Anda di halaman 1dari 10

http://faculty.stcc.

edu/aandp/ap/ap1pag
es/units1to4/introduction/selectiv.htm#
Passive
STRUKTUR DAN FUNGSI MEMBRAN
Posted by Bio duarebu
Membran Sel atau membran plasma
Membran sel atau membran plasma adalah batas kehidupan, batas yang memisahkan
sel hidup dari sekelilingnya yang mati. Lapisan tipis yang luar biasa ini tebalnya kira-kira
hanya 8nm (dibutuhkan lebih dari 8000 membran plasma untuk menyamai tebal kertas
halaman ini) membran plasma mengontrol lalulintas ke dalam dan keluar sel yang
dikelilinginya. Seperti semua membran biologis, membran plasma memiliki permeabilitas
selektif; yakni, membran ini memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengan
lebih mudah daripada substansi yang lainnya. Salah satu episode paling awal dalam eolusi
kehidupan mungkin berpa pembentukan membran yang membatasi suatu larutan yang
mempunyai komposisi yang berbeda dari larutan sekelilingnya, tetapi masih bisa melakukan
penyerapan nutrient dan pembuangan produk limbahnya kemampuan sel untuk membedakan
pertukaran kimiawainya ini dengan lingkungannya merupakan hal yang mendasar bagi
kehidupan, dan membran plasma inilah yang membuat keselektifan ini bisa ter!adi.
Fungsi Membran Sel
Membran sel berfungsi sebagai barier semipermeabel yang memungkinkan molekul
yang berukuran ke"il dapat keluar masuk ke dalam sel. #asil pengamatan mikroskop elektron
terhadap membran sel menun!ukkan bahwa membran sel merupakan lipid bilayer. (disebut
sebagai fluid-mosai" model). $olekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang terdiri dari
bagian kepala yang polar (hidrofilik) dan dua ekor nonpolar (hidrofobik). %osfolipid ini
tersusun atas bagian nonpolar membentuk daerah hidrofobik yang diapit oleh daerah kepela
yang pada bagian dalam dan luar membran.
B. KOMPISISI KIMIA MEMBRAN SEL
Semua membran disusun dari lema dan pr!tein di mana setiap komponen diikat oleh
ikatan nonkoalen. Selain lema dan pr!tein, membran sel !uga mengandung arb!hidrat.
&asio antara lemak dan protein berariasi bergantung tipe membran seluler misalanya antara
membran pasma dan retikulum endoplasma atau pun tipe !rganisme misalnya antara
pr!ari!t dan euari!t. Sebagai membran mit!!ndria memiliki rasio protein'lemak yang
tinggi dibandingkan membran plasma pada sel darah merah.
Lipid
Lipid pada membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat).
F!sf!lipid merupakan lipid yang !umlahnya paling melimpah dalam sebagian besar
membran. (emampuan f!sf!lipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur
molekulernya. F!sf!lipid merupakan suatu molekul amfipatik yang berarti bahwa molekul ini
memiliki daerah hidrofilik maupun daerah hidrofobik. Sebagian besar membran
mengandung f!sfat, $olekul f!sfat ini bersifat hidr!fili "dapat mengiat air# sedangkan
molekul lema bersifat hidr!f!bi "tida dapat mengiat air#
(omponen lemak lain adalah !lester!l di mana pada hewan tertentu dapan men"apai
)0* dari molekul lemak yang terdapat pada membran plasma. K!lester!l tidak terdapat pada
sebagai besar membran plasma tubuhan dan bakteri.
Lipid yang terdapat pada selaput dapat diekstrak dengan kloroform, eter dan ben+ene.
,engan menggunakan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas, dapat diketahui
komposisi lipid pada selaput sel. Lipid yang selalu di!umpai adalah fosfolipid, sfingolipid,
glikolipid dan sterol. (olesterol merupakan lipida terbanyak yang menyusun selaput sel.
