Anda di halaman 1dari 15

AUDIT KEUANGAN INTERNAL DAN PEMERINTAH

SERTA AUDIT OPERASI








DISUSUN OLEH :

FADIL HANAFIAH (1202110127)
KELVIN (1202114133)
PETER BERIS SITORUS (1202110065)
SHANI ADLIRAHMAN (1202110154)
AKUNTANSI - D





UNIVERSITAS TELKOM
Jalan Telekomunikasi, Dayeuh Kolot, Bandung
2014
AUDIT KEUANGAN INTERNAL DAN PEMERINTAH SERTA
AUDIT OPERASI

A. AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Selama dua decade terakhir, peran auditor internal telah berkembang secara dramatis,
terutama dengan semakin meningkatnya ukuran dan kompleksitas dari banyak perusahaan.
Karena auditor internal menghabiskan semua waktu mereka di dalam satu perusahaan,
mereka memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai operasi dan pengendalian internal
perusahaan dibandingkan dengan auditor eksternal.
Kerengka kerja praktik para professional Institute of Internal Auditor memberikan definisi
berikut mengenai audit internal:
Audit internal adalah aktivitas konsultasi dan assurance yang objektif dan independen yang
dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi organisasi. Hal tersebut
membantu organisasi untuk mencapai tujuan mereka dengan melakukan pendekatan yang
sistematis dan berdisiplin untuk mengevaluasi dan dan meningkatkan efektivitas dari
manajemen risiko, pengendalian, dan proses pengaturan.
Mereka diharapkan untuk menyediakan nilai bagi organisasi melalui efektivitas operasi yang
meningkat, sementara dalam waktu bersamaan juga melakukan tanggung jawab tradisional,
seperti:
Mengkaji ulang keandalan dan integritas informasi
Memastikan ketaatan dengan kebijakan dan peraturan
Penjagaan aktiva (asset)
Laporan audit internal tidak terstandardisasi karena bervariasinya kebutuhan pelaporan dari
masing-masing perusahaan dan laporan tersebut tidak bergantung pada pemakai eksternal.

1. Institute of Internal Auditor
Pedoman professional untuk auditor internal disediakan oleh Institute of Internal Auditors
(IIA), suatu organisasi yang serupa dengan AICPA yang menetapkan standar praktik dan
etika, menyediakan pendidikan, dan mendorong profesionalisme untuk 120.000 anggotanya
di seluruh dunia.


Prinsip Etika dan Kode Etika dari Institute of Internal Auditor
Prinsip Etika
Integritas Integritas dari auditor internal membentuk rasa percaya dan oleh karena itu
memberikan dasar untuk kehandalan penilaiannya.
Objektivitas Auditor internal menunjukkan tingkat objektivitas professional yang paling
tinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan
informasi mengenai aktivitas atau proses yang sedang diperiksa.
Auditor internal melakukan penilaian yang seimbang dari semua situasi yang
relevan dan dalam membentuk pertimbangan tidak terlalu dipengaruhi oleh
kepentingan mereka sendiri atau oleh orang lain.
Kerahasiaan Auditor internal menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang mereka
terima dan tidak mengungkapkan informasi tanpa otoritas yang sesuai,
kecuali jika ada kewajiban hukum atau professional untuk melakukan hal
tersebut.
Kompetensi Auditor internal menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman
yang diperlukan dalam melaksanakan jasa audit internal.
Aturan Perilaku
Integritas Auditor internal:
1. Akan melaksanakan setiap pekerjaan mereka dengan jujur, rajin, dan
bertanggung jawab.
2. Akan mengamati hukum dan membuat pengungkapan yang diharapkan
oleh hukum dan profesi.
3. Akan tanpa sepengetahuan menjadi bagian dari setiap aktivitas illegal, atau
terlibat dalam tindakan yang mendiskreditkan profesi audit internal atau
organisasi.
4. Akan menghormati dan memberikan kontribusi kepada tujuan sah dan etis
dari organisasi.
Objektivitas Auditor internal:
1. Tidak akan berpartisipasi dalam aktivitas atau hubungan apa pun yang
mungkin merusak atau dianggap merusak penilaian mereka yang
(seharusnya) tidak bias. Partisipasi tersebut mencakup aktivitas atau
hubungan yang mungkin akan menimbulkan konflik dengan kepentingan

