Anda di halaman 1dari 28

A.

JUDUL PERCOBAAN
TITRASI POTENSIOMETRI
B. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan titik akhir titrasi asam-basa secara potensiometri
A. DASAR TEORI
Potensiometri adalah suatu analisis berdasarkan pengukuran beda
potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Potensiometri ini mempelaari
hubungan antara konsentrasi dengan potensial. !engan menggunakan
elektroda selekti" ion. dapat digunakan untuk mengukur potensial# p$ suatu
larutan# menentukan titik akhir titrasi dan konsentrasi ion % ion tertentu. Pada
potensiometri# meliputi elektroda % elektroda&
a. Elektroda Pembanding 'reference electrode(
b. Elektroda indikator 'indikator electrode(
c. Alat pengukur potensial
1. Elektroda Pembanding
Elektroda )ang mempun)ai nilai potensial )ang tetap atau harga
potensial setengah seln)a diketahui. Macam-macamn)a )aitu# lektroda
pembanding primer dan sekunder.
a. Elektroda Pembanding Primer
Salah satun)a adalah elektroda hidrogen standart. Pada
elektroda ini terbuat dari ka*at platina )ang dilapisi timah hitam agar
teradi adsorbsi gas hidrogen pada permukaan elektroda.
+ambar ,. Elektroda hidrogen
Reaksi )ang teradi &
$
-
-$
.
. -e
-
Reaksi ini adalah reaksi re/ersible.
b. Elektroda Pembanding Seknder
!ikatakan sekunder# dikarenakan beda potensial )ang
dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi 01l dari elektroda itu sendiri.
Ada beberapa enis elektroda )ang digunakan secara umum# )aitu&
1! Elektroda "alomel #$g
%
Cl & merkri "lorida!
+ambar -. Elektroda kalomel
Secara umum enis elektroda ini paling ban)ak digunakan.
Reaksi elektroda kalomel &
$g
-
1l
-'g(
. -e
-
-$g
'l(
. -1l
-
Pada -2
o
1# elektroda kalomel dibagi menadi 3 enis berdasarkan
konsentrasi dari 01l# )aitu &
4ila 01l enuh# maka E 5 6#-776 8
4ila 01l 3#2 M# maka E 5 6#-266 8
4ila 01l 6#, M# maka E 5 6#3329 8
%! Elektroda Perak
Elektroda perak termasuk seenis dengan elektroda
kalomel. Elektroda ini tersusun atas ka*at perak atau platina )ang
dilapisi perak# kemudian dilapisi lagi dengan lapisan tipis Ag1l.
Reaksi elektroda perak &
Ag1l
(s)
. e
-
Ag
(s)
. 1l
-
Seperti pada elektroda kalomel# pada -2
o
1 elektroda perak
dibagi menadi - enis berdasarkan konsentrasi dari 01l# )aitu &
4ila 01l enuh# maka E 5 6#,:: 8
4ila 01l 3#2 M# maka E 5 6#-62 8
+ambar 3. Elektroda perak
%. Elektroda Indikator
4erbeda dengan elektroda standart# harga potensial elektroda
indikator bergantung pada konsentrasi ;at )ang akan diselidiki. Namun#
elektroda ini merupakan pasangan dari elektroda pembanding. Elektroda
ini dibagi menadi - kelompok &
a. Elektroda <ogam# dan
b. Elektroda Membran
Prinsip kera dari potensiometri adalah pengukuran tunggal potensial
elektroda untuk menetapkan suatu spesi ion. Metode ini digunakan untuk
mendeteksi titik akhir titrasi dan menentukan konsentrasi suatu ion. =ika
sepotong logam M dicelupkan kedalam suatu larutan )ang mengandung ion
logam M
.
# maka teradi suatu potensial elektroda )ang nilain)a diberikan oleh
persamaan nernst sebagai berikut&
1. Alat Dengan 'etode Poten(iometer
!alam kaian percobaan ini akan dielaskan alat )ang menerapkan
metode potensiometri# )akni salah satu aplikasi dari elektroda membrane
kaca# )aitu p$ meter. 4erikut penelasann)a&
a. )$ 'eter
Elektroda membrane kaca terutama digunakan untuk
menentukan ion hidrogen 'p$( dalam suatu larutan. Persamaan )ang
berlaku dan skema gambarn)a adalah sebagai berikut&
+ambar 7. Aplikasi elektroda membrane kaca
p$ meter merupakan alat )ang menggunakan aplikasi elektroda
enis ini )ang digabung dengan elektroda kalomel. Selain itu# p$ meter
dapat digunakan sebagai untuk menentukan titik akhir titrasi asam basa
pada titrasi potensiometri sebagai pengganti elektroda indikator.
Pada prinsipn)a# cairan dalam elektroda pada p$ meter harus
diaga selalu lebih tinggi dari permukaan larutan )ang akan diukur#
maksudn)a agar tidak teradi kontaminasi )ang akan mempengaruhi
