Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Saat ini penyakit ISPA masih menjadi masalah di Indonesia. ISPA merupakan
penyebab utama kematian balita. Dari sekitar 450.000 kematian balita yang terjadi setiap
tahun diperkirakan 150.000 diantaranya disebabkan karena ISPA. Dengan kata lain setiap
hari terjadi kematian balita akibat ISPA selalu menepati kelompok penyakit terbanyak di
sarana kesehatan dan ISPA Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian bayi dan
balita.
1
Penyakit infeksi saluran pernafasan bersama!sama dengan malnutrisi dan diare
merupakan penyebab kesakitan dan kematian utama pada anak "alita di #egara berkembang
$Sharma et al. 1%%&'.
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan
kematian bayi dan balita yang (ukup tinggi yaitu kira!kira 1 dari 4 kematian yang terjadi.
Setiap anak diperkirakan mengalami )!* episode ISPA setiap tahunnya. 40 +! *0 + dari
kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan
oleh ISPA men(akup ,0 + ! )0 +. -ematian yang terbesar umumnya adalah karena
pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari , bulan.
ISPA dapat ditularkan melalui air ludah darah bersin udara pernapasan yang
mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat ke saluran pernapasannya. Infeksi saluran
pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh .irus sering terjadi pada semua
golongan masyarakat pada bulan!bulan musim dingin. /etapi ISPA yang berlanjut menjadi
pneumonia sering terjadi pada anak ke(il terutama apabila terdapat gi0i kurang dan
dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak hygiene. 1isiko terutama terjadi pada
anak!anak karena meningkatnya kemungkinan infeksi silang beban immunologisnya terlalu
besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan (a(ing serta tidak tersedianya atau
berlebihannya pemakaian antibiotik.
1
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut $ISPA' merupakan salah satu masalah
kesehatan yang utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama
pada Anak "alita. ISPA mengakibatkan sekitar ,0+ ! )0+ kematian anak "alita $Depkes 1I
,000'. ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien pada sarana
1
kesehatan. Sebanyak 40+ ! *0+ kunjungan berobat di Puskesmas dan 15+ ! )0+ kunjungan
berobat di bagian ra2at jalan dan ra2at inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA $Dirjen
P,34 ,000'. 5ost lingkungan dan sosiokultural merupakan beberapa .ariabel yang dapat
mempengaruhi insiden dan keparahan penyakit infeksi saluran pernafasan akut $Sharma et
al. 1%%&'.
Dengan melihat hal tersebut diharapkan dokter dapat berperan dalam pen(egahan
deteksi dini terapi maupun rehabilitasi dari infeksi saluran pernapasan akut ini. Penulis
berusaha untuk menuliskan aspek!aspek yang dirasakan perlu untuk dipahami melalui
tinjauan pustaka dalam referat ini dan diharapkan dapat bermanfaat.
2
BAB II
ANATOMI
ISPA se(ara anatomis men(akup saluran pernafasan bagian atas saluran pernafasan
bagian ba2ah $termasuk jaringan dan paru!paru' dan organ adneksa saluran pernafasan.
"erikut ini dijelaskan lebih rin(i mengenai bagian bagian tersebut diatas6
,
a. 5ID7#8
3erupakan saluran pernafasan teratas. Ditempat ini udara pernafasan
mengalami proses yaitu6
Penyaringan $ filtrasi '
Partikel!partikel yang ada dalam udara pernafasan akan disaring khususnya
partikel!partikel yang berdiameter 9 ,:m. ;ilia berperan sebagai filter.
Penghangatan
-apiler pembuluh darah yang ada di lapisan mukosa hidung berperan sebagai
penghangat. 7dara pernafasan yang dingin akan dihangatkan.
Pelembaban $humidifikasi'
7dara pernafasan yang kering akan dilembabkan oleh lapisan mukosa hidung
sehingga tidak mengiritasi saluran pernafasan. Sepertiga bagian atas hidung
terdiri dari tulang dan dua pertiga bagian ba2ahnya adalah kartilago yang
terdiri dari dua bagian. "agian tengah dipisahkan oleh septum. Septum dan
dinding dalam rongga hidung dilapisi oleh membrane mukosa. "agian depan
hidung yang terbuka keluar dilapisi oleh kulit dan folikel rambut. "agian
belakang hidung berhubungan dengan pharing disebut nasopharing.
b. P5A1I#8
Pharing atau tenggorokan berada dibelakang mulut dan rongga nasal dibagi
dalam tiga bagian yaitu nasofaring oropharing dan laringopharing. Pharing
merupakan saluran penghubung ke saluran pernafasan dan saluran pen(ernaan.