Standar Internasional untuk Praktek Audit Internal yang Profesional
Standar Atribut Standar Kinerja
Tujuan, otoritas, dan tanggung jawab Mengelola aktivitas audit internal
Independensi dan objektivitas Hakikat pekerjaan
Keahlian dan ketelitian professional Perencanaan penugasan
Quality assurance dan program perbaikan Melaksanakan penugasan
Mengkomunikasikan hasil
Memonitor kemajuan
Risiko yang dapat diterima manajemen





organisasi.
2. Tidak akan menerima apapun yang mungkin merusak atau dianggap akan
merusak pertimbangan professional mereka.
3. Akan mengungkapkan semua fakta material yang diketahui oleh mereka
yang, jika tidak diungkapkan, mungkin mengganggu pelaporan aktivitas yang
dikaji ulang.
Kerahasiaan Auditor internal:
1. Akan berhati-hati dalam penggunaan dan perlindungan informasi yang
diperoleh untuk kepentingan tugas mereka.
2. Tidak akan menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi atau dalam
segala hal yang akan bertentangan dengan hukum atau yang akan
mengganggu tujuan sah dan etis dari organisasi.
Kompetensi Auditor internal:
1. Hanya akan terlibat dalam jasa-jasa dimana mereka memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan pengalaman.
2. Akan melaksanakan jasa audit internal sesuai dengan International
Standards for the Professional Practice of Internal Auditing.
Akan terus mengembangkan keahlian dan efektivitas serta kualitas dari jasa-
jasa mereka.
2. Hubungan Auditor Internal dan Auditor Eksternal

Auditor internal bertanggung jawab kepada manajemen dan dewan direksi, sedangkan auditor
eksternal bertanggung jawab kepada pemakai laporan keuangan yang mengandalkan auditor
untuk menambah kredibilitas laporan keuangannya.
Persamaan auditor internal dan eksternal:
Keduanya harus kompeten sebagai auditor dan tetap objektif dalam melaksanakan
perkerjaan dan melaporkan hasil mereka.
Keduanya mengikuti metodologi yang serupa dalam melaksanakan audit mereka,
termasuk perencanaan dan pelaksanaan pengujian pengendalian dan pengujian
substantive.
Keduanya mempertimbangkan resiko dan materialitas dalam memutuskan seberapa
luasnya pengujian mereka serta dalam mengevaluasi hasilnya.
Auditor eksternal pada umumnya mempertimbangkan auditor internal sebagai partner yang
efektif jika auditor internal:
Independen dari unit operasi yang sedang dievaluasi.
Kompeten dan terlatih dengan baik.
Telah melaksanakan pengujian audit yang relevan terhadap pengendalian internal dan laporan
keuangan.

B. AUDIT KEUANGAN PEMERINTAH
Pemerintah federal dan pusat mempekerjakan staf audit mereka sendiri untuk melaksanakan
audit dengan cara yang sama seperti auditor internal. Sumber utama dari literature otoritatif
dalam melakukan audit pemerintah (government audits) adalah Government Auditing
Standards, yang dikeluarkan oleh GAO. Audit keuangan di bawah standar Yellow Book
memasukkan beberapa kategori informasi terhadap audit, termasuk laporan keuangan dari
unit pemerintah, kontrak dan hibah dari pemerintah, pengendalian internal, kecurangan, dan
ketidaktaatan lain pada hukum dan peraturan.