sensi/itas elektroda. Selain itu# pen)impanan elektroda ini harus selalu
dalam keadaan basah agar tidak teradi kontak dengan udara# sehingga
umumn)a direndam dalam air.
!ari gambar di atas# tampak bah*a elektroda membran )ang
digunakan untuk p$ meter terdiri dari suatu membran akti" 'peka
terhadap p$( )ang diletakkan pada salah satu uung tabung gelas atau
plastic# dan berisi larutan $1l 6#,M 'larutan internal(. Pada larutan
$1l 6#,M dicelupkan elektroda pembanding - )ang memiliki harga
potensial )ang berbeda dengan elektroda pembanding ,. Eektroda
pembanding - )ang digunakan adalah elektroda perak> perak klorida
)ang tidak peka terhadap perubahan harga p$. Selanutn)a kedua
elektroda tersebut dihubungkan dengan /oltmeter.
Elektroda membran tersusun atas tiga komponen utama# )aitu
membran selekti" ion# elektroda pembanding dan larutan internal#
sedangkan elektroda logam han)a tersusun atas logam
Mengingat tinggin)a tahanan elektroda kaca ',-,66 megaohm(
sebuah potensimeter biasan)a tak dapat digunakan untuk mengukur
potensial suatu sel )ang mencakup elektrode kaca dan memang
perkembangan dini elektrode kaca bergantung pada kemauan dalam
perancang katup termion )ang memungkinkan konstruksi ?/oltmeter
katup@. 0arena instrumen ini dirancang dengan mengingat elektrode
kaca# dan elektrode kaca digunakan untuk mengukur p$ larutan#
instrumen ini diruuk sebagai p$-meter. p$ meter pada tahap a*al
dikelompokkan sebagai (a) pembacaan langsung# (b) pengukur bertipe
potesiometer. !alam pengukur tipe (a) e.m.". sel )ang berisi elektrode
kaca itu dikenakan tahanan tinggi dan arus )ang mengalir dalam
tahanan itu kemudian digandakan dan diterapkan pada pengukur peka
berupa kumparan )ang bergerakA pengukur ini dikalibrasikan dalam
mili/olt sehingga e.m.". sel terekam langsung dan karena kuantitas
)ang diukur memang p$# skala itu uga dikalibrasi dalam satuan p$#
dengan dipasang suatu saklar pemilih untuk memungkinkan pemilihan
pembacaan skala. !alam pengukur tipe (b) digunakan rangkaian
potensiometri bersama dengan suatu pengganda elektronik dan suatu
miliammeter sebagai detektor titik berimbang. Potensiometer itu
diberimbangkan terhadap suatu sel standar )ang terdapat dalam alat itu
dan kemudian e.m.". sel )ang berisi elektrode kaca itu dikenakan pada
potensiometer dan keberimbangan dicapai dengan cara biasa# dengan
mula-mula men)esuaikan pengendali 'bertahap( ?kasar@ dan kemudian
pengendalian 'ka*at geser( ?halus@A pengendali ini dikalibrasikan
dalam mili/olt dan uga dalam satuan p$.
Seperti telah dielaskan# sebuah elektrode kaca mempun)ai
?potensial asimetri@ )ang tidak memungkinkan menghubungkan
langsung potensial elektrode terukur dengan p$ larutan dan
men)ebabakan perlun)a mengkalibrasi elektrode itu. Oleh karena itu
suatu p$-meter selalu mempun)ai suatu pengendali 'kontrol )ang
ditandai dengan# ?Set 4u""er@# ?Standarise@# atau ?1alibrate@( sehingga
dengan gabungan elektrode itu 'elektrode kaca plus ruukan atau
sebuah elektrode kombinasi( )ang dibenamkan dalam suatu larutan
bu""er )ang p$-n)a diketahui# pembacaan skala dari instrumen itu
dapat diubah agar sesuai dengan nilai )ang benar.
Persamaan Nernst menunukkan bah*a potensial elektrode
kaca untuk suatu nilai p$ tertentu akan bergantung pada temperatur
larutan. Oleh karena itu sebuah p$-meter mempun)ai pengendali
pemrasangka 'biasing control( sehingga skala pengukur itu dapat
disesuaikan agar berpadanan dengan temperatur larutan )ang sedang
diui. Pengendalian itu dapat berupa suatu kontrol tak otomatis# )ang
dikalibrasi dalam
6
1# dan )ang dipasang pada temperatur larutan#
seperti )ang terbaca pada termometer merkurium biasa. !alam
beberapa instrumen# dibuat penataan untuk kompensasi temperatur
secara otomatis dengan membenamkan suatu pengindera temperatur
'sebuah termometer tahanan( ke dalam larutan dan hasiln)a diumpan
ke dalam rangkaian p$-meter.