-eran arb!hidrat membran dalam pengenalan sel dengan sel kemampuan sel untuk
membedakan tipe-tipe sel yang bertetangga, bersifat krusial bagi fungsi organisme. $isalnya,
penting untuk memilah-milah sel men!adi berbagai !aringan dan organ dalam embrio hewan.
-engenalan sel dengan sel !uga men!adi dasar penolakan sel asing (penolakan organ
"angkokan atau transplantasi) oleh sistem kekebalan. (arbohidrat pada membran biasanya
merupakan rantai pendek ber"abang yang tersusun kurang dari .) unit gula sebag!an
diantaranya berikatan koalen dengan lipid, membentuk molekul yang disebut glikolipid
(glycolipid ). /kan tetapi sebagian besar karbohidrat berikatan koalen dengan protein,
membentuk glikoprotein.
Pr!tein
Pr!tein membran tersusun atas glikoprotein atau protein yang bersenyawa dengan
karbohidrat. 0ergantung pada tipe sel dan organel tertentu dalam sel, membran memiliki .1
sampai lebih dari )0 ma"am protein berbeda. -rotein ini tidak disusun se"ara a"ak tetapi
setiap lokasi dan orientasinya disusun pada posisi relatif tertentu pada lipid bilayer. -rotein
pada membran tidak simetris yakni bagian luar membran dan bagian dalam membran tersusun
berbeda. -osisi seperti ini memungkinkan membran sebelah luar beriteraksi dengan dengan
ligan sektraseluer seperti hormon dan faktor pertumbuhan sedangkan bagian dalam dapat
berinteraksi dengan molekul sitoplasma seperti protein 2 atau protein kinase. 3erdapat dua
lapisan utama protein membrane.
Pr!tein integral
-rotein integral adalah protein yang berpenetrasi kedalam lipid bilayer. -rotein ini dapat
menembus membran sehingga memiliki domain pada sisi ekstra seluler dan sitoplasmik dari
membran. -rotein integral umumnya merupakan protein transmembran, dengan daerah
hidrofobik yang seluruhnya membentang sepan!ang interior hidrofobik membrane tersebut.
,aerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino nonpolar,
yang biasanya bergulung men!adi heli4 a. pada u!ung hidrofilik molekul ini dipaparkan
kelarutan a5ueous pada kedua sisi membrane.
Pr!tein perifer
-rotein periferal sama sekali tidak tertanam dalam bilayer lipid. Seluruhnya berlokasi
dibagian luar dari lipid bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun
sitoplasmik dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non koalen. -rotein ini
merupakan angota yang terikat se"ara longgar pada permukaan membran, sering !uga pada
bagian protein integral yang dibiarkan terpapar. -rotein pada membran menentukan sebagian
besar fungsi spesifik membran.
Lipid an$h!r pr!tein
3erdapat disebelah luar lipid bilayer tetapi berikatan se"ara koalen dengan molekul
lemak yang terdapat pada lipid bilayer.
-rotein membran plasma memiliki fungsi yang sangat luas antara lain sebagai protein
pembawa (carrier) senyawa melalui membran sel, penerima isyarat (signal) hormaonal dan
meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau sel lainnya. -rotein selaput plasma !uga
berfungsi sebagai pengikat komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler.
-rotein-protein permukaan luar memberikan "irri indiidual sel dan ma"am protein dapat
berubah sesuia dengan diferensiasi sel. -rotein-protein pada membran sel banyak !uga yang
berfungsi sebagai en+im terutama yang terdapat pada selaput mitokondria, retikulum
endoplasma dan kloroplas. Sebagai "ontoh, senyawa-senyawa fosfolipid membran plasma
disintesis oleh en+im-en+im yang terdapat pada membran retikulum endoplasma.
-rotein membran sel memiliki kemampuan bergerak, sehingga dapat berpidah tempat.
