Anda di halaman 1dari 2

ABSTRACT

LAKOAN, MR. 2014. ANTIARTHRITIS ACTIVITY OF BROTOWALI STEM


(Tinospora cordifolia W) AND CIPLUKAN PLANT (Physallis angulata L) ETHANOLIC
EXTRACTS COMBINATION ON COMPLETE FREUNDS ADJUVANT INDUCED
ARTHITIS RAT.
Arthritis is a general term inflammation (inflammation) and swelling the joints.
Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease (a disease that occurs when the body is attacked
by its own immune system) which caused the long inflammation of joints. This disease attacks
and affects many joints, signed by the inflammation of the synovial membrane and joint
structures as well as atrophy of the muscles and bones. This study purposed to determine the
antiartritis effect of the brotowali stem and ciplukan plants ethanol extract and the combinations
of both of these plants on white male rat wistar strain.
The antiarthritis effect test depends by 5 groups, each group was induced by Complete
Freund's adjuvant. The first group was treated with the brotowali stem extract (200 mg/kg BB),
the second group was given the ciplukan plant extract (250 mg/kg BB), the third group was
given a combination of brotowali stem ethanol extract and plant ciplukan ethanol extract
(0,5:0,5), the fourth group was given triamcinolone (0,036 mg/kg BB), and the fifth group was
given 1 % CMC. The parameters that being used to measure the antiartritis effect of the
brotowali stem and ciplukan plants ethanol extract are the increasing of rats body weight and the
decreasing of edema volume that was measured before treatment until the 8
th
day of treatment,
the other parameter that being used are the decreasing of leukocyte counter and the result of
histopathology test.
Overall the results showed the decreasing of antiarthritis percent volume parameters
edema seen on the group that given brotowali stem extract (378,15), ciplukan plant (353,95), and
combinations of brotowali stem and ciplukan plant (327,39). The decreasing number of
leukocyte counter showed by the brotowali stem group (17,600 mm3) and combination of
brotowali stem and ciplukan plant (19,400 mm3). The result of histopathology test activity
showed in the combination of brotowali stem and ciplukan plant (118,2 m), and ciplukan plant
(109,7 m). Based on two-way ANOVA statistic test, the antiarthitis activity comparable to the
triamcinolone effect (P > 0.05)


Keywords : Tinospora cordifolia W, Physallis angulata L, extract, anti-arthritis








INTISARI
LAKOAN, MR. 2014. AKTIVITAS ANTIARTRITIS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL
BATANG BROTOWALI (Tinospora cordifolia W) DAN TANAMAN CIPLUKAN
(Physallis angulata L) TERHADAP TIKUS YANG DIINDUKSI COMPLETE FREUNDS
ADJ UVANT. SRIPSI. FAKULTAS FARMASI. UNIVERSITAS SETIA BUDI.
SURAKARTA.
Artritis adalah istilah umum bagi peradangan (inflamasi) dan pembengkakan di daerah
persendian. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat
tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam
waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian dan biasanya mengenai banyak
sendi, ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta terjadi
atrofi pada otot dan tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiartritis
ekstrak etanol batang brotowali dan tanaman ciplukan serta kombinasi kedua tanaman ini pada
tikus putih jantan galur wistar.
Pengujian efek antiartritis dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok
diinduksi Complete freunds adjuvant. Kelompok pertama diberi perlakuan ekstrak batang
brotowali (200 mg/kg BB), kelompok kedua diberi ekstrak tanaman ciplukan (250 mg/kg BB),
kelompok ketiga diberi kombinasi batang brotowali dan tanaman ciplukan (0,5:0,5), kelompok
keempat diberi triamsinolon (0,036 mg/kg BB), dan kelompok kelima diberi CMC 1 %.
Parameter yang digunakan peningkatan berat badan dan penurunan volume udema yang diukur
dari hari ke-0 sampai hari ke-8, parameter lain yang digunakan adalah dengan melihat adanya
penurunan leukosit dan uji histopatologi.
Hasil penelitian menunjukkan efek antiartritis dari parameter total aktivitas persen
penurunan volume udema dilihat pada aktivitas kelompok batang brotowali (378,15), kelompok
tanaman ciplukan (353,95), dan kombinasi batang brotowali brotowali dan tanaman ciplukan
(327,39). Penurunan jumlah leukosit dilihat pada aktivitas kelompok batang brotowali (17,600
mm3) dan kombinasi batang brotowali dan tanaman ciplukan (19,400). Uji histopatologi dilihat
pada aktivitas kelompok kombinasi batang brotowali dan tanaman ciplukan (118,2 m) dan
kelompok tanaman ciplukan (109,7 m). Berdasarkan uji statistik ANOVA dua jalan aktivitas
antiartitis yang ditunjukkan sebanding dengan efek triamsinolon (P>0,05)

Kata kunci : Tinospora cordifolia W, Physallis anggulata L, ekstrak, anti-artritis