Anda di halaman 1dari 22

Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik

Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008


METODE MAGNETIK
1. Pendahuluan
Metode geomagnetik merupakan salah satu metode geofisika yang sering digunakan
untuk survei pendahuluan pada eksplorasi minyak bumi, panas bumi, batuan mineral, maupun
untuk keperluan pemantauan (monitoring) gunungapi. Metode ini mempunyai akurasi
pengukuran yang relatif tinggi, instrumentasi dan pengoperasian di lapangan relatif sederhana,
mudah dan cepat jika dibandingkan dengan metode geofisika lainnya. Koreksi pembacaaan
praktis tidak perlu dilakukan.
Pada umumnya peta anomali medan magnetik (untuk geofisika terapan biasanya
medan total atau medan vertikal) bersifat agak kompleks. Variasi medan lebih tak menentu
dan terlokalisir sebagai akibat dari medan magnetik dipole yang merupakan besaran vektor.
Peta anomali magnetik menunjukkan sejumlah besar anomali residu yang merupakan hasil
variasi yang besar bagian mineral magnetik yang terkandung dalam batuan dekat permukaan.
ebagai akibat dari hal!hal tersebut di atas, maka interpretasi yang tepat dalam metode
geomagnetik relatif lebih sulit.
2. Tujuan :
". Mempelajari adanya kemagnetan batuan atau mineral di ba#ah permukaan bumi.
$. Mengadakan pemetaan anomali geomagnetik.
%. Mengadakan penafsiran terhadap struktur batuan&mineral di ba#ah permukaan bumi
berdasarkan data anomali geomagnetik.
3. Teori
a). Gaya Magnei!
'asar dari metode magnetik adalah gaya (oulomb antara dua kutub magnetik m
1
dan m
2
(e.m.u) yang berjarak r (cm) dalam bentuk )
" *
$
$ "
r
m m
o

r (dyne) +(")
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
dengan
o
adalah permeabilitas medium dalam ruang hampa, tidak berdimensi dan
berharga satu (Telford, 1979).
#). Kua Medan Magne
Kuat medan magnet ($) pada suatu titik yang berjarak r dari m
1
didefinisikan sebagai gaya
persatuan kuat kutub magnet, dapat dituliskan sebagai )
$ * "& m
2
*
$
"
r
m
o

r (oersted) +($)
%). Mo&en Magnei!
,ila dua buah kutub magnet yang berla#anan mempunyai kuat kutub magnet -p dan .p,
keduanya terletak dalam jarak l, maka momen magnetik M dapat dituliskan sebagai )
M * p l r
"
* M r
"
+(%)
dengan M adalah vektor dalam arah unit vektor r
"
dari kutub negatif ke kutub positif.
d). Inen'ia' Ke&agnean
,enda magnet dapat dipandang sebagai sekumpulan dari sejumlah momen!momen
magnetik. ,ila benda magnetik tersebut diletakkan dalam medan luar, benda tersebut
menjadi termagnetisasi karena induksi. /leh karena itu intensitas kemagnetan I adalah
tingkat kemampuan menyearahnya momen!momen magnetik dalam medan magnet luar,
atau didefinisikan sebagai momen magnet persatuan volume )
I * M & V +(0)
e). (u'e)i#ilia' Ke&agnean
1ingkat suatu benda magnetik untuk mampu dimagnetisasi ditentukan oleh susebtibilitas
kemagnetan atau k, yang dituliskan sebagai )
I * k $ +(2)
,esaran yang tidak berdimensi ini merupakan parameter dasar yang dipergunakan dalam
metode magnetik. 3arga k pada batuan semakin besar apabila dalam batuan tersebut
semakin banyak dijumpai mineral!mineral yang bersifat magnetik.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
*). Indu!'i Magnei!
