Anda di halaman 1dari 79

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Asidi-alkalimetri merupakan titrasi yang berhubungan dengan asam dan basa.
Secara sederhana, asam merupakan larutan yang memiliki pH diatas 7 sedangkan basa
merupakan larutan yang memiliki pH kurang dari 7. Apabila kedua larutan tersebut
memiliki kekuatan yang sama, maka bila dicampurkan dengan volume yang sama, akan
didapat larutan yang memiliki pH netral.
Titrasi merupakan salah satu cara untuk mengetahui konsentrasi dari larutan standar
sekunder, yaitu larutan yang dimana konsentrasinya didapat dengan cara pembakuan.
Yang dubantu dengan larutan standar sekunder atau larutan yang konsentrasinya dapat
diketehui secara langsung dari hasil penimbangan, yang ditambahkan indikator pH
sebagai penentu tingkat keasaman suatu larutan.
Kesetimbangan asam basa merupakan suatu topik yang sangat penting dalam kimia
dan bidang-bidang lain yang mempergunakan kimia, seperti biologi, kedokteran dan
pertanian. Titrasi yang menyangkut asam dan basa sering disebut asidimetri-alkalimetri.
Sedangkan untuk titrasi atau pengukuran lain-lain sering uga dipakai akhiran !ometri
menggantikan !imetri. Kata metri berasal dari bahasa Yunani yang berarti ilmu atau
proses atau seni mengukur. "engertian asidimetri dan alkalimetri secara umum ialah
titrasi yang menyangkut asam dan basa.
Asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk beberapa larutan. #leh karena itu praktikum
ini dilakukan agar dapat memahami konsep adisi-alkalimetri serta mengetahui
konsentrasi larutan yang dianalisa.
1.2 Tujuan Percobaan
- $engetahui konsentrasi %aoH standar
- $engetahui volume titran &'
(
H
(
)
*
+ untuk menetralkan %a#H
- $engetahui konsentrasi 'H
,
'##H
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
-at-.at anorganik dapat diklasi/ikasikan dalam tiga golongan penting 0 asam, basa
dan garam.
Asam secara paling sederhana dide/inisikan sebagai .at, yang bila dilarutkan dalam
air, mengalami disosiasi dengan pembentukan ion hidrogen sebagai satu-satunya ion
positi/.
Sebenarnya ion hidrogen &proton+ tak ada dalam larutan air. Setiap proton bergabung
dengan satu molekul air dengan cara berkoordinasi dengan sepasang elektron bebas yang
terdapat pada oksigen dari air, dan terbentuk ion-ion hidronium 0
H
1
1 H
(
# 2 H
,
#
1
3asa, secara paling sederhana dapat dide/inisikan sebagai .at, yang bila dilarutkan
dalam air, mengalami disosiasi dengan pembentukan ion-ion hidroksil sebagai satu-
satunya ion negati/. Hidroksida-hidroksida logam yang larut, seperti natrium hidroksida
atau kalium hidroksida hampir sempurna berdisosiasi dalam larutan air yang encer 0
Karena itu basa-basa ini adalah basa kuat. 4i lain pihak larutan air amonia,
merupakan suatu basa lemah. 3ila dilarutkan dalam air, amonia membentuk amonium
hidroksida, yang berdisosiasi menadi ion amonium dan ion hidroksida 0
Karena itu, basa kuat merupakan elektrolit kuat, sedang basa lemah merupakan
elektrolit lemah. Tetapi tak ada pembagian yang taam antara golongan-golongan ini, dan
sama halnya dengan asam, adalah mungkin untuk menyatakan kekuatan basa secara
kuantitati/.
$enurut de/inisi yang kuno, garam adalah hasil reaksi antara asam dan basa. "roses-
proses semacam ini disebut netralisasi. 4e/inisi ini adalah benar, dalam artian, bah5a ika
seumlah asam dan basa murni ekuivalen dicampur, dan larutannya diuapkan, suatu .at
kristalin tertinggal, yang tak mempunyai ciri-ciri khas suatu asam maupun basa. -at-.at
ini dinamakan garam oleh ahli-ahli kimia .aman dulu &6. Haradi, 789:+.
;eaksi netralisasi dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau
basa. 'aranya dengan menambahkan setetes demi setetes larutan basa kepada larutan
asam. Setiap basa yang diteteskan bereaksi dengan asam, dan penetesan dihentikan pada
saat umlah mol H
1
setara dengan mol #H
-
. "ada saat itu larutan bersi/at netral dan
disebut titik ekuivalen. 'ara seperti ini disebut titrasi, yaitu analisis dengan mengukur
umlah larutan yang diperlukan untuk bereaksi tepat sama dengan larutan lain. Analisis
ini disebut uga analisis volumetri, karena yang diukur adalah volume larutan basa yang
terpakai dengan volume tertentu larutan asam &;.A.4ay <r, Al.=nder5ood. 789:+.
>arutan basa yang akan diteteskan &titran+ dimasukkan ke dalam buret &pipa panang
berskala+ dan umlah yang terpakai dapat diketahui dari tinggi sebelum dan sesudah
titrasi. >arutan asam yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam gelas kimia &erlenmeyer+,
dengan mengukur volumnya terlebih dulu dengan memakai pipet gondok. =ntuk
mengamati titik ekuivalen dipakai indikator yang perubahan 5arnanya di sekitar titik
ekuivalen. Saat teradi perubahan 5arna itu disebut titik akhir &;.A.4ay <r,
Al.=nder5ood. 789:+.
3erikut syarat-syarat yang diperlukan agar titrasi yang dilakukan berhasil 0
- Konsentrasi titran harus diketahui. >arutan seperti ini disebut larutan standar.
- ;eaksi yang tepat antara titran dan senya5a yang dianalisis harus diketahui.
- Titik stoikhiometri atau ekivalen harus diketahui. ?ndikator yang memberikan
perubahan 5arna, atau sangat dekat pada titik ekivalen yang sering digunakan.
Titik pada saat indikator berubah 5arna disebut titik akhir.
- @olume titran yang dibutuhkan untuk mencapai titik ekivalen harus diketahui
setepat mungkin.
"roses titrasi asam-basa sering dipantau dengan penggambaran pH larutan yang
dianalisis sebagai /ungsi umlah titran yang ditambahkan.
>arutan yang dititrasi dalam asidimetri-alkalimetri mengalami perubahan pH.
$isalnya bila larutan asam dititrasi dengan basa, maka pH larutan mula-mula rendah dan
selama titrasi terus menerus naik. 3ila pH ini diukur dengan pengukur pH &pH-meter+
pada a5al titrasi, yakni sebelum ditambah basa dan pada 5aktu-5aktu tertentu setelah
titrasi dimulai, maka kalau pH dialurkan la5an volume titran, kita peroleh gra/ik yang
disebut kurva titrasi.
3ila suatu indikator pH kita pergunakan untuk menunukkan titik akhir titrasi,
maka 0
1 ?ndikator harus berubah 5arna tepat pada saat titran menadi ekivalen dengan
titrat agar tidak teradi kesalahan titrasi.
2 "erubahan 5arna itu harus teradi dengan mendadak, agar tidak ada keragu-
raguan tentang kapan titrasi harus dihentikan.
=ntuk memenuhi pernyataan, maka trayek indikator harus mencakup pH larutan
pada titik ekivalen, atau sangat mendekatinyaA untuk memenuhi pernyataan, trayek
indikator tersebut harus memotong bagian yang sangat curam dari kurva.
Titrasi asidimetri-alkalimetri menyangkut reaksi dengan asam dan atau basa
diantaranya0
A!a" kuat #an ba!a kuat
;eaksi untuk titrasi asam kuat-basa kuat adalah
=ntuk menghitung BH
1
C pada titik tertentu dalam titrasi, kita harus menentukan umlah H
1
yang tetap tinggal pada titik tersebut dibagi dengan volume total larutan.
&Keenan. 789*+
A!a" kuat #an ba!a le"a$
$eskipun istilah penetralan la.im digunakan untuk reaksi apa saa antara asam
dengan basa, tak selalu akan dihasilkan larutan yang benar-benar netral. $emang larutan
netral hanya diperoleh bila asam dan basa itu sama kuatnya.
"ada hakekatnya titrasi basa lemah dengan asam kuat dapat dipahami seperti cara
kera sebelumnya. Yang perlu diperhatikan adalah tentang komponen utama dalam
larutan dan kemudian memutuskan apakah reaksi teradi menuu sempurna &Keenan,
789*+.
A!a" le"a$ #an ba!a kuat
;eaksi dalam larutan air dari asam lemah seperti asam asetat, H'
(
H
,
#
(
, dengan
basa kuat %a#H dapat dinyatakan oleh persamaan berikut0
"emaparan lama 0
"emaparan baru 0
>arutan natrium asetat yang dihasilkan agak bersi/at basa, karena ion asetat ber/ungsi
sebagai basa dalam larutan air &Keenan, 789*+.
A!a" le"a$ #an ba!a le"a$
Sebagai contoh akhir dari penetralan, perhatikan reaksi dalam larutan air dari asam
asetat yang lemah itu dengan basa lemah amonia. >arutan amonium asetat, yang
dihasilkan, praktis netral. ?ni karena kuat asam ion %H
*
1
tepat diimbangi oleh basa kuat
dari ion '
(
H
,
#
(
-
.
Sebagai ringkasan, reaksi asam dan basa yang sama kekuatannya, akan menghasilkan
larutan netral. Asam dan basa yang bereaksi dapat keduanya kuat maupun keduanya
lemah.
- In#%kator A!a" Ba!a
?ndikator asam basa ialah .at yang dapat berubah 5arna apabila pH
lingkungannya berubah. $isalnya biru bromtimol &bb+A dalam larutan asam ia ber5arna
kuning, tetapi dalam lingkungan basa 5arnanya biru. 6arna dalam keadaan asam
dinamakan 5arna asam dari indikator &kuning untuk bb+, sedang 5arna yang ditunukkan
dalam keadaan basa disebut 5arna basa.
Akan tetapi harus dimengerti, bah5a asam dan basa disini tidak berarti pH kurang
atau lebih dari tuuh. Asam berarti pH lebih rendah dan basa berarti pH lebih besar dari
trayek indikator atau trayek perubahan 5arna yang bersangkutan.
"erubahan 5arna disebabkan oleh resonansi isomer elektron. 3erbagai indikator
mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda dan akibatnya mereka menunukkan 5arna
pada range pH yang berbeda.
Kebanyakan indikator asam basa adalah molekul kompleks yang bersi/at asam
lemah dan sering disingkat dengan H?n. $ereka memberikan satu 5arna berbeda bila
proton lepas.
'ontoh 0 Denol/talein, indikator yang la.im dipakai, tak ber5arna dalam bentuk
Hin-nya dan ber5arna pink dalam bentuk ?n, atau basa. Struktur Denol/talein, sering
disingkat "", adalah sebagai berikut 0
BAB &
'ET(D(L()I PE*+(BAAN
&.1 Alat #an Ba$an
,.7.7 Alat-alat
- Eelas Arloi
- >abu =kur (F) ml
- Grlenmeyer (F) ml
- 3uret
- "ipet @olume 7) ml
- >abu =kur 7)) ml
,.7.( 3ahan-bahan
- Asam cuka
- %a#H ),7 %
- Asam oksalat dihidrat
- ?ndikator pp
- AHuades
&.2 Pro!e#ur ,ercobaan
,.(.7 "embakuan %a#H
- 4ipasang buret pada stati/ dan klem
- 4ibersihkan buret menggunakan aHuades
- 4ibilas buret dengan menggunakan asam oksalat
- 4ituang asam oksalat ),7 % kedalam buret menggunakan corong kaca sebanyak F)
ml
- 4ipipet 7) ml %a#H lalu ditunagkan kedalam erlenmeyer
- 4itambahkan indikator pp sebanyak , tetes sampai larutan berubah 5arna menadi
merah lembayung
- 4ititrasi dengan larutan asam oksalat hingga larutan ber5arna kuning kembali
- 4icatat volume asam oksalat yang diperlukan
- 4ihitung konsentrasi %a#H
- 4engan prosedur yang sama, dilakukan titrasi kembali sebanyak satu kali agar data
perhitungan lebih akurat.
,.(.( "enetapan kadar 'H
,
'##H dalam cuka
- 4ituang larutan %a#H yang telah distandarisasi kedalam buret
- 4ipipet 7) ml asam cuka perdagangan, lalu diencerkan dengan 7)) ml aHuades
- 4ipipet 7) ml asam cuka perdagangan yang telah diencerkan lalu dimasukkan
kedalam erlenmeyer
- 4ititrasi dengan %a#H hingga teradi perubahan 5arna
- 4icatat volume %a#H yang digunakan
- 4ihitung kadar asam cuka perdagangan
BAB -
PE'BAHASAN
-.1 Ha!%l ,ercobaan
Tabel laporan sementara
-.2 *eak!%
Asidimetri
A. ( %a#H 1 H
(
'
(
#
*
%a
(
'
(
#
*
1 ( H
(
#
3. %a#H 1 indikator ""
#H #H
'
'
O
# 1 (%a#H
#
'
'
O
#%a
#%a 1 (H
(
#
Denol/lalein $erah >embayung

Alkalimetri
A. 'H
,
'##H 1 %a#H %a'H
,
'## 1 H
(
#
3.