#ormalnya bila makanan masuk melalui oropharing epiglotis akan menutup se(ara
otomatis sehingga aspirasi tidak terjadi. /onsil merupakan pertahanan tubuh terhadap
benda!benda asing $organisme' yang masuk ke hidung dan pharing.
3
(. 4A1I#8
4aring berada diatas tra(hea diba2ah pharing. Sering kali orang menyebut
laring sebagai kotak suara karena udara yang mele2ati daerah ini akan membentuk
bunyi $suara'.
d. /1A;5<A
/erletak di bagian depan esophagus dari mulai bagian ba2ah (ri(oids
kartilago laring dan berakhir setinggi .ertebra thorakal 4 atau 5. /ra(hea ber(abang
menjadi bron(hus kanan dan kiri. /empat per(abangannya disebut karina yang terdiri
dari * = 10 (in(in kartilago.
e. "1>#;57S
"ron(hus primer dimulai dari karina. "ron(hus kanan lebih gemuk dan
pendek serta lebih .ertikal dibandingkan dengan bron(hus kiri. "ron(hus
primer dibagi kedalam lima bron(hus sekunder $lobus' masing!masing lobus
dikelilingi oleh jaringan penyambung pembuluh darah saraf pembuluh limfatik.
"ron(hus dilapisi oleh (ilia yang berfungsi menangkap partikel!
partikel dan mendorong sekret ke atas untuk selanjutnya dikeluarkan melalui batuk
atau ditelan.
f. "1>#;5I>47S
3erupakan (abang dari bron(hus sekunder yang dibagi ke dalam saluran!
saluran ke(il yaitu bron(hiolus terminal dan bron(hiolus respirasi. -edua bron(hiolus
ini mempunyai diameter ? 1 mm. "ron(hiolus terminalis dilapisi (ilia tidak terjadi
difusi di tempat ini. Sebagian ke(il difusi terjadi pada bron(hiolus respirasi.
g. A4@<>47S
Duktus al.eolus menyerupai buah anggur dan merupakan (abang dari
bron(hiolus respiratori. Sakus al.eolis mengandung al.eolus yang merupakan unit
fungsional paru sebagai tempat pertukaran gas. Diperkirakan paru!paru mengandung
A )00 juta al.eolus $luas permukaan A 100 m
,
' yang dikelilingi oleh kapiler darah.
Dinding al.eolus menghasilkan surfaktan $terbuat dari lesitin' sejenis fosfolipid yang
sangat penting dalam mempertahankan ekspansi dan re(oil paru. Surfaktan ini
berfungsi menurunkan tegangan permukaan dinding al.eoli. /anpa surfaktan yang
adekuat maka al.eolus akan mengalami kolaps.
h. PA17!PA17
Paru merupakan jaringan elastis yang dibungkus $dilapisi' oleh pleura. Pleura
terdiri dari pleura .iseral yang langsung membungkusBmelapisi paru dan pleura
4
parietal pada bagian luarnya. Pleura menghasilkan (airan jernih $serosa' yang
berfungsi sebagai lubrikasi. "anyaknya (airan ini lebih kurang 10=15 ((. 4ubrikasi
dimaksudkan untuk men(egah iritasi selama respirasi. Peredaran darah ke paru!paru
melalui dua pembuluh darah yaitu6
)
Arteri pulmonaris yang ber(abang!(abang menjadi arteriol .enula yang akan
membentuk jalinan kapiler.
Arteri bron(hialis yang merupakan per(abangan dari aorta torakal. Arteri ini
akan mensuplai darah untuk kebutuhan metabolisme paru.
5
BAB III
PEMBAHASAN
III. 1 Definisi
ISPA adalah suatu penyakit pernafasan akut yang ditandai dengan gejala
batuk pilek serak demam dan mengeluarkan ingus atau lendir yang berlangsung
sampai dengan 14 hari $Depkes 1I ,000'. ISPA adalah penyakit infeksi yang
menyerang salah satu dan atau lebih bagian dari saluran napas mulai dari hidung
$saluran pernapasan atas' hingga al.eoli $saluran pernapasan ba2ah' termasuk
jaringan adneksanya seperti sinus rongga telinga tengah dan pleura yang disebabkan
oleh masuknya kuman $bakteri .irus atau riketsia' ke dalam organ saluran pernapasan
yang berlangsung selama 14 hari. "atas 14 hari diambil untuk menunjukkan proses
akut dari suatu penyakit meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan
dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari. 3enurut derajat
keparahannya ISPA dapat dibagi menjadi ) golongan yaitu ISPA ringan ISPA
sedang dan ISPA berat. Pembagian menurut deajat keparahan tersebut didasarkan
pada gejala!gejala dan tanda!tandanya. ISPA ringan dapat berkembang menjadi ISPA
sedang atau ISPA berat jika keadaan memungkinkan misalnya penderita kurang
mendapat pera2atan atau saat penderita dalam keadaan lemah hingga daya tahan
tubuhnya rendah. 8ejala ISPA ringan dapat dengan mudah diketahui oleh orang
a2am sedangkan gejala ISPA sedang dan berat memerlukan beberapa pengamatan
sederhana.