1. Audit Keuangan dan Persyaratan Pelaporan Yellow Book

Standar audit keuangan dari Yellow Book yang konsisten dengan 10 standar audit yang
diterima secara umum dari AICPA, dan juga memuat pedoman tambahan yang ekstensif, di
antaranya penambahan dan modifikasi berikut:
Materialitas dan signifikansi. Yellow Book mengakui bahwa dalam audit pemerintah
batas ambang risiko audit yang dapat diterima dan materialitasnya lebih rendah dari
audit perusahaan komersial.
Pengendalian kualitas. KAP dan organisasi lain yang mengaudit entitas pemerintah
sesuai dengan Yellow Book harus memiliki suatu sistem pengendalian kualitas
internal yang memadai dan berpartisipasi dalam program kaji ulang pengendalian
kualitas eksternal.
Audit ketaatan (compliance). Audit harus dirancang untuk memberikan keyakinan
yang memadai dalam mendeteksi salah saji material yang diakibatkan oleh
ketidaktaatan terhadap provisi dari kontrak atau kesepakatan bantuan yang memiliki
dampak material dan langsung terhadap laporan keuangan.
Pelaporan. Laporan audit harus menyatakan bahwa audit telah dibuat sesuai dengan
standar audit pemerintah yang diterima secara umum (GAGAS).

Persyaratan Audit dan Pelaporan Single Audit Act dan OMB Circular A-133
Ssebelum tahun 1980, setiap agen pendanaan federal memiliki persyaratan auditnya sendiri.
Sebagai akibatnya, para penerima dana federal dari lebih dari satu agensi harus menjalani
audit yang berganda. Hal ini disederhanakan pada tahun 1984 dengan dikeluarkannya Single
Audit Act, yang disediakan bagi suatu audit tunggal terkoordinasi untuk memenuhi
persyaratan audit dari semua agen federal.

2. Persyaratan Audit
Single Audit Act seperti yang diamandemen dan OMB Circular A-133 (disini disebut secara
kolektif sebagai Act) berisi lingkung audit, termasuk di antaranya:
Audit harus sesuai dengan GAGAS
Audit harus memperoleh pemahaman mengenai pengendalian internal atas program
federal yang cukup untuk mendukung tingkat risiko pengendalian yang terukur untuk
program utama.
Auditor harus menentukan apakah klien telah mentaati hukum, peraturan, dan provisi
dari kontrak atau kesepakatan hadiah yang mungkin berdampak langsung dan material
terhadap masing-masing program utama tersebut.
Contoh-contoh tujuan ketaatan spesifik:
Apakah jumlah yang dilaporkan sebagai pengeluaran merupakan jasa yang
diinginkan.
Apakah catatan menunjukkan bahwa mereka yang menerima jasa atau manfaat
memang berhak menerimanya.
Apakah persyaratan pemadanan (matching) (dimana unit pemerintah sepadan dengan
dana federal), tingkat usaha, dan keterbatasan dipenuhi.
Apakah laporan keuangan federal dan klaim pendanaan awal serta penggantian uang
berisikan informasi yang didukung oleh pembukuan dan catatan dari mana laporan
keuangan dasar disiapkan.

Persyaratan Pelaporan
Laporan berikut dipersyaratkan oleh OMB Circular A-133:
Opini mengenai apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi
yang diterima secara umum.
Opini mengenai apakah skedul penghargaan federal disajikan secara wajar dalam
semua hal yang berkaitan dengan laporan keuangan secara keseluruhan.
Laporan atas pengendalian internal yang berhubungan dengan laporan keuangan dan
program utama.
Laporan atas ketaatan dengan hukum, peraturan, dan provisi dari kontrak atau
kesepakatan bantuan, dimana ketidaktaatan bisa memiliki dampak yang material
terhadap laporan keuangan.
Skedul temuan dan biaya yang dipertanyakan.

