Anda di halaman 1dari 5

BIOSINTESIS ASAM AMINO

Biosintesis merupakan fenomenon di mana sebagian kimia dihasilkan daripada bahan


uji yang lebih ringkas. Biosintesis, tidak seperti sintesa kimia, berlaku dalam
organisme hidup dan biasanya dibantu oleh enzim. Proses ini merupakan sebagian penting
dari proses metabolisme. Prasyarat untuk biosintesis adalah:
Bahan pelopor
Tenaga (biasanya dalam bentuk ATP)
Semua asam amino berasal dari senyawa intermediet. Glikolisis, siklus asam sitrat, dan jalur
pentose phosphat. Nitrogen masuk ke dalam metabolisme melaluiGlutamat dan Glutamin.
Berdasarkan prekursor nya, biosintesis asam amino dibagi menjadi 5 famili:
ketoglutarat
Piruvat
3-phosphogliserat
fosfoenolpiruvat dan eritrose -4P
Oksaloasetat
Ribosa 5-P

ketoglutarat adalah prekursor asam amino non essensial yang berasal dari senyawa antara
siklus asam sitrat. Gugus aminonya dilengkapi dengan reaksi transaminasi dari glutamat ,
dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase dan selanjutnya oleh aspartat
aminotransferase, yang mengandung piridoksal fosfat sebagai gugus prostetik. Reaksi
transaminasi telah menghasilkan, Glutamat, Glutamin, Aspartat, Asparagin dan Alanin. Ada
2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu:
Transaminasi: -ketoglutaratmenghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat
menghasilkan aspartat2.
Deaminasi oksidatif: Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion ammonium
Pada aspartat diturunkan juga dari aspargin dengan bantuan asparginase. Glutamat sendiri
berperan penting sebagai donor asam amino intraseluler utama untuk reaksi transaminasi.
Aspartat sendiri adalah prekursor ornitin untuk siklus urea. Glutamat disintesis dengan
animasi reduktif alfa-ketoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase. Glutamat
juga dihasilkan oleh reaksi aminotransferase, yang dalam hal ini nitrogen amino diberikan
oleh sejumlah asam amino lain. gugus amino dalam biosintesis asam amino yang lain melalui
reaksi transaminasi. L-glutamat dehidrogenase terletak di dalam matriks mitokondrion yang
berperan dalam pembentukan glutamat. Tenaga pereduksinya yang diperlukan berasal dari
NADPH. Glutamin dibentuk dari glutamat dengan bantuan glutamin sintetase.


Reaksi pembentukan glutamin sangat penting dalam biosintesis asama amino karena reaksi
ini mengubah amonia bebas yang beracun menjadi glutamin tidak beracun dalam darah.
Glutamin sintetase adalah enzim alosterik. Dalam pembentukan prolin, glutamat mengalami
reduksi menjadi -semialdehid yang kemudian mengalami penutupan dan reduksi lanjutan
menjadi prolin. Pada sebagian besar organisme, asam amino nonessensial alanin dan aspartat
berasal dari piruvat dan oksaloasetat oleh transaminasi dari glutamat. Pada sebagian besar
bakteri , aspartat adalah prekursor langsung asparagin dalam suatu reaksi. Reaksi ini
dikatalisis oleh asparagin sintetase, analog dengan glutamin sintetase.Sintesis asparagin pada
mamalia (manusia) gugus amino dipindahkan dari gugus amida glutamin menjadi gugus -
karboksil aspartat oleh asparagin sintetase.


Biosintesis Alanin
Alanin, aspartat dan asparagin juga berasal dari metabolitsentral. Pada kebanyakan organism,
asam amino nonesensial Alanin dan aspartat berturut-turut berasal dari piruvat dan
oksaloasetat oleh transaminasidari glutamate.

Biosintesis Sistein
Sistein dibuat dari metionin yang essensial pada makanan dan serin yang tidak essensial.
Metionin memberikan atom sulfur dan serin memberikan kerangka karbon pada sintesis
sistein. Pertama L-metionin diubah menjadi S-adenosinmetionin dengan bantuan ATP. Gugus
metil pada metionin sangat reaktif dan dapat dipinahkan secara enzimatik ke berbagai
senyawa penerima gugus metil meninggalkan S-adenosilhomosistein sebagai produk
demetilasi. S-adenosilhomosistein bereaksi dengan air menjadi adenosin dan homosistein.
Homosistein bereaksi dengan serin yang dikatalisis oleh sistationin -sintetase menghasilkan
sistasionin. Sistationin diubah menjadi -ketobutirat dan sistein bebas dengan bantuan
sistationin -liase yang juga merupakan enzim piridoksal fosfat. Hasil akhir dari reaksi yang
kompleks ini adalah penggantian gugus OH pada serin dengan suatu gugus SH yang
berasal dari metionin untuk membuat sistein.

Biosintesis Serin
Senyawa awal dari biosintesis serin adalah intermediat glikolitik 3-fosfogliserat. NADH-
linked dehidrogenase mengubah 3-fosfogliserat menjadi sebuah asam keto yaitu 3-
fosfopiruvat. Aktivitas amino transferase dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-
fosfoserin, yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase.

Dimulai dengan 3-fosfogliserat, suatu senyawa antara-hidroksilnya dioksidasi oleh NAD+
lalu menghasilkan 3-fosfohidroksi piruvat. Transaminasi dari glutamatemenghasilkan 3-
fosfoserin mengalami hidrolisis oleh fosfoserin fosfatase, menghasilkan serin bebas. Asam
amino serin dengan 3-karbon adalah prekusor glisin berkarbon 2atau 3. Jalur utama untuk
glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin hidroksi metil transferase. Reaksi ini
dilangsungkan oleh enzim yang memerlukan koenzim tetrahidrofolat. Reaksi ini melibatkan
transfer gugus hidroksi metil dari serin untuk kofaktor tetra hidrofolat (THF), menghasilkan
glisin dan N5N10 -metilen-THF. Unit 1-carbon yang berasal dari serin dan dibawa oleh THF
dapat dipindahkan ke berbagai molekul penerima.
Biosintesis Porifirin
Inti porfirin memegang peranan penting pada protein heme seperti hemoglobin dan sitokrom.
Porfirin disusun dari empat molekul turunan monopirol, yaitu porfobilinogen, yang disintesis
sebagai berikut:

Pada reaksi pertama glisin bereaksi dengan suksinil-koA menghasilkan asam -amino--
ketoadipat. Kemudian mengalami dekarboksilasi menjadi asam -aminolevulinat dan
karbondioksida.Dua molekul asam -aminolevulinat mengalami kondensasi, membentuk
porfobilinogen. Empat molekul porfobilinogen bersama-sama membentuk protoporfirin
melalui serangkaian reaksi enzimatis yang kompleks. Atom besi bergabung setelah
protoporfirin selesai bergabung.

Daftar pustaka:
Ayudia Cahyani Yusfian http://www.scribd.com/doc/102723690/Biosintesis-Asam-Amino
tanggal 10 Maret 2014