4
6
III. 2 Klasifikasi
C5> $1%&*' telah merekomendasikan pembagian ISPA menurut derajat
keparahannya. Pembagian ini dibuat berdasarkan gejala!gejala klinis yang timbul dan
telah ditetapkan dalam lokakarya #asional II ISPA tahun 1%&&. Adapun
pembagiannya sebagai berikut 6
5
Se(ara anatomis yang termasuk Infeksi saluran pernapasan akut 6
a. ISPA ringan
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan satu atau lebih
gejala!gejala sebagai berikut 6
i. "atuk
ii. Serak yaitu anak bersuara parau pada 2aktu mengeluarkan suara
$misalnya pada 2aktu berbi(ara atau menangis'.
iii. Pilek yaitu mengeluarkan lender atau ingus dari hidung
i.. Panas atau demam suhu tubuh lebih dari )D
0
; atau jika dahi anak diraba
dengan penggung tangan terasa panas.
b. ISPA sedang
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai gejala!gejala
ISPA ringan disertai gejala!gejala berikut 6
i. Pernapasan 950 kali per menit pada anak yang berumur 91 tahun atau 9
40kali per menit pada anak yang berumur 1 tahun atau lebih.
ii. Suhu tubuh lebih dari )%
0
;.
iii. /enggorokan ber2arna merah.
i.. /imbul ber(ak!ber(ak pada kulit menyerupai ber(ak (ampak.
.. /elinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga.
.i. Pernapasan berbunyi seperti mendengkur atau men(uit!(uit. Dari gejala!
gejala ISPA sedang perlu berhati!hati jika anak menderita ISPA ringan
sedangkan suhu tubuhnya lebih dari )%
0
; atau gi0inya kurang baikatau
umurnya E4 bulan maka anak tersebut menderita ISPA sedang dan harus
mendapat pertolongan dari petugas kesehatan.
(. ISPA berat
Seorang anak dinyatakan menderita ispa berat jika dijumpai gejala!gejala
ISPAringan atau ISPA sedang disertai gejala berikut 6
7
i. "ibir atau kulit membiru.
ii. 4ubang hidung kembang kempis $dengan (ukup lebar' pada
2aktu bernapas.
iii. -esadaran menurun.
i.. Pernapasan berbunyi ber(iut!(iut dan anak tampak gelisah.
.. Sela iga tertarik ke dalam pada 2aktu bernapas.
.i. #adi (epat lebih dari 1*0 kali per menit atau tidak teraba.
vii. /enggorokan ber2arna merah.
Penderita ini harus dira2at di puskesmas atau rumah sakit karena perlu
mendapat pera2atan dengan peralatan khusus seperti oksigen dan atau (airan
infus.
3enurut Depkes 1I $1%%1' Pembagian ISPA berdasarkan atas umur dan
tanda!tanda klinis yang didapat yaitu 6
4
1. 7ntuk anak umur , bulan!5 tahun
7ntuk anak dalam berbagai golongan umur ini ISPA diklasifikasikan
menjadi ) yaitu 6
a' Pneumonia berat
/anda utama 6
Adanya tanda bahaya yaitu tidak bisa minum kejang kesadaran
menurun stridor serta gi0i buruk.
Adanya tarikan dinding dada kebelakang. 5al ini terjadi bila paru!paru
menjadi kaku dan mengakibatkan perlunya tenaga untuk menarik
nafas.
/anda lain yang mungkin ada 6
#afas (uping hidung.
Suara rintihan.
Sianosis $pu(at'.
b' Pneumonia tidak berat
/anda 7tama 6
/idak ada tarikan dinding dada ke dalam.
Di sertai nafas (epat 6
4ebih dari 50 kaliBmenit untuk usia , bulan = 1 tahun.
8
4ebih dari 40 kaliBmenit untuk usia 1 tahun = 5 tahun.
(' "ukan pneumonia
/anda utama 6
/idak ada tarikan dinding dada kedalam.
/idak ada nafas (epat 6
-urang dari 50 kaliBmenit untuk anak usia , bulan = 1 tahun.
-urang dari 40 kaliBmenit untuka anak usia 1 tahun = 5 tahun.
,. Anak umur kurang dari , bulan
7ntuk anak dalam golongan umur ini di klasifikasikan menjadi , yaitu 6
a' Pneumonia berat
/anda utama 6
Adanya tanda bahaya yaitu kurang bisa minum kejang kesadaran
menurun stridor 2hee0ing demm atau dingin.