,ila benda magnetik diletakkan dalam medan magnet luar $, kutub!kutub internalnya akan
meyearahkan diri dengan $ dan terbentuk suatu medan magnet baru yang besarnya
adalah )
$4 * 0p k$ +(5)
Medan magnet totalnya disebut dengan induksi magnet + dan dituliskan sebagai )
+ * m
r
$ +(6)
dengan m
r
* " - 0p k dan disebut sebagai permeabilitas relatif dari suatu benda magnetik.
atuan + dalam emu adalah gauss, sedangkan dalam geofisika eksplorasi dipakai satuan
gamma (g), dengan " g * "7
!2
gauss * " n1.
g). Poen'ial Magneo'ai!
Potensial magnetostatik didefinisikan sebagai tenaga yang diperlukan untuk memindahkan
satu satuan kutub magnet dari titik tak!terhingga ke suatu titik tertentu dan dapat dituliskan
sebagai )
8(r) * !

r
$(r) dr +(9)
:ntuk benda tiga dimensi, material didalamnya memberikan sumbangan momen
magnetik persatuan volume M(r). ;adi potensialnya merupakan hasil integral sumbangan
momen d#ikutub persatuan volume dan dapat dituliskan sebagai )
8(r
o
) * !

v
M(r)
r r
7
"
dV
* ! M

v
r r
7
"
dV +(<)
'an medan magnet benda sebagai penyebab timbulnya anomali dapat dituliskan sebagai )
3(r
o
) *

v
M(r)
r r
7
"
dV +("7)
h). Medan Magne +u&i
,umi berlaku seperti sebuah magnet sferis yang sangat besar dengan suatu medan magnet
yang mengelilinginya. Medan itu dihasilkan oleh suatu dipole magnet yang terletak pada
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
pusat bumi. umbu dipole ini bergeser sekitar ""
o
dari sumbu rotasi bumi, yang berarti
kutub utara geografis bumi tidak terletak pada tempat yang sama dengan kutub selatan
magnetik bumi. Menurut =>?@ ($777), melalui perhitungan posisi simetris dimana dipole
magnetik memotong permukaan bumi, letak kutub utara magnet bumi adalah 6<,% A, 6",2
B dan 6<,% , "79,2 C untuk kutub selatan.
Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah
dan intensitas kemagnetannya. Parameter fisis itu adalah deklinasi magnetik D, intensitas
horisontal $ dan intensitas vertikal ,. 'ari elemen!elemen ini, semua parameter medan
magnet lainnya dapat dihitung.
Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D (sudut antara
utara magnetik dan utara geografis) dan inklinasi I (sudut antara bidang horisontal dan
vektor medan total), yang diukur dalam derajat. =ntensitas medan magnetik total "
digambarkan dengan komponen horisontal $, komponen vertikal , dan komponen
horisontal kearah utara - dan kearah timur .. =ntensitas medan magnetik bumi secara
kasar antara $2.777 . 52.777 n1. :ntuk =ndonesia, #ilayah yang terletak di utara ekuator
mempunyai intensitas 07.777 n1, sedangkan yang di selatan ekuator 02.777 n1.
Medan magnet utama bumi berubah terhadap #aktu sehingga untuk menyeragamkan
nilai!nilai medan utama magnet bumi, dibuat standard nilai yang disebut dengan
International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui tipa 2 tahun
Gambar 1. Elemen magnetik bumi
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
sekali. Ailai!nilai =>?@ tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata!rata pada daerah
luasan sekitar " juta km yang dilakukan dalam #aktu satu tahun.
Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu )
". Medan utama (ain field)
Pengaruh medan utama magnet bumi <<D dan variasinya terhadap #aktu sangat
lambat dan kecil.