-erpindahan berlangsung ke arah lateral dengan !alan difusi. 6amun tidak semu protein
mampu berpindah tempat. 0eberapa !enis protein integral tertahan dalam selaput oleh
anyaman molekul-molekul protein yang berada tepat di bawah permukaan dalam selaput
plasma. /nyaman ini berhubungan dengan sitoskelet atau rangka sel.
Struktur fisiko-kima protein selaput sel kurang diketahui, mengingat bahwa bentuknya
sangat berariasi. 0erdasarkan ka!ian mikroskopis dan teknik free+e fra"ture diketahui bahwa
protein dalam selaput sel berbentuk globular.
F%N&SI MEMBRAN SEL
K!mpartementalisasi
$embran plasma membagi protoplasma men!adi beberapa kompartemen (ruangan).
$embran sel membungkus seluruh protoplasma. $embran inti memisahkan nukleoplasma
dengan dari stoplasma. Selain itu selaput plasma membagi sitoplasma men!adi beberapa
kompartemen yang disebut dengan organel. /danya selaput ini pembatas ini sangat penting
karena memungkinkan kegiatan setiap kompartemen dapat berlangsung tanpa gangguan dari
kompatemen lain namun tetap dapat beker!a sama.
Barier seletif permeabel
$embran sel men"egah pertukaran materi se"ara bebas dari satu sisi ke sisi lain pada saat
bersamaan. $embran plasma harus men!amin pertukaran molekul antara bagian lur dan
dalam pada saat yang tepat.
'ransp!rt m!leul
$embran plasma mengandung mesin transpor molekul dari satu sisi ke sisi lain yang
men"egah molekul dengan konsentrasi rendah masuk ke dalam sel daerah yang memeiliki
konsentrasi tinggi. $esin ini memungkinkan sel mengakumulasi molekul tertentu dalam
konsentari yang lebih tinggi di bandingkan di sebelah luar.
Penghantaran signal
$embran plasma memainkan peran penting dalam respon sel terhadap signal. -roses itu
disebut dengan penghantaran signal. $embran sel memiliki resptor yang berkombinasi
dengan molekul tertentu (ligan). Setiap sel berbeda memiliki reseptor berbeda, yang mampu
mengenali dan berespon terhadap ligan pada lingkungan berbeda.
Interasi interseluler
$embran sel memperantarai interaksi antar sel pada organisme multiseluler. $embran
sel memungkinlkan sel mengenal satu sama lain, berikatan dan saling bertukar materi dan
informasi
Meanisme Pengangutan Melalui Membran Sel
$olekul dan ion ke"il bergerak melintasi membrane plasma dalam dua arah seperti gula,
asama amino dan nutrient lain memasuki sel, dan produk limbah metabolism meninggalkan
sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan karbon dioksidal. Sel
!uga mengatur konsentrasi ion anorganiknya seperti 6a7, (7, 8a17 dan 8a- dengan "ara
mebolak-balik arahnya dari satu arah ke arah lainnya melintasi membrane plasma. $eskipun
lalu lintas melalui membrane ini padat membrane sel itu bersifat selektif permeable
(membrane hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul polar tertentu), semipermeable (mudah
dilewati oleh molekul air) dan subtansi-subtansi tidak dapat melintasi rintangan tersebut
se"ara sembarangan. Sel tersebut dapat mengambil berbagai ma"am molekul dan ion ke"il
dan menolak yang lainnya disamping itu substansi-suubstansi bergerak melintasi membrane
pada la!u yang berbeda.
$embran sel memiliki fungsi dalam pergerakkan ion atau molekul dari dalam ataupun
dari luar sel. $enurut 8ampbell bagian tengah membran yang bersifat hidrofibik merintangi
pengangkutan ion dan molekul polat yang keduanya bersifat hidrofilik. Stuktur lipid bilayer
merupakan penyebab adanya sifat selektif permeabel pada membran. 2erakan molekul atau
ion yang ter!adi pada membran sel dan organel-organel lainnya adalah 9
(ifusi
,ifusi Sederhana
,ifusi adalah suatu proses spontan di mana molekul-molekul bergerak dari daerah dengan
konsentrasi tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi rendah. $embran bersifat selektif
permeabel sehingga berpengaruh terhadap la!u difusi beberapa !enis molekul. Satu !enis
molekul yang berdifusi bebas menembus banyak !enis membran adalah air.