#afas (epat dengan frekuensi *0 kaliBmenit atau lebih.
/arikan dinding dada ke dalam yang kuat.
b' "ukan pneumonia
/anda utama 6
/idak ada nafas (epat.
/idak ada tarikan dinding dada ke dalam.
III. 3 Epidemil!i
Penyakit ISPA sering terjadi pada anak!anak. <pisode penyakit batuk pilek
pada balita di Indonesia perkirakan )!* kali per tahun $rata!rata 4 kali per tahun'
artinya seorang balita rata!rata mendapatkan serangan batuk pilek sebanyak )!*
kali setahun. Dari hasil pengamatan epidemiologi dapat diketahui bah2a angka
kesakitan dikota (enderung lebih besar dari pada di desa. 5al ini mungkin disebabkan
oleh tingkat kepadatan tempat tinggal dan pen(emaran lingkungan di kota yang lebih
tinggi daripada di desa.
1
ISPA merupakan penyakit yang sering kali dilaporkan sebagai 10 penyakit
utama di #egara berkembang. Di #egara berkembang penyakit pneumonia
merupakan ,5+ penyumbang kematian pada anak terutama pada bayi berusia kurang
9
dari , bulan. Dari Sur.ey -esehatan 1umah /angga $S-1/' tahun 1%&* diketahui
bah2a morbiditas pada bayi akibat pneumonia sebesar 4,,+ dan pada balita 40*+
sedangkan angka mortalitas )*+.
Di Indonesia angka ini dilaporkan sekitar )!* kali per tahun per anak sekitar
40!*0+ kunjungan berobat di puskesmas dan 15!)0+ kunjungan berobat jalan dan
ra2at inap di rumah sakit juga disebabkan oleh ISPA. 5asil S-1/ tahun 1%%,
menunjukkan bah2a angka mortalitas pada bayi akibat penyakit ISPA menduduki
urutan pertama $)*+' dan angka mortalitas pada balita menduduki urutan kedua
$1)+'. Di ja2a /engah pada tahun 1%%% penyakit ISPA selalu menduduki rangking 1
pada 10 besar penyakit pasien ra2at jalan di puskesmas
III. " E#il!i Dan $ak#% &esik
<tiologi ISPA terdiri dari6
"akteri 6 Diplo(o((us pneumonia Pneumo(o((us Strepto(o((us pyogenes
Staphylo(o((us aureus 5aemophilus influen0a dan lain!lain.
@irus 6 1ino.irus (orona.irus adeno.irus entero.irus $ISPA atas .irus
utama' Parainfluen0a 1,) (orona.irus adeno.irus.
Famur 6 Aspergillus sp ;andida albi(ans 5istoplama dan lain!lain.
Aspirasi 6 3akanan asap kendaraan bermotor ""3 $bahan bakar minyak'
biasanya minyak tanah (airan amnion pada saat lahir benda asing
$biji!bijian mainan plasti( ke(il dan lain!lain'.
*
Disamping penyebab perlu juga diperhatikan faktor resiko yaitu faktor yang
mempengaruhi atau mempermudah terjadinya ISPA. Se(ara umum ada ) faktor yaitu6
-eadaan so(ial ekonomi dan (ara mengasuh atau mengurus anak.
-eadaan gi0i dan (ara pemberian makan.
-ebiasaan merokok dan pen(emaran udara
Gaktor yang meningkatkan morbiditas adalah anak usia , bulan gi0i kurang
"erat "adan 4ahir 1endah $""41' pemberian Air Susu Ibu $ASI' tidak memadai
polusi udara kepadatan dalam rumah imunisasi tidak lengkap dan menyelimuti
anak berlebihan.
Gaktor yang meningkatkan mortalitas adalah umur kurang dari , bulan tingkat
so(ial ekonomi rendah gi0i kurang "erat "adan 4ahir 1endah $""41' tingkat
10
pengetahuan ibu rendah kepadatan dalam rumah imunisasi tidak lengkap dan
menderita penyakit kronis.
III. ' Pa#fisil!i
Perjalanan klinis penyakit ISPA dimulai dengan berinteraksinya .irus dengan
tubuh. 3asuknya .irus sebagai antigen ke saluran pernafasan menyebabkan silia yang
terdapat pada permukaan saluran nafas bergerak ke atas mendorong .irus ke arah
faring atau dengan suatu tangkapan refleks spasmus oleh laring. Fika refleks tersebut
gagal maka .irus merusak lapisan epitel dan lapisan mukosa saluran pernafasan
$-ending dan ;herni(k 1%&)'.