$. Medan luar (e!ternal field)
Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil ionisasi di
atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Karena sumber medan
luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di
atmosfer, maka perubahan medan ini tehadap #aktu jauh lebih cepat. ,eberapa
sumber medan luar antara lain )
Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus "" tahun
Variasi harian dengan periode $0 jam yang berhubungan dengan pasang surut
matahari dan mempunyai jangkau %7 n1
Variasi harian dengan periode $2 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan
dan mempunyai jangkau $ n1
,adai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkau sampai dengan "777
n1
%. 8nomali Medan Magnetik
Variasi medan magnetik yang terukur di permukaan merupakan target dari survey
magnetik (anomali magnetik). ,esarnya anomali magnetik berkisar ratusaan sampai
dengan ribuan nano!tesla, tetapi ada juga yang yang lebih besar dari "77.777 n1 yang
berupa endapan magnetik. ecara garis besar anomali ini disebabkan oleh medan
magnetik remanen dan medan magnet induksi. Medan magnet remanen mempunyai
peranan yang besar pada magnetisasi batuan yaitu pada besar dan arah medan
magnetnya serta sangat rumit diamati karena berkaitan dengan peristi#a kemagnetan
yang dialami sebelumnya. isa kemagnetan ini disebut dengan "ormal Residual
agnetism yang merupakan akibat dari magnetisasi medan utama.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
8nomali yang diperoleh dari survei merupakan hasil gabungan dari keduanya, bila
arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magnet induksi maka
anomalinya bertambah besar, demikian pula sebaliknya. 'alam survei magnetik, efek
medan remanen akan diabaikan apabila anomali medan magnet kurang dari $2 D
medan magnet utama bumi (Telford, 1979).
8danya anomali magnetik menyebabkan perubahan dalam medan magnet total bumi
dan dapat dituliskan sebagai )
$
1
* $
M
- $
8
+("")
dengan
$
1
* medan magnetik total bumi
$
M
* medan magnetik utama bumi
$
8
* medan anomali magnetik
,ila besar $
8
EE $
1
dan arah $
8
hampir sama dengan arah $
1
maka anomali
magnetik totalnya adalah )
T * $
1
. $
M
+("$)
>ambar $. Vektor yang menggambarkan medan anomali ("
8
), medan utama ("
M
) dan medan
magnet total ("
1
) (Ro#inson, 19$$).
T
F
M
F
T
F
A
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
/. Meode
ecara garis besar, survei geomagnetik dapat diberikan dalam diagram alir sebagai
berikut )
>ambar %. 'iagram alir survei geomagnetik.
Informasi Geologi
Penentuan Lintasan /
Posisi Titik Ukur
Pengukuran Data Magnetik
Reduksi Data (koreksi-koreksi)
Pengolahan Data
Penafsiran Data
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
/.1. Meode Pengu&)ulan Daa
'ata!data yang dicatat dalam survei geomagnetik antara lain )
". Baktu ) meliputi hari, tanggal, jam
$. 'ata geomagnetik )
a. Medan 1otal ) minimal lima kali pengukuran pada tiap stasiun pengukuran
untuk mengurangi gangguan lokal (noise).
b. Medan Vertikal ) dua orientasi yaitu utara!selatan dan timur!barat dengan masing!
masing minimal lima kali pengukuran pada setiap stasiun pengamatan.
c. Variasi harian
d. Medan utama bumi (=>?@)
%. Posisi stasiun pengukuran
0. Kondisi cuaca dan topografi lapangan
Pengumpulan data bergantung pada target dan kondisi lapangan. Pengukuran dengan
target lokal biasanya dilakukan untuk daerah survei yang tidak terlalu luas, dengan spasi
27 . 277 meter, sedang untuk target regional mencakup daerah yang lebih luas dengan
spasi " . 2 km.
Pengukuran di daerah gunungapi, di puncak dan tubuh gunung dilakukan dengan spasi
7,2 km atau sekitar $2!%7 menit perjalanan (kaki), sedangkan pada kaki gunung dan
sekitarnya spasinya "!$ km. :ntuk target dengan daerah yang sempit dan topografi yang
relatif datar dapat dilakukan dengan spasi 27 ."77 m bergantung kepada hasil
pengukuran yang diinginkan. Pengumpulan data dilakukan pada titik yang telah
diplotkan grid%nya. Variasi harian dapat diukur dengan menggunakan &ase station
'',
/.2. Meode Pengolahan Daa
Metode pengolahan data anomali geomagnetik secara garis besar ditunjukkan pada
diagram alir sebagai berikut )
'ari pengukuran di lapangan, diperoleh data intensitas medan magnet total atau vertikal
dan horiFontal, yaitu dari pengukuran PPM dan @luGgate magnetometer. 'ata!data
tersebut merupakan harga terbaik dari lima kali pengukuran di setiap titik pengukuran.
