Anda di halaman 1dari 11

RODA GIGI HELIX DAN CARA PENGEFRAISAN

A. RODA GIGI HELIX


1. Roda gigi helix ialah roda gigi yang profil giginya di potong / di buat membentuk
sudut dengan sumbu aksial roda gigi, sudut ini di sebut helix. Sedangkan pada
roda gigi lurus di buat / di potong searah (sejajar) dengan sumbu aksial giginya.
2. enggunaan roda gigi helix !
a. "ntuk memindah putaran / daya dari poros yang sejajar
b. "ntuk memindah gaya / beban yang berat !
#ontoh ! gear box mobil, roda gigi pengganti ke$epatan tinggi dan berat
pada mesin perkakas

%. &euntungan roda gigi helix di bandingkan dengan roda gigi lurus, adalah !
a. Roda gigi helix dapat bekerja pada ke$epatan tinggi
b. Roda gigi helix lebih tenang dari pada roda gigi lurus
$. 'arak senter ( sumbu ) roda gigi helix dapat ber(ariasi, karena tegantung
pada sudut helix.
d. Roda gigi helix relati(e lebih kuat dari pada roda gigi lurus pada ukuran yang
sama.
). &erugian roda gigi helix !
a. Roda gigi helix lebih mahal ari pad roda gigi lurus karena biaya produksi
lebih mahal.
b. Roda gigi helix memberikan gaya aksial (mendorong) pada bantalan.
*. "kuran roda gigi helix !
Rumus+rumus yang di gunakan pada roda lurus berlaku juga pada roda gigi
helix, hanya ada beberapa perubahan dan istilah baru, sebagai berikut !
,-./0 -12.-
,-./#3. 34, .-35
adj
opp
#/R#"6-R-1#- (%,1) 7 5)
,-./0 -12.-