3. Pedoman AICPA untuk Auditor
Auditor yang melakukan audit pemerintah sering kali mendapati bahwa audit pemirintah
sangat kompleks. Auditor harus familiar baik dengan GAAS maupun dengan serangkaian
dokumen audit, hukum, dan peraturan. Langkah pertama dalam menyiapkan penugasan
semacam itu adalah dengan mengekstensifkan pengembangan profesional. Sumber dari
pedoman AICPA termasuk:
Pedoman audit Government Auditing Standards and Circula A-133 Audits
SAS 74 (AU 801), Complience Auditing Considerations in Audits of Governmental Entities
and Receipts of Governmental Financial Assistance

C. AUDIT OPERASI
Audit operasi menangani efisiensi dan efektivitas dari suatu organisasi. Auditor lain
menggunakan istilah audit manajemen atau audit kinerja alih - alih audit operasi untuk
merujuk aktivitas tersebut, sementara banyak juga auditor yang tidak membedakan antara
istilah audit kinerja, audit manajemen, dan audit operasional dan menggunakannya silih
berganti.

1. Tiga perbedaan terbesar antara audit operasi dan audit keuangan adalah tujuan dari audit,
distribusi laporan, dan dimasukkannya bidang nonkeuangan dalam audit operasi:

Tujuan Audit Audit keuangan menekankan apakah informasi historis dicatat dengan benar,
sedangkan audit operasi menekankan efektivitas dan efisiensi. Audit keuangan berorientasi
pada masa lalu, audit operasi berfokus pada perbaikan kinerja pada masa mendatang.
Distribusi Laporan Laporan audit keuangan umumnya didistribusikan pada pemakai laporan
keuangan eksternal, sementara laporan audit operasi ditujukan terutama untuk manajemen.
Distribusi yang luas dari laporan audit keuangan memerlukan struktur yang terdefinisi
dengan baik dan penggunaan kata - kata. Distribusi terbatas dari laporan operasi dan sifat
berbeda dari audit efisiensi dan efektivitas memungkinkan laporan audit operasi sangat
bervariasi, tergantung pada auditornya.
Dimasukkannya Bidang Nonkeuangan Audit keuangan terbatas pada persoalan yang
secara langsung mempengaruhi kewajaran dari penyajian laporan keuangan, sementara audit
operasi meliputi setiap aspek dari efisiensi dan efektivitas dalam suatu organisasi.

2. Efektivitas Versus Efisiensi

Secara umum, efetivitas merujuk pada pemenuhan tujuan. Efisiensi merujuk pada penentuan
sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Jenis Ketidakefisiensian Contoh
Tingginya biaya akuisisi barang dan
jasa
Penawaran untuk pembelian bahan
baku tidak dituntut
Tidak tersedianya bahan baku untuk
produksi ketika diperlukan
Seluruh jalur perakitan terpaksa
diberhentikan karena bahan baku
yang diperlukan belum dipesan
Terjadinya penggandaan usaha oleh
karyawan
Catatan produksi yang identik
disimpan baik oleh departemen
akuntansi maupun produksi karena
mereka tidak menyadari aktivitas
departemen satu sama lain
Dilakukannya pekerjaan tidak relevan Salinan faktur vendor dan laporan
penerimaan dikirimkan ke produksi
dimana mereka diarsip tanpa pernah
digunakan
Terlalu banyaknya jumlah karyawan Pekerjaan kantor dapat dilakukan
secara efektif dengan lebih sedikit
asisten administrasi

3. Hubungan Antara Audit Operasi dan Pengendalian Internal
Tiga pemikiran yang pentuk untuk membuat pengendalian internal yang baik:
1. Keandalan laporan keuangan
2. Efisiensi dan efektivitas operasi
3. Ketaatan dengan hukum dan peraturan yang ada

Tujuan Tujuan dari audit pengendalian internal adalah mengevaluasi efisiensi dan efektivitas
dan membuat rekomendasi untuk manajemen. Sebaliknya, evaluasi pengendalian internal
untuk audit keuangan memiliki dua tujuan utama: menentukan luas dari pengujian audit
substantif uang diperlukan dan melaporkan efektivitas pengendalian internal terhadap
pelaporan keuangan untuk perusahaan publik
Lingkup Lingkup audit operasi berkenaan dengan setiap pengendalian yang mempengaruhi
efisiensi atau efektivitas, sedangkan lingkup dari evaluasi pengendalian internal untuk audit
keuangan terbatas pada efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan
dampaknya terhadap pennyajian yang wajar dari laporan keuangan.