Iritasi .irus pada kedua lapisan tersebut menyebabkan timbulnya batuk kering
$Feliffe 1%D4'. -erusakan stuktur lapisan dinding saluran pernafasan menyebabkan
kenaikan aktifitas kelenjar mukus yang banyak terdapat pada dinding saluran nafas
sehingga terjadi pengeluaran (airan mukosa yang melebihi noramal. 1angsangan
(airan yang berlebihan tersebut menimbulkan gejala batuk $-ending and ;herni(k
1%&)'. Sehingga pada tahap a2al gejala ISPA yang paling menonjol adalah batuk.
Adanya infeksi .irus merupakan predisposisi terjadinya infeksi sekunder
bakteri. Akibat infeksi .irus tersebut terjadi kerusakan mekanisme mukosiliaris yang
merupakan mekanisme perlindungan pada saluran pernafasan terhadap infeksi bakteri
sehingga memudahkan bakteri!bakteri patogen yang terdapat pada saluran pernafasan
atas seperti strepto(o((us pneumonia haemophylus influen0a dan staphylo(o((us
menyerang mukosa yang rusak tersebut $-ending dan ;herni(k 1%&)'. Infeksi
sekunder bakteri ini menyebabkan sekresi mukus bertambah banyak dan dapat
menyumbat saluran nafas sehingga timbul sesak nafas dan juga menyebabkan batuk
yang produktif. In.asi bakteri ini dipermudah dengan adanya fakor!faktor seperti
kedinginan dan malnutrisi. Suatu laporan penelitian menyebutkan bah2a dengan
adanya suatu serangan infeksi .irus pada saluran nafas dapat menimbulkan gangguan
gi0i akut pada bayi dan anak $/yrell 1%&0'.
@irus yang menyerang saluran nafas atas dapat menyebar ke tempat!tempat
yang lain dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kejang demam dan juga bisa
menyebar ke saluran nafas ba2ah $/yrell 1%&0'. Dampak infeksi sekunder bakteripun
bisa menyerang saluran nafas ba2ah sehingga bakteri!bakteri yang biasanya hanya
11
ditemukan dalam saluran pernafasan atas sesudah terjadinya infeksi .irus dapat
menginfeksi paru!paru sehingga menyebabkan pneumonia bakteri $Shann 1%&5'.
Penanganan penyakit saluran pernafasan pada anak harus diperhatikan aspek
imunologis saluran nafas terutama dalam hal bah2a sistem imun di saluran nafas yang
sebagian besar terdiri dari mukosa tidak sama dengan sistem imun sistemik pada
umumnya. Sistem imun saluran nafas yang terdiri dari folikel dan jaringan limfoid
yang tersebar merupakan (iri khas system imun mukosa. ;iri khas berikutnya adalah
bah2a IgA memegang peranan pada saluran nafas atas sedangkan Ig8 pada saluran
nafas ba2ah. Diketahui pula bah2a sekretori IgA $sIgA' sangat berperan dalam
mempertahankan integritas mukosa saluran nafas $Siregar 1%%4'.
Dari uraian di atas perjalanan klinis penyakit ISPA ini dapat dibagi menjadi
empat tahap yaitu6
a. /ahap prepatogenesis penyebab telah ada tetapi penderita belum
menunjukkan reaksi apa!apa.
b. /ahap inkubasi .irus merusak lapisan epitel dan lapisan mukosa. /ubuh
menjadi lemah apalagi bila keadaan gi0i dan daya tahan sebelumnya memang
sudah rendah.
c. /ahap dini penyakit dimulai dari mun(ulnya gejala penyakit. /imbul gejala
demam dan batuk.
d. /ahap lanjut penyakit dibagi menjadi empat yaitu dapat sembuh sempurna
sembuh dengan ateletaksis menjadi kronis dan dapat meninggal akibat
pneumonia.
III. ( Manifes#asi Klinis dan Dia!nsis
/anda dan gejala penyakit ISPA antara lain6
a) "atuk terjadi karena produksi mukus meningkat sehingga terakumulasi pada
trakea yang kemudian menimbulkan batuk. "atuk juga bisa terjadi karena
iritasi pada bronkus. Sifat batuk dimulai dari batuk kering $nonproduktif'
kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif $menghasilkan
sputum'.
b) -esulitan bernafas
Akumulasi mukus di trakea akan mengakibatkan saluran nafas tersumbat
sehingga mengalami kesulitan dalam bernafas.
c) Sakit tenggorokan
12
/erjadi iritasi jalan nafas akibat pembengkakan akan merangsang ujung
dendrit oleh ner.us untuk menstimulasi pelepasan kemoreseptor yaitu
bradikinin dan serotonin sehingga terjadi perangsangan nyeri pada
tenggorokan.
d) Demam
Infeksi jalan nafas juga mengakibatkan mun(ulnya demam ini sebagai
mekanisme pertahanan tubuh dalam mela2an mikroorganisme yang masuk.