2ambar Sudut ,elix dan Sudut &isar
a. &isar (lead) atau panjang kisar adalah jarak antara dua titik pun$ak apabila
garis spiral itu melilit satu putaran, di ukur sejajar garis sumbu aksial.
3,14 D
Rumus : LW =
tan
b. Sudut ,elix (sudut spiral) adalah sudut antara sumbu aksial roda gigi
dengan garis spiral ( 8 )
$. Sudut kisar (lead engle) adalah sudut antara garis spiral dengan garis yang
tegak lurus sumbu aksial, sudut kisar merupakan $omplement dari sudut
spiral.
d. 1ormal pit$h (1) adalah jarak antara dua gigi yang berdekatan di ukur
tegak lurus garis kemiringan gigi.
e. 4ran(erse pit$h (4) adalah jarak antara dua gigi yang berdekatan di ukur
dalam lingkaran tusuk (pit$h $ir$le).
1 1
#os 8 9 4 9 ATAU
4 #os 8
4
Se$ant 8 9 4 9 1 7 Se$ant 8
1
1
Se$ant 8 9
#os
"ntuk mengukur jarak antara gigi selalu di ukur tegak lurus garis kemiringan
2igi (1). 4etapi untuk menentukan ukuran roda gigi adalah menggunakan
jarak antara gigi yang di ukur pada lingkaran tusuk (pit$h $ir$le), sehingga
rumusnya !
! S"st#m $%&u' ( m ) :
3,14 m
NP = 3,14 m *P =
C%s
&eliling lingkaran tusuk 9 %,1) 7 5 atau
&eliling lingkaran tusuk 9 : 7 4
$a+a : 3,14 D = , *P
, *P , 3,14 m
D = =
3,14 3,14 C%s
, m
D = dalam mm
C%s
"kuran ukuran yang lainnya di $ari seperti pada roda gigi lurus sistim
modul ( m ).
! S"st"m D"am#t#-a' P"t./ ( DP ) :
1 %,1)
4 9 1 9
#os 8 5
%,1)
4 9
5 7 #os 8
&eliling lingkaran tusuk 9 %,1) 7 5 atau
&eliling lingkaran tusuk 9 : 7 4
3,14
3,14 D = , *P = ,
DP C%s
, 3,14 ,
D = = in$hi
3,14 DP C%s DP C%s
"kuran ukuran lainnya di $ari seperti roda gigi lurus sistim diameteral
pit$h ( 5 )
;. emilihan #utter atau isau 6odul !
isau frais modul untuk memotong roda gigi helix untuk jumlah gigi yang sama
dengan roda gigi lurus, menggunakan nomor pisau frais gigi yang berbeda.
Rumus untuk men$ari nomor pisau frais modul untuk roda gigi helix !
5imana !
, : 9 'umlah gigi yang akan di potong
,. = :$ 9 'umlah gigi e<uifalent untuk memilih
C%s0 pisau frais modul.
=. 6enentukan Roda gigi engganti !
rinsip pengefraisan helix adalah sebagai berikut !
5alam proses pemotongan, benda kerja bergerak maju sambil berputar
sehingga terjadilah alur yang melilit pada benda kerja.
,al tersebut di atas terjadi sebagai berikut !
2erak maju ! oleh gerak meja mesin frais
2erak berputar ! oleh kepala pembagi yang mendapat putaran dari gerak ulir
meja mesin frais yang di pindah oleh roda roda gigi pengganti (pemindah).
"ntuk mendapatkan roda gigi pengganti di gunakan rumus rumus yang berlaku
pada helix !
5ri(er 5R .6 5ri(en 51 .>
9 9 atau dibalik 9 9
5ri(en 51 .> 5ri(er 5R .6
5i mana ! .> 9 &isar benda kerja
.6 9 &isar mesin frais
51 9 5ri(en
5R 9 5ri(er
?. #ara mengatur kemiringan meja mesin frais !
a. ,elix miring ke kanan !
@erdiri berhadapan dengan mesin frais, tekan (dorong) meja mesin frais
dengan tangan kanan sebesar sudut helix.
b. ,elix miring ke kiri !
@erdiri berhadapan dengan mesin frais, tekan (dorong) meja mesin frais
dengan tangan kiri sebesar sudut helix.
1. P#-#n.anaan Dan Ca-a 2#n3#4-a"san
D" +#ta/u" :
Roda gigi helix, modu 2 dan mempunyai jumlah gigi : 9 2? buah, dengan sudut
helix 8 9 1=A.
ersediaan roda gigi pengganti !
2), 2?, %2, )B, )), )?, *;, ;), =2, ?;, C;, 1BB
P#n5#'#sa"an :
a. 5iameter tusuk ( 5 ) !
: 7 m 2? 7 2 *;
5 9 9 9 9 *?,** mm
#os 8 $os 1=A B,C*;%
b. 5iameter luar / kepala ( 5k ) !
5k 9 5 D E 2 7 hk F 9 *?,** D E 2 7 2 F 9 ;2,** mm
$. &isar mesin ( lead of ma$hine ) .6 !
G @atang ulir meja mesin frais mempunyai kisar ( . ) 9 * mm
G erbandingan kepala pembagi / rasio ( i ) 9
i 9 )B ! 1 H ik 9 1 ! 1
.6 9 i 7 ik 7 .
9 )B 7 1 7 *
9 2BB mm
d. &isar benda kerja ( lead of Iork pie$e ) .> !
%,1) 7 5 %,1) 7 *?,** 1?%,?)=
.> 9 9 9
4an 8 4an 1=A B,%B*=
9 ;B1,%C mm
e. Roda gigi pengganti !
51 .> ;B1,%C ;B1%C
9 9 9
5R .6 2BB 2BBBB
2BBBB / ;B1%C J %
;BBBB
1%C / 2BBBB J 1)%
1C?==
12% / 1%C J 1
12%
1; / 12% J =
112
11 / 1; J 1
11
* / 11 J 2
1B
1 / * J *
*
B
% 1)% 1 = 1 2 *
B 1 % )%B )%% %);1 %?C) 112)C ;B1%C .>
1 B 1 1)% 1)) 11*1 12C* %=)1 2BBBB .6
6a&" : DN 7 DR = 8 3 7 1 9 3: = ;< 7 3: = ,1 7 ,:
:1 9 C;
:% 9 2igi perantara
bebas
:2 9 %2
P#n3#.#+an +#sa'a/an -%&a 3"3" 2#n33ant" :
.> / .6 9 % / 1
.> 9 E % / 1 F 7 2BB 9 % 7 2BB
9 ;BB
6a&" s#'"s"/ LW 2#-/"tun3an &#n3an LW -at"% 3 : 1 a&a'a/ :
9 ;B1,%C K ;BB 9 1,%C
6a&" +#sa'a/an = 1,3; 7 <=1,3; = =,==:31
1atas +#sa'a/an 5an3 &"">"n+an atau ?atas ma+s"ma' 5an3 &"
2#-?%'#/+an a&a'a/ = =,==:=
6a&" -at"% 3 7 1 &a2at &" 'a+sana+an +a-#na t"n3+at +#sa'a/an '#?"/ +#."'
&a-" +#sa'a/an 5an3 &" ">"n+an.

f. 6emilih nomor pisau frais !
: 2? 2?
:$ 9 9 9 9 %)
#os L 8 #osL 1=A B,?2C*
'adi menggunakan pisau frais gigi modul 2 untuk roda gigi lurus : 9 2? atau
pisau frais modul 2 nomor * untuk roda gigi helix dengan :$ 9 %).
g. 4inggi gigi ( , ) !
, 9 2,1; 7 m standar 5/1
, 9 2,1; 7 2
, 9 ),%2 mm
h. utaran engkol kepala pembagi ( 1$ ) !
i )B 12
1$ 9 9 9 1 putaran engkol
: 2? 2?
'adi, engkol kepala pembagi di putar 1 kali putaran D 12 jarak lubang pada
plat indeks lubang 2?, setiap perpindahan pengefraisan profil gigi.
C. Gam?a- -%&a 3"3" /#'"@.
C2 H

Df D Dk

b
Z
M

P#n5usun

,AENADIN