#H #H
'
'
O
# 1 'H
,
'##H

-.& Per$%tungan
*.,.7 "embakuan %a#H
4iketahui 0 @olume H
(
'
(
#
*
I 7) ml
@olume %a#H I 77,F ml
%ormalitas H
(
'
(
#
*
I ),7 %
4itanya 0 %ormalitas %a#H........J
"enyelesaian 0 % H
(
'
(
#
*
. @ H
(
'
(
#
*
I % %a#H . @ %a#H
& ),7% + . & 7) ml + I % %a#H . & 77,F ml+
% %a#H I ),)9: %
*.,.( "embakuan H('(#*
4iketahui 0 @olume H
(
'
(
#
*
I 77 ml
@olume %a#H I 7) ml
%ormalitas H
(
'
(
#
*
I ),7 %
4itanya 0 %ormalitas %a#H........J
"enyelesaian 0 % H
(
'
(
#
*
. @ H
(
'
(
#
*
I % %a#H . @ %a#H
& ),7% + . & 77 ml + I % %a#H . & 7) ml+
% %a#H I ),77 %
*.,., "enetapan kadar asam asetat
4iketahui 0 @olume 'H,'##H I 7) ml
@olume %a#H I FF ml
%ormalitas %a#H I ),)9: %
4itanya 0 %ormalitas 'H,'##H........J
"enyelesaian 0 % %a#H . @ %a#H I % 'H,'##H . @ 'H,'##H
& ),)9:% + . & FF ml + I % 'H,'##H . & 7) ml+
% 'H,'##H I ),*7, %
-.- Pe"ba$a!an
Asidimetri dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen
yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untun menghasilkan
air yang bersi/at netral. %etralisasi dapat uga dikatakan sebagai reaksi antara donor
proton&asam+ dengan penerima proton&basa+.
Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitati/ terhadap senya5a-senya5a
yang bersi/at basa dengan menggunakan baku asam. Sedangkan alkalimetri adalah
penetapan kadar senya5a-senya5a yang bersi/at asam dengan menggunakan baku basa.
>arutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat
konsentrasinya melalui perumusan sederhana, setelah dilakukan penimbangan teliti .at
pereaksi tersebut dan dilarutkan dalam volume tertentu. 'ontoh 0 %a'?, asam oksalat,dan
asam ben.oat.
>arutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan
alan pembakuan menggunakan lrutan baku primer,biasanyamelalui metode titrimetri.
'ontoh0 %a#H
;eaksi penetralan dalam analisis titrimetri lebih dikenal sebagai reaksi asam-basa.
;eaksi ini menghasilkan larutan yang pH-nya lebih netral. Secara umum metode
titrimetri didasarkan pada reaksi kimia sebagai berikut.
aA 1 tT "roduk
4imana a molekul analit A bereaksi dengan t molekul pereaksi T, untuk menghasilkan
produk yang si/at pH-nya netral. 4alam reaksi tersebut salah satu larutan&larutan standar+
konsentrasi dan pH-nya telah diketahui. Saat ekuivalen mol titran sama dengan analitnya.
?ndikator terbagi menadi ( golongan, yaitu 0
- ?ndikator tunggal
?ndikator tunggal hanya dapat membedakan larutan bersi/at asam atau basa, tetapi
tidak dapat membedakan harga pH dan p#H.
- ?ndikator universal
?ndikator universal dapat membedakan larutan asam dan basa serta mengetahui
harga pH-nya. ?ndikator universal dapat dalam bentuk cair maupun kertas. 'ara kera
indikator ini adalah dengan mencocokkan perubahan 5arna kertas indikator pada tabel
5arna indikator universal.
"ada percobaan yang pertama ketika H
(
'
(
#
*
ditetesi dengan indikator pp tidak
teradi perubahan 5arna dikarenakan asam oksalat tidak mempunyai gugus #H
-
sehingga
ketika ditritasi dengan %a#H yang mempunyai gugus #H
-
maka larutan itu akan berubah
5arnanya menadi merah lembayung dan teradilah titik ekivalen pada larutan. "ada
percobaan ini didapatkan data praktikum yaitu volume H
(
'
(
#
*
adalah 7) ml, volume
%a#H adalah 77,F ml, normalitas H
(
'
(
#
*
adalah ),7 %. Sehingga didapatkan normalitas
%a#H-nya adalah ),)9: %.
"ada percobaan kedua ketika 'H
,
'##H ditetesi dengan indikator pp tidak bereaksi
dengan asam dan 5arna larutan itu tidak berubahKmasih bening. Kemudian, setelah
ditetesi %a#H 5arna larutan menadi merah ambu dikarenakan telah teradi titik
sempurna. Sehingga indikator pp memberikan 5arna pada saat volume %a#H yang
dibutuhkan telah mencapai titik ekivalen. "ada percobaan ini didapatkan data praktikum
yaitu volume 'H
,
'##H adalah 7) ml, volume %a#H adalah FF ml, normalitas %a#H
adalah ),)9: %. Sehingga didapatkan normalitas 'H
,
'##H-nya adalah ),*7, %.
Kesalahan pada hasil percobaan dapat teradi apabila kurang ketelitian pada saat
titran ditetesi sedikit demi sedikit sehingga pengukuran volumenya keliru.
7. %a#H ber/ungsi sebagai basa kuat
(. 'H
,
'##H ber/ungsi sebagai asam lemah
,. ?ndikatro pp ber/ungsi untuk mengetahui teradinya suatu titik ekivalen dalam
proses pentitrasian.
Titrasi asam-basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran. Titrasi
asam-basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa dan sebaliknya titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit
sampai mencapai keadaan ekivalen&secara stoikiometri, titran dan titer habis bereaksi+.
Keadaan ini disebut titik ekivalen.
Adapun cara mengetahui titik ekivalen, yaitu 0
7. $emakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan,
kemudian membuat plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi,
titik tengah dari kurva titrasi, titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah titik ekivalen.
(. $emakai indikator asam-basa. ?ndikator ditambahkan pada titran sebelum proses
titrasi dilakukan. ?ndikator ini akan berubah 5arna ketika titik ekivalen teradi, pada saat
inilah titrasi dihentikan.
Dungsi pemetasan larutan dalam buret adalah untuk ketelitian pada saat pentitrasian
asam-basa dan lebih akurat dalam penghitungan volume titran. Dungsi penambahan
indikator pp adalah untuk mengetahui perubahan 5arna pada saat ekivalen. Dungsi
pengadukan larutan dalam erlenmeyer adalah agar larutan menadi encer.
BAB .
PENUTUP
..1 Ke!%",ulan
- Konsentrasi %a#H yang didapatkan pada percobaan pertama adalah ),)9: %
- Konsentrasi %a#H yang didapatkan pada percobaan kedua yaitu pembakuan
H
(
'
(
#
*
adalah ),77 %
- "enetapan kadar 'H
,
'##H dalam cuka adalah ),*7, %
..2 Saran
4alam percobaan sebaiknya ditambah titrasi asam kuat - basa kuat, asam kuat - basa
lemah sehingga dapat diketahui perbandingannya.
DA/TA* PUSTAKA
Haradi, 6. 789:. Ilmu Kimia Analitik. <akarta0 Eramedia
Keenan, dkk. 789*. Kimia untuk Universitas. <akarta0 Grlangga
;.A =nder5ood, 4ay. Analisis Kimia Kuantitatif. <akarta0 Grlangga
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Thomas Eraham banyak mempelaari tentang kecepatan di/usi &gerak+ partikel
materi sehingga ia dapat merumuskan hukum tentang di/usi. 4engan pengamatannya,
ternyata gerakan partikel .at dalam larutan ada yang cepat dan lambat. =mumnya yang
berdi/usi cepat adalah .at yang berupa kristal sehingga disebut kristaloid, contohnya
%a'l dalam air. Tetapi istilah ini tidak popular, karena ada .at yang bukan kristal
berdi/usi lebih cepat contohnya %a'l dalam H
(
S#
*
yang lambat berdi/usi disebabkan
oleh partikelnya mempunyai daya tarik &perekat+ satu sama lain, contohnya putih telur
dalam air. -at seperti ini disebut koloid &3ahasa Yunani 0 'ola 0 perekat+.
Karena ukuran partikel sangat kecil, maka koloid tidak dapat disaring dengan kertas
saring biasa dan porselin, tetapi dapat dengan /ilter ultra atau koloid karena pori-porinya
lebih kecil. 4ari segi bentuknya, partikel koloid dapat berupa lembaran, serat dan butiran.
3entuk ini ditentukan oleh enis dan cara terbentuknya koloid.
4alam kehidupan sehari-hari banyak kita umpai .at yang sukar digolongkan
sebagai .at padat, .at cair, atau .at gas. -at-.at ini dalam ilmu dinamakan koloid.
'ontohnya antara lain susu, tinta, cat, sabun, kani, minyak rambut, bahkan udara
berdebu termasuk system koloid.
4alam bidang industri, kimia koloid banyak diman/aatkan pada pembuatan
berbagai produk seperti kosmetik, obat-obatan, bahan-bahan makanan, bahan-bahan
bangunan dan seumlah besar produk lainnya. "roses seperti memutihkan, membersihkan
bau, menyamak, me5arnai, pemurnian, melibatkan absorpsi pada permukaan partikel
koloid dan karena itu pemahaman si/at-si/at koloid sangat penting untuk dipelaari dan
dipahami.
"ercobaan ini dilatarbelakangi oleh proses pembentukan partikel koloid, melalui
metode kondensasi dan dispersi tidak lain adalah pemecahan dan pengecilan molekul-
molekul menadi partikel dengan ukuran koloid yang berhubungan dengan si/at koloid.
1.2 Tujuan Prakt%ku"
- $engetahui /ungsi penambahan gelatin pada percobaan koloid pelindung
- $engetahui enis-enis koloid dari /ase pendispersi dan terdispersi
- $engetahui proses penambahan amilum pada percobaan disperse
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
"ada tahun 79:7, Thomas Eraham, seorang ahli kimia bangsa inggris
mengui perbedaan kemampuan perbedaan aliran .t terlarut dengan menggunakan
perkamen, air, kristal gula, lem pelekat, dan tepung kani. $ula-mula gula , lem perekat,
dan kani masing- masing di larutka kedalam air kemudian larutannya di masukan
kedalam kantung perkamen, setelah di tutup rapat di rendam dalam air.
Ternyata molekul gula memeiliki kemampuan untuk merembes keluar
menembus pori-pori perkamen sehingga keluar dari kantong. -at lain yang di cobakan
oleh T. Eraham adalah -at perekat dengan percobaan yang sama. Ternyata .at perekat
tersebut si/atnya sama dengan si/at kani. Yaitu tidak mampu menembus membrane
perkamen.
3erdasarkan hasil percobaan tersebut, Eraham memberikan gagsan seperti berikut0
a. $olekul gula dapat lolos dari membrane perkamen, sedangkan kani dan perekat
tidak. Hal ini dimungkinkan karena ada perbedaan diameter molekul antara molekul
kani dengan molekul gula.
b. >arutan gula yang berasal dari dari kristal gula dan semacamnya disebut larutan yang
ber/ungsi cepat atau kristaloid. Sedangkan .at perekat, kani, dan susu, atau
semacamnya yang bersi/at lekat dan kental disebut disebut koloid.
"ada perkembangan selanutnya, penggolongan .at menadi koloid dan
kristoloid tidak dapat dipertahankan karena banyak koloid dapat di kristalkan dan
kristaloid dapat di buat menadi kolid &;aymond, ())*+.
"ada tahun 78)7 #st5ald mengemukakan istilah sistem terdispersi dan
medium pendispersinya. Sistem koloid terdiri dari /ase terdispersi dengan dengan ukuran
tertentu dalam medium pendispersinya. -at yang didispersikan di sebut /ase terdis/ersi,
sedangkan medium yang di gunakan untuk mendispersikan di sebut medium pendispersi.
Analogi dalam latutan , /ase terdispersi adalah .at medium terlarut sedangkan medium
pendispersi adalah .at terlarut. "ada contoh campuran susu dan air, /ase terdis/ersi adalah
adalah partikel susu dan medium pendispersi adalah air &;aymond, ())*+.
Seorang kimia5an erman bernama ;ichard -sigmondy, pada tahun 787(
mendeseain mikroskop ultra untuk mengamati partikel-partikel terlarut termasuk partikel
koloid. Ternyata partikel koloid mempunyai diameter 7) -7 ! 7)-F. mengapa harus
menggunakan mikroskop ultraJ Karena hanya partikel yang ukuran di ameternya lebih
besar dari 7)-F cm dapat dilihat dengan mikroskop biasa &;aymond, ())*+.
Tingkat 5uud &/ase+ benda terdiri dari, cair dan gas. Tiap tingkat 5uud
tersebut dapat menadi tersebut dapat menadi medium pendispersi ataupun /ase
terdis/ersi, berdasarkan hal tersebut, sistem koloid dapat di bagi menadi beberapa enis,
seperti yang tercantum dalam tabel di ba5ah ini0
Dase
Terdispersi
$edium
"endispersi
%ama
Koloid
contoh
Eas 'air 3usaK buih 3usa air laut, 3usa
sabun
Eas "adat 3usa padat Karet busa,batu
apung
'air Eas Aerosol cair Kabut,a5an,embun
'air 'air Gmulsi Susu,mayones, santan
'air "adat Gmulsi padat $utiara,mentega,keu
"adat Eas Aerosol padat 4ebu, asap
"adat 'air Sol 'at kani
"adat "adat Sol padat Kaca, paduan logam
4ari tabel di atas, yang perlu di ingat adalah sebagai berikut0
a. Aerosol 0 sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas, ika
yang trerdispersi berupa .at cair di sebut aerosol cair.