8ambaran klinis se(ara umum yang sering didapat adalah rinitis nyeri
tenggorokan batuk dengan dahak kuningB putih kental nyeri retrosternal dan
konjungti.itis. Suhu badan meningkat antara 4!D hari disertai malaise mialgia nyeri
kepala anoreksia mual muntah dan insomnia. "ila peningkatan suhu berlangsung
lama biasanya menunjukkan adanya penyulit. Diagnosis ISPA oleh karena .irus dapat
ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap jasadrenik itu sendiri.
Pemeriksaan yang dilakukan adalah biakan .irus serologis diagnostik .irus se(ara
langsung. Sedangkan diagnosis ISPA oleh karena bakteri dilakukan dengan
pemeriksaan sputum biakan darah biakan (airan pleura.
5
/anda!tanda bahaya
Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan!
keluhan dan gejala!gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala!
gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan
kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. "ila sudah dalam kegagalan
pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit meskipun demikian
mortalitas masih tinggi maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih
berat dan yang sudah berat (epat!(epat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam
kegagalan pernapasan.
/anda!tanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda!tanda klinis dan tanda!
tanda laboratoris.
/anda!tanda klinis
Pada sistem respiratorik adalah6 ta(hypnea napas tak teratur $apnea' retraksi
dinding thorak napas (uping hidung (yanosis suara napas lemah atau hilang
grunting eHpiratoir dan 2hee0ing.
13
Pada sistem (ardial adalah6 ta(hy(ardia brady(ardiam hypertensi hypotensi
dan (ardia( arrest.
Pada sistem (erebral adalah 6 gelisah mudah terangsang sakit kepala
bingung papil bendung kejang dan (oma.
Pada hal umum adalah 6 letih dan berkeringat banyak.
/anda!tanda laboratoris
hypoHemia
hyper(apnia dan
a(ydosis $metabolik dan atau respiratorik'
/anda!tanda bahaya pada anak golongan umur , bulan sampai 5 tahun adalah6
tidak bisa minum kejang kesadaran menurun stridor dan gi0i buruk sedangkan
tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari , bulan adalah6 kurang bisa
minum $kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah .olume yang
biasa diminumnya' kejang kesadaran menurun stridor Chee0ing demam dan
dingin.
4
III. ) Dia!nsis Bandin!
Penyakit infeksi saluran pernafasan ini mempunyai beberapa diagnosis
banding yaitu difteri mononukleosis infeksiosa dan agranulositosis yang semua
penyakit diatas memiliki manifestasi klinis nyeri tenggorokan dan terbentuknya
membrana. 3ereka masing!masing dibedakan melalui biakan kultur melalui s2ab
hitungan darah dan test Paul!bunnell. Pada infeksi yang disebabkan oleh streptokokus
manifestasi lain yang mun(ul adalah nyeri abdomen akuta yang sering disertai dengan
muntah $Pin(us ;at0el I Ian 1obertsJ 1%%0J 454'.
III. * Peme%iksaan Pen+n,an!
Pemeriksaan penunjang yang la0im dilakukan adalah pemeriksaan kulturB
biakan kuman $s2ab'J hasil yang didapatkan adalah biakan kuman $A' sesuai dengan
jenis kuman pemeriksaan hitung darah $deferential (ount'J laju endap darah
meningkat disertai dengan adanya leukositosis dan bisa juga disertai dengan adanya
thrombositopenia dan pemeriksaan foto thoraks jika diperlukan $@i(tor dan 5ansJ
1%%DJ ,,4'.
14
III. - Pena#alaksanaan
Pengobatan antara lain 6
1. Simptomatik 6
i. Analgesik!antipiretik untuk mengobati gejala demam seperti
parasetamol danaspirin.
ii. -ombinasi dekongestan dan anti alergi untuk pilek dan flu. ;ontoh
6dekongestan antara lain pseudoefedrin fenil propanolamin. ;ontoh
antialergiadalah dipenhidramin.
iii. <kspektoran untuk batuk berdahak. ;ontoh 6 ammonium klorida.
i.. 3ukolitik untuk batuk berdahak. ;ontoh 6 ambroksol bromheksin
gliserilgualakolat.
.. Antitusif untuk meringankan gejala batuk kering. ;ontoh 6
dekstrometorfan.
,. Suportif 6
meningkatkan daya tahan tubuh berupa #utrisi yang adekuatpemberian
multi.itamin dll.