4. Jenis Audit Operasi
Audit Fungsional berkaitan dengan satu atau lebih dari fungsi dalam suatu organisasi. Audit
fungsional memiliki keuntungan dari mengijinkan spesialisasi oleh auditor. Auditor tertentu
dalam staf audit internal dapat mengembangkan keahlian yang tinggi dalam suatu bidang.
Audit Organisasi menekankan pada seberapa edisien dan efektif fungsi - fungsi organisasi
berinteraksi. Rencana organisasi dan metode untuk mengoordinasikan aktivitas - aktivitas
merupakan hal yang penting bagi jenis audit semacam ini.
Penugasan Khusus muncul atas permintaan manajemen untuk berbagai jenis audit, seperti
menentukan penyebab dari sistem teknologi informasi yang tidak efektif, dll.

5. Siapa yang Melaksanakan Audit Operasi

Auditor Internal Auditor internal berada dalam posisi yang sedemikian unik untuk
melaksanakan audit operasi sehingga ada sejumlah orang yang menggunakan istilah audit
internal dan audit operasi secara bergantian. Akan tetapi, tidaklah tepat untuk menyimpulkan
bajwa semua audit operasi dilakukan oleh auditor internal atau bahwa auditor internal hanya
melakukan audit operasi. Banyak departemen audit internal melakukan baik audit operasi
maupun audit audit keuangan, sering kali secara simultan.
Auditor Pemerintah berbagai auditor pemerintah federal dan negara bagian melaksanakan
auditor operasi, sering kali sebagai bahan dalam melakukan audit keuangan. Yellow Book
mendefinisikan dan menetapkan standar untuk audit kinerja, pada intinya sama dengan audit
operasi. Audit kinerja memasukkan hal - hal berikut:
Audit ekonomi dan efisiensi. Tujuan dari audit ekonomi dan efisiensi adalah untuk
menentukan:
1. Apakah entitas mengakuisisi, melindungi, dan menggunakan sumber dayanya
secara ekonomis dan efisien
2. Penyebab dari praktik - praktik yang tidak efisien atau tidak ekonomis
3. Apakah entitas telah menaati hukum dan peraturan berkenaan dengan
persoalan ekonomi dan efisiensi
Audit program. Tujuan dari audit program adalah untuk menentukuan:
1. Sejauh mana hasil yang diinginkan atau manfaat yang didapatkan dari aturan
atau badan otorisasi lain telah tercapai
2. Efektivitas dari organisasi, program, aktivitas, atau fungsi
3. Apakah entitas telah menaati hukum dan peraturan yang dapat diterapkan
dalam program.

Kantor Akuntan Publik Ketika kantor akuntan publik melakukan audit terhadap laporan
keuangan, abgian dari pekerjaan audit ini sering kali terdiri dari pengidentifikasian masalah
operasi dan pembuatan rekomendasi yang bisa menguntungkan klien audit.
Latar belakang pengetahuan mengenai bisnis klien, yang harus diperoleh auditor eksternal
ketika melaksanakan suatu audit, sering kali memberikan informasi yang bermanfaat dalam
pencarian rekomendasi operasi. Auditor yang memiliki latar belakang bisnis yang luas dan
pengalaman bisnis yang serupa lebih mungkin bersikap lebih efektif dalam memberikan
rekomendasi operasi yang relevan untuk klien ketimbang auditor lainnya.
Biasanya, manajemen menugaskan kantor akuntan untuk audit tersebut hanya ketika
perusahaan tidak memiliki staf audit internal atau jika staf audit internal kurang memiliki
keahlian dalam bidang tersebut.