4e5asa ini banyak produk di buat dalam bentuk aerosol seprti semprot rambut &hair
spray+, semprot obat nyamuk, /arpume, cat semprot, dan lain-lain. =ntuk menghasilkan
aerosol di perlukan suatu bahan pendor#ng &propelan aerosol+. 'ontoh bahan pendorong
yang banyak di gunakan adalah senya5a kloro/luorokargon&'D'+ dan karbondioksida.
b. Sol 0 sistem koloid yang /ase terdispersinya berupa .at padat dan medium
pendispersinya berupa .at padat, disebut sol padat.
c. Gmulsi 0 sistem koloid yang /ase terdispersinya berupa .at padat dan medium
pendispersinya berupa berupa .at cair. 3ila medium pendispersinya berupa .at padat
dikenal dengan emulsi .at padat.
d. 3usa 0 sisitem koloid yang /ase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya
berupa cair, bila medium pendispersinya berupa .at padat di sebut busa padat
&Kus5ati, ())F+.
S?DAT - S?DAT K#>#?4
Si/at-si/at koloid sangat berguna untuk di pahami dan ada kaitannya dalam
kehidupan sehari-hari. Si/at-si/at koloid, antara lain0
7+ G/ek Tynda>
Suatu si/at koloid sangat berguna untuk di pahami dan ada kaitannya dengan
percobaan tyndal. 3ila suatu larutan &larutan seati+ disinari dengan seberkas sinar
tampak maka berkas sinar tadi akan diserap dan dipancarkan. Sedangkan bila
seberkas sinar dile5atkan pada sistem koloid maka sinar tersebut akan di hamburkan
oleh partikel koloid, sehingga sinar yang melalui sisitem koloid akan teramati berupa
alur cahaya. G/ek tyndal adalah si/at khas kolid yang dapat menghamburkan berkas
cahaya.
4alam keadian sehari-hari, e/ek tyndal dapat di lihat dalam peristi5a berikut 0
a. cahaya matahari elas sekali berkasnya di sela-sela pohon yang sekitarnya
berkabut. <ika berkas cahaya matahario tampak elas di sela-sela dinding dapur
yang banyak asapnya .
b. berkas cahaya proyektor tampak elas di gedung bioskop yang banyak asap
rokoknya.
c. Sorot cahaya mobil berkas tampak elas pada daerah yang berkabut.
(+ Eerak 3ro5n
"artikel koloid dapat bergerak lurus tetapi arahnya tidak menentu &gerak
.ig.ag+. Karena penemu gerakan partikel koloid seperti itu adalah ;obert 3ro5n
maka gerak .ig .ag partikel koloid disebut gerak bro5n. Eerak bro5n adalah gerak
.ig .ag dari partikel koloid yang hanya bisa diamati dengan mikroskop ultra. Eerak
bro5n itu disebabkan adanya tumbukan dari partikel medium terdispersi.
3ila partikel dari sistem koloi dilihat dengan mikroskop akan tampak
senantiasa partikel-partikel koloid bergerak lurus, tetapi arahnya tidak menentu.
,+ Adsorbsi
"artikel koloid dapat mengadsorbsi ion atau muatan listrik. Adsorbsi adalah
proses penyerapan di permukaan partikel koloid. Si/at adsorbsi partikel koloida ini
sangat penting karena berdasarkan si/at tersebut banyak man/aat yang dapat
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
'ontoh0
a. "enernihan air
Ta5as adalah koloidyang biasa di pakai untuk menernihkan air. Apabila ta5as di
larutkan ke dalam air maka ta5as tersebut akan terhidrolisis menadi Al&#H+
,
yang berupa koloid. Koloid tersebut dapat mengadsorbsi .at-.at 5arna dalam
air,sehingga air tampak tidak ber5arna dan ernih.
b. "enyembuhan sakit perut yang di sebabkan oleh bakteri apabila
dianurkan minum oralitKnorit. #ralitKnorit dapat menyembuhkan sakit perut
karena dalam usus dapat membentuk sistem koloid yang mampu mengadsorbsi
bakteri,sehingga bakteri itu mati.
c. "emutihan gula tebu
Eula tebu yang diual di toko atau di pasar ada yang ber5arna coklat kotor
dan ada yang ber5arna putih bersih. Eula tebu yang ber5arna putih bersih berasal
dari gula ber5arna coklat kotor yang sudah diputihkan melalui sistem koloid.
*+ Glektro/oresis
Glektro/oresis adalah suatu cara untuk menunukkan bah5a gerakan partikel
koloid dikarenakan muatan arus listrik.
F+ Koagulasi
"enggumpalan partikel koloid disebut koagulasi. 4ispersi koloid biasanya
mengadsorbsi ion yang seenis. #leh karena itu,diperlukan konsentrasi tertentu
larutan elektrolit untuk menstabilkan koloid. 3ila larutan elektrolit tersebut berlebihan
maka elektrolit tersebut akan menggumpalkan koloid. "enggumpalan partikel koloid
dilakukan secara mekanis, /isis, dan kimia.
a. $ekanis 0 menggumpalkan koloid dengan pemanasan, pengadukan dan
pendinginan. "roses ini akan mengurangi umlah air atau ion di sekeliling koloid
sehingga koloid akan mengendap misalnya 0
7+ bila larutan dari protein yang merupakan sistem koloid di
panaskan maka protein akan menggumpal.
(+ Koloid agar-agar dalam air akan menggumpal bila di panaskan.
b. Disis 0 'ontoh penggumpalan koloid cara /isis adalah penggunaan alat 'ottrell.
AsapK debu dari cerobong pabrik dapat di gumpalkan dengan alat listrikKcottrel. Alat
biasanya dipakai pada cerobong asab di industri-industri besar,untuk menggumpalkan
asap atau debu sebagai partikel koloid.Hal itu bertuuan untuk mengurangi
pencemaran asap dan debu yang berbahaya.
c. Kimia 0 'ara ini dilakukan dengan menambahkan .at elektrolit ke dalam koloid
sehingga koloid akan menggumpal.
'ontohnya 0
7.+ Eetah karet&lateks+ akan menggumpal bila diberi asam semut &/ormiat+ atau diberi
cuka.
(.+ Ta5as yang mengandung elektrolit Al
(
&S#
*
+
,
dapat menggumpalkan partikel
koloid dalam air. Hal ini digunakan uga pada proses penernihan air.
:.+ Koloid "elindung
Koloid pelindung merupakan si/at koloid yang dapat melindungi koloid lain.
Koloid pelindung pada emulsi dinamakan emulgator. Ada beberapa koloid yang tidak
mengalami pemggumpalan,ika di tambahkan suatu koloid lain. Koloid yang dapat
memberikan kestabilan disebut koloid pelindung. Koloid pelindung membuntuk
lapisan di sekeliling partikel koloid,sehingga melindungi muatan partikel koloid
tersebut.
'ontoh 0
a.+ Tinta tidak mengendap karena dicampur dengan koloid pelindung.
b.+ "ada pembuatan es krim dicampur dengan gelatin sebagai koloid pelindung,yang
mencegah pengkristalan es.
7.+ 4ialisis
"emurnian koloid disebut dialisis. 4ialisis dilakukan dengan cara
memasukkan koloid yang akan di murnikan ke dalam kantung yang dibuat dari
selaput semipermiabel. $engapa di buat dari selaput semipermiabelJ Karena selaput
semipermiabel dapat mele5atkan molekul-molekul air atau ion-ion,tetapi tidak dapat
dile5ati oleh partikel-partikel koloid &#Ltoby, ())7+.
"rinsip dialisis saat ini digunakan sebagai proses cuci darah bagi penderita
gagal ginal,yang dikenal dengan blood dialysis. Einal yang ber/ungsi sebagai
selaput semipermiabel dapat mele5atkan ion-ion atau molekul-molekul sederhana
yang mengotori darah,tetapi tidak dapat mele5atkan butir-butir darah yang bersi/at
koloid. <ika ginal seseorang rusak maka /ungsi ginal diganti mesin yang disebut
dialisator &#Ltoby, ())7+.
"G$3=ATA% S?STG$ K#>#?4
=kuran partikel koloid terletak antara larutan seati dengan partikel-partikel suspensi.
"embuatan sistem koloid dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu kondensasi da cara
dispersi.
7+ 'ara Kondensasi
'ara kondensasi adalah dengan menggabungkan ion-ion,atom-atom,molekul-
molekul,atau partikel yang lebih halus membentuk partikel yang lebih besar dan
sesuai dengan ukuran partikel koloid &#Ltoby, ())7+.
(+ 'ara 4ispersi
'ara dispersi adalah dengan menghaluskan butir-butir .at yang bersi/at
makroskopis &kasar+ menadi butir-butir .at yang bersi/at mikroskopis &halus+,sesuai
dengan ukuran partikel koloid. 4ispersi bisa dilakukan dengan cara mekanik,peptisasi
maupun cara busur bredig &#Ltoby, ())7+.
BAB &
'ET(D(L()I PE*+(BAAN
&.1 Alat #an Ba$an
&.1.1 Alat
"ipet tetes
"ipet volume
;ak tabung reaksi
Eelas kimia 7)) ml
Eelas kimia F) ml
'orong Kaca
Tabung reaksi
$ortar
3atang pengaduk
"enggerus
Kertas saring
Hot plate
&.1.2 Ba$an
%a'l
sunlight
$inyak goreng
Sirup
%orit
Amilum
AHuades
Kertas saring
$gS#*
H%#,
?odium
Eelatin
Ag%#,
De#H,
De'l,
&.2 Pro!e#ur ,ercobaan
&.2.1 Pe"buatan kolo%# /e 0(H1
4ipanaskan aHuades (F ml sampai mendidih
4itambahkan setetes demi setetes larutan De'l, enuh ke dalam aHuades ke
dalam aHuades (F ml sambil diaduk sampai menadi merah kecoklatan
&.2.2 Koagula!% A
4imasukkan (F ml %acl ),F kedalam gelas kimia F) ml
4i masukkan (F ml $gS#* ),)7 m ke dalam gelas kimia F) ml
4i tambahkan De &#H+, kedalam gelas kimia F) ml yang berisi %a'l ),F
4i tambahkan De&#H+, ke dalam gelas kimia F) ml yang berisi $gS#* ),)7
&.2.& Koagula!% B
4i masukkan aHuades kedalm dua gelas kimia 7)) ml $asing ! masing (F ml
4i masukkan Ag%#, 7 ml dalam ( gelas kimia 7)) ml
4i masukkan H%#, F ml ke dalam ( gelas kimia 7)) ml
4i masukkan %a'l ini ke dalam ( gelas kimia 7)) ml
4i panaskan salah satu koagulasi dari kedua peristi5a tersebut
&.2.- Kolo%# ,el%n#ung
4i masukkan ke dalam gelas kimia 7)) ml gelatin secukupnya
4ilarutkan gelatin dengan aHuades
4imasukkan larutan gelatin kedalam larutan pada percobaan koagulasi A
&.2.. D%!,er!%
4i masukka tepung kani ke dalm mortar
Eerus tepung kani yang telah dimasukkan ke dala murtar
4i masukkan air kedalm murtar yang telah dimasukkan tepung kani
4i masukkan tepung kani kedalam gelas kimia
4i larutkan tepung kani kedalam gelas kimia
4ilarutkan tepung kani bersama gelas kimia
4iteteskan iodium kedalam larutan tepung kani yang telah di gerus dan yang
tidak di gerus
&.2.2 E"ul!%
4i masukkan aHuades (F ml ke dalam tabung reaksi
4i masukkan minyak goreng ke dalam tabung reaaksi
4i masukkan sunlight ke dalam tabung reaksi
BAB -
PE'BAHASAN
-.1 Ha!%l Penga"atan
%# "G;>AK=A% "G%EA$ATA%
7.
(.
,.
*.
F.
Pe"buatan kolo%# /e0(H1&
- 4ididihkan air sebanyak () ml dengan
menggunakan gelas kimia F) ml
- 4iteteskan De'l, setetes hingga
ber5arna merah kecoklatan
- 4isimpan untuk percobaan koagulasi
Koagula!%
- 4imasukkan masing ! masing
(F $gS#* dan %a'> dalam gelas
kimia F) ml
- 4itambahkan 7) ml koloid
De&#H+,
- 4iamati
- 4imasukkan masing !masing
(F ml air ,7ml larutan Ag%#, encer ,7
ml larutan %a'> encer dan F ml
larutan H%#, encer kedalam dua
buah
D%!,er!%
- 4igerus amilum dan dicampur dengan
4engan air 7) ml lalu diaduk dan di
saring
- 4i lakukan amilum tanpa di gerus ,
diaduk dan di saring
- 4i bandingkan kedua larutan tersebut
dengan meneteskan larutan iodin
- >arutan bening dan terdapay uap
serta mendidih
- >arutan berubah menadi merah
kecnoklatan
- >arutan tetap ber5arna merah
kecoklatan
- Kedua larutan ber5arna bening
- "ada %a'> 1 De&#H+,,
larutannya lebih bening sedikit
,pada $gS#* 1 De&#H+, larutan
lebih pekat dan koagulasi lebih
banyak
- 6arna larutan kuning &7 /asa+
:.