,ifusi bergantung pada pergerakan se"ara a"ak dari suatu +at terlarut. $olekul-molekul
dapat melewati selaput plasma dengan !alan difusi sederhana sangat terbatas !umlahnya dan
untuk inipun selaput plasma masih memiliki penghalang. $ikromolekul terutama !enis
hidrofobik dapat melewati membran plasma dengan mudah. (emampuan sel untuk dapat
memilah senhyaya hidrofilik dengan berat molekul (0$) ke"il dari senyawa yang memiliki
0$ bsar sering kali disebabkan oleh adanya porus pada selaput plasma. 3erdapat dua !enis
porus. :enis pertama yang dapat menembus protein integral atau di antara kelompok molekul
protein transmembran. -orus !enis kedua disebut porus statistik yang terbentuk se"ara a"ak
pada selaput plasma dan menembus lipid bilayer.

,ifusi 3erfasilitasi
,ifusi dari suatu senyawa atau molekul melewati membran selalu ter!adi dari daerah
dengan konsentasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah, akan tetapi difusi tidak selalu
ter!adi melalui lipid bilayer atau suatu saluran terbuka. Se!umlah substansi diketahui berdifusi
dengan terlebih dahulu berikatan dengan suatu protein mebran yang disebut dengan fasilitatif
transporter yang memfasilitasi proses difusi. -engikatan molekul atau senyawa pada
fasilitastif transporter pada satu sisi akan memi"u perubahan komformasi pada protein dan
menyebabkan +at terlarut dapat berdifusi ke daerah yang berkonsentrasi rendah.
Senyawa yang melewati membran plasma dengan !alan difusi dipermudah !uga tidak
memerlukan keterlibatan /3-, seperti halnya difusi sederhana. 6amun gerakan senyawa dari
luar ke dalam atau sebaliknya lebih "epat dari pada difusi sederhana. #al ini disebabkan oleh
adanya protein pembawa yang memper"epat pengangkutan. $olekul protein pembawa setelah
mengikat senyawa atau molekul yang akan di bawa, segera memindahkan senyawa'molekul
dari luar ke dalam atau sebaliknya.

Osm!sis
;smosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran
semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi.
-eristiwa osmosis ini ter!adi pada sel. -eristiwa tersebut bergantung pada perbandingan
konsentrasi larutan didalam dan diluar sel. :ika konsentrasi larutan diluar sel lebih rendah
daripada larutan di dalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipotenik. (onsentrasi larutan
diluar sel lebih tinggi dari pada larutan didalam sel, berarti sel berada dalam larutan
hipertonik.
'ransp!r Atif
3ranspor aktif adalah transpor yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan
memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat selektif permeabel.
3ranspor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam sel dan di luar sel. $uatan listrik ini
ditentukan oleh ion natrium (6a7), ion kalium ((7), dan ion klor (8.-). (eluar masuknya ion
6a7 dan (7 diatur oleh pompa natrium-kalium. -ompa natrium-kalium bertanggung !awab
terhadap transpor aktif ganda 6a7 dan (7 dari dalam keluar sel. /3- menyediakan energi
untuk transpor. -ompa mengeluarkan tiga ion 6a7 dari dalam sel untuk setiap dua ion (7
yang dimasukkan kedalam sel. -ada protein pengangkut, terdapat untuk 6a7 dan (7 yang
dinamakan binding sites.

.. 3iga ion natrium (6a7) diambil dalam sel dan menempati binding sites (tempat ter!adinya
ikatan ion atau molekul pada membran).
1. <nergi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran agar membuka ke
bagian luar sel.