6. Independensi dan kompetensi dalam auditor operasi

Dua kualitas utama dalam auditor operasi adalah independensi dan kompetensi. Independensi
jarang merupakan masalah bagi kantor akuntan publik karena mereka tidak dipekerjakan oleh
perusahaan yang mereka audit.
Tanggung jawab auditor operasi juga dapat mempengaruhi independensi mereka. Auditor
seharusnya tidak bertanggung jawab terhadap fungsi operasi dalam suatu perusahaan untuk
memperbaiki kekurangan ketika operasi tidak berjalan efektif.
Kompetensi juga diperlukan untuk menentukan penyebab dari masalah operasi untuk
membuat rekomendasi yang tepat.

7. Kriteria untuk mengevaluasi efesiensi dan efektifitas
Tantangan utama dalam audit operasi dalam pemilihan kriteria spesifik untuk mengevaluasi
teah terdapat atau tidaknya efesiensi dan efektifitas.
Untuk menetapkan kriteria bagi audit operasi, auditor dapat mendefinisikan tujuan untuk
menentukan apakah beberapa aspek dari entitas dapat dijadikan lebih efektif atau lebih
efesien.
8Sumber kriteria
Untuk mengembangkan kriteria evaluasi spesifik, auditor operasi dapat menggunakan
beberapa sumber yaitu :
Kriteria historis
Kriteria dapat didasarkan pada hasil aktual dari periode sebelumnya. Dengan
menggunakan kriteria tersebut, auditor dapat menentukan apakah segala sesuatu telah
terjadi menjadi lebih baik atau lebih buruk dalam perbandingan.
Benchmarking
Entitas didalam atau diluar organisasi klien mungkin secara memadai serupa dengan
organisasi klien sehingga auditor dapat menggunakan hasil operasi mereka sebagai
kriteria.
Standar teknik
Hal yang mungkin bagi beberapa penugasan, untuk mengebangkan kriteria
berdasarkan standar teknik. Standar dapat dikembangkan oleh kelompok industri
untuk digunakan oleh semua anggota mereka.
Diskusi dan kesempatan
Kriteria yang objektif sulit diperoleh atau mahal harganya dan paling baik
dikembangkan melalui diskusi dan kesempatan. Pihak yang terlibat seharusnya
memasukkan manajemen dari entitas yang akan diaudit, auditor operasi, dan entitas
atau orang kepada siapa temuan akan dilaporkan.

8. Tahap tahap dalam audit operasi
Ada tiga tahap :
1. Perencanaan
Perencanaan untuk audit operasi sama dengan perencanaan untuk laporan keuangan
historis. Hal hal yang penting unuk dilakukan dalam tahap ini yaitu :
Menempatkan staf untuk penugasan dengan benar
Memperoleh informasi latar belakang mengenai unit organisasi
Memahami pengendalian internal
Memutuskan bukti yang sesuai untuk diakumulasi
Perbedaan utama antara perencanaan audit operasi dengan audit keuangan adalah
keragaman yang tercipta dari kedalam audit operasi yang sering kali menyulitkan kita
untuk memutuskan tujuan spesifik. Auditor memilih tujuan berdasarkan kriteria yang
dikembangkan untuk penugasan, bergantung pada situasi spesifik yanga ada. Audit
operasi menuntut auditor menghabiskan lebih banyak waktu dengan pihak yang terkait
untuk menyepakati syarat-syarat dari penugasan dan kriteria untuk evaluasi.
2. Akumulasi dan evaluasi bukti
Pengendalian internal dan prosedur operasional merupakan bagian yang penting dari
audit operasi, merupakan hal yang umum untuk menggunakan dokumentasi, pengajuan
pertanyaan,prosedur analitis dan pengamatan secara efektif. Untuk mendapatkan
gambaran mengenai akumulasi bukti dalam audit operasi, tinjau kembali contoh dari
agen yang mengevaluasi kemanan elevator disuatu kota.
3. Pelaporan dan tindak lanjut
Dua perbedaan utama dalam laporan audit keuangan dan audit operasi mempengaruhi
laporan audit operasi :
Dalam audit operasi, laporan biasanya hanya dikirimkan kepada manajemen
dengan salinan untuk unit yang sedang diaudit.
Keragaman dari audit operasi mengharuskan penyeragaman dari setiap laporan
untuk mengatasi lingkup, temuan dan rekomendasi audit.
Auditor operasi sering kali memerlukan durasi waktu yang signifikan untuk
mengkomunikasikan secara jelas temuan dan rekomendasi audit.