E"ul!%
- 4i masukkan minyak goreng kedalam
tabung reaksi secukupnya
- 4itambahkan aHuades secukupnya
dengan pipet tetes
- 4i tambahkan dengan sabun lalu di
kocok
- 4iamati perbedaan sebelum
ditambahka sabun
A#!orb!%
- 4igerus norit ,lalu ditaruh diatas
kertas saring
- 4imasukkan sirup orange kedalam
tabung reaksi dengan menggunakan
kertas saring tersebut
- 4iamati perbedaan dengan larutan
yang sebelmnnya
- $inyak goreng dan aHuades
tidak tercampur & $emiliki
Dasa +
- $enadi 7 Dasa K &tercampur+
- Sebelum ditambah sabun
terdapat ( Dasa , dan sudah
ditambah sabun teradi 7 /asa
&tercampur+
- %orit tertahan dikertas saring
- Sirup orange tidak langsung
tersaring karena harus melalui
norit
- 6arna lebih muda dibandingka
dengan 5arna semula
-.2 *eak!%
-.2.1 /e+l& 3 & H2( /e 0(H 1& 3 & /e+l&
-.2.2 &'g+l2 3 2 /e0(H1& & 'g 0(H12 3 2 /e+l&
-.2.& &Na+l 3 /e 0(H1& &Na(H 3 /e+l&
-.2.- &'gS(- 3 2 /e 0(H1& & 'g0(H12 3 /e0S(-1&
-.2.. A"%lu" 3 I2
1 n?
(
#
O
# #
H
H
H H
'H
(
?
H
#H
H
'H
(
?
H
#H
H
#H
H
H
#H n
1 nH?#
#
O
# #
H
H
H H
'H
(
#H
H
#H
H
'H
(
#H
H
#H
H
#H
H
H
#H n
-.& Pe"ba$a!an
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara
larutan dan suspensi. Secara $akroskopis koloid tampak homogen, tetapi ika
diamati dengan mikroskop ultra akan tampak heterogen, masih dapat dibedakan atas
komponennya. Koloid umumnya keruh tetapi stabil &tidak memisah+.
"ada praktikum ini, sistem koloid yang digunakan yaitu Gmulsi. Yaitu
merupakan sistem koloid yang /ase terdispersi berupa .at cairdan medium
pendispersinya berupa .at cair. 3ila medium pendispersinya berupa .at padat dikenal
dengan emulsi padat. 4ari percobaan yang dilakukan, minyak yang merupakan /ase
terdispersi yang kemudian ditambahkan H
(
# yang merupakan medium
pendispersinya.
"ada praktikum ini terdapat beberapa /aktor kesalahan yaitu seperti pada
saat penggunaan alat-alat laboratorium yang kurang bersih saat dicuci ataupun
dikeringkan sehingga menyebabkan sisa-sisa air Ksabun becampur dengan .at-.at yang
akan direaksikan sehingga hasilnya tidak memuaskan Katau tidak akurat,lalu pada
percobaan dispersi misalnya ,percampuran H(#dan amilum yang tidak ekuivalen
sehingga pada akhir percobaan didapatkan hasil akhir yang tidak tepat
"ada percobaan ini dipakai gelatin /ungsi dari gelatin disini yaitu sebagai
koloid pelindung sehingga pada saat direaksika Kdicampurkan dengan %a'l tidak
menghasilkan endapan sehingga larutan tetap bening
4an %a'l disini sebagau lapisan sekunder dan membentuk gumpalan-
gumpalan ketika bereaksi dengan De#H, sehingga %a1 berikan #H- menadi %a'l
yang melekat pada De#H, /ungsi sunglight disini yaitu sebagai emulator yaitu dapat
membedakan Kmenyatukan minyak dengan air , minyak ditambah air tidak dapat
menyatuh karena perbandingan kepolaran masing-msaing .at minyak bersi/at non
polar
Dugsi ?( pada percobaan ini yaitu sebagai indikator yaitu ?( dapat
bereaksi dengan amilum 'l( ber/ungsi mengidenti/ikasikan amilum dalam suatu
larutan ,sehingga teradi perubahan 5arna menadi ungu pekat.
Dungsi norit yaitu sebagai adsurban ,yaitu menyerap 5arna larutan pada
percobaan ini menyerap 5arna pada permukaan sirup sehingga dihasilkan 5arna
5arna sirup yang pudar
"ada percobaan koagulasi dimana dipipet (F ml $gS#* ditanbah dengan
De#H, lalu dicampurkan maka 5arna berubah menadi orange ernih dan terbentuk
penggumpalan dan akan mengendap
"ada percobaan koloid pelindung dimasukkan gelatin kemudian
ditambahkan aHuades yang kemudian dicampurkan dengan larutan pada percobaan
koagulasi maka tidak teradi suatu endapan ,
"ada percobaan emulsi ,dimasukkan minyak ditambahkan dengan
H(# ,ketika dicampurkan kedua larutan tidak mentyatu ,dimana minyak beradah
diatas H(# berada diba5ah ,untuk menyatukan kedua larutan tersebut maka
ditambahkan dengan detergen ,sehingga keduanya dapat menyatu ,oleh karena itu si/at
detergen disini sebagai Gmuglator
"ada percobaan dispersi dilakukan dua buah percobaan dimana
percobaan pertama amilum tida di gerus dan percobaan kedua amilum digerus saring
dengan menggunaka kerrtas saring , setelah keduanya dicampur dengan air lalu
keduanya disaring menggunakan kertas saring maka yang teradi air yang amilumnya
tidak di gerus 5arnanya menadi ungu pekat setelah ditetesi iodium .
"ada percobaan adsorbsi ,dimana dihancurkan ( buah norit lalu diletakan
di kertas saring kemudian dituangkan sirup ber5arna orange kedala tabung reaksi lalu
5arna sirup berubah menadi lebih mudah ! Dungsi norit ,disini sebagai adsurben
menyerap 5arna di permukaan larutan
BAB .
PENUTUP
..1 Ke!%",ulan
Dungsi norit pada percobaan adsorbsi yaitu sebagai adsorben ,yaitu penyerap
5arna pada permukaan larutan &sirup+
Dungsi sabun adalah sebagai emuglator
"roses pemanasan larutan koloid ber/ungsi mempercepat teradinya koagulasi
Dunsi ?( adalah sebagai indikator dan /ungsi gelatin yaitu mencegah teradinya
koagulasi
..2 Saran
Sebaiknya percobaan mengenai pembuatan dan si/at koloid ini ditambah,
tidak hanya koagulasi, adsorbs, emulsi dan koloid pelindung saa, tetapi ditambah
uga dengan pembuatan gel, percobaan aerosol.
"ada pembentukan koloid ini dapat digunakan cara lain yaitu cara
peptitasi. 'ara peptitasi adalah pembuatan koloid dengan menambahkan ion
seenis, sehingga partikel endapan akan depecah, contohnya adalah agar-agar
dipeptitasi dengan Al'l
,
.
DA/TA* PUSTAKA
'hang, ;aymond. ())*. Kimia Dasar. <akarta 0 Grlangga.
Kus5ati, Tine $aria, dkk. ())F. Sains Kimia. <akarta 0 3umi Aksara.
#Ltoby, 4avid 6. ())7. Prinsip Prinsip Kimia Modern. <akarta0 Grlangga.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
4i .aman globalisasi ini, banyak orang yang terbiasa dengan hal-hal yang
berhubungan dengan ilmu kimia. pada saat ini, semua hal didalam kehidupan sehari-hari,
baik langsung atau pun telah mengalami sentuhan kimia, sehingga bukan hanya orang-
orang tertentu saa yang berhadapan debngan bahan kimia, tetapi hamper semua orang
dapat melihat reaksi kimia.
4alam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan hal-hal dimana hal tersebut
berhubungan dengan reaksi kimia, salah satunya reaksi oksidasi reduksi atau sering di
sebut dengan reakssi redoks. ;eaksi redoks adalah reaksi oksidasi reduksi pada reaksi
kimia. #ksidasi kehilangan satu atau lebih electron yang dialami oleh suatu atom,
molekul atau ion, sementara reduksi adalah perolehan electron.
;eaksi pembakaran bahan bakar, berkaratnya besi, proses kimia dalam batu
baterai, proses kimia dalam aki, metabolisme yang teradi dalm tubuh atau /otosintesis
yang dialami oleh tumbuhan merupakan beberapa contoh dari reaksi redoks, dalam reaksi
redoks teradi beberapa perpindahan elektron dari .at yang mengalami oksidasi &disebut
reduktor+ke .at yang mengalami reduksi &suatu oksidator+.
"erpindahan electron ini menyebabkan perpindahan aliran electron sehingga kita
bisa meman/aaatkan beberapa reaksi redoks sebagai suatu sumber energy listrik misalnya
batu baterai atau aki.
;eaksi redoks uga dipakai atau diman/aatkan sebagai penyepuhan logam, suatu
benda yang terbuat dari logam dalam memproduksi benda-benda logam suatu benda
terbuat dari logam seringkali dilapisi suatu lapisan tipis logam lain. Hal ini untuk
melindungi logam terdapat korosi dan untuk lebih menarik.
;eaksi redoks tidak hanya dalam bidang industry seperti penyepuhan logam dan
kelistrikkan seperti batu baterai dan aki yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari serta
reaksi pembakaran karbohidrat dan protein untuk mendapatkan energy.
#leh karena itu melalui praktikum ini, dapat mengetahui lebih dalam lagi
mengenai reaksi oksidasi reduksi &redoks+ serta dapat menentukan larutan yang menadi
autokalisator maupun autoindikator dalam percobaan yang dilakukan karena reksi redoks
ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, seperti perkaratan besi, baterai ataupun
pemurnian logam yang amat berguna.
1.2 Tujuan Percobaan
- mengetahui hasil reaksi vitamin c diteteskan K$n#
*
1 ?
- mengetahui normalitas K$n#
*
setelah titrasi dengan H
(
'
(
#
*
),7 %ormalitas
- mengetahui volume K$n#
*
setelah titrasi dengan H
(
'
(
#
*
),7%
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
;eaksi ;edoks
"engertian klasik
- reaksi oksidasi adalah reaksi Antara suatu .at dengan oksigen
- reaksi redoks adalah reaksi Antara suatu .at dengan dengan hydrogen
"engertian modern
- reaksi oksidasi adalah reaksi dimana teradi kenaikan bilangan okidasi atau reaksi
dimana teradi pelepasan electron
pengertian secara modern
- reaksi reduksii adalah reaksi dimana teradi penurunnan bilangan oksidasi dan
teradi pengikatan electron
"ada reaksi rredoks terdapat reduktor dan oksidator
- reduktor adalah 0
7. .at yang dapat memberikan electron kepada .at lain
(. .at yang mampu mereduksi .at yang lain
,. .at yang dalam reaksi mengalami kenaikan bilangan oksidasi
*. .at yang dalam reaksi mengalami oksidasi
- oksidartor adalah 0
7. .at yang menangkap electron dari .at lain
(. .at yang mampu mengoksidasi bilangan lain
,. .at yang dalm reaksi mengalami penurunan bilangan oksidasi
*. .at yang dalam reaksi mengalami reduksi
;eaksi redoks adalah reaksi yang dimana teradi pelepasan electron dan suatu
atom atau ion lain kepada atom atau ion selalu disertai dengan reaksi pengikatan
electron oleh atom atau ion- ion lain.
;eaksi kimia dapat digolongkan kedalam reaksi redoks atau reaksi bukan
redoks. ?stilah dari redoks berkaitan dengan peristi5a reduksi dan oksidasi.
"engertian reduksi dan oksidasi itu mengalami perkembangan , pada a5alnya
reaksi reduksi dan oksidasi itu dikaitkan dengan pelepasan dan pengikatan
oksigen. #ksidasi sebagai pengikat oksigen, sedangkan reduksi sebagai pelepas
oksigen. "ada perkembangan selanutnya , oksidasi dan reduksi dikaitkan dengan
penangkapan dan pelepasan electron dan kemudian dengan perubahan
bilangan&Keenan,789*+.
;eaksi banyak teradi didalam kehidupan sehari-hari beberapa contoh dapat kita
sebutkan adalah perkaratan besi, /otosintesis dan peleburan biih logam, aki
baterai dan berbagai peristi5a elektrolisis seperti penyepuhan uga berdasarkan
reaksi redoks.
A. #ksiadasi reduksi sebagai pengikat dan pelepasan oksigen oksidasi adalah0
pengikatkan oksigen sedangkan reduksi adalah pelepasan oksigen.
- #ksidasi
oksidasi adalah reaksi dimana teradi pegikatan oksigen, contohnya sebagai
berikut perkaratan besi
*De
&,+
1 ,#
(&*+ (
(De
(
#
,&F+
Sumber oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator, pada contoh perkaratan
besi oksidator yang digunkan adalah udara
- ;eduksi
reduksi adalah pelepasan atau pengurangan oksigen contohnya sebgai berikut0
;eduksi biih besi &De
(
#
,
hemo/il+ dengan karbonmonoksida &'#+
(De
(
#
,&F+
1 ,'#
&*+
(De
&F+
1 ,'#
(&*+
-at yang menarik oksigen pada reaksi reduksi disebut reduktor. "ada reaksi
De
(
#
,
dengan '#. reduktor yang digunakan adalah '#.
3. oksidasi reduksi sebagai pelepasan dan penerimaan electron
;eaksi Antara unsur logam dengan unsur nonlogam teradi engan cara searah
terima electron.
'ontohnya 0
;eaksi kalsium dengan oksigen
'a 1 #
(
'a
(1
1 # 'a#
#ksidasi adalah pelepasan electron
;eduksi adalah pengikatan electron
<adi oksidasi dan reduksi tidak harus melibatkan oksigen
'. #ksidasi-;eduksi sebagai penambahan dan penurunanbilangan oksidasi.
dalam berbagai reaksi redoks yang melibatkan spesi yang kompleks kadang-
kadang tidak mudah menentukan atom mana yang melepas electron dan atom
mana yang menangkap electron.
