Anda di halaman 1dari 5

KASUS 6-4

STRIDER CHEMICAL COMPANY



Pada tanggal 9 Desember 1986, presiden Strider Chemical Company-yang melakukan penjualan
sekitar $175juta-mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 1987, perusahaan tersebut akan dibagi
menjadi beberapa divisi. Sampai tanggal tersebut, perusahaan tersebut dikelola dengan dasar
fungsional, yang departemen manufaktur, penjualan, keuangan, dan risetnya masing-masing
dipimpin oleh seorang penanggung jawab. 6 divisi yang dipersiapkan-4 berdasarkan kelompok
produk dan 2 berdasarkan wilayah geografis. Setiap divisi masing-masing akan memiliki staf
produksi, penjualan, dan akuntansi, dan seorang manajer umum yang bertanggung jawab atas
operasionalnya. Kinerja operasi divisi akan dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dalam
hubungannya dengan investasi yang ditanamkan. Telah diadakan antisipasi bahwa prosedur
penghitungan basis investasi dan tingkat pengembalian (return) harus dikerjakan secara hati-hati jika
rasio yang dihasilkan dapat diterima oleh para manajer divisi yang baru sebagai pengukuran yang
rasional atas kinerja mereka.
Salah 1 hambatan terbesar dalam pembuatan laporan rugi dan laba bulanan yang diinginkan untuk
setiap divisi adalah penentuan harga dari produk-produk yang ditransfer dari divisi 1 ke divisi yang
lain. Pada saat divisi-divisi tersebut terbentuk, presiden perusahaan mengeluarkan pernyataan atas
prosedur harga yang digunakan. Pernyataan presiden tersebut adalah sebagai berikut.
Pernyataan Presiden atas Kebijakan Perusahaan
Harga transfer maksimum dan yang biasa digunakan di antara unit-unit laba adalah harga yang
memampukan unit produksi untuk memperoleh ROI yang dibutuhkan, konsisten dengan apa yang
dapat diperoleh dengan melakukan bisnis dengan rata-rata konsumen untuk kelompok produk
terkait.
Harga yang ditentukan akan ditinjau setiap 6 bulan atau pada saat adanya perubahan mendasar
yang terjadi atas harga pasar.
Diskusi
Kebijakan penentuan harga di antara unit-unit operasi adalah penting karena, bila harga tersebut
salah, maka tingkat pengembalian pada 1 segmen usaha akan dinyatakan rendah (understated) dan
segmen yang lain lebih tinggi (overstated). Hal ini tidak saja menyebabkan pengukuran yang salah
atas kinerja seseorang tetapi juga dapat membuat keputusan yang buruk pada bisnis secara
keseluruhan, yang akan mempengaruhi semua pihak.
Beberapa elemen pengeluaran yang tidak dapat ditemukan dalam hubungan perusahaan adalah:
1. Pengurangan untuk diskon tunai, pengiriman, royalty, pajak penjualan, penyisihan untuk
konsumen, dan sebagainya.
2. Biaya penjualan regular dan dalam banyak kasus jasa penagihan.
3. Beberapa pelayanan konsumen yang menggunakan laboratorium riset, seperti jasa penjualan di
mana hal ini terkait.
Divisi produksi yang bertindak sebagai pemasok akan menentukan harga dengan mendiskon struktur
harga regular untuk elemen-elemen terkait diatas.
Apabila divisi pembeli tidak menyetujui perhitungan harga di atas, maka ia akan menjelaskan dasar
penolakannya kepada presiden, yang akan memutuskan apa saja yang harus dilakukan.
Kita sangat berharap bahwa kebijakan ini akan berjalan dengan baik, dengan memberikan dasar
yang adil bagi setiap bisnis yang dilakukan oleh tiap divisi. Jika pada kenyataannya ditemukan bahwa
kebijakan ini tidak berjalan dengan baik, atau sangat sulit dalam penghitungannya, atau bekerja
dengan sangat susah payah, maka kebijakan tersebut harus diubah.