9. Contoh dari Temuan Audit Operasi
Perusahaan Pembersih Luar Menghemat $160.000
Suatu auditor internal mengkaji ulang efesiensi dan efektivitas dari jasa pembersihan yang
dibentuk oleh karyawan Negara bagian untuk bangunan di kompleks pusat Negara bagian.
Audit tersebut mengungkap jauh lebih tingginya biaya jasa pembersihan jika dibandingkan
dengan jasa serupa yang dilakukan oleh perusahaan pembersihan luar. Di samping itu, auditor
menemukan banyak tugas pembersihan tidak diselesaikan seperti yang diminta, hanya
menghasilkan kualitas yang tidak dapat diterima. Studi terhadap jasa pembersihan alternative
mengindikasikan bahwa jasa yang sama atau lebih baik dapat disediakan oleh pihak
pembersihan luar dengan penghematan sebesar $137.000 per tahun. Auditor
merekomendasikan Negara bagian mencari penawaran yang bersaing dan menandatangani
kontrak dengan perusahaan jasa pembersihan yang memberikan penawaran paling rendah
yang memenuhi spesifikasi. Kontrak yan dihasilkan secara actual menghemat lebih dari
$160.000, dan kualitas dari pembersihan tampak sangat jelas.

Menggunakan Alat yang Tepat
Sebuah perusahaan menyewakan 25 truk pengangkut beban berat untuk digunakan oleh
karyawan jasa yang memasang dan memperbaiki sekitar 20.000 mesin vending di wilayah
metropolitan yang luas. Semua truk dilengkapi dengan dongkrak hidrolik untuk memuat dan
membongkar mesin vending.
Auditor internal menemukan bahwa hanya beberapa truk yang benar-benar mengangkut dan
mengirimkan mesin vending. Sebagian besar truk digunakan untuk panggilan jasa, yang
terdiri dari perbaikan di tempat kotak koin atau penyesuaian sederhana lain yang tidak
memerlukan dongkrak hidroik. Auditor merekomendasikan sebagian besar truk pengangkut
beban itu dijual dan digantikan dengan mobil van ringan yang konvensional. Manajemen
menyetujui hal tersebuut dan penghematan dan tingkat sewa dan beban operasi diestimasikan
mencapai $25.000 per tahun.

Program Komputer Menghemat Tenaga Kerja Manual
Employee Retirement Income Security Act (ERISA) federal mengharuskan audit tahunan
terhadap rencana pembagian laba (profit sharing). Auditor internal menguji rencana
pembagian laba seperti yang diharuskan oleh ERISA, akan tetapi juga melaksanakan kaji
ulang operasi, yang memberikan sejumlah rekomendasi yang berharga bagi manajemen.
Auditor tekhnologi informasi dalam tim audit mengembangkan beberapa programa audit
berbantuan computer untuk menguji pengendalian terhadap pemasukan dan pengakhiran
rencana pembagian laba. Bantuan computer menghemat tenaga kerja dan mendeteksi
beberapa karyawan yang tidak sesuai dengan rencana, seperti karyawan yang memiliki masa
kerja kurang dari jasa satu tahun yang dipersyaratkan dan menghentikan karyawan yang
masih dalam rencana. Bagian computer dari program audit juga mendeteksi data yang
bertentangan Antara file induk penggajian dan rencana pembagian laba.
Ketika ditunjukkan hasil dari audit, manajemen memperbaiki seluruh masalah dan
menetapkan pengendalian internal untuk mencegah masalah di masa mendatang.