=. -rotein integral pada membran membuka ke arah luar sel, kemudian melepaskan ion natrium
keluar dari sel.
>. ,ua ion kalium ((7) dari luar sel menempati binding sites pada protein integral.
). -rotein integral pada membran kembali pada bentuk semula, yakni membuka kearah dalam
sel.
?. @on kalium dilepaskan kedalam sel.
Pengangutan Mar!m!leul Mele)ati Selaput Plasma
$akromolekul seperti protein atau atau polisakarida tidak dapat lewat melalui protein
transmembran yang berperan sebagai pembawa. 6amun sel tetap dapat memasukkan dan
mengeluarkan makromolekul-makromolekul tersebut. -engangkutan makromolekul sangat
berbeda dengan pengangkutan mikromolekul. $ekanisme pengangkutan makromolekul dari
lingkungan eksternal ke dalam suatu esikula dilakukan melalui suatu lipatan atau inaginasi
membran plasma. -engambilan makromolekul dari matriks ekstraseluer dapat dibagi men!adi
dua kategori yaitu fagositosis yaitu pengambilan maromolekul padat dan pinositosis
pengambilan materi berupa "airan.
Fag!sit!sis
%agosistosis (Acell eatingB) adalah pengambilan bahan padat yang umum dilakukan oleh
beberapa !enis sel tertentu untuk selan!utnya dibawa menu!u lisosom. ;rganisme bersel
tunggal seperti Amoeba dan Ciliata mengambil makanan dengan menangkap partikel
makanan atau organisme ke"il dengan melingkupinya dengan merman plasma. Lipatan
kemudia berfusi membentuk sutau akuola (fagosom) yang akan terpisah dengan membran
plasma. %agosom selan!utnya akan bergabung dengan lisosom untuk men"ena makanan
se"ara intraseluler.
-ada beberapa hewan tingkat tinggi, fagositosis lebih merupakan suatu mekanisme
protektif dibandingkan "ara pengambilan makanan. $ammalia memiliki berbagai ma"am sel
fagosit seperti makrofag dan neutrofil yang terdapat di dalam darah dan !aringan lain yang
akan AmemakanB organisme, sel-sel yang telah rusak, sel darah merah yang telah tua ataupun
debris.
End!sit!sis
-ada endositosis, sel memasukan makro molekul dan materi yang sangat ke"il dengan
"ara membentuk esikula baru dari membrane plasma. Langkah-langkahnya pada dasarnya
merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian ke"il luas membrane plasma terbenam
terdalam membentuk kantong. 0egitu kantong ini semakin dalam, kantong ini ter!epit,
membentuk esikula yang berisi materi yang telah terdapat diluar selnya. 3erdapat tiga !enis
endositosis, yaitu fagositosis (pemakanan seluler) pinositosi (peminuman seluler) dan
endositosis yang diperantai reseptor.
<ndositosis se"ara umum dapat dibagi men!adi dua kelompok yaitu9 bulk-phase
endocytosis dan receptor-mediated endocytosis. Bulk-phase endocytosis mengambil "airan
ektraseluler tanpa adanya proses pengenalan oleh permukaan membran plasma. bulk-phase
endocytosis dapat diamati dengan memberikan bahan tertentu pada medium kultur seperti
en+im horseradish pero4idase yang akan di ambil oleh sel-sel pada umumnya. Receptor-
mediated endocytosis merupakan pengambilan makromolekul tertentu (ligand) yang akan
berikatan dengan reseptor pada permukaan luar membran.
Es!sit!sis
Sel mensekresi makro molekul dengan "ara menggabungkan esikula dengan membrane
plasma disebut dengan eksositosis. Cesi"ula transfor yang lepas dari apparatus golgi
dipindahkan oleh sitoskeleton ke membrane plasma. (etika membrane esikula dan
membrane plasma bertemu, molekul lipid keduan bilayer menyusun ulang dirinya sendiri
sehingga kedua membrane bergabung. (andungan esikulanya kemudian tumpah dari sel.