3erikut contoh reaksi redoks 0
K$n#
*
1 H
(
S#
*
1 H
(
'
(
#
*
K
(
S#
*
1 $nS#
*
1 '#
(
1 H
(
#
"ada reaksi diatas terdapat kerumitan untuk menetukan unsur mana yang
melepas electron &oksidasi+ dan unsur mana yang mengalami penyerapan
electron &reduksi+ kerumitan tersebut dpat terasi dengan mengaitkan
pengertian oksidasi dan reduksi dengan perubahan bilangan oksidasi
4. Konsep bilangan oksidasi &3#+
- "engertian bilangan oksidasi
3ilangan oksidasi suatu unsur dalam senya5a adlah muatan yang diemban oleh
atom unsur itu ika semua electron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih
elektronegati/.
- Aturan menentukan bilangan oksidasi
4engan mempertimbangkan keelektronegati/an unsur dapat disimpulkan suatu
aturan untuk menentukan bilangan oksidasi, yakni sebagai berikut 0
7. unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi I )
(. /lourin unsur yang paling electronegative dan membutuhkan tambahan
electron , mempunyai bilangan oksidasi -7 pada semua senya5anya
,. bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda positi/
*. bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan
muatannya
F. bilangan oksidasi H umumnya I H, kecuali H I 7
:. bilangan oksidasi # umunya I (
7. umlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senya5a I )
9. umlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom I muatannya
&4ay dan =nder5ood, 7889+.
BAB &
'ET(D(L()I PE*+(BAAN
&.1 Alat #an Ba$an
&.1.1 Alatalat 4
- Termometer
- 3uret 7)ml
- >abu Grlenmeyer (F)ml
- ;ak tabung reaksi
- "ipet volume 7)ml
- Hot plate
- Stati/
- "ipet tetes
- Eelas kimia 7)ml
- 'orong kaca
- 3eaker glass 7))ml
- Tabung reaksi
- 3ulp
&.1.2 Ba$an 4
- @itamin ' &='7)))+
- H
(
'
(
#
*
),7 %
- H
(
S#
*
- K$n#
*
- ?
(
- AHuades
- Tissue
&.2 Pro!e#ur Percobaan
&.2.1 Uj% Kual%tat%5
&.2.1.1 6%ta"%n + #engan K'n(
-
- dimasukkan 7ml vimani ' ke dalam tabung reaksi
- diteteskan K$n#
*
hingga teradi perubahan 5arna
- dihomogenkan dan amati
&.2.1.2 6%ta"%n + #engan I
2
- dimasukkan 7ml vimani ' ke dalam tabung reaksi
- diteteskan ?
(
hingga teradi perubahan 5arna
- dihomogenkan dan amati
&.2.2 Uj% Kual%tat%5
- dipipet 7)ml H
(
'
(
#
*
),7 % ditambah ,ml H
(
S#
*
kedalam labu erlenmeyer
- dipanaskan hingga mencapai suhu 7)
)
- dititrasikan dengan K$n#
*
hingga ber5arna merah lembayung
- dicatat volume K$n#
*
- dilakukan secara duplo
- dihitung normalitas K$n#
*
BAB -
PE'BAHASAN
-.1 Ha!%l Penga"atan
%o. "erlakuan Hasil "engamatan
*.7.7
*.7.7.7
*.7.7.(
*.7.7
=i Kualitati/
;eaksi vitamin ' dengan K$n#
*
- dimasukkan 7ml vimani ' ke dalam
tabung reaksi
- diteteskan K$n#
*
hingga teradi
perubahan 5arna
- dihomogenkan dan amati
;eaksi vitamin ' dengan ?
(
- dimasukkan 7ml vimani ' ke dalam
tabung reaksi
- diteteskan ?
(
hingga teradi perubahan
5arna
- dihomogenkan dan amati
=i Kuantitati/
- dipipet 7)ml H
(
'
(
#
*
),7 %
- ditambah ,ml H
(
S#
*
kedalam labu
erlenmeyer
- dipanaskan hingga mencapai suhu 7)
)
- dititrasikan dengan K$n#
*
hingga
ber5arna merah lembayung
- dicatat volume K$n#
*
- dilakukan secara duplo
- dihitung normalitas K$n#
*
- larutan ber5arna kuning
- larutan berubah 5arna
menadi kuning keruh
- larutan berubah kuning
- larutan berubah 5arna
menadi kuning kecoklatan
- larutan berubah bening
- larutan berubah menadi
endapan kecoklatan
&seharusnya menadi merah
lembayung+
- volumenya 7,,9 ml %
(
0
),)*(*
-.1.1 *eak!%
-.1.2 *eak!% 7%ta"%n c #an K'n(
-
-.1.& 7%ta"%n + #an I
2
-.1.- *eak!% H
2
+
2
(
-
#an K'n(
-
-.1.-.1 Setenga$ reak!%
H
(
'
(
#
*
1 K$n#
*
H
(
S#
*
K
(
S#
*
1 $nS#
*
1 '#
(
1 H
(
#
- reduksi 0 $n#
*
$n
(1
- oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
- reduksi 0 $n#
*
-
$n
(1
1
H
(
#
- oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (
o
- reduksi 0 $n#
*
-
9'#
(
1
1 Fe $n
(1
1 *H
(
#
- oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
- reduksi 0 ($n#
*
-
1 7: H
1
1 7)e ($n
(1
H
(
#
- oksidasi 0 F'
(
#
*
(-
7)'#
(
17)
e
- reduksi 0 ($n#
*
-
1 F'
(
#
*
(-
1 7:H
1
($n
(1
1 7)'#
(
1 9H
(
#
#ksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
- setarakan oksigen dengan menambahkan molekul air &H
(
#+
reduksi 0 $n#
*
$n
(1
oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
- Setarakan oksigen dengan menambahkan ion &H
(
#+
reduksi 0 $n#
*
-
$n
(1
1
H
(
#
oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
- Setarakan atom hydrogen dengan menambahkan ion H
1
reduksi 0 $n#
*
-
9'#
(
1
1 Fe $n
(1
1 *H
(
#
oksidasi 0 '
(
#
*
(-
('#
(
1 (e
reduksi 0 ($n#
*
-
1 F'
(
#
*
(-
1 7:H
1
($n
(1
1 7)'#
(
1 9H
(
#
oksidasi 0 F'
(
#
*
(-
7)'#
(
17)
e

1
reduksi 0 ($n#
*
(-
1 F'
(
#
*
(-
1 7:H
1
($n
(1
1 7)'#
(
1 9H
(
#
*.,.(.( ;eaksi >engkap
(K$n#
*
1 F
(
'
(
#
*
1 ,H
(
S#
*
($nS#
*
1 K
F
S#
*
1 7)'#
(
1 9H
(
#
-.- Pe"ba$a!an
;eaksi ;edoks adalah reaksi oksidasi reduksi yang berpengaruh pada bilangan
oksidasi suatu reaksi. 4alam hal ini reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.
-at yang mengalami reduksi disebut oksidator. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi
yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi. -at yang mengalami oksidasi disebut
reduktor. Selain perubahan bilangan oksidasi, reaksi redoks adalah reaksi yang bereaksi
dengan hydrogen dan oksigen. ;eaksi yang bereaksi ddengan oksigen merupakan reaksi
oksidasi sedangkan reaksi yang bereaksi dengan hydrogen merupakan reaksi reduksi.
Autokatalisator merupkan .at atau larutan yang dapat mempercepat suatu reaksi
dan ber/ungsi uga sebagai reagen pada percobaan ini, H
(
S#
*
ber/ungsi sebagai
autokalisator, sedangkan autoindikator yakni .at atau larutan yang bertindak sebagai
penunuk 5arna pada suatu reaksi dan sebagai reagen dalam reaksi itu sendiri. 4alam
percobaan ini, K$n#
*
bertindak sebagai autoindikator.
"ada percobaaan reaksi redoks ini, dilakukan dua analisa dalam bentuk analisa
kuantitati/ dan kualitati/. Analisa kualitati/ adalah suatu penguian yang khusus
mengidenti/ikasi atau membahas mengenai identi/ikasi .at-.at. Tuuannya untuk
mengetahui unsur atau senya5a apa yang terdapat dalam suatu sample. =i kualitati/ pada
percobaaan ini yaitu mengetahui perubahan 5arna yang teradi pada saat vitamin '
direaksikan dengan K$n#
*
maka vitamin ' akan berubah menadi 5arna kuning pudar,
sedangkan bila vitamin direaksikan dengan ?
(
maka vitamin ' akan berubah menadi
kuning kecoklatan selain itu ui kualitati/ pada vitamin ', ui kuanlitati/ uga dilakukan
pada asam oksalat &H
(
'
(
#
*
+ direaksikn dengan H
(
S#
*
lalu dipanaskan dan ditambahkan
K$n#
*
, maka hasil dari ui kualitati/ asam oksalat adlah menadi 5arna merah
lembayung.
analisa kualitati/ adalah suatu penguian yang berkaitan dengan penerapan
banyaknya suatu .at tertentu yang terdapat dalam sample. =i kualitati/ pada percobaan
ini yaitu untuk mengetahui kadar normalitas K$n#
*
saat dititrasikan pada H
(
'
(
#
*
yang
sudah direaksikan dengan H
(
S#
*
hasil dari ui kualitati/ ini adalah didapatkan normalita
dari K$n#
*
adalh ),)7(* %.
$aksud dari pemanasan hingga 7)
)
untuk mencapai suhu maksimum teradinya
reaksi. <ika saat H
(
S#
*
ditambahkan dengan K$n#
*
dapat teradi reaksi yang
maksimum. 3ila pemanasan di ba5ah 7)
)
maka pada larutan akan terdapat endapan
yaiutu berupa endapan hitam, sedangkan bila pemanasan diatas 7)
)
maka asam oksalat
akan berubh menadi H
(
# dan '#
(
dan larutannya menguap.
"ada percobaan reaksi redoks ini dilakukan dua analisa, yaitu analisa secara
kualitati/ dan kuantitati/. "ada anlisa kualitati/ dilakukan tiga percobaan. 4imana
percobaan pertama yaitu ketika 7ml vitamin ' ditambahkan dengan 7) tetes K$n#
*
yaitu merah lembayung dan setelah dicampurkan vitamin ', 5arna larutannya berubah
menadi kuning pudar.
"ada percobaan yang ketiga yaitu dimana Fml H
(
'
(
#
*
a5alnya larutan H
(
'
(
#
*
ber5arna bening lalu ketika ditambahkan H
(
S#
*
larutannya tercampur sempurna dan
5arna campurannya tetap bening. Kemudian larutan ini dipanaskan hingga mencapai
suhu 7)
)
, setelah itu ditambahkan beberapa tetes K$n#
*
ke dalamnya sambil diaduk atau
digoyang labu erlenmeyernya dan didapatkan 5arna merah lembayung.
"ada percobaaan analisa secara kuantitati/, dilakukan satu kali percobaan yaitu
dimana 7)ml H
(
'
(
#
*
ber5arna bening dan setelah dicampur H
(
S#
*
larutannya tetap tidak
ber5arna , lalu dipanaskan hingga 7)
)
setelah itu di titrasi dengan K$n#
*
yaitu terdapat
dalam buret. Ketika ditambahkan dengan K$n#
*
sebanyak 8,, ml larutannya menadi
merah lembayung.
"ada percobaan ini teradi /actor kesalahan dimana kran buret licin sehingga saat
penitrasian berlangsung K$n#
*
yang terdapat pada buret tumpah banyak, titik tetes demi
tetes sehingga saat larutan dititrasi, 5arna larutannya berubah menadi 5arna merah
ketuaan.
"enerapan kadar suatu .at dapat ditentukan berdaasarkan hasil oksidasi dengan
K$n#
*
yang dikenal dengan nama permanganometri. #ksidasi ini dapat berlangsung
suasana asam, netral, dan basa.
- ;eaksi K$n#
*
dalam suasana netral, yaitu 0
$n#
*
1 *H
1
1 ,e $n#
*
1 (H
(
#
- ;eaksi K$n#
*
dalam suasana asam adalah 0
$n#
*
-
1 9H 1 Fe $n
(1
1 *H
(
#
- ;eaksi K$n#
*
dalam suasana sangat basa adalah 0
$n#
*
-
1 e $n#
*
(-
- H
(
S#
*
&asam sul/at+ 0 agar reaksi berlangsung dlam suasana asam
- H
(
'
(
#
*
&asam oksalat+ 0 sebagai larutan baku untuk menetukan konsentrasi
K$n#
*
BAB .
PENUTUP
..1 Ke!%",ulan
- Hasil yang dihasilkan vitamin ' ditambahkan K$n#
*
vitamin ' menadi
ber5arna ingga dan pada saat ditambahkan ?
(
tidak teradi perubahan karena ?
(
adalah oksidator
- %ormalitas K$n#
*
setelah penitrasi adalah ),)8F %
- @olume K$n#
*
setelah dilakukan percobaan diperoleh v I 7),*Fml
..2 Saran
Sebaiknya pada saat praktikum tidak hanya menggunakan kalium permanganate dan
iodium tetapi digunakan uga kalium dikromat.
DA/TA* PUSTAKA
4ay dan =nder5ood. 7889. Analisis Kimia Kuantitatif. <akarta0 Grlangga
Keenan, dkk. 789*. Kimia untuk universitas. <akarta0 Grlangga
"etrucci. ;alph H. 789F. Kimia Dasar. 3ogor0 Grlangga
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Glektrolisis yaitu peristi5a penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah
dilaliri oleh aurs listrik searah. Sedangkan sel di mana teradinya reaksi tersebut
disebut sel elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan
listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang ber/ungsi sebagai katoda.