Cara Pengo)era(ian )$ meter *
Sebelum menggunakan# terang orang perlu mengenal baik-baik
pedoman memakai )ang diterbitkan bersama p$-meter )ang akan
dipakai# namun prosedur umum untuk melakukan pengukuran p$
serupa untuk semua alat dan akan mengikuti suatu pola sepeti akan
diperinci di ba*ah ini &
,( N)alakan dan biarkan alat itu mengalami pemanasanA *aktu )ang
diperlukan sangat pendek ika rangkaian itu bertipe ;at padat.
Sementara itu pastikan bah*a larutan-larutan bu""er )ang
diperlukan untuk kalibrasi p$-meter telah tersedia. Ini paling enak
dilakukan dengan melarutkan sebii ?Tablet bu""er@ )ang tepat 'ini
dapat diperoleh dari ban)ak pemasok p$-meter dari toko suplai
laboratorium( dalam /olume tertentu air suling.
-( =ika alat itu dilengkapi dengan tombol pengendali temperatur )ang
tak otomatis# baca temperatur larutan-larutan dan setel pengendali
pada temperatur ituA ika terdapat pengendali otomatis# maka
benamkan pengindera temperatur ke dalam larutan bu""er standar
pertama )ang ditaruh dalam sebuah piala kecil )ang telah dibilas
dengan sedikit larutan itu.
3( 1elupkan gabungan elektrode ke dalam piala itu uga# dan ika ada
setel saklar selektor alat itu untuk pembacaan p$.
7( sesuaikan tombol pengendali ?Set 4u""er@ sampai pembacaan alat
ukur itu cocok dengan p$ larutan bu""er
2( Ambil gabungan elektrode itu 'dan alat raba temperatur ika
digunakan( bilas dalam air suling# dan kemudian celupkan dalam
larutan bu""er kedua )ang ditaruh dalam piala kecil. =ika
pembacaan alat ukur itu tidak secara eksak cocok dengan p$
larutan ini# ubahlah tombol pengendali ?Slope@A sampai diperoleh
pembacaan )ang diminta.
9( Ambil elektrode gabungan itu# bilas dalam air suling# taruh lagi
dalam larutan bu""er )ang pertama dan pastikan bah*a pembacaan
alat menunukkan nilai p$ )ang benarA ika tidak# ulang prosedur
kalibrasi ini.
B( =ika kalibrasi itu memuaskan# bila elektrode dan lain-lain# dengan
air suling# dan dimasukkan ke dalam larutan ui )ang ditaruh
dalam piala kecil. 4aca p$ larutan itu.
C( Ambil elektrode dan lain-lain itu# bilas dalam air suling# dan
biarkan tercelup dalam air suling.
%. Titra(i Poten(iometri
Tuuan utama pada titrasi potensiometri adalah untuk menentukan
lokasi titik akhir. !alam menentukan lokasi tersebut dapat dilakukan
dengan beberapa cara# antara lain dengan membuat gra"ik potensial atau
p$ /ersus /olume titran atau modi"ikasin)a# )aitu turunan pertama E>8
atau p$>8 /ersus /olume titran '8D(. Selanutn)a dari gra"ik )ang
didapatkan dicari harga maksimum atau minimumn)a. 1ara lain adalah
dari turunan keduan)a# )aitu
-
E>8
-
atau
-
p$>8
-
/ersus /olume titran
'8)(# kemudian dari gra"ik )ang diperoleh dicari titik noln)a. Sebagai
contoh cara menghitung dapat dilihat pada titrasi asam basa antara ,6 ml
6#- M asam polibasis $
3
PO
7
dengan 6#2 M NaO$ )ang datan)a dapat
dilihat pada tabel berikut &
No. 8 p$ 8D p$>8 8)
-
p$>8
-
,. ,#6 3#72 ,#26 6#62 -#66 6#,2
-. -#6 3#26 -#26 6#-6 3#66 6#,6
3. 3#6 3#B6 3#26 6#36 3#CC 2#7B
7. 7#6 7#66 7#-2 7#76 7#26 -9#-6
2. 7#2 9#-6 7#B2 ,#36 2#66 -,#96
9. 2#6 9#C2 2#-2 6#26 2#26 6#66
B. 2#2 B#,6 2#B2 6#26 9#-2 -6#-6
C. 9#6 B#32 9#26 6#32 B#66 6#,6
:. B#6 B#B6 B#26 6#72 C#66 ,#:2
,6. C#6 C#,2 C#26 -#76 C#:6 -,#:9
,,. :#6 ,6#22 :#36 6#C3 :#22 -6#:,
,-. :#9 ,,#62 :#C6 6#3C ,6#63 -6#3:
,3. ,6#6 ,,#-6 ,6#-2 6#-6 - -
,7. ,6#2 ,,#36 - - - -
Per+itngan )ada trnan )ertama dan keda adala+ (ebagai
berikt*
a. Perhitungan pada turunan pertama#
dan 8
,
5 8
-
% 8
,
!imana 8
,
5 selisih /olume pada turunan pertama
8
,
5 /olume pada pengukuran pertama
8
-
5 /olume pada pengukuran kedua
b. Perhitungan pada turunan kedua#
dan 8
-
5 8D
-
% 8 D
,
!imana 8
-
5 selisih /olume pada turunan kedua
8D
,
5 /olume turunan pertama pada data pertama
8D
-
5 /olume turunan pertama pada pengukuran kedua
dan
$asil pengukurann)a dapat digambarkan pada gambar dan dari
kur/a )ang diperoleh# titik akhir ditentukan