'engan mengoreksi dengan medan magnet utama bumi (untuk P. ;a#a diasumsikan
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
besarnya 02.%77 n1) atau dapat menggunakan model yang dikeluarkan oleh =>?@ pada
epoc( yang bersangkutan, maka dapat diperoleh data anomali medan geomagnet bumi
pada daerah survei. elanjutnya data anomali ini diolah (misalnya dengan filtering)
untuk dilakukan penafsiran (interpretasi data) misalnya dengan pemodelan untuk
mendapatkan struktur batuan di ba#ah permukaan bumi.
/.3. Meode Iner)rea'i
Penafsiran data dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. :ntuk pengukuran
secara kualitatif, analisis dilakukan pada peta kontur anomali medan magnet total dan
vertikal. 3asil yang diperoleh adalah lokasi benda penyebab anomali berdasarkan klosur
kontur, sedangkan untuk penafsiran kuantitatif dilakukan dengan dua metode )
! Metode langsung, dilakukan dengan menggunakan kurva karak!teristik pada
penampang kontur anomali magnetik. 3asil yang diperoleh adalah perkiraan kasar
kedalaman, tebal dan kemiringan benda penyebab anomali.
! Metode tidak langsung yaitu dengan mencocokkan kurva anomali lapangan dengan
kurva model yang dilakukan secara iteratif (trial and error).
Pengolahan dan penafsiran data dilakukan dengan bantuan soft#are yang tersedia,
misalnya Magpoly, Mag$dc atau lainnya.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
>ambar 0. 'iagram alir pengolahan data geomagnetik.
0. In'ru&ena'i
Peralatan yang digunakan dalam survey magnetik ini antara lain )
". Magneo&eer, terdiri dari dua bagian yaitu )
:ntuk mengukur medan magnet vertikal ) *lu1gae &agneo&eer
pesifikasi salah satu tipe @luGgate Magnetometer dapat diberikan sebagai berikut )
! 1ipe * @M!"77,&"72, Magnetometer
! ?esolusi * 7,0 n1
Data laangan
!oreksi IGRF
!oreksi "ariasi harian
#nomali medan magnet total
Peng-grid-an
Pem$uatan eta anomali
medan magnet total
!ontinuasi ke atas
Pemodelan
Interretasi
!esimulan
Geologi
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
! ensitivitas * "77 n1&volt
! ;angkau )
Komponen H dan I * 7 ! 07.777 n1
Komponen J * 7 ! 67.777 n1
! ;angkau dinamik * "777 n1 ( "7 V) dari #aseline
! Aoise envelope * E 7,$ n1
! 1anggap frekuensi * E % d, dari frekuensi '( sampai 0 3F
! Koefisien suhu * E " n1&
o
(
! ;angkau suhu * ! 07 sampai -27
o
(
! 'aya * 0 #att pada ""2&$%7 V 8(
atau <7 m8 pada "0!$9 V '(
:ntuk mengukur medan magnet total ) Proon Pre%e''ion Magneo&eer 2PPM)
pesifikasi untuk salah satu tipe PPM dapat diberikan sbb )
! 1ipe * cientreG PPM
! ?esolusi * " gamma
! Ketelitian * " gamma pada skala penuh
! ;angkau * $7.777 ."77.777 gamma
! 'isplay * seven segment 2 digit
! 1oleransi gradien * sampai dengan 277 gamma&meter
! umber daya * 9 buah baterai kering ("$ V '()
! ;angkau suhu * !%2 sampai -57
o
(
! 'imensi )
(onsole * 97 G "57 G $27 mm
%
K ",9 kg
ensor * 97 G "27 mm
$
K ",% kg
$. '>P, untuk posisi stasiun pengukuran secara presisi
%. Peralatan pengukur #aktu (jam)