;eaksi-reaksi elektrolisis bergantung pada potensial electrode, konsentrasi,
dan over potensial dari spesi yang terdapat dalam sel elektrolisis. "ada sel elektrolisis
katode bermuatan negative, sedangkan anode bermuatan positi/. Kemudian kation
direduksi di katode, sedangkan anion diosidasi di anode.
Glektrolisis mempunyai banyak keguanaan, di antaranya yaitu dapat
memperoleh unsure-unsur logam, halogen, gas hidrogen dan gas oksigen, keudian
dapat menghitung konsentrasi ion logam dalam suatu larutan, digunakan dalam
pemurnian suatu logam, serta salah satu proses elektrolisis yang popular adalah
penyepuhan, yaitu melapisi permukaan suatu logam dengan logam lain.
Seperti yang telah diketahui di atas, elektrolisis mempunyai banyak man/aat
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penting agar mahasis5a melakukan praktikum
ini agar mahasis5a lebih mengetahui dan dapat mempelaari proses dari elktrolisis itu
sendiri.
Susunan elektrolisis tidak ada memerlukan tambahan garam komponen
utamanya adalah sbuah 5ada, elktroda, elektrolit, dan sumber arus listrik searah.
Glektron &listrik+ memasuki kutub positi/ &katoda+. Spesi tertentu dalam
larutan menyerap electron dari katode dan mengalami reduksi sementara itu, spesi ion
melepas elektron di anode dan mengalami oksidasi.
;eaksi elektrolisis dalam larutan elektrolit berlangsung lebih kompleks. Spesi
yang bereaksi belum tentu kation atau anionnya tapi mungkin saa air ata
elektrodanya.
Hampir setiap hari kita berhubungan langsung atau tidak langsung dengan
hasil elektrolisis, tidaklah berlebihan ika dikatakan industry modern dan masyarakat
modern pada umumnya tidak dapat beralan tanpa adanya reaksi elektrolisis.
'ontohnya adalah proses pemurnian logam, pembuatan gas, dan penyepuhan logam.
#leh karena itu, dilakukan percobaan ini agar kita dapat mengetahui /ungsi dari sel
elektrolisis.
1.2 Tujuan
- $engetahui proses elektrolisis pada larutan K? dengan elektroda
karbon
- $engetahui proses elektrolisis pada larutan 'uS#* dengan elektroda
karbon.
- $engetahui proses elektrolisis pada larutan K? dengan katoda dan
anoda karbon
- $engetahui proses elektrolisis pada larutan 'uS#* dengan katoda
tembaga dan anoda karbon
- $engetahui man/aat dari elektrolisis
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
;eaksi kimia dapat ditimbulkan oleh arus listrik, sebaliknya reaksi kimia dapat
dipakai untuk menghasilkan arus listrik. Glektrolisis merupakan proses dimana reaksi
redoks tudak berlangsung secara spontan. =ntuk lebih memahami apakah sebenarnya
elektrolisis itu dapat dilihat pada proses pengisian aki. 4alam proses pengisian aki
tersebut dapat disimpulkan bah5a apabila ke dalam suatu larutan elktrolit dialiri arus
listrik searah maka akan teradi reaksi kimia, yakni penguraian atas elektrolit tadi.
"eristi5a penguraian &reaksi kimia+ oleh arus searah itulah yang disebut elektrolisis. Sel
elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat mengahantarkan listrik yang disebut elektrolit,
dan dua buah elektroda yang ber/ungsi sebagai katoda dan anoda.
Sel elektrolisis tidak memerlukan embatan garam. Komponen utamanya adalah
sebuah 5adah, electrode, elektrolit, dan sumber arus listriksearah.
Glectron &listrik+ memasuki larutan melalui kutub negati/ &katode+. Spesi
tertentu dalam larutan mneyerap electron dari katode dan mengalami reduksi.
Sementara itu, spesi ion melepas electron di anode dan mengalam oksidasi.
;eaksi-reaksi elektrolisis
Apabila listrik dialirkan melalui lelehan senya5a ion maka senya5a ion itu
akan diuraikan. Kation direduksi di katode, sedangkan anion dioksidasi di anode
&;aymond, ())*+.
;eaksi elektrolisis dalam larutan elektrolit berlangsung lebih kompleks. Spesi
yang bereaksi belum tentu kation atau anionnya, tetapi mungkin saa air atau
elektrodenya. Hal itu bergantung pada potensial spesi-spesi yang terdapat dalam
larutan. =ntuk menuliskan reaksi elektrolisis larutan elektrolit, /aktor-/aktor yang
perlu dipertimbangkan adalah0
?. ;eaksi-reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap electrode.
o Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial
electrode lebih positi/.
o Spesi yang mengalami oksidasi di anode adalah yang mempunyai potensial
electrode lebih negati/.
??. <enis elektrode, apakah inert atau akti/
Glektrode inert adalah elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi. Glektrode inert
yang sering digunakan yaitu platina dan gra/it.
???. #verpotensial
#verpotensial adalah potensial tambahan yang diperlukan sehingga suatu
reaksi elektrolisis dapat berlangsung &;aymond, ())*+.
o "enggunaan elektrolisis dalam industri
a. "roduksi .at
3anyak .at kimia dibuat melalui elektrolisis, misalnya logam-logam alkali,
magnesium, aluminium, /luorin, klorin, natrium hidroksida, natrium hipoklorit,
dan hidrogen peroksida.
b. "emurnian logam
'ontoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. =ntuk
membuat kabel listrik diperlukan tembaga murni, sebab adanya pengotor dapat
mengurangi konduktivitas tembaga.akibatnya akan timbul banyak panas dan akan
membahayakan penggunaannya &"etrucci, 788)+.
c. "enyepuhan
"enyepuhan &electroplating+ dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap
korosi atau untuk memperbaiki penampilan. "ada penyepuhan, logam yang akan
disepuh diadikan katode sedangkan ligam penyepuhnya sebagai anode. Kedua
elektrode itu dicelupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh. 'ontoh,
penyepuhan sendok yang terbuat dari besi &baa+ dengan perak &"etrucci, 788)+.
3erdasarkan da/tar potensial electrode standar dapat dibuat satu ramalan tentang
reaksi katode dan reaksi anode pada suatu elektrolisis. ;amalan mungkin akan meleset
ika spesi yang terlibat mempunyai overpotensial yang signi/ikan.
a. ;eaksi ! reaksi di katode & reduksi +
;eaksi di katode bergantung pada enis kation dalam larutan. <ika kation berasal dari
logam ! logam akti/ & logam golongan ?A, ??A, A 7 atau $n + yaitu logam ! logam yang
potensial elektrodanya lebih kecil & lebih negative daripada air +mmata air yang tereduksi.
Kation selain yang disebutkan di atas akan tereduksi & keenan, 789* +.
'ontoh 0
"ada elektrolisis larutan %a'l & kation %a
1
+, air yang tereduksi , bukannya ion %a
1
.
pada elektrolisis larutan 'uSo
*
& kation 'u
(1
+ ion 'u
(1
yang tereduksi.
b. ;eaksi ! reaksi di anoda & #ksidasi +
Glektroda %egative & katoda + tidak mungkin ikut bereaksi selama elektrolisis karena
logam tidak ada kecenderungan menyerap elektron membentuk ion negative akan tetapi,
electrode positi/ & anoda + mungkin saa ikut bereaksi melepas elektron dan mengalami
#ksidasi , kecuali pt atau Au pada umumnya logam mempunyai potensial. #ksidasi
lebih bsar daripada air atau anion sisa asam. #leh karena itu ika anoda tidak terbuat dari
"t atau Au atau gra/it maka anoda itu akan troksidasi.
>ogam akti/ & golongan ?A, ??A, Al, dan $n + air yan tereduksi
(H
(
# 1 (e H
(
1 (#H
-
Kation I
Kation yang lain I kation yang tereduksi
(H
1
1 (e H
(
>
1
1 Me > & keenan, 789* +
;eaksi di anode bergantung pada enis anode di kation 0
Sisa asam oksi I air tereduksi
?nert 0anion (H
(
# *H
1
1 #
(
1 *e
Sisa asam lain atau #H- I anion tereduksi.
(3i
-
3i
(
1 (e
Anode
Anode tak inert 0 anode teroksidasi
> >
L1
1 Me & keenan, 789* +
#leh karena itu ika anode tidak trbuat dari "t, atau gra/ik, maka anode itu akan
teroksidasi elektroda "t Au dan gra/ik ' digolongkan sebagai elektroda inert & sukar
bereaksi + ika anoda tersebut dan elektroda inert maka reaksi anoda bergabung pada enis
anion dalam larutan anion sisa lebih negative daripada air. Anion-anion seperti itu sukar
dioksidasi sehingga air yang teroksidasi ika anion lebih mudah dioksidasi daripada air
seperti 3i- dan ?- maka anion itu teroksidasi.& 4enis, 788F+
BAB &
'ET(D(L()I PENELITIAN
III.1Alat #an Ba$an
&.1.1 Alatalat
- Tabung =
- 3eaker gelas
- "ipet tetes
- Stati/ 1 penepit
- Kabel
- Aki 7(v
&.2.2 Ba$an
- K? ),7 $
- ?ndikator ""
- 'uS#
*
),7 $
- Amilum
- AHuades
- Tissue
- 3atang karbon F buah
- Tembaga 7 buah
III.2Pro!e#ur Percobaan
III.2.1 Elektrol%!%! larutan +uS(- #engan ano#a + #an kato#a +
- 4imasukkan 'uS#
*
kedalam tabung = lalu gantung pada tiang stati/
- 4icelupkan kedua elektroda pada larutan
- 4ialiri arus listrik 4' 7( volt selama beberapa menit.
- 4iamati perubahan yang teradi.
III.2.2 Elektrol%!%! larutan +uS(
-
#engan ano#a +u 8 kato#a
- 4imasukkan 'uS#* kedalam tabung = lalu gantung pada tiang stati/
- 4icelupkan kedua elektroda pada larutan 'uS#*
- 4ialiri arus listrik 4' 7( volt selama beberapa menit.
- 4iamati perubahan yang teradi.
III.2.& Elektrol%!%! larutan KI #engan ano#a c #an kato#a c
- 4isiapkan tabung = dan dirangkai pada stati/
- 4iambil larutan K? ),7 $ *) ml dan dimasukkan ke tabung =
- 4imasukkan kedua elektroda ke tabung =
- 4ialiri arus listrik 4' 7( volt
- 4i amati perubahan yang teradi
- 4iambil beberapa ml larutan di katoda dan ditetesi indicator pp
- 4iambil beberapa ml larutan di anoda dan ditetesi amilum
- 4iamati perubahan yang teradi
BAB -
HASIL DAN PE'BAHASAN
-.1 Ha!%l Penga"atan
No. Perlakuan Penga"atan
7. Glektrolisis larutan 'uS#* dengan
anoda ' dan katoda '
4imasukkan 'uS#* kedalam
tabung = lalu gantung pada
tiang stati/.
4icelupkan kedua elektroda
pada larutan.
4ialiri arus listrik selama
beberapa menit.
4iamati perubahan yang teradi
4ikatoda ' mengendap di batang
karbon, dan ber5arna cokelat
4ianoda ' di batang karbon terdapat
gelembung udara yang berasal dari
H
(
#
(. Glektrolisis larutan 'uS#* dengan
anoda 'u dan katoda '.
4imasukkan 'uS#* ke dalam
tabung = lalu gantung pada
tiang stati/
4icelupkan kedua elektroda
pada larutan 'uS#*
4ialiri arus listrik selama
beberapa menit.
4iamati perubahannya
- Setelah dialiri arus listrik beberapa
menit teradi perubahan katoda '
mengendap di batang karbon,
ber5arna kecoklatan.
1
,.

Glektrolisis larutan K? dengan


anoda ' dan katoda '
4imasukkan larutan K? lalu
digantung pada tiang stati/
4imasukkan kedua elektroda
pada larutan.
4iamati perubahan yang teradi
>arutan anoda dengan amilum
4iambil 7 pipet larutan dari
anoda
4itambahkan , tetes amilum.
larutan katoda dengan indikator pp.
diambil 7 pipet larutan dari
katoda
ditambahkan , tetes indicator
pp
diamati perubahannya
4i katoda ' terdapat gelembung
udara &H
(
#+. yang tereduksi air
3er5arna biru
Hasilnya posit/ dikarenakan adanya
?
(
.
$engandung basa
$enadi merah lembayung
-.2 *eak!%
-.2.1 +uS(
-
kato#a 9 karbon: ano#a 9 karbon
'uS#
*
'u
(1
1 S#
*
(-
K 0 'u
(1
1 (e 'u &L(+
A 0 (H
(
# *H
1
1 #
(
1 *e &L7+
'u
(1
1 (H
(
# ('u 1 #
(
1 *H
1
-.2.2 +uS(
-
Kato#a 9 te"baga: ano#a 9 karbon
1
1 (#H
-
1( H
(
#
1
'uS#
*
'u
(1
1 S#
*
(-
K 0 'u
(1
1 (e 'u &L(+
A 0 (H
(
# *H
1
1 #
(
1 *e &L7+
'u
(1
1 (H
(
# ('u 1 *H
1
1 #
(
-.2.& KI kato#a 9 karbon: ano#a 9 karbon
K? K
1
1 ?
-
K 0 (H
(
# 1 (e (#H
-
1 H
(
A 0 (?