+ambar 2. Metode-metode pengeplotan data titrasi potensiometri
B. ALAT DAN BA$AN
,. Alat-alat &
a( +elas kimia
b( p$ meter
c( 1orong
d( Pipet tetes
e( Pengaduk magnet
"( 4uret 26 ml
g( 4eker glass -26 m<
h( Stati" dan klem buret
i( Pipet gondok -2 ml
( Propipet atau karet penghisap
k( 4otol semprot
-. 4ahan-bahan &
a( $1l 6#, N
b( NaO$ 6#, N
c( AEuades
d( Tissu
C. ALUR "ERJA
a. Standarisasi alat
p$ meter
-!in)alakan untuk pemanasan selama
,2 menit
-Standarisasi dengan bu""er p$ B
- Standarisasi dengan p$ 7#3 dan
:#7
tuk pemanasan
- Standarisasi dengan p$ 7#3 dan
:#7
Elekroda
- !icuci dengan botol semprot dan
dikeringkan dengan tissu
dikeringkan dengan tissue
p$ meter )ang siap digunakan
b. Titrasi Potensiometri
D. DATA PEN,A'ATAN
No
8 NaO$
'ml(
8 $1l
'ml(
p$ E FE>F8 F
-
E>F8
-
-!in)alakan untuk pemanasan selama
,2 menit
-Standarisasi dengan bu""er p$ B
- Standarisasi dengan p$ 7#3 dan
:#7
tuk pemanasan
- Standarisasi dengan p$ 7#3 dan
:#7
-2 ml larutan NaO$ 6#, N
!imasukkan dalam beker glass
Elektroda dimasukkan dalam
beker glass )ang berisi lart
NaO$
!istandarisasi dengan mencatat
p$
!itambahkan , ml $1l 6#, N
dan mencatat perubahan p$
)ang terbaca 'Penambahan $1l
, ml hingga penambahan 36 ml
dan catat p$ )ang terbaca pada
p$ meter
!istandarisasi dengan
mencatat
p$
ker glass )ang berisi lart
NaO$
- !istandarisasi dengan
mencatat
p$
p$ )ang dicatat
, -2 6 ,,.7- -6.7-BBC 6.667B- 6.66-:2
- -2 , ,,.37 -6.7-369 6.66B9B -6.667B-
3 -2 - ,,.-, -6.7,23: 6.66-:2 -6.667,3
7 -2 3 ,,.,9 -6.7,-77 -6.66,,C 6.6662:
2 -2 7 ,,.,C -6.7,39- -6.6662: -6.6662:
9 -2 2 ,,.,: -6.7,7-, -6.66,,C 6.667,3
B -2 9 ,,.-, -6.7,23: 6.66-:2 -6.6662:
C -2 B ,,.,9 -6.7,-77 6.66-39 6.66B6C
: -2 C ,,.,- -6.7,66C 6.66:77 -6.66CC2
,6 -2 : ,6.:9 -6.76697 6.6662: 6.66B6C
,, -2 ,6 ,6.:2 -6.76662 6.66B9B -6.6623,
,- -2 ,, ,6.C- -6.3:-3C 6.66-39 6.66CC2
,3 -2 ,- ,6.BC -6.3:66- 6.6,,-, -6.667B-
,7 -2 ,3 ,6.2: -6.3BCC, 6.6697: 6.6623,
,2 -2 ,7 ,6.7C -6.3B-3- 6.6,,C6 6.667,3
,9 -2 ,2 ,6.-C -6.3962- 6.6,2:3 -6.6697:
,B -2 ,9 ,6.6, -6.3772: 6.66:77 -6.6662:
,C -2 ,B :.C2 -6.332,2 6.66CC2 6.66666
,: -2 ,C :.B6 -6.3-93 6.66CC2 6.6662:
-6 -2 ,: :.22 -6.3,B72 6.66:77 -6.66,,C
-, -2 -6 :.3: -6.36C6, 6.66C-9 6.66,BB
-- -2 -, :.-2 -6.-::B2 6.6,663 6.66327
-3 -2 -- :.6C -6.-C:B- 6.6,32B 6.66B9B
-7 -2 -3 C.C2 -6.-B9,2 6.6-,-7 6.6-C3-
-2 -2 -7 C.7: -6.-27:, 6.67:29 -6.6,C-:
-9 -2 -2 B.92 -6.-6232 6.63,-B -6.6,32B
-B -2 -9 B.,- -6.,B76C 6.6,BB6 -6.6697:
-C -2 -B 9.C- -6.,293C 6.6,,-, 6.66,BB
-: -2 -C 9.93 -6.,72,B 6.6,-:C 6.6662:
36 -2 -: 9.7, -6.,3-,: 6.6,32B -6.6,32B
3, -2 36 9.,C -6.,,C9- 6.,,C9-
E. PEN,OLA$AN DATA
1. Per+itngan nilai E
!engan nilai E
o
5 6#-79 'kalomel enuh(
E
,
5 6#-79 % 6#62: ',,#7-( 5 -6.7-BBC
E
-
5 6#-79 % 6#62: ',,#37( 5 -6.7-369
E
3
5 6#-79 % 6#62: ',,#-,( 5 -6.7,23:
E
7
5 6#-79 % 6#62: ',,#,9( 5 -6.7,-77
E
2
5 6#-79 % 6#62: ',,#,C( 5 -6.7,39-
E
9
5 6#-79 % 6#62: ',,#,:( 5 -6.7,7-,
!imasukkan dalam beker glass
Elektroda dimasukkan dalam
beker glass )ang berisi lart
NaO$
!istandarisasi dengan mencatat
p$
!itambahkan , ml $1l 6#, N
dan mencatat perubahan p$
)ang terbaca 'Penambahan $1l
, ml hingga penambahan 36 ml
dan catat p$ )ang terbaca pada
p$ meter
!istandarisasi dengan
mencatat
p$
ker glass )ang berisi lart
NaO$
- !istandarisasi dengan
mencatat
p$
E
B
5 6#-79 % 6#62: ',,#-,( 5 -6.7,23:
E
C
5 6#-79 % 6#62: ',,#,9( 5 -6.7,-77
E
:
5 6#-79 % 6#62: ',,#,-( 5 -6.7,66C
E
,6
5 6#-79 % 6#62: ',,#:9( 5 -6.76697
Sesuai dengan cara di atas diperoleh hasil sebagai berikut&
E
,,
5 -6.76662
E
,-
5 -6.3:-3C
E
,3
5 -6.3:66-
E
,7
5 -6.3BCC,
E
,2
5 -6.3B-3-
E
,9
5 -6.3962-
E
,B
5 -6.3772:
E
,C
5 -6.332,2
E
,:
5 -6.3-93
E
-6
5 -6.3,B72
E
-,
5 -6.36C6,
E
--
5 -6.-::B2
E
-3
5 -6.-C:B-
E
-7
5 -6.-B9,2
E
-2
5 -6.-27:,
E
-9
5 -6.-6232
E
-B
5 -6.,B76C
E
-C
5 -6.,293C
E
-:
5 -6.,72,B
E
36
5 -6.,3-,:
E
3,
5 -6.,,C9-
%. Per+itngan trnan )ertama
Menentukan 8D
( ) ( )
m< 6#2
-
6 ,
-
8 8
8D
6 ,
,

