan.
d. (adangan dapat dijual (Saleable Reserve)
(adangan dapat dijual adalah cadangan yang berasal dari (Recoverable Reserve) yang
akan dijual langsung atau dilakukan pengolahan terlebih dahulu dengan pertimbangan
kualitas batubara dan permintaan pasar! apabila kualitas batubara sesuai permintaan pasar
tanpa harus dilakukan pencucian atau blending maka batubara dapat langsung dijual! namun
apabila batubara terlalu banyak pengotor sehingga kualitas batubara tidak sesuai dengan
permintaan pasar maka harus dilakukan pencucian dan blending sehingga kualitas batubara
sesuai dengan permintaan konsumen.
3.2. Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan
:eberadaan bahan galian di dalam perut bumi dapat diketahui dari sejumlah indikasi
adanya bahan galian tersebut di permukaan bumi. :eadaan seperti demikian memberikan
kesempatan kepada para ahli untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut! baik secara geologi!
geo$isika! pemboran maupun lainnya. Penyelidikan secara geologi pada dasarnya belum
dapat menentukan secara teliti dan kuantitati$ in$ormasi mengenai bahan galian tersebut! akan
tetapi sudah dapat dikategorikan adanya sumberdaya 'resource,. Bila penyelidikan dilakukan
secara lebih teliti! yaitu dengan menggunakan berbagai macam metode 'geo$isika! geokimia!
pemboran dan lainnya,! maka bahan galian tersebut sudah dapat diketahui dengan lebih pasti!
baik secara kualitati$ maupun kuantitati$. Dengan demikian bahan galian dapat dikategorikan
sebagai cadangan 'reserve,.
3umberdaya batubara adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat
diman$aatkan dan diolah lebih lanjut secara ekonomis. 3umberdaya ini dapat meningkat
menjadi cadangan setelah dilakukan kajian kelayakan dan dinyatakan layak untuk ditambang
secara ekonomis dan sesuai dengan teknologi yang ada. ;enurut 3tandar <asional ndonesia
9mandemen 3< *3650*"6*88= sumberdaya diperlihatkan pada 7abel 2.*.
7abel 2.*
0arak 7itik n$ormasi ;enurut :ondisi 1eologi
3umber- 9mandemen 3tandar <asional ndonesia! *88=
:lasi$ikasi 3umberdaya 'resource, batubara dikategorikan sebagai berikut -
a. 3umberdaya Batubara )ipotetik (Hypothetical Coal Resource) adalah jumlah
batubara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan! yang dihitung
berdasarkan data yang memenuhi syarat6syarat yang ditetapkan untuk tahap
penyelidikan sur4ei tinjau.
b. 3umberdaya Batubara 7ereka (Inferred Coal Resource) adalah jumlah batubara di
daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan! yang dihitung berdasarkan
data yang memenuhi syarat6syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan
prospeksi.
c. 3umberdaya Batubara 7ertunjuk (Indicated Coal Resource) adalah jumlah batubara di
daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan! yang dihitung berdasarkan
data yang memenuhi syarat6syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi
pendahuluan.
d. 3umberdaya Batubara 7erukur (Measured Coal Resource) adalah jumlah batubara di
daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan! yang dihitung berdasarkan
data yang memenuhi syarat6syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.
e. 3umberdaya Batubara :elayakan 'Feasibility Coal Resource, adalah sumberdaya
batubara yang dinyatakan berpotensi ekonomis dari hasil 3tudi :elayakan atau suatu
kegiatan penambangan yang sebelumnya yang biasanya dilaksanakan di daerah
>kplorasi ?inci.
$. 3umberdaya Batubara Pra :elayakan 'Prefeasibility Coal Resource, adalah
sumberdaya batubara yang dinyatakan berpotensi ekonomis dari hasil 3tudi Pra
:elayakan yang biasanya dilaksanakan di daerah >ksplorasi ?inci dan >ksplorasi
&mum.
:lasi$ikasi sumberdaya dan cadangan batubara adalah upaya pengelompokan
sumberdaya dan cadangan batubara berdasarkan keyakinan geologi dan kelayakan ekonomi
'7abel 2.2 dan 7abel 2.3,.
7abel 3.2
:lasi$ikasi 3umberdaya dan (adangan Batubara
3umber- 9mandemen 3tandar <asional ndonesia! *88= :elayakan Didasarkan pada
:ajian @aktor6 $aktor- >konomi! Pemasaran! Penambangan! Pengolahan! Aingkungan! 3osial!
)ukum BPerundang6&ndangan! dan :ebijakan Pemerintah.
7abel 2.3
:odi$ikasi :lasi$ikasi 3umberdaya dan (adangan Batubara
3umber- 9mandemen 3tandar <asional ndonesia! *88=