0. Peralatan penunjuk arah (kompas)
2. Peralatan pendukung lainnya (log book)
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
0.1. Pro'edur Pengo)era'ian PPM Model G3405
a). Modu' O)era'i
1. Modu' (ur6ei : mengukur intensitas medan magnetik sebagai fungsi ruang atau jarak.
'ata di memori disimpan dalam format ) nilai intensitas medan, nomor stasiun,
)a*tu pengu*uran dan nomor lintasan.
2. Modu' Auo : mengukur nilai intensitas medan magnetik sebagai fungsi #aktu. 'ata
di memori disimpan dalam format ) nilai intensitas medan, nomor stasiun, )a*tu, dan
+ulian%da,.
3. Modu' Ta&#ahan 2Gradio&eer) : mengukur nilai intensitas magnetik dari dua
sensor yang terpisah secara vertikal. 3asilnya adalah harga gradien vertikal yang
bebas dari variasi #aktu. Modus ini menggunakan $ (dua) buah sensor yang dipasang
terpisah secara vertikal dalam sebuah tiang penyangga. Pengambilan data dilakukan
dengan menekan tombol Lcycle4 pada t(e remote start s)itc(. Pembacaan pertama
dilakukan pada sensor ba#ah dan pembacaan kedua pada sensor atas. 'ata disimpan
secara otomatis. @ormat data dalam memori ) ,aris pertama untuk pembacaan
pertama, baris berikutnya untuk pembacaan kedua, dan seterusnya.
#). Pro'edur O)era'i :
". Memasang battery pada (onsole
$. Memasang sensor di tiang penyangga
%. Menghubungkan seluruh kabel konektor
0. Memeriksa isi memori
2. Melakukan L1uning4 dengan mengambil kuat sinyal (signal strength) yang paling kuat
sesuai dengan harga medan di daerah survei.
5. Menyetel konfigurasi #aktu ) hari, tanggal, jam, dan menit saat pengambilan data.
6. Menyetel konfigurasi lintasan (modus survei dan gradiometer) dan interval #aktu
pengambilan data otomatis. (modus auto)
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
9. Mengambil data )
! Pengambilan data dilakukan dengan operasi )
7EAD *M (TO7E
! 8rah sensor sesuai dengan tanda anak panah (A)
! Pengambilan data dengan modus 8:1/ dilaksanakan di tempat yang tetap
(fi!ed station).
<. Mentransfer data di memori ke komputer untuk pemrosesan lebih lanjut.
