Anda di halaman 1dari 3

Dalam linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah

bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Analisis data kuantitatif
adalah pengolahan data dengan kaidah-kaidah matematik terhadap data angka atau numeric.
Angka dapat merupakan representasi dari suatu kuantita maupun angka sebagai hasil
konversi dari suatu kualita, yakni data kualitatif yang dikuantifikasikan.
Analisis data dimaksudkan untuk memahami apa yang terdapat di balik semua data tersebut,
mengelompokannya, meringkasnya menjadi suatu yang kompak dan mudah dimengerti, serta
menemukan pola umum yang timbul dari data tersebut.
Dalam analisis data kuantitatif, apa yang dimaksud dengan mudah dimengerti dan pola umum
itu terwakili dalam bentuk simbol-simbol statistik, yang dikenal dengan istilah notasi, variasi,
dan koefisien. Seperti rata-rata ( u miu!, jumlah (" sigma!, taraf signifikansi (a alpha!,
koefisien korelasi (p rho!, dan sebagainya.
#angkah-langkah Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera digarap oleh staf peneliti,
khususnya yang bertugas mengolah data. Di dalam buku-buku lain sering disebut pengolahan
data, ada yang menyebut data preparation, ada pula data analisis.
Pengolahan data kuantitatif dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini.
a. Editing
b. $oding
c. %abulasi Data
d. Analisis Data
e. &nterpretasi Data
a. "diting
'ada tahapan ini, data yang telah terkumpul melalui daftar pertanyaan (kuesioner! ataupun
pada wawancara perlu dibaca kembali untuk melihat apakah ada hal-hal yang masih
meragukan dari jawaban responden. (adi, editing bertujuan untuk memperbaiki kualitas data
dan menghilangkan keraguan data.
)al-hal yang perlu diperhatikan dalam pengeditan data antara lain sebagai berikut.
$elengkapan dan kesempurnaan data. Semua pertanyaan yang diajukan dalam
kuesioner harus terjawab semua dan jangan ada yang kosong.
$ejelasan tulisan. %ulisan pengumpul data yang tertera dalam kuesioner harus dapat
dibaca.
$ejelasan makna jawaban. 'engumpul data harus menuliskan jawaban ke dalam
kalimat-kalimat yang sempurna dan jelas.
$onsistensi data. Data harus memerhatikan konsistensi jawaban yang diberikan
responden.
b. Koding
Setelah tahap editing selesai, maka data-data yang berupa jawaban-jawaban responden perlu
diberi kode untuk memudahkan dalam menganalisis data. )al ini sangat penting artinya,
apalagi jika proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer.
'emberian kode pada data dapat dilakukan dengan melihat jawaban dari jenis pertanyaan
yang diajukan dalam kuesioner.
'engkodean data dapat dibedakan atas beberapa hal berikut ini.
*! 'engkodean terhadap (awaban yang +erupa Angka
,! 'engkodean terhadap (awaban dari 'ertanyaan %ertutup
-! 'engkodean terhadap (awaban dari 'ertanyaan Semi %erbuka
.! 'engkodean terhadap (awaban dari 'ertanyaan %erbuka
/ntuk membuat kategori jawaban harus memerhatikan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.
*. 'erbedaan kategori jawaban harus tegas, agar tidak tumpang tindih antara jawaban
yang satu dengan jawaban yang lainnya.
,. (ika terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan kategori yang sudah disusun, maka
jawaban tersebut dikelompokkan dalam 0lain-lain . 1amun persentase jawaban untuk
0lain-lain harus kecil, karena jika terlampau tinggi banyak informasi yang terbuang.
Tabulasi Data
%abulasi data merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara memasukkan
data ke dalam tabel. Atau dapat dikatakan bahwa tabulasi data adalah penyajian data dalam
bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi. )asil tabulasi
data ini dapat menjadi gambaran tentang hasil penelitian, karena data-data yang diperoleh
dari lapangan sudah tersusun dan terangkum dalam tabel-tabel yang mudah dipahami
maknanya. Selanjutnya peneliti bertugas untuk memberi penjelasan atau keterangan dengan
menggunakan kalimat atas data-data yang telah diperoleh.
Analisis Data
'ada dasarnya, pengolahan data dalam penelitian sosial tidak lepas dari penggunaan metode
statistik tertentu. Statistik sangat berperan dalam penelitian, baik dalam penyusunan,
perumusan hipotesis, pengembangan alat dan instrument penelitian, penyusunan rancangan
penelitian, penentuan sampel, maupun dalam analisis data.
'engolahan data secara statistik pada dasarnya suatu cara mengolah data kuantitatif
sederhana, sehingga data penelitian tersebut mempunyai arti. 'engolahan data melalui teknik
statistik dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya adalah distribusi frekuensi dan
ukuran pemusatan.
*! Distribusi 2rekwensi
Data-data hasil penelitian yang diperoleh di lapangan harus disusun atau diatur lebih lanjut
agar mudah dipahami oleh para pembaca dan pihak-pihak yang berkepentingan atau
berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. 3isalnya dengan membuat distribusi
frekuensi.
,! /kuran 'emusatan (%endensi Sentral!
'enyusunan dan penyajian data mentah yang berbentuk distribusi frekuensi hanya
memberikan gambaran umum. /ntuk mendapat ciri khas dalam sebuah nilai bilangan,
peneliti dapat menggunakan ukuran pemusatan yang terdiri atas modus, median, dan mean.
- Modus adalah ukuran pemusatan yang menunjukkan frekuensi terbesar pada suatu
perangkat data.
- Median adalah titik tengah yang membagi seluruh bilangan (data! menjadi dua
bagian yang sama besar.
- Mean atau rata-rata hitung adalah nilai bilangan yang berasal dari jumlah keseluruhan
nilai bilangan dibagi dengan banyaknya unit atau bilangan.
Interpretasi Data
Setelah data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistik hasilnya harus
diinterprestasikan atau ditafsirkan agar kesimpulan-kesimpulan penting mudah ditangkap
oleh pembaca. &nterpretasi merupakan penjelasan terperinci tentang arti sebenarnya dari
materi yang dipaparkan, selain itu juga dapat memberikan arti yang lebih luas dari penemuan
penelitian.
&nterpretasi memiliki dua aspek, yaitu sebagai berikut.
*. /ntuk menegakkan keseimbangan suatu penelitian, maksudnya menghubungkan hasil
suatu penelitian dengan penemuan penelitian lainnya.
,. /ntuk membuat atau menghasilkan suatu konsep yang bersifat menjelaskan.