). Antibiotik 6
Idealnya berdasarkan jenis kuman penyebab
7tama ditujukan pada S.pneumonia5.Influensa dan S.Aureus
Antibiotik. Antibiotik tidak disarankan untuk ISPA yang disebabkan
oleh .irus karena antibiotik tidak dapat membunuh .irus. Antibiotik
diberikan jika gejala memburuk terjadi komplikasi atau radang yang
disebabkan oleh bakteri.
3enurut C5> 6 Pneumonia ra2at jalan yaitu kotrimoksasol
Amoksisillin Ampisillin Penisillin ProkainPnemonia berat 6 "en0il
peni(illin klorampenikol kloksasilin gentamisin.
Antibiotik baru lain 6 SefalosforinKuinolon dll.
/anda bahaya setiap bayi atau anak dengan tanda bahaya harus diberikan
pera2atan khusus untuk pemeriksaan selanjutnya. Petunjuk dosis dapat dilihat pada
lampiran.
Pe%a.a#an di%+ma/
15
"eberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu untuk mengatasi anaknya
yang menderita ISPA.
Men!a#asi panas 0demam1
7ntuk anak usia , bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan
parasetamol atau dengan kompres bayi diba2ah , bulan dengan demam harus
segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap * jam untuk 2aktu , hari. ;ara
pemberiannya tablet dibagi sesuai dengan dosisnya kemudian digerus dan
diminumkan. 3emberikan kompres dengan menggunakan kain bersih (elupkan
pada air $tidak perlu air es'.
Men!a#asi 2a#+k
Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk
nipis L sendok teh di(ampur dengan ke(ap atau madu L sendok teh diberikan
tiga kali sehari.
Pem2e%ian makanan
"erikan makanan yang (ukup gi0i sedikit!sedikit tetapi berulang!ulang yaitu lebih
sering dari biasanya lebih!lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi yang
menyusu tetap diteruskan.
Pem2e%ian min+man
7sahakan pemberian (airan $air putih air buah dan sebagainya' lebih banyak dari
biasanya. Ini akan membantu mengen(erkan dahak kekurangan (airan akan
menambah parah sakit yang diderita.
Lain3lain
/idak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat
lebih!lebih pada anak dengan demam. Fika pilek bersihkan hidung yang berguna
untuk memper(epat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah.
7sahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang ber.entilasi (ukup dan
tidak berasap. Apabila selama pera2atan dirumah keadaan anak memburuk maka
dianjurkan untuk memba2a kedokter atau petugas kesehatan. 7ntuk penderita
yang mendapat obat antibiotik selain tindakan diatas usahakan agar obat yang
diperoleh tersebut diberikan dengan benar selama 5 hari penuh. Dan untuk
penderita yang mendapatkan antibiotik usahakan agar setelah , hari anak diba2a
kembali kepetugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang.
45
16
III. 14 Kmplikasi
Asma
Asma adalah mengi berulang atau batuk persisten yang disebabkan oleh suatu
kondisi alergi non infeksi dengan gejala 6 sesak nafas nafas berbunyi 2hee0ing
dada terasa tertekan batuk biasanya pada malam hari atau dini hari.
-ejang demam
-ejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh
$suhu rentan lebih dari )&>(' dengan geiala berupa serangan kejang klonik atau
tonikklonik bilateral. /anda lainnya seperti mata terbalik keatas dengan disertai
kejang kekakuan atau kelemahan gerakan sentakan berulang tanpa didahului
kekakuan atau hanya sentakan kekauan fokal.
/uli
/uli adalah gangguan system pendengaran yang terjadi karena adanya infeksi
yang disebabkan oleh bakteri atau .irus dengan gejala a2al nyeri pada telinga
yang mendadak persisten dan adanya (airan pada rongga telinga.
Syok
Syok merupakan kondisi dimana seseorang mengalami penurunan fMungsi dari
system tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain 6 faktor obstruksi
(ontohnya hambatan pada system pernafasan yang mengakibatkan seseorang
kekurangan oksigen sehingga seseorang tersebut kekurang suplay oksigen ke
otak dan mengakibatkan syok.
Demam 1eumatik Penyakit Fantung 1eumatik dan 8lomerulonefritis yang
disebabkan oleh radang tenggorokan karena infeksi Strepto(o((us beta
hemolitikus grup A $Strep /hroat'
Sinusitis
3eningitis
Abses Peritonsiler
Abses 1etrofaring
III. 11 P%!nsis
17
Pada dasarnya prognosis ISPA adalah baik apabila tidak terjadi komplikasi
yang berat. 5al ini juga didukung oleh sifat penyakit ini sendiri yaitu self limiting
disease sehingga tidak memerlukan tindakan pengobatan yang rumit. Penyakit yang
tanpa komplikasi berlangsung 1!D hari. -ematian terbanyak oleh karena infeksi
bakteri sekunder. "ila panas menetap lebih dari 4 hari dan leukosit 9
10.000Bulbiasanya didapatkan infeksi bakteri sekunder.