%). Peunju! (ing!a Pengo)era'ian :
". Mengambil dan menyimpan data pembacaan
1ekan ) 7EAD 89 (TO7E
$. Membersihkan seluruh isi layar )
1ekan ) :;EA7
%. Memanggil isi memori (pembacaan yang terakhir) )
1ekan ) 7E:A;;
0. Memanggil isi memori (nomor stasiun tertenstu) )
1ekan ) 7E:A;; *M ($I"T *M 'aion < *M 'aion < *M 'aion < *M ENTE7
2. 1uning magnetometer )
1ekan ) 7EAD *M T=NE *M ($I"T *M < *M < *M ENTE7
5. Menghapus data )
a. Pembacaan yang terakhir )
1ekan ) 7EAD *M 7E:A;; *M E7A(E *M E7A(E
b. Kelompok pembacaan yang terakhir )
1ekan ) 7E:A;; *M ($I"T *M 'aion < *M 'aion < *M 'aion < *M
ENTE7 *M E7A(E *M E7A(E
c. eluruh memori )
1ekan ) 7E:A;; *M ($I"T *M > *M ENTE7 *M E7A(E *M E7A(E.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
6. Membaca #aktu dan line number )
1ekan ) TIME (tekan ketika pembacaan sedang ditampilkan)
9. Men set!up line number )
1ekan ) TIME *M ($I"T *M line < *M line < *M line < *M ENTE7
<. Men set!up ;ulian 'ay
1ekan ) A=TO *M TIME *M ($I"T *M day < *M day < *M day < *M ENTE7
"7. Men!set up ;ulian 'ay dan 1ime
1ekan ) A=TO *MTIME *M($I"T *Mday < *Mday < *M day < *M hour < *M hour
< *M &inue < *M &inue < *MENTE7
"". Memulai keluaran data
1ekan ) A=TO *M ENTE7
"$. Menyetop keluaran
1ekan ) O=TP=T *M :;EA7
"%. Men set!up mode 8uto
1ekan : A=TO 89 ($I"T 89 (e%ond < 89 (e%ond < 89 ENTE7
"0. Menghentikan mode 8uto
1ekan ) A=TO *M :;EA7
d). Da*ar "ung'i To&#ol? Ta&)ilan? dan Kone!or :
1. :;EA7 : membersihkan segala tampilan layar
2. ($I"T 2>) : mengakses fungsi!fungsi tertentu
3. ENTE7 : memberikan perintah sistem untuk melaksanakan perintah pengaksesan
suatu fungsi. elain itu untuk menaikkan lokasi memori yang tampil
di layar (lihat ?C(8NN).
/. O=TP=T 21) ) mengeluarkan data memori secara otomatis ke piranti eksternal
0. A=TO 22) ) memulai dan mengakhiri perekaman data secara otomatis (modus
8uto)
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
5. E7A(E 23) ) menghapus data yang terbaca terakhir, kelompok data atau seluruh
data yang ada di memori.
@. "IE;D 2/) )
4. TIME 20) ) mengakses clock #aktu saat itu dan menampilkan #aktu saat
pembacaan data dilakukan.
A. T=NE 25) ) menampilkan dan&atau men!set up tuning, serta mengatur kuat
sinyal.
1>. 7E:A;; 2@) ) mengakses memori dan menurunkan lokasi memori yang
ditampilkan.
11. (TO7E 24) ) menyimpan data pembacaan dalam memori
12. 7EAD 2A) ) pembacaan harga medan
13. "IE;DBTIME ) menampilkan data intensitas medan magnetik atau
#aktu
1/. (TATIONBDA. ) menampilkan nomor stasiun, ;ulian day, atau nomor
lintasan. elain itu menampilkan kuat sinyal, tuning, dan tegangan
battery.
10. Konektor ) merupakan konektor >!925 ke sensor, perekam, printer, komputer
atau daya eksternal.
e). In*or&a'i Ta&#ahan :
". ,attery
1erdapat $ jenis battery dalam PPM >!295, yakni 9 (delapan) battery '!cell dan "
(satu) buah battery lithium. 'elapan battery '!cell menghidupkan operasi!operasi
dasar dan battery lithium menghidupkan clock dan memori.
$. Mengambil data dari memori
'ata dari memori dapat dipindahkan ke komputer dengan prosedur)
a. 3ubungkan konektor dengan console dan ujung konektor yang satu dengan
port serial komputer.
b. ,uka program Mag&a) dan pilih option import data dari >!295.
c. ,eri nama file data di komputer
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
d. 1ekan tombol : O=TP=T 89 ENTE7
e. ;ika transfer berhasil, data bisa dibuka dengan berbagai program editing seperti
notepad, #ordpad, eGcel, dll.
%. Penyimpanan instrumen PPM >!925
! Nepas kabel sensor dari Magnetometer
! impan semua komponen di shipping container untuk menjaga dari
kontaminasi magnetik.
! ;ika sistem magnetometer hendak disimpan pada #aktu yang lama, lepas
battery untuk menjaga dari keterpautan elektronik atau korosi karena kontak,
! ;angan melepas battery lithium yang disolder di board rangkaian.