+

( ) ( )
m< ,#2
-
, -
-
8 8
8D
, -
-

+

( ) ( )
m< -#2
-
- 3
-
8 8
8D
- 3
3

+

( ) ( )
m< 3#2
-
3 7
-
8 8
8D
3 7
7

+


( ) ( )
m< 7#2
-
7 2
-
8 8
8D
7 2
2

+

( ) ( )
m< 2#2
-
2 9
-
8 8
8D
2 9
9

+

( ) ( )
m< 9#2
-
9 B
-
8 8
8D
9 B
B

+

( ) ( )
m< B#2
-
B C
-
8 8
8D
B C
C

+

( ) ( )
m< C#2
-
C :
-
8 8
8D
C :
:

+

( ) ( )
m< :#2
-
: ,6
-
8 8
8D
: ,6
,6

+

( ) ( )
m< 6#2 ,
-
6 , ,,
-
8 8
8D
,6 ,,
,,

+

( ) ( )
m< ,#2 ,
-
, , ,-
-
8 8
8D
,, ,-
- ,

+

( ) ( )
m< -#2 ,
-
- , ,3
-
8 8
8D
,- ,3
3 ,

+

( ) ( )
m< 3#2 ,
-
3 , ,7
-
8 8
8D
,3 ,7
7 ,

+


( ) ( )
m< 7#2 ,
-
7 , ,2
-
8 8
8D
,7 ,2
2 ,

+

( ) ( )
m< 2#2 ,
-
2 , ,9
-
8 8
8D
,2 ,9
9 ,

+

( ) ( )
m< 9#2 ,
-
9 , ,B
-
8 8
8D
,9 ,B
B ,

+

( ) ( )
m< B#2 ,
-
B , ,C
-
8 8
8D
,B ,C
C ,

+

( ) ( )
m< C#2 ,
-
C , ,:
-
8 8
8D
,C ,:
: ,

+

( ) ( )
m< :#2 ,
-
,: -6
-
8 8
8D
,: -6
6 -

+

( ) ( )
m< -6#2
-
6 - -,
-
8 8
8D
-6 -,
-,

+

( ) ( )
m< ,#2 -
-
, - --
-
8 8
8D
-, --
- -

+

( ) ( )
m< -#2 -
-
- - -3
-
8 8
8D
-- -3
3 -

+

( ) ( )
m< 3#2 -
-
3 - -7
-
8 8
8D
-3 -7
7 -

+


( ) ( )
m< 7#2 -
-
7 - -2
-
8 8
8D
-7 -2
2 -

+

( ) ( )
m< 2#2 -
-
2 - -9
-
8 8
8D
-2 -9
9 -

+

( ) ( )
m< 9#2 -
-
9 - -B
-
8 8
8D
-9 -B
B -

+

( ) ( )
m< B#2 -
-
B - -C
-
8 8
8D
-B -C
C -

+

( ) ( )
m< C#2 -
-
C - -:
-
8 8
8D
-C -:
: -

+

( ) ( )
m< :#2 -
-
-: 36
-
8 8
8D
-: 36
36

+

( ) ( )
mL
V V
Vx 2 # 36
-
36 3,
-
36 3,
3,

+

Menentukan GE>G8
667B- # 6
6 ,
( 7-BBC # 6 ' 7-369 # 6
6 ,
6 ,
,

1
]
1

V V
E E
V
E
66B9B # 6
, -
( 7-369 # 6 ' 7,23: # 6
, -
, -
-

1
]
1

V V
E E
V
E
66-:2 # 6
- 3
( 7,23: # 6 ' 7,-77 # 6
- 3
- 3
3

1
]
1

V V
E E
V
E
Sesuai dengan cara di atas diperoleh hasil sebagai berikut&

1
]
1

7
V
E
-6.66,,C

1
]
1

2
V
E
-6.6662:

1
]
1

9
V
E
-6.66,,C

1
]
1

B
V
E
6.66-:2

1
]
1

C
V
E
6.66-39

1
]
1

:
V
E
6.66:77

1
]
1

,6
V
E
6.6662:

1
]
1

,,
V
E
6.66B9B

1
]
1

,-
V
E
6.66-39

1
]
1

,3
V
E
6.6,,-,

1
]
1

,7
V
E
6.6697:

1
]
1

,2
V
E
6.6,,C6

1
]
1

,9
V
E
6.6,2:3

1
]
1

,B
V
E
6.66:77

1
]
1

,C
V
E
6.66CC2

1
]
1

,:
V
E
6.66CC2

1
]
1

-6
V
E
6.66:77

1
]
1

-,
V
E
6.66C-9

1
]
1

--
V
E
6.6,663

1
]
1

-3
V
E
6.6,32B

1
]
1

-7
V
E
6.6-,-7

1
]
1

-2
V
E
6.67:29

1
]
1

-9
V
E
6.63,-B

1
]
1

-B
V
E
6.6,BB6

1
]
1

-C
V
E
6.6,,-,

1
]
1

-:
V
E
6.6,-:C

1
]
1

36
V
E
6.6,32B

1
]
1

3,
V
E
6.,,C9-
-. Per+itngan trnan keda
Menentukan 8)
( ) ( )
mL
Vx Vx
Vy ,
-
2 # 6 2 # ,
-
, -
,

+

( ) ( )
mL
Vx Vx
Vy -
-
2 # , 2 # -
-
- 3
-

+

( ) ( )
mL
Vx Vx
Vy 3
-
2 # - 2 # 3
-
3 7
3

+

!engan cara perhitungan )ang sama diperoleh#


8)
7
5 7 m<
8)
2
5 2 m<
8)
9
5 9 m<
8)
B
5 B m<
8)
C
5 C m<
8)
:
5 : m<
8)
,6
5 ,6 m<
8)
,,
5 ,, m<
8)
,-
5 ,- m<
8)
,3
5 ,3 m<
8)
,7
5 ,7 m<
8)
,2
5 ,2 m<
8)
,9
5 ,9 m<
8)
,B
5 ,B m<
8)
,C
5 ,C m<
8)
,:
5 ,: m<
8)
-6
5 -6 m<
8)
-,
5 -, m<
8)
--
5 -- m<
8)
-3
5 -3 m<
8)
-7
5 -7 m<
8)
-2
5 -2 m<
8)
-9
5 -9 m<
8)
-B
5 -B m<
8)
-C
5 -C m<
8)
-:
5 -: m<
8)
36
5 36 m<
Menentukan G
-
p$>G8
-
66-:2 # 6
2 # 6 2 # ,
667B- # 6 66B9B # 6
, -
, -
,
-
-

,
_


,
_

1
]
1

Vx Vx
V
E
V
E
V
E
667B- # 6
2 # , 2 # -
66B9B # 6 66-:2 # 6
- 3
- 3
-
-
-

,
_


,
_

1
]
1

Vx Vx
V
E
V
E
V
E
667,3 # 6
2 # - 2 # 3
66-:2 # 6 66,,C # 6
3 7
3 7
3
-
-

,
_


,
_

1
]
1

Vx Vx
V
E
V
E
V
E
!engan cara perhitungan )ang sama diperoleh#

1
]
1

7
-
-
V
E
6.6662:

1
]
1

2
-
-
V
E
-6.6662:

1
]
1

9
-
-
V
E
6.667,3

1
]
1

B
-
-
V
E
-6.6662:

1
]
1

C
-
-
V
E
6.66B6C

1
]
1

:
-
-
V
E
-6.66CC2

1
]
1

,6
-
-
V
E
6.66B6C

1
]
1

,,
-
-
V
E
-6.6623,

1
]
1

,-
-
-
V
E
6.66CC2

1
]
1

,3
-
-
V
E
-6.667B-

1
]
1

,7
-
-
V
E
6.6623,

1
]
1

,2
-
-
V
E
6.667,3

1
]
1

,9
-
-
V
E
-6.6697:

1
]
1

,B
-
-
V
E
-6.6662:

1
]
1

,C
-
-
V
E
6.66666

1
]
1

,:
-
-
V
E
6.6662:

1
]
1

-6
-
-
V
E
-6.66,,C

1
]
1

-,
-
-
V
E
6.66,BB

1
]
1

--
-
-
V
E
6.66327

1
]
1

-3
-
-
V
E
6.66B9B

1
]
1

-7
-
-
V
E
6.6-C3-

1
]
1

-2
-
-
V
E
-6.6,C-:

1
]
1

-9
-
-
V
E
-6.6,32B

1
]
1

-B
-
-
V
E
-6.6697:

1
]
1

-C
-
-
V
E
6.66,BB

1
]
1

-:
-
-
V
E
6.6662:

1
]
1

36
-
-
V
E
-6.6,32B
Perhitungan 8olume Ekui/alen atau 8eE NaO$ dan mg NaO$ dalam
sampel
mmol NaO$ 5 mmol $1l
N
,
. 8
,
5 N
-
. 8
-

N
,
. -2 5 6#, . -2
N
,
5 6#, N
mg NaO$ dalam sampel 5 8. N. Ek. Mr
5 -2. 6#,. ,. 76
5 ,66 mg
Sehingga diperoleh data pada tabel di ba*ah ini&
No
8 NaO$
'ml(
8 $1l
'ml(
p$ E 8D FE>F8 8) F
-
E>F8
-
, -2 6 ,,.7- -6.7-BBC 6.26 6.667B- ,.66 6.66-:2
- -2 , ,,.37 -6.7-369 ,.26 6.66B9B -.66 -6.667B-
3 -2 - ,,.-, -6.7,23: -.26 6.66-:2 3.66 -6.667,3
7 -2 3 ,,.,9 -6.7,-77 3.26 -6.66,,C 7.66 6.6662:
2 -2 7 ,,.,C -6.7,39- 7.26 -6.6662: 2.66 -6.6662:
9 -2 2 ,,.,: -6.7,7-, 2.26 -6.66,,C 9.66 6.667,3
B -2 9 ,,.-, -6.7,23: 9.26 6.66-:2 B.66 -6.6662:
C -2 B ,,.,9 -6.7,-77 B.26 6.66-39 C.66 6.66B6C
: -2 C ,,.,- -6.7,66C C.26 6.66:77 :.66 -6.66CC2
,6 -2 : ,6.:9 -6.76697 :.26 6.6662: ,6.66 6.66B6C
,, -2 ,6 ,6.:2 -6.76662
,6.2
6 6.66B9B ,,.66 -6.6623,
,- -2 ,, ,6.C- -6.3:-3C
,,.2
6 6.66-39 ,-.66 6.66CC2
,3 -2 ,- ,6.BC -6.3:66-
,-.2
6 6.6,,-, ,3.66 -6.667B-
,7 -2 ,3 ,6.2: -6.3BCC,
,3.2
6 6.6697: ,7.66 6.6623,
,2 -2 ,7 ,6.7C -6.3B-3-
,7.2
6 6.6,,C6 ,2.66 6.667,3
,9 -2 ,2 ,6.-C -6.3962-
,2.2
6 6.6,2:3 ,9.66 -6.6697:
,B -2 ,9 ,6.6, -6.3772:
,9.2
6 6.66:77 ,B.66 -6.6662:
,C -2 ,B :.C2 -6.332,2
,B.2
6 6.66CC2 ,C.66 6.66666
,: -2 ,C :.B6 -6.3-93
,C.2
6 6.66CC2 ,:.66 6.6662:
-6 -2 ,: :.22 -6.3,B72
,:.2
6 6.66:77 -6.66 -6.66,,C
-, -2 -6 :.3: -6.36C6,
-6.2
6 6.66C-9 -,.66 6.66,BB
-- -2 -, :.-2 -6.-::B2
-,.2
6 6.6,663 --.66 6.66327
-3 -2 -- :.6C -6.-C:B-
--.2
6 6.6,32B -3.66 6.66B9B
-7 -2 -3 C.C2 -6.-B9,2
-3.2
6 6.6-,-7 -7.66 6.6-C3-
-2 -2 -7 C.7: -6.-27:,
-7.2
6 6.67:29 -2.66 -6.6,C-:
-9 -2 -2 B.92 -6.-6232
-2.2
6 6.63,-B -9.66 -6.6,32B
-B -2 -9 B.,- -6.,B76C
-9.2
6 6.6,BB6 -B.66 -6.6697:
-C -2 -B 9.C- -6.,293C
-B.2
6 6.6,,-, -C.66 6.66,BB
-: -2 -C 9.93 -6.,72,B
-C.2
6 6.6,-:C -:.66 6.6662:
36 -2 -: 9.7, -6.,3-,:
-:.2
6 6.6,32B 36.66 -6.6,32B
3, -2 36 9.,C -6.,,C9-
36.2
6 6.,,C9-
0ur/a )ang diperoleh berdasarkan data tabel di atas adalah sebagai berikut&
Kurva Titrasi Potensiometri
E dengan V
HCl
-0.5
-0.4
-0.3
-0.2
-0.1
0
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
V
HCl
E
Kurva Titrasi Potensiometri
E/V dengan V
X
-0.01000
0.00000
0.01000
0.02000
0.03000
0.04000
0.05000
0.06000
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
Vx

E
/

V


Kurva Titrasi Potensiometri

2
E/V
2
dengan Vy
y = -2E-05x + 0.0006
R
2
= 0.0003
-0.03000
-0.02000
-0.01000
0.00000
0.01000
0.02000
0.03000
0.04000
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
Vy