-
?
(
1 (e
(H
(
# 1 (?
-
(#H
-
1 H
(
1 ?
(
-.2.- *eak!% In#%kator ,, #engan (H
3
-.2.. *eak!% A"%lu" #engan I
2
#
#
#H
H
H
#H
'H
(
#H
H
H
#
H
n
1 n?
(
1 nH?#
#
H #H
H
H
#
#
#
#H
H
H
#H
'H
(
?
H
H
#
H
n
#
H #H
'H
(
?
H
H
#
-.1 Pe"ba$a!an
Glektrokimia adlaah peristi5a teradinya reaksi oksidasi-reduksi dalam bentuk
setengah reaksi yang terpisah dalam oksidasi dan redukasi atau bisa disebt uga
sebagai gabungan antara dua setengah sel yaitu antara katoda dan anode. 4alam sel
elektrokimia teradi reaksi redoks spontan, yaitu reaksi yang berlangsung serta merta.
Sel elektrokimia mengubah energy dari suatu reaksi redoks spontan menadi energi
listrik berupa aliran electron yang bergerak dari anode menuu katode
Glektrolisis adalah suatu peristi5a penguraian &reaksi kimia+ atas larutan
elektrolit akibat dialiri arus listrik searah. 4alam reaksi elektrolisis, energy listrik
digunakan untuk menghasilkan suatu perubahan imia yang tidak akan teradi secara
spontan 0 Gsel adalah negati/. 4alam reaksi elektrolisis, pada anoda teradi reaksi
oksidasi yakni reaksi pelepasan elektron, sedangkan pada katoda teradi reaksi reduksi
yaitu reaksi penangkapan elektron. 4i samping itu reaksi yang teradi pada katoda
uga tergantung pada enis kation dalam larutan. <ika kation berasal dari golongan ?A,
??A, dan A atau $n yaitu logam-logam yang potensial elektrodanya lebih kecil dari
air, maka yang tereduksi adalah airnya. Tetapi kation selain selain di atas aan
tereduksi. Adapun yang menadi tanda teradi nya reaksi elektrolisis di antaranya
adalah kation akan mengalami reaksi reduksi di katoda sehingga katoda merupakan
elektroda negati/, dan anion akan mengalami oksidasi di anoda sehingga anoda
merupakan elektroda positi/.
"erbedaan antara elektrokimia dan elektrolisis adalah sebagai beriut 0
a. Glektrolisis merupakan proses di mana reaksi redoks tidak beralngsung secara
spontan, sedangkan elektrokimia merupakan proses di mana reaksi edoks
berlangsung secara spontan.
b. Anode pada sel elektrokimia bermuatan &-+ karena teradi oksidasi yaitu pelepasa
elektron sedangkan pada sel elektrolisis anoda bermuatan &1+ karena teradi
oksidasi yaitu penambahan biloks pada anion.
c. Katode pada sel elektrokimia bermuatan &1+ karena teradi penyerapan elektron
sedangkan katode pada sel elektrolisis bermuatan &-+ karena teradi pengurangan
biloks pada kationnya.
d. "ada sel elektrokimia,spesi yang bereaksi yaitu kation dan anionnya sedangkan
reaksi elektrosis dalam larutan elektrolit berlangsung lebih kompleks di mana
spesi yang bereaksi belum tentu kation atau anionnya, tetapi mungkin saa air atau
elektrodanya.
Kegunaan elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut 0
a. "ereduksi -at
3anyak .at kimia dibuat melalui elektrolisis, misalnya logam-logam alkali,
magnesium, aluminium, /luorin, natrium hidroksida, natrium hipoklorit, dn
hidrogen peroksida.
Klorin dan natrium hidroksida dibuat dari elektrolisis larutan natrium
klorida. "roses ini disebut proses klor-alkali dan merupakan proses industry yang
sangat penting.
Selama elektrolisis haus diaga agar 'l( yang terbentuk di anoda tidak bereaksi
dengan %a#H yang terbentuk di katoda.
ruang di anoda dan katoda dipisahkan dengan berbagai cara yaitu 0
7+ Sel diaphragma
"ada sel dia/ragma ruang katoda dipisahkan dari ruang anoda dengan suatu
selaput berpori yang dapat dilalui ion-ion tetapi menahan percampuran
larutan.
(+ Sel merkuri
=ntuk berbagai keperluan,seperti pembuatan royan diperlukan %a#H dengan
kemurnian tinggi.
b. "emurnian >ogam
'ontoh terpenting dalam bidang ini adalah permunian tembaga. =ntuk membuat
kabel listrik diperlukan tembaga murni, sebab adanya pengotor dapat mengurangi
konduktivitas tembaga. Akbiatanya, akan timbul banyak panas dan akan
membahayakan penggunaannya.
Tembaga dimurnikan secara elektrolisis. Tembaga ktor diadikan anode,
sedangkan katode digunakan tembaga murni. >arutan elektrolit yang digunakan
adalah 'uS#*. Selama elektrolisis, tembaga dari anode terus-menerus dilarutkan
kemudian diendapkan pada katode.
c. "enyepuhan
"enyepuhan &electroplatiny+ dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap
korosi atau untuk memperbaiki penampian.
d. 4apat menghitung konsenstrasi ion logam dalam suatu larutan.
,+ Glektrolisis larutan K? dengna elektroda karbon &'+.
"ada tabung = dimasukkan larutan K? *) ml, kemudian ke dalam masing-
masing permukaan tabung dimasukkan karbon yang bertindak sebagai elektroda.
Kemudian dialiri arus 4' 7( volt beberapa menit, sehingga akan teradi penguraian
ion-ion pada larutan tersebut oleh arus listrik. "ada anoda &kutub positi/+ teradi
perubahan 5arna larutan menadi coklat kekuningan. Sedangkan pada katoda 5arna
larutannya tetap bening namun timbul gelembung-gelembung gas yang menempel
pada elektroda karbon.
"ada peristi5a elektrolisis ini spesi yang ada di dalam sel elektrolisis adalah K
1
, ?
-
,
dan H
(
#, sedangkan karbon merupakan elektroda yang inert &tidak ikut bereaksi+,
seperti yang telah dielaskan di atas katoda bermuatan negati/ sehingga pada kutub ini
teradi reaksi reduksi.
Kemungkinan reduksi yang teradi adalah 0
K
1
1 e K G I -(.8( @
(H
(
# 1 (e H
(
1 (#H
-
G I - ).9, @
K
1
merupakan kation golongan ?A, yakni memiliki potensial elektroda &reduksi+ lebih
kecil dari air, sehingga pada katoda yang tereduksi adalah air. Hal ini dibuktikan
bah5a pada katoda terbentyk gelmbung gas yang merupakan gelembung dari gas H
(
da larutan ber5arna kunging tua setelah ditetesi indikator "". perubahan tersebut
teradi karena larutan di katoda bersi/at basa akibat reduksi air yang menghasilkan
#H
-
.
Anoda merupakan kutub yang bermuatan positi/ sehingga pda kutub ini teradi
reaksi oksidasi. Kemungkinan oksidasi yang teradi adalah 0
(?
-
?
(
1 (e G I -).F* @
(H
(
# *H
1
1 #
(
1 *e G I -7.(, @
"otensial oksidasi ?
-
lebih besar dibandung potensial oksidasi H
(
#, sehingga yang
teroksidasi pada anoda adalah ?
-
. hal ini terbukti pada katoda terbentuk larutan
ber5arna cklat kekuningan yang merupakan 5arna dari ?(, dan setelah ditetesi
amilum ber5arna ungu kehitaman.
*+ Glektrolisis larutan 'uS#
*
dengan anoda karbon dan katoda tembaga.
"ada peristi5a elektrolisis larutan 'uS#
*
dengan katoda tembaga dan anoda karbon
teradi gelembung gas pada anoda dan tembaga menadi kehitam-hitaman pada
katoda.
"ada elektrolisis ini spesi yang ada di dialam sel elektrolisis adalah 'u
(1
, S#
*
(-
,H(#
sedangkan tembaga tidak ikut bereaksi karena terletak sebagai katoda dan pada anoda
karbon tidak ikut bereaksi karena merupakan elektroda inert.
Kemungkinan reaksi reduksi yang teradi dengan katoda tembaga adalah0
'u
(1
1 (e 'u G I 1 (.)7 @
(H
(
# 1 (e H
(
1 (#H
-
G I - ).9, @
#leh karena potensial reduksi 'u(1 lebih besar maka yang tereduksi pada katoda
adalah 'u
(1
. Hal ini dibuktikan dengan endapan 'u yang tertempel pada ka5at
tembag. "ada saat ditetesi indikator "" larutan di ruang katoda ber5arna biru susu
yang menandakan larutan bersi/at asam.
Kemungkinan reaksi oksidasi yang teradi dengan anoda karbon adalah 0
S#
*
(-
S
*
#
9
(-
1 (G G I -(.)7@
(H
(
# *H
1
1 #
(
1 *e G I -7.(, @
#leh karena potensial oksidasi H
(
# lebih besar dibanding potensialoksidasi S#
*
(-
,
sehingga yang teroksidasi pada anoda adalah H
(
#. hal ini dibuktikan bah5a pada
anoda terbentuk gelembung gas yang merupakan gelembung dari gas #
(
. "ada saat
ditetesi amilum larutam menadi ber5arna biru tua yang menandakan bah5a larutan
tersebut bersi/at asam akibat dari oksidasi air yang menghasilkan H
1
.
4engan demikian reaksi elektrolisis larutan 'uS#
*
dengan katoda tembaga dan anoda
karbon yaitu 0
'u
(1
1 (H
(
# ('u 1 #
(
1 *H
1
Daktor-/aktor kesalahan yang teradi selama percobaan yaitu 0
Tabung reaksi ang telah dipakai tidak dicuci dengan bersih, sehingga ketika dibuat
suatu larutan baru pada tabung reaksi tersebut akan menghasilkan larutan yang tidak
sesuai dengan yang diinginkan dan berimbas pada hasil percobaan yang tidak sesuai
atau salah.
BAB .
PENUTUP
..1 Ke!%",ulan
"ada proses elektrolisis pada larutan K? dengn elektroda karbon, teradi
reduksi air pada katoda dan teradi oksidasi ?- menadi ?( pada anoda.
"ada proses elektrolisis pada larutan 'uS#* dengan elektroda karbon, teradi
reduksi 'u(1 menadi '= pada katoda dan teradi oksidasi air pada anoda.
$an/aat elektrolisis adalah dapat memperoleh unsur-unsur logam, halogen,
gas hidrogen dan gas oksigen , kemudian dapat menghitung konsentrasi ion
logam dalam suatu larutan. Salah satu man/aat elektrolisis yang palng popular
adalah penyepuhan dimana suatu logam dapat dilapisi dengan logam lain.
..2 Saran
Sebaiknya selain menggunakan indikator "", digunakan uga De'l,
sebagai indikator agar diperole hasil yang akurat untuk mengetes si/at larutan di
ruang katoda. Selain itu, sebaiknya percobaan ditambah dengan percobaan antara
larutan K? dengan katoda dan anoda berupa tembaga dan larutan =S#* dengan
katoda dan anoda tembaga, sehingga pengetahuan praktikan mengenai elektrolisis
bertambah.
DA/TA* PUSTAKA
'hang, ;aymond. ())*. Kimia dasar. Grlangga 0 <akarta.
Keenan, dkk. 789*. Kimia Untuk Universitas. Grlangga 0 <akarta.
"etrucci, ;alph H. 788). Kimia Dasar. Grlangga 0 <akarta
6illiam, 4enis. 788F. Kimia Murni. Grlangga 0 <akarta
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
3erdasarkan ilmu kimia dan teknik Kimia, proses pemisahan digunakan untuk
mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senya5a
kimia.
Sebagian besar senya5a Kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak
murni. 3iasanya, suatu senya5a kimia berada dalam keadaan tercampur dengan
senya5a lain. =ntuk beberapa keperluan seperti sintesis senya5a kimia yang
memerlukan bahan baku senya5a kimia dalam keadaan murni atau proses produksi
suatu senya5a kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan.
"roses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. Suatu contoh
pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. $inyak
bumi merupakan campuran berbagai enis hidrokarbon.
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses pemindahan
massa. "roses pemisahan sendiri dapat diklasi/ikasikan menadi proses pemisahan
secara mekanis dan kimia5i. "emisahan secara mekanis dilakukan kapanpun
memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari kimia5i.
<adi dengan mempelaari metode pemisahan dan pemurnian .at kita dapat
memperoleh .at yang kita inginkan dari suatu campuran. 4engan melakukan
percobaan berikut ini sedikit tahu untuk memperoleh .at yang kita inginkan dapat kita
lakukan langkah ! langkah sesuai prosedur.
1.2 Tujuan Percobaan
- =ntuk mendapatkan .at murni dan .at yang telah tercampur
- =ntuk membuktikan enis-enis dan prinsip dari pemisahan dan pemurnian
suatu .at
- =ntuk mengetahui cara-cara pemurnian suatu campuran
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
"emisahan dan pemurnian adalah proses pemisahan dua .at atau lebih yang saling
bercampur serta untuk mendapatkan .at murni dari suatu .at yang telah tercemar atau
tercampur, campuran adalah setiap contoh materi yang tidak murni dari suatu .at yang
bukan sebuah unsur atau sebuah senya5a susunan suatu campuran tidak sama dengan
sebuah .at, dapat bervariasi, campuran dapat berupa homogen atau heterogen
&petrucci,7897+.