Divisi Williams
Divisi baru yang paling besar, yaitu Divisi Williams, sangat dipengaruhi oleh permasalahan harga
transfer karena 23% penjualannya dilakukan kepada divisi lain.
Hanya dalam waktu 3 minggu sebelum pemisahan ke dalam divisi-divisi, sangatlah penting untuk
secepatnya membuat daftar harga transfer di antara divisi-divisi. Tugas-tugas Divisi Williams sangat
rumit dengan banyaknya produk yang dihasilkan. Ada beberapa ratus unsur dan materi berbeda
yang harganya harus ditetapkan. Karena itu, demi alas an ketepatan, Divisi Williams memilih untuk
menetapkan harga berdasarkan biaya produksi langsung. Data-data dipergunakan dalam metode ini
lebih mudah didapat daripada yang digunakan dalam metode penetapan harga yang berdasarkan
harga pasar.
Seminggu setelah dibagikannya pernyataan kebijakan presiden, Divisi Williams mengeluarkan suatu
interpretasi kebijakan yang menyatakan usulan metode dalam menentukan harga untuk penjualan
produk-produk dari Divisi Williams kepada divisi-divisi lain. Paragraf kunci dari pernyataan ini adalah
sebagai berikut:
Divisi Williams akan mengenakan tarif harga yang sama kepada divisi lain seperti tariff yang
dikenakan ke konsumen yang ada, dikurangi dengan penyisihan(allowance) untuk pengeluaran-
pengeluaran yang terjadi dari rata-rata konsumen yang bukan konsumen antardivisi. Pengeluaran
yang tidak dapat dibandingkan ini akan dikurangi melalui pos pengurangan penjualan dan sebagai
bagian dari akun Beban Penjualan. Harganya akan dihitung berdasarkan markup akan factor
perkalian pada akun biaya produksi langsung. Suatu markup akan dihitung ulang setiap 6 bualn,
berdasarkan pengalaman 12 bulan sebelumnya dengan konsumen regular.
Markup untuk 6 bulan pertama tahun 1987 adalah 1,41 kali biaya manufaktur langsung seperti yang
ditunjukkan dalam tampilan 1 yang menggunakan data actual untuk periode 12 bulan yang berakhir
pada 31 Oktober 1986.
Pada akhir Maret 1987, presiden menerima beberapa pucuk surat dari para manajer divisi, yang
menanyakan tentang harag transfer. 3 di antaranya disimpulkan di bawah ini:
1. Divisi Williams bertanya tentang harga yang ditentukan oleh Divisi Johnson atas unsur A, suatu
bahan baku bagi Divisi Williams. Divisi Johnson sejak awal telah menghitung markup sebesar 1,33,
yang dihasilkan dari proses penghitungan yang sama dengan yang dilakukan oleh Divisi Williams
yang menghitung markup-nya dan menghasilkan angka 1,41. Meskipun demikian, pada angka 1,33
Divisi Johnson akan tetap mengalami rugi bersih (net loss) karena divisi tersebut belum beroperasi
dalam 12 bulan sebelumnya. Karena itu, ia meningkatkan markup-nya menjadi 1,41, sama seperti
yang digunakan oleh Divisi Williams. Pada tingkat markup ini, ia akan menunjukkan perolehan laba
yang sama dengan yang dihasilkan oleh Divisi Williams. Divisi Williams beragumen bahwa hal ini
telah melanggar kebijakan perusahaan.
2. Divisi internasional bertanya tentang harga transfer untuk beberapa produk yang dibelinya dari
Divisi Williams untuk penjualan luar negeri. Divisi ini mengatakan bahwa pada tingkat harga tersebut
ia tidak dapat bersaing dengan harga di pasar Eropa dan tidak dapat memperoleh laba.
3. Divisi Western membeli unsur kimia B dari Divisi Williams untuk dijual kembali kepada
konsumen divisi itu sendiri. Divisi ini menyerahkan data-data untuk menunjukkan bahwa harga
menurut perhitungan Divisi Western akan lebih menguntungkan jika kimia B diproduksi pada salah 1
pabriknya. Jika tidak demikian, divisi ini mengusulkan untuk memotong harga transfer sebesar 15%,
dimana harga ini masih menyisakan margin atas biaya manufaktur langsung untuk Divisi Williams.
Dalam Dolar Dalam Persen
Penjualan kotor kepada kosumen luar $5.126.328
Dikurangi: Jumlah yang tidak dapat dikenakan
dalam penjualan internal:

Pengiriman, royalty, pajak penjualan $58.625
Biaya penjualan 260.123
Total pengurangan 318.748
Penyesuaian penjualan 4.807.580 100%
Biaya manufaktur langsung 3.404.923 71
Margin 1.402.657 29%
Penghitungan 100 : 71 = 1,41 kali

Sampai akhir bulan Maret, presiden belum menanggapi surat-surat tersebut selain membalas bahwa
hubungan yang ada diantara divisi-divisi harus terus berlanjut sampai pemberitahuan selanjutnya
dan setelah pertanyaan-pertanyaan diputuskan, penyesuaian-penyesuaian harga transfer akan
dilakukan mulai tanggal 1 Januari.
Dalam pandangan berbagai pertanyaan yang muncul tentang markup, presiden mempertimbangkan
kemungkinan untuk mentransfer seluruh produk pada harga sebesar biayanya, tanpa ada markup.
Pertanyaan
1. Bagaimana seharusnya presiden menanggapi ketiga surat tersebut?
2. Jika ada, perubahan apa sajakah yang harus dilakukan untuk pelaksanaan harga transfer dalam
Strider Chemical Company?

Istilah Penting
1. Harga transfer: Harga yang dibebankan untuk suatu komponen oleh divisi penjual pada divisi
pembeli di perusahaan yang sama.
2. Mark up harga: Penetapan harga, dimana harga tertentu ditetapkan dengan jelas
menambahkan suatu prosentase tetap di atas biaya produksi
3. ROI (Return On Investment): Ukuran kinerja yang paling lazim bagi suatu pusat investasi.
Analisis Masalah
Seperti yang kita ketahui, permasalahan mulai muncul pada saat salah satu divisi SCC yakni divisi
Williams menetapkan harga transfer produknya karena divisi tersebut merasa sangat dipengaruhi
oleh penetapan harga transfer tersebut. Penetapan harga transfer oleh divisi wiliam menyebabkan
divisi lain menerima efek dimana mereka menjual harga barang mereka kepada pelanggan menjadi
lebih mahal. Dalam masalah ini presiden seharusnya memikirkan seluruh kepentingan divisi-divisi
yang yang ada dan membuat sebuah keputusan harga transfer yang terbaik.
Jawaban
1. Menurut kami, cara presiden Strider Chemical Company dalam menanggapi ketiga surat dari
divisi Wiliams, divisi Internasional, dan divisi Western adalah dengan cara menetapkan kebijakan
terkait dengan harga transfer yang seharusnya digunakan oleh divisi-divisi yang ada pada Strider
Chemical Company. Karena,salah satu permasalahan yang ada dalam divisi tersebut adalah
mengenai penetapan harga transfer. Presiden Strider Chemical Company sebaiknya menetapkan
harga transfer yang dapat menguntungkan bagi setiap divisi atau seluruh perusahaan dan membuat
keputusan harga transfer yang baik. Metode harga transfer yang bisa digunakan oleh presiden
Strider Chemical Company adalah harga transfer berdasarkan pasar atau harga transfer yang
dinegosiasikan. Harga transfer pasar adalah semua divisi menetapkan harga transfer untuk
penjualan ke divisi lain berdasarkan harga jual perusahaan. Harga transfer negosiasikan adalah harga
transfer yang ditentukan oleh kesepakatan antara dua divisi atau lebih.

2. Jika ada, perubahan apa sajakah yang harus dilakukan untuk pelaksanaan harga transfer
dalam Strider Chemical Company?
Jawab :
Ada beberapa alternatif yang bisa diterapkan dalam penerapan harga transfer adalah harga
transfer berdasarkan pasar atau harga transfer yang berdasarkan negosiasi.

Saya merekomendasikan kepada president SCC dalam menetapkan standar yang akan
diberlakukan adalah menggunakan harga transfer yang dinegosiasikan antar divisi,
agar penetapannya nanti bisa mempertimbangkan pendapat dari seluruh divisi. Mengapa kami tidak
memilih harga transfer berdasarkan pasar karena sudah dijelaskan oleh divisi wiliams bahwa
penetepan harga ini akan memberikan waktu lebih lama penentuannya karena harus mencari data-
data tersendiri.