2
E
/

V
2

C. PE'BA$ASAN
Percobaan Titrasi Potensiometri ini bertuuan untuk menentukan titik
akhir titrasi. Titik akhir titrasi ditentukan dengan mengukur perubahan p$
larutan selama titrasi berlangsung. Elektroda )ang digunakan dalam percobaan
ini termasuk elektroda membran kaca )ang digunakan untuk menentukan ion
hidrogen 'p$( dalam suatu larutan# )aitu dengan p$ meter sehingga titik akhir
titrasi dapat diketahui.
<angkah pertama )aitu dengan men)alakan p$ meter selama ,2 menit
untuk pemanasan. kemudian distandarisasi dengan bu""er p$ B. Sebelum
digunakan sebaikn)a elektroda dicuci dengan botol semprot )ang berisi
Titik akhir titrasi
Pada /olume -2 m<
Titik akhir titrasi
Pada /olume -2 m<
aEuades dan dikeringkan dengan tisu agar tidak terpengaruh p$ larutan
sebelumn)a. 0emudian mamasukkan -2 ml larutan NaO$ dan pengaduk
magnetik 'stirer( ke dalam beaker glass dan dititrasi dengan , ml $1l sampai
36 ml $1l dengan inter/al tiap penambahan , ml.
Sehingga diperoleh 3, nilai p$ )ang diukur dari penambahan $1l 6
ml sampai 36 ml. Hntuk mengetahui letak titik akhir dapat ditentukan dengan
membuat gra"ik titrasi potensiometri antara nilai E dengan /olume $1l# gra"ik
turunan pertama antara GE>G8 dengan 8D dan gra"ik turunan kedua antara
G
-
E>G8
-
dengan 8). !imana nilai-nilai tersebut diperoleh dari hasil
pengolahan data.
Pada gra"ik pertama antara E dengan /olume $1l titik akhir titrasi
belum dapat ditentukan karena letak titik-titikn)a hampir sama atau tidak ada
perubahan )ang signi"ikan.
Agar mempermudah penentuan titik akhir titrasi selanutn)a dibuat
gra"ik turunan pertama dari gra"ik pertama )aitu antara GE>G8 dengan /olume
8D berikut&
Kurva Titrasi Potensiometri
E dengan V
HCl
-0.5
-0.4
-0.3
-0.2
-0.1
0
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
V
HCl
E
Kurva Titrasi Potensiometri
E/V dengan V
X
y = 0.0007x - 0.0007
R
2
= 0.4056
-0.01000
0.00000
0.01000
0.02000
0.03000
0.04000
0.05000
0.06000
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
Vx

E
/

V


Titik akhir titrasi
!ari gra"ik tersebut titik akhir titrasi mulai dapat ditentukan dengan
adan)a puncak-puncak )ang taam. Titik puncak )ang ditentukan dari gra"ik ini
akan lebih teliti daripada )ang diperoleh dengan han)a mengamati gra"ik
pertama. Tampak bah*a terdapat penurunan )ang taam pada daerah
penambahan $1l -2 ml dengan p$ B#92.
+ra"ik selantn)a merupakan turunan kedua dari gra"ik pertama )aitu
antara G
-
E>G8
-
dengan 8) )ang bertuuan untuk lebih memperelas letak titik
akhir titarsi# )aitu&
Terlihat bah*a titik akhir titrasi teradi pada penambahan $1l sekitar
-2 ml# hal ini sesuai dengan gra"ik turunan pertama. Sehingga dapat dihitung
normalitas NaO$ sebesar 6#, N dan mg NaO$ sebesar ,66 mg.
Pada percobaan ini ketiga gra"ik )ang diperoleh cukup sesuai dengan
gra"ik teoritis )ang ada pada kaian teori di atas. Namun kesulitan )ang teradi
pada percobaan ini# )akni kesulitan pada pembacaan p$ pada p$ meter#
disebabkan karena sensiti"itas alat )ang menurun akibat penggunaan terus-
menerus dalam *aktu )ang bersamaan. Sehingga kalibrasi alat selalu dilakukan
sebelum p$ meter digunakan.
Kurva Titrasi Potensiometri

2
E/V
2
dengan Vy
y = -2E-05x + 0.0006
R
2
= 0.0003
-0.03000
-0.02000
-0.01000
0.00000
0.01000
0.02000
0.03000
0.04000
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00
Vy

2
E
/

V
2

Titik akhir titrasi
.. "ESI'PULAN
4erdasarkan hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bah*a titik
akhir titrasi diperoleh ketika penambahan $1l mencapai /olume -2 ml.
Sehingga dapat ditentukan normalitas NaO$ )aitu sebesar 6#, N dan mg
NaO$ dalam sampel seberat ,66 mg.
,. DA.TAR PUSTA"A
4assatt# =# dkk. ,::7. Vogel Kimia Analisa Kuantitatif Anorganik Edisi 4.
=akarta & E+1
!a)# Hnder*ood. -66-. Analisis Kimia Kuantitatif. =akarta & Erlangga
$ad)ana# P. A. ,:C:. Analisis Kimia Kuantitatif. =akarta Erlangga
Soebagio# dkk. Kimia Analitik II (JICA). Malang & Hni/ersitas Negeri Malang
Tau"ikurohmah# Titik dan Sukarmin. -66:. enuntun raktikum !etode
Elektro Analitik. Suraba)a& 0imia-HNESA.