0. Pera#atan dan pencarian kesalahan (trouble shooting)
(lihat buku manual).

Pu'a!a
>rant, @., Best, "<52, Interpretation T(eor, in -pplied Geop(,sics, Mc>ra# 3ill
(orporation.
harma, P,V., "<<6. .nvironmental and .ngineering Geop(,sics, (ambridge :niversity
Press.
1elford B.M., dkk, "<6<, -pplied Geop(,sics, (ambridge :niversity Press.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
;AMPI7AN
;e&#ar Daa Pengu!uran Magnei! Toal
3ari&tanggal ) .............................. /perator ) ...............................
Nokasi&Nb. Peta ) .............................. (uaca ) ...............................
8lat ) .............................. 1opografi ) ...............................
No. Na&a
Tii! a&a
Po'i'i Tii! a&a
- . ,
Pe&#a%aan PPM Ca!
u
Keerangan
1.
2.
3.
/.
0.
5.
@.
4.
A.
1>.
11.
12.
13.
1/.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
10.
15.
1@.
14.
Ta#el A.1. Da*ar (u'e')i#ilia' Magnei! +auan dan Mineral
No. Ti)e +auan aau Mineral (u'e)i#ilia' Magnei!
2 1 1>
35
(I)
". >ranite (#ith magnetite) $7 . 07.777
$. lates 7 . ".$77
%. >abbro 977 . 65.777
0. ,asalt 277 . 97.777
2. /ceanic ,asalt %77 . %5.777
5. Nimestone (#ith magnetite) "7 . $2.777
6. >neiss 7 . %.777
9. andstone %2 . <27
<. Pyrite (ore) "77 . 2.777
"7. 3ematite (ore) 0$7 . "7.777
"". Magnetite (ore) 6G"7
!0
. "0G"7
5
"$. Magnetite (crystal) "27G"7
5
"%. erpentinite %."77 . 62.777
"0. >raphite (diamagnetic) !97 to .$77
"2. OuartF (diamagnetic) !"2
"5. >ypsum (diamagnetic) !"%
"6. ?ocksalt (diamagnetic) !"7
"9. =ce (diamagnetic) !<
Catatan : Untuk mengkonversikan harga-harga di atas ke dalam satuan cgs, dibagi dengan
4.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
>ambar 8.". Prinsip kerja @luGgate Magnetometer.
>ambar 8.$. ,ila bumi dianggap mempunyai dipole magnet di pusatnya, maka distribusi medan magnetnya
dapat ditunjukkan dengan anak panah.
>ambar 8.%. 'istribusi sudut inklinasi medan magnet bumi (=>?@, "<<7).
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
>ambar 8.0. 'istribusi intensitas medan magnet total (a), dan sudut deklinasi (b).
>ambar 8.2. Profil anomali medan magnet total (1) yang diukur di atas ka#asan anomali sebagai fungsi
elevasi di atas permukaan tanah.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
>ambar 8.5. Profil anomali medan vertikal (J) dan medan total (1) di atas bola yang termagnetisasi
seragam, yang berada pada daerah dengan inklinasi yang berbeda.
>ambar 8.6. Profil anomali medan magnet total dari suatu benda anomali $ dimensi, (a) apabila arah
magnetisasi tidak vertikal, (b) arah magnetisasi vertikal.
Panduan Workshop Geofisika 2008 Metode Magnetik
Prambanan Klaten, 17-25 Mei 2008
>ambar 8.9. >radien vertikal dari suatu profil aeromagnetik (ba#ah) menunjukkan resolusi yang lebih tinggi
bila dibandingkan dengan medan magnetik total (atas).
>ambar 8.<. Model iteratif dari suatu profil anomali medan total pada tubuh anomali berbentuk dike. Model
a#al ditunjukkan dengan garis putus!putus dan model akhir ditunjukkan dengan garis padat,
dihitung dengan menggunakan komputer.

Anda mungkin juga menyukai