III. 12 Pen5e!a/an
5al!hal yang dapat dilakukan untuk men(egah terjadinya penyakit ISPA pada
anak antara lain 6
1. 3enjaga keadaan gi0i anda dan keluarga agar tetap baik. 3emberikan ASI
eksklusif pada bayi anda.
,. 3enjaga pola hidup bersih dan sehat istirahatBtidur yang (ukup dan olah raga
teratur.
). 3embiasakan (u(i tangan teratur menggunakan air dan sabun atau hand
saniti0er terutama setelah kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan pada anak
untuk rajin (u(i tangan untuk men(egah ISPA dan penyakit infeksi lainnya.
4. 3elakukan imunisasi pada anak anda. Imunisasi yang dapat men(egah ISPA
diantaranya imunisasi influen0a imunisasi DP/!5ib BDaP/!5ib dan
imunisasi P;@.
5. 5indari kontak yang terlalu dekat dengan penderita ISPA.
*. 5indari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan flu. Segera
(u(i tangan dengan air dan sabun atau hand saniti0er setelah kontak dengan
penderita ISPA.
D. Apabila anda sakit gunakanlah masker dan rajin (u(i tangan agar tidak
menulari anak anda atau anggota keluarga lainnya.
&. 3en(egah anak berhubungan terlalu dekat dengan saudaranya atau anggota
keluarga lainnya yang sedang sakit ISPA. /indakan semi isolasi mungkin
dapat dilakukan seperti anak yang sehat tidur terpisah dengan anggota
keluarga lain yang sedang sakit ISPA.
%. 7payakan .entilasi yang (ukup dalam ruangan B rumah.
18
BAB I6
PENUTUP
ISPA adalah suatu penyakit pernafasan akut yang ditandai dengan gejala batuk pilek
serak demam dan mengeluarkan ingus atau lendir yang berlangsung sampai dengan 14 hari.
3enurut derajat keparahannya ISPA dapat di bagi menjadi )golongan yaitu ISPA ringan
ISPA sedang dan ISPA berat. Gaktor resiko yang mempengaruhi atau mempermudah
terjadinya ISPA se(ara umum ada ) faktor yaitu keadaan sosial ekonomi dan (ara mengasuh
atau mengurus anak keadaan gi0i dan (ara pemberian makan kebiasaan merokok dan
pen(emaran udara. Selain ketiga faktor tersebut sanitasi rumah juga sangat mempengaruhi
dalam kejadian ISPA pada balita. Sanitasi rumah meliputi .entilasi penerangan kepadatan
hunian dan suhu ruangan. -arena ISPA merupakan penyebab utama kematian pada
balita maka diharapkan penanganannya dapat diprioritaskan. Disamping itu pemberian
penyuluhan kepada ibu!ibu tentang penyakit ISPA perlu ditingkatkan dan dilaksanakan
se(ara berkesinambungan.
19
DA$TA& PUSTAKA
1. #ono. Infeksi Saluran Pernafasan Atas. ,5 Agustus ,011. Diunduh dari 6
http6BBml.s(ribd.(omBdo(B*4,,%5*,BInfeksi!Saluran!Pernapasan!Atas
2. Ari >. ISPA. ,0 3aret ,00D. Diunduh dari6 http6BBml.s(ribd.(omBdo(B5,4,D%5DBIs!Pa
). 3isnadiarly. ,00&. Penyakit Infeksi Saluran #apas Pneumonia Pada Anak "alita
>rangDe2asa 7sia 4anjut Pneuminia Atypik dan Pneumonia Atypik
3ikobakterium. Pustaka Populer >bor. Fakarta
4. Dep-es 1I. Direktorat Fenderal PP3 I P4P. Pedoman Pemberantasan Penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan Akut $ISPA'. Fakarta. 1%%,.
5. ;at0el Pin(us I Ian robets. $1%%0'. -apita Seleta Pediatri <disi II. alih bahasa oleh
Dr. yohanes guna2an. Fakarta6 <8;.
*. #aning 1,00,Infeksi Saluran Pernapasan Akut $5andout kuliah Ilmu -esehatan
Anak' PSI- G- 783 tidak dipublikasikan.
D. Nu. 5.N. @i(tor I 5ans <. 3onintja. $1%%D'. "eberapa 3asalah Pera2atan Intensif
#eonatus. Fakarta6 "alai penerbit G-7I.
&. SuriadiNuliani 1,001Asuhan -epera2atan pada Anak;@ sagung SetoFakarta
20