'ampuran-campuran merupakan suatu materi yang dibuat dari penggabungan dua .at
berlainan atau lebih menadi suatu .at /isik. Tiap dalam campuran ini tetap
mempertahankan si/at-si/at aslinya. Si/at-si/at asli campuran yaitu 0
- 'ampuran terbentuk tanpa melalui reaksi kimia
- $empunyai si/at .at asalnya
- Terdiri dari dua enis .at tunggal atau lebih
- Komposisinya tidak tetap
'ampuran terbagi menadi ( bagian yaitu campuran homogen dan campuran
heterogen. 'ampuran homogen adalah unsur-unsur dan atau senya5a yang mempunyai
susunan seragam selain itu uga merupakan penggabungan .at tunggalnatau lebih yang
semua partikelnya menyebar merata sehingga membentuk satu /ase, yang disebut /ase
adalah .at dan si/at komposisinya sama antara satu bagian dengan bagian lain yang
didekatnya dan uga campuran homogen ika antara komponennya tidak terdapat bidang
batas sehingga tidak terbedakan lagi 5alaupun menggunakan mikroskop ultra. Selain itu
campuran honogen mempunyai komposisi uang sama pada setiap bagiannya dan
memikiki si/at-si/at yang sama diseluruh cairan.
'ampuran heterogen adalah campuran yang komponen-komponennya dapat
memisahkan diri secara /isik karena perbedaab si/atnya dan penggabungan yang tidak
merata antara dua .at tunggal atau lebih sehingga perbandingan komponen yang satu
dengan yang lainnya tidak sama diberbagai beana dan uga campurandapat dikatakan
campuran heterogen ika antara komponennya masih terdapat bidang batas dan sering kali
dapat dibedakan tanpa menggunakan mikroskop hanya dengan mata telanang, sehingga
si/at-si/atnya tidak seragam.
'ampuran dapat dipisahkan melalui 0 peristi5a /isika tidak mengubah .at selama
pemisahan, sedangkan secara kimia satu komponen atau lebih direaksikan dengan .at lain
sehingga dapat dipisahkan.
=ntuk memisahkan campuran homogen maupun heterogen dapat dilakukan dengan
melalui proses pemisahan dan pemurnian. "emisahan dilakukan untuk memisahkan dua
.at atau lebih yang saling bercampur sedangkan pemurnian adalah suatu cara untuk
mendapatkan .at murni dari suatu .at yang telah tercemar atau tercampur .at lain.
'ampuran yang digunakan untuk pemisahan dan pemurnian dapat digolongkan menadi ,
yaitu 0
7. >arutan
>arutan adalah campuran homogen dari dua .at atau lebih yang terdispersi
sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi larutan itu
tampak homogen &kontinu, tanpa bidang batas+ dan mempunyai komposisi yang
sama pada setiap bagian. Komponen-komponen yang terdapat dalam bentuk
larutan tidak dapat dipisahkan melalui penyaringan sebagai contoh air dan gula.
>arutan terdiri dari pelarut &solven+ dan terlarut &solute+.
(. Koloid
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaanya terletak antara campuran
kasar dan larutan. Secara makroskopis koloid tampak homogen tetapi secara
mikroskopis koloid bersi/at heterogen.
#leh karena itu koloid digolongkan ke dalam campuran heterogen. 'ampuran
koloid pada umumnya bersi/at stabil dan tidak disaring. =kuran partikel koloid
terletak antara 7-7)) nm, berada diantara larutan dan larutan kasar atau suspensi,
sehingga masih cukup kecil untuk menembus kertas saring biasa. 'ukup besar
untuk membran atau /ilter ultra &estien,())F+.
Koloid umumnya keruh tetapi stabil &tidak memisah+ koloid dapat dibedakan dari
larutan berdasarkan si/atnya terhadap cahaya. >arutan bersi/at transparan
sehingga berkas cahaya yang melalui larutan tidak dapat diamati dari samping.
Sedangkan koloid menghamburkan cahaya yang melalui koloid yang sering
diumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air sabun,cat,santan
,. Suspensi
Suspensi adalah campuran kasar dan bersi/at heterogen. Antar komponennya
masih terdapat bidang batas dan sering kali dapat dibedakan tanpa menggunakan
mikroskop. Setelah suspensi biasanya dimasukka untuk campuran heterogen dari
suatu .at padat dalam .at cair. Suspensi tampak keruh dan tidak stabil .at suspensi
lama kelamaan akan terpisah karena gravitasi &mengalami sedimentasi+ suspensi
dapat dipisahkan melalui proses penyaringan.
'ara atau teknik pemisahan campuran bergantung pada enis, 5uud, dan si/at
komponen yang terkandung di dalamnya ika komponen ber5uud pada dan cair
misalnya pasir dan air dapat dipisahkan dengan penyaringan.
Karena perbedaan agregasi sangat mempengaruhi metode pemisahan dan
pemurnian yang diperlukan dalam pembedaan memisahkan .at padat dan suspensi
dengan penyaringan dan pemurnian A memisahkan .at padat dari larutan dengan
kristalisasi, rekristalisasi, distilasi, dan dekantasi &syukri,7888+
BAB &
'ET(D(L()I PE*+(BAAN
&.1 Alat #an Ba$an
&.1.1 Alat
- Sendok
- 'orong kaca
- 'orong pisah
- Eelas kimia 7)) ml
- 'a5an penguap
- "enggerus
- Hot plate
- 3atang pengaduk
- Stati/
&.1.2 Ba$an
- Kapur tulis
- Kapur barus &%a/talena+
- "asir
- $inyak goreng
- AHuades
- Kertas saring
- Earam
- 'uS#*.FH(#
-
&.2 Pro!e#ur ,ercobaan
&.2.1 Dekanta!%
- 4imasukkan N 7 sendok pasir ke dalam gelas kimia
- 4ilarutkan dengan air
- 4ihomogenkan
- 4itunggu sampai mengendap
&.2.2 /%ltra!%
- 4imasukkan kapur tulis ke dalam penggerus
- 4ihaluskan kapur tulis ke dalam gelas kimia
- 4ilarutkan dengan air
- 4iletakkan kertas saring pada corong kaca
- 4ituang larutan pada corong kaca
- 4iamati perubahan yang teradi
&.2.& Ek!trak!%
- 4imasukkan minyak ke dalam corong pisah
- 4ihomogenkan dengan air
- 4irangkaikan corong pisah pada stati/
- 4ipisahkan larutan dengan membuka kran corong pisah
- 4iamati
&.2.- Kr%!tal%!a!%
- 4imasukkan kapur barus dan garam pada penggerus
- 4ihaluskan kapur barus dan garam
- 4imasukkan campuran didalam ca5an penguap
- 4itutupi kertas saring yang dilubangi
- 4iletakkan corong kaca diatasnya dan disumbat mulut corong kaca
- 4ipanaskan campuran
- 4iamati perubahan yang teradi
-
&.2.. *ekr%!tal%!a!%
- 4imasukkan 'uS#*.FH(# pada gelas kimia
- 4ihomogenkan dengan aHuades
- 4ipanaskan hingga larutan menguap
- 4iamati perubahan yang teradi
BAB -
HASIL DAN PE'AHASAN
-.1 Tabel Ha!%l Penga"atan
";#SG4=; HAS?> "G%EA$ATA%
4GKA%TAS?
- 4imasukkan N 7 sendok pasir
kedalam gelas kimia
- 4ilarutkan dengan air
- 4ihomogenkan - Air menadi keruh
- 4itunggu hingga mengendap - "asir mengendap di dasar gelas
kimia
D?>T;AS?
- 4imasukkan kapur tulis ke dalam
penggerus dan dihaluskan
- Kapur ber5arna putih
- 4iambil bubuk kapur dan dilarutkan
dengan air dalam gelas kimia
- Kapur bercampur dan air ber5arna
putih
- 4isaring larutan pada corong kaca
yang ditutupi kertas saring
- Air menadi ernih
GKST;AKS?
- 4imasukkan minyak kedalam
corong pisah dan dihomogenkan
dengan air
- Terdapat dua /ase yaitu larutan
bagian atas adalah minyak dan
dibagian ba5ah adalah air
- 4ipisahkan dengan membuka kran
corong pisah
- Air menadi keruh dan kedua /ase
tersebut terpisah
K;?STA>?SAS?
- 4imasukkan kapur barus dan garam
dalam penggerus
- Kapur barus dan garam menadi
campuran bubuk
- 4imasukkan campuran pada ca5an
penguap yang ditutupi kertas saring
dan corong kaca
- 4ipanaskan - Terbentuk kristal pada corong kaca
;GK;?STA>?SAS?
- 4imasukkan 'uS#*.FH() - 'uS#F.FH() ber5arna biru
- 4ihomogenkan dengan aHuades - 'uS#*.FH(# terlarut dalam air
- 4ipanaskan hingga larutan
menguap
- Terbentuk kristal 'uS#* pada dasar
gelas kimia
-.2 Pe"ba$a!an
"ada percobaan pertama teradi proses dekantasi diaman teradi pengendapan pada pasir
yang telah dilarutkan oleh air, Hal ini disebabkan karena massa enis pasir lebih besar
daripada air oleh sebab itu teradi pengendapan di dasar gelas kimia.
"ada percobaan kedua teradi proses /iltrasi dimana air kapur dapat kembali menadi
ernih setelah mengalami penyaringan. Hal ini disebabkan karena kapur memiliki ukuran
partikel yang lebih besat daripada ukuran pori-pori kertas saring oleh sebab itu terdapat
endapan pada kertas saring.
"ada percobaan ketiga teradi proses ekstraksi dimana ketika air dan minyak dicoba
untuk dihomogenkan maka akan terbentuk dua /ase. Hal ini disebabkan karena air
bersi/at polar dan minyak bersi/at non polar. Karena massa enis minyak lebih ringan
daripada air maka minyak akan berada diatas permukaan air. Ketika kran corong pisah
dibuka air yang keluar menadi keruh ini disebabkan air mengandung .at pengotor pada
minyak goreng.
"ada percobaan keempat teradi proses kristalisasi dimana terbentuk kristal pada
corong kaca. Hal ini disebabkan na/talena yang diuapkan berubah menadi gas dan 5uud
gas langsung berubah ke padat pada pendinginan dan tidak menadi cairan terlebih
dahulu.
"ada percobaan kelima, teradi proses rekristalisasi dimana terbentuknya kristal pada
dasar gelas kimia. Hal ini disebabkan teradinya pengendapan pada larutan dan begitu
pula yang teradi pada hidrat yang terdapat pada 'uS#* sehingga yang tersisia hanya
kristal 'uS#*.
"rinsip yang digunakan pada percobaan pertama ialah dekantasi yaitu proses
pemisahan suatu .at dari campurannya dengan mengendapkan .at lain, didasarkan pada
massa enis yang lebih besar pada lapisan bagian ba5ah.
"rinsip yang digunakan pada percobaan kedua ialah /iltrasi yaitu pemisahan yang
didasarkan pada perbedaan ukuran partikel.
"rinsip yang digunakan pada percobaan ketiga ialah ekstraksi yaitu proses pemisahan
.at bercampur dengan menggunakan si/at kepolaran suatu .at menggunakan corong
pisah.
"rinsip yang ddigunakan pada percobaan keempat ialah kristalisasi yaitu proses
pemisahan .at bercampur dengan menggunakan titik didih.
"rinsip yang digunakan pada percobaan kelima ialah rekristalisasi yaitu proses
keseluruhan melarutkan .at terlarut dan mengkristalkannya kembali dengan penguapan.
Eambar struktur na/talena
Eambar struktur minyak goreng
Senya5a dibedakan menadi dua berdasarkan kepolarannya yaitu senya5a polar dan non
polar. Teori dasar kelarutan adalah teori like dissolved like yang berbunyi senya5a polar
hanya akan larut dalam senya5a polar dan senya5a non polar akan larut dalam senya5a
non polar. Sedangkan senya5a polar tidak akan larut dalam senya5a non polar
BAB .
PENUTUP
..1 Ke!%",ulan
- -at-.at yang telah tercampur dan tercemar dapat dipisahkan dengan cara
pemisahan dan pemurnian. "emisahan dilakuka dengan memisahkan campuran
sedangkan pemurnian dilakukan untuk pemurnian suatu campuran
- <enis-enis dan prinsip pemisahan dan pemurnian .at antara lain A dekantasi
dengan prinsip pengendapan A /iltrasi dengan prinsip penyaringan A ekstraksi
dengan prinsip si/at kepolaran suatu .at A kristalisasi dengan prinsip perbedaan
titik didih A rekristalisasi dengan prinsip pengkristalan kembali melalui proses
penguapan
- "emisahan dan pemurnian dilakukan berdasarkan pada .at-.at yang tercampur
tersebut misalnya campuran air dan pasir dengan dekantasi, kapur dan air dengan
/iltrasi, air dan minyak dengan ekstraksi, garam dan na/talena dengan kristalisasi
'uS#*.FH(# yang dilarutkan dengan air melalui proses rekristalisasi.
..2 Saran
Sebaiknya pada saat praktikum selanutnya digunakan metode yang lain seperti
absorpsi, sublimasi, dan distilasi. Agar menambah 5a5asan dan pengetahuan praktikan
dalam proses pemisahan dan pemurnian
DA/TA* PUSTAKA
"etrucci.7897.Kimia Dasar Jilid 1.<akarta 0 Grlangga
S,Syukri.7888.Kimia Dasar 1. 3andung 0 ?T3
Ya.id, Gstien. ())F. Kimia Fisik Untuk Paramedis. Yogyakarta 0 Audi